Anda di halaman 1dari 85

MCB (MINIATUR CIRCUIT BREAKER)

Alat pengaman arus lebih adalah pemutus sirkit mini yang selanjutnya disebut MCB. MCB ini
memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya
hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan
yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan electromagnet.



Bila bimetal ataupun electromagnet bekerja, maka ini akan memutus hubungan kontak yang
terlertak pada pemadam busur dan membuka saklar.MCB untuk rumah seperti pada pengaman
lebur diutamakan untuk proteksi hubungan pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutamakan
untuk mengamankan instalasi atau konduktornya.Sedang MCB pada APP iutamakan sebagai
pembawa arus dengan karakteristik CL (current limiter) disamping itu juga sebagai gawai
pengaman arus hubung pendek yang bekerja seketika.

Arus nominal yang digunakan pada APP dengan mengenal tegangan 230/400V ialah:
1.2.4.6.10.16.20.25.35 dan 50 A disesuaikan dengan tingkat VA konsumen. Adapun kemampuan
mebuka (breaking capacity) bila terjadi hubung singkat 3 KA dan 6 KA (SPLN 108-1993). MCB
yang khusus digunakan oleh PLN mempunyai tombol biru.MCB pada saat sekarang paling
banyak digunakan untuk instalasi rumah ataupun instalasi industri maupun instalasi gedung
bertingkat.


MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)
Published December 13, 2011 | By ILR
Tulisan ini adalah bagian kedua mengenai Miniature Circuit Breaker atau lebih dikenal dengan
MCB. Artikel pertama bisa dilihat di MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik.
Semoga bisa menambah wawasan para pembaca sekalian.


Spesifikasi MCB

MCB nameplat dengan kode dan simbol
Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada
perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang
dijual secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang berbeda (dalam produk dari
produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warna toggle switch biru dan yang dijual untuk
umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan Milik PLN pada MCB yang dipasang di kWh
meter. Walaupun ada juga produsen MCB lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru
untuk produk yang dijual di pasaran.
Sekarang, mari kita bahas kode dan simbol yang tertulis dalam nameplate MCB tersebut.
Simbol dengan angka 1 dan 2
Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan
detail bisa dilihat pada tulisan bagian pertama MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya
Listrik). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena
hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles.
Yang umum dipakai di perumahan adalah tipe MCB 1 pole, yaitu hanya kabel phase saja yang
diproteksi.

NC45a
Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain
model number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi
untuk keperluan perumahan secara umum.

C16
Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe C, dengan proteksi magnetic trip sebesar
5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka 16 adalah rating arus dari
MCB sebesar 16A. Rating arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat
pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai rating arus ada di bagian berikutnya.

230/400V
Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan
listrik PLN 220V.

4500 dan 3
4500 menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik
sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana
diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka 3 adalah I
2
t classification, yaitu
karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui MCB.

12002
Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.

LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898
Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah
Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu
kepada standard-standard teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional.

I-ON pada toggle switch
Menandakan bahwa MCB pada posisi ON. Untuk posisi OFF maka simbolnya adalah O-
OFF.

SNI
MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).

Bagi anda yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing
untuk mengerti nameplate MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak
dibeli adalah kode rating arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode
C16, yaitu rating arus MCB sebesar 16A dengan tripping curve tipe C. Kode lain yang perlu
diperhatikan adalah kode LMK serta SNI yang berarti produk ini sudah memenuhi standard
tersebut.

Rating MCB dan Daya listrik PLN
Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A dan
tripping curve type C. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang bermacam-
macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating arus MCB yaitu
berapa ampere dan tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.
Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan
besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar
langganan listrik perumahan sesuai rating arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam
negeri.
Tabelnya seperti ini:
Rating Arus Miniature
Circuit Breaker
Daya Listrik PLN
2A 450VA
4A 900VA
6A 1300VA
10A 2200VA
16A 3300VA
Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).
Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA
maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A.
Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.


Macam-macam MCB dengan berbagai rating

Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6).
MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N dan
tripping curve tipe CL (hampir sama dengan tripping curve tipe C). Bisa dilihat warna
toggle switch biru dan tulisan MILIK PLN.

Tambah daya listrik PLN
Setelah mengetahui fungsi, kode-kode MCB dan hubungannya dengan daya listrik PLN, maka
menjadi jelas bahwa dalam hal menambah daya listrik PLN, petugas PLN cukup mengganti
MCB yang dipasang di kWh meter dengan rating arus yang sesuai. Tentunya setelah proses
administrasinya diselesaikan. Misalnya menambah daya listrik dari langganan 1300VA ke
2200VA, maka MCB-nya diganti dari 6A ke 10A.
Hanya saja ada faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan tambah daya listrik PLN, yaitu
faktor kapasitas dari instalasi listrik rumah itu sendiri. Jika anda melakukan tambah daya dari
1300VA ke 2200VA maka akan ada penambahan daya listrik lebih dari 150% kapasitas.
Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian adalah ukuran kabel jalur utama yang terpasang
pada instalasi listrik rumah, apakah mampu menghantarkan arus sebesar 10A dari sebelumnya
6A.
Salah satu cara mudahnya adalah pastikan ukuran kabel eksisting untuk jalur utama paling tidak
berukuran minimal 2.5mm (memiliki kuat hantar arus minimum 19A keatas). Tapi bila tambah
daya hingga mencapai 3300VA atau MCB rating arus 16A, maka ukuran kabel harus dinaikkan.
Efek pada kabel yang dilalui arus listrik mendekati kapasitas nominalnya adalah kabel menjadi
panas, dan bila kualitas kabel kurang baik atau sudah berumur, maka bisa terjadi kerusakan
isolasi kabel dan berakibat terjadi kebocoran arus listrik.
Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya
berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena
kebutuhan akan listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya
ternyata tidak diikuti peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini
perlu dipastikan kondisi kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.

Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.
Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan
harga yang bervariasi sesuai rating dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB
yang berkualitas baik?
Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel SNI.
Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang
dipalsukan yang juga diberi label SNI. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu
caranya adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari
produsen yang tidak terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos
produksinya dan apa material yang dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai
tidak sesuai standard atau berkualitas jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai
rating-nya.
Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu
MCB tidak trip atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan
merusak isolasi kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran.
Karena itu belilah MCB yang berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai
proteksi dari system instalasi listrik rumah.






Fungsi MCB dan Cara Kerja MCB
17 April 2012
yantekbansel Info Berita 1 Komentar






2 Votes


MCB atau miniature circuite breaker merupakan komponen listrik yang bekerja dengan system
thermal atau panas. Didalamnya terdapat bimetal, dimana bila arus listrik yang mengalir
melebihi ukuran tertentu (karena kelebihan beban atau terjadi hubung singkat) dari MCB ini,
maka bimetal ini secara mekanis akan memutus aliran listrik dan menggerakkan tuas ke posisi
OFF.
Untuk menormalkan kembali sangat mudah, hanya dengan mengembalikan tuas ke posisi ON.
Jenis ini lebih banyak digunakan di instalasi listrik rumah. Hanya saja komponen ini punya
kelemahan, yaitu bila secara mekanis ada masalah maka MCB ini tidak akan bekerja. Karena
itulah perlu memilih MCB dengan kualitas baik dan jangan asal beli yang murah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, mulai dari bagian Pengaman listrik inilah menjadi
tanggung jawab pelanggan. Bagian ini sangat customized, sesuai dengan permintaan
pelanggan dan dipasang oleh instalatir listrik bersamaan dengan bagian instalasi listrik lainnya.
Bila terjadi masalah pada bagian ini, pelanggan bisa menghubungi instalatir listrik tersebut atau
petugas PLN pun masih bisa membantu bila kondisi darurat seperti malam hari.
Dalam beberapa proyek pemasangan instalasi listrik rumah, instalatir listrik kadangkala
membuat terminal kabel pentanahan atau arde tersambung dalam box pengaman ini. Sehingga
kabel pentanahan dari bargainser PLN akan dihubungkan di terminal ini.
Lantas apakah yang sebenarnya pokok permasalahan dari sering anjlognya MCB. Mungking
terlalu banyak beban dan kadang-kadang seorang teknik listrik tidak memperhatikan ukuran
MCB itu sendiri. MCB mempunyai ukuran dan tegangan ujung dalam hal ini ukuran MCB
mempunyai satuan Ampare.anda bisa mengukur tegangan MCB dengan bantuan alat TANK
ukur atau AVO meter.cukup ini saja yang bisa aku sampaikan pada topikku kali ini semoga bisa
memperjelas manfaat MCB itu sendiri.








13 Votes


MCB
Singkatan MCB adalah Mini Circuit Breaker yang memiliki fungsi sebagai alat pengaman arus
lebih. MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih
karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk
pemutusan hubungan yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan
electromagnet.
Bila bimetal ataupun electromagnet bekerja, maka ini akan memutus hubungan kontak yang
terletak pada pemadam busur dan membuka saklar. MCB untuk rumah seperti pada pengaman
lebur diutamakan untuk proteksi hubungan pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutamakan
untuk mengamankan instalasi atau konduktornya. Sedang MCB pada APP diutamakan sebagai
pembawa arus dengan karakteristik CL (current limiter) disamping itu juga sebagai gawai
pengaman arus hubung pendek yang bekerja seketika.
Arus nominal yang digunakan pada APP dengan mengenal tegangan 230/400V ialah:
1.2.4.6.10.16.20.25.35 dan 50 A disesuaikan dengan tingkat VA konsumen. Adapun kemampuan
membuka (breaking capacity) bila terjadi hubung singkat 3 KA dan 6 KA (SPLN 108-1993).
MCB yang khusus digunakan oleh PLN mempunyai tombol biru. MCB pada saat sekarang
paling banyak digunakan untuk instalasi rumah ataupun instalasi industri maupun instalasi
gedung bertingkat.
MCCB
Singkatan MCCB adalah Moulded Case Circuit Breaker. Fungsi MCCB adalah sebagai pemutus
sirkit pada tegangan menengah.
Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah :
- Karakteristik dari sistem di mana circuit breaker tersebut dipasang.
- Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
- Aturan-aturan dan standar proteksi yang berlaku.
Karakteristik sistem
1. Sistem tegangan
Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan
tegangan sistem.
2. Frekuensi sistem
Frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker
Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
3. Arus pengenal
Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang
dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel.
4. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat
prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut
dipasang.
5. Jumlah pole dari circuit breaker
6. Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.
Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya
Tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih
circuit breaker harus diperhatikan :
1. Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan
tertentu.

PENJELASAN DARI ISI DAN FUNGSI MCB DI INSTLASI RUMAH
25 Juni 2012 Tinggalkan Komentar

Nah, pernahkah kita tahu apa isi dari MCB yang terpasang dirumah dan fungsi kerjanya? Berikut
ini penjelasannya dari nomor-nomor dalam gambar:
1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch On-Off dari MCB. Juga
menunjukkan status dari MCB, apakah ON atau OFF.
2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara presisi arus trip dari
MCB setelah pabrikasi (MCB yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini, karena tujuannya
bukan untuk umum)
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung
singkat arus listrik.
8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran kembali
arus listrik. Cara kerja proteksi dari MCB :- Thermal trip: Pemutusan berdasarkan panas
dilakukan oleh batang bimetal, yaitu : perpaduan dua buah logam yang berbeda koefisien muai
logamnya. Jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka bimetal akan melengkung akibat
panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut untuk melepas kunci mekanisnya. Hal ini
menyebabkan MCB trip.- Magnetic trip: Pemutusan berdasarkan ektromagnetik dilakukan oleh
koil, jika terjadi hubung singkat maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat
medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Untuk
menghindari dari efek lebur, maka panas yang tinggi dapat terjadi bunga api yang pada saat
pemutusan akan diredam oleh pemadam busur api (arc-shute) dan bunga api yang timbul akan
masuk melalui bilah-bilah arc-shute tersebut
Jadi MCB didesain hanya untuk melindungi instalasi rumah dari beban lebih dan beban
sangat tinggi ( overload & short circuit ) dan sama sekali tidak melindungi instalasi dari
kebocoran arus apakah dari instalasi yang rusak atau memang ada kejadian manusia yang
sedang tersengat listrik. Pastikan memasang ELCB (breaker untuk melindungi arus
bocor) sebagai kesempurnaan instalasi rumah anda.


