Anda di halaman 1dari 23

LUKA BAKAR

I. PENDAHULUAN
Luka bakar atau combusio adalah suatu bentuk kerusakan dan kehilangan
jaringan disebabkan kontak dengan sumber suhu yang sangat tinggi seperti koboran
api di tubuh (flame), jilitan api ke tubuh (flash), terkena air panas (scald), tersentuh
benda panas (kontak panas), akibat serangan listrik, akibat bahan-bahan kimia, serta
sengatan matahari (sunburn) dan suhu yang sangat rendah. Luka bakar merupakan
cedera yang cukup sering dihadapi para dokter. Jenis yang berat memperlihatkan
morbiditas dan derajat cacat yang relatif tinggi dibanding dengan cedera oleh sebab
lain. Biaya yang dibutuhkan dalam penangananya pun tinggi. Trauma termal
menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. enguasai prinsip-
prinsip dasar resusitasi a!al pada penderita trauma dan menerapkan tindakan
sederhana pada saat yang tepat dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas. "rinsip
yang dimaksud adalah ke!aspadaan yang tinggi akan terjadinya gangguan jalan
napas pada trauma inhalasi, serta mempertahankan hemodinamik dalam batas normal
melalui resusitasi cairan. #okter penolong juga harus !aspada dalam melaksanakan
tindakan untuk mencegah dan mengobati penyulit trauma termal, seperti misalnya
rhabfomiolisis dan gangguan irama jantung yang sering terjadi pada trauma listrik.
$ontrol suhu tubuh dan menyingkirkan penderita dari lingkungan yang berbahaya
juga merupakan prinsip utama pengelolaan trauma termal.
(%,&,',()
)edera listrik adalah salah satu jenis trauma dengan patofisiologi yang agak
berbeda dari trauma pada umumnya.*ntuk memahami cedera listrik, diperlukan
pemahaman-pemahaman tertentu listrik dasar.
+rus searah (#)) +rus dalam arah yang konstan. Baterai, misalnya,
memberikan energy langsung saat itu juga. arus searah tegangan tinggi digunakan
sebagai alat untuk transmisi sebagian besar tenaga listrik. +lternating current (+))
adalah arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur. ,etiap inter-al gerak
maju-mundur disebut siklus. .elombang sirkuit listrik +) adalah gelombang sinus,
1
karena gelombang ini menghasilkan energy dalam transmisi paling efisien , tetapi,
pada saat yang sama, juga lebih berbahaya daripada #).
II. EPIDEMIOLOGI
#ari laporan American Burn Association &/%& dikatakan bah!a angka
morbiditas 01,%2 lebih banyak terjadi pada !anita (102). Berdasarkan tempat
kejadian, 10 2 di rumah tangga dan 02 di tempat kerja, 32 di jalan raya, 42 di
rekreasi atau olahraga %/2 dan lain-lain.
(4)
enurut surat kabar Tribun pada tanggal 5 6ebruari &/%&, pada Simposium
Indonesia Burn and Wound Care Meeting yang diselengarakan *ni-ersitas
"adjadjaran di Bandung dilaporkan data terakhir yang dikeluarkan unit luka bakar
7,) Januari %005 - ei &//% menunjukkan bah!a 1/2 karena kecelakaan rumah
tangga, &/2 karena kecelakaan kerja, dan &/2 sisanya karena sebab-sebab lain. #an
angka kematian akibat luka bakar pun di 8ndonesia masih tinggi, sekitar (/2,
terutama diakibatkan luka bakar berat.
(1)
III. ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT
$ulit merupakan organ terbesar tubuh yang terdiri dari lapisan sel dipermukaan.
$ulit terdiri dari dua lapisan yaitu epidermis dan dermis. Luas kulit orang de!asa %.4
m
&
dengan berat kira-kira %42 berat badan. $ulit merupakan organ yang esensial dan
-ital serta merupakan cermin dari kesehatan dan kehidupan. $ulit juga sangat sangat
kompleks, elastis, dan sensitif, ber-ariasi pada keadaan iklim, umur, seks, ras, dan
juga bergantung pada lokasi tubuh.
(3,5)
9pidermis merupakan lapisan luar kulit yang utamanya disusun oleh sel-sel
epitel. ,el :sel yang terdapat dalam epidermis antara lain; keratinosit (sel terbanyak
pada lapisan epidermis), melanosit, sel merkel dan sel Langerhans. 9pidermis terdiri
dari lima lapisan yang paling dalam yaitu stratum basale, stratum spinosum, stratum
granulosum, stratum lucidum dan stratum corneum.
(3,5)
#ermis merupakan lapisan yang kaya akan serabut saraf, pembuluh darah dan
pembuluh darah limfe. ,elain itu, dermis juga tersusun atas kelenjar keringat, kelenjar
sebasea, dan folikel rambut. #ermis terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan papillaris
dan lapisan retikularis, sekitar 5/2 dari dermis adalah lapisan retikularis.
(3,5)
2
.ambar &;+natomi kulit
(3)
+ntara fungsi kulit adalah; %) 6ungsi proteksi, kulit menjaga bagian dalam
terhadap gangguan fisis atau mekanis, misalnya tekanan, gesekan, tarikan< gangguan
