Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
Bisnis di Indonesia memerlukan pengembangan yang didasarkan pada
pemikiran bahwa moral sangat menentukan bagi keberhasilannya, baik dalam skala
nasional maupun internasional. Pemahaman etika bisnis menjadi kebutuhan yang
mendesak bagi pelaku bisnis itu sendiri, maupun berbagai pihak yang bersangkutan
dengan bisnis.
Mengenalkan etika yang relevan dengan issue moral dalam kegiatan bisnis,
menjelaskan keterampilan analitis yang rasional dalam menerapkan konsep-konsep
etika untuk menyelesaikan permasalahan moral dan mengidentifikasi issue-issue
moral yang bersangkutan dengan berbagai fungsi manajemen etika keuangan.
Pemahaman materi tersebut diperlukan bagi pimpinan perusahaan yang akan selalu
menghadapi permasalahan moral dalam kegiatan bisnis mereka.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. ETIKA DALAM MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan dalam konteks pembahasan ini adalah berhubungan
dengan penganggaran. nggaran adalah suatu ren!ana yang disusun se!ara sistematis,
yang meliputi seluruh kegiatan bank yang dinyatakan dalam unit "kesatuan# moneter
yang berlaku untuk jangka waktu tertentu di masa mendatang. nggaran berkaitan
dengan manajemen keuangan yang berkaitan dengan waktu realisasi, maka biasanya
disebut dengan ren!ana keuangan "budgetting#. $en!ana keuangan adalah ren!ana
keuangan lembaga bisnis yang merupakan terjemahan program kerja lembaga bisnis
ke dalam sasaran-sasaran "target# keuangan yang ingin di!apai dalam kurun waktu
tertentu.
Penganggaran budgetting merupakan proses yang men!akup %
1. Penyusunan ren!ana kerja lengkap untuk setiap jenis tingkat kegiatan dan
setiap jenis tingkat kegiatan yang ada pada suatu lembaga.
&. Penentuan ren!ana kerja dalam bentuk mata uang dan kesatuan kuantitatif
lainnya, dilakukan melalui sistematika dan logika yang dapat
dipertanggungjawabkan.
'. $en!ana kerja masing-masing dari setiap kesatuan usaha, satu sama lain atau
se!ara keseluruhan, harus dapat berjalan dengan serasi.
(. Penyusunan ren!ana kerja perlu adanya partisipasi dari seluruh tingkatan
manajemen sehinngga pelaksanaan anggaran merupakan tanggung jawab
seluruh anggota manajemen.
). nggaran merupakan alat koordinasi yang ampuh bagi *op Manajer dalam
mengelola bank, dalam rangka men!apai ren!ana yang telah ditetapkan.
+. nggaran merupakan alat pengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan ren!ana
kerja, sekaligus dipakai sebagai alat evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
,. nggaran merupakan alat pengawas dan pengendalian jalannya bisnis.
Penganggaran merupakan langkah-langkah yang menjadi dasar bagi penetapan
strategi bisnis. Penganggaran merupakan peren!anaan strategi unit bisnis, terlebih lagi
adalah berkaitan dengan masalah keuangan lembaga bisnis.
&
Manfaat dan Keuntungan Budgetting %
-engan memahami kaidah-kaidah dasar peren!anaan keuangan, pengelola
bank dapat menetapkan sasaran pengembangan yang diinginkan, melaksanakan,
mengendalikan dan se!ara tekun dan taat untuk men!apainya. .euntungan Budgetting
yang lebih spesifik antara lain %
1. Merangsang atau memaksa pertimbangan-pertimbangan mengenai
kebijakan dasar manajemen.
&. Membutuhkan organisasi yang mantap, pembagian tanggung jawab yang
jelas dan tetap pada tiap bagian manajemen.
'. Mendorong anggota manajemen untuk ikut serta dalam penetapan tujuan
bersama dan tempat untuk komunikasi berkala antar pengurus.
