Anda di halaman 1dari 75

izin usaha

2
UU No. 25 th 2007
tentang Penanaman
Modal
UU No. 40 th 2007
tentang Perseroan
Terbatas
Perpres No. 27
th 2009
tentang Pelayanan
Terpadu Satu Pintu
Perpres No. 36 th 2010
ttg Bidang Usaha Yang
Tertutup dan Bidang
Usaha Yang Terbuka dg
Persyaratan bagi PM
Perka BKPM No. 5 th 2013
ttg Pedoman dan Tatacara
Perizinan dan Non
Perizinan Penanaman
Modal
Perka BKPM No. 3 th
2012
ttg Pengendalian
Pelaksanaan PM
Peraturan Sektoral
& Non Sektoral
Peraturan dan Keputusan
Menteri / kepala lembaga
terkait ttg pelimpahan
kewenangan untuk pelaksanaan
PTSP, kepada Kepala BKPM
3
izin dari pemerintah,
pemerintah daerah
provinsi/kabupaten/kota
yang wajib dimiliki
perusahaan untuk memulai
pelaksanaan kegiatan
produksi/operasi yang
menghasilkan barang/jasa
kecuali ditentukan
lain oleh peraturan
perundang-
undangan sektoral.
4
Izin Usaha
berlaku
sepanjang
perusahaan
masih
melakukan
kegiatan usaha.
kecuali
ditentukan
lain oleh
peraturan
perundang-
undangan

Surat Izin Usaha
Perikanan (SIUP)
bagi kegiatan
perikanan berlaku
selama 30 thn dapat
diperpanjang untuk
jangka waktu yang
sama.

IUP Operasi
Produksi untuk
Pertambangan
batubara jangka
waktu paling lama 20
th dan dapat
diperpanjang 2 kali
masing2 10 th

5
Memulai Produksi/Operasi
Saat dimana perusahaan
penanaman modal telah siap untuk
melakukan produksi/operasi

Siap Produksi
Kondisi dimana
minimal 80% mesin
utama telah terpasang
di lokasi proyek
Siap Operasi
Kondisi dimana
perusahaan selain
industri telah
menyiapkan sarana &
prasarana
izin pelaksanaan
pusat & daerah
6
penanam modal
dalam negeri
PPM/IP/IP PERLUASAN
izin prinsip
perubahan
IZIN USAHA / IZIN USAHA PERLUASAN

IZIN
PENGGABUNGAN
IZIN USAHA
PERUBAHAN
IZIN USAHA
PERLUASAN
IZIN USAHA
8
Kewenangan Pemberian
Izin Usaha


- Kementerian
Teknis/LPNK
- Dinas Teknis
koordinasi
PEMERINTAH
oleh PTSP BKPM
Pemerintah Provinsi
oleh PTSP PROVINSI
ATAU PDPPM
Pemerintah Kab/kota
oleh PTSP KAB/KOTA
ATAU PDKPM
PTSP KPBPB
PTSP KEK
9

penerbitan / penolakan
Izin Usaha
selambat-lambatnya
7 hari kerja
sejak diterimanya
permohonan yang
lengkap & benar
10
Catatan Khusus 1
1. IU DITERBITKAN TERPISAH UNTUK SETIAP SEKTOR ATAU
BIDANG USAHA TERTENTU SESUAI KETENTUAN
PERATURAN SEKTORAL (Ps 31 ayat 3)

2. PERUSAHAAN DENGAN IP YANG MENCANTUMKAN LEBIH
DARI 1 (SATU) BIDANG USAHA SELAIN BIDANG USAHA
INDUSTRI HARUS MENGAJUKAN IU SECARA
BERSAMAAN. BILA TIDAK BERSAMAAN BATAL (pasal
31 ayat 4, 5)


11
Catatan Khusus 2
3. PERUSAHAAN YANG MEMILIKI IP BIDANG INDUSTRI LEBIH
DARI 1 (SATU) JENIS PRODUK DAN/ATAU MEMILIKI LEBIH
DARI 1 (SATU) LOKASI PROYEK DAPAT MENGAJUKAN
IU SECARA BERTAHAP SESUAI KETENTUAN
PERATURAN SEKTORAL (Pasal 31 ayat 8)

4. ATAS JENIS PRODUK &/ KEGIATAN INDUSTRI DI LOKASI
PROYEK SEBAGAIMANA (3) YANG BELUM DITERBITKAN IU,
IP MASIH TETAP BERLAKU, SEBAGAI DASAR PELAKSANAAN
KEGIATAN USAHANYA (Pasal 31 ayat 9)


