Anda di halaman 1dari 15

Pemodelan 3D reservoir statik

Pemodelan 3D reservoir statik diawali dengan pembuatan model struktur. Model


struktur inilah yang akan menjadi kerangka dasar untuk melanjutkan ketahap
pemodelan fasies dan pemodelan petrofisika.
Pemodelan struktural
Pembuatan model struktural dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu pembuatan
model patahan, pembuatan pillar gridding, dan pembuatan zonasi serta model
lapisan (ambar !!". #asil akhir dari model ini harus divalidasi dengan
melakukan penge$ekan terhadap volume sel yang dihasilkan. %olume sel yang
dibuat tidak boleh bernilai negatif yang berarti tidak ada sel yang terlipat.
ambar !!. &agan alir pembuatan model struktur pada 'apangan (ilamaya
Pemodelan patahan
Pemodelan patahan diawali dengan mengubah hasil interpretasi patahan (fault
picking" pada penampang seismik menjadi bentuk model patahan. Dalam
pembuatan model patahan tersebut sesuai dengan model hasil analisis )M*(+".
Model patahan yang dipakai untuk pemodelan lapisan,lapisan horizon -ormasi
(ibulakan, -ormasi &aturaja dan -ormasi .alangakar di lapangan (ilamaya
adalah mengikuti patahan,patahan yang sudah dibuat pada masing,masing
formasi. Patahan,patahan yang memotong tiap,tiap formasi adalah berbeda sesuai
dengan kondisi geologi berdasarkan hasil analisis atribut )M* seperti pada
pembahasan bab sebelumnya (ambar !! sampai dengan ambar !/".
ambar !!. Pemodelan patahan pada -ormasi .alangakar 'apangan (ilamaya
ambar !!. Pemodelan patahan pada -ormasi &aturaja 'apangan (ilamaya
ambar !!. Pemodelan patahan pada -ormasi (ibulakan 'apangan (ilamaya
Pillar Griding
Pillar gridding adalah tahapan pembuatan pilar,pilar model. Pilar,pilar ini dibuat
dengan jarak !/ tertentu dan menggunakan trend vertikal hasil model patahan.
#asil griding ini kemudian diekstrapolasi kebagian atas dan bawah model
patahan.
Model tiga dimensi lapangan (ilamaya menggunakan jarak grid 01 2 01 meter.
3arak ini diasumsikan sudah men$ukupi dalam pembuatan model grid karena
sudah merepresentasikan minimal terdapat dua sel diantara dua sumur dengan
jarak terdekat. Dengan jarak terdekat antar sumur di lapangan ini sekitar 011
meter akan ada minimal delapan sel diantara dua sumur (ambar !!".
ambar !!. Pembuatan pilar griding
Pembuatan horizon dan layer
Pembahasan pemodelan lapangan (ilamaya adalah pemodelan terhadap beberapa
reservoir di tiga -ormasi berbeda. -ormasi (ibulakan dengan satu model zona
reservoir, -ormasi &aturaja dengan satu model zona reservoir, sementara -ormasi
.alangakar dengan sebelas model zona reservoar. Dalam hal ini zonasi,zonasi
tersebut ada yang berfungsi sebagai reservoar dan ada yang berfungsi sebagai non
reservoar (impermeable barrier". 4dapun dasar pembuatan zonasi ini adalah
berdasarkan hasil laporan uji kandungan lapisan dari beberapa sumur yang
kemudian divalidasi dengan log sinar gamma, log neutron,densitas, log resitivitas
dan hasil interpretasi batuan inti.
Metode yang digunakan adalah proporsional, dalam hal ini software akan
membagi ketebalan zona reservoar se$ara proporsional sesuai dengan marker
yang sudah ditentukan di sumur,sumur yang dikorelasi. .iap zona reservoar
dibuatkan layer-layernya. 3umlah layer ini dibuat sesuai dengan pertimbangan
besarnya jumlah grid yang dihasilkan.
5ntuk zona non reservoar layering hanya dibuat satu layer, sedangkan untuk zona
reservoar layering dibuat se$ara proporsional dengan mempertimbangkan
ketebalan dimasing,masing zona reservoar tersebut. ambar !! menjelaskan
$ontoh proses zonasi dan layering reservoar pada -ormasi .alangakar bagian atas.