(. Mendorong semua bagian manajemen untuk membuat ren!ana yang sesuai
dengan bagian lain.
). Mengharuskan untuk pemakaian tenaga kerja, fasilitas dan modal yang
paling ekonomis.
Kaidah Dasar Perencanaan
/ebagaimana kaidah umum yang berlaku, sasaran peren!anaan keuangan perlu
memperhatikan dan mengindahkan nilai-nilai sebagai berikut %
1. /esuai kemampuan "$ealistis#
-alam meren!anakan harus didasarkan pada kemampuan dan pengalaman
yang dimiliki, sehingga sasaran yang ditetapkan tidak terlalu tinggi dan
tidak terlalu rendah.
&. -irumuskan dengan jelas
/asaran perlu dirumuskan dengan jelas, sehingga pelaksanaan dan
pengendaliannya akan menjadi lebih mudah.
'. -apat diukur hasilnya
/asaran yang ditetapkan akan menjadi a!uan tindakan pelaksanaan dan
pengendaliannya dari waktu ke waktu, sehingga ukurannya dibuat dalam
kuantitatif.
(. da kerangka waktu yang jelas
Mengukur hasil atau pen!apaian hasil suatu usaha akan terikat pada jumlah
dan waktu.
'
Pe!atasan Penganggaran
Melibatkan waktu yang akan datang, sehingga diperlukan batasan-batasan atau
asumsi %
1. Budgetting didasarkan pada taksiran-taksiran "estimasi#
&. Budgetting harus disesuaikan terhadap perkembangan situasi dan kondisi
yang melatarbelakangi.
'. Budgetting tidak menggantikan manajemen dan administrasi tetapi
merupakan alat bantu untuk pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
(. $ealisasi Budgetting tidak akan terjadi se!ara otomatis, tetapi
membutuhkan usaha dan keras untuk men!apainya.
Su!er dan A"at Bantu Budgetting
/umber-sumber data terseebut terdiri dari %
1. 0aporan keuangan periode lalu
&. -ata riset pasar mengenai potensi funding dan financing
'. Permohonan pembiayaan yang akan direalisasikan untuk periode
mendatang
(. $en!ana angsuran pembiayaan
). $en!ana pengeluaran biaya periode berikutnya
+. .ebijakan yang telah disepakati bersama
,. sumsi-asumsi dalam penetapan cash in dan cash out sesuai dengan
kebijakan yang telah disepakati
/edangkan alat bantu yang sederhana yang digunakan untuk melakukan
Budgetting adalah liran .as "cash flow# yaitu suatu format keuangan yang
mengilustrasikan target-target mengenai mengalirnya dana masuk "cash in# dan dana
keluar "cash out# serta saldo kas pada suatu periode tertentu.
B. ETIKA DALAM AKUNTANSI
/e!ara sederhana, akuntansi adalah proses bisnis men!apai kegiatan keuangan
dengan men!atat pengeluaran dan penerimaan serta laporan keuangannya. kuntan
yang bekerja di suatu perusahaan melakukan pen!atatan keuangan sesuai dengan
standart dan prinsip yang diakui di suatu negara. kuntan karyawan adalah pekerja di
suatu perusahaan, dan sama seperti karyawan yang lain dalam melakukan
pekerjaannya, memiliki kewajiban moral yang sama seperti karyawan yang lain. da
profesi akuntan yang disebut akuntan publik yang bekerja pada kantor akuntan,
(
perusahaan jasa untuk memeriksa buku perusahaan dan laporan keuangannya.
kuntan dibayar oleh perusahaan yang diauditnya, tetapi melayani masyarakat umum
yang memerlukan informasi tentang keadaan keuangan perusahaan yang sebenarnya.
kuntan publik sering menghadapi tekanan dari nasabahnya yang menginginkannya
untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak legal, seperti menurunkan besarnya
pendapatan, memalsukan dokumen, memalsukan biaya, menghindari pajak
pendapatan, dan lain-lain. *indakan-tindakan tidak legal ini tidak perlu
dipermasalahkan lagi moralitasnya, karena sudah jelas tidak bermoral.
