Anda di halaman 1dari 8

7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress

http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 1/8
Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat
Yang Menerima Pelatihan Paling
Intensif Dari Amerika
4 July 2014
Harian Indoprogress
MANTAN orang kuat dalam militer kini mencalonkan diri menjadi presiden Indonesia. Prabowo Subianto, jendral
yang pernah dilatih Amerika Serikat, menjadi tersangka berbagai tuduhan pelanggaran HAM di tahun 1990an,
ketika ia menjadi pemimpin pasukan khusus Indonesia. Ia dipecat dari tentara pada 1998 atas tuduhan
penculikan dan penyiksaan sejumlah aktivis selama kerusuhan politik di Jakarta yang berujung pada jatuhnya
kediktatoran Soeharto. Kami mengunjungi Indonesia untuk berbincang dengan Allan Nairn, seorang jurnalis
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 2/8
merangkap aktivis, yang berada di sana untuk menyibak peran mantan jenderal tersebut dalam pembunuhan
massal warga sipil. Dalam sebuah artikel yang menggemparkan negeri dan mengundang berbagai ancaman
pembunuhan, Nairn mengutip sebuah wawancara yang ia lakukan dengan Prabowo yang mengatakan, ‘Kau
tidak melakukan pembunuhan massal di depan pers dunia [...] Indonesia belum siap dengan demokrasi.’
Menurutnya, Indonesia membutuhkan ‘sebuah rezim otoriter yang jinak,’ lalu menambahkan, ‘Apakah saya
punya nyali? Apakah saya siap dibilang sebagai diktator fasis?’ Pernyataan ini selaras dengan munculnya
video musik dukungan untuk Prabowo yang menampilkan Ahmad Dhani dalam balutan seragam yang mirip
dengan seragam tentara Nazi.
Berikut petikan wawancaranya.

JUAN GONZÁLEZ: Kita lihat Indonesia: survey-survey menunjukkan dukungan untuk bekas orang kuat militer
semakin membengkak. Prabowo Subijanto, bekas perwira didikan Amerika Serikat, menjadi tersangka
berbagai tuduhan pelanggaran HAM di tahun 1990an, ketika ia menjadi pemimpin pasukan khusus Indonesia. Ia
dipecat dari tentara pada 1998 atas tuduhan penculikan dan penyiksaan sejumlah aktivis selama kerusuhan
politik di Jakarta yang berujung pada jatuhnya kediktatoran Soeharto.
AMY GOODMAN: Awal bulan ini, dalam debat kandidat presidensial, Prabowo berulangkali ditanya mengenai
keterlibatannya dalam kekejaman yang terjadi di Timor Timur, waktu daerah tersebut masih jadi bagian dari
Indonesia. Prabowo menyangkal tuduhan itu dan bersikeras hanya melakukan tugas untuk melindungi negara.
Tapi Kamis kemarin, ia menghadapi tuduhan baru yang berhubungan dengan tindakan criminal, setelah
mantan atasannya membuka temuan-temuan dalam sidang militer yang berujung pada pemecatannya hampir
16 tahun lalu.
JUAN GONZÁLEZ: Kamis lalu, pihak Prabowo mengancam akan menangkap Allan Naim, seorang jurnalis
Amerika, karena telah mengungkapkan peran sang jendral dalam berbagai pelanggaran HAM. Dalam artikelnya
, Naim mengutip sebuah wawancara pada tahun 2001 dengan Prabowo yang berkata, “Anda tidak melakukan
pembantaian di depan pers dunia.” Prabowo juga berkata, “Indonesia belum siap memasuki demokrasi” dan
membutuhkan “rezim otoritarian lunak,” kemudian menambahkan, “Apakah saya punya nyali? Apakah saya
siap menjadi diktator fasis?”
