Anda di halaman 1dari 13

Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya

1

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Ilmu kalam, filsafat,dan tasawuf adalah ilmu yang dilahirkan dari persentuhan umat
Islam dengan berbagai masalah sosiocultural yang dihadapi oleh masyarakat sedang
berkembang kala itu mencari dan mempertahankan kebenaran. Dari itu pula lahirlah para
pakar dunia yang telah berhasil mempertahankan kebenaran mereka masing- masing,
walaupun dengan cara atau jalan yang ditempuh berbeda. Maka dari itu.
Bagaimanapun juga ketiga disiplin ilmu itu Tasawuf, kalam dan tasawuf hadir
didalam sejarah Pemikiran Islam dengan saling berjalinan, dan dalam istilah-istilah yang
terumuskan dengan baik Tasawuf, Falsafah, dan Kalam.
Semuanya ini merupakan hasil, yang terkadang marginal. Pada sejarah tertentu ketiga-
tiganya tak bebas dari serangan hebat kaum ortodoks kerana dituduh banyak mencampuri
urusan yang dalam pandangan mereka, harus tetap terbatas bagi agama murni belaka. Tetapi
semua itu dalam berbagai macam kadarnya, berakhir dengan penerimaan terhadapnya dan
ketiganya telah membari kemasyhuran terhadap peradaban Islam.

Pada makalah ini akan memebahas hakekat Ilmu Kalam, Tasawwuf, dan Filsafat
beserta hubungan ketiganya agar para pembaca mengetahui dan memahami hakikat
ketiganya serta hubungan ketiganya.Serta persamaan dan perbedaan dari ilmu-ilmu
tersebut.





Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
2

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013



B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa hakekat Ilmu Kalam itu?
2. Apa hakekat Tasawuf itu?
3. Apa hakekat Filsafat itu?
4. Bagaimana hubungan Ilmu Kalam, tasawuf, dan filsafat?
5.Apa saja persamaan dan perbedaan ilmu-ilmu itu?

C. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Mengetahui dan memahami hakekat ilmu kalam
2. Mengetahui dan memahami hakekat tasawuf
3. Mengetahui dan memehami hakekat Filsafat
4. Mengetahui dan memahami hubungan Ilmu Kalam, Tasawuf, dan Filsafat
5.Mengetahui persamaan dan perbedaan ilmu-ilmu tersebut
















Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
3

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013



BAB II
PEMBAHASAN

A.HAKIKAT ILMU KALAM

Pengertian Ilmu Kalam

Menurut ahli tata bahasa Arab, kalam didefenisikan sebagai kata atau lafaz
dengan bentuk mejemuk (ketentuan/perjanjian). Secara teknis, kalam berarti alasan atau
argumen rasonal untuk memperkuat pernyataan.
Nama lain dari ilmu kalam yaitu Ilmu Aqaid (ilmu akidah-akidah), Ilmu Tawhid (Ilmu
tentang Kemahaesaan Tuhan), Ilmu Ushuluddin (Ilmu pokok-pokok agama). Disebut juga
Teologi Islam. Theos=Tuhan; Logos=ilmu. Berarti ilmu tentang ketuhanan yang
didasarkan atas prinsip-prinsip dan ajaran Islam; termasuk di dalamnya persoalan-persoalan
gaib. Ilmu=pengetahuan; Kalam=pembicaraan; pengetahuan tentang pembicaraan yang
bernalar dengan menggunakan logika. Dasar Ilmu Kalam adalah dalil-dalil fikiran (dalil aqli)
Dalil Naqli (Al-Quran dan Hadis) baru dipakai sesudah ditetapkan kebenaran
persolan menurut akal fikiran. (Persoalan kafir-bukan kafir).

Menurut al-Ghazali, kalam hanya bisa digunakan untuk menghadapi tantangan
terhadap akidah yang sudah dianut oleh umat; tetapi tidak untuk menanamkan akidah yang
benar kepada,umat yang menganutnya, apalagi untuk menuntut orang bisa menghayatinya.