Permasalahan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan
earnings management, yaitu tindakan untuk menaikkan atau menurunkan pendapatan
perusahaan tanpa adanya kenaikan atau penurunan yang sebenarnya dari operasi
perusahaan. Permasalahan moral yang lain adalah penentuan biaya jasa akuntansi
tersebut. Issue yang lain adalah bagaimana menangani permasalahan yang terjadi
karena perubahan-perubahan yang !epat terjadi dalam peraturan, hukum, dan praktek
serta aturan akuntansi. Bagi banyak akuntan, tindakan yang bermoral adalah yang
mengikuti aturan atau standart tersebut. Banyak yang berpendapat tidak demikian,
kenyataannya makin jauh moralitasnya dari aturan dan standar itu sendiri.
*ujuan dari pemeriksaan akuntansi dari suatu perusahaan adalah untuk
meyakinkan kepada masyarakat umum bahwa keuangan perusahaan sebagaimana
dilaporkan adalah benar, sistem itu sendiri tidak dibuat untuk menjamin hal tersebut.
Perusahaan jasa akuntan yang memeriksa keuangan perusahaan sebenarnya bekerja
pada perusahaan tersebut. 1alaupun kantor akuntan tersebut sama sekali lepas dan
tidak ada unsur kepemilikan dalam perusahaan yang diperiksa, akan tetapi perusahaan
yang diperiksa itu yang membayar untuk pekerjaannya. .antor akuntan tidak
memiliki tanggung jawab untuk membuktikan kebenaran informasi yang diberikan
kepadanya. .antor akuntan juga tidak bertanggung jawab untuk melaporkan setiap
kesalahan, ke!urangan, dan perbedaan yang ditemukannya, walaupun hal ini tidak
berarti bahwa kantor tersebut menyembunyikan kejahatan. -engan demikian, sistem
sekarang ini tidak benar-benar mampu menyelesaikan mereka yang ingin mengetahui
kesalahan keuangan yang sebenarnya dari suatu perusahaan.
Bila hal ini benar-benar untuk melindungi kepentingan publik, maka se!ara
moral kantor akuntan wajib untuk mendahulukan kepentingan umum. -alam
kenyataannya, tidak ada kepastian mengenai tujuan dari kebijakan itu sendiri,
sehingga potensi kantor akuntansi se!ara moral juga tidak jelas. Banyak kantor
)
akuntan yang merangkap jasa konsultasi manajemen, dan ini memperbesar konflik
kepentingan. Bila suatu kantor akuntan adalah konsultan suatu perusahaan dan
kemudian yang memeriksa perusahaan tersebut, maka hasilnya akan selalu
memuaskan.
#. KEUANGAN DAN BANK
da berbagai lembaga keuangan, bank dan lembaga keuangan bukan bank.
*erdapat pula berma!am-ma!am bank, dan terdapat pula lembaga keuangan bukan
bank, akan tetapi melakukan kegiatan bisnis yang melibatkan uang, seperti
perusahaan asuransi, dana pensiun, dan lain-lain. Berbagai issue moral timbul dalam
kegiatan bisnis bank dan lembaga keuangan tersebut.
2egara-negara maju dengan kemajuan ekonominya memiliki kelebihan uang
yang tidak !ukup diserap dalam sistem perbankan mereka, dana tersebut masuk ke
pasar internasional untuk digunakan dalam bentuk yang disebut 3bantuan4 "foreifn
aid# se!ara bilateral maupun pemerintah atau melalui lembaga-lembaga internasional.
-ana tersebut disambut negara-negara berkembang, yang dengan keterbatasan
infrastruktur moral dapat menjamin penggunaan yang bermoral dari pinjaman
tersebut. Berbagai issue moral timbul dari situasi ini, adilkah bagi rakyat di negara-
negara bekembang untuk terhambat kemajuannya dan terbebani kehidupannya hanya
untuk membayar bunga hutang. /iapapun yang tidak bermoral dalam meminjam dan
meminjamkan harus menanggung resikonya. -ampak akhir yang menderita adalah
rakyat di negara penghutang atau di negara pemberi hutang.