kimia!i, misalnya =at-=at kimia!i terutama yang bersifat iritan, misalnya lisol,
karbol, asam, dan alkali. .angguan yang bersifat panas, misalnya radiasi, sengatan
sinar ultra -iolet< gangguan infeksi luar terutama kuman>bakteri maupun jamur. &)
fungsi absorpsi, kulit yang sehat tidak mudah menyerap air, larutan dan benda padat,
tetapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap, begitupun yang larut lemak.
"ermeabilitas kulit terhadap ?&, )?&, dan uap air memungkinkan kulit ikut
mengambil bagian pada fungsi respirasi. "enyerapan dapat berlangsung melalui celah
antar sel menembus sel-sel epidermis atau melalui muara saluran kelenjar. ') fungsi
ekskresi, kelenjar kulit mengeluarkan =at yang tidak berguna lagi atau sisa
metabolisme dalam tubuh berupa @a)l, *rea, asam urat, dan amonia. ,ebum yang
diproduksi melindungi kulit karena lapisan ini selalu meminyaki kulit jua menahan
e-aporasi air yang berlebihan sehingga kulit tidak menjadi kering. () fungsi persepsi,
kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap
rangsangan panas diperankan oleh badan-badan ruffinidermis dan sukutis. 4) 6ungsi
pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), kulit melakukan peranan ini dengan cara
mengeluarkan keringat dan mengerutkan pembuluh darah kulit. 1) 6ungsi
3
pembentukan pigmen, sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak di lapisan basal dan
sel ini berasal dari rigi saraf. "igmen disebar ke epidermis melalui tangan-tangan
dendrit. ,edangkan ke lapisan kulit di ba!ahnya diba!a oleh sel melanofag. 3)
6ungsi $reatinisasi, lapisan epidermis de!asa mempunyai sel utama yaitu keratinosit,
sel langerhans, melanosis. 5) 6ungsi pembentukan -itamin #, dimungkinkan dengan
mengubah 3 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari.
(&,3)
IV. ETIOLOGI
Luka bakar pada kulit bisa disebabkan karena panas, dingin, ataupun =at
kimia.$etika kulit terkena panas, maka kedalaman luka dipengaruhi oleh derjat
panas, durasi kontak panas pada kulit dan ketebalan kulit.
.(%,(,3, %/)
%. Luka Bakar Termal (Thermal Burns)
Luka bakar termal disebabkan oleh air panas(scald), jilitan api ke tubuh (flash),
koboran api ke tubuh (flame) dan akibat terpapar atau kontak dengan objek-
objek panas lainnya (misalnya plastik logam panas dan lain-lain).
.(%,(,3, %/)
&. Luka Bakar Aat $imia ()hemical Burns)
Luka bakar kimia biasanya disebabaka oleh asam kuat atau alkali yang biasa
digunakan bidang industri, militer, ataupun bahan pembersih yang sering
digunakan untuk keperluan rumah tangga.
.(%,(,3, %/)
'. Luka Bakar Listrik(9lectrical Burns)
Listrik menyebabkan kerusakan yang dibedakan karena arus, api, dan ledakan.
+liran listrik menjalar disepanjang bagian tubuh yang memiliki resistensi
paling rendah< dalam hal ini cairan. $erusakan terutama pada pembuluh darah,
khususnya tunika intima, sehingga menyebabkan gangguan sirkulasi ke distal.
,eringkali kerusakan berada jauh dari lokasi kontak, baik kontak dengan
sumber arus maupun ground.
.(%,(,3, %/)
ekanisme utama akibat luka listrik adalah sebagai berikut;
a. 9nergi listrik menyebabkan kerusakan jaringan langsung, mengubah
potensial sel membran istirahat, dan tetani memunculkan otot.
b. $on-ersi energi listrik menjadi energi panas, menyebabkan kerusakan
jaringan besar dan nekrosis coagulati-e.
c. )edera mekanis dengan trauma langsung akibat jatuh atau kontraksi otot
kekerasan.
4
,engatan listrik diklasifikasikan sebagai tegangan tinggi (B %/// -olt)
atau tegangan rendah (C%/// -olt). ,ebagai aturan umum, tegangan tinggi
dikaitkan dengan morbiditas dan kematian yang lebih besar, meskipun cedera
fatal dapat terjadi pada tegangan rendah.
D?LT+.9 $ulit #eep tisu )ardiac
arrhythmia
Doltage rendah
(C%///D)
Luka masuk dan
keluar
Jarang Jarang cardiac
arrest tiba-tiba
Doltage tinggi
(B%///D)
9ntrance full-
thickness dan
luka keluar
$erusakan otot
disertai
rhabdomyolysis
dan sindrom
kompartmen
$erusakan pada
myocardial dan
delaye arrhythmia
"etir ,uperfisialatay
luka bakar
dermal. Luka
keluar di kaki
"erforasi dinding
telinga dan
kerusakan korneal
7espiratory
arrest- bantuan
)"7
Tubuh memiliki tahanan yang berbeda-beda. ,ecara umum, jaringan
dengan cairan yang tinggi dan mengandung banyak elektrolit mampu
mengkonduksi listrik lebih baik. Tulang memiliki tahanan paling tinggi.
,edangkan jaringan saraf memiliki tahanan paling rendah, dan bersama-sama
dengan pembuluh darah, otot, dan selaput lender juga memiliki tahanan yang
