Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA

DISUSUN OLEH

1. FEBRI KURNIASIH
2. NOVITA ANISA PUTRI
3. NUR AMALIA ROSA
4. NURLAELA INDRIANI
5. PERMATA DIAH PRATIWI



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MUHAMMADIYAH
PRODI D3 KEBIDANAN PRINGSEWU LAMPUNG
TAHUN 2013
KATA PENGANTAR
ii

Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah memberikan Rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan judul “Proses Perubahan dalam Sistem
Kolaborasi Kebidanan ”.
Selama penulisan makalah ini, kami banyak menemukan hambatan
dan kesulitan. Berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya
makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Kelompok menyadari
keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, oleh karena itu
kelompok mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kelompok berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca khususnya dan tenaga keperawatan pada umumnya.

Pringsewu, Desember 2013

Tim Penulis
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan kesehatan adalah suatu proses untuk menuju pada perubahan
perilaku masyarakat, baik masyarakat konsumen maupun
penyedia(provider). Untuk itu perlu dibahas teori-teori perubahan perilaku.

Perubahan perilaku yang dikehendaki oleh pendidikan kesehatan adalah
yang didasari oleh kesadaran, oleh karena itu diperlukan suatu proses yang
disebut proses belajar. Selain itu juga dikatakan bahwa prilaku kesehatan
sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya.

1.2 Tujuan

Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat:

Untuk mengetahui arti proses berubah
Untuk mengetahui macam-macam perubahan
Menjelaskan Ciri-ciri dan lain-lain dalam perubahan

2

1.3 Manfaat

Meningkatkan kepuasan kelompok sasaran, meningkatkan daya tarik
program berbagai kemungkinan sumber daya baru, dan meningkatkan
efektifitas dan efesien program.





BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Berubah

Perubahan merupakan suatu proses dimana terjadi peralihan atau
perpindahan dari status tetap(dinamis) menjadi status yang bersifat dinamis,
artinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada.

Proses berubah dapat juga diartikan sebagai proses beranjaknya seseorang
dari keadaan status quo menjadi keadaan keseimbangan semu, status quo
3

adalah keadaan dimana seseorang belum bergerak dari keadaan yang
semula, sedangkan keadaan keseimbangan semu adalah keadaan yang
dirasakan belum memadai dalam waktu tertentu.

Beberapa pengertian menurut ahli antara lain:

Perubahan yang baik dapat dijalani manusia bertahap dan memerlukan
waktu sesuai dengan kemampuan manusia itu sendiri. Sehingga perubahan
yang terjadi secara radikal biasanya akan menemui banyak
hambatan.(Potter dan Perry, 2005).
Perubahan adalah suatu proses transformasi, mengubah, dan
memodifikasi sesuatu(Taylor,et all 1997).
Perubahan merupakan proses pergerakan dari suatu sistem ke sistem
yang lain(Gillies 1994).
Brooten, Himen dan Naylor

Proses membimbing pada alterasi individu atau pola institusi dari tingkah
laku.

Max dan Miller

Proses terjadinya dalam fungsi dan struktur masyarakat.
4


Definisi lain

Suatu proses dan kolaborasi yang meliputi suatu agen perubahan dan suatu
sistem klien.





2.2 Proses Terjadinya Perubahan

Dalam proses perubahan akan terjadinsebuah siklus. Siklus dalam sistem
perubahan tersebut itulah yang dinamakan sebuah proses yang akan
menghasilkan sesuatu dan berdambak pada sesuatu. Dalam proses
perubahan terdapat komponen yang satu dengan yang lain dapat
mempengaruhi seperti perubahan terdapat komponen yang satu dengan
yang lain dapat mempengaruhi seperti perubahan prilaku sosial, perubahan
struktural dan institusional dan perubahan teknologi.

Komponen dalam prosese berubah

5



Perubahan struktural institusional



Perubahan teknologikal












Berdasarkan komponen di atas, proses perubahan dapat saling
mempengaruhi komponen yang ada, sebagaimana contoh dengan adanya
penemuan teknologi tepat guna, maka di masyarakat akan terjadi perubahan
6

dalam prilaku sosial kemungkinan masyarakat akan menggunakan dari
teknologi yang dihasilkan. Perilaku sosial di masyarakat dapat merubah
struktural institusional dari sistem organisasi yang ada di masyarakat.