12
Catatan Khusus 3

4. PERUSAHAAN DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL ASING
YANG MEMILIKI IU BIDANG PERDAGANGAN DARI
PTSP BKPM/KPBPB/KEK SEBAGAI IZIN UNTUK MEMULAI
OPERASI, TIDAK DIPERLUKAN LAGI UNTUK MEMILIKI
SIUP DARI PEMERINTAH DAERAH (Pasal 31 ayat 12)





13
NOMENKLATUR IZIN USAHA
NOMENKLATUR IU MENGIKUTI PERATURAN
KEMENTERIAN/LEMBAGA PEMBINA BIDANG USAHA
NO. KEMENTERIAN NOMENKLATUR IU
1. PEKERJAAN UMUM 1) IZIN USAHA PENBANGUNAN & PENGELOLAAN PROPERTI
2) IZIN USAHA PENGUSAHAAN JALAN TOL
3) IZIN USAHA PENGUSAHAAN AIR MINUM
4) IZIN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI
5) IZIN USAHA JASA KONSULTANSI KONSTRUKSI
6) IZIN USAHA JASA PENYEWAAN PERALATAN UNTUK PEKERJAAN
KONSTRUKSI
7) IZIN USAHA JASA PENGOLAHAN LIMBAH
PERUSAHAAN PM YANG TELAH MEMILIKI IP UNTUK MELAKUKAN
KEGIATAN DI BIDANG USAHA JASA KONSULTANSI KONSTRUKSI & JASA
PELAKSANA KONSTRUKSI SERTA TELAH SIAP UNTUK MELAKUKAN
KEGIATAN OPERASI WAJIB IU DENGAN NOMENKLATUR
SURAT IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (SIUJK)
14
MASA BERLAKU SIUJK
3 (TIGA) TAHUN DAPAT DIPERPANJANG
SIUJK DIBERIKAN KEPADA PERUSAHAAN YANG TELAH MEMILIKI
SERTIFIKAT BADAN USAHA (SBU)
SIUJK MENCANTUMKAN :
JENIS USAHA, KLASIFIKASI, SUBKLASIFIKASI, KUALIFIKASI &
SUBKUALIFIKASI BADAN USAHA SESUAI DENGAN SBU
PERMOHONAN SIUJK DIAJUKAN KEPADA
PTSP BKPM, PTSP PDPPM, PTSP PDKPM
SESUAI KEWENANGANNYA
PERPANJANGAN SIUJK DIAJUKAN
PALING LAMBAT 90 HARI KERJA
SEJAK MASA BERLAKU SIUJK BERAKHIR
Kementerian Pekerjaan Umum
1. Izin Usaha Pembangunan dan Pengelolaan Properti;
2. Izin Usaha Pengusahaan Jalan Tol;
3. Izin Usaha Pengusahaan Air Minum;
4. Izin Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi (IUJK);
5. Izin Usaha Jasa Konsultansi Konstruksi;
6. Izin Usaha Jasa Penyewaan Peralatan untuk Pekerjaan
Konstruksi (Plant Hire); dan
7. Izin Usaha Jasa Pengolahan Limbah.
15
KEMENTERIAN PERDAGANGAN
1. Izin Usaha di bidang Perdagangan;
2. Izin Usaha Jasa Survei;
3. Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti;
4. Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) Sementara;
5. Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) Tetap dan
Pendaftaran Ulang Surat Izin Usaha Penjualan Langsung
(SIUPL) Tetap

16
KEMENTERIAN PERTANIAN
1. Izin Usaha Tanaman Pangan Proses Produksi (IUTP-P);
2. Izin Usaha Hortikultura (IUH);
3. Izin Usaha Perkebunan (IUP);
4. Izin Usaha Perkebunan Untuk Budidaya (IUP-B);
5. Izin Usaha Perkebunan Untuk Pengolahan (IUP-P);
6. Izin Usaha Peternakan;
7. Izin Usaha Obat Hewan untuk produsen, importir
dan/atau eksportir;
8. Izin Usaha Budidaya Tanaman Pangan (IUTP); dan
9. Izin Usaha Tanaman Pangan Penanganan Pasca Panen
(IUTP-PP).
17
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
1. Izin Usaha Industri;
2. Izin Perluasan;
3. Izin Usaha Kawasan Industri; dan
4. Izin Perluasan Kawasan Industri.