AMY GOODMAN: Pernyataan ini selaras dengan munculnya video musik dukungan untuk Prabowo yang
menampilkan seragam yang mirip dengan seragam tentara Nazi. Lagu tersebut berjudul ‘Indonesia Bangkit,’
dengan menampilkan musisi Ahmad Dhani dalam balutan seragam tentara, lengkap dengan lencana yang
persis dengan yang digunakan oleh Heinrich Himmler, Komandan SS. Tim Prabowo tentu membela video
tersebut, namun juga menyerukan untuk menghapusnya. Prabowo hanya punya satu saingan dalam
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 3/8
perlombaan ini, Joko Widodo, gubernur Ibu Kota Jakarta. Pemilu akan dilaksanakan pada 9 Juli nanti
Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, kami menuju Indonesia. Allan Nairn, seorang jurnalis
sekaligus aktivis, akan bergabung bersama kita melalui video streaming Democracy Now! Allan Nairn sudah
menjadi jurnalis untuk Indonesia selama bertahun-tahun. Ia pernah membongkar pembunuhan warga sipil oleh
pemerintah Indonesia.
Allan, selamat datang di Democracy Now! Menurut Anda, apa yang sedang terjadi di Indonesia saat ini dan
bagaimana tanggapan atas artikelyang baru Anda unggah di blog AllanNairn.org milik Anda?
ALLAN NAIRN: Begini, Jendral Prabowo, yang terseret kasus pembunuhan massal dan anak didik Amerika
Serikat—ia adalah pejabat yang menerima pelatihan paling intensif dari Amerika—sudah hampir mendapatkan
tampuk kekuasaan tertinggi di Indonesia. Banyak orang menilai kesempatannya adalah 50-50 untuk menang
dalam Pemilu Presiden. Ia mungkin jadi presiden Indonesia.
Setelah tulisan saya diunggah, terjadi keributan dalam pers Indonesia. Tentara menyatakan bahwa saya
adalah target operasi. Salah satu juru bicara Prabowo bilang bahwa saya adalah musuh negara. Ya, kita tahu
sendiri, tanggapan semacam ini sudah biasa terjadi.
Tadi Juan membacakan kutipan dari wawancara Prabowo dengan saya. Saya mau menambahkan komentar
Prabowo ketika ia bicara tentang pembantaian Santa Cruz—kami, Saya dan Amy, beruntung bisa keluar
dengan selamat dari peristiwa tersebut. Ia bilang, ‘Anda tidak melakukan pembantaian massal di depan pers
dunia. Mungkin ada komandan-komandan yang melakukannya di desa-desa yang tidak diketahui banyak orang,
tapi tidak di ibu kota!’ Jadi menurut Prabowo, tak ada masalah dengan pembantaian warga sipil, selama
dilakukan di tempat yang tidak akan diketahui orang.
Dan faktanya, tahun 1983, terjadi pembantaian di desa Kraras, sebuah desa terpencil di pegunungan Timor
Timur. Tim pencari fakta PBB untuk Timor Timur, memuat kesaksian tentang keterlibatan Prabowo dalam
laporan mereka.
Prabowo melakukan pembantaian itu setelah ia dibawa ke Amerika, dibawa ke Fort Bragg dan, tentunya, dilatih
mengenai penggunaan pasukan khusus. Di Papua Barat, mereka menyamar menjadi regu Palang Merah
Internasional lalu menembaki warga sipil. Setelah pembantaian Kraras dan setelah pasukannya melakukan
berbagai pembantaian yang serupa, Amerika terus memberinya pelatihan-pelatihan, dan ia dikenal sebagai,
menurut Prabowo sendiri, “the americans’ fair-haired boy.”

7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 4/8
Ilustrasi oleh Alit Ambara

JUAN GONZÁLEZ: Allan, bagaimana kau bisa mewawancarai Prabowo pada mulanya, dan kenapa ia setuju
melakukan wawancara itu? Seperti apa keadaannya waktu itu?
ALLAN NAIRN: Saya mewawancarainya karena saya sedang melakukan penyelidikan mengenai
pembunuhan-pembunuhan yang banyak terjadi. Itu tahun 2001. Dan saya berharap—ketika itu Prabowo
kehilangan kekuasaan; ia kalah dalam perebutan kekuasaan di tubuh TNI. Saya berharap ia mungkin mau
membocorkan beberapa detil tentang pembunuhan-pembunuhan yang sedang saya cari. Saya juga
menawarkan akan menyamarkan identitasnya.
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 5/8
Saya tidak tahu pasti kenapa Prabowo mau duduk dengan saya. Kami saling berseberangan. Saya pernah
menyerukan secara publik untuk mengadili dan memenjara Prabowo untuk pembunuhan warga sipil. Anda
tahu, saya terlibat dengan memimpin kampanye penolakan akar rumput terhadap bantuan militer AS setelah
pembantaian Timor Timur. Saya tidak tahu apa alasannya, tapi tampaknya ia senang duduk bersama lawan
yang mengetahui atau akrab dengan hasil kerjanya.