2.3 Macam-Macam Berubah

Perubahan ditinjau dari sifatnya, yaitu:
Perubahan spontan(samson, 1971)

1) Perubahan sebagai respon terhadap kejadian alamiah dan
terkontrol/alamiah.

2) Perubahan yang terjadi tidak di ramalkan atau diprediksikan
sebelumnya.

3) Perkembangan, yaitu perubahan yang berbentuk
kemajuan/peningkatan/penambahan yang terjadi pada individu, kelompok
dan organisasi.

4) Perubahan yang direncanakan yaitu sebagai upaya yang bertujuan
untuk mencapai tingkat yang lebih baik.

7

Perubahan ditinjau dari keterlibatan:

1) Melalui penyediaan informasi yang cukup

2) Adanya sikap positif terhadap perubahan sesuatu atau inovasi

3) Timbulnya komitmen diri sifat pengelolaan

Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan
Menurut Duncan(1978)

1) Perubahan berencana

2) Perubahan acak/kacau

Horsey dan Blancard(1977)

1) Partisipatif

2) Paksaan

Thomas dan Bennis(1972)
8


1) Perubahan terencana(planned change)

2) Perubahan tidak terencana(unplanned change)

2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Berubah

Faktor-faktor yang mempercapat/pendukung
Predisposisi Factor(faktor pemudah)
Enabling Factor(faktor pendukung)
Rein Forcinf Factor(faktor penguat)
Faktor pendukung/pendorong
Perubahan dipandang sebagai suatu hal yang positif oleh seseorang
yang akan berubah
Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yand diyakini
Perubahan yang dijalani adalah sesuatu yang sederhana dan
konkrit/nyata
Perubahan yang dilakukan pada hal-hal yang kecil terlebih dahulu
Melibatkan tokoh/orang lain yang berpangaruh
Komunikasi terbuka antara target berubah dengan innovator(change
agent)
Faktor penghambat
9

Tidak adanya kemauan untuk berubah
Perubahan yang dilakukan adalah perubahan yang sangat sulit
dilakukan
Tidak adanya orang/lingkungan yang mendukung target berubah
untuk melakukan perubahan
Faktor-faktor pendukung lainnya
Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target
berubah
Perubahan sederhana dan konkrit
Target berubah dilibatkan sejak awal
Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu lalu diantisipasi
menuju skala yang besar
Pemimpin dan tokoh masyarakat
Komunikasi terbuka antara klien dengan agen perubahan
Cara mempengaruhi kekuatan
Meningkatkan faktor pendukung

1) Menggunakan model dan demonstrasi

2) Memberikan dukungan dan dorongan terus menerus selama
berlangsungnya proses berubah

10

3) Menggunakan keberhasilan perubahan orang lain sebagai contoh

Mengurangi/menekan faktor penghambat

1) Mempertahankan forum diskusibaik langsung maupun tidak langsung
kepada target berubah

2) Menyediakan informasi yang diperlukan pada saat yang tepat sesuai
dengan kemampuan target berubah

3) Menggunakan metode pemecahan masalah secara khusus

2.5 Sifat Berubah

Dalam proses perubahan akan menghasilkan penerapan dari konsep atau ide
terbaru. Menurut Lancaster tahun 1982, proses perubahan memiliki tiga
sifat di antaranya perubahan bersifat berkembang, spontan, dan
direncanakan.

Perubahan Bersifat Berkembang

11

Sifat perubahan ini mengikuti dari proses perkembangan yang ada baik
pada individu, kelompok atau masyarakat secara umum.

Perubahan Bersifat Spontan

Sifat perubahan ini dapat terjadi karena keadaan yang dapat memberikan
respons tersendiri terhadap kejadian-kejadian yang bersifat alamiah yang
diluar kehendak manusia, yang tidak dapat diramalkan atau diprediksi
sehingga sulit untuk diantisipasi.