(a" (b"
ambar !!. Proses zonasi reservoar pada -ormasi .alangakar bagian atas6 (a"
proses pembuatan enam zonasi (7.8891, 7.89:1a, 7.89:1, 7.89;1,
7.89<1, 7.8901", (b" model grid tiga dimensi enam zonasi dan
layering reservoar
Pengecekan kualitas tiga dimensi
*ebelum memasuki tahap berikutnya, dilakukan kontrol kualitas terhadap hasil
pemodelan tiga dimensi. =ontrol kualias tiga dimensi meliputi beberapa hal.
Pertama, tidak adanya sel,sel yang terlipat. *el,sel yang terlipat ini bisa dilihat
dari nilai volume totalnya yang bernilai negatif. =edua, diusahakan agar bentuk
sel,sel yang dihasilkan mempunya bentuk se,ortogonal mungkin. *el,sel yang
berbentuk segitiga, sangat pipih, atau bentukan lain yang tidak ortogonal
diminimalisir. #asil pemodelan sudah baik ditunjukkan dengan tidak adanya data
nilai negatif pada sel,sel yang telah dibuat (ambar >>>.3?".
ambar !!. Pemeriksaan kualitas hasil pemodelan geometrik tiga dimensi
($ontoh pada model zona reservoir -ormasi &aturaja"
menunjukkan nilai volume total (bulk" terke$il adalah 1 (tidak
negatif"
Proses Upslace data log
Proses upscale adalah proses mengubah data continous sumur ke dalam bentuk
data grid sumur sesuai dengan grid yang telah dibuat pada pemodelan struktural.
Data grid sumur ini nantinya bisa digunakan untuk menyebarkan data sumur ke
seluruh area 3D grid model.
#asil model upscale yang dibuat diasumsikan sudah bisa merepresentasikan data
sebenarnya. #al ini dapat dilihat dari perbandingan histogram data asli sumuran
(warna merah" dengan data hasil upscale (warna hijau" pada ambar !! sampai
ambar !!, dimana kedua data tersebut menunjukkan pola penyebaran yang
sama dan perbedaan keduanya dibawah 0@.
Pemodelan fasies
'apangan (ilamaya dibagi menjadi beberapa asosiasi fasies berdasarkan hasil
analisis pada masing,masing formasi. -ormasi (ibulakanA dibatasi pada zona
79?11, terdiri dari fasies shoreface, inner shelf bar dan shale. -ormasi &aturaja
pembahasana hanya pada zona reservoir *&8,M*-B, yang terdiri dari fasies back
reef, reef core, fore reef, tidal flat dan lagoon. -asies tidal flat dan lagoon
dimasukkan ke dalam impermeable barrier/shale/background. 5ntuk -ormasi
.alangakar pembuatan sebelas zonasi reservoir juga merujuk pada hasil uji
kandung lapisan pada beberapa sumur. -ormasi .alangakar bagian atas terdiri dari
enam zona reservoir 7.8901, 7.89<1, 7.89;1, 7.89:1, 7.89:1a dan 7.8891
merupakan sistem endapan sedimen yang se$ara dominan dipengaruhi lingkungan
laut terdiri fasies mixed flat, estuarine mud, marine shale, sand flat, bioclastic
channel, bioclastic bar. *ementara -ormasi .alangakar bagian bawah terdiri dari
lima zona reservoir 7.8831, 7.8801, 7.88<1, 7.88<1a, dan 7.88;1 merupakan
sistem endapan sedimen yang dipengaruhi lingkungan pasang,surut (tidal" ,
transisi terdiri fasies mixed flat, estuarine mud, marine shale, sand flat, tidal
channel, tidal bar. -asies -ormasi .alangakar di 'apangan (ilamaya
diinterpretasikan sebagai endapan sedimen lingkungan delta estuarine (lihat
pembahasan pada bab sebelumnya". -asies,fasies mixed flat, estuarine mud,
marine shale, dimasukkan ke dalam sedimen berbutir halus karenanya
dimodelkan sebagai shale/background. -asies sand flat tidak dimodelkan karena
hanya berupa interpretasi konseptual fasies pada lingkungan estuarine. *etiap
zona reservoar pada masing,masing formasi mempunyai model asosiasi fasies.
