Anda di halaman 1dari 25

Cara Menulis Daftar Pustaka dengan

Metode Vancouver
Home Articles Blogging Penulisan Tutorial
Cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver akan
saya tuliskan dalam postingan kali ini. Hal ini sebagai kelanjutan
dari postingan saya sebelumnya tentang cara menulis daftar
pustaka dengan metode Harvard.

Cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver ini sedikit
berbeda dengan metode Harvard. Letak perbedaan sangat jelas.
Dan kebanyakan sitasi jurnal ilmiah mengacu kepada cara menulis
daftar pustaka dengan metode Vancouver. Metode penulisan daftar
pustaka yang mengikuti metode Harvard mayoritas diikuti oleh
penulis karya tulis ilmiah, seperti skripsi, makalah, tesis dan karya
tulis ilmiah lainnya. Secara umum juga mengikuti cara menulis
daftar pustaka yang sudah umum bahkan tidak mengikuti kedua
metode tersebut, metode Harvard dan Vancouver.
Langkah langkah dalam cara menulis daftar pustaka dengan
metode Vancouver
Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam cara menulis
daftar pustaka dengan metode Vancouver adalah sebagai berikut:
Menggunakan bullet angka
Angka tersebut menjadi rujukan dalam sitasi sebuah karya tulis
yang dibuat
Nomor rujukan (referensi) yang ada di dalam karya tulis itu harus
sama dengan urutan penulis yang ada dalam daftar pustaka
Tidak perlu mengurutkan tahun publikasi tulisan
Nama tidak perlu diurutkan berdasarkan alfabetis
Contoh cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver
Daftar pustaka yang mengikuti metode Vancouver dapat dilihat
pada contoh sebagai berikut:
1. Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine.
London: Yale Univ Pr; 1993.
2. Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and
Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997.
3. Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontic. J Endod
1994; 20: 355-6.
4. Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg
Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens].
Available from URL:
http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed
December 25, 1999.
Demikian cara menulis daftar pustaka dengan metode Vancouver.
Semoga dapat dijadikan bahan rujukan untuk berkarya lebih baik
lagi khususnya untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang
berkualitas.

- See more at: http://chemistrahmah.com/cara-menulis-daftar-
pustaka-dengan-metode-
vancouver.html#sthash.euMIw40q.dpuf

Tugas Individu Daftar Pustaka


1. Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah
(Scientific Research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-
masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah,
contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modified, Sistem
Vancouver, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
Jawab :

Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah
dirujuk dalam tubuh tulisan. Format perujukan pustaka mengikuti
cara Harvard atau cara Vancouver. Untuk setiap pustaka yang
dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu
juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka
harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan.
1. Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style)
Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi
dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara
alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang
sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan
seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan
dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat
Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian
dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di
dunia.
Contoh :
Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute
respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine,
vol. 337, no. 6, pp. 435-439.
Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). The social integration of
British home owners into French rural communities, Journal of
Rural Studies, 10, 2, 197210.
Dower, M. (1977). Planning aspects of second homes, in J. T.
Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford,
Pergamon Press, pp.21037.
Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge
University Press.
Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden
medicine, Yale University Press, London
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah
tulisan :
"Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat
diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda.
"Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total
biaya distribusi antara 15% sampai 25 % (Smith 1949, Bond et al.
1955, Jones dan Green 1963)."
"Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu
meningkatkan pertumbuhan kacang-kacangan (Nguyen 1987),
namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan
(Washington 1999)."

2. Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number
style)
Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan
angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka
(sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan
dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai
kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga
memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan
dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama
penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta
variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
(1) Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory
distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-
9.
(2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine.
London: Yale University Press; 1993.
(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and
neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
(4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J
Endod 1994; 20: 355-6.
(5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease.
Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens].
Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm.
Accessed December 25, 1999.
(6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI.
1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah
Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press; 1992. h. 1-42.
(7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta
cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis
gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas
Airlangga; 1995. h. 8-21.
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah
tulisan :
"Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah
disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa
penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan
masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut,
terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil penelitian dari beberapa
sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional
dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan dalam
beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6).
Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu
penguasaan teknik penulisan:
Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian
Karya Ilmiah. Bogor: IPB Pr.
http://abacus.bates.edu/~ganderso/biology/resources/writing/H
TWgeneral.html