18
KEMENTERIAN PARIWISATA
DAN EKONOMI KREATIF
1. Pendaftaran Usaha Jasa Perjalanan Wisata;
2. Pendaftaran Usaha Penyediaan Akomodasi;
3. Pendaftaran Usaha Jasa Makanan dan Minuman;
4. Pendaftaran Usaha Kawasan Pariwisata lintas provinsi;
5. Pendaftaran Usaha Jasa Transportasi Wisata.
6. Pendaftaran Usaha Daya Tarik Wisata;
7. Pendaftaran Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi;
8. Pendaftaran Usaha Jasa Pramuwisata;
9. Pendaftaran Usaha Jasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif,
Konferensi dan Pameran (MICE);
10. Pendaftaran Usaha Jasa Konsultan Pariwisata;
11. Pendaftaran Usaha Jasa Informasi Pariwisata;
12. Pendaftaran Usaha Wisata Tirta;
13. Pendaftaran Usaha SPA (Sante Par Aqua).


19
KEMENTERIAN KESEHATAN (1)
1. Izin Usaha Industri Farmasi-Industri Obat Jadi;
2. Izin Usaha Industri Farmasi-Industri Bahan Baku Obat;
3. Izin Usaha Rumah Sakit Spesialistik;
4. Izin Usaha Klinik Kedokteran Gigi Spesialistik;
5. Izin Usaha Klinik Kedokteran Spesialistik;
6. Izin Penyelenggaraan Laboratorium Klinik;
7. Izin Usaha Klinik Rehabilitasi Mental;
8. Izin Usaha Klinik Medical Check-Up;
9. Izin Usaha Nursing Services/Sarana Pelayanan Keperawatan;
10. Izin Usaha Penyewaan Peralatan Medik;
11. Izin Usaha Jasa Pengetesan/Pengujian/Kaliberasi dan Pemeliharaan dan
Perbaikan Peralatan;
12. Izin Usaha Jasa Manajemen Rumah Sakit;



20
KEMENTERIAN KESEHATAN (2)
13. Izin Usaha Jasa Asistensi dalam Evakuasi Pertolongan Kesehatan dan Evakuasi
Pasien dalam Keadaan Darurat;
14. Izin Usaha Jasa Pelayanan Akupunktur;
15. Izin Usaha Perdagangan Besar Farmasi;
16. Izin Usaha Perdagangan Besar Bahan Baku Farmasi;
17. Izin Usaha Industri Obat Tradisional;
18. Izin Usaha Rumah Sakit Umum;
19. Izin Usaha penyelenggaraan Ambulance Services;
20. Izin Usaha Residential Health Services (Klinik Fisioterapi)



21
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
1) Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (IUJPT);
2) Izin Usaha Angkutan Laut;
3) Izin Usaha Angkutan Penyeberangan;
4) Izin Usaha Angkutan Perairan Pelabuhan;
5) Izin Usaha Angkutan Sungai dan Danau;
6) Izin Usaha Bongkar Muat Barang;
7) Izin Usaha Depo Peti Kemas;
8) Izin Usaha Keagenan Awak Kapal;
9) Izin Usaha Keagenan Kapal;
10) Izin Usaha Pengelolaan Kapal;
11) Izin Usaha Penyewaan Peralatan Angkutan Laut atau Peralatan Jasa Terkait
Dengan Angkutan Laut;
12) Izin Usaha Tally Mandiri;
13) Izin Usaha Perantara Jual Beli dan/atau Sewa Kapal;
14) Izin Usaha Perawatan dan Perbaikan Kapal.



22
KEMENTERIAN KOMUNIKASI
DAN INFORMATIKA

1) Izin Usaha Jasa Titipan;
2) Izin Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi;
3) Izin Usaha Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;
4) Izin Usaha Lembaga Pengujian Perangkat Telekomunikasi;
5) Izin Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Swasta;
6) Izin Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Berlangganan.
23
KEMENTERIAN KOMUNIKASI
DAN INFORMATIKA

1) Izin Usaha Jasa Titipan;
2) Izin Usaha Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi;
3) Izin Usaha Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;
4) Izin Usaha Lembaga Pengujian Perangkat Telekomunikasi;
5) Izin Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Swasta;
6) Izin Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Berlangganan.
24
KEMENTERIAN LAIN
Kementerian Perumahan Rakyat
1) Izin Usaha Perumahan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan
1) Izin Usaha Tetap Perikanan Tangkap;
2) Izin Usaha Tetap Perikanan Budidaya.
Kementerian Pendidikan Nasional
1) Izin Usaha Pendidikan Nonformal;
2) Izin Usaha Jasa Penunjang Pendidikan.
Kementerian ESDM
1) Izin Operasi untuk Pembangkit Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri yang
Lintas Provinsi (IUKS);
2) Izin Usaha Tetap Jasa Pertambangan Mineral, Batubara dan Panas Bumi;
3) Izin Usaha Tetap Jasa Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.