rendah terhadap listrik. $ulit memberikan tahanan EintermediateF dan
merupakan faktor yang paling penting menghambat aliran arus. $ulit adalah
resistor utama terhadap arus listrik, dan derajat resistensi ditentukan oleh
ketebalan dan kelembaban. 8ni ber-ariasi dari %/// ohm untuk kulit tipis
lembab untuk beberapa ribu ohm untuk kulit kapalan kering.
(. Luka Bakar 7adiasi (7adiation 9Gposure)
Luka bakar radiasi disebabkan karena terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe
luka bakar ini sering disebabkan oleh penggunaaan radioaktif untuk keperluan
terapeutik dalam kedokteran dan industri. +kibat terpapar sinar matahari yang
terlalu lama juga dapat menyebabkan luka bakar radiasi.
.(%,(,3, %/)
5
.ambar '; Tipe luka bakar
(%,',1.5)
V. PATOFISIOLOGI
7espon Lokal
Terdapat ' =ona luka bakar menurut Jackson %0(3 yaitu;
(%)
%. Aona $oagulasi
erupakan daerah yang langsung mengalami kontak dengan sumber
panas dan terjadi nekrosis dan kerusakan jaringan yang ire-isibel disebabkan
oleh koagulasi constituent proteins.
(%)
&. Aona ,tasis
Aona stasis berada sekitar =ona koagulasi, di mana =ona ini mengalami
kerusakan endotel pembuluh darah, trombosit, leukosit sehingga penurunan
perfusi jaringan diikuti perubahan permeabilitas kapiler(kebocoran -askuler)
dan respon inflamasi lokal. "roses ini berlangsung selam %&-&( jam pasca
cedera, dan mungkin berkakhir dengan nekrosis jaringan.
(%)
6
'. Aona Hiperemia
"ada =ona hiperemia terjadi -asodilatasi karena inflamasi, jaringannya
masih viable. "roses penyembuhan bera!al dari =ona ini kecuali jika terjadi
sepsi berat dan hipoperfusi yang berkepanjangan.
(%)
.ambar (; Aona luka bakar Jackson %0(3 dan efeknya terhadap resusitasi
adekuat dan inadekuat.
(%)
7espon ,istemik
"erlepasan sitokin dan mediator inflamasi lainnya di tempat terjadinya luka
bakar memiliki efek sistemik jika luka bakar mencapai '/2 luas permukaan tubuh.
"erubahan- perubahan yang terjadi sebagai efek sistemik tersebut berupa;
(%)
a.
.angguan $ardio-askuler, berupa peningkatan permeabilitas -askuler yang
menyebabkan keluarnya protein dan cairan dari intra-askuler ke interstitial.
Terjadi -asokontriksi di pembuluh darah splanchnic dan perifer. $ontratilitas
miokardium menurun, kemungkinan adanya tumor necrosis factor-I (T@6-I).
"erubahan ini disertai dengan kehilangan cairan dari luka bakar menyebabkan
hipotensi sistemik dan hipoperfusi oragan.
(%)
7
b.
.angguan respirasi, mediator inflamasi menyebabkan bronkokontriksi, dan pada
luka bakar yang berat dapat timbul espirator! "istress S!ndrome (7#,).
(%)
c.
.angguan metabolik, terjadi peningkatan basal metabolic rate hingga ' kali lipat.
Hal ini disertai dengan dengan adanya hipoperfusi splanchnic menyababkan
dibutuhkannya pemberian makanan enteral secara agresif untuk menurunkan
katabolisme dan mempertahankan integritas saluran pencernaan.
d.
.angguan imunologis, terdapat penurunan sistem imun yang mempengaruhi
sistem imun humoral dan seluler.
(%)
.ambar 4;7espon sistemik terjadi setelah luka bakar
(%)
8nti dari permasalahan luka bakar adalah kerusakan endotel dan epitel akibat
dan cedera termis yang melepaskan mediator-mediator proinflamasi dan berkembang
menjadi S!stemic Inflammator! esponse S!ndrome (,87,), kondisi ini hampir
selalu berlanjut dengan Mutli#s!stem $rgan "!sfunction S!ndrome (?#,). ?#,
terjadi karena gangguan perfusi jaringan yang berkepanjangan akibat gangguan
sirkulasi makro menjadi berubah orientasi pada proses perbaikan perfusi (sirkulasi
mikro) sebagai end#point dari prosedur resusitasi.
(%)
VI. KLASIFIKASI
8
Berdasarkan American Burn Association luka bakar diklasifikasikan
berdasarkan kedalaman, luas permukaan, dan derajat ringan luka bakar.
.(%,(,3, %/)
%.
Berdasarkan kedalamannya.
a. Luka bakar derajat 8 (superficial burns)
Luka bakar derajat ini terbatas hanya sampai lapisan epidermis.
.ejalanya berupa kemerahan pada kulit akibat -asodilatasi dari dermis,
nyeri, hangat pada perabaan dan pengisian kapilernya cepat. "ada derajat
ini, fungsi kulit masih utuh. )ontoh luka bakar derajat 8 adalah bila kulit
terpapar oleh sinar matahari terlalu lama, atau tersiram air panas. "roses
penyembuhan terjadi sekitar 4-3 hari. Luka bakar derajat ini tidak
menghasilkan jaringan parut, dan pengobatannya bertujuan agar pasien
merasa nayaman dengan mengoleskan soothing salves dengan atau tanpa
gel lidah buaya.
.(%,&,(,3,%/)
b. Luka bakar derajat 88 (partial thic%ness burns)