Ilmu kalam sebagai disiplin ilmu yang terdiri sendiri disebutkan untuk pertama kali pada
masa Khalifah Abbasiyah, Al-Mamun (W. 218 H), setelah ulama-ulama Muktazilah
mempelajari kitab-kitab filsafat yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab dipadukan
dengan meode ilmu kalam. Sebelum masa Al-Mamun, ilmu yang membicarakan masalah
kepercayaan disebut Al-Fiqh sebagai imbangan fiqh Fialilmi, yaitu tentang hukum Islam,
sebagaimana Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) menamakan bukunya mengenai
kepercayaan agama dengan Al-Fiqh Al-Akbar, perkembangan lebih lanjut istilah fiqh ini
khusus untuk ilmu yang membicarakan perrsoalan-persoalan hukum-hukum Islam.ilmu
kalam belakangan juga dikenal dengan teologi Islam yang sudah lama dikenal penulis-
penulis Barat. Dalam pembahasan para ahli ketimuran selalu digunakan theology (Islam)
untuk ilmu kalam ini. Ilmu kalam/teologi Islam timbul karena Islam sebagai agama merasa
perlu menjelaskan poko dasar agamamya dan segi-segi dakwah sebagai tujuan Al-Quran
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
4

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

dan Sunah. Dua dasar ini membicarakan wujud Tuhan yang segala aspeknya dan
mengatakan hubungan-Nya dengan makhluk.

Ilmu kalam belum dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW. Selang beberapa periode,
setelah ilmu-ilmu ke Islaman satu-persatu mulai muncul dan banyak orang membicarakan
soal metafisika/alam gaib, dalam ilmu ini terdapat berbagai golongan dan aliran, kurang
lebih 3 abad lamanya kaum muslimiin melakukan berbagai perdebatan baik sesama
pemeluk Islam maupun dengan pemeluk agama lain, akhirnya kaum muslimin mencapai
ilmu yang membicarakan dasar-dasar akidah dan rinciannya; baik oleh faktor dari dalam
Islam sendiri maupun karena faktor dari luar Islam karena berbagai persoalan kalam yang
muncul, timbullah bermacam-macam aliran kalam.

B. HAKIKAT TASAWUF

Pengertian Tasawuf

Istilah "tasawuf"(sufism), yang telah sangat populer digunakan selama berabad-
abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab, sha, wau dan
fa. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa. Ada yang berpendapat, kata
itu berasal dari shafa yang berarti kesucian atau bersih. Sebagian berpendapat bahwa kata
itu berasal dari kata shafwe yang berarti baris atau deret, yang menunjukkan kaum Muslim
awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci. Sebagian lainnya lagi
berpendapat bahwa kata itu berasal dari kata shuffah yang berarti serambi masjid Nabawi di
Madinah yang ditempati oleh para sahabat-sahabat nabi yang miskin dari golongan
Muhajirin. Ada pula yang menganggap bahwa kata tasawuf berasal dari shuf yang berarti
bulu domba, yang menunjukkan bahwa orang-orang yang tertarik pada pengetahuan batin
kurang memperdulikan penampilan lahiriahnya dan sering memakai jubah yang terbuat dari
bulu domba yang kasar sebagai simbol kesederhanaan.

Harun Nasution mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang mempelajari cara dan
jalan bagaimana orang Islam dapat sedekat mungkin dengan Alloh agar memperoleh
hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan bahwa seseorang betul-betul berada di
hadirat Tuhan.


Ada sebagian orang yang mulai menyebut dirinya sufi, atau menggunakan istilah
serupa lainnya yang berhubungan dengan tasawuf, yang berarti bahwa mereka mengikuti
jalan penyucian diri, penyucian "hati", dan pembenahan kualitas watak dan perilaku mereka
untuk mencapai maqam (kedudukan) orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
5

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

mereka melihat Dia, dengan mengetahui bahwa sekalipun mereka tidak melihat Dia, Dia
melihat mereka. Inilah makna istilah tasawuf sepanjang zaman dalam konteks Islam.