25
KEMENTERIAN LAIN
Kepolisian RI
1) Izin Usaha Jasa Konsultansi Keamanan;
2) Izin Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan;
3) Izin Usaha Jasa Pendidikan dan Latihan Keamanan;
4) Izin Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga;
5) Izin Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Keamanan;
6) Izin Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9).
Kementerian Kehutanan
1) Izin Usaha Pengolahan Hasil Hutan atas Industri;
2) Izin Usaha Budidaya Tumbuhan dan Penangkaran Satwa Liar pada Hutan
Produksi;
3) Izin Usaha Jasa Kehutanan Lintas Provinsi;
4) Izin Usaha Hutan Tanaman Industri.




26
27
28
izin yang wajib dimiliki
perusahaan untuk
memulai pelaksanaan
kegiatan produksi/operasi
yang menghasilkan
barang/jasa atas
pelaksanaan perluasan
usaha
kecuali ditentukan
lain oleh peraturan
perundang-
undangan sektoral.
29
Izin Usaha
perluasan
berlaku
sepanjang
perusahaan
masih
melakukan
kegiatan usaha.
kecuali
ditentukan
lain oleh
peraturan
perundang-
undangan

Surat Izin Usaha
Perikanan (SIUP)
bagi kegiatan
perikanan berlaku
selama 30 thn dapat
diperpanjang untuk
jangka waktu yang
sama.

IUP Operasi
Produksi untuk
Pertambangan
batubara jangka
waktu paling lama 20
th dan dapat
diperpanjang 2 kali
masing2 10 th

30
ISI FORMULIR ajukan dlm
bentuk hardcopy atau
softcopy berdasar- kan
investor module BKPM
Lampiran III-A
KELENGKAPAN
PERMOHONAN
PENILAIAN
ISIAN
FORMULIR
KEABSAHAN
KELENGKAPAN
FRONT OFFICE MEMORANDUM
PENERBITAN
NASKAH
SELAMBAT-
LAMBAT NYA
DALAM WAKTU 7
(TUJUH) HARI
KERJA
BACK OFFICE
31
32

izin yang wajib dimiliki oleh
perusahaan , dalam rangka
legalisasi terhadap perubahan
realisasi Penanaman Modal yg
telah ditetapkan sebelumnya
33
PERUBAHAN
ATAS IZIN
USAHA
IZIN USAHA
PERUBAHAN
IP PERUBAHAN
Lokasi Proyek
Ketentuan bidang usaha:
mencakup jenis produksi/
diversifikasi produksi, tanpa
menambah mesin/peralatan,
dalam lingkup KBLI sama;
kapasitas produksi dlm IU
tidak sesuai dgn kapasitas
terpasang ; pemasaran dan
nilai ekspor per tahun
Perpanjangan Izin usaha.
Perusahaan yg sudah memiliki Izin Usaha dan
melakukan perpindahan lokasi proyek:
diterbitkan Izin Prinsip Perubahan dengan masa
berlaku satu tahun
Wajib mengajukan permohonan Izin Usaha Perubahan
Bagi yg sudah memenuhi persyaratan untuk
mengajukan permohonan Izin Usaha di lokasi baru,
dapat langsung mengajukan Izin Usaha Perubahan
tanpa terlebih dahulu mengajukan permohonan IP
Perubahan
Perusahaan yg sudah memiliki Izin Usaha dapat
melakukan perubahan ketentuan bidang usaha :
Perubahan jenis produksi karena:
- melakukan diversifikasi produksi tanpa menambah
mesin dan investasi , dlm lingkup KBLI 5 digit atau
- berdasarkan Hasil pemeriksaan lapangan ditemukan
bahwa kapasitas produksi yg tercantum dlm Izin
Usaha tidak sesuai dengan kapasitas terpasang
Perubahan realisasi pemasaran dan nilai ekspor

Perusahaan yg sudah memiliki Izin Usaha / Izin
Perluasan Dan memerlukan perubahan masa
berlaku Izin Usahanya Wajib memiliki Izin Usaha
Perubahan