Perubahan Bersifatdirencanakan

Perubahan bersifat direncanakan ini dilakukan bagi individu, kelompok atau
masyarakat yang ingin menadakan perubahan ke arah yang lebih maju atau
mencapai tingkat perkembangan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pertimbangan etik:

Keputusan untuk berubah atau tidak itu adalah hak individu
12

Profesional medis tidak mempunyai hak untuk memaksa pasien untuk
menentukan perubahan
Keputusan pasien untuk berubah berdasarkan informasi. Tidak ada
ketakutan pada balas dendam dari perawat atau profesional kesehatan lain
Perawat dan profesional kesehatan lain mempunyai hak untuk
mengendalikan atau menahan pasien untuk berubah

2.6 Strategi Dalam Berubah

Dalam perubahan dibutuhan cara tepat agar tujuan dalam perubahan dapat
tercapai secara tepat, efektif dan efesien. Cara tersebut membutuhkan
strategi khusus dalam perubahan, antaranya:

Strategi Rasional Empirik

Strategi ini didasarkan karena manusia sebagai komponen dalam perubahan
memiliki sifat rasional untuk kepentingan diri untuk berprilaku. Dasar
adalah Manusia adalah makhluk rasional, sedangkan Cara adalah
penyebaran pengetahuan dan penelitian.

Strategi reedukaif Normatif

13

Strategi ini dilaksanakan berdasarkan standar norma yang ada di
masyarakat. Perubahan ini melihat nilai-nilai normatif yang ada di
masyarakat sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan baru di
masyarakat. Pendukung adalah norma, sosial budaya, komitmen diri.
Sedangkan perubahan norma meliputi sikap dan nilai.

Strategi paksaan-kekuatan

Dikatakan strategi paksaan-kekuatan karena adanya penggunaan kekuatan
atau kekuasaan yang dilaksanakan secara paksa dengan menggunakan
kekuatan politik. Meliputi: kekuatan dari institusi, kekuasaan, manipulasi
kekuatan elit.

2.7 Tingkat Berubah

Tingkat Berubah

1) Pengetahuan(knowledge)

2) Sikap(attitude)

3) Perilaku individu(individual behavior)
14


4) Perilaku kelompok(group behavior)

Dampak Perubahan

1) Individu

Bagaimana individu mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan dan
mengelolahan perubahan tersebut.

2) Organisasi atau kelompok

Bagaimana kelompok tersebut beradaptasi terhadap perubahan tersebut
dalam hal pandangan dan pengelolahan program-program selanjutnya.

3) Geopolitik

Bagaimana badan baik dalam linhkungan nasional maupun internasional
menghadapi tuntutan perubahan dan masala-masalah yang bersifat global.

2.8 Motivasi Dalam Berubah

15

Perubahan timbul karena danya motivasi yang ada dalam diri manusia.
Motivasi itu timbul karena tuntutan kebutuhan dasar manusia sedangkan
kebutuhan dasar manusia yang dimaksud antara lain:

Kebutuhan fisiologi seperti makan, minum, tidur, oksigenasi dan lain-lain
yang secara fisiologis dibutuhkan manusia untuk mempertahankan
hidupnya.
Kebutuhan keamanan. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan manusia
agar dapat mendapatkan jaminan keamanan atau perlindungan dari berbagai
ancaman bahaya seperti mendapatkan pekerjaan tetap, bertempat tinggal
yang aman, dan lainnya.
Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mutlak dibutuhkan karena manusia
tidak akan dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.
Kebutuhan penghargaan dan dihargai. Setiap manusia selalu ingin
mendapatkan penghargaan di mata masyarakat akan prestasi, status dan
lain-lain untuk itu manusia akan termotivasi untuk mengadakan perubahan.
Kebutuhan aktualisasi. Kebutuhan perwujudan diri agar diakui
masyarakat akan kemampuaannya dari potensi yang dimiliki, akan motivasi
seseorang untuk memacu diri dalam memenuhinya melalui suatu
perubahan.
Kebutuhan interpersonal yang meliputi kebutuhan untuk berkumpul
bersama.
16






2.9 Teori-Teori Perubahan

Teori Stimulus Organisme ( S – O – R )

Didasarkan pada asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku
tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan
organisme. Artinya, kualitas dari sumber komunikasi, misalnya kredibilitas,
kepemimpinan, gaya berbicara, sangat menentukan keberhasilan perubahan
perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat.