Luka bakar derajat 88 merupakan luka bakar yang kedalamanya
mencapai dermis. Bila luka bakar ini mengenai sebagian permukaan
dermis, luka bakar ini dikenali sebagai superficial partial thic%eness burns
atau luka bakar derajat 88 +. Luka bakar derajat 88 + ini tampak eritema,
nyeri, pucat jika ditekan, dan ditandai adanya bulla berisi cairan eksudat
yang keluar dari pembuluh darah karena permeabilitas dindingya
meningkat. Luka ini mereepitelisasi dari struktur epidermis yang tersisa
pada rete ridge, folikel rambut dan kelenjar keringat dalam 3-%( hari secara
spontan. ,etelah penyembuhan, luka bakar ini dapat memiliki sedikit
perubahan !arna kulit dalam jangka !altu yang lama.
.(%,&,(,3,%/)
Luka bakar derajat 88 yang mengenai sebagian bagian reticular dermis
(deep partial thic%eness) , luka bakar ini dikenali sebagai deep partial
thic%eness burns atau luka bakar derajat 88 B. Luka bakar derajat 88 B ini
tampak lebih pucat, tetapi masih nyeri jika ditusuk degan jarum (pin pric%
test). Luka ini sembuh dalam %(-'4 hari dengan reepitelisasi dari folikel
rambut, keratinosit dan kelenjar keringat, seringkali parut muncul sebagai
akibat dari hilangnya dermis.
(%,&, (,3,%/)
9
c. Luka bakar derajat 888 (full#thic%ess burns)
$edalaman luka bakar ini mencapai seluruh dermis dan epidermis
sampai ke lemak subkutan. Luka bakar ini ditandai dengan eskar yang
keras, tidak nyeri, dan !arnanya hitam, putih, atau merah ceri. Tidak ada
sisa epidermis maupun dermis sehingga luka harus sembuh dengan
reepitelisasi dari tepi luka. &ull#thic%ness burns memerlukan eksisi dengan
s%in grafting.
(%,&, (,3,%/)
d. Luka bakar derjat 8D
Luka bakar derajat ini bisa meluas hingga mencapai organ diba!ah
kulit seperti otot dan tulang.
(%,&, (,3,%/)
.ambar 1; #erajat luka bakar berdasarkan kedalaman
(%,&, (,3,%/)
&.
Berdasarkan luas permukaan luka bakar.
Luas luka tubuh dinyatakan sebagai persentase terhadap luas permukaan
tubuh atau Total Bod! Surface Area (TB,+). *ntuk menghitung secara cepat
dipakai 7ules of @ine atau 7ules of Jalles dari Jalles. "erhitungan cara ini
hanya dapat diterapkan pada orang de!asa, karena anak-anak mempunyai
proporsi tubuh yang berbeda. "ada anak-anak dipakai modifikasi ule of 'ines
10
menurut (und and Bro)der, yaitu ditekankan pada umur %4 tahun, 4 tahun dan
% tahun.
(%,&, (,3,%/)
.ambar 3; Jallence ule of 'ines
(%)
.ambar 5; (und and Bro)der
(%)
'.
Bedasarkan derajat ringan luka bakar menurut American Burn Association;
(%,(,3,%/)
a. Luka Bakar 7ingan
i.
Luka bakar derajat 88 C 42
ii.
Luka bakar derajat 88 %/2 pada anak
iii.
Luka bakar derajat 88 C &2
(%,'.1, 5)
11
b. Luka Bakar ,edang
i.
Luka bakar derajat 88 %4-&42 pada orang de!asa
ii.
Luka bakar derajat 88 %/-&/2 pada anak-anak
iii.
Luka bakar derajat 888 C %/2
(%,'.1, 5)
c. Luka Bakar Berat
i.
Luka bakar derajat 88 &42 atau lebih pada orang de!asa
ii.
Luka bakar derajat 88 &/2 atau lebih pada anak-anak
iii.
Luka bakar derajat 888 %/2 atau lebih
i-.
Luka bakar mengenai tangan, telinga, mata, kaki, dan
genitalia>perineum.
-.
Luka bakar dengan cedera inhalasi, listrik, disertai trauma lain.
(%,(,3,%/)
(.
Jenis-Jenis Luka Bakar Listrik
Jenis Luka Bakar Listrik adalah;
• #irect contact ; +rus masuk mele!ati tubuh, menyebabkan panas
menyebabkan Eelectrothermal burnsF. Luka jenis biasanya terdapat titi$
kontak sumber dan titik arus keluar.
• 9lectrical arc ; biasa disebut arus pendek. Bunga api yang terpancar antara
objek listrik yang memeiliki potensi berbeda ketika bersentuhan langsung.
Lalu arus juga masuk ke dalam tubuh.
• 6lame ; biasanya disebabkan karena pakaian yang terbakar akibat
electrothermal burns atau electrical arc sehingga kulit terbakar karena kontak
dengan api langsung yang berasal dari pakaian yang terbakar
• 6lash ; ketika panas dari electrical arc bersentuhan langsung dengan tubuh,
akan menyebabkan luka bakar. @amun pada flash, arus tidak masuk kedalam
tubuh.
VII. KRITERIA PERAWATAN
$riteria pera!atan luka bakar menurut American Burn Association yang
digunakan untuk pasien yang harus diadministrasi dan dira!at khusus di unit luka
bakar adalah seperti berikut;
(%,(,3,%/)
%.
*artial# thic%ness burns (luka bakar derajat 88) dan full#thic%ness burns (luka
bakar derajat 888) dengan B%/ 2 dari TB,+ pada pasien berumur kurang dari %/
tahun atau lebih dari 4/ tahun.
&.
*artial# thic%ness burns (luka bakar derajat 88) dan full#thic%ness burns (luka
bakar derajat 888) dengan B&/ 2 dari TB,+ pada kelompok usia lainnya.