Saya menawarkan penyamaran identitas secara off-the-record. Namun nyatanya ia tidak memberi saya
apapun tentang pembunuhan yang saya selidiki. Tapi akhirnya kami tetap berbincang lebih dari empat jam—
atau hampir empat jam. Dan ia membuat berbagai pernyataan politik yang, menurut saya waktu itu, tidak
relevan, karena ia sudah tidak punya kekuasaan lagi. Tapi sekarang, setelah ia punya kesempatan besar untuk
menjadi presiden Indonesia—rakyat Indonesia sendiri yang akan menentukan hal itu tanggal 9 Juli nanti—saya
merasa saya punya kewajiban untuk membuka informasi-informasi yang saya miliki supaya rakyat Indonesia
bisa membuat pilihan yang lebih baik. Keputusan ini bukan hal yang sepele, karena janji off-the-record adalah
janji yang serius. Namun saya merasa bahwa mudharat menyimpan informasi ini lebih besar
ketimbang mudharat dari melanggar janji itu.
Dan saya masih punya lebih banyak lagi. Saya sedang mengerjakan sebuah tulisan mengenai kerja-kerja
Prabowo bersama Amerika Serikat.
AMY GOODMAN: Allan, ketika kita berhasil selamat dari pembantaian tahun 1991, lebih dari 271 warga Timor
terbunuh. Ini terjadi ketika militer, dipersenjatai AS dengna M-16, menembaki warga Timor. Ketika rakyat Timor
akhirnya memilih untuk merdeka pada tahun 1999, Anda pergi ke Timor Timur, dan Anda ditahan oleh militer
Indonesia. Dalam pembantaian tersebut, tentara Indonesia membuat tulang tengkorak Anda retak. Sekarang,
dalam laporan yang baru saja keluar, saya mau membacakan salah satu pesan yang dikeluarkan oleh TNI
lewat Twitter.Bunyinya, ‘Allan Nairn, seorang jurnalis asing, menjadi TO (target operasi) TNI.’ Terdapat satu
pesan dari akun lain yang berbunyi, ‘Hati-hati jangan sampai diculik, Om.’ Apakah ancaman-ancaman ini
nyata? Kenapa Anda memutuskan untuk mengungkapkan hal ini sekarang? Dan apakah Prabowo masih
punya kekuasaan di TNI?
ALLAN NAIRN: Tidak, dia tidak punya kekuatan apapun di TNI, meski mayoritas militer dan purnawirawan ikut
mendukung pencalonannya. Ancaman-ancaman macam ini sudah biasa dilakukan angkatan bersenjata
Indonesia dan orang-orang lain yang mereka sponsori. Beberapa tahun lalu, Kopassus, pasukan khusus
didikan Amerika yang dipimpin Prabowo, mereka punya pedoman internal. Pedoman itu mencantumkan
metode-metode yang mereka sebut sebagai taktik dan teknik teror. Kata ‘teror’ sudah diserap jadi bahasa
Indonesia. ‘Teror’ diartikan sebagai mengirim ancaman pembunuhan pada orang-orang. Itu sudah lazim buat
mereka. Siapapun yang menentang pembunuhan oleh tentara sering mendapat ancaman seperti itu.
Tapi tentu saja, mereka tidak akan melakukan apapun pada saya. Tapi bertahun-tahun rakyat Indonesia dan
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 6/8
rakyat di Papua, Aceh dan Timor, yang menjadi target operasi tentara, disiksa dan dibunuh. Ada satu masalah:
jika Prabowo menjadi presiden, apakah hal-hal semacam ini akan meningkat? Hari ini di Papua Barat, pasukan
Indonesia masih menggunakan taktik yang sama. Beberapa tahun lalu, saya membocorkan nama-nama
aktivis Papua Barat yang masuk daftar internal Kopassus, termasuk pemuka-pemuka agama, akademisi, dan
pemimpin warga lokal; orang-orang ini yang terancam keselamatannya.
