Anda di halaman 1dari 53

8/11/2014 foootnote 1

RUANG LINGKUP
Pengendalian kegiatan ambil/ tangkap dan
pemanfaatan spesimen TSL
Jenis dilindungi maupun tidak dilindungi
Kepentingan komersial dan non komersial
Peredaran dalam negeri dan luar negeri
Koordinasi, peran serta, dalbin, gakkum dan
sangsi serta penanganan TSL sitaan
8/11/2014 foootnote 2
SUMBER SPESIMEN
Habitat Alam
Hasil Penangkaran (pengembangbiakan
satwa=captive breeding, pembesaran=
ranching dan perbanyakan tumbuhan
secara buatan=artificial propagation)
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 3
SPESIMEN
Jenis termasuk App. CITES maupun Non
App. CITES
Jenis dilindungi maupun tidak dilindungi
Berasal dari dalam negeri maupun dari
luar wilayah RI
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 4
Lokasi
Di luar KPA (taman nasional, TWA,
TAHURA) dan KSA (cagar alam, suaka
margasatwa) serta taman buru
Penangkaran (yang dilakukan oleh unit
usaha penangkaran sesuai ketentuan
yang berlaku)
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 5
PENETAPAN KUOTA
Batasan jenis dan jumlah spesimen TSL yang
dapat diambil/ tangkap dari habitat alam
Ditetapkan oleh Dirjen PHKA berdasarkan
rekomendasi otoritas keilmuan
Satu tahun takwin
Pemanfaaan DN dan LN
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 6
PENETAPAN KUOTA
Jenis tidak dilindungi yang termasuk App.
CITES maupun tidak termasuk App.
CITES.
Jenis dilindungi terlebih dahulu ditetapkan
sebagai satwa buru.
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 7
PENETAPAN KUOTA
Rekomendasi LIPI berdasarkan data dan
informasi ilmiah
Apabila data dan informasi tidak ada
(kondisi habitat dan pop., informasi pop.
realisasi ambil/ tangkap, kearifan
tradisional)
AMBILAN/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 8
PENETAPAN KUOTA (Inven dan monev)
Dilaksanakan oleh LIPI, BKSDA,
Perguruan Tinggi dan ornop
Dilaksanakan berdasarkan metode
standar LIPI (Otoritas keilmuan)
Diserahkan ke LIPI atau melalui Dirjen
PHKA atau BKSDA
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 9
PENETAPAN KUOTA (Jenis melimpah)
LIPI memberikan rekom berupa batasan
spesimen yang dapat diambil/ tangkap
Batasan berupa : ukuran panjang, berat
maks./min., kelas umur, jenis sex, wil
ambil/ tangkap, waktu ambil/ tangkap)
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 10
PENETAPAN KUOTA
PHKA menelaah rekom LIPI dan
menetapkan kuota
Dapat lebih kecil dari rekom
Dapat dilakukan peninjauan kembali
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 11
PEMBAGIAN KUOTA & PENETAPAN LOKASI
AMBIL/ TANGKAP
Kuota disampaikan ke BKSDA dan asosiasi
BKSDA menetapkan wilayah ambil/ tangkap
Dasar penerbitan izin tangkap/ ambil
Kuota ekspor ditetapkan oleh Dirjen
berdasarkan saran asosiasi
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 12
PENETAPAN LOKASI AMBIL/ TANGKAP
Memperhatikan status kawasan, kelimpahan
pop., kondisi habitat, land use aspek sosbud
Lokasi memuat nama desa, kecamatan,
kabupaten atau koordinat peta
Peta dibuat dengan skala paling kecil 1 :
250.000 (dimutahirkan 2 tahun sekali)
Dilakukan rotasi
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 13
CATATAN DALAM AMBIL/ TANGKAP TSL
Jenis yang tidak terdapat dalam kuota
harus berdasarkan rekom LIPI
Jenis tidak dilindungi oleh Dirjen
Jenis dilindungi oleh Menhut
AMBIL/ TANGKAP TSL
8/11/2014 foootnote 14
PEMANFAATAN SPESIMEN
Pemanfaatan TSL dapat dibedakan menjadi :
Non Komersial (kalitbang, peragaan non
komersial, pertukaran, perburuan,
pemeliharaan untuk kesenangan)
Komersial (penangkaran, perdagangan,
peragaan komersial dan budidaya tanaman
obat)