3. Sistem nomor
Sistem nomor disusun menurut nomor urut pemunculannya
dalam tubuh tulisan
Urutan unsur untuk menulis daftar pustaka pada dasarnya sama
dengan sistem nama-tahun, hanya saja urutan penulisannya yang
berbeda
Hanya pustaka yang diacu di dalam tubuh tulisan saja yang dapat
dimuat dalam daftar pustaka
Sumber acuan yang ada dalam daftar pustaka juga harus ada di
dalam tubuh tulisan
Kepustakaan harus dinyatakan dengan lengkap
Informasi tentang kepustakaan sebaiknya dicocokkan kembali
dengan pustaka aslinya

4. Jurnal
Penulisan jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti urutan: nama
belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun
penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara
tanda petik), judul jurnal dengan huruf miring/ digarisbawahi dan
ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arabdan
digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan vol, nomor
penerbitan (jika ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara
tanda kurung, nomor halaman dari nomor halaman pertama
sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului singkatan
pp atau h.

Contoh:
Barrett-Lennard, G.T. (1983) The Empathy Cycle: Refinement of
A Nuclear Concept. Journal of Counseling Psychology. 28, (2), 91-
100.

2. Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel
ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
Jawab :
Judul
Abstrak (abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa
Inggris, maksimum 250 kata).
Pendahuluan : pendahuluan memuat latar belakang penelitian
secararingkas dan padat, dan tujuan.
Dukungan teori tidak perlu dimasukkan pada bagian i
ni, tetapi penelitian sejenis yang sudah dilakukan dapat
dinyatakan.
Metode Penelitian : metode penelitian merupakan prosedur dan
teknik penelitian. Antara satu penelitian
dengan penelitian yang lain, prosedur dan tekniknya
akan berbeda. Kalau tidak
berbeda, berarti penelitian itu hanya mengulang penelit
ian yang sudah ada
sebelumnya. Tapi bukan berarti harus berbeda semuan
ya. Untuk penelitian sosial misalnya, populasi penelitian
mungkin saja sama, tapi teknik samplingnya berbeda,
teknik pengumpulan datanya berbeda, analisis datanya
berbeda, dan lain.lain. Mohon diuraikan dengan jelas,
bukan hanya mengopi dari penelitian lain. Kalau mau
disertakan penelitian yang dilakukan termasuk ke dala
m kategori penelitian yang mana, mohon diperhatikan
dengan baik, jangan asal mengopi. Bagian ini bisa dibagi
menjadi beberapa sub bab, tetapi tidak perlu
mencantumkan penomorannya.
Pembahasan :
bagian ini memuat data (dalam bentuk ringkas), analisis
data dan interpretasi terhadap hasil. Pembahasan
dilakukan dengan mengkaitkan studi empiris atau teori
untuk interpretasi. Jika dilihat dari proporsi tulisan,
bagian ini harusnya mengambil
proporsi terbanyak, bisa mencapai 50% atau lebih. Bag
ian ini bisa dibagi menjadi beberapa sub bab, tetapi
tidak perlu mencantumkan penomorannya.
Penutup : bagian ini memuat kesimpulan dan saran.
Kesimpulandan saran dapat dibuat dalam
sub bagian yang terpisah. Kesimpulan menjawab tujua
n, bukan mengulang teori,
berarti menyatakan hasil penelitian secara ringkas (tapi
bukan ringkasan
pembahasan). Saran merupakan penelitian lanjutan ya
ng dirasa masih diperlukan
untuk penyempurnaan hasil penelitian supaya berdaya
guna. Penelitian tentunya tidak selalu berdaya guna bagi
masyarakat dalam satu kali penelitian, tapi merupakan
rangkaian penelitian yang berkelanjutan.
Daftar Pustaka :
bagian ini hanya memuat referensi yang benar-
benar dirujuk; dengan demikian,
referensi yang dimasukkan pada bagian ini akan ditem
ukan tertulis pada bagianbagian sebelumnya. Sistematika
penulisannya adalah:
5. Menurut abjad
6. Tidak perlu dikelompokkan berdasarkan buku, jurnal,
koran, ataupun berdasarkan tipe publikasi lainnya.
7. Sistematika penulisan untuk buku: nama penulis (kata terakhir
lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tahun
publikasi. Judul buku. Penerbit, kota.
8. Sistematika penulisan untuk jurnal: nama penulis (kata terakhir
lebih dahulu, lalu nama pertama dan seterusnya). Tahun
publikasi. Judul tulisan. nama jurnal. Volume, nomor.
Penerbit, kota.
9. Sistematika penulisan untuk skripsi/tesis/disertasi: nama pen
ulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan
seterusnya). Tahun lulus. Judul skripsi/tesis/disertasi.
Penerbit, kota.
10. Sistematika penulisan untuk artikel dari internet: nama
penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama dan
seterusnya). Tanggal, bulan, dan tahun download. Judul
tulisan. Alamat situs.
11. Sistematika penulian untuk artikel dalam koran/majalah:
nama penulis (kata terakhir lebih dahulu, lalu nama pertama
dan seterusnya). Tanggal, bulan dan tahun publikasi. Judul
tulisan. Nama koran. Penerbit, kota.

3. Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data
apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang
berlaku?
Jawab :

Buku
Contoh dalam Daftar Acuan:
Longmans.
1985. Environmental and social
impact assessment. New
York: Wiley & Sons
and oblique plate convergence
in Sumatera. Eos.Trans. 71: 637
Catatan: Dalam Daftar Acuan tidak diperkenankan memakai et al.
artinya et alii artinya dan lainlain.
Semua nama penulis atau kontributor pada penulisan tersebut
ditulis dalam Daftar Acuan, sesuai
aturan baku. Hanya dalam teks, dapat dipakai et al. jika penulis
lebih dari dua orang, di belakang nama
penulis pertama yang merupakan entry dalam Daftar Acuan.
Dalam teks mengacu pada contoh sumber informasi di atas ditulis
sebagai berikut:
(Keates 1973)
(Vanclay & Bronstein 1985)
(McCafrey et al. 1990)
Perhatikan et al. ditulis selalu dengan huruf italic (miring) dan
setelah al diikuti dengan titik,
karena ini kependekan dari alii (artinya: and others, dan lain-
lain). et artinya dan atau dalam
bahasa Inggeris and sehingga tidak diikuti dengan titik (bukan
kependekan)
Kalau para penulis adalah editor, bukan yang menulis sendiri,
maka di tambah di belakang nama atau
nama-namanya dengan singkatan ed. (artinya editor), contoh 1),
atau dalam tanda kurung (contoh 2)
sebelum menulis angka tahun penulisan. Dalam bahasa Inggeris
dipakai Eds. jika editornya lebih
dari satu orang. (Editors)
Kata ed atau eds ditulis dengan huruf miring
Contoh: White, A.T., P.Martosubroto, and M.S.M. Sadorra. eds.
1989. atau
White, A.T., P. Martosubroto, and M.S.M. Sadorra (eds). 1989.

Majalah
Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan
dan nama tengah (jika ada),
tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar,
tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh: Majalah Tempo. 2002. Jatuhnya Enron. No. XXXVIII. 23
Januari. Halaman 18. Jakarta

Surat Kabar
Aturan penulisan: nama majalah/surat kabar, tahun, judul berita
(cetak miring), nomor dan/atau
volume (jika ada), tanggal, halaman, kota penerbit.
Contoh:
Koran Tempo. 2002. Belajar dari Skandal Enron. 5 Februari.
Halaman 21. Jakarta


Sumber:
http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/09/26/serial-
teknik-penulisan-ilmiah-penulisan-daftar-pustaka/
http://setia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7837/pandua
nPKMI.pdf.
http://edi_mp.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20476/Tat
a+Cara+Penulisan+Pustaka.
http://pardede.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19064/Atu
ran+Penulisan+Artikel+Jurnal+Ilmiah+UG.pdf.