Imam Junaid dari Baghdad (910 M.) mendefinisikan tasawuf sebagai "mengambil
setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah". Syekh Abul Hasan asy-Syadzili
(1258 M.) syekh sufi besar dari Afrika Utara mendefinisikan tasawuf sebagai "praktik dan
latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan
Tuhan". Syekh Ahmad Zorruq (1494 M.)dari Maroko mendefinisikan tasawuf sebagai
berikut: Ilmu yang dengannya dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata
bagi Allah, dengan menggunakan pengetahuan tentang jalan Islam, khususnya fiqih dan
pengetahuan yang berkaitan, untuk memperbaiki amal dan menjaganya dalam batas-batas
syariat Islam agar kebijaksanaan menjadi nyata. Ia menambahkan, "Fondasi tasawuf ialah
pengetahuan tentang tauhid, dan setelah itu memerlukan manisnya keyakinan dan
kepastian; apabila tidak demikian maka tidak akan dapat mengadakan penyembuhan 'hati'."

Menurut Syekh Ibn Ajiba (1809 M): Tasawuf adalah suatu ilmu yang dengannya
Anda belajar bagaimana berperilaku supaya berada dalam kehadiran Tuhan yang Maha ada
melalui penyucian batin dan mempermanisnya dengan amal baik. Jalan tasawuf dimulai
sebagai suatu ilmu, tengahnya adalah amal. dan akhirnva adalah karunia Ilahi.


C. HAKIKAT FILSAFAT
Pengertian Filsafat

Menurut analisa Al-Farabi filasafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosiphia. Philo
berarti cinta dan shopia berarti hikmah atau kebenaran. Menurut Plato, filsuf Yunani yang
termashur, murid Scorates dan guru Aristoteles mengatakan bahwa filsafat adalah
pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada.

Marcus Tullius Cicero politikus dan ahli pidato romawi merumuskan filsafat adalah
pengatahuan tentang segala sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk
mencapainya. Al Farabi filosuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina mengatakan filsafat
adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan brtujuan menyelidiki hakikatnya
yang sebenarnya. Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup
metafisika, etika, agama, dan antripologi. Immanuel Kant yang sering disebut raksasa pikir
barat, mengatakan bahwa Filsafat itu merupakan ilmu pokok dan pangkal segala
pengetahuan yang mencakup metafisika, etika, agama, dan antripologi. Obyek Filsafat;
Dalam filasafat terdapat dua obyek yaitu obyek materia dan obyek formanya. Obyek
materianya adalah sarwa yang ada pada garis besarnya dibagi atas tiga persoalan, yaitu:
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
6

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

Tuhan, alam, dan manusia. Sedangkan Obyek formannya adalah usaha mencari keterangan
secara radikal ( sedalam-dalamnya) tentang obyek materi filsafat ( sarwa yang ada)

D.HUBUNGAN ILMU KALAM DENGAN FILSAFAT DAN TASAWWUF
Ilmu kalam, filsafat dan tashawuf mempunyai memiliki kemiripan obyek kajian.
Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya.
Objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan di samping masalah alam, manusia dan
segala sesuatu yang ada. Sementara itu objek kajian tashawuf adalah Tuhan, yakni upaya-
upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi, dilihat dari aspek obyek ketiga ilmu itu membahas
yang berkaitan dengan ketuhanan.
Baik ilmu kalam, filsafat maupun tashawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu
kebenaran. Ilmu kalam dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang
Tuhan dan berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula berusaha
menghampiri kebenaran baik tentang alam maupun manusia atau tentang Tuhan.
Sementara itu tashawuf dengan metodenya yang tipikal berusaha menghampiri kebenaran
yang berkaitan dengan kebenaran spiritual menuju Tuhan.
Hubungan Ilmu Kalam Dengan Tasawwuf

