Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA)

Oleh:
Arif Rivianto Putra
Aziz Hasan Fadilah
Baehaqi
Erika Surya Putra
Musthofainal Akhyar Banifade
Taufiq Adi Pratama
POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL
1 ELEKTRO A




i

KATA PENGANTAR
Pada dasarnya energi adalah suatu besaran yang dimiliki oleh setiap benda yang ada di alam
ini. Namun dari energi yang dikandung oleh setiap benda tersebut ada yang dapat dimanfaatkan
dengan mudah dan ada yang memerlukan usaha yang keras untuk memanfaatkannya. Cara
mengambil manfaat dari energi yang terkandung diperlukan proses perubahan atau konversi energi.
Salah satu bentuk energi yang sangat mudah dimanfaatkan bagi kehidupan manusia pada zaman
modern ini adalah energi listrik. Sumber-sumber energi listrik tersebut biasa disebut Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas
(PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pada makalah
ini akan dikhususkan untuk membahas Pembangkit Listrik Tenaga Air, prinsip kerja konversi energi
gerakan air menjadi energi listrik, jenis-jenis PLTA, kelebihan dan kekurangan PLTA.
Kemudian, banyak kurangnya dari makalah kami ini kami minta maaf yang sebesar-besarnya.
Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamualiaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Tanggerang, 29 Oktober 2013

Penyusun


ii

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ........................................................................................................................ 1
B. TUJUAN ....................................................................................................................................... 1
C. MANFAAT .................................................................................................................................... 1
BAB II PLTA SECARA UMUM .............................................................................................. 2
A. PRINSIP KERJA PLTA .................................................................................................................... 2
B. MACAM-MACAM PLTA ............................................................................................................... 3
BAB III PLTA CIRATA ......................................................................................................... 9
A. PENGENALAN .............................................................................................................................. 9
B. BAGIAN BAGIAN PLTA CIRATA .................................................................................................. 10
1. BAGIAN BAGIAN PLTA (dalam diagram) ................................................................................... 10
C. CARA KERJA PLTA CIRATA ......................................................................................................... 11
BAB IV KESIMPULAN ....................................................................................................... 16
A. PERBANDINGAN ANTAR PLTA ................................................................................................... 16
B. KELEBIHAN-KEKURANGAN: ....................................................................................................... 16
C. Daftar Pustaka ........................................................................................................................... 17



MAKALAH PLTA | 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah salahsatu pembangkit yang memanfaatkan
aliran air untuk diubah menjadi energi listrik Pembangkit listrik ini bekerja dengan cara merubah
energi air yang mengalir (dari bendungan atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan
turbin air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Kemudian
energi listrik tersebut dialirkan melalui jaringan-jaringan yang telah dibuat, hingga akhirnya energi
listrik tersebut sampai ke rumah kita.

B. TUJUAN
Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca mengerti alur proses pembangkitan
energi dari wujud air menjadi listrik.

C. MANFAAT
Pengetahuan tentang PLTA ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk
merangkai pembangkit listrik tenaga airnya sendiri. PLTA tidak harus memiliki waduk, bahkan
melalui aliran sungai dekat rumah sendiri pun bisa.



MAKALAH PLTA | 2

BAB II
PLTA SECARA UMUM

A. PRINSIP KERJA PLTA
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit tenaga listrik yang mengubah
energi potensial air (energi gravitas air) menjadi energi listrik. Mesin penggerak yang digunakan
adalah turbin air untuk mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis poros yang akan
memutar rotor generator untuk menghasilkan energi listrik.