MENYUSUN DAFTAR PUSTAKA DENGAN ENDNOTE X1

Laela Hayu Nurani
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan

Pustaka yang terdapat di daftar pustaka banyak yang tidak diacu di
naskah, begitu juga sebaliknya, pustaka yang diacu di dalam naskah tidak
ada di dalam daftar pustaka, komentar kita pada mahasiswa. Bahkan itu
adalah komentar reviewer pada naskah yang kita susun. Jika kita
menggunakan program endnote untuk mengatur daftar pustaka tentunya hal-
hal tersebut tidak akan terjadi.
Endnote merupakan software yang digunakan untuk memenej
reference yang kita punyai. Apa kelebihannya dibandingkan dengan
menyimpan dalam folder-folder seperti yang biasa kita gunakan? Dengan
endnote kita dapat menyimpan referensi dan dapat mengintegrasikan pada
text di dalam word. Software sejenis yang tersedia ada banyak pilihan selain
endnote antara lain: bibus, zotero, serta biblioscape. Semua software yang
ada memang bukan software yang gratis.
Setelah terdapat program endnote yang terinstal dalam computer kita
maka langkah selanjutnya adalah membuat library yang berisi artikel-artikel
yang akan dipanggil ke dalam naskah kita. Pembuatan library dapat
dilakukan secara manual satu persatu dan juga secara otomatis import ke
endnote dari artikel yang kita download langsung dari internet.
Langkah pertama menggunakan endnote yang pertama adalah
menginstal program endnote dalam computer kita. Jika sudah sukses
terinstal maka akan terlihat adanya tulisan endnote yang sejajar dengan
home, insert, page layout, dst pada saat kita membuka word.





Langkah kedua adalah klik endnote, maka akan muncul:



Langkah ketiga, menuju program endnote untuk membuat library atau
untuk membuka endnote klik EN Go to EndNote, maka akan mucul:













Langkah keempat, jika akan membuat library maka klik pada pilihan
Create a new EndNote library. Namun jika akan membuka library pustaka
yang sudah disimpan dalam endnote maka dipilih Open an existing EndNote
library. Pada langkah keempat ini misal kita akan membuat library baru maka
setelah klik pilihan Create a new EndNote library akan muncul:


Pada langkah keempat ini akan ada pilihan untuk disimpan di mana dan
dengan file name apa seperti kalau kita akan menyimpan file. Misal diberi
nama file latihan dan disimpan di folder yang kita inginkan selanjutnya disave
seperti kalau menyimpan file seperti biasanya. Selanjutnya akan muncul
dalam layar computer kita:




Langkah ke lima, jika akan menyimpan referensi yang kita punyai:
a. Secara manual, kita mengikuti langkah sesuai urutan nomor
berikut ini:
1. Klik bagian References, maka akan mucul banyak pilihan seperti pada
gambar:


2. Klik bagian New Reference, maka akan muncul:


Setelah muncul gambar seperti di atas maka kita mulai mengisikan
data referensi kita secara manual mulai dari Author, Year, Title, dst
seperti yang terlihat dalam contoh berikut:


3. Langkah selanjutnya adalah menyimpan hasil pekerjaan langkah pada
no. 2. Karena tidak ada menu save maka kita langsung klik tanda
silang seperti jika menutup file. Secara otomatis maka akan tersimpan
dalam file library endnote seperti terlihat pada gambar di bawah ini:


Untuk menambah references dalam library kita maka kita lakukan lagi
mulai langkah nomor 1 sampai nomor 3 di atas, secara manual.

b. Secara otomatis, kita memasukkan file yang kita temukan secara
online dapat langsung diimport ke endnote mengikuti langkah
sesuai urutan nomor berikut ini:

(langsung dipraktekkan)
Setelah kita mempunyai library dalam endnote maka selanjutnya dapat
digunakan untuk menyusun daftar pustaka dalam artikel kita. Langkah
pertama adalah kita mebuka file yang akan disisipi pustaka. Langkah kedua
adalah mebuka library endnote dan memilih artikel yang kita kehendaki
(dengan cara menyorot author yang kita kehendaki). Langkah ketiga adalah
klik insert citation sehingga muncul gambar seperti dibawah ini:



Langkah keempat dipilih Insert Selected Citation(s), sehingga akan muncul
author yang kita kehendaki dalam naskah kita. Secara otomatis maka di
bagian bawah artikel kita akan muncul bibliography seperti yang ada di dalam
library. Selesai sudah penyusunan daftar pustaka.
Jika kita ingin mengedit daftar pustaka sesuai dengan gaya selingkung
jurnal yang kita tuju maka kita dapat menggunakan menu edit pada program
endnote. Pada program tersebut kita dapat mengedit author yang disitasi
maupun bibliografi yang ada dalam daftar pustaka. Silahkan mencoba,
semoga dapat bermanfaat, dan dapat kita sampaikan pada banyak orang
termasuk pada mahasiswa-mahasiswa kita Amin.