Ilmu kalam adalah disiplin ilmu keIslaman yang banyak mengedepankan pembicaraan
tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan. Persoalan-persoalan kalam ini biasanya
mengarah sampai pada perbincangan yang mendalam dengan dasar-dasar argumentasi,
baik rasional (aqliyah) maupun naqliyah. Argumentasi yang dimaksudkan adalah landasan
pemahaman yang cenderung menggunakan metode berpikir filosofis, sedangkan
argumentasi naqliyah biasanya bertendensi pada argumentasi berupa dalil-dalil Al-Quran
dan hadits. Pembicaraan materi-materi yang tercakup dalam ilmu kalam terkesan tidak
menyentuh rasa rohaniah. Sebagai contoh, ilmu kalam menerangkan bahwa Allah bersifat
Sama, Bashar, Kalam, Iradah, Qudrah, Hayat, dan sebagainya. Namun, ilmu kalam tidak
menjelaskan bagaimana seorang hamba dapat merasakan langsung bahwa Allah mendengar
dan melihatnya, bagaimana pula perasaan hati seseorang ketika membaca Al-Quran,
bagaimana seseorang merasa bahwa segala sesuatu yang tercipta merupakan pengaruh dari
kekuasaan Allah ?

Pernyataan-pernyataan diatas sulit terjawab hanya dengan berlandaskan pada ilmu
kalam. Biasanya, yang membicarakan penghayatan sampai pada penanaman kejiwaan
manusia adalah ilmu Tasawuf. Disiplin inilah yang membahas bagaimana merasakan nilai-
nilai akidah dengan memperhatikan bahwa persoalan bagaimana merasakan tidak saja
termasuk dalam lingkup hal yang diwajibkan. Pada ilmu kalam ditemukan pembahasan iman
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
7

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

dan definisinya, kekufuran dan manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya.
Sementara pada ilmu tasawuf ditemukan pembahasan jalan atau metode praktis untuk
merasakan keyakinan dan ketentraman. Sebagaimana dijelaskan juga tentang
menyelamatkan diri dari kemunafikan. Semua itu tidak cukup hanya diketahui batasan-
batasannya oleh seseorang. Sebab terkadang seseorang sudah tahu batasan-batasan
kemunafikan, tetapi tetap saja melaksanakannya.

Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu Tasawuf mempunyai fungsi sebagai
berikut:

Sebagai pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam. Penghayatan yang
mendalam lewat hati terhadap ilmu kalam menjadikan ilmu ini lebih terhayati atau
teraplikasikan dalam perilaku. Dengan demikian, ilmu Tasawuf merupakan
penyempurna ilmu kalam.

Berfungsi sebagai pengendali ilmu Tasawuf. Oleh karena itu, jika timbul suatu aliran
yang bertentangan dengan akidah, atau lahir suatu kepercayaan baru yang
bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah, hal itu merupakan penyimpangan
atau penyelewengan. Jika bertentangan atau tidak pernah diriwayatkan dalam Al-
Quran dan As-Sunnah, atau belum pernah diriwayatkan oleh ulama-ulama salaf, hal
itu harus ditolak.

Berfungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniah dalam perdebatan-perdebatan kalam.
Sebagaimana disebutkan bahwa ilmu kalam dalam dunia Islam cenderung menjadi
sebuah ilmu yang mengandung muatan rasional disamping muatan naqliyah, ilmu
kalam dapat bergerak kearah yang lebih bebas. Disinilah ilmu Tasawuf berfungsi
memberi muatan rohaniah sehingga ilmu kalam terkesan sebagai dialektika keIslaman
belaka, yang kering dari kesadaran penghayatan atau sentuhan hati.

Andaikata manusia sadar bahwa Allah lah yang memberi, niscaya rasa hasud dan
dengki akan sirna, kalau saja dia tahu kedudukan penghambaan diri, niscaya tidak akan ada
rasa sombong dan membanggakan diri. Kalau saja manusia sadar bahwa Allah lah pencipta
segala sesuatu, niscaya tidak akan ada sifat ujub dan riya. Dari sinilah dapat dilihat bahwa
ilmu tauhid merupakan jenjang pertama dalam pendakian menuju Allah (pendakian para
kaum sufi). Dalam ilmu Tasawuf, semua persoalan yang berada dalam kajian ilmu kalam
terasa lebih bermakna, tidak kaku, tetapi akan lebih dinamis dan aplikatif.
Hubungan Tasawwuf dengan Falsafat

Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
8

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

Biasanya Tasawuf dan filsafah selalu dipandang berlawanan. Ada juga anggapan
bahwa pencarian jalan Tasawuf mengharuskan pencelaan filsafat, tidak hanya berupa timbal
balik dan saling mempengaruhi, bahkan asimilasi (perpaduan) dan hubungan ini sama sekali
tidak terbatas pada kebencian dan permusuhan. Tasawuf adalah pencarian jalan ruhani,
kebersatuan dengan kebenaran mutlak dan pengetahuan mistik menurut jalan dan sunnah.
Sedangkan filsafah tidak dimaksudkan hanya filsafah peripatetic yang rasionalistik, tetapi
seluruh mazhab intelektual dalam kultur Islam yang telah berusaha mencapai pengetahuan
mengenai sebab awal melalui daya intelek. Filsafat terdiri dari filsafat diskursif (bahtsi)
maupun intelek intuitif (dzawqi).

Hubungan antara Tasawuf dan filsafat, yaitu :
Bentuk hubungan yang paling luas antara Tasawuf dan filsafat tentu saja adalah
pertentangan satu sama lain, sebagaimana tampak dalam karya-karya al-Ghazali
bersaudara, Abu hamid dan Ahmad. Dan penyair sufi besar seperti SanaI, Athar, dan
Rumi. Kelompok sufi ini hanya memperhatikan aspek rasional dari filsafat, dan setiap
kali berbicara tentang intelek, mereka tidak mengartikan intelek dalam arti
mutlaknya, namun mengacu kepada aspek rasional intelek (akal). Athar juga
memahami filsafat hanya sebagai filsafat peripatetic yang rasionalistik, dan
menekankan bahwa hal itu tidak boleh dikelirukan dengan misteri ilahiah dan
pengetahuan ilahiah, yang merupakan usaha puncak pensucian jiwa dibawah
bimbingan spiritual para guru sufi. Intelek tidak sama dengan hadist Nabi dan falsafah
tidak sama dengan teosofi (hikmah) dalam makna Quraninya. Matsnawi adalah
sebuah Masterpiece filsafat.

Hubungan antara Tasawuf dan filsafat tampak dalam munculnya bentuk khusus yang
terjalin erat dengan filsafat. Meskipun bentuk tasawuf ini tidak menerima filsafat
peripatetic dan mazhab-mazhab filsafat lain yang seperti itu, namun ia sendiri
tercampur dengan filsafat atau teosofi (hikmah) dalam bentuknya yang paling luas.
Dalam mazhab Tasawuf itu, intelek sebagai alat untuk mencapai realitas tentang yang
mutlak dengan memperoleh kedudukan yang tinggi. Dengan demikian, dalam
tasawuf berkembang satu jenis teosofi (ilmu ilahi) yang tidak hanya datang untuk
menggantikan filsafat didunia Arab, tapi di Persia ia juga amat mempengaruhi jika
bukan menggantikan filsafat dan kemudian secara amat efektif menggabungkan
filsafat dan Tasawuf, bahkan mengganti nama Tasawuf menjadi Irfan
(gnosis,makrifat) pada periode safawi. Penentangan terhadap filsafat masih tetap
tampak, tapi penentangan ini sebenarnya muncul dalam kaitannya dengan istilah
falsafah dan rasionalisme. Hubungan Tasawuf dan filsafah berbeda dari apa yang
diamati dalam tasawuf yang didominasi cinta, seperti pada Athar dan lainnya.

Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
9

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

Hubungan antara Tasawuf dan filsafat ditemukan dalam karya-karya para sufi yang
sekaligus juga filosof, Yang telah berusaha untuk merujuk tasawuf dan filsafat.
Afdhaluddin kasyani, Quthbuddin syirazi, Ibd Turkah al-Isfahani, dan Mir Abul Qosim
findiriski, orang-orang ini seluruhnya adalah sufi yang berjalan pada jalan spiritual
dan telah mencapai maqam spiritual, dan beberapa diantara mereka terdapat para
wali, tetapi pada saat yang sama secara mendalam memahami filsafat dan cukup
mengherankan, beberapa diantara mereka lebih tertarik pada filsafat peripatetic dan
rasionalistik daripada filsafat intuitif (dzawqi), sebagaimana dapat diamati dalam
kasus Mir Findiriski yang amat mendalami As-Syifanya Ibnu Sina. Diantara kelompok
ini, Afdhaluddin Kasyani memegang kedudukan yang unik. Ia tidak hanya salah satu
sufi terbesar yang hingga hari ini mouseleumnya di Maqam Kasyani menjadi tempat
Ziarah, baik orang-orang yang awam maupun orang-orang terpelajar, tetapi ia juga
dianggap sebagai salah satu filosof Persia terbesar yang sumbangannya bagi
pengembangan bahasa filsafat Persia tak tertandingi. Karya-karya filsafatnya dalam
logika, teologi, ataupun dalam ilmu-ilmu alam ditulis dalam bahasa Persia yang jelas
dan fasih, dan merupakan Masterpiece dalam bahasa ini. Ia tidak hanya menunjukkan
dengan jelas wawasan tasawuf dalam syair-syairnya, namun dalam hal logika dan
filsafat yang paling ketat sekalipun. Figur besar lain seperti Quthbuddin al-Syirazi,
yang dalam masa remajanya bergabung dengan para sufi dan juga menulis karya
besar dalam filsafat peripatetic dalam bahasa Persia, Durrat al-Tajj, lalu bin Turkah
Isfahani, yang Tamhid al-Qawaidnya merupakan Masterpiece filsafat sekaligus
Tasawuf, dan Mir Abul Qosim Findiriski, yang menjadi komentator karya metafisika
Hindu penting, Yoga Vaisithsa adalah sufi dan ahli makrifat yang kepadanya banyak
mukjizat dinisbatkan. Mereka semua sesungguhnya adalah para pengikut mazhab
Afdhluddin Kasyani, sejauh menyangkut upaya pemantapan hubungan antara
Tasawuf dan Filsafat.

Kategorisasi umum kita mengenai hubungan Tasawuf dengan filsafat, mencakup para
filosof yang mempelajari atau mempraktekan Tasawuf. Yang pertama dari kelompok
ini adalah Al-Farabi, yang mempraktekan Tasawuf dan bahkan telah mengubah musik
yang dimainkan dalam pertemuan Sama pada sufi, mutiara hikmah yang dinisbatkan
kepadanya sangatlah penting. Karena, pada dasarnya, inilah buku mengenai filsafat
maupun makrifat dan hingga kini diajarkan di Persia bersama komentar-komentar
makrifati.
Kita Dapat mengambil kesimpulan bahwa ketiga ilmu-ilmu tersebut berusaha
menemukan apa yang disebut kebenaran.Maka ketiganya berusaha mendalami pencarian
segala yang besifat rahasia (gahib) yang dianggap sebagai kebenaran terjauh dimana tidak
semua orang dapat melakukannya.
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
10

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013


E.PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ILMU KALAM,TASAWWUF,DAN FILSAFAT
a.Persamaan Ilmu Kalam,Tasawwuf Dan Filsafat
Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. Objek kajian
ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian
filsafat adalah masalah ketuhanan di samping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu
yang ada.Sementara itu objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yakni upaya-uapaya pendekatan
terhadap-Nya. Jadi, di lihat dari objeknya, ketiga ilmu itu membahas masalah yang berkaitan
dengan ketuhanan.

Argumen filsafat- sebagai mana ilmu kalam- dibangaun di atas logika. Oleh karena
itu, hasil kajiannya bersifat spekulatif (dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiris,
riset, dan eksperimental). Kerelatifan hasil karya logika itu menyebabkan beragamannya
kebenaran yang dihasilkannya.

Bagi ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama yaitu
kebenaran. Ilmu kalam dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang
Tuhan yang berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula, berusaha
menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia (yang belum atau tidak dapat
dijangkau oleh ilmu pengetahuaan karena berada di luar atau di atas jangkauanya), atau
tentang tuhan. Sementara itu, tasawuf juga dengan metodenya yang tipikal berusaha
menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spritual menuju Tuhan.

b.Perbedaan Ilmu Kalam,Tasawwuf Dan Filsafat
Perbedaan di antara ilmu tersebut terletak pada aspek metodologinya. Ilmu kalam,
sebagai ilmu yang menggunakan logika di samping argumentasi-argumentasi naqliah
berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama, yang sangat tampak nilai-nilai
apologinya.Pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika (jadaliah) dikenal juga
dengan istilah dialog keagamaan. Sebagai ilmuwan bahkan mengatakan bahwa ilmu ini berisi
keyakinan-keyakinan kebenaran, praktek dan pelaksanaan ajaran agama, serta pengalaman
keagamaan yang dijelaskan dengan pendekatan rasional.