Gambar 1: Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air
Air sebagai bahan baku PLTA dapat diperoleh dari sungai secara langsung disalurkan untuk
memutar turbin, atau dengan cara ditampung dahulu (bersamaan dengan air hujan) dengan
menggunakan kolam tandon atau waduk sebelum disalurkan untuk memutar turbin.
Daya listrik yang dibangkitkan dapat dihitung menggunakan pendekatan rumus :
P = 9,8 Q x H x ή t x ή g ( kW )
Dimana :
P = Daya yang dihasilkan (kW)
Q = Debit air dalam (m3/detik)
H = Tinggi terjun (m)
ή t = Efisiensi turbin (%)
ή g = Efisiensi Generator (%)




MAKALAH PLTA | 3


Perencanaan pengoperasian PLTA yang dilakukan berdasarkan pada kondisi hydrologi yang meliputi :
 Tahun Basah Sekali
 Tahun Basah
 Tahun Normal
 Tahun Kering
 Tahun Kering Sekali

Untuk mendapatkan hasil yang optimum dan memudahkan untuk perencanaan operasional
tahunan, maka perencanaan operasi dilakukan berdasarkan pada kondisi hydrologi tahun normal
dan tahun kering, yang kemudian dilakukan penyesuaian tiap bulan berdasarkan kondisi air masuk.
Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan biasa dimulai bulan Nopember s.d Maret
dan musim kemarau pada bulan April s.d Oktober, sehingga kondisi ini dipergunakan untuk proses
pengisian dan penggunaan air.
B. MACAM-MACAM PLTA
1. PLTA DENGAN WADUK (RESERVOIR)
Air sungai dialirkan ke kolam melalui saluran terbuka atau tertutup dengan disaring terlebih
dahulu dan ditampung di suatu kolam yang berfungsi untuk:
 Mengendapkan pasir
 Mengendapkan lumpur
 Sebagai waduk (reservoir)

Gambar 3: PLTA dengan kolam tandon


MAKALAH PLTA | 4

Air dari satu sungai atau lebih ditampung di suatu tempat untuk mendapatkan ketinggian
tertentu dengan jalan dibendung. Air dari waduk tersebut dialirkan melalui saluran terbuka, melalui
pintu air ke saluran tertutup yang selanjutnya melalui pipa pesat menggerakkan turbin untuk
membangkitkan tenaga listrik.
Contoh:
PLTA Cirata

from: wikipedia
Daerah
Desa Tegal Waru, Kecamatan Plered, Kabupaten
Purwakarta, Jawa Barat
Tipe PLTA Dengan waduk
Mulai beroperasi 1988
Jumlah pembangkit 8
Kapasitas 126 MW tiap pembangkit, total kapasitas 1008 MW
Daya listrik rata-rata pertahun 1428 GWH
Jaringan transmisi 500 KV

Turbin PLTA Cirata
Kapasitas turbin 129.000 KW
Putaran Turbin 187,5 RPM
Tinggi air jatuh efektif untuk memutar turbin 112,5 meter
Debit air maksimum 135 m3/detik



MAKALAH PLTA | 5


2. PLTA ALIRAN DANAU
Sumber air dari PLTA ini adalah sebuah danau yang potensinya cukup besar. Untuk pengambilan air
yang masuk ke PLTA dilaksanakan dengan:
 Pembuatan bendungan yang berfungsi juga sebagai pelimpas yang berlokasi pada mulut
sungai.
 Perubahan duga muka air (DMA) + 4 meter
 Intake




MAKALAH PLTA | 6

Contoh:
PLTA Tes

Daerah
Desa Turan Tiging, Kecamatan Tes, Kabupaten
Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Sumatera.
Tipe PLTA Memanfaatkan aliran danau
Mulai beroperasi 1923 (saat pemerintahan Kolonial Belanda)
Jumlah pembangkit 4 buah
Kapasitas 4 MW tiap pembangkit, total kapasitas 16 MW
Jaringan transmisi 70 KV

Data Operasi
Lantai dasar intake EL 560.20 mdpl
Lantai dasar inlet EL 557.40 mdpl
Turbin lama EL 520.00 mdpl
Turbin baru EL 507.50 mdpl
Debit air rata-rata 34 m3/S
Level efektif maksimal EL 563.50 mdpl
Level efektif minimal EL 563.00 mdpl
Unit terpasang 6 Unit
Kapasitas terpasang 18,96 MW
Beban puncak 18 MW

3. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro (PLTMH)
Suatu pembangkit listrik skala
kecil yang menggunakan tenaga air
sebagai tenaga penggeraknya seperti,
saluran irigasi, sungai atau air terjun alam
dengan cara memanfaatkan tinggi
terjunan (head) dan jumlah debit air.
Mikrohidro merupakan sebuah istilah


MAKALAH PLTA | 7

yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air.
Komponen mikrohidro sebagai berikut:
 Air : (sebagai sumber energi).
 Turbin: mengkonversi energi aliran air menjadi energi putaran mekanis.
 Generator : menghasilkan listrik dari putaran mekanis.
 Saluran Pembawa (Headrace): Saluran pembawa mengikuti kontur dari sisi bukit untuk
menjagaelevasi dari air yang disalurkan.
 Panel kontrol : panel kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan.
 Kincir air : sebagai pengerak dinamo.
Prinsip dasar mikrohidro adalah memanfaatkan energi potensial yang dimiliki oleh aliran air
pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit listrik.

Sebuah skema mikrohidro
memerlukan dua hal yaitu, debit air dan ketinggian jatuh (head) untuk menghasilkan tenaga yang
dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah sistem konversi energi dari bentuk ketinggian dan aliran
(energi potensial) ke dalam bentuk energi mekanik dan energi listrik. Daya yang masuk (Pgross)
merupakan penjumlahan dari daya yang dihasilkan (Pnet) ditambah dengan faktor kehilangan energi
(loss) dalam bentuk suara atau panas.
Daya yang dihasilkan merupakan perkalian dari daya yang masuk dikalikan dengan efisiensi konversi
(Eo). Rumus:
Pnet = Pgross ×Eo kW
Contoh:

Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan
sebuah faktor gravitasi (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah :
Pnet = g ×Hgross × Q ×Eo kW
Dimana head dalam meter (m), dan debit air dalam meter kubik per detik (m/s
3
).
Daya yang dihasilkan (Pnet) (W)
Daya yang masuk (Pgross) (W)
Ketinggian jatuh (head) (m)
Aliran (energi potensial)
Faktor kehilangan energi (loss)
Efisiensi konversi (Eo)
Head kotor (Hgross)
Debit air (Q) (m/s
3
)
Gravitasi (g = 9.8)

Contoh:
PLTMH Sengkaling 1


MAKALAH PLTA | 8


Debit 1 m3/detik
Tinggi jatuh 15,2 m
Daya terbangkit 1 KW



MAKALAH PLTA | 9

BAB III
PLTA CIRATA

A. PENGENALAN
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara. PLTA
ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan kapasitas 8x126 Megawatt (MW)
sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt (MW) dengan produksi energi listrik rata-
rata 1.428 Giga Watthour (GWH) pertahun yang dislaurkan melalui jaringan transmisi tegangan
ekstra tinggi 500 kV ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Energi didapat dari
bendungan Cirata dengan volume 2.163 m3. Unit Pembangkitan Cirata merupakan PLTA
terbesar di Asia Tenggara.
PLTA Cirata dibangun dengan komposisi bangunan power house empat lantai di bawah
tanah yang berjarak sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit yang terletak di power house.
PLTA Cirata dioperasikan oleh anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero)
yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang disalurkan melalui saluran transmisi tenaga listrik
500 kilo volt (KV) ke sistem Jawa Bali yang diatur oleh dispatcher PLN Pusat Pengatur Beban
(P3B). Kontribusi utama Cirata terhadap sistem Jawa Bali yaitu memikul beban puncak dan
beroperasi pada pukul 17.00-22.00, dengan moda operasi LFC (Load Frequency Control), di mana
memiliki fasilitas line charging bila sistem Jawa Bali mengalami Black Out dan Start up operasi/
sinkron ke jaringan 500 KV yang relatif cepat yaitu kurang lebih lima menit.
PLTA Cirata terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum di Desa Tegal Waru, Kecamatan
Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Latar belakang pendirian PLTA ini, dengan letak
sungai Citarum yang subur, bergunung-gunung dan dianugerahi curah hujan yang tinggi.
Pembangunan proyek PLTA Cirata merupakan salah satu cara pemanfaatan potensi tenaga air di
Sungai Citarum yang letaknya di wilayah kabupaten Bandung, kurang lebih 60 km sebelah barat
laut kota Bandung atau 100 km dari Jakarta melalui jalan Purwakarta.