Izin Usaha Perubahan menyatakan bahwa Izin Usaha
berlaku selama perusahaan masih melakukan
kegiatan operasional atau untik jangka waktu
tertentu sesuai ketentuan Peraturan Perundangan
37
Permohonan
perubahan
yg diinginkan
menggunakan
Formulir
Lamp II - A
Kelengkapan
PERMOHONAN
Penilaian
permohonan
Keabsahan
Kelengkapan
FRONT OFFICE
Memorandum
Penerbitan naskah Izin
Usaha Perubahan
sesuai Lampiran III J
Izin Usaha Perubahan
diterbitkan dlm 5 hari
kerja
BACK OFFICE
38
Permohonan
dlm bentuk
surat ttg
perubahan yg
diinginkan
sesuai form
lampiran II A
Kelengkapan
PERMOHONAN
Penilaian
permohonan
Keabsahan
Kelengkapan
FRONT OFFICE Memorandum
Naskah IP Perubahan
IP Perubahan
diterbitkan dlm 5 hari
kerja, dg form
lampiran II B
BACK OFFICE
YG HARUS DILAMPIRKAN PD SETIAP PERUBAHAN :
1. LKPM tahun terakhir saat akan dilakukan perubahan.
2. Rekaman Izin Usaha/Izin Usaha Perluasan yang
akan diubah dan data pendukung lainnya
3. Alasan perubahan.
NO PERUBAHAN ATAS KELENGKAPAN
1 LOKASI
Surat Keterangan Domisili
Bukti kepemilikan lahan/gedung atau
perjanjian sewa
Dokumen Lingkungan
Rekomendasi apabila diperlukan
2 DIVERSIFIKASI PRODUKSI
Proses produksi untuk diversifikasi
penjelasan kapasitas produksi , secara
keseluruhan kapasitas tidak berubah
3 PERPANJANGAN IZIN
USAHA
Pemenuhan kewajiban divestasi
Perjanjian kemitraan , apabila bidang usaha
mensyaratkan.
4 NAMA PERUSAHAAN
Akta perubahan

41
42

PENGGABUNGAN PERUSAHAAN
(merger)
Perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau
lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang
telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasiva dari
Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum
kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan
selanjutnya status badan hukum Perseroan yang
menggabungkan diri berakhir karena hukum.

(UU. No. 40/2007)
43
IZIN USAHA PENGGABUNGAN
PERUSAHAAN (merger)
Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal
(merger) adalah izin yang wajib dimiliki oleh perusahaan
Hasil penggabungan dalam rangka memulai pelaksanaan kegiatan
produksi/operasi untuk menghasilkan barang dan jasa ( Perka
BKPM No. 5/2013)
44
penggabungan dari 2(dua) atau lebih
perusahaan yang memiliki kegiatan usaha
yang sama.
HORIZONTAL

bentuk penggabungan dari 2(dua) atau lebih
perusahaan dengan perbedaan kegiatan
misalnya produksi dan jalur distribusi
terhadap jenis produksi yang sama

VERTIKAL
penggabungan beberapa perusahaan yang
kegiatan usahanya tidak berkaitan satu sama
lain, baik secara horizontal maupun vertikal.
Kegiatan yang dimiliki antara lain : industri
manufaktur, asuransi, pertanian dan lain-lain.
KONGLO
MERASI
TIPE PENGGABUNGAN PERUSAHAAN
45
UU No.40 th 2007
tentang Perseroan
Terbatas.
UU No. 5 th 1999 ttg
Larangan Praktek
Monopoli dan Persaingan
Usaha Tidak Sehat
Perka BKPM No. 5 th
2013 ttg Pedoman dan
Tatacara Perizinan dan
Non Perizinan
Penanaman Modal
PP No. 57/2010 ttg Penggabungan atau
peleburan badan usaha dan
pengambilalihan saham perusahaan yang
mengakibatkan terjadinya praktek
monopoli dan persaingan usaha tidak
sehat
Permenkeu No.
43/PMK.03/2008 ttg
Penggunaan Nilai Buku atas
Pengalihan Harta dlm
Penggabungan, Peleburan,
atau Pemekaran Usaha
izin pelaksanaan
pusat & daerah

izin usaha penggabungan

46
penanam
modal
izin usaha,
izin prinsip &
izin prinsip perluasan
izin prinsip
penggabungan
perubahan &
pengesahan akta
penggabungan
perusahaan
47
PRAKTEK MONOPOLI :
Pemusatan kekuatan ekonomi
oleh satu atau lebih pelaku usaha
yang mengakibatkan dikuasainya
produksi dan atau pemasaran
atas barang dan atau jasa
tertentu sehingga menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan
dapat merugikan kepentingan
umum