Hosland, et al (1953) mengatakan bahwa perubahan perilaku pada
hakikatnya adalah sama dengan proses belajar. Teori ini mengatakan bahwa
perilaku berubah hanya apabila stimulus(rangsang) yang diberikan benar –
benar melebihi dari rangsang semula. Rangsang yang dapat melabihi
stimulus semula ini berarti stimulus yang diberikan harus dapat meyakinkan
organisme. Dalam menyakinkan organisme ini factor rein forcement
memegang peranan penting.
17


Teori Festinger(Dissonance Theory, 1957)

Teori ini sebenarnya sama dengan konsep imbalance (tidak seimbang).
Hal ini berarti bahwa keadaan cognitive dissonance merupakan ketidak
seimbangan psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri yang berusaha
untuk mencapai keseimbangan kembali.Apabila terjadi keseimbangan
dalam diri individu, maka berarti terjadi ketegangan diri lagi, dan keadaan
ini disebut consonance (keseimbangan).

Ketidakseimbangan terjadi karena dalam diri individu terdapat dua elemen
kognisi yang saling bertentangan.Yang dimaksud elemen kognisi adalah
pengetahuan, pendapat dan keyakinan.Apabila individu menghadapi suatu
stimulus atau objek, dan stimulus tersebut menimbulkan pendapat atau
keyakinan yang berbeda/bertentangan di dalam diri individu itu sendiri
maka terjadilah dissonance.
Keberhasilan yang ditunjukkan dengan tercapainya keseimbangan
menunjukkan adanya perubahan sikap dan akhirnya akan terjadi perubahan
perilaku.

Teori Fungsi

18

Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu
tergantung kepada kebutuhan. Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat
mengakibatkan perubahan perilaku seseorang adalah stimulus yang dapat
dimengerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut.

Menurut Katz ( 1960 ) perilaku dilatarbelakagi oleh kebutuhan individu
yang bersangkutan:

perilaku memeiliki fungsi instrumental Artinya dapat berfungsi dan
memberikan pelayanan terhadap kebutuhan.
Perilaku berfungsi sebagai pertahanan diri dalam menghadapi
lingkungannya.
Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan pemberi arti.
Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam
menjawab suatu situasi.
Teori Kurt Lewin

Kurt Lewin(1970) berpendapat bahwa perilaku manusia adalah suatu
keadaan yang seimbang antara kekuatan–kekuatan pendorong dan
kekuatan–kekuatan penahan.

19

Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidak seimbangan antara kedua
kekuatan tersebut di dalam diri seseorang sehingga ada tiga kemungkinan
terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang.

Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat.
Kekuatan-kekuatan penahan menurun.
Kekuatan pendorong meningkat, kekuatan penahan menurun.

2.10 Perubahan Dalam Kebidanan

Dalam perkembangan kebidanan juga mengalami proses perubahan seiring
dengan kemajuan dan teknologi. Alasannya terjadinya perubahan dalam
kebidanan, antara lain:

Kebidanan sebagai profesi yang diakui oleh masyarakat dalam
memberikan pelayanan kesehatan melalui asuhan kebidanan.
Kebidanan senagai bentuk pelayanan asuhan kebidanan profesional yang
diberikan kepada masyarakat akan terus memenuhi kebutuhan tuntutan
masyarakat.
Kebidanan sebagai ilmu pengetahuan harus selalu berubah dan
berkembang sejalan dengan tuntutan zaman dan perubahan teknologi.
20

Kebidanan sebagai komunitas masyarakat ilmiah harus selalu
menunjukan jiwa profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya.











BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Proses berubah merupakan suatu proses meliputi agen perubahan dari suatu
sistem pada individu yang mengarah pada tingkah laku individu dalam
masyarakat. Proses berubah terjadi disebabkan karena keadaan terpaksa,
21

meniru atau berdasarkan kesadaran dan penghayatan masing-masing
individu tersebut.

Proses berubah ini juga merupakan bagianintegral dari kebidanan. Bidan
harus mengerti tentang perubahan praktik kerjanya baik di perintah,
organisasi profesi maupun di lingkungan masyarakat. Ini semua untuk
mengantisipasi tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin bermutu di
masyarakat karena adanyakemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
pelayanan kebidanan dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
masyarakat.

3.2 Saran

Membuat perubahan adalah change agent harus memiliki vivi yang jelas,
menciptakan iklim atau budaya organisasi yang kondusif, sistem
komunikasi yang jelas, singkat, dan berkesinambungan, serta ada
keterlibatan orang yang tepat.

Keberhasilan perubahan bergantung pada strategi yang diterapkan oleh
agent pembaharuan. Hal yang paling penting adalah harus “Mulai”(mulai
dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai dari sekarang, jangan
menunggu-nunggu).