CB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik
19 Mar

Pengaman tipe MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah yang
mempunyai peran sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi dalam
instalasi listrik bila terjadi beban lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit atau
korsleting). Kegagalan fungsi dari MCB ini berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan seperti timbulnya percikan api karena hubung singkat yang akhirnya bisa
menimbulkan kebakaran.
Dalam artikel kami sebelumnya, Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah ada dijelaskan
secara singkat fungsi MCB ini dan lokasi dimana MCB ini terpasang.
Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWh meter listrik PLN dan juga di MCB Box.
Jadi sebenarnya kita kenal baik dengan komponen ini, setidaknya tahulah bentuk dan dimana
lokasinya. Tentunya karena setiap terjadi listrik di rumah anjlok disebabkan kelebihan
pemakaian daya listrik atau korsleting, maka yang pasti dicari untuk menyalakan listrik PLN
adalah MCB yang ada di kWh meter atau MCB Box.
Artikel ini akan membahas mengenai MCB ini secara lebih dalam dan lengkap. Sedikit teori dan
beberapa istilah teknis kami munculkan sebagai pendukung penjelasan, dan semoga masih bisa
dimengerti dengan mudah.

Fungsi MCB

Simbol MCB & Toggle Switch
Bila kita perhatikan secara lebih detail, pada bagian depan MCB akan ada gambar simbol seperti
gambar disamping ini. Simbol tersebut merupakan simbol yang umum dipakai dalam gambar
listrik sebagai legenda yang menjelaskan fungsi dari peralatan listrik tersebut.
Sedangkan angka 1 dan 2 menunjukkan nomor terminal pada MCB sebagai tempat koneksi kabel
listrik. Pada angka 1 atau bagian atas umumnya disambungkan dengan kabel incoming dan pada
angka 2 atau bagian bawah disambungkan dengan kabel outgoing.
Gambar disebelah kanan merupakan MCB dengan toggle switch berwarna biru. Simbol I putih
menunjukkan bahwa MCB dalam posisi ON dan simbol O menunjukkan posisi OFF.

Dari simbol tersebut, terlihat MCB mempunyai tiga macam fungsi yaitu :
Pemutus Arus (simbol x dengan garis miring ke kiri) .
MCB ini mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke arah beban. Dan fasilitas pemutus
arus ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun otomatis.
Cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang ada didepan MCB (biasanya berwarna
biru atau hitam) dari posisi ON ke posisi OFF dan bagian mekanis dalam MCB akan
memutus arus listrik. Hal ini dilakukan bila kita ingin mematikan sumber listrik di rumah karena
adanya keperluan perbaikan instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakai adalah MCB
Switch Off.
Sedangkan MCB akan otomatis OFF bila dideteksi terjadi arus lebih, disebabkan karena beban
pemakaian listrik yang lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagian didalam MCB
dan memerintahkan MCB untuk OFF agar aliran listrik terputus. Istilah yang biasa dipakai
adalah MCB Trip.
Bagian-bagian di dalam MCB tersebut akan dijelaskan pada poin 2 dan 3 berikut.

Proteksi Beban Lebih (overload) (simbol seperti kotak dengan sisi terbuka di kiri)
Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi rating-nya. Misalnya,
suatu MCB mempunyai rating arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui
MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yang cukup lama sejak
MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut.
Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah sebuah strip bimetal. Arus listrik yang
melewati bimetal ini akan membuat bagian ini menjadi panas dan memuai atau mungkin
melengkung. Semakin besar arus listrik maka bimetal akan semakin panas dan memuai dimana
pada akhirnya akan memerintahkan switch mekanis MCB memutus arus listrik dan toggle switch
akan pindah ke posisi OFF.
Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar tentu
akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat arus listriknya
sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali normal. MCB bisa kembali mengalirkan
arus listrik dengan mengembalikan ke posisi ON.

Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit) (simbol lengkungan)
Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus listrik.
Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalam
sistem instalasi listrik rumah.
Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknya
seperti coil/lilitan), dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarik
magnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karena
bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik. Bayangkan bila bagian ini gagal bekerja.
Bagian bimetal strip sebenarnya juga merasakan arus hubung singkat ini, hanya saja reaksinya
lambat sehingga kalah cepat dari solenoid ini.

Bila MCB trip karena overload seperti pada poin 2, maka kita cukup mengurangi pemakaian
listrik dengan memutuskan sebagian beban peralatan listrik. Setelah itu MCB bisa kita ON kan
kembali. Tetapi perlu kita beri waktu sekitar 1 atau 2 menit untuk bimetal kembali normal lebih
dahulu.
Sedangkan bila MCB trip karena korsleting, maka jangan langsung ON kan MCB, tetapi
pastikan dulu bagian dari instalasi listrik rumah yang bermasalah sudah dilepaskan dari sistem
kelistrikan. Biasanya pada peralatan listrik atau bagian listrik tersebut ada tanda-tanda seperti
percikan bunga api listrik, bau gosong atau bunyi letupan saat terjadi hubung singkat. Jadi
bedanya MCB trip karena overload atau hubung singkat bisa dilihat secara mudahnya dari sini.
Okekalau anda bingung membayangkan bagian-bagian dalam MCB tersebut seperti apa, yuk
kita lihat-lihat bagian MCB tersebut pada bagian berikut.

Bagian-bagian MCB

Gambar Bagian-bagian MCB
Dari situs Wikipedia, kita dapatkan gambar yang menjelaskan bagian-bagian dalam MCB ini.
Gambar ini bersifat umum dan belum tentu sama persis dengan MCB yang umum dipakai di
PLN atau perumahan. Jadi hanya kita ambil sebagai contoh saja.
Bagian dalam MCB sebenarnya lebih dominan bersifat mekanis dengan fungsi switch mekanis
dan kontak penghubung/pemutus arus listrik.
Penjelasannya dari nomor-nomor dalam gambar adalah sebagai berikut :
1. Actuator Lever atau toggle switch, digunakan sebagai Switch On-Off dari MCB. Juga
menunjukkan status dari MCB, apakah ON atau OFF.
2. Switch mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara presisi arus trip dari
MCB setelah pabrikasi (MCB yang dijual dipasaran tidak memiliki fasilitas ini, karena tujuannya
bukan untuk umum)
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung
singkat arus listrik.
8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran kembali
arus listrik.

Jika anda mengalami masalah dengan fungsi MCB, cukup beresiko jika kita perbaiki sendiri
dengan berbekal pengetahuan mengenai bagian-bagian dalamnya melalui gambar diatas. Karena
ini berhubungan dengan fungsi proteksi arus listrik yang sangat penting. Jadi sebaiknya sih ganti
MCB-nya dengan yang baru.
Cukup bermanfaat memang melihat-lihat bagian-bagian dalam MCB ini. Nice to know saja.

Oke dech kawan pembacasampai disini dulu bagian pertama dari artikel mengenai MCB ini.
Bagian selanjutnya dari MCB ini akan semakin menarik dan aplikatif. Dan semoga bagian
pertama ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

MCB sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)
19 Mar
Tulisan ini adalah bagian kedua mengenai Miniature Circuit Breaker atau lebih
dikenal dengan MCB. Artikel pertama bisa dilihat di MCB sebagaiProteksi dan
Pembatas Daya Listrik. Semoga bisa menambah wawasan para pembaca
sekalian.


Spesifikasi MCB

MCB nameplat dengan kode dan simbol
Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada
perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang
dijual secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang berbeda (dalam produk dari
produsen MCB yang sama, milik PLN memiliki warna toggle switch biru dan yang dijual untuk
umum berwarna hitam) dan kedua adalah tulisan Milik PLN pada MCB yang dipasang di kWh
meter. Walaupun ada juga produsen MCB lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru
untuk produk yang dijual di pasaran.
Sekarang, mari kita bahas kode dan simbol yang tertulis dalam nameplate MCB tersebut.
Simbol dengan angka 1 dan 2
Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan
detail bisa dilihat pada tulisan bagian pertama MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya
Listrik). Dari gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena
hanya ada 1 simbol saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles.
Yang umum dipakai di perumahan adalah tipe MCB 1 pole, yaitu hanya kabel phase saja yang
diproteksi.

NC45a
Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain
model number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi
untuk keperluan perumahan secara umum.


C16
Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe C, dengan proteksi magnetic trip sebesar
5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka 16 adalah rating arus dari
MCB sebesar 16A. Rating arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat
pembelian MCB. Penjelasan selanjutnya mengenai rating arus ada di bagian berikutnya.

230/400V
Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan
listrik PLN 220V.

4500 dan 3
4500 menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik
sampai arus maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana
diatas angka ini MCB akan berpotensi rusak. Dan angka 3 adalah I
2
t classification, yaitu
karakteristik energi maksimum dari arus listrik yang dapat melalui MCB.

12002
Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.

LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898
Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah
Kelistrikan). Sedangkan tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu
kepada standard-standard teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional.

I-ON pada toggle switch
Menandakan bahwa MCB pada posisi ON. Untuk posisi OFF maka simbolnya adalah O-
OFF.

SNI
MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).

Bagi anda yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing
untuk mengerti nameplate MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak
dibeli adalah kode rating arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode
C16, yaitu rating arus MCB sebesar 16A dengan tripping curve tipe C. Kode lain yang perlu
diperhatikan adalah kode LMK serta SNI yang berarti produk ini sudah memenuhi standard
tersebut.

Rating MCB dan Daya listrik PLN
Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A dan
tripping curve type C. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang bermacam-
macam sesuai kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating arus MCB yaitu
berapa ampere dan tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.
Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan
besarnya langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar
langganan listrik perumahan sesuai rating arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam
negeri.
Tabelnya seperti ini:
Rating Arus Miniature
Circuit Breaker
Daya Listrik PLN
2A 450VA
4A 900VA
6A 1300VA
10A 2200VA
16A 3300VA
Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).
Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA
maka MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A.
Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.


Macam-macam MCB dengan berbagai rating

Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6).
MCB paling kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N dan
tripping curve tipe CL (hampir sama dengan tripping curve tipe C). Bisa dilihat warna
toggle switch biru dan tulisan MILIK PLN.

Tambah daya listrik PLN
Setelah mengetahui fungsi, kode-kode MCB dan hubungannya dengan daya listrik PLN, maka
menjadi jelas bahwa dalam hal menambah daya listrik PLN, petugas PLN cukup mengganti
MCB yang dipasang di kWh meter dengan rating arus yang sesuai. Tentunya setelah proses
administrasinya diselesaikan. Misalnya menambah daya listrik dari langganan 1300VA ke
2200VA, maka MCB-nya diganti dari 6A ke 10A.
Hanya saja ada faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan tambah daya listrik PLN, yaitu
faktor kapasitas dari instalasi listrik rumah itu sendiri. Jika anda melakukan tambah daya dari
1300VA ke 2200VA maka akan ada penambahan daya listrik lebih dari 150% kapasitas.
Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian adalah ukuran kabel jalur utama yang terpasang
pada instalasi listrik rumah, apakah mampu menghantarkan arus sebesar 10A dari sebelumnya
6A.
Salah satu cara mudahnya adalah pastikan ukuran kabel eksisting untuk jalur utama paling tidak
berukuran minimal 2.5mm (memiliki kuat hantar arus minimum 19A keatas). Tapi bila tambah
daya hingga mencapai 3300VA atau MCB rating arus 16A, maka ukuran kabel harus dinaikkan.
Efek pada kabel yang dilalui arus listrik mendekati kapasitas nominalnya adalah kabel menjadi
panas, dan bila kualitas kabel kurang baik atau sudah berumur, maka bisa terjadi kerusakan
isolasi kabel dan berakibat terjadi kebocoran arus listrik.
Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya
berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena
kebutuhan akan listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya
ternyata tidak diikuti peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini
perlu dipastikan kondisi kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.

Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.
Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan
harga yang bervariasi sesuai rating dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB
yang berkualitas baik?
Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel SNI.
Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang
dipalsukan yang juga diberi label SNI. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu
caranya adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari
produsen yang tidak terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos
produksinya dan apa material yang dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai
tidak sesuai standard atau berkualitas jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai
rating-nya.
Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu
MCB tidak trip atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan
merusak isolasi kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran.
Karena itu belilah MCB yang berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai
proteksi dari system instalasi listrik rumah.
Semoga artikel mengenai MCB yang dibagi dalam dua tulisan ini cukup bermanfaat bagi
pembaca dan mohon maaf bila alur pembahasannya banyak berhubungan dengan hal-hal teknis.
Kita berusaha membuatnya mudah dimengerti. Silahkan bila ada yang ingin menambahkan,
koreksi ataupun sharing mengenai penggunaan MCB ini

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

Cara Kerja Kontrol Level Tangki Air
19 Mar

Macam-macam Toren atau Tandon Air
Tangki penampungan air atau sering disebut toren atau tandon sangat umum dipakai di
perumahan. Fungsinya cukup vital sebagai cadangan air yang siap digunakan untuk kebutuhan
rumah tangga sehari-hari, terutama bila terjadi masalah dengan suplai dari pompa air atau karena
pemadaman listrik. Keuntungan lainnya adalah juga dalam sisi penghematan listrik karena
pompa air tidak sering start-stop dalam interval singkat saat berlangsung pemakaian air (lihat
artikel Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam interval yang singkat? ).
Umumnya toren air dikontrol secara otomatis oleh suatu mekanisme pengaturan yang akan
mengisi air bila volume air tinggal sedikit dan menghentikannya bila sudah penuh. Cukup
merepotkan bila kontrol pengisian air dilakukan manual oleh penghuni rumah. Karena selain
harus menunggu sekian lama sampai air mulai naik hingga keluar di keran air, juga air yang
sudah penuh berpotensi terbuang disebabkan penghuni rumah lupa untuk mematikan pompa air.
Cara kerja mekanisme pengaturan level air ini cukup sederhana dan semoga bisa dipahami
dengan mudah. Mari kita kupas mengenai sistem kontrol level otomatis ini dan mudah-mudahan
bisa bermanfaat terutama saat ada masalah dengan alat ini.

Model Pengaturan Level Air
Ada dua model kontrol level yang banyak digunakan. Yang pertama adalah menggunakan ball-
floater dan yang kedua menggunakan level switch.

Kontrol Level Model Ball-Floater
Model ball-floater berbentuk bola pelampung yang mengatur buka-tutup air sesuai dengan level
air dalam toren. Sistem ini murni mekanis. Saat level air dalam toren turun mencapai level low
dari ball-floater, maka alat ini secara mekanis akan membuka aliran air untuk pengisian. Bila
level air sudah mencapai level high dari ball-floater, maka aliran air akan ditutup secara mekanis
juga. Jadi sistem kerjanya adalah keran yang bisa buka-tutup secara otomatis. Kelemahan model
ini adalah mudah bocor pada bagian keran tersebut, karena dia juga harus bisa menahan tekanan
air dalam pipa yang keluar dari mesin pompa air.
Model ball-floater tidak berhubungan langsung dengan mesin pompa air. Start-stop mesin
pompa air terjadi karena faktor tekanan air dalam pipa yang sudah cukup tinggi disebabkan
aliran air ditutup oleh keran ball-floater.

Tangki Air dengan Level Control Switch
Sedangkan model Level Switch menggunakan kontak relay yang bersifat elektrik, dan ada juga
yang menyebutnya liquid level relay. Nama yang lebih familiar di beberapa tempat untuk model
ini adalah Radar. Sebetulnya ini adalah nama merk. Jadi seperti kita menyebut Kodak untuk
kamera atau Odol untuk pasta gigi.
Hampir mirip dengan model ball-floater, hanya saja bola pelampungnya diganti dengan 2 buah
sinker (pemberat) yang dipasang menggantung dalam satu tali. Kemudian sistem
pengaturannya menggunakan kontak relay yang dihubungkan dengan mesin pompa air melalui
kabel listrik. Saat level air di toren rendah maka mesin air akan start dan kemudian stop bila
levelnya sudah tinggi, sesuai dengan setting posisi dari dua buah sinker tersebut. Sistem ini
relatif lebih handal dalam menghindari kebocoran seperti pada model ball-floater, karena mesin
pompa air bisa dimatikan secara langsung. Untuk lebih jelasnya mengenai model ini, silahkan
dilanjut.

Cara kerja Level Control Switch

Tangki Air dengan Level Control Switch
Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Saat air
mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low) maka dua pemberat (sinker) akan
menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik switch yang ada pada switch body di
bagian atas. Switch yang tertarik pemberat akan membuat kontak relay menjadi close dan arus
listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian start dan mengisi air ke
dalam toren hingga mencapai level high.
Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air
mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan kembali ke posisi awal
(dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open
dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air stop secara otomatis.
Batas level high dan level low dalam toren ini dapat di-setting sesuai keinginan, dengan
mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang talinya dan
kemudian dikencangkan kembali ikatannya.
Jika setting level low-nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih naik), maka volume
air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air diisikan kembali. Begitu pula jika
setting level high-nya dinaikkan (dengan menaikkan lagi posisi pemberat bagian atas), maka
volume air akan bisa mendekati maksimum kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat
setelah mesin air dimatikan.
Hanya perlu diperhatikan, bila jarak antara kedua pemberat sangat pendek (sehingga jarak level
low dan high berdekatan) maka akibatnya interval pengisian air akan lebih singkat sehingga
mesin pompa air akan semakin sering start-stop. Apalagi jika toren yang digunakan memiliki
kapasitas kecil, misalnya 250 liter. Ingat, start mesin pompa air akan menyerap daya listrik yang
cukup besar. (lihat artikel : Apa dampaknya bila mesin pompa air sering start stop dalam
interval yang singkat?). Karena itu setting pemberat ini lebih disesuaikan pada kebutuhan
dengan pertimbangan aspek volume cadangan air dalam toren dan penghematan daya listrik.


Bagian-bagian Level Control Switch


Bagian-bagian dari Level Control Switch

Gambar diatas diambil dari manual sheet Liquid Level Relay merk Radar (hanya sebagai
contoh saja). Sedangkan pada umumnya untuk merk lain juga mempunyai bagian-bagian yang
sama.
Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah sinker dan L shape bracket.
Sedangkan switch body dan water proof cover dipasang pada bagian luar. Perlu diperhatikan
pemasangan water proof cover ini harus benar-benar baik, karena letaknya yang ada dibagian
luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya dipasang diluar), sedangkan di dalamnya
terdapat terminal kabel listrik dari kontak relay.
Pada switch body, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal A1-A2 dan B1-
B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak relay yang mempunyai fungsi
berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal A1-A2, karena fungsi ini
yang sesuai dengan cara kerja level switch seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya. Selain itu
pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah konsumen dengan memberikan tanda dengan
hanya memasang 2 buah baut saja pada terminal A1-A2.
Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :

Dua Macam Kontak Relay Level Control Switch

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level switch kearah
bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay B1-B2 akan terputus.
Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan start.
Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan level switch
akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak relay A1-A2 akan
terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik akan
terputus dan mesin pompa air akan mati.
Ini sifatnya nice to know saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan Normally Open
(NO) dan kontak B1-B2 dinamakan Normally Close (NC). Kalau mau lebih jelas bisa bertanya
kepada bro Teknisi Instrument yang memang pakarnya mengenai kontak NO dan NC ini.
Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi anda semua dan silahkan beri masukan atau koreksi
bila ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel ini.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay
19 Mar
Artikel sebelumnya yaitu mengenai Cara Kerja Kontrol Level Tangki Penampung Air
membahas mengenai prinsip dasar dan cara kerja alat tersebut. Aspek yang belum dijelaskan
adalah mengenai koneksi dari rangkaian listriknya, yang menghubungkan antara sumber listrik,
level switch relay dan mesin pompa air. Baiklah kalo begitu, mari bro & siskita langsung ke
TKP..

Cara Kerja Level Switch Relay & Kontak Relay
Sebagai pendahuluan, kita ulas lagi mengenai cara kerja level switch dan kontak relay-nya, yang
telah dibahas pada artikel sebelumnya.


Tangki Air dengan Level Control Switch

Saat air mencapai level low maka dua pemberat (sinker) akan menggantung. Saat level air
mencapai setengah dari pemberat yang bawah, total berat keduanya akan mampu menarik switch
yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat secara mekanis akan
membuat kontak relay menjadi close dan arus listrik akan mengalir melalui kabel dari sumber
listrik (biasanya berasal dari colokan listrik rumah) ke mesin pompa air untuk mulai start dan
mengisi air ke dalam toren hingga mencapai level high.
Saat air mencapai level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang dan saat level air
mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan kembali ke posisi awal
(dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga kontak relay akan menjadi open
dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air mati secara otomatis.
Pihak pembuat level switch ini menyediakan 2 macam kontak relay yang bisa digunakan sesuai
kebutuhan. Bisa dilihat pada bagian dalam level switch ada 2 pasang terminal yaitu A1-A2 dan
B1-B2. Dua pasang terminal ini mempunyai fungsi berkebalikan.
Untuk keperluan yang umum seperti di perumahan, gunakan terminal A1-A2. Agar lebih mudah
dikenali, pihak pabrik pembuat biasanya memasang 2 buah baut pada terminal A1-A2.
Fungsi dari masing-masing terminal ini adalah sebagai berikut :


Dua Macam Kontak Relay Level Control Switch

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level switch kearah
bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay B1-B2 akan terputus.
Karena rangkaian listriknya disambungkan dengan terminal A1-A2, maka listrik akan mengalir
dan mesin pompa air akan start.
Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang dan level switch
akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya kontak relay A1-A2 akan
terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung. Sehingga aliran listrik yang
tersambung di terminal A1-A2 akan terputus dan mesin pompa air akan mati.

Model koneksi rangkaian Level Switch Relay


Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch Relay

Rangkaian koneksi yang paling umum digunakan dalam perumahan adalah seperti gambar
diatas. Agar dapat berfungsi sebagai switch yang menyalakan dan mematikan mesin pompa air,
maka level switch relay dihubungkan dengan memotong jalur phase dari sumber listrik (biasanya
menggunakan stop kontak) yang menuju ke mesin pompa air. Detailnya bisa lihat gambar diatas.
Kecuali colokan listrik dilepas alias tidak ada suplai listrik, maka mesin pompa air akan ON
dan OFF secara otomatis dengan kontrol dari level switch relay.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan rangkaian listriknya :
Gunakan ukuran kabel yang sama pada seluruh rangkaian, mulai dari sumber listrik (stop
kontak), level switch di toren sampai ke mesin pompa air. Minimal gunakan kabel berukuran
1.5mm2 yang mempunyai Kuat Hantar Arus (KHA) diatas 16A (dikurangi faktor derating kabel
yang kira-kira 0.7 maka KHA menjadi 11.2A). Sebagai contoh, mesin pompa air 250W akan
mempunyai arus listrik sebesar 250W/220V = 1.14A.
Usahakan titik sumber listriknya (atau stop kontak) berada sedekat mungkin dengan posisi level
switch pada toren dan juga mesin pompa air. Ini akan berhubungan dengan panjang kabel yang
digunakan, seperti yang telah dijelaskan diatas.
Pastikan koneksi kabel pada titik-titik sambungan tidak kendur atau gampang lepas. Bila tidak
yakin dengan sambungan yang dipuntir sendiri, bisa menggunakan terminal block atau bisa juga
menggunakan lasdop. Terminal Block yang materialnya dari plastik banyak dijual di toko listrik,
biasanya 1 batang terdiri dari 10 titik sambungan. Terminal block bisa dipotong sesuai
keperluan. Sedangkan untuk lasdop tersedia sesuai dengan ukuran kabel. Cara pemakaian
lasdop cukup mudah, tinggal masukkan kabel yang akan disambung dan puntir didalam lasdop.
Dan apapun cara penyambungannya, sebaiknya ditambahkan isolasi listrik pada sambungan
tersebut untuk mencegah kesetrum atau kemasukkan air.


