Anda di halaman 1dari 17

TEORI BELAJAR

BEHAVIOR
Traditional Learning Theory (TLT)
Belajar : suatu perubahan yang relative
menetap dalam tingkah laku yang terjadi
sebagai suatu hasil latihan (Kimble, 1961)
Hasil belajar :
Adanya perubahan atau penambahan
kemampuan dalam aspek psikologis.
Perubahan didasari oleh adanya pengalaman
yang disebabkan karena adanya repetisi
dan belajar, bukan karena adanya
hereditas, maturasi dan kerusakan fisik.
Perubahan yang terjadi relative permanen.

Behaviorist views of learning
LEARNING is a relatively enduring change in observable
behavior that occurs as a result of experience

Relatively enduring atau relatif menetap. Jadi perubahan yg
bersifat temporal yg disebabkan oleh sakit, kecelakaan, atau
emotional distress, tidak termasuk belajar.

Definisi di atas menekankan pada perilaku yg kelihatan
(Observable behavior), sedangkan apa yg ada di kepala orang
yg belajar seperti insight, goals atau kebutuhan tidak menjadi
perhatian.

Perubahan perilaku ini dipengaruhi oleh lingkungan




Learning is a
Relatively enduring
Change in observable
Behavior that occurs
as a result of
experience
CONTIGUITY
Simple
Stimulus-Response
Learning
CLASSICAL
CONDITIONING
Emotional &
Physiological
responses to
stimuli
OPERANT
CONDITIONING
Behavioral changes
that result from
consequences

Beberapa ciri umum yang nampak dalam
rumpun teori belajar Behaviorisme, yaitu:
Bersifat mekanistis
Menekankan peranan lingkungan
Mementingkan pembentukan reaksi dan
respon
Menekankan pentingnya latihan

CONTIGUITY
Jika seseorang bertanya 7 X 5 =..
Anda akan segera menjawab = 35
Respon Anda adalah belajar yg terjadi
melalui contiguity atau pasangan sederhana
dari Stimulus dan Respon, sehingga
berulangkali terjadi secara bersamaan
Stimulus adalah semua pandangan, suara,
gerakan, bau, dll., yg diterima indera dari
lingkungan
Respon adalah perilaku sebagai hasil dari
asosiasi.

Classical Conditioning
Prinsip utama : Stimulus yang biasa tidak
menyebabkan respon, namun apabila dikaitkan
dengan stimulus lain yang selalu menyebabkan
munculnya respon tertentu.

Classical conditioning
Contoh:
Andi gagal dalam kuis matematika, dia
merasa kecewa dan cemas. Dia merasa
cemas lagi pada kuis berikutnya
Pak Arif memberi salam pada Tuti (dan
semua temannya) dengan ramah setiap
masuk kelas. Salam ini membuat Tuti
merasa nyaman. Kemudian, Tuti mengalami
perasaan nyaman juga ketika masuk ke
ruangan Pak Arif, meskipun Beliau tidak
ada di sana.
Classical conditioning ditemukan oleh Ivan
Pavlov (A Rusian Physiologist).

Percobaannya:Seekor anjing dibedah
sedemikian rupa, sehingga kelenjar
ludahnya berada di luar pipinya,
dimasukkan ke kamar yang gelap. Hal ini
memungkinkan si peneliti untuk mengukur
dengan teliti air liur yang keluar sebagai
response (reaksi) apabila ada perangsangan
makanan ke mulutnya. Setelah percobaan
diulang berkali-kali, maka ternyata air liur
telah keluar sebelum makanan sampai ke
mulutnya, yaitu: pada waktu melihat piring
makanan, pada waktu melihat orang yang
biasa memberi makanan, dan bahkan pada
waktu mendengar langkah orang yang biasa
memberi makanan.
CLASSICAL CONDITIONING DI DALAM KELAS
Para peneliti menyatakan bahwa reaksi emosional siswa yg
berasosiasi dg materi yg mereka pelajari merupakan
pengalaman yg sangat penting yg dibawa dari sekolah
(Gentile, 1996 dalam Kouchack & Eggen, 2004)

Contoh: kecemasan para siswa pada materi matematika akan
berimbas pada prestasi mereka dalam matematika.