Sementara itu, tasawuf adalah ilmu yang lebih menekankan rasa dari pada rasio.
Oleh sebab itu, filsafat dan tasawuf sangat distingtif. Sebagai sebuah ilmu yang prosesnya
diperoleh dari rasa, ilmu tasawuf bersifst subjektif, yakni sangat berkaitan dengan
pengalaman seseorang. Itulah sebabnya, bahasa tasawuf sering tampak aneh bila dilihat
dari aspek rasio. Hal ini karena pengalaman rasa sulit dibahasan. Pengalaman rasa lebih
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
11

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

muda dirasakan langsung oleh orang yang ingin memperoleh kebenaranya dan mudah
digambarkan dengan bahasa lambang, sehingga sangat interpretable dapat
diinterpretasikan bermacam-macam). Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu
tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari tuhan. Kebenaran yang
dihasilkan ilmu tasawuf dikenal dengan istilah kebenaran hudhuri, yaitu suatu kebenaran
yang objeknya datang dari dalam diri subjek sendiri. Itulah sebabnya dalam sains dikenal
istilah objeknya tidak objektif. Ilmu seperti ini dalam sains dikenal dengan ilmu yang
diketahui bersama atau tacit knowledge, dan bukan ilmu proporsional.

Didalam pertumbuhannya, ilmu kalam (teologi) berkembang menjadi teologi rasional
dan teologi tradisional.Filsafat berkembang menjadi sains dan filsafat sendiri. Sains
berkembang menjadi sains kealaman,sosial, dan humaniora; sedangkan filsafat berkembang
lagi menjadi filsafat klasik, pertengahan, dan filsafat modern. Tasawuf selanjutnya
berkembang menjadi tasawuf praktis dan tasawuf teoritis.

Dilihat dari aspek aksiologi (manfaatnya), teologi diantaranya berperan sebagai ilmu
yang mengajak orang baru untuk mengenal rasional sebagai upaya mengenal Tuhan secara
rasional. Adapun filsafat, lebih berperan sebagai ilmu yang mengajak kepada orang yang
mempunyai rasio secara prima untuk mengenal Tuhan secara lebih bebas melalui
pengamatan dan kajian alam dan ekosistemnya langsung. Dengan cara ini, orang yang telah
mempunyai rasio sangat prima diharapkan dapat mengenal Tuhan secara meyakinkan
melalui rasionya. Adapaun tasawuf lebih perperan sebagai ilmu yang memberi kepuasan
kepada orang yang telah melepaskan rasionya secara bebas karena tidak memperoleh apa
yang ingin dicarinya.

Adapun Ilmu filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh
kebenaran rasional. Metode yang digunakannya pun adalah metode rasional. Filsafat
menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal (mengakar) dan
integral (menyeluruh) serta universal (mengalam); tidak merasa terikata oleh apapun,
kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama logika. Peranan filsafat sebagaimana
dikatakan Socrates adalah berpegang teguh pada ilmu pengetahuan melalui usaha
menjelaskan konsep-konsep (the gaining of conceptual clarity).

Berkenaan dengan keragaman kebenaran yang dihasilkan oleh kerja logika maka
dalam filsafat dikenal apa yang disebut kebenaran korespondensi. Dalam pandangan
korespodensi, kebenaran adalah persesuaian antara kenyataan sebenarnya di alam nyata.

Disamping kebenaran korespodensi, di dalam filsafat juga dikenal kebenaran
korehensi. Dalam pandangan korehensi, kebenaran adalah kesesuaian antara suatu
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
12

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

pertimbangan baru dan suatu pertimbangan yang telah diakui kebenarannya secara umum
dan permanen. Jadi, kebenaran dianggap tidak benar kalau tidak sesuai dengan kebenaran
yang dianggap benar oleh ulama umum.

