Anda di halaman 1dari 3

Oryzanol study

Total content dan individual component pada oryzanol sendiri biasanya dapat
ditentukan melalui metode reverse phase HPLC. Dengan komposisi cycloartenyl
ferulate (32 %), 24-methylenecycloartanyl ferulate (28 %), and campesteryl
ferulate (22%) sitostanylferulate (10%) dan lain-lain (8%).
( jae sung lee,2011)
Kandungan dari oryzanol sendiri berkisara antara 1-3% tergantung varietas dari
padi ,lingkungan tempat tumbuh dan metode analisanya.
(Seetharamaiah and Prabhakar, 1986)
Setelah penggilingan hydrolytic rancidity ( ketengikan oksidatif ) meningkat
dengan cepat dekarenakan enzyme yang ada di dalam dedak padi sendiri
merembes ke dalam dedak. Untuk menstabilkan komposisi kimia yang ada itu
sendiri, maka terkadang bahan dedak padi perlu d treatment dengan dipanaskan di
dalam microwave oven dengan suhu 35
0
C,atau dengan didinginkan di bawah suhu
sekitar 10
0
C, atau menggunakan bahan kimia yaitu silase suatu jenis produk yang
dihasilkan melalui fermentasi. Karena pada dasarnya enzim lipase yang mengubah
lemak menjadi asam lemak bebas ( FFA) dan gliserol itu bekerja secara optimal (
suhu optimal enzim) pada suhu sekitar 20-25
0
C. Sehingga apabila hal itu terjadi
maka kualitas dedak padi akan menurun.
Kandungan lemak sendiri sekitar 20%.
Masalah yang ditemui menyangkut dengan penyimpanan dedak padi sendiri.
Karena jumlahnya yang begitu banyak sangat sulit untuk mengontrol kualitas yang
ada pada dedak sendiri.

Pemurnian nya menggunakan dewax dan degum,kemudian
saponification(netralisasi ) untuk menghilangkan asam lemak bebas, bleaching
(pewarna) dan menghilangkan bau (deodorization)
Dedak padi juga mudah berjamur.
Proses pemurnian RBO yaitu meliputi dewax,netralisasi,bleaching,deodorizasi,
bleaching dan hidrogenasi menyebabkan kandungan sterol hilang 10-70%
tergantung kepada minyak itu sendiri, kondisi operasi yang diterapkan.
Pada proses netralisasi atau yang biasa disebut saponifikasi yaitu dengan
menambah semacam caustic soda (NaOH) pada soapstock .yang nantinya dapat
diperoleh minyak dari proses ini dengan distilasi under vacuum.
Pada proses bleaching step, biasanya ditambahkan activated carbon dengan
pemanasan suhu 85
0
C.
Pada proses deodorizasi step untuk menghilangkan senyawa nonvolatile yang
memiliki karakteristik undesirable flavors. Dengan steam distillation di bawah
tekanan dengan harapan nantinya senyawa volatile secara thermal terdegradasi dan
menjadi senyawa yang volatile sehingga bisa didestilasi.
Kebanyakan oryzanol itu lost pada proses netralisasi oleh karena itu disini kami
hanya menggunakan proses dewax dan degum.

Alasan memilih 4 pelarut,
1. Karena hexane biasanya digunakan untuk ektraksi pada umumnya akan
tetapi hexane mudah terbakar dan memiliki potensi buruk bagi kesehatan
serta lingkungan.
2. Alternative yaitu isopropanol dan ethanol yang lebih aman disbanding
hexane,
3. Banyak dari literature bahwa isopropyl sering dijadikan solvent untuk
ekstraksi kedelai dan kacang2ngan serta biji2an. Sedangkan ethanol banyak
dipakai untuk ekstraksi minyak dedak padi dengan maksud untuk
mengambil tocopherol dan vit.B nya.

Oryzanol itu tidak larut dalam air ,dia hanya larut dalam air ketika telah treatment
dengan urea , nicotinamide, yang dilarutkan dalam campuran aceton :etanol