12
'.
*artial# thic%ness burns (luka bakar derajat 88) dan full#thic%ness burns (luka
bakar derajat 888) yang melibatkan !ajah, tangan, kaki, alat kelamin, perineum,
atau sendi utama.

(.
&ull#thic%ness burns (luka bakar derajat 888) lebih B4 persen TB,+ pada semua
kelompok usia.

4.
Luka bakar listrik, termasuk cedera petir.
1.
Luka bakar pada pasien dengan ri!ayat gangguan medis sebelumnya yang bisa
mempersulit manajemen, memperpanjang periode pemulihan, atau
mempengaruhi kematian.
3.
Luka bakar kimia.
5.
Trauma inhalasi
0.
,etiap luka bakar dengan trauma lain (misalnya, patah tulang) di mana luka
bakar tersebut menimbulkan risiko terbesar dari morbiditas dan mortalitas.
%/.
Luka bakar pada anak-anak yang dira!at di rumah sakit tanpa unit pera!atan
anak yang berkualitas maupun peralatannya.
%%.
Luka bakar pada pasien yang membutuhkan rehabilitasi khusus seperti sosial,
emosional, termasuk kasus yang melibatkan keganasan pada anak.
(%,(,3,%/)
VIII. PENATALAKSANAAN
+. "rehospital
Hal pertama yang harus dilakukan jika menemukan pasien luka bakar di
tempat kejadian adalah menghentikan proses kebakaran. aksudnya adalah
membebaskan pasien dari pajanan atau sumber dengan memperhatikan
keselamatan diri sendiri. Bahan yang meleleh atau menempel pada kulit tidak
bisa dilepaskan. +ir suhu kamar dapat disiriamkan ke atas luka dalam !aktu %4
menit sejak kejadian, namun air dingin tidak dapat diberikan untuk mencegah
terjadinya hipotermia dan -asokonstriksi.
(%,&,(,3,%/)
,. 7esusitasi jalan nafas
Bertujuan untuk mengupayakan suplai oksigen yang adekuat. "ada luka
bakar dengan kecurigaan cedera inhalasi, tindakan intubasi dikerjakan sebelum
edema mukosa menimbulkan manifestasi obstruksi. ,ebelum dilakukan
intubasi, oksigen %//2 diberikan dengan menggunakan face mas%. 8ntubasi
bertujuan untuk mempertahankan patensi jalan napas, fasilitas pemeliharaan
13
jalan napas (penghisapan sekret) dan broncoalveolar lavage. $rikotiroidotomi
masih menjadi perdebatan karena dianggap terlalu agresif dan morbiditasnya
lebih besar dibandingkan intubasi. $rikotiroidotomi dilakukan pada kasus yang
diperkirakan akan lama menggunakan 9TT yaitu lebih dari & minggu pada luka
bakar luas yang disertai cedera inhalasi. $emudian dilakukan pemberian
oksigen &-( liter>menit melalui pipa endotracheal. Terapi inhalasi
mengupayakan suasana udara yang lebih baik disaluran napas dengan cara uap
air menurunkan suhu yang meningkat pada proses inflamasi dan mencairkan
sekret yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan. "ada cedera inhalasi
perlu dilakukan pemantauan gejala dan distres pernapasan. .ejala dan tanda
berupa sesak, gelisah,takipneu, pernapasan dangkal, bekerjanya otot-otot bantu
pernapasan dan stridor. "emeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah
analisa gas darah serial dan foto thoraG.
(%,&,(,3,%/)
-. 7esusitasi cairan
Tujuan resusitasi cairan pada syok luka bakar adalah;

"reser-asi reperfusi yang adekuat dan seimbang diseluruh pembuluh
-askuler regional sehingga tidak terjadi iskemia jaringan

inimalisasi dan eliminasi pemberian cairan bebas yang tidak diperlukan.

?ptimalisasi status -olume dan komposisi intra-askuler untuk menjamin
sur-i-al seluruh sel