8/11/2014 foootnote 15
SYARAT
Pengambilan / penangkapan (komersial dan non
komersial) wajib diliput dengan izin
Peredaran untuk kepentingan komersial, dapat
dizinkan bagi pengedar DN dan pengedar LN
yang terdaftar dan diakui
Pengambil atau penangkap untuk kepentingan
komersial, izin diberikan kepada pengedar DN
atau pengumpul TSL
8/11/2014 foootnote 16

SYARAT PEMANFAAT TSL
Pemanfaat non komersial (perorangan,
koperasi, LK, LP, PT dan ornop bidang
KSDA)
Pemanfaat komersial (perusahaan
perorangan, koperasi, BUMN, BUMD dan
BUMS)
8/11/2014 foootnote 17
IZIN AMBIL/ TANGKAP
Pengambilan/ penangkapan harus sesuai izin
ambil/ tangkap
Pengambilan/ penangkapan memperhatikan
kelestarian (tidak luka/ tidak mati)
Tidak mengganggu populasi, habitat dan ling.
Untuk satwa harus memperhatikan animal
welfare.
Ditampung ditempat yang sesuai

8/11/2014 foootnote 18
IZIN AMBIL/ TANGKAP
KOMERSIAL
Izin ambil/ tangkap komersial diberikan kepada :
Perorangan, koperasi, BUMN, BUMD atau
BUMS
Jenis tidak dilindungi dan jenis dilindungi yang
ditetapkan sebagai satwa buru (App. II dan III
CITES)
Izin diberikan oleh Kepala BKSDA

8/11/2014 foootnote 19
IZIN AMBIL/ TANGKAP
KOMERSIAL
Tata Cara dan Prosedur (tidak dilindungi)
Permohonan diajukan kepada Kepala BKSDA
Kepala BKSDA menelaah permohonan
Kepala BKSDA dapat menyetujui atau menolak
selambat-lambatnya dalam 14 hari kerja
Izin diberikan selama 1 tahun
Berdasarkan kuota

8/11/2014 foootnote 20
IZIN AMBIL/ TANGKAP
KOMERSIAL
KEWAJIBAN KEPALA BKSDA
Pemeriksaan sediaan/ stok
Berdasar : izin ambil/ tangkap, permohonan
SATS-DN atau SATS-LN
Dituangkan dalam BAP
BAP memuat : jumlah, jenis, bentuk, ket asal-
usul, ket lainnya.
Ketentuan tentang BAP diatur oleh Dirjen PHKA

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
21


IZIN PEMANFATAN NON KOMERSIAL
LUAR NEGERI
(Syarat)
Spesimen dapat dibawa untuk ekspor, re-ekspor,
impor setelah mendapat izin (CITES permit)
Barang bawaan hanya yang diperoleh di luar negara
dimana biasanya pemilik tinggal
Tidak berlaku bagi spesimen hidup atau yang dikirim
tidak bersama-sama pemilik
Izin dan prosedur sesuai ketentuan CITES, dapat
disederhanakan
Penyederhanan oleh Dirjen PHKA

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
22


IZIN PEMANFATAN KOMERSIAL
DALAM NEGERI

Terdiri dari izin mengedarkan spesimen
jenis dilindungi yang telah ditetapkan
sebagai satwa buru/ tidak dilindungi
Tujuan : Perdagangan, penangkaan,
peragaan komersial dan budidaya
tanaman obat komersial
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
23


IZIN PEMANFATAN KOMERSIAL
DALAM NEGERI

Tujuan perdagangan disebut juga
Izin Pengedar Dalam Negeri
(IPDN), diterbitkan Kepala BKSDA
Tujuan penangkaran disebut juga
Izin Penangkaran, diterbitkan
Kepala BKSDA
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
24


IZIN PEMANFATAN KOMERSIAL
DALAM NEGERI
(Izin Pengedar/ Perdagangan DN)
Tata cara dan Prosedur
Permohonan diajukan kepada Kepala BKSDA
tembusan Kepala Seksi Wilayah
Dilengkapi dengan : Akte, SIUP, SITU, Proposal,
nama jenis, jumlah, ukuran dan wilayah, BAP,
rekom Kepala Seksi
Balai menelaah, dapat menyetujui/ menolak dalam
14 hari
Tidak boleh PMA atau WNA
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
25


IZIN PEMANFATAN KOMERSIAL
DALAM NEGERI
(Izin Pengedar/ Perdagangan DN)
Tata cara dan Prosedur
Proposal berisi : data perusahaan, organisasi,
asal-usul,teknis pengumpulan, pengangkutan,
sarpras dan program pembinaan konservasi
Pertimbangan teknis berisi : kelayakan usaha,
kelayakan produksi, kelayakan bio-ekologi dan
pemahaman aspek konservasi
Berlaku selama 5 tahun (dapat diperpanjang)
Ketentuan lebih lanjut diatur Dirjen PHKA
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
26