Contoh Terminal Block (kiri) dan Lasdop (kanan)

Pastikan juga koneksi kabel pada baut di titik terminal relay level switch cukup baik
pemasangannya. Koneksi yang kendor akan mengakibatkan panas yang berlebihan dan akhirnya
meleleh.
Pemasangan cover water proof harus cukup rapat untuk mencegah air masuk ke dalam terminal
relay. Bila perlu tambahkan dengan cover plastic yang menutupi seluruh level switch.
Kontak relay pada level switch biasanya punya kapasitas maksimum arus listrik sebesar 7.5A
pada tegangan listrik 220V. Sedangkan pada umumnya, mesin pompa air jenis jet pump
menyerap daya listrik antara 250W 400W, atau antara 1.14A 1.82A. Jadi masih tergolong
aman untuk mengalir melewati relay level switch.
Oke Bro & sis..sampai disini dulu artikel dari instalasilistrikrumah.com ini dan semoga
bermanfaat. Silahkan jika ada tambahan atau koreksi dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus
19 Mar
Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu
komponen vital yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari sumber
listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah dijelaskan dalam
artikel Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2), kabel ini seperti
pembuluh darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah
ada yang bermasalah tentu tubuh tidak akan bekerja dengan baik. Kabel
listrik pun demikian, bila ada saluran yang bermasalah maka akan berpotensi
mengganggu sistem instalasi listrik rumah anda. Artikel kali ini akan
menjelaskan lebih dalam mengenai kabel listrik dan hubungannya dengan
kapasitas hantarannya.

Pengertian penghantar, kabel dan kawat penghantar
Sebagai pendahuluan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan arti antara ketiga
istilah diatas. Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang
bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Penghantar
dapat berupa kabel ataupun berupa kawat penghantar.
Kabel ialah penghantar logam yang dilindungi dengan isolasi. Bila jumlah penghantar logam tadi
lebih dari satu maka keseluruhan kabel yang berisolasi tadi dilengkapi lagi dengan selubung
pelindung. Contohnya kabel listrik yang dipakai di rumah. Bila kabel tersebut dikupas maka
akan kelihatan sebuah selubung (biasanya berwarna putih) yang membungkus beberapa inti
kabel yang terisolasi (2 atau 3 inti) dimana masing-masing inti memiliki warna isolasi yang
berbeda.
Sedangkan kawat penghantar ialah penghantar yang juga logam tetapi tidak diberi isolasi.
Contohnya ialah kawat grounding pada instalasi penangkal petir atau kawat penghantar pada
sistem transmisi listrik tegangan menengah dan tinggi milik PLN .

Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan nomenklatur-nya
Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang paling umum
digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.
Istilah NYA, NYM dan NYY ini merupakan tata nama atau nomenklatur pada kabel. PUIL 2000
(Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam lampiran C menjelaskan mengenai tata
nama (nomenklatur) kabel ini. Dari lampiran tersebut, kabel NYA, NYM dan NYY berarti kabel
standar berpenghantar tembaga (huruf N) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil
Chlorid) (huruf Y).

Kabel NYA

Kabel tipe NYA yang terpasang di instalasi listrik rumah
Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya ada beberapa
macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk ditanam
dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus
atau gencetan. Dalam pemasangannya, kabel jenis ini harus dimasukkan dalam suatu konduit
kabel.
Berbicara mengenai konduit, pengertiannya adalah suatu selubung pelindung, ada yang berupa
pipa besi, tetapi yang paling umum digunakan adalah pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa
PVC untuk air). Konduit ini selain bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar juga untuk
memudahkan dalam hal pekerjaan penggantian atau penambahan kabel, karena hanya tinggal
ditarik atau didorong saja. Bandingkan bila kabel tersebut ditanam dalam tembok tanpa konduit,
tentu akan butuh pekerjaan tambahan berupa pembongkaran tembok.
Karena itu, sesuai tujuannya penggunaan konduit sebenarnya tidak terbatas pada jenis kabel
NYA saja, tetapi bisa dipakai untuk kabel NYM atau NYY.



Kabel NYM

Kabel tipe NYM yang terpasang di peralatan listrik rumah
Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara mengenalinya bisa
dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet di dalamnya dan berinti kawat
tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan masing-masing inti mempunyai isolasi PVC
dengan warna berbeda. Jadi seperti beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan
isolasi putih dan selubung karet.
Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya
pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa konduit (kecuali dalam tembok sebaiknya
menggunakan konduit seperti yang dijelaskan sebelumnya). Kabel ini dirancang bukan untuk
penggunaan di bagian luar (outdoor). Tetapi penggunaan konduit sebagai pelindung bisa juga
dipertimbangkan bila ingin dipasang di luar ruangan. Harganya yang jelas lebih mahal dari tipe
kabel NYA.





Kabel NYY

Kabel tipe NYY yang terpasang di instalasi listrik rumah
Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat. Karena lebih
kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk outdoor, termasuk ditanam dalam
tanah. Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah sebaiknya menggunakan kabel jenis ini.
Harganya tentu lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.






Kuat Hantar Arus (KHA)
Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan dengan kapasitas
penghantaran arus listriknya. Dalam istilah PUIL, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan
dengan Kuat Hantar Arus (KHA).
Ukuran kabel dan KHA-nya sebaiknya kita pahami dengan baik untuk menentukan pemilihan
kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah kita. Besar kapasitas daya listrik dalam
suatu instalasi listrik rumah berhubungan dari berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam
hal ini adalah berapa besar rating MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel MCB
sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2) untuk detailnya). Besarnya KHA kabel harus
lebih besar dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip sebelum kabelnya terkena
masalah.
Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi
panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat menyebabkan rusaknya isolasi.
Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran arus listrik dan akibatnya bisa fatal seperti
kesetrum pada manusia atau bahkan mengakibatkan terjadinya kebakaran.
Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel dengan KHA-nya adalah mengenai peningkatan
kebutuhan daya listrik di masa depan. Bila dalam beberapa tahun ke depan ternyata ada
penambahan daya listrik langganan PLN, tentu lebih baik sedari awal dipersiapkan kabel dengan
ukuran yang sedikit lebih besar untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan daya listrik ini
sehingga menghindari pekerjaan penggantian kabel. Tetapi perlu diperhatikan juga bila umur
kabel ternyata sudah melewati 10 tahun. Pada kasus ini, pemeriksaan kondisi kabel dengan lebih
teliti sebaiknya dilakukan untuk memastikan kabel masih dalam kondisi baik.
PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan
maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY.



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

Dari tabel diatas, satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar
kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar
kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor
koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. Mengenai faktor koreksi
kabel ini akan kita bahas dalam artikel berikutnya (Lanjutkan disini).
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dalam memahami secara lebih mendalam mengenai
kabel listrik.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

Kabel Listrik dan Kuat Hantar Arus
19 Mar
Dalam sistem instalasi listrik rumah, kabel listrik adalah salah satu komponen vital yang berfungsi
sebagai penghantar arus listrik dari sumber listrik PLN menuju peralatan listrik. Seperti yang telah
dijelaskan dalam artikel Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2), kabel ini seperti pembuluh
darah dalam tubuh manusia, dimana bila saluran pembuluh darah ada yang bermasalah tentu tubuh
tidak akan bekerja dengan baik. Kabel listrik pun demikian, bila ada saluran yang bermasalah maka akan
berpotensi mengganggu sistem instalasi listrik rumah anda. Artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam
mengenai kabel listrik dan hubungannya dengan kapasitas hantarannya.

Pengertian penghantar, kabel dan kawat penghantar
Sebagai pendahuluan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan arti antara ketiga
istilah diatas. Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam ataupun non logam yang
bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Penghantar
dapat berupa kabel ataupun berupa kawat penghantar.
Kabel ialah penghantar logam yang dilindungi dengan isolasi. Bila jumlah penghantar logam tadi
lebih dari satu maka keseluruhan kabel yang berisolasi tadi dilengkapi lagi dengan selubung
pelindung. Contohnya kabel listrik yang dipakai di rumah. Bila kabel tersebut dikupas maka
akan kelihatan sebuah selubung (biasanya berwarna putih) yang membungkus beberapa inti
kabel yang terisolasi (2 atau 3 inti) dimana masing-masing inti memiliki warna isolasi yang
berbeda.
Sedangkan kawat penghantar ialah penghantar yang juga logam tetapi tidak diberi isolasi.
Contohnya ialah kawat grounding pada instalasi penangkal petir atau kawat penghantar pada
sistem transmisi listrik tegangan menengah dan tinggi milik PLN .

Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan nomenklatur-nya
Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang paling umum
digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.
Istilah NYA, NYM dan NYY ini merupakan tata nama atau nomenklatur pada kabel. PUIL 2000
(Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam lampiran C menjelaskan mengenai tata
nama (nomenklatur) kabel ini. Dari lampiran tersebut, kabel NYA, NYM dan NYY berarti kabel
standar berpenghantar tembaga (huruf N) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil
Chlorid) (huruf Y).

Kabel NYA

Kabel tipe NYA yang terpasang di instalasi listrik rumah
Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat tunggal. Warna isolasinya ada beberapa
macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam. Jenisnya adalah kabel udara (tidak untuk ditanam
dalam tanah). Karena isolasinya hanya satu lapis, maka mudah luka karena gesekan, gigitan tikus
atau gencetan. Dalam pemasangannya, kabel jenis ini harus dimasukkan dalam suatu konduit
kabel.
Berbicara mengenai konduit, pengertiannya adalah suatu selubung pelindung, ada yang berupa
pipa besi, tetapi yang paling umum digunakan adalah pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa
PVC untuk air). Konduit ini selain bertujuan melindungi kabel dari gangguan luar juga untuk
memudahkan dalam hal pekerjaan penggantian atau penambahan kabel, karena hanya tinggal
ditarik atau didorong saja. Bandingkan bila kabel tersebut ditanam dalam tembok tanpa konduit,
tentu akan butuh pekerjaan tambahan berupa pembongkaran tembok.
Karena itu, sesuai tujuannya penggunaan konduit sebenarnya tidak terbatas pada jenis kabel
NYA saja, tetapi bisa dipakai untuk kabel NYM atau NYY.



Kabel NYM

Kabel tipe NYM yang terpasang di peralatan listrik rumah
Kabel jenis ini mempunyai isolasi luar jenis PVC berwarna putih (cara mengenalinya bisa
dengan melihat warna yang khas putih ini) dengan selubung karet di dalamnya dan berinti kawat
tunggal yang jumlahnya antara 2 sampai 4 inti dan masing-masing inti mempunyai isolasi PVC
dengan warna berbeda. Jadi seperti beberapa kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan
isolasi putih dan selubung karet.
Kabel ini relative lebih kuat karena adanya isolasi PVC dan selubung karet. Pemasangannya
pada instalasi listrik dalam rumah bisa tanpa konduit (kecuali dalam tembok sebaiknya
menggunakan konduit seperti yang dijelaskan sebelumnya). Kabel ini dirancang bukan untuk
penggunaan di bagian luar (outdoor). Tetapi penggunaan konduit sebagai pelindung bisa juga
dipertimbangkan bila ingin dipasang di luar ruangan. Harganya yang jelas lebih mahal dari tipe
kabel NYA.





Kabel NYY

Kabel tipe NYY yang terpasang di instalasi listrik rumah
Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat. Karena lebih
kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk outdoor, termasuk ditanam dalam
tanah. Kabel untuk lampu taman dan di luar rumah sebaiknya menggunakan kabel jenis ini.
Harganya tentu lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.






Kuat Hantar Arus (KHA)
Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan dengan kapasitas
penghantaran arus listriknya. Dalam istilah PUIL, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan
dengan Kuat Hantar Arus (KHA).
Ukuran kabel dan KHA-nya sebaiknya kita pahami dengan baik untuk menentukan pemilihan
kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah kita. Besar kapasitas daya listrik dalam
suatu instalasi listrik rumah berhubungan dari berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam
hal ini adalah berapa besar rating MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel MCB
sebagai Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2) untuk detailnya). Besarnya KHA kabel harus
lebih besar dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip sebelum kabelnya terkena
masalah.
Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi
panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat menyebabkan rusaknya isolasi.
Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran arus listrik dan akibatnya bisa fatal seperti
kesetrum pada manusia atau bahkan mengakibatkan terjadinya kebakaran.
Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel dengan KHA-nya adalah mengenai peningkatan
kebutuhan daya listrik di masa depan. Bila dalam beberapa tahun ke depan ternyata ada
penambahan daya listrik langganan PLN, tentu lebih baik sedari awal dipersiapkan kabel dengan
ukuran yang sedikit lebih besar untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan daya listrik ini
sehingga menghindari pekerjaan penggantian kabel. Tetapi perlu diperhatikan juga bila umur
kabel ternyata sudah melewati 10 tahun. Pada kasus ini, pemeriksaan kondisi kabel dengan lebih
teliti sebaiknya dilakukan untuk memastikan kabel masih dalam kondisi baik.
PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan
maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY.