*terimakasih, semoga bermanfaat, amin*






Jan. '12


FORMAT
PENULISAN
DAFTAR PUSTAKA
(VANCOUVER)
Penulisan daftar pustaka sesuai dengan sistem Vancouver, yaitu
menggunakan nomor urut sesuai dengan yang terdapat pada akhir
kalimat/paragraph. Nomor urut disusun berdasarkan referensi yang
pertama kali dikutip. Tidak menggunakan abstrak sebagai referensi.
Cara penulisan daftar pustaka sistem vancouver :
1. Kepustakaan yang diambil dari jurnal (artikel jurnal dan artikel
elektronik) :
Namal N, Vehit HE, Koksal S. Do autistic children have higher levels of
caries? A cross-secional study in Turkish children. J Indian Soc Pedod
Prev Dent. 2007 June;25(2): 97-102 Feisal A, Indrawati D, Medyawati
R. The effect of timing gutta-percha reduction for post space preparation
to the leakage of non iso root canal filling. KPPIKG 2009 15th scientific
meeting and refresher course in dentistry faculty of dentistry Universitas
Indonesia; 2009 Oct 14-17; Jakarta, Indonesia. Jakarta: FKG UI. P.19-
26 Dover CJ, Couteur AL. How to diagnose Autism? Arch Dis Child.
2007 June; 92(6): 540-5. doi: 10.1136/adc.2005.086280. Rondo PHC,
Vaz AJ, Moraes F. The relationship between salivary cortisol
concentrations and anxiety in adolescent and non-adolescent pregnant
women. Braz J Med Biol Res [internet]. 2004 [cited 2011 May
5];37(9):1403-9.Available
from:http://www.scielo.br/pdf/bjmbr/v37n9/5400.pdf
2. Kepustakaan yang diambil dari buku: (buku dan buku elektronik) :
Speroff L, Fritz MA. Clinical gynaecologic endocrinology and infertility.
7th ed. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins; 2005. Chapter 29,
Endometriosis; P.1103-33. Lehner T, 1992. Imunologi pada Penyakit
Mulut. Ed. 3. Ratna Farida, NG Suryadhana. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC; 1995. H. 112-5. Jontel M, Holstrup P. Red and white
lesion of the oral mucosa. In: Burket LW, Greenberg MS, editors.
Burkets Oral Medicine. 11th ed. [monograph online] 2008. [cited 2011
May 5] Available from:
http://www.tpub.com/content/medical/14274/css/14274_55.htm
3. Kepustakaan dari thesis/ disertasi :
Melanie Sadono. Aktivitas biologi, ekstrak batang s.spontaneum
1.sebagai pemutih gigi. [Disertasi] Jakarta: Universitas Indonesia; 2004
4. Kepustakaan dari laman internet :
The Effect Of Non Surgical Periodontal Therapy on Systemic Immune
Response And Blood Glucose Level Of NIDDM Patients. [internet] 2008.
[cited 2010 Feb 14] Available from: http://lib.atmajaya.ac.id Penjelasan
lebih lanjut dapat dilihat pada website:
http://www.library.uq.edu.au/training/citation/vancouv.pdf
Gambar dan Tabel : Harus disusun sesuai dengan urutannya dan diberi
keterangan. Isi makalah merupakan tanggung jawab penulis.

Mengenal Sitasi I: Vancouver Style

8:43 AM Scientific Atmosphere No comments



Daftar pustaka merupakan suatu bentuk kejujuran penulis dan
penghargaan intelektual terhadap penulis lainnya.

Sebagai awal saya ingin memaparkan bahwa daftar pustaka
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah karya tulis
ilmiah. Ini berarti mau tidak mau atau suka tidak suka, dalam
menulis sebuah karya seorang penulis diwajibkan juga untuk
menulis daftar pustaka atau sitasi yang digunakannya. Dalam
berbagai kompetisi karya tulis ilmiah pun melampirkan daftar
pustaka merupakan sebuah keharusan, bahkan memenuhi 5%
10% total penilaian. Namun sayangnya kesempatan untuk
mendapatkan nilai penuh di 5% 10% ini belum bisa
dimanfaatkan dengan baik karena penulisannya yang tidak sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Tidak dapat dipungkiri memang,
beberapa institusi memiliki ketentuannya sendiri dalam menulis
sebuah rujukan. Setidaknya ada dua sistem yang diterima secara
internasional dan umum digunakan dalam bidang kedokteran yaitu
sistem Harvard dan sistem Vancouver.