IZIN PEMANFATAN KOMERSIAL
(Perpanjangan izin Pengedar/ Perdagangan
Dalam Negeri)
Tata cara dan Prosedur
Diajukan 2 bulan sebelum berakhir
Perpanjangan diberikan, jika : tidak pernah
melakukan pelangaran, tingkat kematian
rendah, fasilitas memadai, penangkap/
pengumpul terlatih
Kepala BKSDA dapat menolak ika tidak
memenuhi syarat.
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
27

IZIN PENGEDAR LUAR NEGERI
Tata cara dan Prosedur
Permohonan diajukan kepada Dirjen
dengan tembusan Kepala BKSDA
Dilengkapi dengan : Akte, SIUP, SITU,
Proposal, nama jenis, jumlah, ukuran dan
wilayah, BAP, rekom Kepala BKSDA
Dirjen, dapat menyetujui/ menolak dalam
14 hari setelah permohonan lengkap
diterima
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
28


IZIN PENGEDAR LUAR NEGERI

Tata cara dan Prosedur
Proposal berisi : data perusahaan, organisasi,
asal-usul,teknis pengumpulan, pengangkutan,
sarpras dan program pembinaan konservasi
Pertimbangan teknis berisi : kelayakan usaha,
kelayakan produksi, kelayakan bio-ekologi dan
pemahaman aspek konservasi
Berlaku selama 5 tahun (dapat diperpanjang)
Ketentuan lebih lanjut diatur Dirjen PHKA
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
29


IZIN PENGEDAR LUAR NEGERI
Tata cara dan Prosedur
Diajukan 3 bulan sebelum berakhir
Perpanjangan diberikan, jika : tidak pernah
melakukan pelangaran, tingkat kematian
rendah, fasilitas memadai, tenaga terlatih,
metoda yang konservatif, aktif melakukan
ekspor
Dirjen dapat menolak ika tidak memenuhi
syarat.
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
30


IZIN PENGEDAR LUAR NEGERI
(CATATAN PENTING !)
TIDAK DAPAT DIBERIKAN KEPADA WNA
ATAU PENANAM MODAL ASING
KECUALI SATWA HASIL
PENGEMBANGBIAKAN, PERBANYAKAN ATAU
SPESIES BUKAN ASLI INDONESIA
TSL TIDAK DILINDUNGI/ HASIL
PENANGKARAN/ SATWA BURU
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
31


BENTUK PEREDARAN LUAR
NEGERI
EKSPOR
IMPOR
RE-EKSPOR
INTRODUKSI DARI LAUT
(WAJIB DILENGKAPI SATS-LN)
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
32


PEREDARAN KOMERSIAL
DALAM NEGERI

Bertujuan memperoleh keuntungan
ekonomis (jual beli, tukar menukar, jasa
dan bentuk lain)
Peredaran hanya dapat dilakukan oleh
Pengedar Dalam Negeri
Seluruh peredaran komersial dalam
negeri wajib disertai SATS-DN
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
33


PEREDARAN KOMERSIAL
LUAR NEGERI

Usaha perdagangan dan peragaan
(termasuk traveling live-animal
exhibition)
Melalui kegiatan ekspor, impor, re-ekor
dan introduksi dari laut
Untuk tujuan keuntungan ekonomis ke
atau luar negeri
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
34


PEREDARAN KOMERSIAL
LUAR NEGERI
Peredaran komersial LN wajib disertai
SATS-LN
Petugas Balai/ Bea Cukai/ Karantina
memeriksa dan memverifikasi
kesesuaian antara spesimen dengan
SATS-LN
Dilarang bagi TSL App. I CITES yang
berasal dari alam.
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
35


DOKUMEN PEREDARAN TSL
Dokumen peredaran terdiri dari :
SATS-DN
SATS-LN
SATS-LN, berupa :
Izin atau sertifikat CITES
Izin atau sertifikat Non-CITES
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
36


SATS-DN
Memuat : nama dan alamat pengirim,
nama jenis, bentuk, jumlah, pelabuhan
pemberangkatan dll.
Diberikan maksimum untuk 2 (dua)
bulan
Mengikuti ketentuan pengangkutan
Dilengkapi dokumen sertifikat lain
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
37


SATS-DN
Diterbitkan oleh Kepala BKSDA atau
Kepala Seksi Wilayah
Setelah adanya Izin Pengedar DN, izin
terkait dengan legalitas asal-usul,
laporan mutasi stok
Legalitas asal-usul (izin ambil/ tangkap)
Jumlah dan jenis sesuai kuota