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

Dari tabel diatas, satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar
kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar
kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor
koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. Mengenai faktor koreksi
kabel ini akan kita bahas dalam artikel berikutnya (Lanjutkan disini).
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dalam memahami secara lebih mendalam mengenai
kabel listrik.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized

Faktor Koreksi Kuat Hantar Arus dan Warna Kabel
19 Mar
Sebelum melanjutkan artikel mengenai Kuat Hantar Arus (KHA) pada kabel
listrik seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya (Kabel Listrik dan
Kuat Hantar Arus), ternyata penulis menyadari ada beberapa informasi yang
belum dijelaskan dalam artikel tersebut. Dipikir-pikir, daripada merevisi
tulisan sebelumnya, yang mungkin saja juga luput dibaca kembali, ada
baiknya menambahkan saja di artikel ini.

Yang pertama adalah mengenai pengertian ukuran kabel. PUIL tahun 2000 mengatur satuan
ukuran nominal kabel dalam mm2, seperti 1.5 mm2, 2,5mm2 dan seterusnya. Kemudian,
pengertian ukuran nominal adalah luas penampang dari penghantar inti kabel. Untuk kabel jenis
NYM atau NYY yang mempunyai 2 inti atau lebih, ukuran 2.5 mm2 menyatakan ukuran masing-
masing inti kabel.
Berikutnya adalah tegangan pengenal pada kabel. Mengacu pada PUIL, kabel tegangan rendah
mempunyai tegangan pengenal sebagai berikut : 230/400 (300) V, 300/500 (400) V, 400/690
(600) V, 450/750 (490) V, 0.6/1kV (1.2kV). Nilai tegangan dalam kurung adalah nilai tegangan
tertinggi untuk perlengkapan listrik yang diperbolehkan jika menggunakan kabel tersebut. Listrik
PLN untuk perumahan mempunyai tegangan 220V, jadi cukup menggunakan kabel dengan
tegangan pengenal minimal 230/400 V.
Kalau masih ada informasi lain yang terlewat, mohon koreksinya dari pembaca.
Kita kembali pada nilai Kuat Hantar Arus (KHA). KHA mempunyai nilai aktual 100% bila kabel
tersebut dipasang pada temperatur kelilingnya maksimal 30 Cdeg. Lebih dari itu akan terjadi
penurunan nilai aktual KHA-nya. PUIL menamakannya sebagai Faktor Koreksi.
Faktor Koreksi dalam PUIL diatur dalam tabel 7.3.2 untuk kabel NYA dan NYM, tabel 7.3.15a
dan 7.3.18 untuk kabel NYY di dalam tanah dan udara.



Tabel Faktor Koreksi untuk Kabel NYA & NYM



Tabel Faktor Koreksi Kabel NYY untuk Pemasangan di dalam Tanah



Tabel Faktor Koreksi Kabel NYY untuk Pemasangan di Udara

Untuk Tabel 7.3.2 (Kabel NYA dan NYM), pilih kolom 3 (Bahan isolasi PVC).
Contoh kalkulasinya adalah : KHA pada tabel 7.3.1 x Faktor Koreksi.



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM



Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

Perhatikan bahwa faktor koreksi hanya dihitung untuk temperatur keliling maksimal 55Cdeg.
Bila lebih tinggi maka PUIL mensyaratkan harus menggunakan kabel instalasi tahan panas yang
khusus untuk dibuat untuk maksud itu.

Warna kabel menurut standard PUIL
Kabel listrik yang mempunyai banyak inti akan mempunyai warna isolasi inti yang berbeda-
beda. Hal ini sebetulnya berhubungan dengan faktor keselamatan karena bisa menghindarkan
tertukarnya sambungan kabel pada sistem instalasi. Karena itu, sebagai keseragaman,
penggunaan warna isolasi inti kabel mempunyai aturan tertentu.
Instalasi listrik yang baik akan selalu mengikuti aturan ini. Karena bila suatu saat diperlukan
pemeriksaan atau perbaikan sistem instalasi tersebut, maka seorang instalatir akan lebih mudah
menemukan pola sambungan kabel listriknya.
Kabel listrik yang digunakan pada sistem instalasi listrik rumah biasanya terdiri atas penghantar
phase, netral dan ground. PUIL mengatur penggunaan warna untuk penghantar netral adalah
biru, penghantar ground dengan warna hijau atau campuran kuning-hijau, dan penghantar phase
dikhususkan dengan warna hitam. Pengaturan selengkapnya dapat dilihat pada tabel PUIL
berikut,



Pengaturan Penggunaan Warna Isolasi Inti Kabel

Contoh aplikasi penggunaan warna kabel bisa dilihat pada gambar MCB Box berikut ini :
(Terminal Netral digabung di sebelah atas dan terminal grounding digabung di sebelah bawah)


Warna merah adalah terminal pentanahan di MCB Box

Bagaimana bila kabel yang hendak dipasang atau instalasi listrik rumah yang sudah terpasang
ternyata memiliki warna isolasi inti yang lain daripada ketentuan diatas. Alternatifnya bisa
beberapa cara :
Bila kabelnya sudah terpasang, periksa dan kenali penghantar mana yang menjadi phase, netral
dan ground. Pastikan warnanya dan buatlah catatan yang ditempel pada MCB Box atau
Panelnya. Tujuannya agar memudahkan saat melakukan pemeriksaan atau perbaikan.
Bilamana kabelnya baru akan dipasang (karena sudah terlanjur dibeli) dan misalkan saja
mempunyai isolasi inti yang berwarna hitam semuanya. Maka saat pemasangan, bisa
ditambahkan selubung kabel yang berwarna sesuai standard (hitam-biru-hijau) yang dipasang
pada ujung terminal kabel. Selubungnya bisa berupa plastik khusus selubung yang banyak dijual
(biasanya dikenal dengan nama cable shoe) atau menggunakan electrical isolation tape yang
berwarna senada. Jika tidak tersedia, maka buatlah tanda atau marking dengan sesuatu yang
mudah dikenali dan buat catatan yang ditempel, setidaknya pada MCB Box.
Demikian tulisan singkat mengenai kabel listrik ini, sebagai tambahan informasi dari tulisan
sebelumnya. Sebenarnya ada satu faktor lagi yang harus diperhatikan dan kemungkinan besar
cukup berpengaruh pada nilai aktual dari maksimum KHA kabel, yaitu faktor umur atau lifetime
dari kabel itu sendiri. Terutama menyangkut kekuatan isolasi dari penghantar inti kabel. Hanya
saja, terus terang penulis belum mendapatkan bahan yang memadai mengenai hal ini, terutama
mengenai nilai eksak dari faktor koreksi karena lifetime.
Pada dasarnya kabel listrik pasti memiliki lifetime, yang panjangnya tergantung kualitas kabel itu
sendiri, dimana kualitas juga selalu berhubungan dengan harga. Ada yang mengatakan jika
lifetime kabel listrik berkisar antara 10 15 tahun. Nah, dalam rentang waktu penggunaan kabel,
sampai melewati lifetime-nya, tentu nilai maksimum KHA akan menurun karena kekuatan isolasi
inti penghantar pada kabel juga menurun.
Isolasi penghantar pada kabel yang sudah berumur, kemungkinan secara fisik bisa mengeras dan
getas (tidak lentur lagi). Bila dalam kondisi ini kabel dibebani dengan arus listrik yang
mendekati maksimum KHA-nya (yang nilainya mengacu pada nilai maksimum KHA kabel saat
masih baru), maka potensi terjadinya kebocoran arus listrik pada kabel akan semakin besar.
Karena itu faktor kondisi dan kapasitas kabel listrik dari instalasi listrik rumah perlu diperhatikan
saat anda ingin melakukan penambahan daya listrik PLN. Jika ragu-ragu, bisa meminta bantuan
instalatir listrik yang kompeten untuk memastikan kondisi kabel ini.
Semoga penjelasannya bermanfaat bagi anda semua. Silahkan jika ada koreksi atau tambahan
guna memperkaya informasi dalam tulisan ini.

Tinggalkan Komentar
Posted by artidibalikkehidupan pada Maret 19, 2012 in Uncategorized



Tulisan Terkini
o Keuntungan Membuat blog 2
o Keuntungan Membuat blog
o Motor Induksi
o Load Break Switch (LBS)
o PLTN SOLUSI ATASI KRISIS ENERGY
Arsip
o April 2012
o Maret 2012
Kategori
o Uncategorized
Meta
o Daftar
o Masuk
o RSS Entri
o RSS Komentar
WordPress.com

Mini Circuit Breaker (MCB)
Gambar MCB 1 & 3 phase

Mcb adalah lat pengaman otomatis yang dipergunakan
untuk membatasi arus listrik. Alat pengaman ini
dapat juga berguna sebagai saklar. Dalam
penggunaannya, pengaman ini harus disesuaikan
dengan besar listrik yang terpasang. Hal ini adalah untuk menjaga agar listrik dapat berguna
sesuai
kebutuhan.
Arus nominal yang digunakan pada APP dengan mengenal
tegangan 230/400V ialah: 1.2.4.6.10.16.20.25.35 dan 50 A disesuaikan dengan tingkat VA
konsumen. Adapun kemampuan mebuka (breaking capacity) bila terjadi hubung singkat 3 KA
dan 6 KA (SPLN 108-1993). MCB yang khusus digunakan oleh PLN mempunyai tombol
biru.MCB pada saat sekarang paling banyak digunakan untuk instalasi rumah ataupun instalasi
industri maupun instalasi gedung bertingkat.
MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan
menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian
dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas
MCB menggunakan satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A,
20A, 25A, 32A dll. MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut
Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB
tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).
contoh
Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :
6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB :
1. Membatasi Penggunaan Listrik
2. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )
3. Mengamankan Instalasi Listrik
4. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk
mendeteksi kerusakan instalasi listrik
Cara menentukan penyebab MCB turun
cara menyentuh bagian putih dari MCB, apakah panas atau tidak.
1. Apabila tidak panas,
kemungkinan ada bagian instalasi yang korslet, biasanya bila instalasi yang korslet tersebut telah
di perbaiki, MCB langsung dapat dinyalakan. Jika sesudah beberapa menit MCB tersebut tetap
tidak bisa dinyalakan kembali, artinya MCB tersebut sudah rusak
1. Apabila panas
Itu menandakan MCB mengalami kelebihan beban dalam waktu yang cukup lama, tunggu
beberapa menit baru menyalakan MCB tersebut, biasanya apabila langsung di nyalakan, MCB
akan langsung turun kembali, hal ini disebabkan oleh BiMetal yang memuai dan membutuhkan
waktu untuk kembali ke bentuk semula. Bila sesudah beberapa menit, MCB tersebut tetap tidak
bisa dinyalakan, artinya MCB tersebut sudah rusak
MCB (MINIATUR CIRCUIT BREAKER)

Alat pengaman arus lebih adalah pemutus sirkit mini yang selanjutnya disebut MCB. MCB ini
memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih karena adanya
hubungan pendek. Dengan demikian prinsip dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan
yang disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika digunakan electromagnet.



Bila bimetal ataupun electromagnet bekerja, maka ini akan memutus hubungan kontak yang
terlertak pada pemadam busur dan membuka saklar.MCB untuk rumah seperti pada pengaman
lebur diutamakan untuk proteksi hubungan pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutamakan
untuk mengamankan instalasi atau konduktornya.Sedang MCB pada APP iutamakan sebagai
pembawa arus dengan karakteristik CL (current limiter) disamping itu juga sebagai gawai
pengaman arus hubung pendek yang bekerja seketika.

Arus nominal yang digunakan pada APP dengan mengenal tegangan 230/400V ialah:
1.2.4.6.10.16.20.25.35 dan 50 A disesuaikan dengan tingkat VA konsumen. Adapun kemampuan
mebuka (breaking capacity) bila terjadi hubung singkat 3 KA dan 6 KA (SPLN 108-1993). MCB
yang khusus digunakan oleh PLN mempunyai tombol biru.MCB pada saat sekarang paling
banyak digunakan untuk instalasi rumah ataupun instalasi industri maupun instalasi gedung
bertingkat.