MONOPOLI Pelaku usaha
patut diduga atau dianggap
melakukan penguasaan atas
produksi dan atau pemasaran
barang dan atau jasa apabila :
satu pelaku usaha /kelompok
pelaku usaha menguasai lebih
dari 50% (lima puluh persen)
pangsa pasar satu jenis barang
atau jasa tertentu
48
UU No. 5/1999 ttg Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan
Usaha Tidak Sehat
pelaku usaha dilarang melakukan
penggabungan atau peleburan badan
usaha yang dapat mengakibatkan
praktek monopoli dan atau persaingan
usaha tidak sehat
pelaku usaha dilarang melakukan
pengambilalihan saham perusahaan
lain apabila tindakan tersebut dapat
mengakibatkan praktek monopoli
dan atau usaha tidak sehat.
Penggabungan perusahaan dapat dilakukan
baik antar perusahaan
penanaman modal asing atau antar perusahaan
penanaman modal dalam negeri,
maupun antara
perusahaan penanaman modal asing dengan
perusahaan penanaman modal dalam negeri.
KETENTUAN
PERSYARATAN PERIZINAN
Perusahaan-2 pm
yang akan
melakukan
Penggabungan
perusahaan
(merger)

IZIN USAHA
PENGGABUNGAN
PERUSAHAAN
(merger)
pd surviving
company
Wajib memiliki
IZIN USAHA
51
Status perusahaan penggabungan
(merger) tergantung kepemilikan
saham perusahaan yang meneruskan
(surviving company) dan yang
bergabung (merging company),
apabila terdapat kepemilikan saham
asing maka perusahan gabungan
menjadi perusahaan dengan modal
asing

BIDANG USAHA ,
harus dinyatakan terbuka atau terbuka
dg persyaratan, bagi pmdn dan/atau
pm yang dalam modal perusahaan ada
kepemilikan saham asing, sesuai status
perusahaan gabungan
52
SANKSI

Rekomendasi pengurangan
kuota i mpor mesi n dan atau
barang & bahan
pembatasan kegiatan usaha
Ti dak di l ayani nya permohonan
perubahan daftar i nduk i mpor
mesi n barang & bahan
Ti dak di l ayani permohonan
perpanj angan j adwal
pengi mporan mesi n dan atau
barang & bahan
peri ngatan tertul i s
pembekuan kegiatan usaha
dan/atau fasilitas
pencabutan kegiatan usaha
dan/atau fasilitas
Pembekuan API











53
UU No. 41 Th
1999 ttg
Kehutanan
Setiap orang
ygmengerjakan dan
atau menggunakan
dan atau menduduki
kawasan hutan secara
tidak sah;
pidana penjara maks
10 th dan denda
maks Rp.
5.000.000.000,-
UU No. 18 Th
2004 ttg
Perkebunan
industri pengolahan
hasil perkebunan
dengan kapasitas
tertentu yang tidak
memiliki izin usaha
perkebunan
pidana penjara maks
5 th dan denda
maks Rp
2.000.000.000,-
UU No. 45 Th
2009 ttg
Perikanan
Setiap orang yang
memalsukan
dan/atau
menggunakan SIUP,
SIPI, dan SIKPI
palsu
pidana penjara maks
7 th dan denda
maks Rp
3.000.000.000,-
Nomor urut/kode wilayah PTSP penerbit/ (Izin Usaha/Izin Usaha
Perluasan/Izin Usaha Perubahan/Izin Usaha Penggabungan)/ status (PMDN
atau PMA)/tahun penerbitan
contoh Nomor Izin Usaha :
No. IU (BKPM) : 125/1/IU//PMDN/2013
No. IU (PDPPM) : 6/6100/IU-PL/PMDN/2013
No. IU (PDKPM): 57/3324/IU-PB/PMDN/2013
No. IU (PDKPM): 3/3324/IU-PP/PMDN/2013
Contoh :
55
Perusahaan yang akan membuka Kantor Cabang
Dapat memperoleh Izin Pembukaan Kantor Cabang
Dari PDPPM/PTSP Provinsi, sesuai lokasi
kantor cabang
KETENTUAN
Permohonan pembukaan Izin Kantor Cabang
menggunakan formulir sesuai Lampiran IV-A