Mungkin bagi yang masih awam dengan istilah sitasi (rujukan)
dengan gaya vancouver atau harvard karena memang metode ini
baru diperkenalkan dibangku perkuliahan. Orang-orang seringkali
membedakan harvard dan vancouver hanya pada aplikasinya di
halaman isi,
- Sistem harvard: metode pengobatan penyakit ini saat ini lebih
kepada penggunaan antibiotika (Robert & Black, 2007)
- Sistem vancouver: metode pengobatan penyakit ini sebaiknya
menggunakan kombinasi bedah dan medikamentosa
1-3


Tetapi lebih dari itu ada perbedaan yang mendasar pula pada
penulisannya di daftar pustaka (dan hal ini yang jarang
diperhatikan oleh kebanyakan penulis)

Saat ini saya memperkenalkan sistem sitasi dengan gaya
vancouver (harvard baru dibahas pada artikel berikutnya). Sistem
Vancouver merupakan sistem yang sering digunakan dalam
berbagai jurnal ilmiah atau publikasi akademik. Sistem ini
umumnya disebut author-number system karena sistemnya yang
merujuk dengan menggunakan angka. Nama Vancouver diambil
karena sistem ini merupakan hasil dari pertemuan yang
dilaksanakan di Vancouver, British Columbia, Canada pada tahun
1979 yang merupakan cikal bakal berdirinya ICMJE (International
Comitee of Medical Journal Editors). Dibandingkan harvard,
vancouver lebih populer digunakan di jurnal kedokteran karena
tidak terlalu banyak memakan tempat (karena hanya perlu
menuliskan angka tanpa nama dan tahun) sehingga mengurangi
jumlah halaman. Selain itu, vancouver juga memungkinkan
penggunanya merujuk lebih dari satu sumber untuk sebuah
pernyataan (kalimat) tanpa perlu merusak estetika penulisan.

Berikut ini akan saya jabarkan bagaimana konsep dasar
menuliskan daftar pustaka dengan sistem Vancouver ketika
menyitasi sebuah jurnal, buku, dan aplikasinya. Untuk sumber
non-jurnal atau buku (misalnya koran, artikel internet, dan lainnya)
bisa diunduh di sini atau langsung kunjungi situs
biomedicaleditor.com


Menyitasi Sebuah Jurnal
Secara umum sitasi jurnal dengan sistem Vancouver adalah
sebagai berikut:

Banyak ketentuan yang digunakan dengan menggunakan sistem
ini. Berikut adalah ketentuan yang cukup penting untuk
diperhatikan:
Nama Pengarang (Authors)
Urutkan nama pengarang sesuai dengan yang tertera dalam
jurnal.
Taruhlah nama terakhir (last name) atau nama keluarga (family)
pengarang dibagian depan untuk setiap pengarang.
Ubah nama depan dan nama tengah yang tertera ke dalam
inisial, maksimal dua inisial sesuai urutan nama depan dan
tengah.

Gunakan koma dan spasi untuk membedakan nama
pengarang yang satu dengan lainnya.
Akhiri informasi nama pengarang dengan menggunakan titik.
Jika halaman merupakan suatu pertimbangan dan jumlah
pengarang cukup banyak, maka dapat menggunakan 3
pengarang pertama atau 6 pengarang pertama. Nama pengarang
terakhir diikuti dengan koma dan spasi kemudian berikan et al.
atau and others.

Hilangkan jabatan, pangkat, titel, atau tanda kehormatan
lainnya yang mengikuti nama pengarang

Jika organisasi adalah pemilik dari artikel atau jurnal, maka
ikuti ketentuan berikut
o Hilangkan the dalam menggunakan nama organisasi
o Jika dalam publikasi disertakan divisi organisasi yang
bersangkutan, masukkan divisi tersebut setelah nama organisasi
dan dipisahkan dengan koma. Jika ada lebih dari 2 divisi pisahkan
dengan titik koma

Jika nama pengarang atau pemilik tidak ditemukan, maka
ketentuan yang berlaku adalah sebagai berikut
o Jika ditemukan nama editor atau translator, mulailah sitasi
dengan nama editor atau translator, kemudian akhiri dengan koma
dan berikan informasi tentang peranan orang tersebut.
o Jika tidak ditemukan baik nama pengarang, pemilik, editor,
ataupun translator, mulailah dengan judul dari artikel tersebut.
Jangan menggunakan anonymous.


