Anda di halaman 1dari 24

VALUTA ASING

,
PASAR VALUTA ASING
DAN ARUS KAPITAL
KULIAH KE 2
Valuta Asing (Foreign Exchange):
 Mata uang asing, adalah alat pembayaran dari negara lain, yang
biasanya digunakan atau disepakai sebagai alat pembayaran
internasional;
 Mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan
untuk melakukan atau embiayai transaksi ekonomi dan
keuangan internasional atau luar negeri, dan biasanya
mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral (BI);
 Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran
dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan
internasional disebut sebagai HARD CURRENCY (mata uang
kuat);
 Mata uang yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran
dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan
internasional, karena nilainya tidak stabil (sering depresi)
disebut sebagai HARD CURRENCY (mata uang lemah);
Valuta Asing (Foreign Exchange):
 Total Valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta
dari suatu negara disebut dengan CADANGAN
DEVISA;
 Cadangan Devisa dapat diketahui dari posisi BOP
(Balance Of Payment = neraca pembayaran
internasional);
 Semakin banyak devisa yang dimiliki oleh
pemerintah dan penduduk suatu negara, maka
berarti semakin besar kemampuan negara tersebut
dalam melakukan transaksi ekonomi dan keuangan
internasional, dan semakin kuat pula nilai mata uang
negara tersebut;
Cadangan Devisa suatu negara biasanya akan
dikelompokkan atas :
 Cadangan Devisa Resmi (Official Foreign Exchange
Reserve), yaitu cadangan devisa milik negara yang
dikelola, dikuasai, diurus dan ditata usahakan oleh
Bank Sentral (BI);

 Cadangan Devisa nasional (Country Foreign
Exchange Reserve), yaitu seluruh devisa yang
dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga,
terutama perbankan yang secara moneter
merupakan kekayaan nasional (termasuk miliki bank
umum nasional)
Bursa Valuta Asing :
 Bursa dimana mata uang asing / Valuta Asing dapat
diperjualbelikan;
 Suatu bursa untuk membeli atau menjual mata uang
asing/valuta asing (Valas);
 Suatu tempat atau sistem dimana perorangan, perusahan, dan
bank dapat melakukan transaksi keuangan internasional
dengan jalan melakukan pembelian atau permintaan (demand)
dan penjualan atau penawaran (supply) atas valuta asing;
 Bursa tidak memiliki lokasi fisik yang tunggal, akan tetapi ada
dimana saja atau kapan saja transaksi valas menjadi
kebutuhan;
 Pencipta bursa ini terdiri atas bank dan para pialang yang
dipersiapkan untuk membeli serta menjual valas dari bank lain,
pialang perusahaan, masyarakat dan bahkan pemerintah;

Mekanisme Bursa Valas :
 Harga yang terjadi pada transaksi mata uang adalah Kurs
Valas (Foreign Exchange Rate) yang adalah harga dari suatu
mata uang dalam ukuran mata uang yang lain;
 Kurs Valas menunjukkan jumlah satuan Valas yang
dipersiapkan oleh pembeli dan penjual untuk pertukaran
dengan mata uang domestik atau valas lainnya;
 Pengertian kurs jual an kurs beli selulu dilihat dari sisi pihak
bank atau money changer atau pedagang valas;
 Kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli, atau sebaliknya
kurs beli selalu lebih rendah dari kurs jual;
 Kurs jual/beli suatu mata uang (valas) adalah sama dengan
kurs beli/jual dari mata uanng (valas) lawannya. Misalnya
Kurs jula/beli USD adalah sama dengan kurs beli/jual IDR

Fungsi Bursa Valas :
 Menyelenggarakan transaksi pembayaran internasional;
 Menyediakan fasilitas kredit jangka pendek untuk pembayaran
innternasional;
 Menyediakan fasilitas Hedging, yaitu tindakan pengusaha atau
pedagang valas untuk menghindari resiko kerugian resiko atas
fluktuasi kurs valas.
Kebijakan Hedging, biasanya dilakukan dengan melakukan
forward contract;
Forward contract adalah transaksi, dengan kurs yang terjadi saat
ini, namun baru akan dilakukan untuk masa yang akan datang;
Forward Contract biasanya dilakukan pada Forward market,
dimana dilakukan transaksi penjualan dan pembelian valas
dengan kurs forwadr, yaitu kurs yang ditetapkan sekarang, tetapi
diberlakukan untuk janka waktu yang akan datang (future period)

MEKANISME BURSA VALAS
M-A
JKT
X-B
NY
BANK
BNI
BANK
BCA
M-C
NY
X-D
JKT
B S
B I
Mesin
USD 10.000,00
Garmen
USD 10.000,00
Kurs Beli Bank
USD 0,000125/Rp
Kurs Jual Bank
Rp. 8.000,-/USD
USD
Rp
USD
Rp
Kurs Jual Bank
USD 0,0001428/Rp
Kurs Beli Bank
Rp. 7.000,-/USD
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
VALUTA ASING
 Permintaan akan valas muncul dari kebutuhan untuk
mempertukarkan mata uang domestik ke dalam mata
uang asing.