JUAN GONZÁLEZ: Allan, apa pendapat Anda mengenai kandidat yang menjadi lawan Prabowo? Apakah Anda
terkejut ia mendapat begitu banyak dukungan? Dan juga, apa akibatnya pada Indonesia, yang merupakan
negara dengan mayoritas penduduk muslim, dari pergerakan ekstrimis muslim dunia?
ALLAN NAIRN: Ini pertarungan dua kandidat: Prabowo lawan Jokowi, gubernur Jakarta. Jokowi terkenal
sebagai gubernur karena ia benar-benar keluar dan mau bertemu warga miskin. Ia turun ke jalan dan bicara
dengan rakyat, lalu menjadi sensasi politik instan. Namun demikian, Jokowi juga dikelilingi para pembunuh—
jendral-jendral semacam Wiranto dan Hendropriyono. Wiranto memimpin pembantaian di Timor pada tahun
1999. Orang-orang Hendropriyono terlibat dalam—atau berada di balik—pembunuhan Munir, seorang aktivis
HAM. Mereka adalah figur-figur yang mendukung Jokowi, meskipun Jokowi sendiri adalah figur yang sama
sekali tidak sepadan dengan mereka. Jadi, pada satu sisi, Anda punya Jokowi yang di dukung oleh pembunuh,
dan di sisi lain, Anda punya Prabowo, pembunuh itu sendiri.
Kalau kita bicara kenapa pendukungnya terus meningkat, pertama,selama bertahun-tahun, bicara soal
keterlibatan tentara sudah menjadi tabu dalam pers Indonesia, publik dibutakan selama bertahun-
tahun.Kedua, uang. Ada banyak uang di balik Prabowo. Stasiun-stasiun TV yang dimiliki para oligarki, yang
secara langsung mengontrol konten politik, yang bisa berbuat lebih banal ketimbang para pemilik yang ada di
AS.
Lalu, dalam kampanye-kampanyenya, Prabowo adalah orator yang kuat dan menampilkan diri sebagai dua
hal: pertama, sebagai pengayom rakyat miskin, dan kedua, orang yang akan memerangi Amerika, orang yang
tak akan tunduk pada Amerika. Dua hal tersebut adalah posisi yang sangat populer di Indonesia. Alasannya
masuk akal: Indonesia telah dieksploitasi Amerika selama berpuluh tahun dan semua orang tahu itu. Dan, tentu
saja, rakyat miskin adalah yang paling terkena imbasnya. Di Indonesia—seperti di banyak negara lain, namun
sangat mendesak di Indonesia—rakyat miskin adalah mayoritas.
Masalahnya, Prabowo adalah orang yang mustahil memenuhi klaim-klaim ini. Ia sendiri adalah agen utama AS
dalam angkatan bersenjata Indonesia. Ia adalah kaki tangan Washington. Seperti dia bilang, ’bocah berambut
pirang punya Washington.’ Ia bukan orang yang akan memerangi Amerika; ia adalah orangnya Amerika.
Kedua, kalau kita bicara soal miskin kaya, kampanye Prabowo didanai oleh adiknya, Hasyim, seorang bilyuner,
salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia punya hubungan erat dengan korporasi multinasional yang,
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 7/8
sebagaimana dinyatakan dengan tepat oleh Prabowo, mengeksploitasi negara ini. Prabowo sendiri adalah
pengusaha yang punya hubungan dengan jaringan multinasional. Ketika Kopassus—ketika ia memimpin
Kopassus di Papua Barat, mereka, Kopassus, mendapat bayaran dari Freeport-McMoRan, raksasa
pertambangan Amerika yang telah merusak lingkungan hidup Papua Barat serta merampok sumber daya
Indonesia.
Tim Prabowo menanggapi artikel saya dengan sebuah serangan balik: mereka bilang bahwa saya adalah
bagian dari sebuah konspirasi pemerintah dan pengusaha Amerika. Jadi saya bilang hari ini—atau kemarin—
bahwa saya, selama 40 tahun, menjadi musuh bebuyutan pemerintah dan korporasi Amerika. Tapi kalau
Jendral Prabowo mau bilang begitu, saya punya beberapa tantangan buat dia. Pertama, saya tantang Prabowo
bergabung dengan saya untuk menuntut semua presiden Amerika yang masih hidup untuk diadili dan dipenjara
karena peran mereka dalam kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembunuhan massal warga sipil dari
Amerika Tengah hingga, beberapa tahun belakangan, Irak dan Afganistan. Saya menantang Prabowo
menuntut hal itu. Kedua, saya tantang jenderal itu bergabung dengan saya untuk menuntut Freeport-McMoRan
keluar dari Indonesia. Tantangan-tantangan itu mendapat liputan yang luas oleh pers Indonesia, dan banyak
dibicarakan selama 24 jam terakhir. Tapi sejauh kita tahu, ia belum merespon sama sekali.