Judul Tulisan / Artikel
Masukan judul artikel sesuai dengan yang tertera dalam
jurnal/publikasi.
Kapitalkan hanya huruf pertama dari kata pertama dalam judul.
Huruf kapital juga digunakan dalam akronim, dan inisial.
Gunakan titik dua diikuti dengan spasi untuk memisahkan judul
dengan subjudul.
Akhiri judul artikel dengan titik walaupun ada tanda tanya atau
tanda seru dalam judul artikel tersebut.
Jangan memasukkan header dalam sebuah jurnal (case
report study, case control study) sebagai judul tulisan, kecuali
daftar isi menyebutkan bahwa header tersebut termasuk dalam
judul tulisan.

Nama Jurnal
Masukan nama jurnal sesuai dengan bahasa aslinya.
Gunakan abreviasi nama jurnal yang telah disepakati secara
internasional.
Gunakan huruf capital dalam mengawali setiap huruf dalam
nama jurnal termasuk abreviasinya.
Ada beberapa ketentuan dalam menetapkan abreviasi suatu
jurnal.
Gunakan abreviasi yang sesuai untuk bahasa Inggris pada
umumnya (bisa dilihat di ) dan kapitalkan huruf pertamanya.
Hilangkan kata articles, kata hubung, dan preposisi. Contoh: of,
the, at, dan sebagainya
Bisa melihat daftar susunan yang ditetapkan oleh beberapa
publikasi seperti MedLine, PubMed, dan sebagainya.
Akhiri nama jurnal dengan menggunakan titik dan spasi.


Tanggal Publikasi
Tanggal publikasi diurut mulai dari tahun, bulan dan hari
publikasi.
Bulan disingkat berdasarkan tiga huruf pertama.
Akhiri informasi tanggal publikasi dengan titik dua.
Terkadang beberapa jurnal memberikan suplemen (supplement),
bagian (parts), atau edisi/nomor khusus (special number). Ini
semua diletakkan setelah tanggal. Gunakan abreviasi berikut :
Suppl, Pt, Spec No
Gunakan hanya nomor arab saja.
Terkadang suplemen diberikan nama daripada diberikan nomor.
Jika demikian, gunakan singkatan yang telah disepakati secara
internasional.
Akhiri suplemen, bagian, atau nomor khusus dengan titik dua.

Nomor Volume dan Nomor Isu
Hindari penggunaan kata volume atau vol. Nomor saja
sudah cukup untuk menunjukan volume jurnal tersebut.
Gunakan angka arab untuk nomor volume dan nomor isu.
Pisahkan multipel volume dengan garis strip (-), misal 5-6, 10-11.
Untuk nomor isu diletakkan di dalam kurung.
Jika tidak ditemukan nomor volume jurnal, berikan titik koma
setelah tanggal publikasi diikuti oleh nomor isu (yang diletakkan
dalam kurung).

Hindari penggunaan number, num, no atau kata-kata
lainnya yang ingin menunjukkan nomor isu.
Akhiri nomor isu dengan titik dua.

Lokasi dan Halaman
Jangan mengulang nomor halaman kecuali diikuti oleh huruf.
Akhiri lokasi atau halaman dengan menggunakan titik.
Jika halaman tidak berurutan, gunakan tanda koma dan spasi
untuk memisahkan antara halaman satu dengan lainnya.
Jika dalam satu jurnal tidak disertakan halaman, maka tulis
jumlah halaman yang dikutip. Misalkan mengutip 5 halaman maka
tulislah [5 p.]. Letakkan dalam kurung kotak.



Menyitasi Sebuah Buku
Secara umum bentuk sitasi sebuah buku adalah sebagai berikut

Ketentuan sitasi sebuah buku dengan sistem Vancouver hampir
mirip dengan ketentuan sitasi sebuah jurnal. Berikut hanya
dijelaskan perbedaannya, sedangkan yang tidak dibahas pada
bagian ini semuanya persis sama seperti saat mensitasi jurnal.

