Anda di halaman 1dari 52

Perencanaan dan Pengukuran

Aliran Material
Aliran Teknis
 Analisa konvensional;
Mudah, berbentuk grafis
 Analisa modern
Metode baru, bagian dari OR
Teknik Konvensional
Mempertimbangkan
 Route/arah lintasan
 Volume atau berat bahan
 Jarak perpindahan
 Kecepatan gerak
 Biaya untuk proses pemindahan
Macam Teknik Konvensional
 Operation Process Chart (OPC)
 Flow Process Chart (FPC)
 Multi Product & Activity Process Chart
 Flow Diagram (FD)
 Assembly Chart
Assembly Chart
Menunjukkan:
 Komponen dasar yang dirakit
 Cara atau metode perakitan
 Komponen yang dibutuhkan untuk
digabung
 Aliran perakitan
 Gambaran menyeluruh proses
 Pola aliran
Assembly chart of
Powarm (dongkrak)
Analisa Aliran Bahan
Kuantitatif:
 String Diagram
 From to Chart
 Triangular Flow Diagram
Kualitatif:
 Activity Relationship Chart

String Diagram (1)
 Merupakan alat untuk menggambarkan
elemen-elemen aliran dari suatu layout
dengan menggunakan alat berupa tali,
kawat, atau benang
 Menunjukkan lintasan perpindahan
bahan dari satu lokasi area yang lain
 Diperlukan skala pengukuran
String Diagram (2)
Product Layout
Produk X
Produk Y - - - - - - - - - - - - - - - - -
String Diagram (3)
Process Layout
Produk X
Produk Y - - - - - - - - - - - - - - - - -
From – To Chart (1)
 Disebut juga Trip Frequency Chart atau
Travel Chart, adaptasi dari Mileage Chart.
 Menunjukkan total berat beban yang
dipindah, jarak, volume, atau kombinasi
faktor-faktor tersebut.
 Sangat berguna untuk aliran produk
tinggi (jobshop, bengkel pemesinan,
kantor, dll)
From – To Chart (2)
1. Kumpulkan data informasi “volume of
handling” dan “luas area departemen”.
Luas area departemen
Lebar jalan lintasan (aisle) = 10 feet
Ukuran area maksimal, lebar = 120 feet
panjang = 300 feet
From – To Chart (3)
2. Buat From-To chart berdasar volume
handling
3. Hitung volume produk berdasar jarak
diagonal
4. Lakukan analisa momen
Persentase volume pemindahan material
antar departemen (percobaan 1)
Volume produk berdasar jarak diagonal
Analisa momen dari percobaan 1
Asumsi: gerak back-tracking sebesar dua kali gerak forward
Angka momen forward = 970 dan backward = 340 dengan total 1310
From – To Chart (4)
5. Lakukan optimasi, kurangi momen
backward sekecil mungkin dengan
merubah susutan komponen “From”
dan “To” pada From-To Chart
Persentase volume pemindahan material
antar departemen (percobaan 2)
C


B
E

H
F

G

I
D
C D B E H F G I
Volume produk dan analisa
momen dari percobaan 2
Momen backward telah terkurangi dari 340
(percobaan 1) menjadi 240
Pakai hasil
percobaan 2
From – To Chart (5)
6. Buat preliminary layout dengan dasar
From-To Chart yang paling optimum dan
ukuran luas area departemen.

Arah aliran bahan berdasar From-To chart percobaan 2.
Karena keterbatasan ukuran area yang tersedia,
digunakan pola aliran bahan U-shaped.
Luas area departemen (data
sebelumnya)
Lebar jalan lintasan (aisle) = 10 feet
Ukuran area maksimal, lebar = 120 feet
panjang = 300 feet
Preliminary layout beserta arah aliran
i
From – To Chart (6)
7. Berdasar persentase volume pemindahan
material antar departemen dari From-To
Chart yang paling optimum, hitung jarak
antar departemen dan buat analisa
Distance Volume Chart.