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
38


SATS-DN
Hanya dipakai 1 kali pengiriman
Untuk kepentingan perorangan yg
memperoleh dari pengedar atau unit
usaha terdaftar, dapat berupa faktur
pembelian

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
39


SATS-LN
Untuk meliput peredaran internasional
jenis TSL yang termasuk maupun tidak
termasuk App. CITES
Dapat diterbitkan setelah dapat
dibuktkan adanya : Izin Pengedar LN
atau Izin terkait dengan asal-usul (Izin
ambil/ tangkap, SATS-DN)
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
40


BENTUK SATS-LN
SATS-LN Ekspor
SATS-LN Impor
SATS-LN re-ekspor
SATS-LN Sertifikat Asal-Usul
SATS-LN Sertifikat IDL
SATS-LN Sertifikat Pra-Konvensi

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
41


SATS-LN
Sesuai pedoman di dalam resolusi
CITES
Dalam dua bahasa
Diterbikan oleh Direktur Jenderal PHKA
atau pejabat yg ditunjuk
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
42


TATA CARA DAPAT SATS-LN
Mengajukan kepada Dirjen
Dilengkapi rekom Kepala BKSDA
dilampiri BAP
Jangka waktu maksimum 6 bulan
(ekspor), 1 bulan (impor)

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
43


IURAN ATAS PEMANFAATAN
TSL Pemanfatan TSL wajib dipungut PSDH
Pengenaan saat ambil/ tangkap
Besarnya PSDH disesuaikan dengan
harga patokan
Tata cara pengenaan iuran diatur
dengan PP

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
44

KOORDINASI DAN PERANSERTA
MASYARAKAT
Ditjen PHKA
Karantina
Masyarakat
Kepolisian
Ditjen Bea
dan Cukai
PENGAWAS/
PEREDARAN
TSL
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
45
Kemitraan dengan Organisasi
World Customs
Organization
Interpol
IUCN
TRAFFIC Network
UNEP-World
Conservation
Monitoring Centre
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
46


PERAN SERTA

Perguruan Tinggi dan Lembaga
Ilmiah
ORNOP bidang lingkungan hidup
Asosiasi
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
47
PENGENDALIAN DAN
PEMBINAAN
Pengendalian dilakukan oleh Kepala BKSDA
dan Masyarakat
Bentuk pengendalian :
Ambil/ tangkap tidak lebih kuota
Sesuai wilayah pengambilan
Ambil/ tangkap tidak merusak
habitat
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
48
PENGENDALIAN DAN
PEMBINAAN
Penandaan
Pengendalian edar DN
Pengendalian edar ekspor, impor, re-ekspor,
introduksi dari laut
Pelaporan edar DN
Pelaporan edar LN
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
49
PENGENDALIAN DAN
PEMBINAAN
Kepala BKSDA wajib membina pengambil/
pengumpul, pengedar setiap tiga bulan
Pemegang izin edar wajib membina
mitranya
Pengedar LN dibawah koordinasi Asosiasi
membina pemegang izin edar DN
Dirjen wajib melakukan pembinaan
pengedar LN, Kepala Balai & Asosiasi
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
50
PENEGAKAN HUKUM DAN SANKSI
Dirjen dapat membentuk gugus tugas (PPNS)
Melakukan penyelidikan dan penyidikan
Kepala BKSDA wajib berkoordinasi dengan
Bea dan Cukai dan Karantina
Sanksi sesuai PP No. 8 Tahun 1999
Hukuman denda oleh pemberi izin
Pembekuan/ pencabuan izin setelah
peringatan

11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
51
PENANGANAN SPESIMEN
HASIL SITAAN
Dikirim kefasilitas pemeliharaan (PPS)
Dikembalikan ke negara
Dikembalikan ke habitat
Dilelang
Dimusnahkan
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
52
KETENTUAN PERALIHAN DAN
PENUTUP
Ketentuan lebih lanjut tentang kalibang,
penangkaran, perburuan, perdagangan,
peragaan, pertukaran, budidaya anaman obat
dan pemeliharaan untuk kesenangan diatur
tersendiri.
Kepmenhut No. 62/Kpts-II/1998, No. 60/Kpts-
II/1998 dan No. 104/Kpts-II/2000 serta
kebijakan erkait yang bertentangan
dinyatakan tidak berlaku.
11-Aug-14 Asosiasi Koral Kerang dan Ikan
Hias Indonesia
53


TERIMA KASIH