Disamping dua kebenaran di atas, di dalam filsafat dikenal juga kebenaran pragmatis.
Dalam pandangan pragmatisme, kebenaran adalah sesuatu yang bermanfaat (utility) dan
mungkin dapat dikerjakan (workability) dengan dampak yang memuaskan. Jadi, sesuatu
akan dianggap tidak benar kalau tidak tampak manfaatnya secara nyata dan sulit untuk di
kerjakan.

BAB III
PENUTUP:KESIMPULAN

Sebagai sebuah disiplin ilmu keislaman, Ilmu Kalam tidak dapat lepas dari
keterkaitannya dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya, seperti Tasawwuf dan filsafat serta
bidang ilmu-ilmu lainnya.

Hubungan antara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf terletak pada aspek
metodologinya;
Ilmu kalam, sebagaimana ilmu yang mengunakan logika di samping argumentasi-
argumentasi naqliyah berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama yang
sangat tampak nilai-nilai ketuhananya. Sebagian ilmuwan bahkan mengatakan bahwa ilmu
ini berisi keyakian-keyakinan kebenaran, praktek dan pelaksanaan ajaran agama, Seta
pengalaman keagamaan yang dijelaskan dengan pendekatan rasional.
Sementara ilmu tasawwuf adalah ilmu yang menekankan rasa dari pada rasio.
Sebagai sebuah ilmu yang perosesnya di peroleh dari rasa, ilmu tasawwuf bersipat subyektif,
yakni sangat berkaitan dengan pengakaman seseorang. Di lihat dari aspek aksiologi
(manfaatya), Ilmu kalam diantaranya berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru
untuk mengenal rasio sebagai upaya mengenal tuhan secara rasional.
Adapun filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran
rasional. Metode yang digunakannya pun adalah metode rasional. Filsafat menghampiri
kebenaran dengan cara menuangkan (mengambarkan atau mengalana) akal budi secara
radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal tidak merasa terikat oleh
ikatan apapun kecuali oleh ikatan tangannya sendiri yang bernama logika.
Hubungan Ilmu Kalam Dan Ilmu-ilmu lainnya
13

Ilmu kalam:Hubungan Ilmu Kalam Dengan Ilmu-ilmu lain Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar
Tahun Akademik 2012/2013

Dari uraian diatas kami dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa ilmu
kalam,tasawuf dan filsafat adalah suatu ilmu yang sangat penting dimiliki manusia karena
dengan ilmu-ilmu tersebut jiwa kita lebih tenang dan damai. Dan bertasawuf bukanlah harus
dengan bertarikat tapi hakikat ilmu tersebut adalah pembinaan jiwa kerohanian sehingga
bisa berhubungan dengan Allah sedekat mungkin.




DAFTAR PUSTAKA
Beberapa Referensi Ilmu-ilmu kalam dari sebuah situs/halaman sumber yang tidak sempat
di catat sumbernya di internet
Anwar, Rosihun.Ilmu Kalam. Bandung.: CV.Pustaka Setia.2006
Shallud, Mahmud. Akidah dan Syariah Islam. Jakarta. Bumi Aksara.1984
http://a213-cool.blogspot.com
Saefuddin, Endang Anshori. 1987. Ilmu Filsafat dan Agama. Surabaya: PT bina Ilmu Offst
Nata, abuddin. 2001
Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. www.jadilah.com
Anwar, Rosihon. Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia. 2007
Aries. Hubungan Filsafat Islam dengan Filsafat Yunani dan Ilmu-ilmu Islam. (online)
Http://Wanipintar.Blogspot.Com/2009/03/Hubungan-Tasawuf-Dengan-Ilmu-Kalam.Html
Rozak, Abdul. Ilmu Kalam. Bandung: CV. Pustaka Setia. 2007
http://a2i3s-c0ol.blogspot.com/2009/01/hubungan-filsafat-islam-dengan-filsafat.html
http://irpanharahap.blogspot.com/2011/07/hubungan-tasawuf-dengan-ilmu-lainnya.html
http://ajiraksa.blogspot.com/2011/05/hubungan-tasawuf-dengan-ilmu-kalam-ilmu.html