Definisi, Jenis dan Cara Kerja MCB
Author: Aroel_TSM | Posted at: 09.19 | Filed Under: Dasar-Dasar Listrik, Instalasi Listrik, Kelistrikan PLN, System Proteksi Listrik


MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan suatu rangkaian apabila adaarus yamg
mengalir dalam rangkaian atau beban listrik yang melebihi kemampuan. Misalnyaadanya konsleting dan
lainnya. Pemutus tenaga ini ada yang untuk satu phase dan ada yanguntuk 3 phase. Untuk 3 phase
terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phase yang disusunmenjadi satu kesatuan. Pemutus tenaga
mempunyai 2 posisi, saat menghubungkan makaantara terminal masukan dan terminal keluaran MCB
akan kontak.

MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan
menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian dari
bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas MCB
menggunakan satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dll.
MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut
Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB tersebut
dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).

contoh
Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :
6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB :
1. Membatasi Penggunaan Listrik
2. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )
3. Mengamankan Instalasi Listrik
4. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi
kerusakan instalasi listrik
Jenis-Jenis MCB

Berdasarkan waktu pemutusannya, pengaman-pengaman otomatis dapat terbagi atas:

1. Otomat-L (Untuk Hantaran)
Pada Otomat jenis ini pengaman termisnya disesuaikan dengan meningkatnya suhuhantaran. Apabila
terjadi beban lebih dan suhu hantarannya melebihi suatu nilai tertentu,elemen dwi logamnya akan
memutuskan arusnya. Kalau terjadi hubung singkat, arusnyadiputuskan oleh pengaman
elekromagnetiknya. Untuk arus bolak-balik yang sama dengan 4In-6 In dan arus searah yang sama
dengan 8 In pemutusan arusnya berlangsug dalam waktu0.2 detik.

2. Otomat-H (Untuk Instalasi Rumah)
Secara termis jenis ini sama dengan Otomat-L. Tetapi pengaman elektromagnetiknyamemutuskan dalam
waktu 0,2 sekon, jika arusnya sama dengan 2,5 In3 In untuk arus bolak- balik atau sama dengan 4 In
untuk arus searah. Jenis Otomat ini digunakan untuk instalasirumah. Pada instalasi rumah, arus
gangguan yang rendah pun harus diputuskan dengancepat. Sehingga jika terjadi gangguan tanah,
bagian-bagian yang terbuat dari logam tidak akan lama bertegangan.

3. Otomat-G
Jenis Otomat ini digunakan untuk mengamankan motor-motor listrik kecil untuk arus bolak-balik atau
arus searah, alat-alat listrik dan juga rangkaian akhir besar untuk penerangan, misalnya penerangan
pabrik. Pengaman elektromagnetiknya berfungsi pada 8In-11 In untuk arus bolak-balik atau pada 14 In
untuk arus searah. Kontak-kontak sakelarnyadan ruang pemadam busur apinya memiliki konstruksi
khusus. Karena itu jenis Otomat inidapat memutuskan arus hubung singkat yang besar, yaitu hingga
1500 ampere.

Cara kerja MCB

1. Thermis
; Prinsip kerjanya berdasarkan pada pemuaian atau pemutusan dua jenis logamyang koefisien jenisnya
berbeda. Kedua jenis logam tersebut dilas jadi satu keping (bimetal)dan dihubungkan dengan kawat
arus. Jika arus yang melalui bimetal tersebut melebihi arusnominal yang diperkenankan maka bimetal
tersebut akan melengkung dan memutuskanaliran listrik.
2. Magnetik
; Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan arus hubung singkat yang cukup besar untuk menarik sakelar
mekanik dengan prinsip induksi elektromagnetis. Semakin besar arushubung singkat, maka semakin
besar gaya yang menggerakkan sakelar tersebut sehinggalebih cepat memutuskan rangkaian listrik dan
gagang operasi akan kembali ke posisi off .Busur api yang terjadi masuk ke dalam ruangan yang
berbentuk pelat-pelat, tempat busur apidipisahkan, didinginkan dan dipadamkan dengan cepat


0 comments:
Poskan Komentar
Links to thi


Mengenal MCB (Miniature Circuit Breaker)
Posted: 17th April 2010 by Eureka in Listrik
228
MCB bekerja dengan cara pemutusan hubungan yang disebabkan oleh aliran listrik lebih dengan
menggunakan electromagnet/bimetal. cara kerja dari MCB ini adalah memanfaatkan pemuaian
dari bimetal yang panas akibat arus yang mengalir untuk memutuskan arus listrik. Kapasitas
MCB menggunakan satuan Ampere (A), Kapasitas MCB mulai dari 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A,
20A, 25A, 32A dll. MCB yang digunakan harus memiliki logo SNI pada MCB tersebut
Cara mengetahui daya maximum dari MCB adalah dengan mengalikan kapasitas dari MCB
tersebut dengan 220v ( tegangan umum di Indonesia ).
contoh
Untuk MCB 6A mempunyai kapasitas menahan daya listrik sebesar :
6A x 220v = 1.200 Watt
Beberapa kegunaan MCB :
1. Membatasi Penggunaan Listrik
2. Mematikan listrik apabila terjadi hubungan singkat ( Korslet )
3. Mengamankan Instalasi Listrik
4. Membagi rumah menjadi beberapa bagian listrik, sehingga lebih mudah untuk mendeteksi
kerusakan instalasi listrik
Cara menentukan penyebab MCB turun
cara menyentuh bagian putih dari MCB, apakah panas atau tidak.
1. Apabila tidak panas,
kemungkinan ada bagian instalasi yang korslet, biasanya bila instalasi yang korslet tersebut telah
di perbaiki, MCB langsung dapat dinyalakan. Jika sesudah beberapa menit MCB tersebut tetap
tidak bisa dinyalakan kembali, artinya MCB tersebut sudah rusak
1. Apabila panas
Itu menandakan MCB mengalami kelebihan beban dalam waktu yang cukup lama, tunggu
beberapa menit baru menyalakan MCB tersebut, biasanya apabila langsung di nyalakan, MCB
akan langsung turun kembali, hal ini disebabkan oleh BiMetal yang memuai dan membutuhkan
waktu untuk kembali ke bentuk semula. Bila sesudah beberapa menit, MCB tersebut tetap tidak
bisa dinyalakan, artinya MCB tersebut sudah rusak


CB itu proteksi untuk semua system dlm rangkaian, sedang TOR proteksi adanya beban berlebih
pada motor,
jadi bila pada sbuah rangkaian TOR bekerja maka hanya TOR yg melayani mtr yg gangguan yg
kerja(memutus teg/off) sdang yg lain tetap operasi,.sedang bila CB yg kerja maka semua system
dlm rangaian akan off.


Kamis, 09 Februari 2012
SPESIFIKASI MCB
Spesifikasi MCB

MCB nameplat dengan kode dan simbol
Gambar disamping adalah contoh MCB umum yang biasa dipakai di instalasi listrik rumah. Ada
perbedaan antara MCB milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan milik pelanggan yang dijual
secara umum. Yang pertama adalah warna toggle switch yang berbeda (dalam produk dari produsen
MCB yang sama, milik PLN memiliki warna toggle switch biru dan yang dijual untuk umum berwarna
hitam) dan kedua adalah tulisan Milik PLN pada MCB yang dipasang di kWh meter. Walaupun ada juga
produsen MCB lainnya yang menggunakan warna toggle switch biru untuk produk yang dijual di
pasaran.
Sekarang, mari kita bahas kode dan simbol yang tertulis dalam nameplate MCB tersebut.
Simbol dengan angka 1 dan 2
Ini adalah simbol dari fungsi MCB sebagai proteksi beban penuh dan hubung singkat (penjelasan detail
bisa dilihat pada tulisan bagian pertama MCB sebagaiProteksi dan Pembatas Daya Listrik). Dari
gambar tersebut, hal ini juga menjelaskan bahwa MCB ini adalah 1 pole (karena hanya ada 1 simbol
saja). Bila ada dua simbol berdampingan, maka MCB-nya adalah 2 poles. Yang umum dipakai di
perumahan adalah tipe MCB 1 pole, yaitu hanya kabel phase saja yang diproteksi.

NC45a
Merupakan MCB model number yang ditentukan dari produsen MCB. Lain produsen berarti lain model
number. Sebagai tambahan informasi, model NC45a ini adalah MCB yang diproduksi untuk keperluan
perumahan secara umum.

C16
Kode ini menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe C, dengan proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In
: arus nominal atau rating arus dari MCB) dan angka 16 adalah rating arus dari MCB sebesar 16A.
Rating arus ini adalah kode paling penting dalam MCB dan berguna saat pembelian MCB. Penjelasan
selanjutnya mengenai rating arus ada di bagian berikutnya.

230/400V
Menjelaskan rating tegangan dalam operasi MCB yaitu 230V atau 400V sesuai dengan tegangan listrik
PLN 220V.

4500 dan 3
4500 menunjukkan rated breaking capacity MCB, yaitu kemampuan kerja MCB masih baik sampai arus
maksimal 4500A, yang biasanya terjadi saat hubung singkat arus listrik. Dimana diatas angka ini MCB
akan berpotensi rusak. Dan angka 3 adalah I
2
t classification, yaitu karakteristik energi maksimum dari
arus listrik yang dapat melalui MCB.

12002
Catalog Number dariprodusen MCB yang tujuannya sebagai nomor kode saat pembelian.

LMK; SPLN 108; SLI 175 dan IEC 898
Menandakan bahwa MCB ini sudah lolos uji di LMK PLN (LMK : Lembaga Masalah Kelistrikan). Sedangkan
tiga kode selanjutnya menyatakan bahwa MCB dibuat dengan mengacu kepada standard-standard
teknis yang ditetapkan baik nasional maupun internasional.

I-ON pada toggle switch
Menandakan bahwa MCB pada posisi ON. Untuk posisi OFF maka simbolnya adalah O-OFF.

SNI
MCB ini sudah mendapatkan sertifikat SNI (Standard Nasional Indonesia).

Bagi anda yang merasa awam mengenai listrik, apalagi soal MCB ini, tidak perlu pusing-pusing untuk
mengerti nameplate MCB. Hal yang paling penting dalam memilih MCB yang hendak dibeli adalah kode
rating arus MCB yang sesuai kebutuhan, seperti contoh diatas yaitu kode C16, yaitu rating arus MCB
sebesar 16A dengan tripping curve tipe C. Kode lain yang perlu diperhatikan adalah kode LMK serta
SNI yang berarti produk ini sudah memenuhi standard tersebut.

Rating MCB dan Daya listrik PLN
Contoh yang dibahas dalam bagian sebelumnya menggunakan MCB dengan rating 16A dan tripping
curve type C. MCB yang dijual dipasaran mempunyai rating arus yang bermacam-macam sesuai
kebutuhan. Saat membeli MCB, kita cukup menyebutkan rating arus MCB yaitu berapa ampere dan
tujuan pemakaian yaitu untuk perumahan.
Dasar pemilihan rating arus MCB yang ingin dipakai di perumahan tentu disesuaikan dengan besarnya
langganan daya listrik PLN yang terpasang. Karena PLN sendiri menetapkan besar langganan listrik
perumahan sesuai rating arus dari MCB yang diproduksi untuk pasar dalam negeri.
Tabelnya seperti ini:
Rating Arus Miniature
Circuit Breaker
Daya Listrik PLN
2A 450VA
4A 900VA
6A 1300VA
10A 2200VA
16A 3300VA
Rumusnya adalah : Rating Arus MCB x 220V (Tegangan listrik PLN).
Hasil perhitungannya adalah angka pembulatan. Jadi bila langganan listrik PLN sebesar 1300VA maka
MCB yang dipasang di kWh meter memiliki rating 6A.
Berikut adalah contoh MCB dengan berbagai rating arus.


Macam-macam MCB dengan berbagai rating

Dari kiri ke kanan, rating arus MCB adalah 16A (dari C16), 6A (dari C6) dan 6A (dari CL6). MCB paling
kanan adalah milik PLN yang terpasang di kWh meter dengan tipe C32N dan tripping curve tipe CL
(hampir sama dengan tripping curve tipe C). Bisa dilihat warna toggle switch biru dan tulisan MILIK
PLN.