MAKALAH PLTA | 10

B. BAGIAN BAGIAN PLTA CIRATA
1. BAGIAN BAGIAN PLTA (dalam diagram)

No.
Petunjuk
Nama Alat Keterangan
1 Waduk Tempat menampung air sungai
2 Main Gate Pintu air utama
3 Bendungan Penahan laju sungai
4 Penstock Pipa yang menyalurkan air dari waduk menuju sungai
5 Katup Utama Katup buka-tutup
6 Turbin Baling-baling yang digerakkan oleh air
7 Generator Pengubah energi mekanik menjadi energi listrik
8 Draftube Penampung air sebelum dibuang
9 Trailrace Pembuangan air
10 Transformator Pengubah listrik
11 Switch yard Pengatur listrik
12 Kabel Transmisi Distributor listrik
13 Spillways Tempat keluarnya lebihan air waduk

2. SPESIFIKASI TURBIN PLTA CIRATA
Guna menghasilkan energi listrik sebesar 1.428 GWH, dioperasikan delapan buah turbin dengan
kapasitas masing-masing 129MW dengan putaran 187,5 RPM. Adapun tinggi air jatuh efektif
untuk memutar turbin 112,5 meter dengan debit air maksimum 135 m
3
perdetik. Turbin yang
digunakan di waduk Cirata adalah Turbin Francis dengan spesifikasi:
SPESIFIKASI KETERANGAN
Tipe Francis, vertical shaft
Produksi VOEST-ALPINE
Rate Net Head 106,8 m
http://rakhman.net/2013/04/prinsip-kerja


MAKALAH PLTA | 11

Rated Output 129,6 MW
Kecepatan 187,5 rpm
Debit Pada Kondisi Diatas 132,5 m
3
/s
Runaway Speed 400 rpm
Spiral Case Inlet Diameter 4300 mm
Draft Tube Outlet Diameter 6400 rpm
Diameter Runner Dth = 3400 m
Jumlah Runner Blade z = 16
Jumlah Guide Vane z = 24
Bukaan Maksimum Guide Vane 260 mm
Ketinggian Guide Vane 980 mm
Jumlah Servomotor 2
Tekanan Normal Operasi Guide Vane 55 kg/cm
2

Tekanan Oli Minimum Guide Vane 38,5 kg/cm
2

Langkah Servomotor 440 mm
Diameter Piston Servomotor 400 mm

C. CARA KERJA PLTA CIRATA
1. PRINSIP KERJA
Air yang berada pada ketinggian tertentu senantiasa mengalirkan air dengan masa tertentu
setiap menit. Seperti masa air yang berada pada suatu ketinggian memiliki energi potensial
gravitasi. Ketika masa air turun ke bawah energy potensialnya berkurang karna sebagian energi
potensialnya dirubah menjadi enrgi kinetik.
Sesuai dengan hukum kekekalan energi mekanik, semakin ke bawah energi kinetik semakin
besar. Ek air yang cukup besar akan mengenai sudu-sudu turbin yang dipasang didasar air terjun
dan akan memutarkan poros turbin yang seporos dengan poros generator Kemudian generator
berputar dan menghasilkan energy listrik.