4sosiasi fasies yang telah tentukan pada setiap sumur kemudian disebarkan ke
seluruh 'apangan (ilamaya dengan menggunakan metode deterministik dan
transisi antar asosiasi fasies dibuat menggunakan metode geostatistik truncated
gaussian simulation yang dikombinasikan dengan memasukkan penyebaran
shale/background (ambar !!". Pemilihan penggunaan metode geostatistik
truncated gaussian simulation bertujuan untuk menggambarkan batas antar fasies
yang lebih jelas. Pemodelan fasies reservoar pada -ormasi (ibulakan dan -ormasi
.alangakar se$ara kuantitatif dibatasi hanya dilakukan pada poligon fasies yang
melewati sumur,sumur saja. *ementara untuk pemodelan fasies reservoar pada
-ormasi &aturaja dapat dilakukan pada seluruh poligon konsep fasies reservoar,
berkaitan dengan hasil validasi dengan atribut 4.>.
ambar >>>.9. Proses pemodelan fasies menggunakan metode deterministik.
ambar !!. #asil pemodelan fasies zona reservoir -ormasi .alangakar
ambar !!. #asil pemodelan fasies zona reservoir .op &)-CM*-B
ambar !!. #asil pemodelan fasies zona reservoir 7.9?11 -ormasi (ibulakan
Pemodelan petrofisika
Pemodelan petrofisika meliputi pemodelan D. (nett to gross" atau hasil dari
perhitungan (9,volume shale", porositas efektif, dan saturasi air. Properti D.,
porositas efektif, dan saturasi air dimodelkan dengan menggunakan metode
geostatistik berdasarkan batasan cut-off yang sudah dibuat sebelumnya.
Pemodelan yang menggunakan geostatistik dilakukan dengan memakai metode
e!uential "aussian imulation (**". Metode ** adalah suatu metode statistik
untuk membuat model data diskrit petrofisika tiga dimensi dengan menggunakan
distribusi normal (normal score" dan analisa variogram data sumur. Dalam
prosesnya, metode ini akan membuat simulasi pendistribusian data diantara data
yang diobservasi (sumur" menggunakan metode standar geostatistik yaitu metode
kriging. Pemodelan petrofisika diawali dengan melakukan analisis variogram dan
selanjutnya hasil analisis variogram ini akan digunakan dalam menyebarkan
properti reservoir ke seluruh bagian 'apangan (ilamaya.
Analisis Variogram
%ariogram merupakan gambaran kuantitatif dari adanya variasi pada nilai properti
sebagai fungsi dari jarak antara dua data. %ariogram digunakan untuk membuat
model yang menghubungkan dua titik pada skala ruang dan waktu. 4nalisis
variogram meliputi penentuan a#imut serta range ma$or, minor dan vertical,
nugget, dan anisotrop rasio.
4nalisis variogram dilakukan pada setiap properti reservoir hasil analisis
petrofisika. Pembuatan variogram khususnya untuk properti D. dan porositas
juga dibagi setiap masing,masing asosiasi fasies. ambar !!. menunjukkan
$ontoh proses analisis variogram properti porositas untuk fasies reef core pada
zona reservoir -ormasi &aturaja interval *&8,M*-B. )angkuman hasil analisis
variogram lainnya untuk setiap lapisan pada ditunjukan oleh .abel !! sampai
tabel !!
ambar !!. (ontoh analisis variogram pada properti porositas efektif untuk
asosiasi fasies reef core pada zona reservoir -ormasi &aturaja
.abel >>>.3. #asil analisis variogram volume shale
.abel >>>.B. #asil analisis variogram untuk porositas
.abel >>>.0. #asil analisis variogram untuk saturasi air
Pembuatan model 3D
Metode e!uential "aussian imulation digunakan untuk mendistribusikan
properti D., porositas efektif, dan saturasi air. Pemodelan properti pada -ormasi
(ibulakan dan -ormasi .alangakar melibatkan hasil analisis atribut seismik )M*.
*ementara pemodelan properti pada -ormasi &aturaja hanya melibatkan hasil
analisis atribut seismik 4> dikalibrasi dengan peta struktur kedalaman hasil
interpretasi seismik stratigrafi dan karakter sebaran batuan karbonat (seismic
internal character". Distribusi properti saturasi air sementara belum menggunakan
trend data sekunder hasil perhitungan %-function. #asil dari pemodelan zona
reservoir pada ketiga formasi dapat dilihat pada gambar !! sampai !!.
ambar !!. #asil pemodelan properti reservoir pada -ormasi .alangakar
ambar >>>.8. #asil pemodelan properti reservoir pada -ormasi &aturaja
ambar >>>.3. #asil pemodelan properti reservoir pada -ormasi (ibulakan