Anda di halaman 1dari 3

Dosis radiasi yang diterima oleh seseorang dalam menjalankan suatu kegiatan tidak boleh

melebihi nilai batas dosis yang telah ditetapkan oleh Instansi Yang Berwenang. Dengan
menggunakan program proteksi radiasi yang disusun dan dikelola secara baik, maka semua
kegiatan yang mengandung risiko paparan radiasi cukup tinggi dapat ditangani sedemikian
rupa sehingga nilai batas dosis yang telah ditetapkan tidak akan terlampaui. ICRP
mendiinisikan dosis maksimum yang diijinkan diterima seseorang sebagai ! dosis yang
diterima dalam jangka waktu tertentu atau dosis yang berasal dari penyinaran intensif
seketika, yang menurut tingkat pengetahuan dewasa ini memberikan kemungkinan yang
dapat diabaikan tentang terjadinya cacat somatik gawat atau cacat genetik.
Pada awalnya, pengaturan dan pengawasan penerimaan dosis oleh pekerja radiasi pada
dasarnya dilakukan secara suka rela, bukan karena adanya suatu keharusan hukum. "amun
kemudian manusia menyadari bahwa pengawasan dan pengaturan penerimaan dosis radiasi
oleh pekerja harus dilaksanakan secara lebih terarah. Dalam hal ini harus ada perangkat
peraturan yang dapat dijadikan sebagai pegangan yang mengacu pada standar tertentu. Dalam
hal pembatasan penerimaan dosis oleh pekerja harus ada nilai batas dosis yang diacu
sehingga pemanaatan radiasi dapat dilakukan secara aman. #rganisasi Internasional yang
menangani masalah nilai batas dosis ini adalah$omisi Internasional untuk Perlindungan
Radiologi %ICRP&.
Sejarah Perkembangan Nilai Batas Dosis
'ejarah mengenai perkembangan "ilai Batas Bosis %"BD& tidak terlepas dari munculnya
kesadaran akan pentingnya proteksi radiasi yang dimulai pada awal tahun ()*+,an. Pada saat
ituThe British X-Ray and Radium Protection ommittee dan!merican Roentgen Ray "ociety
mengeluarkan rekomendasi umum mengenai proteksi radiasi. 'elanjutnya pada tahun ()*-
diadakan #ongres $nternasional Radiologi yang pertama. Pada saat itu mulai dirasakan
tentang penting dan perlunya ada besaran isika untuk menyatakan paparan radiasi. $onggres
ini akhirnya melahirkan #omisi $nternasional untuk "atuan dan Pengukuran Radiologi
%ICR.&.
Pada tahun ()*- diperkenalkan konsep Dosis /enggang %tolerance dose& yang didiinisikan
sebagai ! 0dosis yang mungkin dapat diterima oleh seseorang terus-menerus atau secara
periodik dalam menjalankan tugasnya, tanpa menyebabkan terjadinya perubahan dalam
darah, atau tanpa menyebabkan kerusakan pada kulit maupun organ reproduktif pada
indi%idu yang bersangkutan1. Pada tahun ()*- &utscheller memperkirakan secara kuantitati
bahwa dosis total yang diterima selama sebulan dengan nilai dosis kurang dari (2(++ nilai
dosis yang menyebabkan terjadinya erythema kulit, tidak mungkin akan menyebabkan
kelainan dalam jangka panjang. "ilai penyinaran yang memungkinkan timbulnya erythema
kulit diperkirakan 3++ R. Dengan demikian nilai dosis tenggang untuk pekerja radiasi
diusulkan sebesar 3 R untuk jangka penerimaan satu bulan %4+ hari&, atau rata,rata *++ mR
per hari. "ilai tersebut kira,kira setara dengan 4+ R2tahun untuk sinar,5 (++ k6 atau 7+
R2tahun untuk sinar,5 *++ k6. Penentuan dosis tenggang oleh 8utscheller tersebut diambil
berdasarkan hasil pengamatan terhadap para operator pesawat sinar,5, dimana dari dosis
yang diterima dalam waktu yang cukup lama tidak teramati munculnya kelainan yang berarti
pada para operator tersebut. Pada masa itu dosis tenggang per diinisi ditentukan sebesar (+
,-

R2detik atau kira,kira *99 mR2hari.
