Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN

ANALISA KASUS
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Jiwa I





Disusun Oleh:
1. Betty retnaningsih (P07120112049)
2. Clara tyas eviningrum (P07120112050)
3. Ditta utamiati (P07120112052)
4. Dodik Firmansah (P07120112053)
5. Endang sunarni (P07120112057)
6. Suci kurniawati (P07120112076)


KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2014



Kasus IV
Ny. T, 33 tahun sudah satu bulan di rawat di RS jiwa ksrena di rumah
selalu mengurung diri dikamar dan beberapa kali pernah berusaha
meninggalakan rumah. Saat ini setiap di ajak interaksi oleh orang lain selalu
diam, bicara terbatas kontak mata kurang. Klien pernah di rawat dua tahun yang
lalu karena merusak barang barang di rumah. Klien berhenti minum obat karena
di rumah tidak ada anggota keluarga yang mengawasi.
A. Data Pendukung Yang Perlu Di Kaji Lebih Lanjut
1. Kaji identitas klien
2. Kaji alasan masuk
3. Kaji faktor predisposisi meliput
a. Riwayat kesehatan jiwa masa lalu
b. Pengobatan sebelumnya
c. Riwayat kesehatan jiwa keluarga
d. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
e. Kaji pemeriksaan fisik secara umum
4. Isolasi sosial
a. Observasi apakah pasien mau berkomunikasi atau
menolak ketika ditanya.
b. Observasi apakah pasien mengekspresikan penolakan
ketika diajak berinteraksi dengan orang lain.
c. Observasi apakah pasien selalu menghindar ketika diajak
berinteraksi dengan orang lain.
d. Tanyakan Apakah pasien pernah mengucapkan kata kata
yang tidak berarti ketika ditanya.
e. Observasi apakah pasien mampu berkonsentrasi dan
membuat keputusan.
f. Observasi apakah pasien mudah merasa bosan.
g. Tanyakan apakah pasien merasa tidak berguna.
h. Tanyakan apakah pasien mempunyai teman dekat.
i. Tanyakan apa yang membuat pasien tidak memiliki orang
yang terdekat dengannya.
j. Tanyakan apakah pasien merasa aman ketika berada
diantara orang lain.
k. Tanyakan bagaimana pendapat pasien terhadap orang-
orang di sekitarnya.
l. Tanyakan apa yang menghambat hubungan yang
harmonis antara pasien dengan orang di sekitarnya.
m. Tanyakan apakah pasien lebih banyak menghabiskan
waktu dengan menyendiri.
n. Tanyakan apakah pasien melakukan aktivitas berulang .
o. Tanyakan apakah pasien selalu terlihat sedih.
p. Tanyakan apakah keluarga pernah datang untuk
mengunjungi pasien selama dirawat.
q. Tanyakan apakah yang pasien inginkan dari orang di
sekitarnya.
r. Observasi apakah pasien melakukan aktivitas sesuai
dengan umur perkembangan.
s. Tanyakan apakah pasien mempunyai tujuan hidup.
t. Tanyakan apakah pasien pernah ada perasaan ragu untuk
melanjutkan hidup.
u. Tanyakan apakah pasien merasakan bahwa waktu begitu
lama berlalu.
v. Observasi apakah pasien masih mampu melakukan
perawatan diri seperti mandi,makan,berpakaian.
5. Harga Diri Rendah (HDR)
a. Tanyakan pada klien apakah klien sulit bergaul
b. Tanyakan pada klien apakah klien sering diejek oranglain
c. Observasi gerak tubuh klien
d. Tanyakan pada klien apakah klien memiliki teman dekat
e. Tanyakan pada klien apakah klien termasuk pemalu
f. Tanyakan pada klien apakah klien merasa kurang percaya
diri dengan bentuk tubuhnya.
g. Tanyakan pada klien apakah klien merasa kurang percaya
diri dengan kemampuan yang dimilikinya
h. Tanyakan pada klien apakah ada pengalaman masa lalu
yang tidak menyenangkan
i. Tanyakan pada apakah klien merasa tidak berguna
j. Tanyakan pada klien apakah klien mendapat dukungan
dari keluarga dan oranglain
6. Resiko Perilaku Kekerasaan (RPK)
a. Tanyakan mengenai gambaran harga diri klien
b. Tanyakan mengenai gambaran diri klien
c. Tanyakan hal-hal yang membuat pasien marah
d. Tanyakan hal apa yang klien lakukan saat marah
e. Tanyakan hal yang membuat marahnya reda
f. Tanyakan apakah klien pernah mengalami riwayat perilaku
kekerasan
g. Tanyakan pada klien bagaimana reaksi keluarga ketika
klien marah
h. Tanyakan pada klien apakah yang dilakukan klien
termasuk hal benar atau salah
i. Tanyakan pada klien saat klien marah apakah orang
orang disekitarnya mengerti atau memahami apa yang
dirasakan klien
j. Tanyakan pada klien apakah klien percaya pada orang lain
disekitarnya
k. Tanyakan pada klien setiap marah klien selalu
melampiaskan kemarahannya pada benda atau orang lain
l. Tanyakan pada klien setiap ada masalah selalu dipendam
atau bercerita dengan oranglain
m. Tanyakan pada klien setiap marah berlangsung lama atau
cepat
n. Tanyakan pada klien ketika marah apakah klien teringat
dengan hal hal masa lampau yang membuat klien
semakin marah
o. Observasi intonasi bicara klien
p. Observasi gerak tubuh klien
q. Observasi apakah klien focus dengan pembicaraan yang
sedang dilakukan
r. Observasi bahasa tubuh klien