Izin diterbitkan selambat-lambatnya 3 (tiga)
Hari sejak permohonan diterima lengkap
KETENTUAN
58 58
59
60
N0 KAPASITAS
PERKEBUNAN
INDUSTRI
PERDA-
GANGAN
1
izin
10.000 ton 1.000 ton RP. 10 miliar
2
terpasang
- 1.500 ton -
3
realisasi
1.000 ton 500 ton Rp. 100 jt
4
Penetapan
IU
10.000 ton 1.500 ton Rp. 10 miliar
Penetapan Kapasitas Produksi dalam Izin
Usaha
61
N0
KAPASI
TAS
INDUSTRI
1
izin
1.000 ton
Perusahaan yg sudah MEMILIKI IZIN
USAHA

apabila realisasinya mencapai 1.750 ton
(+/- 16 %) ok
apabila realisasinya mencapai 2.500 ton
(+/- 66 % atau >30 %) kelebihan
kapasitas yg 1.000 ton harus diajukan
melalui Izin Prinsip Perluasan.
2
terpasang
1.500 ton
3
realisasi
500 ton
62
1. Pembelian/pemata
ngan tanah
2. Bangunan/gedung
3. Mesin & Peralatan
4. Lain-lain
1. Bahan baku
2. Upah
3. Listrik/air
4. Lain-lain
(satu turn over /3
bulan produksi)
MODAL
TETAP
MODAL
KERJA
SUMBER
PEMBIAYAAN
LKPM
63 63
PENGISIAN
FORMULIR
Nilai sesuai dalam
PPM/IP/IPP (Rp/US$)
Modal Tetap terdiri
atas pembelian dan
pematangan tanah,
bangunan/gedung,
mesin/peralatan dan
suku cadang.& lain2

Modal Kerja untuk 1
(satu) kali turn over
produksi selama 3
(tiga) bulan.



PENILAIAN


Teliti kewajaran modal
tetap dan modal kerja.
Realisasi dpt menjadi
lebih >> atau << dr
rencananya, krn
perubahan nilai tanah,
mesin dll.
Bandingkan dg LKPM
terutama terhadap
harga mesin.
KEABSAHAN
KELENGKAPAN


Cek nilai investasi
dalam LKPM dan LHP
yg dilampirkan.
INVESTASI PROYEK
64
Berasal dari para
pemegang saham
MODAL
SENDIRI
LABA
DITANAM
KEMBALI
REALISASI
INVESTASI
Berasal dari
pihak ke 3
(DN/LN)
Berasal dari laba
usaha proyek
sebelumnya
MODAL
PINJAMAN
MODAL
DITEMPATKAN
65 65
PENGISIAN
FORMULIR
Diisi sumber
pembiayaan yg
terdiri dari: modal
sendiri dan atau
laba ditanam
kembali dan modal
pinjaman


PENILAIAN
Jml SP : modal sendiri,
pinjaman dan laba ditanam
kembali harus sama atau
equivalen dg jml realisasi
investasi (BAGI PROYEK
TUNGGAL)

laba ditanam kembali
hanya dimungkinkan pd
proyek yg sebelumnya
sudah memiliki proyek
yang produksi komersial



KEABSAHAN
KELENGKAPAN
Untuk proyek IP perluasan/
pengembangan dg
tambahan equity harus
dilengkapi dg RUPS



Apabila sumber
pembiayaan berasal dari
laba ditanam kembali hrs
dibuktikan dg laporan
keuangan/neraca yang
telah diaudit
SUMBER PEMBIAYAAN (SP)
66
Apabila perusahaan memiliki beberapa
proyek (Pendaftaran/Izin prinsip/Izin
Prinsip Perluasan /Izin Usaha) yang
masing-2 sebagian dibiayai dg modal
sendiri atau equity maka berarti setiap
kali terjadi tambahan modal sendiri
berarti mengubah Modal Perseroan, krn
ada peningkatan modal ditempatkan dan
modal disetor untuk itu maka
permohonan harus dilengkapi dg RUPS
SUMBER
PEMBIAYAAN
& MODAL
PERSEROAN
67 67
PENGISIAN
FORMULIR
Diisi besarnya
struktur modal
perseroan :
Modal dasar
Modal ditempatkan
Modal disetor


PENILAIAN
Susunan Modal Perseroan
adalah gambaran besarnya
kepemilikan dalam modal
perusahaan sesuai Akte
Pendirian Perusahaan
/Perubahan

Besarnya modal ditempatkan
dan disetor = modal sendiri
atau equity dalam sumber
pembiayaan proyek.

Teliti kesesuaian
kepemilikan/penyertaan saham
dg aktanya.