inimalisasi respon inflamasi dan hipermetabolik dan mengupayakan
stabilisasi pasien secepat mungkin kembali ke kondisi fisiologis.
(%,(,3,%/)
a. Jenis cairan
Terdapat tiga jenis cairan secara umum yaitu kristaloid, cairan
hipertonik dan koloid;
(%,(,3,%/)
Larutan kristaloid
Larutan ini terdiri atas cairan dan elektrolit. )ontoh larutan ini adalah
7inger Laktat dan @a)l /,02. $omposisi elektrolit mendekati kadarnya
dalam plasma atau memiliki osmolalitas hampir sama dengan plasma. "ada
keadaan normal, cairan ini tidak hanya dipertahankan di ruang
intra-askular karena cairan ini banyak keluar ke ruang interstisial.
14
"emberian % L 7inger Laktat (7L) akan meningkatkan -olume intra-askuer
'// ml.
(%,(,3,%/)
Larutan hipertonik
Larutan ini dapat meningkatkan -olume intra-askuler &,4 kali dan
penggunaannya dapat mengurangi kebutuhan cairan kristaloid. Larutan
garam hiperonik tersedia dalam beberapa konsentrasi, yaitu @a)l %,52,
'2, 4 2, 3,42 dan %/2. ?smolalitas cairan ini melebihi cairan intraseluler
sehingga cairan akan berpindah dari intraseluler ke ekstraseluler. Larutan
garam hipertonik meningkatkan -olume intra-askuler melalui mekanisme
penarikan cairan dari intraseluler.
(%,(,3,%/)
Larutan koloid
)ontoh larutan koloid adalah HydroGy-ethyl starch (H9,) dan
#eGtran. olekul koloid cukup besar sehingga tidak dapat melintasi
membran kapiler, oleh karena itu sebagian akan tetap dipertahankan
didalam ruang intra-askuler. "ada luka bakar dan sepsis, terjadi
peningkatan permeabilitas kapiler sehingga molekul akan berpindah ke
ruang interstisium. Hal ini akan memperburuk edema interstisium yang
ada.
(%,'.1, 5)
H9, merupakan suatu bentuk h!dro.!#substitued amilopectin
sintetik, H9, berbentuk larutan 12 dan %/2 dalam larutan fisiologik. T K
dalam plasma selama 4 hari, tidak bersifat toksik, memiliki efek samping
koagulopati namun umumnya tidak menyebabkan masalah klinis. H9,
dapat memperbaiki permeabilitas kapiler dengan cara menutup celah
interseluler pada lapisan endotel sehingga menghentikan kebocoran cairan,
elektrolit dan protein. "enelitian terakhir mengemukakan bah!a H9,
memiliki efek antiinflamasi dengan menurunkan lipid protein comple.
yang dihasilkan oleh endotel, hal ini diikuti oleh perbaikan permeabilitas
kapiler. 9fek anti inflamasi diharapkan dapat mencegah terjadinya ,87,.
(%,(,3,%/)
15
b. #asar pemilihan )airan
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan cairan
adalah efek hemodinamik, distribusi cairan dihubungkan dengan
permeabilitas kapiler, oksigen, "H buffering, efek hemostasis, modulasi
respon inflamasi, faktor keamanan, eliminasi praktis dan efisien. Jenis
cairan terbaik untuk resusitasi dalam berbagai kondisi klinis masih menjadi
perdebatan terus diteliti. ,ebagian orang berpendapat bah!a kristaloid
adalah cairan yang paling aman digunakan untuk tujuan resusitasi a!al
pada kondisi klinis tertentu. ,ebagian pendapat koloid bermanfaat untuk
entitas klinik lain. Hal ini dihubungkan dengan karakteristik masing-
masing cairan yang memiliki kelebihan dan kekurangan. "ada kasus luka
bakar, terjadi kehilangan ciran di kompartemen interstisial secara masif dan
bermakna sehingga dalam &( jam pertama resusitasi dilakukan dengan
pemberian cairan kristaloid.
(%,(,3,%/)
c. "enentuan jumlah cairan
*ntuk melakukan resusitasi dengan cairan kristaloid dibutuhkan tiga
sampai empat kali jumlah defisit intra-askuler. % L cairan kristaloid akan
meningkatkan -olume intra-askuler '// ml. $ristaloid hanya sedikit
meningkatkan cardiac output dan memperbaiki transpor oksigen.
(%,(,3,%/)
"enatalaksanaan dalam & ( jam pertama
7esusitasi syok menggunakan 7inger laktat atau ringer asetat,
menggunakan beberapa jalur intra-ena. "emberian cairan pada syok atau
kasus luka bakar B &4-'/2 atau dijumpai keterlambatan B & jam. #alam C(
jam pertama diberikan cairan kristaloid sebanyak 'L&42(3/2GBBkg)Mml.
3/2 adalah -olume total cairan tubuh, sedangkan &42 dari jumlah
minimal kehilangan cairan tubuh dapat menimbulkan gejala klinik sidrom
syok.
(%,(,3,%/)
"ada resusitasi cairan tanpa adanya syok atau kasus luka bakar luas C
&4-'/2, tanpa atau dijumpai keterlambatan C & jam. $ebutuhan dihitung
berdasarkan rumus baGter '-( ml>kgBB>2 LB.
(%,(,3,%/)
16
etode "arkland merupakan metode resusitasi yang paling umum
digunakan pada kasus luka bakar, menggunakan cairan kristaloid. etode
ini mengacu pada !aktu iskemik sel tubulus ginjal C 5 jam sehingga lebih
tepat diterapkan pada kasus luka bakar yang tidak terlalu luas tanpa
keterlambatan.
(%,(,3,%/)
"emberian cairan menurut formula "arkland adalah sebagai berikut;
(%,(,3,%/)

"ada &( jam pertama; separuh jumlah cairan diberikan dalam 5 jam
pertama, sisanya diberikan dalam %1 jam berikutnya. "ada bayi, anak
dan orang tua, kebutuhan cairan adalah ( ml. Bila dijumpai cedera
inhalasi maka kebutuhan cairan ( ml ditambah %2 dari kebutuhan.

"enggunaan =at -asoaktif (dopamin dan dobutamin) dengan dosis '
mg>kgBB dengan titrasi atau dilarutkan dalam 4//ml .lukosa 42
jumlah tetesan dibagi rata dalam &( jam.

"emantauan untuk menilai sirkulasi sentral melalui tekanan -ena
sentral (minimal 1-%&cm H&/) sirkulasi perifer (sirkulasi renal). Jumlah
produksi urin melalui kateter, saat resusitasi (/,4- %ml >kg BB>jam maka
jumlah cairan ditingkatkan 4/2 dari jam sebelumnya.

"emeriksaan fungsi renal (ureum, kreatinin) dan urinalisis (berat jenis
dan sedimen).

"emantauan sirkulasi splangnikus dengan menilai kualitas dan kuantitas
cairan lambung melaui pipa nasogastrik. Jika , &//ml tidak ada
gangguan pasase lambung, &//-(//ml ada gangguan ringan, B(// ml
gangguan berat.
(%,(,3,%/)
"enatalaksanaan &( jam kedua

"emberian cairan yang menggunakan glukosa dan dibagi rata dalam &(
jam. Jenis cairan yang dapat diberikan adalah glukosa 42 atau %/2
%4//-&/// ml. Batasan ringer laktat dapat memperberat edema
interstisial.
17

"emantauan sirkulasi dengan menilai tekanan -ena pusat dan jumlah
produksi uin C%-& ml>kgBB>jam,berikan -asoaktif samapi 4 mg>kgBB

"emantauan analisa gas darah, elektrolit
(%,(,3,%/)
"enatalaksanaan setelah (5 jam