Edisi Buku
Bagian ini penting untuk dicantumkan, sehingga pembaca tahu
edisi berapa yang digunakan oleh penulis (karena setiap edisi
pasti ada beberapa perubahan di dalamnya!). Berikut ini adalah
ketentuan dalam mencantumkan edisi buku.
Edisi buku diletakkan setelah judul buku.
Gunakan abreviasi untuk kata-kata yang umum digunakan.
Misalkan ed. (edition), spec. (special), transl. (translation).
Kapitalkan hanya huruf pertama dalam pernyataan edisi.
Gunakan angka arab. Sebagai contoh second menjadi 2nd
dan III menjadi 3rd.
Akhiri edisi dengan titik.
Jika buku tidak mencantumkan nomor edisinya, anggap saja
buku itu merupakan edisi pertama.

Editor dan Penulis/Pemilik Kedua (Secondary Author) Dari
Keseluruhan Buku
Yang dimaksud dengan secondary author adalah mereka yang
memodifikasi pekerjaan dari pemilik utama. Sebagai contoh editor,
translator, dan ilustrator. Berikut adalah ketentuan ketika mensitasi
sebuah buku yang memiliki secondary author.
Letakkan nama dari secondary author setelah pernyataan edisi
buku.
Untuk nama, ikuti format yang umum dalam sistem Vancouver
(lihat penamaan saat mensitasi jurnal)
Berikan tanda koma di akhir nama editor diikuti kata editor,
diakhir nama ilustrator dengan koma diikuti kata ilustrator, dan
lain sebagainya.
Akhiri informasi secondary author dengan titik.
Jika tidak ada pemilik utama dari buku tersebut, pindahkan
secondary author menjadi pemilik utama.

Penerbit Untuk Keseluruhan Buku
Berikut adalah ketentuan untuk mencantumkan penerbit.
Cantumkan penerbit sesuai yang tertera dalam publikasinya.
Gunakan kapitalisasi huruf sesuai dengan yang tertera dalam
buku.
Abreviasikan penerbit yang telah diketahui oleh umum jika
diperlukan, tetapi tetap harus dipertimbangkan ketika menyingkat
nama penerbit untuk menghindari kebingungan pembaca.
Apabila divisi dari penerbit tersebut dicantumkan dalam buku,
maka nama penerbit ditaruh di awal kemudian diikuti oleh nama
divisi tersebut.
Jika ditemukan lebih dari satu penerbit, pilihlah penerbit yang
ada diurutan paling atas atau satu penerbit yang dicetak dengan
huruf besar atau ditebalkan.
Jika tidak ditemukan nama penerbit, maka tulislah publisher
unknown dalam kolom kotak.
Akhiri informasi penerbit dengan titik koma.

Lokasi / Halaman
Untuk mencantumkan lokasi halaman dalam sebuah buku sedikit
berbeda dengan cara mencantumkan halaman dalam sebuah
jurnal.
Jangan menghitung bagian berikut sebagai halaman:
introductory material, lampiran, indeks, walaupun dalam sebuah
buku bagian ini diberikan halaman.
Berikan nomor halaman dihalaman teks tersebut dikutip diikuti
huruf p.
Untuk buku yang terdiri lebih dari satu volume, kutip total nomor
dari keseluruhan volume termasuk volume dari halaman yang
dikutip.
Jika dalam buku tidak terdapat halaman, maka hitung jumlah
halaman yang anda kutip, kemudian tambahkan leaves.

Akhiri informasi lokasi/halaman dengan titik.

Bagaimana Cara Merujuk Kepustakaan di
Dalam Karya?
Setelah kita mengetahui bagaimana cara menulis daftar pustaka
ala Vancouver dengan benar, sekarang akan dibahas bagaimana
menuliskan rujukan dalam paragraf suatu karya. Berikut adalah
beberapa ketentuan dan penjelasan dalam menulis rujukan dalam
sebuah kalimat/paragraf.
Sistem Vancouver menggunakan sistem penomoran untuk
menyatakan sumber yang digunakan dalam tulisan. Apresiasi
penulis terhadap penulis karya yang dikutipnya diwujudkan dalam
nomor ini.
Nomor ini bersifat statis, artinya nomor yang digunakan di dalam
paragraf manapun selalu sama ketika mengutip dari sumber yang
sama.
Nomor ini ditulis disebelah kanan koma atau titik, dan
disebelah kiri titik dua atau titik koma.
Angka rujukan tersebut dapat ditulis superscript atau dalam
kurung.