Anda di halaman 1dari 6

Keindahan Yang Mendinginkan Pikiran Dan Tubuh

Bagi sebagian orang mungkin judul diatas terlalu lebay atau berlebihan. Namun bagi penulis,
kali ini judul tersebut merupakan penggambaran yang pas ketika mengunjungi suatu tempat yang
bernama Dataran Tinggi Dieng. Diawali dengan keberangkatan dari Semarang, kota tempat
perantauan yang sedang penulis tinggali bersama teman-teman sedaerah dari Desa. Sudah sejak
lama terbersit pikiran untuk mengunjungi keindahan alam yang satu ini. Dan akhirnya setelah
ujian akhir perkuliahan selesai penulis pun pergi untuk melepaskan pikiran yang telah diajak
berperang dengan soal-soal ujian.
Dataran Tinggi Dieng ini terletak di dua tempat berbeda, salah satu bagian ada yang masuk
bagian Kabupaten Banjarnegara tepatnya di Provinsi Jawa Tengah, dan beberapa bagian yang
lain masuk ke dalam Kabupaten Wonosobo. Namun hal ini tidaklah membuat kedua kabupaten
ini merasa sombong untuk mengklaim bahwa taman wisata ini merupakan milik mereka. Justru
dengan begitu kedua kabupaten ini bisa dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan potensi
dan merawat taman wisata ini.
Untuk mencapai Dataran Tinggi Dieng ini jika rute awal dari Semarang, maka tinggal
mengikuti plang ataupun petunjuk jalan yang ada dipinggir jalan. Bayangan penulis sebelumnya
adalah penulis akan kesusahan untuk menemukan taman wisata ini, dikarenakan tempatnya yang
begitu jauh dan berada di dataran tinggi. Namun tidaklah begitu sulit untuk menemukannya,
walaupun baru pertama kali kesana.
Akses jalan menuju Dieng ini sudah terbilang bagus, dan terkesan masih baru, dilihat dari
aspalnya yang masih bagus dan rapi. Hal ini berbeda ketika penulis pertama kali kesini pada
tahun 2009, dimana jalannya agak rusak dan berlobang. Namun ternyata keseriusan pemerintah
daerah untuk meningkatkan potensi pariwisata disini cukup baik dibuktikan dengan perbaikan
kondisi jalan menjadi lebih baik lagi.
Animo masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata ini pun terhitung tinggi, terutama pada
hari liburan. Karena ketika menuju Dieng penulis juga berpapasan dengan beberapa orang yang
akan mengunjungi Dieng ini. Sehingga perjalanan menjadi menyenangkan dengan hadirnya
banyaknya wisatawan. Namun satu hal yang membuat perjalanan menuju Dieng ini menjadi
terhambat, yaitu ditengah perjalanan menuju tempat wisata terdapat bagian jalan yang sedang
diperbaiki, dan ini mengambil hampir keseluruhan bagian jalan dan hanya bisa dilewati dengan
motor. Tentu hal ini menjadi menyebalkan ketika kita pergi beramai-ramai bersama keluarga
ataupun rombongan dengan menggunakan mobil, karena kita harus turun dan beralih
menggunakan transportasi umum bis kecil (mikro).
Namun kejadian tak menyenangkan tersebut akan sangat terbayarkan ketika sudah sampai
ditempat wisatanya. Wisatawan akan disuguhkan dengan keramahan warga sekitar ketika
bertemu wisatawan, dan juga sapaan udara dingin yang menyentuh kulit. Begitu indah dataran
tinggi ini, sepanjang mata memandang hamparan tanaman kubis dan kentang juga tanaman lain
memenuhi pemandangan mata. Hijaunya dedaunan, segarnya pun terlihat dengan adanya tetesan
embun di dedaunannya, sungguh sejuk. Pikiran yang tadinya suntuk karena dipenuhi oleh beban
tugas kuliah ataupun pekerjaan yang menumpuk, dapat langsung terobati dengan mengunjungi
tempat ini. Samar-samar pun terdengar logat khas warga sekitar Dataran Tinggi Dieng ini yaitu
bahasa Jawa ngapak, yang bagi orang pertama kali mendengarnya pasti akan berpikiran bahwa
bahasa ini kasar, namun sebenarnya tidak.
Wisatawan pun lalu akan ditujukan pada tempat pembelian karcis atau tiket masuk. Untuk 4
macam tempat wisata, tiket masuk ini berharga Rp. 20.000,-. Cukup murah dan bersahabat untuk
keindahan yang akan kita dapatkan nanti. Dan tempat wisata yang pertama kali dikunjungi
menurut arah rute jalannya adalah telaga warna. Telaga warna ini dulunya terdiri dari berbagai
macam warna yang indah seperti merah, hijau, biru, namun saat ini yang terlihat begitu jelas
menurut pandangan penulis adalah berwarna hijau. Dan dibeberapa tempat di telaga ini seperti