)airan diberikan sesuai kebutuhan maintanance

"emantauan sirkulasi dengan menilai produksi urin ('-( ml>kgBB),
hemoglobin dan hematokrit.
(%,(,3,%/)
7umus BaGter;
"ada de!asa;
• Hari 8; 3-4 ml x kgBB x l!"# l!k" $"k"%
• Hari 88; K&l&'() *++-*+++ ,, - gl!k&#" .
"emberian cairan K -olume pada 5 jam pertama dan K -olume diberikan %1
jam berikutnya.
"ada anak;
 Hari 8;
RL) (ex . / 01)3
2*,, x kgBB x l!"# l!k" $"k"%3 - ke$. 4""l
$ebutuhan 6aal;
50 678 / kgBB 9 0++,,
..0. 678 / kgBB 9 1.,,
.-0. 678 / kgBB 9 .+,,
• Hari 88; sesuai kebutuhan faal
6 ormula "arkland;
(%,(,3,%/)
 Hari 8 (&(jam pertama);
5 jam pertama; :+;. x 24 ,, x kgBB x TBSA 3< = > ?"m /,,=?"m
%1 jam kedua) :+;. 9 24 ,, x kg BB x TBSA3< = 0@ ?"m / ,,=?"m
• "enambahan cairan rumatan pada anak ;
( cc>kgBB>jam dalam %/ kg pertama
& cc>kg BB>jam dalam %/ kg kedua (%%-&/kg)
% cc>kgBB>jam untuk tiap B&/kg
18
Bila dijumpai cedera inhalasi maka kebutuhan cairan ( ml ditambah
%2 dari kebutuhan."enga!asan kecukupan cairan yang diberikan dapat dilihat
dari produksi urin yaitu pada de!asa /,4-%,/ cc>kg>jam dan pada anak %,/-
%,4 cc>kg>jam.
(%,(,3,%/)
/. "era!atan luka
"era!atan luka dilakukan setelah tindakan resusitasi jalan napas,
mekanisme bernapas dan resusitasi cairan dilakukan. Tindakan meliputi
debridement secara alami, mekanik (nekrotomi) atau tindakan bedah (eksisi),
pencucian luka, )ound dressing dan pemberian antibiotik topikal . Tujuan
pera!atan luka adalah untuk menutup luka dengan mengupaya proses
reepiteliasasi, mencegah infeksi, mengurangi jaringan parut dan kontraktur dan
untuk menyamankan pasien. #ebridement diusahakan sedini mungkin untuk
membuang jaringan mati dengan jalan eksisi tangensial. Tindakan ini dilakukan
setelah keadaan penderita stabil, karena merupakan tindakan yang cukup berat.
*ntuk bullae ukuran kecil tindakannya konser-atif sedangkan untuk ukuran
besar(B4cm) dipecahkan tanpa membuang lapisan epidermis diatasnya.
(%,(,3,%/)
"engangkatan keropeng (eskar) atau eskarotomi dilakukan juga pada luka
bakar derajat 888 yang melingkar pada ekstremitas atau tubuh sebab pengerutan
keropeng(eskar) da pembengkakan yang terus berlangsung dapat
mengakibatkan penjepitan (compartment s!ndrome) yang membahayakan
sirkulasi sehingga bahgian distal iskemik dan nekrosis(mati). Tanda dini
penjepitan (compartment s!ndrome) berupa nyeri kemudian kehilangan daya
rasa (sensibilitas) menjadi kebas pada ujung-ujung distal. $eaadan ini harus
cepat ditolong dengan membuat irisan memanjang yang membuka keropeng
sampai penjepitan bebas.
(%,(,3,%/)
"encucian luka dilakukan dengan hidroterapi yaitu memandikan pasien
atau dengan air hangat mengalir dan sabun mandi bayi. Lalu luka dibalut
dengan kasa lembab steril dengan atau tanpa krim pelembap. "era!atan luka
tertutup dengan occlusive dressing untuk mencegah penguapan berlebihan.
19
"enggunaan tulle (antibiotik dalam bentuk sediaan kasa) berfungsi sebagai
penutup luka yang memfasilitasi drainage dan epitelisasi. ,edangkan krim
antibiotik diperlukan untuk mengatasi infeksi pada luka.
(%,(,3,%/)
0. 9ksisi dan graft
Luka bakar derajat 88B dan 888 tidak dapat mengalami penyembuhan
spontan tanpa autografting. Jika dibiarkan, jaringan yang sudah mati ini akan
menjadi fokus inflamasi dan infeksi. 9ksisi dini dan grafting saat ini dilakukan
sebagian besar ahli bedah karena memiliki lebih banyak keuntungan
dibandingkan debridement serial. ,etelah dilakukan eksisi, luka harus ditutup
melalui s%in graft (pencakokan kulit) dengan menggunakan biological dressing.
Terdapat ' bahan biological dressing yaitu homografts (kulit mayat dan
penutup luka sementara), .enografts1heterografts (kulit binatang seperti babi
dan penutup luka sementara) dan autografts (kulit pasien sendiri dan penutup
luka permanen). 8dealnya luka ditutup dengan kulit pasien sendiri (autograft).
Terdapat & tipe primer autografts kulit yaitu split#thic%ness s%in grafts (,T,.)
dan full#thic%ness s%in grafts (6T,.). "ada luka bakar &/-'/2 biasanya dapat
dilakukan dalam satu kali operasi dengan penutupan oleh ,T,. diambil dari
bagian tubuh pasien.
(%,(,3,%/)

