Anda di halaman 1dari 18

Nishia Waya Meray, M.

Si
What is a statics fluid ???

Mempelajari tekanan pada setiap titik di saat fluida
dalam keadaan diam (statis)
Menghitung gaya hidrostatik pada permukaan datar
dan permukaan bergelombang
Stabilitas benda yang mengapung
TEKANAN DI SUATU TITIK
Apabila sebuah benda berada pada suatu titik dalam
fluida tanpa adanya tegangan geser maka gaya yang
berlaku pada benda tersebut hanya gaya tekan dan
berat.
Diketahui F = ma pada arah y dan z, maka berlaku :
Jika :
Maka :
Apabila nilai y dan z dibuat mendekati nol, maka
berlaku :
p
y
= p
s

p
z
= p
s

Kesimpulan:
Di suatu titik, fluida yang tidak bergerak mempunyai
tekanan yang sama dalam semua arah
Suatu bidang elemen A yang sangat kecil luasnya,
yang bebas berputar terhadap pusatnya bila terendam
dalam fluida yang tidak bergerak, akan mendapat gaya
yang besarnya konstan yang bekerja pada kedua
sisinya, bagaimana pun orientasi nya.
Bagaimana jika pada titik yang
berlainan ???
Berlaku persamaan:
p = gh
Sehingga tekanan di dasar bejana
lebih besar dibandingkan tekanan
pada permukaan bejana


PERSAMAAN DASAR STATIKA
FLUIDA

Misalkan suatu kubus
diletakkan pada suatu
titik di dalam air.
Gaya yang berlaku
adalah gaya
permukaan (Surface
force) dan gaya badan
(body force)
atau
Sehingga :
Karena sumbu z merupakan arah vertikal maka:
Diketahui : Maka :
Atau
Sehingga diperoleh persamaan dasar dalam statika fluida :
TEKANAN PADA FLUIDA TIDAK
TERMAMPATKAN
Untuk fluida yang sedang diam berlaku a = 0
Sehingga persamaan dasar fluida statik menjadi :

Bila dijabarkan menjadi :


Tekanan hanya bergantung pada sumbu z maka :
Densitas pada fluida tidak termampatkan adalah konstan,
sehingga :

Karena tekanan terjadi searah sumbu z, maka:
Distribusi Hidrostatik
Apabila p
2
= p
o,
maka:
TEKANAN PADA FLUIDA
TERMAMPATKAN
Fluida termampatkan : gas, volumenya (densitas) dapat berubah
bergantung pada tekanan dan temperatur.
Maka berlaku persamaan gas ideal :
Diketahui :
Maka,


Apabila temperatur dibuat konstan, maka :
PENGUKURAN TEKANAN
(Devices)

piezometer tube,
the U-tube manometer,
inclined-tube manometer,
Mechanical and electronic pressure measuring devices
GAYA HIDROSTATIK PADA PERMUKAAN
DATAR DAN BERGELOMBANG

Mengetahui resultan gaya (F
R
) yang terjadi pada suatu sistem
fluida sangat penting dalam desain storage tank, bendungan,
dan sistem lain yang menggunakan struktur hidrolik.
Gaya hidrostatik yang berlaku pada permukaan datar
adalah :
F
R
= h
c
A
Gaya hidrostatik yang berlaku pada permukaan
bergelombang adalah:
F
R
=
2
+
2


DAYA APUNG
Jika suatu balok hipotesis berada dalam suatu zat cair, maka gaya-gaya
dalam arah horisontal akan saling meniadakan.
Jika bagian atas balok berada pada kedalaman L, tinggi balok = h, luas
permukaan atas maupun bawah = A, maka bagian atas balok
mendapat gaya ke bawah sebesar : F
ATAS
=
f
g L A
Sedangkan gaya dari bawah melalui permukaan bawah besarnya :
F
BAWAH
=
f
g (L+h) A

Ini berarti bahwa balok tersebut akan mengalami gaya ke atas sebesar :
F
APUNG
= F
BAWAH
-F
ATAS

F
A
=
f
g (L+h) A -
f
g LA
F
A
=
f
g V
Prinsip Archimedes
Prinsip Archimedes:
Besarnya gaya apung
sebanding dengan volume
fluida yang dipindahkan
atau digantikan oleh
volume suatu benda yang
terapung tersebut.
Penerapan prinsip Archimedes :
Kapal laut Balon udara
STABILITAS BENDA YANG
TERAPUNG
A body is said to be in a stable equilibrium position if,
when displaced, it returns to its equilibrium position.
It is in an unstable equilibrium position if, when
displaced (even slightly), it moves to a new
equilibrium position.
A rotation from its equilibrium position will create a
restoring couple formed by the weight, and the
buoyant force, which causes the body to rotate back to
its original position.