Siswa sering merasa tidak mudah beradaptasi dengan
sekolah baru, kelas, atau topik topik baru; tetapi jika
mereka diperlakukan dengan respek dan support dari guru,
mereka akan mengasosiasikan sekolah dan belajar dg usaha-
usaha atau sikap baik guru. Pada akhirnya, sekolah dapat
mendatangkan perasaan nyaman dan aman pada diri siswa.

Tujuan penting tersebut dapat dicapai dg melalui pendekatan
teori classical conditioning.
Operant Conditioning
Munculnya suatu tingkah laku tertentu selalu
dihubungkan dengan adanya konsekwensi dari tingkah
laku tersebut.
Reinforcement : konsekwensi yang menyebabkan
dipertahankannya suatu tingkah laku pada masa
selanjutnya.
Punishment : konsekwensi yang menyebabkan
ditekan/dikuranginya suatu tingkah laku pada masa
selanjutnya.
Contoh : Bayi belajar orang tua datang, apabila anak
tersenyum pada orang tua (operant behavior) dia
akan diajak bermain (penguatan) terjadi berulang
kali, senyum menjadi operant conditioning untuk
meningkatkan frekwensi.

Implikasi Teori Skinner terhadap pendidikan :
Pemberian reinforcement yang diatur dengan
baik, akan menyebabkan tingkah laku operan
yang diharapkan.
Punishment bisa menimbulkan side efek yang
tidak diharapkan.

Perbedaan Classical Cond. dan Operant Cond.
CLASSICAL CONDITIONING
Perilaku
- tidak disengaja (indvd tdk
mempunyai kontrol thd perilaku)
- emosional
- fisiologis

Urutan
- perilaku mengikuti stimulus


Bgmn belajar terjadi?
- stimulus netral diasosiasikan dg
UCS

Contoh:
siswa mengasosiasikan kelas dg
sikap hangat guru, shg kelas
mendatangkan kondisi emosi yg
positif

OPERANT CONDITIONING
Perilaku
- disengaja (individu
mempunyai kontrol thd
perilaku)


. Urutan
- perilaku mendahului stimulus
(konsekuensi)

Bgmn belajar terjadi?
konsekuensi dari perilaku
mempengaruhi perilaku
berikutnya

Contoh:
siswa berusaha menjawab dg
benar dan dipuji, shg usaha
mereka menjawab semakin
meningkat.
Contoh aplikasi dalam kelas
Aplikasi Contiguity
ex: Guru meminta siswa menghafal rumus kimia,
dan secara periodik mereview dan meminta siswa
menulis daftarnya.

Aplikasi Classical conditioning
ex: pada anak SD, guru memberi salam dg ramah
ketika masuk ruang kelas. Jika terus menerus
dilakukan maka anak akan mengasosiasikan kelas
dg sikap guru (ramah).

Aplikasi operant conditioning
ex: pujian (reward) yang diberikan pada anak yg
berprestasi akan semakin meningkatkan motivasi
belajar si anak.
Kritik terhadap Behaviorism antara lain
adalah:
siswa bersifat pasif.
behaviorism tidak bisa menjelaskan higher-
order functions, seperti bahasa.
behaviorism lebih berperan sebagai sebuah
alat untuk mengontrol siswa daripada
membantu siswa untuk belajar mengontrol
perilakunya sendiri.

Catatan:
Teori behaviorism meskipun dianggap
kontroversial, tetapi konsep-
konsepnya digunakan secara luas
sebagai alat dalam memanage perilaku
siswa di dalam kelas.
Implikasi teori belajar Behavioris dalam
pembelajaran

Selain penggunaan reinforcement
(penguatan) untuk memperkuat tingkah
laku, dua hal lain yang ditekankan oleh
behavioris, yaitu:
1. prosedur pengembangan tingkah laku baru
2. prosedur pengendalian atau perbaikan
tingkah laku.