Berbagai uasaha untuk menyelesaikannya telah di!oba, dengan menghapuskan
sebagian hutang, tapi biasanya yang dihapuskan sangat ke!il dibanding total hutang.
-engan restrukturisasi hutang, merupakan perpanjangan waktu pembayaran kembali
hutang dengan bunga hutang bertambah. -imensi moral situasi ini sangat kompleks.
/ulit untuk menentukan tindakan yang tidak bermoral sehingga dapat
dipermasalahkan.
Pemerintah negara-negara berkembang se!ara bilateral dapat merundingkan
hutang mereka dengan tiap negara yang memberi hutang, untuk berhenti membayar
hutang dalam valuta asing mereka dan tidak lagi dikenakan bunga. 5utang dibayar
berjadwal, tapi tidak dengan uang tunai, tapi dengan produk yang dihasilkan oleh
negara penghutang, sebagian adalah produk yang dihasilkan dari negara penghutang
dan sebagian dari produk yang akan dihasilkan. 6ntuk produk yang akan dihasilkan,
+
negara penghutang membangun pabrik dengan syarat pabrik dibayar dengan produk
juga. Penyelesaian seperti ini diperkirakan memenuhi konsep penyelesaian yang adil
dan beradab.
D. IN$ESTASI %ANG BE&M'&AL
*anggung jawab moral bersangkutan dengan tindakan yang dinilai
moralitasnya, dan tanggung jawab moral hanya ada bila tindakan yang
dipermasalahkan dilakukan dengan bebas dan diketahui, serta tidak ada kondisi yang
menghalanginya.
Pemegang saham mempunyai tanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh
perusahaan. Investor individu umumnya membeli saham atas saran analisis pasar
dengan tujuan memperoleh deviden. Pemegang saham dari perusahaan publik tidak
dapat bertanggung jawab se!ara moral atas apa yang dilakukan oleh perusahaan, oleh
karena pemegang saham pada kenyataannya tidak terkait dengan hubungan antara
tindakan perusahaan dan dampaknya, walaupun ini tidak berarti mereka bebas dari
semua tanggung jawab.
/esungguhnya setiap orang se!ara moral tidak dibenarkan untuk investasi
dalam usaha tidak bermoral. Bila kita mengetahui suatu usaha tidak bermoral, maka
kita memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melakukan investasi dalam usaha
tersebut, atau bila telah melakukan investasi, kita memiliki tanggung jawab moral
untuk keluar dari investasi tersebut. Bila suatu perusahaan melakukan praktik yang
tidak bermoral, maka tidak seorangpun se!ara moral dapat mendukung aktivitas
tersebut melalui pembelian sahamnya.
7leh karena itu bila perusahaan mempraktekkan dikriminasi rasial dalam
penerimaan karyawannya, atau mengunakan pekerja anak-anak, maka tidak bermoral
untuk investasi di perusahaan tersebut. Permasalahannya bukan apakah perusahaan
legal se!ara hukum atau tidak. /uatu perusahaan yang legal tidak berarti bahwa
perusahaan itu otomatis bermoral.
-ari pandangan moral, sebelum dapat dibebaskan dari tanggung jawab karena
ketidaktahuan, maka harus diyakini ketidaktahuan itu benar-benar wajar. rtinya,
apakah orang biasa akan mengetahui hal tersebut bila mereka memperhatikan atau
merasa bertanggung jawab akan hal tersebut sehingga memperhatikan dengan
seksama apakah suatu hal terjadi atau tidak. Pemegang saham seharusnya
memperhatikan aktivitas perusahaan yang mereka miliki, termasuk !atatan etika
,
mereka. Bila diketahui suatu perusahaan melakukan tindakan tidak bermoral, maka
selayaknya tidak berinvestasi dalam saham perusahaan tersebut. Bila kita sudah
menjadi pemegang saham perusahaan yang kemudian melakukan kegiatan yang tidak
bermoral, maka merupakan tanggung jawab kita untuk menjual kembali saham
perusahaan. Mereka seharusnya meneliti apakah perusahaan tersebut melakukan
bisnis yang tidak bermoral sebelum melakukan pembelian. /etelah mereka memiliki
perusahaan tersebut, maka mereka memiliki !ukup suara untuk mempengaruhi
manajer perusahaan dalam etika.