 Konversi valas ini umumnya dibutuhkan untuk
membayar : (a) Barang dan jasa yang dibeli di luar
negeri, dan (b) Asset di luar negeri.
Permintaan suatu negara (Mis : Indonesia) terhadap
suatu mata uang asing (Mis : Dollar AS), ditentukan
oleh faktor-faktor berikut :

 Harga dolar (kurs);
 Harga produk AS (dalam dollar AS);
 Harga produk pesaing;
 Pendapatan luar negeri;
 Tingkat bunga di AS;
 Harapan;
 Preferensi;
 Cuaca, dll
Kurva permintaan Valas
a. Kurs Berubah, Lainnya konstan
P
1

P
0

0
Q
1
Q
0
Q
2

E
0

E
1

E
2

Harga Sterling
dlm Dollar
D
Sterling
P
2

Kurva permintaan Valas
b. Kurs Tetap, Lainnya Berubah
P
0

0
Q
1
Q
2

E
2

Harga Sterling dlm
Dollar
D
2

Sterling
D
1

D
0

Q
0

E
1
E
0

Kurva Penawaran Valas
a. Kurs Berubah, Lainnya Konstan
S
P Sterling
dlm Dollar
P
2

P
0

P
1

0
Q
1
Q
0
Q Sterling
E
0

E
2

E
1

Q
2

Kurva Penawaran Valas
b. Kurs Tetap, Lainnya Berubah
S
0

P Sterling dlm
Dollar
P
2

P
0

P
1

0
Q
0
Q Sterling
S
1

S
2

E
2

E
0

E
1

S
P Sterling dlm
Dollar
P
E

0
Q
E
Q
Sterling
E
D
S
P Dollar dlm
Sterling
P
E

0
Q
E
Q
Dollar
E
D
KESEIMBANGAN PASAR
APRESIASI DAN DEPRESIASI
KURS VALUTA ASING
 Depresiasi : Turunnya nilai mata uang
domestik terhadap mata uang asing;
Efek Depresiasi :
 Meningkatkan jumlah mata uang yang diminta
(kecuali permintaan inelastis sempurna);
 Meningkatkan pengeluaran mata uang asing, jika
permintaan elastis, serta menurunkan pengeluaran
mata uang asing kalau permintaan in elastis.
APRESIASI DAN DEPRESIASI
KURS VALUTA ASING
 Apresiasi : Meningkatnya nilai mata uang
domestik terhadap mata uang asing;
Efek dari Apresiasi :
 Menurunkan jumlah mata uang yang diminta
(kecuali permintaan in elastis sempurna);
 Menurunkan pengeluaran mata uang asing, jika
permintaan elastis, serta meningkatkan
pengeluaran mata uang asing jika permintaan in
elastis.
GANGGUAN KESEIMBANGAN VALAS
Gangguan Internal (Domestik) :
 Gangguan internal atau domestik adalah
aktivitas domestik/dalam negeri, yang
berhubungan dengan valuta asing, baik secara
lanngsung maupun tidak langsung, akan
berpengaruh terhadap penawaran dan
permintaan valuta asing.

Misalnya :
 Peningkatan Permintaan masyarakat Indonesia
terhadap mobil Made In USA, sebagai akibat
dari perbaikan penghasilan masyarakat.
Dampaknya :
 Apresiasi dollar atau depresiasi Rupiah, jika tidak ada
intervensi dalam bursa valas;
 Akumulasi cadangan Rupiah bagi Amerika Serikat, jika
ada intervensi USA dalam bursa valas untuk
menstabilisasi kurs valas, atau sejenisnya;
 Penurunan dalam cadangan Rupiah atas dollar dan
atau meningkatnya pinjaman internasional untuk
mengamankan cadangan tambahan jika ada intervensi
dari Pemerintah Indonesia, untuk menstabilkan kurs
rupiah;
 Penerapan kebijakan Exchange Control atau Import
Control untuk menstabilkan kurs valas, serta
mengamankan cadangan devisa.
GANGGUAN KESEIMBANGAN VALAS
Gangguan Eksternal (Asing = Luar Negeri)
 Aktivitas penduduk negara lain, yang
berhubungan dengan aktivitas domestik, baik
secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi penawaran dan permintaan
terhadap valuta asing.

Misalnya :
 Meningkatnya turis USA yang mengunjungi
Indonesia.
Dampaknya :
 Depresiasi dollar atau Apresiasi Rupiah, jika tidak ada
intervensi dalan kebijakan kurs valas;
 Akumulasi cadangan dollar bagi Indonesia, jika ada
intervensi dari pemerintah Indonesia untuk
menstabilkan nilai kurs;
 Penurunan cadangan Rupiah di USA atau
meningkatnya pinjaman internasional untuk
mengamankan cadangan tambahan jika pemerintah
USA melakukan intervensi dalam bursa valas untuk
menstabilkan nilai kurs;
 Penerapan kebijakan exchange control untuk
menstabilkan nilai kurs dengan menghemat devisa
yang ada.
ARUS KAPITAL
Arus kapital dapat dibedakan :
 Portfolio Investment : arus modal internasional
dalam bentuk investasi aset-aset finansial,
seperti saham (stock), obligasi (bond), dan
comercial paper lainnya;
 Direct Investment : investasi riil dalam bentuk
pendirian perusahaan, pembangunan pabrik,
pembelian barang modal, tanah, bahan baku,
dan persediaan di mana investor terlibat
langsung dalam manajemen perusahaan dan
mengontrol penanaman modal tersebut.
Motif Arus Kapital Internasional :
Portfolio Investment :
 High Return : untuk mencari tingkat hasil yang tinggi;
 Risk Diversification : untuk diversifikasi risiko

Foreign Direct Investment :
 High return melalui : (a) tingkat pert. ek. yg lebih tinggi,
(b) perpajakan yg lebih menguntungkan, (c) infrastruktur
yang lebih baik;
 Risk diversification;
 Untuk tetap memiliki “competitive advantage” melalui
“direct control” dengan melalui : (a) horizontal
integration, dan (b) vertical integration
 Menghindari kebijakan perdagangan yang merugikan
VMPK-1
VMPK-2
O
1
C

B

A

D

O
2
E

G

H

K
I

I

J