Tambah daya listrik PLN
Setelah mengetahui fungsi, kode-kode MCB dan hubungannya dengan daya listrik PLN, maka menjadi
jelas bahwa dalam hal menambah daya listrik PLN, petugas PLN cukup mengganti MCB yang dipasang di
kWh meter dengan rating arus yang sesuai. Tentunya setelah proses administrasinya diselesaikan.
Misalnya menambah daya listrik dari langganan 1300VA ke 2200VA, maka MCB-nya diganti dari 6A ke
10A.
Hanya saja ada faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan tambah daya listrik PLN, yaitu faktor
kapasitas dari instalasi listrik rumah itu sendiri. Jika anda melakukan tambah daya dari 1300VA ke
2200VA maka akan ada penambahan daya listrik lebih dari 150% kapasitas.
Salah satu faktor yang harus menjadi perhatian adalah ukuran kabel jalur utama yang terpasang pada
instalasi listrik rumah, apakah mampu menghantarkan arus sebesar 10A dari sebelumnya 6A.
Salah satu cara mudahnya adalah pastikan ukuran kabel eksisting untuk jalur utama paling tidak
berukuran minimal 2.5mm (memiliki kuat hantar arus minimum 19A keatas). Tapi bila tambah daya
hingga mencapai 3300VA atau MCB rating arus 16A, maka ukuran kabel harus dinaikkan.
Efek pada kabel yang dilalui arus listrik mendekati kapasitas nominalnya adalah kabel menjadi panas,
dan bila kualitas kabel kurang baik atau sudah berumur, maka bisa terjadi kerusakan isolasi kabel dan
berakibat terjadi kebocoran arus listrik.
Kasus lainnya adalah bila rumah yang akan dinaikkan daya listriknya ternyata pada awalnya
berlangganan listrik 450VA, kemudian dinaikkan menjadi 900VA dan kemudian karena kebutuhan akan
listrik meningkat lagi maka dinaikkan menjadi 1300VA,dan saat tambah daya ternyata tidak diikuti
peningkatan kapasitas hantaran pada instalasi listrik rumah. Untuk kasus ini perlu dipastikan kondisi
kabel listrik dan juga ukurannya yang sesuai.

Apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli MCB.
Ada berbagai jenis MCB yang ada dijual di pasaran dari berbagai pabrik pembuat MCB, dengan harga
yang bervariasi sesuai rating dan spesifikasinya. Pertanyaannya, bagaimana memilih MCB yang
berkualitas baik?
Salah satu yang sering ditekankan oleh Pemerintah adalah pilihlah produk yang berlabel SNI.
Masalahnya adalah, mungkin banyak produk dengan kualitas rendah ataupun merk MCB yang
dipalsukan yang juga diberi label SNI. Nah..inilah salah satu hal yang tidak mudah. Salah satu caranya
adalah cermati harga jualnya. Ada MCB yang dijual dengan harga sangat murah dari produsen yang tidak
terkenal. Logikanya, bila harga jual sudah murah, berapa ongkos produksinya dan apa material yang
dipakai dengan harga semurah itu. Bila material yang dipakai tidak sesuai standard atau berkualitas
jelek, maka efeknya adalah MCB tidak bekerja sesuai rating-nya.
Hal ini berbahaya bagi instalasi listrik terutama pada kabel bila terjadi hubung singkat, yaitu MCB tidak
trip atau turun sehingga arus hubung singkat yang luar biasa besar tetap terjadi dan merusak isolasi
kabel sehingga timbul percikan api yang dapat mengakibatkan kebakaran. Karena itu belilah MCB yang
berkualitas baik mengingat fungsinya yang cukup vital sebagai proteksi dari system instalasi listrik
rumah.
Semoga artikel mengenai MCB yang dibagi dalam dua tulisan ini cukup bermanfaat bagi pembaca dan
mohon maaf bila alur pembahasannya banyak berhubungan dengan hal-hal teknis. Kita berusaha
membuatnya mudah dimengerti. Silahkan bila ada yang ingin menambahkan, koreksi ataupun sharing
mengenai penggunaan MCB ini

Diposkan oleh tekhnik listrik di 17.58 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
MCB
SYSTEM CONTROL DASAR MENGGUNAKAN KONTAKTOR .bag.1
Pada industri modern saat ini control atau pengendali suatu system sangatlah diperlukan untuk
lancarnya proses produksi di suatu industri. Control system ini paling utama yang diperlukan sehingga
membuat kita harus faham dan lancar dalam merencanakan rangkaian. Rangkaian control yang umum
digunakan pada industri saat ini masih menggunakan rangkaian control yang berawal dari rangkaian
manual. Adapun jenis rangkaian control yang selalu dirancang dalam rangkaian manual adalah selalu
menggunakan peralatan peralatan yang bersifat listrik . Rangkaian control atau pengendali harus
difahami mulai dari jenis dan dasar komponen yang digunakan. Dalam desain rangkaian pengendali
dasar atau control system selalu menggunakan KONTAKTOR, TIMER, OVERLOAD, MCB dan lain lain.
Komponen paling utama digunakan dalam rangkaian control atau pengendali adalah yang dinamakan
KONTAKTOR.

KONTAKTOR
1. Pengertian
Kontaktor juga disebut saklar elektromagnetik, yaitu : Saklar yang system operasinya dengan cara kerja
sistem elektromagnetik dan merupakan suatu alat yang aman untuk penyambungan dan pemutusan
secara terus menerus / Continue .


2. Bagian bagian Kontaktor


3. Fungsi Kontaktor
Kontaktor digunakan untuk mengerjakan atau mengoperasikan dengan seperangkat alat control beban,
seperti :
Penerangan
Pemanas
Pengontrolan Motor motor Listrik
Pengaman Motor motor Listrik
Pada pengaman motor motor listrik beban lebih dilakukan secara terpisah. Kontaktor akan bekerja
dengan normal bila diberikan tegangan 85 % sampai 110 % dari tegangan permukaannya. Sedangkan
bila lebih kecil dari 85 % kontaktor akan bergetar atau bunyi. Jika lebih besar dari 110 % kontaktor akan
panas dan terbakar. Kontaktor mempunyai kontak kontak UTAMA dan kontak kontak BANTU yang
terdiri dari
NORMALLY OPEN ( NO )
NORMALLY CLOSE ( NC )
4. Simbol Bagian Kontaktor




Koil elektromagnetik dengan A1 dan A2
sebagai penghantar keluaran dari koil
elektromagnetik.









Kontak pada kondisi NORMALLY OPEN
( NO ).








Kontak pada kondisi NORMALLY CLOSE
( NC ).








Kontak ON DELAY pada kondisi NORMALLY
OPEN ( NO ).








Kontak OFF DELAY pada kondisi NORMALLY
CLOSE ( NC ).






5. Penandaan Nomor Kontak
Penandaan nomor pada kontak untuk kontaktor menurut IEC adalah : A1 , A2 = Hubungan kontak untuk
SUMBER TEGANGAN pada kontaktor. 1 , 3 , 5 = Hubungan kontak untuk SUPPLY pada rangkaian utama.
2 , 4 , 6 = Hubungan kontak untuk BEBAN pada rangkaian utama.

13 & 14
23 & 24
33 & 34
63 & 64 <==>Hubungan untuk kontak kontak Bantu pada kondisi NORMALLY OPEN ( NO )
73 & 74
83 & 84
93 & 94


11 & 12
21 & 22
31 & 32
61 & 62 <===>Hubungan untuk kontak kontak Bantu pada kondisi NORMALLY CLOSE ( NC )
71 & 72
81 & 82
91 & 92
THERMAL OVER LOAD ( TOL )
1. Pengertian
Komponen TOL ini bekerja berdasarkan panas ( temperature ) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir
melalui elemen elemen pemanas bimetal. Dari sifat pelengkungan bimetal akibat panas yang
ditimbulkan, bimetal ini akan menggerakkan kontak kontak mekanis pemutus rangkaian listrik. TOL ini
selalu digunakan dalam merangkai rangkaian control dari suatu system terutama berhubungan dengan
motor motor
penggerak yang berfasa tunggal ( satu fasa ) ataupun berfasa tiga ( tiga fasa ). TOL ini sangat penting
sekali digunakan dalam pengamanan dan perlindungan motor motor DC atau motor motor AC dari
ukuran kecil sampai menengah.

Simbol Rangkaian :



Pada TOL tersebut memiliki perangkat yaitu, :
a) Reset Mekanik
Fungsinya yaitu : untuk mengembalikan kedudukan kontak pada posisi semula, pengaturan batas arus
trip bila terjadi beban lebih.
b) Arus Setting ( batas arus )
Fungsinya yaitu : sebagai harga arus atau batas arus pada pemanasnya atau arus yang mengalir pada
kontaktor.

2. Bagian bagian Thermal Over Load




3. Fungsi TOL
Dari pemasangan TOL ini berfungsi untuk mengamankan atau memberikan perlindungan dari kerusakan
akibat pembebanan lebih pada motor. Penyebab dari pembebanan lebih ini antara lain :
1) Terlalu besar beban mekanik dari motor.
2) Arus start yang terlalu besar.
3) Motor berhenti secara mendadak.
4) Terjadinya hubung singkat / konsleting.
5) Hilangnya salah satu fasa dari motor tiga fasa.
4. Cara pasang
Untuk merangkai TOL ini dilakukan pemasangan dengan cara menghubungkan seri terminal terminal
elemen pemanas ke rangkaian belitan motor dengan kontak kontaktor di rangkaian control.

TIME DELAY RELAY ( TIMER )
Pengertian Time Delay Relay ini juga disebut sebagai relay penunda waktu yang sering disebut juga
dengan timer.
Adapun fungsi dari Time Delay Relay ini untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol dalam
waktu tertentu yang bekerja secara otomatis, misalnya untuk rangkaian control hubungan secara
otomatis, hubungan control secara berurutan dan lain lain. Timer tunggal / berdiri sendiri dapat
disimbolkan sebagai berikut :




Tetapi pada penggunaan Timer dalam rangkaian control ada juga berbeda pengunaan, sehingga ada
beberapa jenis Timer yang dapat dihubungkan langsung dengan kontaktor yaitu :

1. ON DELAY
On Delay adalah suatu Timer yang dihubungkan secara langsung ke kontaktor ( jadi satu dengan
Kontaktor ) yang akan berfungsi jika kontaktor bekerja ( ON ) maka Timer juga bekerja ( ON ).

Simbol Rangkaian :



2. OFF DELAY
Off Delay adalah suatu Timer yang dihubungkan secara langsung ke kontaktor ( jadi satu dengan
Kontaktor ) yang akan berfungsi jika kontaktor bekerja ( ON ) dan Timer tidak bekerja ( OFF ).

Simbol Rangkaian :



bentuk fisik timer


PUSH BOTTOM ( TOMBOL TEKAN )
Pengertian Push Bottom merupakan suatu bentuk saklar yang sering digunakan dalam suatu rangkaian
control dan mempunyai fungsi sama dengan saklar saklar lainnya pada umumnya, tetapi memiliki
perbedaan dalam penguncian.




1. Push Bottom Normally Open ( NO ) dengan fungsi jika ditekan bekerja ( ON ), apabila dilepas akan
kembali semula ( OFF ).

Simbol Rangkaian :

2. Push Bottom Normally Close ( NC ) dengan fungsi jika ditekan tidak bekerja ( OFF ), apabila dilepas
menjadi bekerja ( ON ).

Simbol Rangkaian :

3. Push Bottom mengunci, berfungsi jika ditekan bekerja ( ON ) dan apabila dilepas tetap bekerja ( ON ),
tetapi jika ditekan untuk kedua kalinya maka akan tidak bekerja ( OFF ).

Simbol Rangkaian :

MINI CIRCUIT BREAKER (MCB)
Pengertian MCB merupakan salah satu pengaman pada suatu rangkaian control. Pada MCB memiliki
fungsi sebagai pengaman beban/daya lebih dari daya yang dipakainya, sehingga apabila daya yang
digunakan pada system tersebut melebihinya (P = V.I Cos ) maka akan terjadi trip (jawa njeglek)
pada MCB. MCB juga berfungsi sebagai pengaman kesalahan rangkaian, sehingga apabila terjadi short
circuit (hubung singkat)(konsleting) maka MCB juga akan menjadi trip. Hubungan singkat tersebut
terjadi apabila antara penghantar/kabel fasa/line terhubung langsung dengan penghantar/kabel
netral/nol dan juga ground/pentanahan. Dalam melakukan pendesainan control selalu dibutuhkan
adanya pengaman rangkaian control dengan menggunakan MCB jenis 1 fasa. Tetapi pengaman untuk
beban yang digerakkan oleh rangkaian control tersebut dapat menggunakan MCB jenis 3 fasa, sehingga
dalam suatu panel yang digunakan untuk mengontrol suatu system minimal terdapat 2 MCB yaitu 1
buah MCB jenis 1 fasa dan 1 buah MCB 3 fasa.