AMY GOODMAN: Terakhir, Allan, sebelum kita tutup; dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street
Journal akhir pekan lalu, duta besar AS di Indonesia, Robert Blake, bilang bahwa Indonesia harus melihat
keterlibatan Prabowo dalam pelanggaran HAM di tahun 1990an, ketika ia menjadi jenderal pasukan khusus.
Duta besar Blake bilang, ‘Kita tidak mendukung salah satu kandidat. Namun kami menganggap pelanggaran
HAM sebagai hal yang serius, dan memendesak pemerintah Indonesia untuk menyelidikinya dengan seksama.’
Saya jadi penasaran dengan tanggapan Anda, dengan mempertimbangkan peran AS di Indonesia, serta apa
maksud duta besar tersebut?
ALLAN NAIRN: Ya, saya pikir AS bilang begitu karena kemenangan Prabowo akan mempermalukan AS.
Dengan Prabowo sebagai presiden, latar belakang Prabowo akan terus digali dan cepat atau lambat orang-
orang akan melihat darah di tangan AS, karena AS adalah sponsor Prabowo (dalam pembunuhan-
pembunuhan di tahun 1990an – penerj). Tapi rasa malu itu tak seberapa. Kalau Prabowo menang, AS akan
menyambutnya dengan tangan terbuka. Keadaannya akan jadi seperti dulu. Tapi saat ini mereka masih malu-
malu. Setiap pejabat AS menyerukan penyelidikan atas pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang ia
persenjatai, ia latih, ia danai dan dukung secara politik, imajinasi kita ditantang. Tentu, Prabowo harus diadili
dan dihukum atas perannya dalam pembunuhan rakyat sipil, tapi kalau hal itu dilakukan, pejabat-pejabat AS
yang ada di belakangnya juga harus diadili dan dihukum. Ini menunjukkan betapa AS penuh dengan orang
hipokrit.
AMY GOODMAN: Terakhir, Allan, kubu Prabowo bilang bahwa militer akan menangkap Anda kalau Anda
7/23/2014 Allan Nairn: Prabowo Adalah Pejabat Yang Menerima Pelatihan Paling Intensif Dari Amerika « Indoprogress
http://indoprogress.com/2014/07/allan-nairn-prabowo-adalah-pejabat-yang-menerima-pelatihan-paling-intensif-dari-amerika/ 8/8
kembali ke Indonesia. Anda bilang Anda sedang berada di Indonesia. Apa yang Anda lakukan untuk melindungi
diri?
ALLAN NAIRN: Saya pikir mereka tidak akan berani macam-macam. Tapi ya, saya di sini; mereka bisa
menangkap saya kalau mau. Saya juga bilang pada jenderal Prabowo—pendukungnya marah dengan artikel
saya, menyangkalnya, membuat segala macam pernyataan—bahwa jika ia mau menyangkal, ia harus
menghadapi saya dalam persidangan. Ia harus menuntut saya karena telah mencemarkan nama baiknya, dan
kami bisa berhadap-hadapan di ruang pengadilan. Di pengadilan, di bawah sumpah, saya bisa bicara tentang
peran Prabowo dalam pembunuhan rakyat sipil. Saya bisa bicara tentang peran AS sebagai pendukung
Prabowo. Saya juga mempersilahkan sang jenderal untuk menyanggupi tantangan itu, tapi dia belum
melakukannya.
AMY GOODMAN: Allan Nairn, terimakasih telah bergabung dengan kami. Jaga diri Anda. Silakan
baca artikel Allan Nairm di AllanNairn.org.***

Penerjemah, Yonvantra Arief.

Wawancara ini sebelumnya telah dimuat di DemoncracyNow. Dimuat ulang di sini untuk tujuan Pendidikan.