KEABSAHAN
KELENGKAPAN
Teliti Akte Pendirian
Perusahaan /Perubahan
tentang struktur modal
perseroan dari akta
perusahaan yg sudah
disahkan.
Teliti besarnya
penyertaan saham
dalam Akte Pendirian
Perusahaan /Perubahan
MODAL PERSEROAN (MP) & PENYERTAAN
68
STRUKTUR MODAL PERSEROAN

Modal dasar : Rp. 5 milyar atau Rp. 20 miliar
Modal ditempatkan : Rp. 5 milyar Rp. 5 miliar
Modal disetor : Rp. 5 milyar Rp. 5 miliar
RENCANA INVESTASI

Modal Tetap : Rp. 25 miliar
Modal Kerja : Rp. 2 miliar
Jumlah investasi : Rp. 27 miliar
SUMBER PEMBIAYAAN
Modal sendiri : Rp. 5 miliar
Modal pinjaman : Rp. 22 miliar
Jumlah : Rp. 27 miliar
UU NO. 40 /2007

Modal dasar : Rp. 50 juta
(minimal).
Minimal 25 % dari modal dasar
harus ditempatkan & disetor
penuh

Modal dasar : Rp. 50 juta
Modal ditempatkan : Rp. 12,5 juta
Modal disetor : Rp. 12,5 juta



69
STRUKTUR MODAL PERSEROAN

Modal dasar : Rp. 5 milyar atau Rp. 7 milyar
Modal ditempatkan : Rp. 5 milyar Rp. 7 milyar
Modal disetor : Rp. 5 milyar Rp. 7 milyar
REALISASI INVESTASI

Modal Tetap : Rp. 29 miliar
Modal Kerja : Rp. 6 milyar
Jumlah investasi : Rp. 35 milyar
SUMBER PEMBIAYAAN
Modal sendiri : Rp. 5 milyar Rp. 7 milyar
Modal pinjaman : Rp. 30 milyar Rp 28 milyar
Jumlah : Rp. 35 milyar Rp. 35 milyar
70 70
PENGISIAN
FORMULIR
Komisaris dan
direksi





Tenaga kerja asing


PENILAIAN
Teliti kesesuaian komisaris
dan direksi dengan yang
tercantum dalam akta
pendirian dan perubahan,
Terutama kesesuaian dg
penanda tangan
permohonan

Teliti kesesuaian antara Izin
, permohonan dan realisasi
sesuai LKPM.




KEABSAHAN
KELENGKAPAN
Cek APP/P tentang
Dewan Komisaris dan
Dewan Direksi
TENAGA KERJA
71
LKPM, perlu dilakukan evaluasi dan sebagai pembanding
terhadap Izin-2 yg dimiliki dan realisasinya
KEWAJIBAN
UMUM
Terhadap bidang-2 tertentu yang wajib AMDAL atau
UKL/UPL perlu diteliti keabsahan dokumen persetujuan
/pengesahan yg dipersyaratkan.
Terhadap bidang tertentu yg dipersyaratkan oleh
instansi teknis perlu diteliti kelengkapan persyar
Bidang-2 yg wajib bermitra harus melampirkan bukti
perjanjian bermitra.
KEWAJIBAN
KHUSUS
Periksa keabsahan Rekaman Izin Gangguan (UUG/HO) atau
rekaman Surat Izin Tempat Usaha (SITU) bagi perusahaan
yang berlokasi di luar Kawasan Industri.
Untuk proyek yang berlokasi di Kawasan Industri Izin
Gangguan atau SITU tidak lagi diperlukan.
UUG/
HO

Terhadap permohonan yg dinilai telah memenuhi
persyaratan (lengkap dan benar) maka dipersiapkan
pembuatan naskah Izin Usaha/Izin Usaha Perluasan
Penanaman Modal sesuai dengan
format lampiran III-A Perka BKPM No. 5/2013


Usulan kepada pimpinan PTSP bahwa
terhadap proyek penanaman modal
tersebut layak diberikan Izin Usaha/Izin
Usaha Perluasan Penanaman Modal.

Menyampaikan naskah keputusan Izin
Usaha/Izin Usaha Perluasan penanaman
modal (sesuai lampiran III-B Perka BKPM
No. 5/2013 ) untuk ditandatangani.

PENYIAPAN
MEMO KEPADA
PIMPINAN PTSP

HASIL PENILAIAN PERMOHONAN
1. Aspek administrasi
2. Aspek hukum
3. Aspek teknis
4. Aspek ekonomis
74

Setiap perusahaan pm wajib memiliki Izin Usaha untuk
melaksanakan produksi komersial, kecuali ditentukan lain
oleh peraturan perundangan sektoral
Izin Usaha berlaku selama perusahaan masih
melaksanakan kegiatan kecuali ditentukan lain peraturan
perundangan sektoral
Terhadap Izin Usaha dapat dilakukan perubahan dan
diselesaikan dalam bentuk Izin Usaha Perubahan dan
Surat Pencatatan Perubahan.
Perusahaan harus sudah memiliki Izin Usaha pada saat
akan melakukan penggabungan perusahaan (merger)


75