pakah hal ini tidak mungkin karena semua perusahaan melakukan bisnisnya
dengan tidak bermoral, atau karena tidak dapat dihindari investasi yang tidak
bermoral. 1alaupun misalnya investasi dilakukan melalui deposito di bank, atau
perusahaan asuransi, tetapi mereka menginvestasikan lagi di perusahaan-perusahaan
atas dasar yang memberikan keuntungan terbesar. 8adi, pemilik modal awal
sebenarnya tidak memiliki kontrol tentang uangnya digunakan untuk investasi di
perusahaan tidak bermoral atau bukan. rgumentasi tentang semua perusahaan tidak
bermoral tidak dapat diterima karena berarti kita berpendapat bahwa semua kegiatan
bisnis tidak bermoral.
/e!ara umum, maka tidak ada investor atau manajer keuangan perusahaan
dapat mengabaikan norma-norma etika atau menghindari pertimbangan etika dalam
praktek keuangannya. *antangan untuk berpikir dan bertindak se!ara moral berarti
tidak berpikir dalam jangka pendek, dan menggunakan moralitas konvensional untuk
mempertimbangkan peranan masyarakat dan perspektif demi keuntungan bersama.
9
BAB III
PENUTUP
Kesi(u"an
:tika dalam manajemen keuangan dalam konteks pembahasan ini adalah
berhubungan dengan penganggaran. nggaran berkaitan dengan manajemen
keuangan yang berkaitan dengan waktu realisasi, maka biasanya disebut dengan
ren!ana keuangan "budgetting#. $en!ana keuangan adalah ren!ana keuangan lembaga
bisnis yang merupakan terjemahan program kerja lembaga bisnis ke dalam sasaran-
sasaran "target# keuangan yang ingin di!apai dalam kurun waktu tertentu.
:tika dalam akuntansi, akuntan yang bekerja di suatu perusahaan melakukan
pen!atatan keuangan sesuai dengan standar dan prinsip yang diakui di suatu negara
Permasalahan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan earnings
management, yaitu tindakan untuk menaikkan atau menurunkan pendapatan
perusahaan tanpa adanya kenaikan atau penurunan yang sebenarnya dari operasi
perusahaan.
2egara-negara maju dengan kemajuan ekonominya memiliki kelebihan uang yang
tidak !ukup diserap dalam sistem perbankan mereka, dana tersebut masuk ke pasar
internasional untuk digunakan dalam bentuk yang disebut 3bantuan4 "foreifn aid#.
*anggung jawab moral bersangkutan dengan tindakan yang dinilai
moralitasnya, dan tanggung jawab moral hanya ada bila tindakan yang
dipermasalahkan dilakukan dengan bebas dan diketahui, serta tidak ada kondisi yang
menghalanginya. Pemegang saham mempunyai tanggung jawab atas apa yang
dilakukan oleh perusahaan. /e!ara umum, maka tidak ada investor atau manajer
keuangan perusahaan dapat mengabaikan norma-norma etika atau menghindari
pertimbangan etika dalam praktek keuangannya.
;
DA)TA& PUSTAKA
1. /atyanugraha, 5eru. Etika Bisnis Prinsip dan Aplikasi. 0P<: 6niversitas
*risakti. 8akarta. &=='.
&. Muhammad. :tika Bisnis. 6nit Penerbit dan Per!etakan kademi
Manajemen Perusahan >.P2. >ogyakarta. &==(.
1=