B. Analisa Data
No. Analisa Data Masalah Keperawatan
1 DS :
-Keluarga menyatakan bahwa Pasien selalu
mengurung diri di kamar
Klien DO :
- -Pasien selalu diam ketika diajak
berinteraksi
-Kontak mata kurang

Isolasi Sosial

2 DS :
-Pasien pernah dirawat 2 tahun yang lalu
karena merusak barang barang di rumah
-Pasien berhenti minum obat
-Keluarga menyatakan bahwa pasien
pernah beberapa kali mencoba untuk
meninggalkan rumah
DO :-

Resiko perilaku kekerasan

3 DS :-

DO :

-Bicara terbatas
-kontak mata kurang

Harga diri rendah

















C. Pohon Masalah Sesuai Kasus Di Atas














D. Diagnosa Keperawatan Yang Terjadi Pada Kasus Ny. T
1. Isolasi sosial
2. Harga diri rendah
3. Resiko perilaku kekerasan

E. Rencana Tindakan Keperawatan Untuk Diagnosa Yang Utama
NO Strategi Perencanaan Pasien Strategi Perencanaan Keluarga
1 SP I p
1. Mengidentifikasi
penyebab isolasi
sosial pasien
2. Mengidentifikasi
keuntungan berinteraksi
dengan orang lain.
SP I k
1. Mendiskusikan masalah yang
dirasakan keluarga dalam
merawat pasien
2. Menjelaskan pengertian, tanda
dan gejala isolasi sosial yang
dialami pasien beserta proses
Inefektif koping : individu / keluarga
Gangguan harga diri : harga diri rendah
Isolasi sosial : menarik diri
Resiko perilaku kekerasan
3. Mengidentifikasi kerugian
tidak berinteraksi dengan
orang lain.
4. Melatih pasien berkenalan
dengan satu orang.
5. Membimbing pasien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
terjadinya
3. Menjelaskan cara-cara merawat
pasien isolasi sosial
2 SP II p
1. Memvalidasi masalah dan
latihan sebelumnya.
2. Melatih pasien berkenalan
dengan dua orang atau
lebih.
3. Membimbing pasien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian.
SP II k
1. Melatih keluarga mempraktekkan
cara merawat pasien dengan
isolasi social
2. Melatih keluarga melakukan cara
merawat langsung kepada pasien
isolasi sosial
NO Strategi Perencanaan Pasien Strategi Perencanaan Keluarga
3 SP III p
1. Memvalidasi masalah dan
latihan sebelumnya.
2. Melatih pasien
berinteraksi dalam
kelompok.
3. Membimbing pasien
memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian
SP III K
1. Membantu keluarga membuat
jadual aktivitas di rumah termasuk
minum obat (discharge planning)
2. Menjelaskan follow up pasien
setelah pulang




No Diagnosa
Keperawatan
Perencanaan
Tujuan Kriteria hasil Intervensi Rasional
1. Isolasi Sosial Tujuan umum :
- Klien mampu
membina hubungan
dengan orang lain