http://blogmechanical.blogspot.com/2011


MAKALAH PLTA | 12


http://jonny-havianto.blogspot.com/2012
Dengan energi potensial yang tinggi maka laju aliran air di ujung pipa akan tinggi pula.
Apabila diameter pipa tidak berubah (semua pipa diameternya sama) maka kita dapat
menentukan laju aliran air tersebut menggunakan rumus dibawah:
Ek = Ep
mv² = mgh
Keterangan:
Ek = energy kinetik (J)
Ep = energy potensial (J)
m = massa air (kg)
v = kecepatan air (m/s)
g = gravitasi 9.8 (m/s²)
h = ketinggian air (m)
Dengan demikian kita juga dapat menentukan debit airnya:
Q = Av
Keterangan:
A= luas penampang
Q = debit air (m
3
/s)
Besarnya daya listrik sebelum masuk ke turbin secara matematis dapat dituliskan sebagai
berikut:
Pin turbin = ρhQg
Sedangkan besar daya output turbin adalah sebagai berikut :
Pout turbin = ρ . h . Q . g . ηturbin


MAKALAH PLTA | 13

Sehingga secara matematis daya real yang dihasilkan dari pembangkit adalah sebagai berikut :
Preal = ρ . h . Q. g . ηturbin . ηgenerator . ηtm
ηgenerator=

x 100%
Efisiensi turbin sesuai dengan kondisi beban:

Kutipan dari buku Hydroelectric Handbook, William P. Craeger and Joel D. Justin, Second Edition John Wiley & Sons,
Inc., New York, 1950, hal. 832
Keterangan :
Pin= daya masukan ke turbin (watt)
Pout = daya keluaran dari turbin (watt)
Preal = daya sebenarnya yang dihasilkan
(watt)
ρ = massa jenis fluida (kg/m
3
)
Q = debit air (m
3
/s)
h = ketinggian efektif (m)
g = gaya gravitasi (m/s²)
W = usaha (j)

Daya yang keluar dari generator dapat diperoleh dari perkalian efisiensi turbin dan
generator dengan daya yang keluar secara teoritis. Sebagaimana dapat dipahami dari rumus
tersebut di atas, daya yang dihasilkan adalah hasil kali dari tinggi jatuh dan debit air, oleh karena
itu berhasilnya pembangkitan tenaga air tergantung daripada usaha untuk mendapatkan tinggi
jatuh air dan debit yang besar secara efektif dan ekonomis.
Namun, tidak semua energi potensial dari air diubah menjadi energi listrik. Oleh karena itu kita
mengenal konsep efisiensi:
η =

x 100%
Dengan demikian daya listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air adalah:
Pdihasilkan = ηPhitung
Pdihasilkan = ηρhQ
Untuk menghitug beda potensial yang dihasilkan, kita menggunakan rumus GGL induksi yang
dikenal dalam Hukum induksi Faraday yang bunyinya “Gaya gerak listrik (GGL) induksi pada


MAKALAH PLTA | 14

sebuah rangkaian sama dengan kecepatan perubahan fluks yang melalui rangkaian tersebut”.
Rumus yang digunakannya adalah:
ε = N B A ω sin ωt
ω = 2πf, terdapat pada rumus gerak melingkar (kecepatan berputar magnet)
Keterangan:
ε = ggl induksi sesaat (volt)
N = banyak lilitan kumparan
B = besar induksi magnetic (Wb/m²=T)
A = luas penampang/loop (m²)
ω = kecepatan sudut (rad/s)
t = lama kumparan telah berputar (s)
f = frekuensi

2. CARA KERJA GENERATOR
Generator listrik adalah sebuah alat yang
memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanis. Agar generator bisa menghasilkan listrik,
ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Putaran
Putaran rotor dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah
pasang kutub pada rotor, sesuai dengan persamaan:
rpm = 60 . f / P
dimana:
rpm = putaran
f = frekuensi
P = jumlah pasang kutub

2. Kumparan
Banyak dan besarnya jumlah kumparan pada
stator mempengaruhi besarnya daya listrik yang bisa dihasilkan oleh pembangkit

3. Magnet
Magnet yang ada pada generator bukan magnet permanen, melainkan dihasilkan dari besi
yang dililit kawat. Jika lilitan tersebut dialiri arus eksitasi dari AVR maka akan timbul magnet dari
rotor.
Sehingga didapat persamaan:
E = B . V . L
Dimana:
E : Gaya elektromagnet
B : Kuat medan magnet
V : Kecepatan putar
L : Panjang penghantar