THERMAL OVERLOAD


Overload Motor Protection, yang dimaksud motor ini adalah electric motor yang oleh orang
awam disebut dinamo. Dan disini dikhususkan yang terjadi pada motor AC 3 phase. Fungsi dari
motor ini adalah sebagai penggerak atau untuk mengkonversi energi listrik menjadi mekanik/
gerak seperti lift, conveyor, blower, crusher dll. Dalam dunia industri saat ini peran yang
dilakukan motor ini sangat vital. Untuk itu proteksi sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran
suatu proses.Sistem proteksi motor ini sudah lama dikenal dan berkembang seiring kemajuan
teknologi. Mulai dari penggunaan eutic relay, thermal, sampai elektronik. Secara umum sistem
kerja alat tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu dengan thermal dan elektronik.
THERMAL OVERLOAD
Sesuai dengan namanya proteksi motor ini menggunakan panas sebagai pembatas arus pada
motor. Alat ini sangat banyak dipergunakan saat ini. Biasanya disebut TOR, Thermis atau
overload relay. Cara kerja alat ini adalah dengan menkonversi arus yang mengalir menjadi panas
untuk mempengaruhi bimetal. Nah , bimetal inilah yang menggerakkan tuas untuk menghentikan
aliran listrik pada motor melalui suatu control motor starter (baca motor starter). Pembatasan
dilakukan dengan mengatur besaran arus pada dial di alat tersebut. Jadi alat tersebut memiliki
range adjustment misal TOR dengan range 1 ~ 3,2 Amp disetting 2,5 Amp. Artinya, kita
membatasi arus dengan TOR pada level 2,5 Amp saja.
Bagaimana bila terjadi kelebihan arus/ overload pada
motor starter? Seperti contoh di atas, TOR di setting 2,5 Amp dan semisal arus telah mencapai 3
ampere, apa yang kita harapkan ? Starter shut down/ Trip ! Benar, hanya kapan akan trip??
Secepatnya ?? Ini sangat tidak mungkin bila kita menggunakan Thermal Overload/ TOR.
Nah,terus seberapa cepat TOR itu akan trip ?? Dengan menggunakan bimetal sebagai
pembatas tentu tidak dapat bereaksi secara cepat terhadap kenaikan arus. Perlu diketahui, TOR di
pasaran memiliki beberapa type yang disebut Class. Jadi dengan memilih class yang berbeda
maka kecepatan trip TOR akan berbeda pula. Saat ini terdapat TOR dengan Class 10, Class 15,
Class 20 dll. Class ini menunjukkan kecepatan trip saat TOR dialiri arus sebesar 6X setting.
Semisal, digunakan TOR class 20 dengan setting 10 Amp, saat arus mencapai 60 Amp alat ini
akan trip setelah mencapai waktu 20 DETIK !! 6X setting dalam 20 DETIK !! Bagaimana jika
kelebihan arus hanya pada 13 Amp saja? Kita bisa menunggu ber jam jam agar trip. Untuk lebih
jelasnya mintalah kurva trip seperti pada gambar saat membeli TOR dan hitung kecepatan
tripnya. Perlu diketahui kurva TOR adalah logaritmik bukan linier. So, kita tidak perlu lagi
menyalahkan keakuratan TOR yang selama ini dipakai.
ELECTRONIC OVERLOAD
Overload electronic ini mempunya 2 karakteristik trip, INVERSE dan DEFINITE. Inverse, ia
akan bekerja seperti thermal overload. Perbedaannya adalah kemampuannya untuk menggeser
kurva trip. Jadi overload ini selain mempunyai setting arus juga kecepatan trip atau class
adjustment. Selain itu dengan menggunakan rangkaian elektronik ia akan tidak mudah
dipengaruhi suhu sekitar serta akurasi lebih terjaga. Definite, bekerja dengan pembatasan yang
ketat. Dengan karakteristik ini, berapapun besar kelebihan beban ia akan trip setelah mencapai
waktu yang ditentukan. Misal seting overload pada 10 amp dengan waktu trip 4 detik. Jika
terjadi kelebihan beban lebih dari 10 amp selama lebih dari 4 detik dia akan trip. Kecepatan trip
ini tidak tergantung besar arus overload (baik kecil atau besar sama saja).
Dengan menggunakan rangkaian elektronik biasanya alat ini dilengkapi dengan fasilitas proteksi
lain seperti phaseloss protection, Lock Rotor Protection, Short Circuit Protection dll. Sebagai
referensi bisa ditemukan di www.eocr.com .
Dengan gambaran tersebut di atas, maka kita bisa menentukan kebutuhan overload protection
yang diperlukan. Dan perlu di ingat bahwa, terbakarnya motor tidak hanya karena terjadinya
overload. Overload hanyalah salah satu dari beberapa fakor penyebab terbakarnya motor.
Seberapa tinggi tingkat proteksi motor yang kita perlukan tergantung dengan prioritas kita.
Tetapi, overload protection tetaplah mutlak diperlukan dalam sebuah suatu sistem motor starter


THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)


OVER LOAD (TOR)
Over Load atau disebut dengan thermal relay atau thermal overload relay (TOR)
adalah komponen pada instalasi tenaga listrik yang berfungsi sebagai pengaman
instalasi terhadap beban lebih. Cara kerja overload adalah dengan memanfaatkan pelat
bimetal yang akan memutus jika terjadi arus listrik melampui batas kapasitasnya.Prinsip
kerja ini hampir sama dengan cara kerja pada MCB untuk mengamankan arus lebih
yang mengalir pada instalasi penerangan maupun tenaga ( motor ).



Simbol overload



Bentuk-bentuk thermal overload relay



Penyambungan TOR dengan MC

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa 3 kaki utama pada overload dihubungkan ke
sumber sumber tegangan 3 fasa melalui magnetic contactor dan 3 kaki utama lainnnya
dihubungkan ke terminal motor 3 fasa. Pada over load terdapat kontak NO yaitu kaki
97-98 dan NC pada kaki 95-96.



Cara kerja Thermal Overload Relay



Bagian-bagian Thermal Overload relay


Jika terjadi beban lebih pada motor maka arus akan meningkat dan memutus
bimetal. Maka kontak NO dan NC pada overload juga bekerja. Kontak NC digunakan
untuk memutus rangkaian control yang mengendalikan Magnatic contactor. Dengan
terbukanya kendali ke Magnetic contactor yang mengendalikan rangkaian utama maka
motor akan berhenti bekerja. Sedangkan kontak NO dapat dihubungkan dengan lampu
indicator terjadinya beban lebih pada rangkaian.
Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan
ekonomis, yaitu:
1. Pelindung beban lebih / Overload
2. Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance
3. Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.
Karakteristik TOR
1. Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit.
2. Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus yang
dikehendaki untuk digunakan.
3. Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di bagian depan.
4. Indikator trip
5. Mampu bekerja pada suhu -25 C hingga +55 C atau (-13 F hingga +131 F)

Karakteristik Miniature Circuit Breaker
(Characteristics of Miniature Circuit Breaker)

Yossy Okta Angga R.

Abstrak
Berbagai produk MCB yang beredar dipasaran mempunyai berbagai jenis daya, ukuran, tegangan maupun harga
namun belum ada jaminan mutu yang menunjukan adanya kepastian spesifikasi yang jelas maupun jaminan
keselamatan pada setiap produk. Adanya produk impor lebih mengutamakan harga murah agar terjangkau
konsumen tetapi belum ada jaminan keamanan maupun keselamatan dalam penggunaannya. Untuk itu perlu
dilakukan penelitian tentang karakteristik produk MCB yang dapat memberikan rasa aman bagi pengguna melalui
peneltian yang lebih jelas sehingga akurasi kerja MCB sebagai komponen pengaman dapat terpenuhi sesuai
syarat mutu SNI. Pada penelitian ini akan diamati karakteristik MCB khususnya karakteristik yang berhubungan
dengan safety pada pengoperasiannya. Metode yang digunakan untuk menguji MCB disesuaikan dengan Standar
Nasional Indonesia dan dilaksanakan di laboratorium peralatan listrik Baristand Industri Surabaya.
Dari pengamatan data-data hasil percobaan dapat disimpulkan untuk beberapa kelas MCB yang dijadikan sample,
kesemuanya memenuhi persyaratan keselamatan dan belum ditemukan bukti ketidaksesuaian terhadap standar
yang berlaku.

MCB - MINIATURE CIRCUIT BREAKER
Setelah mencari - cari bahan tentang MCB, akhirnya bisa juga
nyusun artikel tentang MCB. Tulisan ini tidak begitu lengkap,
namun berharap bisa memberikan sedikit pencerahan bagi yang
sedang mempelajari tentang MCB.



MCB miniature circuit breaker memainkan peranan penting
dalam hal proteksi arus lebih dan juga sebagai alat disconnect
pada jaringan listrik. Sebuah breaker merupakan alat yang
didesaian untuk mengisolasi rangkaian dari gangguan arus lebih
: overload ( beban lebih ) dan short circuit ( hubung singkat ).


KONSTRUKSI MCB




Pada umumnya, MCB bekerja menggunakan prinsip
elektromekanik ( Thermal/Magnetik ) untuk membuka kontak
breaker ketika gannguan arus lebih terjadi. Unit thermal trip
bekerja berdasarkan kenaikan nilai temperatur, sedangkan unit
magnetik trip bekerja berdasarkan kenaikan nilai arus.


PROTEKSI BEBAN LEBIH


Unit thermal trip digunakan untuk memproteksi jaringan listrik
dari gangguan beban lebih, Unit thermal trip menggunakan
logam bimetal yang ditempatkan di belakang trip bar circuit
breaker, dan merupakan bagian dari breaker yang dilalui arus.
Ketika terjadi gangguan beban lebih, maka nilai arus yang
melewati logam bimetal akan bertambah yang membuat
temperatur pada logam bimetal semakin besar hingga pada suatu
saat dan temperatur tertentu logam bimetal ini akan
membengkok dan menekan trip bar yang akan membuka kontak
MCB. Waktu yang dibutuhkan bimetal untuk membengkok dan
membuka kontak MCB sesuai dengan kenaikan besar arus,
semakin besar arus gangguan yang terjadi semakin cepat logam
bimetal membengkok.


PROTEKSI ARUS HUBUNG SINGKAT
Unit magnetik trip bekerja untuk melindungi jaringan dari
gangguan arus hubung singkat.


Ketika gangguan hubung singkat terjadi, maka nilai arus yang
melewati MCB akan bertambah besar secara signifikan yang
akan menghasilkan medan magnet yang cukup besar. Medan
magnet ini akan mendorong hammer trip, hammer trip ini
nantinya akan mendorong moving contact yang membuat kontak
akan terbuka. Proses terbukanya kontak breaker ketika terjadi
gangguan hubung singkat umumnya terjadi setelah 5 milidetik
setelah terjadi gangguan.


International standard IEC 60898-1 and European Standard
EN 60898-1 menyatakan bahwa besar arus rated I
n
sebuah MCB
yang digunakan pada distribusi tegangan rendah merupakan
nilai maksimum yang mampu dihantarkan oleh MCB pada
temperatur udara sekitar 30
0
c. Pada umumnya MCB di desain
dengan arus rated pada range : 6 A, 10 A, 13 A, 16 A, 20 A, 25
A, 32 A, 40 A, 50 A, 63 A, 80 A, 100 A .
Terdapat tiga tipe MCB berdasarkan karakteristik pemutusan
arus gangguan yaitu :
Type "B", "C" dan "D" , masing masing menyatakan nilai
minimum arus yang melewati MCB yang mengakibatkan
terbukanya kontak MCB tanpa disengaja.


Untuk lebih jelasnya, karakteristik kerja ke tiga type MCB dapat
ditunjukkan oleh kurva karakteristik berikut :