Tujuan khusus :
- Klien dapat membina
hubungan saling
percaya
- Klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan dan
aspek positif yang
dimilki


Dalam 2x pertemuan klien
mau meneirma kehadiran
perawat berjabat
tangan/bersalaman
- Klien mau menyebut
kan nama, mau
menjawab salam
- Klien mau
mengutarakan
perasaannya walaupun
sedikit
Membina hubungan saling percaya
- Salam terapeutik
- Perkenalkan diri dengan sopan
- Tanyakan nam lengkap
- Tanyakan nama panggilan yang
disukainya
- Jelaskan tujuan pertemuan
- Buat kontrak
- Dengarkan ungkapan klien
Dengan terbinanya hubungan saling
percaya merupakan langkah utama
untuk melakukan terapeutik
Klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan dan sikap
negatif yang dimiliki
Setelah 2 x pertemuan
klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan dan aspek
positif yang dimiliki
- Aspek intelektual
- Aspek sosial budaya
Diskusikan kemampuan dan aspek
yang dimilki
- Setiap bertemu dengan klien
hindarkan penilaian
- Utamakan pujian/pemberian
pujian yang ralistis
Dengan diketahuinya kemampuan dan
aspek yang dimiliki klien akan lebih
percaya diri
- Dengan menghindarkan penilaian
negatif diharapkan klien merasa
punya kemampuan yang lebih
- Dengan memberikan pujian klien
merasa benar-benar dihargai dan
klien akan merasa diperhatikan


Klien dapat melakukan
kegiatan sesuai dengan
kondisi sakit dan
kemampuannya
Setelah 4 x pertemuan
klien dapat membuat
rencana kegitan harian
Rencanakan bersama klien
aktifitas yang dapat dilakukannya
setiap hari sesuai dengan
kemampuannya
- Tingkatkan kegiatan sesuai
dengan kondisi klien
- Beri contoh cara pelaksanaan
kegiatan yang boleh dilakukan
Dengan menyusun rencana aktifitas
sehari-hari dihapakan klien dapat
mengatur waktu dengan baik
- Dengan meningkatkan kegiatan
sesuai dengan kondisi klien
diharapkan klien tidak merasa jenuh
- Dengan memberikan contoh klien
tidak bingung lagi untuk beraktifitas
Klien dapat
memanfaatkan sistem
pendukung yang ada
Setelah 5 x pertemuan
klien dapat memanfaatkan
sistem pendukung
Beri penkes pada keluarga
tentang cara merawat klien dengan
HDR
- Bantu keluarga memberi
dukungan selama klien diraat
Dengan memberikan penkes pada
keluarga diharapkan keluarga dapat
merawat klien dirumah denagan baik
- Dengan membantu klien untuk
membina/memberi dukungan pada
klien diharapkan klien akan merasa
diperhatikan dan mendapat dikungan
baik dari keluarga ataupun dari
perawat
Klien dapat
menggunakan obat
dengan benar sesuai
dprogram pengobatan
Klien dapat menyebutkan
obat-obatan yang diminum
dan kegunaannya serta
efek samping yang
mungkin timbu
Jelaskan jenis obat yang diminum
oleh klien, kegunaan serta efek
sampingnya
- diskusikan kerugiannya jika
berhenti minum obat
- Jelaskan pinsip-prinsip minum
obat
Dengan menjelaskan jenis obat yang
diminum klien diharapkan klien dapat
memahami dan mengetahui obat apa
yang diminumnya
- Dengan menjelaskan kerugian jika
berhenti minum obat diharapkan
klien terus meminum obatnya
selama masih dianjurkan
- Dengan menjelaskan prinsip-prinsip
minum obat yang benar diharapkan
klien tidak salah dalam penggunaan
obat
Daftar pustaka
Keliat Anna Budi, dkk. 2006. Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sosial
Menarik Diri. Jakarta : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Keliat anna budi, dkk.1999.Proses Keperawatan Jiwa.jakarta:EGC
Riyadi, Sujono, dkk. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Graha Ilmu
Stuart dan Sundeen . 2005 . Buku Keperawatan Jiwa . Jakarta : EGC .
T.heather herdman, PhD, Rn.2012.Nanda Internasional Diagnosis
Keperawatan: Definisi Dan Klasifikasi.jakarta:EGC