Pada tahun ()*9 diadakan $onggres Internasional Radiologi ke,*. $onggres menyetujui
pembentukan #omisi $nternasional untuk Perlindungan "inar-X dan Radium dan secara
resmi mengadopsi satuan roentgen %R& sebagai satuan untuk menyatakan paparan sinar,5 dan
gamma. Pada tahun ()4:, $omisi tersebut mengeluarkan rekomendasi untuk menurunkan
dosis tenggang menjadi +,* R 2 hari atau ( R 2 minggu. 'elain itu dosis tenggang yang lebih
tinggi sebesar -+ R 2 tahun juga direkomendasikan untuk seluruh tubuh. 'edang pada tahun
()43, nilai dosis tenggang diturunkan lagi menjadi (++ mR 2 hari dengan asumsi bahwa
diperhitungkan ada hamburan balik %dengan energi sinar,5 yang umumnya digunakan pada
saat itu& dimana dosis (++ mR di udara dapat memberikan dosis *++ mR pada permukaan
tubuh.
$arena berkecamuknya Perang Dunia II, maka para anggota $omisi Internasional untuk
Perlindungan 'inar,5 dan Radium tidak pernah melakukan akti;itas apapun antara tahun
()47 , ()-+. Dosis tenggang ( R 2 minggu masih tetap bertahan hingga tahun ()-+. $omisi
kembali akti dan melakukan pertemuan pada tahun ()-+. Pada tahun itu juga $omisi
terserbut berubah nama menjadi #omisi $nternasional untuk Perlindungan Radiologi %ICRP&.
Berbagai perkembangan dalam penelitian radiobiologi dan dosimetri radiasi telah
mengantarkan ke arah perubahan dalam teknik penentuan "BD, sehingga pertemuan ICRP
tahun ()-+ itu memutuskan untuk !
(. 8enurunkan dosis tenggang menjadi +,+- R %-+ mR& per hari atau +,4 R %4++ mR&
per minggu atau (- R 2 tahun.
*. 8enetapkan kulit sebagai organ kritik dengan dosis tenggangnya sebesar +,3 R %3++
mR& per minggu pada kedalaman 7 mg2cm
*
.
Perkembangan dalam dosimetri radiasi membuktikan bahwa nilai paparan tidak tepat jika
digunakan sebagai ukuran untuk menyatakan dosis radiasi pada jaringan. #leh sebab itu pada
tahun ()-4 ICR. merekomendasikan untuk mempertimbangkan energi radiasi yang diserap
jaringan sebagai dasar untuk menyatakan nilai dosis radiasi. .ntuk keperluan ini ICR.
memperkenalkan besaran dosis serap dengan satuan rad %radiation absorbed dose&. Pada
tahun ()-- ICRP memperkenalkan konsep dosis eki;alen dengan satuan rem %roentgen
e'ui%alent man& sebagai satuan untuk menyatakan dosis serap yang sudah dikalikan dengan
aktor kualitas dari radiasi bersangkutan. Dengan diperkenalkannya pengertian keeektian
relati biologi atau relatif biological effecti%eness %RB<& yang secara numerik eki;alen
dengan aktor kualitas suatu radiasi %=&, serta diperkenalkannya dosis eki%alen %>& dan
meningkatnya pengetahuan mengenai eek biologi dari radiasi pengion, maka dalam beberapa
rekomendasi berikutnya, ICRP selalu menggunakan besaran dosis eki;alen dengan satuan
rem untuk menyatakan dosis radiasi.
$omisi Internasional untuk Perlindungan Radiologi melakukan pertemuan lagi berturut,turut
pada tahun ()-4 dan ()-3. 8engingat telah terjadi perkembangan dan peningkatan
pengetahuan yang cukup banyak mengenai eek biologi dari radiasi pada periode selanjutnya,
maka ICRP melalui Publikasi ICRP "o. * tahun ()-9 menetapkan dosis tenggang sebesar +,(
rem2minggu. 'ejak saat itu, dosis tenggang disebut sebagai (ilai Batar Rata-rata Tertinggi
%"BR/&. Biasanya untuk keperluan praktis dianjurkan untuk menggunakan (ilai Batas Rata-
rata Tertinggi Tahunan %"BR//& yang nilainya - rem atau -.+++ mrem.