Dari ketiga hal tersebut, yang bernilai tetap adalah putaran rotor dan kumparan, sehingga
agar beban yang dihasilkan sesuai, maka yang bisa diatur adalah sifat kemagnetannya, yaitu
http://4bri.blogspot.com/2012/11/cara-ke


MAKALAH PLTA | 15

dengan mengatur jumlah arus yang masuk. Makin besar arus yang masuk, makin besar pula nilai
kemagnetannya, sedangkan makin kecil arus yang masuk, makin kecil pula nilai kemagnetannya.

3. PERHITUNGAN PROSES KEJADIAN LISTRIK
Daya input turbin:
P in turbin= ρ.h.Q.g
= 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 141,8MW

Efisiensi turbin:
η =

x 100%
=

x 100% = 89%

Daya output turbin:
P out turbin = η.ρ.Q.g
= 89% x 1025 x 106,8 x 132,5 x 9,8 = 126,5 MW

Data di atas adalah perhitungan daya yang dihasilkan pada setiap turbin sesuai dengan spesifikasi
turbin dan waduk di PLTA Cirata.


MAKALAH PLTA | 16

BAB IV
KESIMPULAN

A. PERBANDINGAN ANTAR PLTA
PLTA CIRATA PLTA TES PLMTH SENGKALING 1
Lokasi Purwakarta, Jawa
Barat
Lebong, Bengkulu Malang, Jawa Timur
Tipe Memanfaatkan
potensi air dari
waduk.
Memanfaatkan
Potensi air
tampungan danau.
Memanfaatkan
pergerakan air skala kecil
yaitu irigasi.
Tipe turbin Francis Vertika Shaft Francis Horizontal
Shaft
Cross Flow
Jumlah putaran 187,5 rpm 375,0 rpm 200,0 rpm
Daya yang
dihasilkan
1008 MW 18,96 MW 100 KW
Sungai Citarum Danau Tes Brantas
Debit air 135 m3/detik 34 m3/S 1 m3/detik
Tinggi Head 112,5 m 15,2 m
Mulai beroperasi 1988 1923 2008
Daerah
pengguna daya
Sistem Jawa-
Madura-Bali
Provinsi Bengkulu Universitas
Muhammadiyah Malang

B. KELEBIHAN-KEKURANGAN
PLTA CIRATA
Kelebihan:
Daya yang dihasilkan sangat besar dan menjadi tempat wisata.
Kekurangan:
Perawatan, pengawasan, yang tentu lebih memerlukan biaya yang lebih besar

PLTA TES
Kelebihan:
Daya yang dihasilkan relatif besar dan menjadi tempat pariwisata.
Kekurangan:
Merusak ekosistem danau Tes

PLTMH Sengkaling 1
Kelebihan:
Dapat mengurangi biaya listrik dari yang semestinya karena itu diberikan oleh Departemen
ESDM RI untuk Universitas Muhammadiyah Malang.
Kekurangan:
Daya yang dihasilkan masih kurang untuk menjadikan listrik Universitas Muhammadiyah Malang
mandiri.



MAKALAH PLTA | 17

C. DAFTAR PUSTAKA
Umum:
http://rakhman.net/2013/04/prinsip-kerja-pembangkit-listrik-tenaga-air.html
PLTA Cirata:
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_Listrik_Tenaga_Air_Cirata
PLTA Tes:
http://id.wikipedia.org/wiki/PLTA_Tes
PLTMH Sengkaling 1:
http://ft.umm.ac.id/id/umm-news-1189-kerja-sama-dengan-pt-pln-persero-umm-tambah-
pltmh.html
Turbin:
http://yefrichan.wordpress.com/2010/05/31/klasifikasi-turbin/
http://jonny-havianto.blogspot.com/2012/12/peluang-plta-buatan-indonesia.html
Generator:
http://4bri.blogspot.com/2012/11/cara-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html