Distance = jarak antar departemen :
titik pusat departemen satu titik pusat jalan
lintasan (aisle) titik pusat departemen yang lain
Jarak antar departemen
Unit jarak
dalam feet
I
I
Persentase volume pemindahan material
antar departemen (percobaan 2) (data
sebelumnya)
C


B
E

H
F

G

I
D
C D B E H F G I
C


B

E

H
F

G

I
D
C D B E H F G I
Distance
Volume
Chart
From – To Chart (7)
8. Lakukan optimasi berdasar volume dan
distance pada volume distance chart.
Merubah susunan/letak departemen hingga didapat
total angka distance volume terkecil.
Contoh: pola E-H-F-G-I diubah menjadi E-F-G-H-I,
dst. Coba anda lakukan sendiri...
Triangular Flow Diagram (1)
 Menggambarkan aliran material, produk, dan
informasi
 Menggambarkan hubungan kerja departemen
(fasilitas kerja)
Bentuk umum TFD:
o Lingkaran menunjukkan lokasi
departemen/fasilitas
o Jarak antar lingkaran adalah 1
(segitiga sama sisi)
o Luas area yang diperlukan diabaikan
Triangular Flow Diagram (2)
1. Data/informasi berkaitan dengan
macam komponen direkap secara
sederhana dalam bentuk tabel
“Operation Layout”
 Kode
 S : Storage
 O : Operasi
 I : Inspeksi
Operation
Layout Table
Note:
no. komponen yang tidak
tercantum menandakan
komponen tersebut dibeli
secara bebas (berdasarkan
make or buy analysis)
Triangular Flow Diagram (3)
2. Penggambaran Operasi kerja
dimodifikasi dalam bentuk Multi Part
Process Chart
 Melalui MPPC, akan diperoleh gambaran
umum layout mesin yang dirancang
Multi Part Process Chart

Triangular Flow Diagram (4)
 Dua hal yang dapat dianalisis dalam
Multi Part Process Chart:
 Aliran balik (backtracking)
 Pengelompokan aliran (flow pattern)
Triangular Flow Diagram (5)
3. Analisis dilakukan dalam bentuk kartu
aliran (flow card)
 Pertimbangan dapat dilakukan melalui berat
atau ukuran material, jumlah atau volume
yang dipindahkan, dan sebagainya
Multi Part Process Chart (data
sebelumnya)

Flow Card
Hubungan aliran
pemindahan dari
komponen-
komponen yang
dipindahkan
Triangular Flow Diagram (5)
4. Penggambaran aliran
material melalui
layout percobaan




5. Evaluasi diagram, dilanjutkan dengan
percobaan layout berikutnya hingga
diperoleh nilai optimal
Analisa
hubungan
antar
departemen
Diagram layout optimum
Mengulangi langkah 4
dan 5 sampai tidak
dapat diperoleh total
nilai hubungan yang
lebih kecil – Optimum.

Solusi terbaik adalah
apabila semua jarak
dapat ditekan hingga 1.
 Menerapkan layout sebenarnya (luas
area, jalan lintasan) berdasar analisis
hubungan antar departemen sehingga
didapat block diagram – akan dibahas
kemudian.
Activity Relationship Chart
 Merupakan analisis aliran bahan secara
kualitatif, menggunakan aspek
subyektifitas
 Memperhatikan kedekatan hubungan
antar satu fasilitas (departemen)
dengan lainnya
Langkah-langkah analisa
1. Identifikasi semua fasilitas/departemen
2. Survey/interview dengan manajemen
untuk mengetahui:
1. Hubungan kedekatan antar departemen
2. Alasan kedekatan
3. Cek kecocokan data
4. Buat ARC, Worksheet, ATBD 1 dan 2,
atau ARD
Derajat hubungan kedekatan dan
standar visualisasinya
 A : Mutlak, 4 garis, merah
 E : Sangat penting, 3 garis, oranye
 I : Penting, 2 garis, hijau
 O : Cukup, 1 garis, biru
 U : Tidak penting, tidak ada kode garis
dan warna
 X : Tidak dikehendaki, 1 garis zigzag,
coklat
Deskripsi alasan kedekatan antar
departemen dan kodenya
1. Menggunakan catatan yang sama
2. Menggunakan personil yang sama
3. Menggunakan ruang yang sama
4. Tingkat hubungan personil
5. Tingkat hubungan kertas kerja
6. Urutan aliran kerja
7. Melakukan aliran kerja yang sama
8. Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama
9. Ribut, kotor, getaran, debu, dan lain-lain
 Lain-lain yang mungkin perlu

Activity Relationship Chart
Worksheet
Activity template block
diagram (ATBD) (1)
Activity
template
block
diagram
(ATBD) (2)
Activity Relationship Diagram
 Menerapkan layout sebenarnya (luas
area, jalan lintasan) berdasar analisis
hubungan antar departemen sehingga
didapat block diagram – akan dibahas
kemudian.