'ejak tahun ():* mulai timbul keinginan untuk memperluas pengertian nilai batas dosis
sehingga berlaku juga untuk anggota masyarakat bukan pekerja radiasi. Dalam rekomendasi
tahun ()-9 tersebut juga disertakan "ilai Batas /ertinnggi /ahunan %"B//& untuk anggauta
masyarakat dalam jangka waktu ( tahun yang nilainya (2(+ "BR//, yaitu +,- rem atau -++
mrem.
?kibat biologis yang dapat timbul oleh karena pemaparan radiasi tinggi bukan hanya
ditentukan oleh jumlah penerimaan dosis, tetapi juga oleh kecepatan penerimaan dosis yang
diterima. ?tas dasar itu maka ditentukan "ilai Batas /ertinggi /ahunan %"B//&, yaitu jumlah
tertinggi penerimaan dosis oleh seorang pekerja radiasi dalam jangka waktu ( tahun, yang
nilainya (+ rem. Dalam keadaan terpaksa, dianggap bahwa seseorang masih dapat bertahan
untuk menerima sekaligus dosis sebesar (+ rem kecuali wanita dalam usia masih mampu
menghasilkan keturunan. "amun apabila hal itu terjadi, dan jika jumlah penerimaan dosis
termasuk yang diterima pada kejadian terakhir ternyata melebihi nilai - % ",(9&, maka
pemaparan berikutnya harus dibatasi sedemikian rupa, sehingga dalam jangka waktu - tahun,
jumlah dosis akumulasi harus kembali pada rumus D @ - % " , (9 & atau lebih rendah.
Rekomendasi ICRP "o. *3 /ahun ()77 ini sangat sesuai dengan tujuan utama proteksi
radiasi, yaitu mencegah eek non,stokastik dan membatasi peluang terjadinya eek stokastik.
8eskipun demikian, $omisi secara berkala memeriksa ulang temuan,temuan yang berkaitan
dengan eek biologi radiasi dan metode penentuan risiko kerugian pada kesehatan yang
diakibatkannya.
$onsep terbaru mengenai prinsip,prinsip dasar proteksi radiasi telah diperkenalkan dalam
Publikasi ICRP "o. 3+ tahun ())+. Dalam Publikasi ini terdapat beberapa perubahan
dibandingkan dengan Publikasi ICRP "o. *3 tahun ()77. 'alah satu perbedaan antara kedua
Publikasi tersebut adalah dalam hal penentuan pembatasan penerimaan dosis radiasi baik
untuk pekerja radiasi maupun masyarakat umum bukan pekerja radiasi. Dalam Publikasi
tahun ()77 "ilai Batas Dosis eekti untuk pekerja radiasi dan masyarakat berturut,turut
adalah -+ m';2tahun dan - m';2tahun, sedang dalam Publikasi tahun ())+ diturunkan
menjadi *+ m';2tahun untuk pekerja radiasi dan ( m';2tahun untuk masyarakat.
Berbagai data telah diperoleh oleh ICRP, salah satu diantaranya adalah risiko radiasi yang
menyebabkan timbulnya kanker diperkirakan sekitar 4 sampai : kali lebih besar
dibandingkan dengan yang diasumsikan dalam Publikasi tahun ()77. Berbagai data yang
berhasil dikumpulkan oleh $omisi itu menunjukkan perlunya penurunan "ilai Batas Dosis
untuk pekerja radiasi dari -+ m';2tahun menjadi *+ m';2tahun. >al ini dimaksudkan untuk
menghindari terjadinya resiko yang lebih besar akibat paparan radiasi pengion. Penurunan
"ilai Batas Dosis eekti tahunan ini semata,mata bukan disebabkan oleh penurunan batas
resiko yang dapat diterima, melainkan disebabkan oleh perubahan cara menghitung atau
mengestimasi peluang terjadinya risiko yang dapat diterima.
"ilai Batas Dosis untuk masyarakat bukan pekerja radiasi juga diturunkan dari - m';2tahun
menjadi ( m';2tahun. Penurunan ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari resiko
yang lebih besar. Dosis ( m';2tahun ini mengakibatkan timbulnya peluang kematian karena
kanker sebesar : A (+
,4
, angka ini sama dengan peluang kematian karena kanker oleh sebab,
sebab lain %karsinogenik kimia& pada semua orang masa usia kerja. Radiasi ( m';2 tahun
untuk masyarakat tidak termasuk radiasi alam yang mau tidak mau harus diterima oleh setiap
orang.
(ilai Batas )osis diperlukan untuk melindungi masyarakat dari dampak radiologis
kehadiran suatu instalasi nuklir