20

.ambar; S%in 2raft
(%)
3. Lain-lain
"emberian antibiotik pada kasus luka bakar bertujuan sebagai profilaksis
infeksi dan mengatasi infeksi yang sudah terjadi. #alam'-4 hari pertana
populasi kuman yang sering dijumpai adalah bakteri .ram positif non-
patogen.,edangkan hari 4-%/ adalah bakteri .ram negati-e patogen. #alam %-'
hari pertama pasca cedera, luka masih dalam keadaan steril sehingga tidak
diperlukan antibiotik. Beberapa antibiotik topikal yang dapat digunakan adalah
sil-er sulfadia=ine %2, sil-er nitrate dan mafenide (sulfamylon) dan
Gerofom>bacitracin. +ntasida diberikan untuk pencegahan tukak beban (tukak
stress>stress ulcer), antipiretik bila suhu tinggi dan analgetik bila nyeri.
(%,(,3,%/)
@utrisi harus diberikan cukup untuk menutup kebutuhan kalori dan
keseimbnagan nitrogen yang negatif pada fase katabolisme, yaitu sebanyak
&4//-'/// kalori sehari dengan kadar protein tinggi. $alau perlu makanan
diberikan melalui enteral atau ditambah dengan nutrisi parenteral. "emberian
nutrisi enteral dini melalui nasaogastik dalam &( jam pertama pasca cedera
bertujuan untuk mencegah terjadinya atrofi mukosa usus. "emberian enteral
dilakukan dengan aman bila 2astric esidual 4olume 5.7D) C%4/ ml>jam yang
menandakan pasase saluran cerna baik.
(%,(,3,%/)
"enderita yang sudah mulai stabil keadaannya perlu fisioterapi untuk
memperlancarkan peredaran darah dan mencegah kekakuan sendi. $alau perlu
sendi diistirahatkan dalam posisi fungsional degan bidai."enderita luka bakar
21
luas harus dipantau terus menerus. $eberhasilan pemberian cairan dapat dilihat
dari diuresis normal yaitu %ml>kgBB>jam. Nang penting juga adalah sirkulasi
normal atau tidak dengan menilai produksi urin,analisa gas darah, elektrolit,
hemoglobin dan hematokrit.
(%,(,3,%/)
I9. KOMPLIKASI
$omplikasi pada luka bakar dibagi menjadi dua, yaitu komplikasi saat
pera!atan kritis atau akut dan komplikasi yang berhubungan dengan eksisi dan
grafting.$ompilkasi yang dapat terjadi pada masa akut adalah ,87,, sepsis dan
?#,.,elain itu komplikasi pada gastrointestinal juga dapat terjadi, yaitu atrofi
mukosa, ulserasi dan perdarahan mukosa, motilitas usus menurun dan ileus. "ada
ginjal dapat terjadi acute tubular necrosis karena perfusi ke renal menurun. S%in graft
loss merupakan komplikasi yang sering terjadi, hal ini disebabkan oleh hematoma,
infeksi dan robeknya graft. "ada fase lanjut suatu luka bakar, dapat terjadi jaringan
parut pada kulit berupa jaringan parut hipertrofik., keloid dan kontraktur.$ontraktur
kulit dapat menganggu fungsi dan menyebabkan kekeauan sendi. $ekakuan sendi
memerlukan program fisioterapi yang intensif dan kontraktur memerlukan tindakan
bedah.
(%,(,3,%/)
0. R7"$(&mA&l'#'#
7habdomyolysis adalah sindrom yang disebabkan oleh cedera pada otot
rangka dan melibatkan kebocoran cairan intraseluler dalam jumlah besar ke
dalam plasma.
*. MA&gl&$'8!%'"
yogolbinuria, diartikan dari kata pembentuknya yaitu terdapatnya
myoglobin di dalam urin. yoglobinuria biasanya merupakan akibat dari
rhobdomyolysis yaitu perusakan sel otot. ,emua proses yang mengganggu
penyimpanan atau penggunaan energy oleh sel otot dapat menyebabkan
myoglobinuria.
#engan demikian, terjadi pengendapan mioglobin dalam tubulus ginjal
dengan obstruksi sekunder dan keracunan tubular, atau keduanya merupakan
penyebab utama untuk cedera ginjal akut selama myoglobinuria.
3. SA8(%&me K&mB"%6eme8
22
,yndrome kompartemen merupakan suatu kondisi dimana terjadi
peningkatan tekanan interstitial pada kompartemen osteofasial yang tertutup.
,ehingga mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan dan tekanan oksigen
jaringan.
.ejala $linis ;
a. "ain ; @yeri pada pada saat peregangan pasif pada otot-otot yang
terkena.
b. "allor ; $ulit terasa dingin jika di palpasi, !arna kulit biasanya
pucat.
c. "arestesia ; Biasanya terasa panas dan gatal pada daerah lesi.
d. "aralisis ; #ia!ali dengan ketidakmampuan untuk menggerakkan
sendi.
e. "ulselesness ; Berkurang atau hilangnya denyut nadi akibat adanya
gangguan perfusi arterial.
9. PROGNOSIS
"rognosis pada luka bakar tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan
badan yang terkena luka bakar, adanya komplikasi seperti infeksi, dan kecepatan
pengobatan medikamentosa. Luka bakar minor ini dapat sembuh 4-%/ hari tanpa
adanya jaringan parut. Luka bakar moderat dapat sembuh dalam %/-%( hari dan
mugkin dapat menimbulkan luka parut. Jaringan parut akan membatasi gerakan dan
fungsi. #alam beberapa kasus, pembedahan dapat diperlukan untuk membuang
jaringan parut.
(%,(,3,%/)
23