ada gelembung-gelembung yang muncul dari dalam air, seperti keadaan mendidih.
Ditelaga warna pemandangan sangat hijau, dari telaganya, hingga pepohonan disekitarnnya
dominan adalah warna hijau, sehingga sangat indah dipandang. Telaga ini bentuknya seperti
danau yang terhampar luas dan dikelilingi oleh pohon-pohon. Wisatawan dapat memutari telaga
ini jika ingin menimati keseluruhan pemandangan yang indah, namun karena jaraknya yang
lumayan jauh sehingga kebanyakan wisatawan hanya sampai pada bagian muka telaga ini.
Karena bagian depannya pun pemandangan yang disuguhkan sudah indah, apalagi jika mau
memutarinya.
Tempat kedua adalah candi-candi dikawasan Dieng. Candi yang berada disini jumlahnya ada
beberapa buah, dan salah satunya adalah Candi Arjuna. Kompleks Candi Dieng ini tersusun
berjajar, dan bentuknya yang kecil namun indah. Jalanan masuk menuju kompleks candi ini,
wisatawan akan disuguhkan dengan jejeran tanaman bunga yang bunganya menjulur kebawah,
seperti bunga terompet berwarna kuning. Selain bunga-bungaan juga ada cemara sebagai
penghias jalanan masuk. Sangat nyaman dan menakjubkan berada dikawasan Candi Dieng ini.
Karena selain menawarkan pemandangan historis yang sangat kental, pemandangan alamnya pun
tak bisa lepas mengikutinya. Saking terkenal akan keindahannya, kawasan Candi Dieng ini
pernah digunakan sebagai syuting FTV di suatu TV swasta. Selain itu juga ada pasangan yang
mengambil foto pre-wedding nya di kawasan ini, karena memang sangat cocok pemandangannya
jika dijadikan latar belakang objek pemotretan.
Udara dingin dan sejuk tak pernah lepas mengikuti wisatawan. Terutama ketika mencoba
untuk menyentuhkan air ke muka dan tangan. Bahkan ada beberapa orang yang tak sanggup
untuk memegangnya karena tidak kuat akan dinginnya, namun karena sudah terpaksa semua
airnya dingin, tetap saja digunakan air tersebut. Karena meskipun kita memesan teh hangat
disana, maka beberapa menit kemudian akan langsung menjadi es teh, karena dinginnya suhu
disana. Namun hal tersebutlah yang membuat kangen untuk mencoba mengunjungi tempat itu
lagi. Bahkan di siang hari meskipun panas matahari menyengat, namun udara dinginnya tetap
menyapa indah, sangat berbeda dengan pemandangan suhu di perkotaan.
Lalu untuk tempat wisata yang ketiga yaitu Kawah Sikidang. Ditempat ini merupakan
kawasan dimana terdapat kawah panas yang menyembur. Dan disini bau belerang sangat
menyengat, sehingga bagi wisatawan yang tidak kuat dengan bau menyengat tersebut, di tiap
sudut akan ditemui penjual masker yang akan menawarai orang-orang yang terlihat menutupi
hidungnya karena tak nyaman dengan baunya. Disini juga wisatawan harus berhati-hati jika
berjalan, karena tanahnya ada beberapa bagian yang basah bahkan ada seperti semburan air dari
dalam tanah bergelembung-gelembung.
Dan tempat wisata terakhir yang penulis datangi adalah tempat pemutaran film tentang
kawasan Candi Dieng. Namun karena terbatasnya waktu tempat tersebut pun tidak penulis
kunjungi. Dan dari beberapa tempat wisata tersebut sebenarnya masih belum setengahnya yang
ada di Dieng ini, karena masih ada beberapa tempat indah yang tak cukup untuk di susuri jika
hanya satu hari saja. Sehingga disarankan untuk mengunjungi tempat ini lebih dari satu hari
untuk menikmati penuh keindahan didalamnya. Dan sebagai tanda bahwa kita telah mengunjungi
tempat ini pun wisatawan dapat membeli oleh-oleh sebagai buah tangan bagi keluarga dirumah,
beberapa yang khas tempat ini adalah tanaman puwaceng, manisan carica, kentang, dan masih
banyak lagi.
Tidak ada kata menyesal setelah mengunjungi surga dunia yang berada dikawasan Dataran
Tinggi Dieng ini. Bahkan wisatawan akan terpengaruh untuk kembali lagi kesana karena
keindahannya. Dan untuk yang merindukan sapaan dingin dan indah dari Dataran Tinggi Dieng
ini tidak ada salahnya jika menempatkan Dieng sebagai salah satu dari beberapa tujuan wisata
yang akan dikunjungi di akhir pekan.
Galeri Foto di Kawasan Candi Dieng

Penulis berada di gerbang yang menandakan kawasan Candi Dieng

Telaga Warna



Saat di kawasan Candi Dieng


Berada di Kawah Sikidang