Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat dijadikan
wadah bagi siswa yang memiliki minat mengikuti kegiatan tersebut. Melalui
bimbingan dan pelatihan dari guru, kegiatan ekstrakurikuler dapat
membentuk sifat positif pada pelajaran yang diikuti oleh para siswa. Kegiatan
ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah
maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat mengembangkan potensi,
minat, dan bakat. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat menambah
wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran
diruang kelas. Umumnya, kegiatan ekstrakurikuler dibimbing oleh guru
bidang studi yang bersangkutan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, siswa juga
dapat menyalurkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki. Salah satu ciri
kegiatan ekstrakurikuler adalah keanekaragamannya, hampir semua minat
remaja dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Prestasi belajar adalah penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam
bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang
sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Hasilnya meliputi faktor
kognitif, afektif, dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang
diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mengikuti proses
belajar mengajar dan mencapai prestasi belajar, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal adalah yang berasal dari dalam diri siswa itu
sendiri, misalnya: motivasi, minat, bakat, sikap, cara belajar dan lain-lain.
Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri
siswa, misalnya keadaan sosial ekonomi, lingkungan, sarana prasarana, guru,
kurikulum dan sebagainya. Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler di sekolah akan menyita waktu belajar dan istirahat, apalagi
banyak siswa yang mengikuti lebih dari satu kegiatan ekstrakurikuler,
akibatnya siswa tidak dapat belajar dengan baik apabila kondisi fisiknya tidak
mendukung kegiatan belajarnya.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka identifikasi masalah yang
dikemukakan peneliti sebagai berikut:
1. Kurang pandainya siswa membagi waktu dengan baik untuk belajar,
sehingga mengakibatkan prestasi belajar siswa rendah.
2. Kurang tepatnya cara belajar siswa dengan kemampuan yang dimiliki
siswa akan mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar yang
diraihnya.
3. Konsentrasi siswa yang kurang dalam belajar akan mempengaruhi siswa
dalam menerima materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas
sehingga mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa.
4. Kurangnya keaktifan siswa secara positif sehingga sedikit manfaat yang
diperoleh dari keaktifannya berorganisasi dan rendahnya kontribusi yang
diberikannya kepada organisasi.

C. Pembatasan Masalah
1. Keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler yaitu keikurtsertaan siswa dalam
mengikuti kegiatan yang diadakan di sekolah.
2. Ekstrakurikuler yaitu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh siswa
dalam suatu organisasi yang diikuti di sekolah.
3. Prestasi belajar yaitu dalam bentuk jumlah nilai rapor semester pertama
tiap siswa.


D. Rumusan Masalah
1. Mengapa kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh terhadap prestasi belajar
siswa?
2. Kegiatan ekstrakurikuler seperti apa yang berpengaruh terhadap prestasi
belajar siswa?
3. Bagaimana keterkaitan antara kegiatan ekstrakurikuler dengan prestasi
belajar?

E. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui keaktifan siswa SMK N 1 Pajangan.
2. Mengetahui prestasi belajar siswa SMK N 1 Pajangan.
3. Mengetahui pengaruh keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler sekolah
terhadap prestasi belajar siswa.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis dan
praktis sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Adapun manfaat teoritis dari penelitian ini adalah:
a. Mengembangkan wawasan ilmu dan mendukung teori-teori yang
sudah ada yang berkaitan dengan bidang kependidikan, terutama
masalah proses belajar mengajar di sekolah dan sumber daya manusia.
b. Menambah khasanah bahan pustaka baik di tingkat program, fakultas
maupun universitas.
c. Sebagai dasar untuk mangadakan penelitian lebih lanjut dengan
variabel lebih banyak.
2. Manfaat Praktis
Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah:
a. Guru sebagai motivator yang dapat mendorong siswa untuk belajar
dengan cara yang seefektif mungkin dan membagi waktu dengan baik
agar dapat belajar dengan sebaik-baiknya sehingga siswa dapat
mencapai prestasi yang lebih baik.
b. Berguna untuk melatih dan mengembangkan kemampuan dan
keterampilan yang dimiliki peneliti dalam melakukan penelitian.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teori
1. Pengertian Keaktifan
Setiap organisasi sekecil apapun lingkupnya, membutuhkan
partisipasi atau keaktifan dari anggotanya. Demikian juga dengan
kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ini juga membutuhkan partisipasi atau
keaktifan dari anggotanya yaitu siswa. Keaktifan adalah kegiatan yang
bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu
rangkaian yang tidak dapat dipisahkan (Sardiman, 2001:98). Aktifitas
tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata, tetapi juga ditentukan
oleh aktifitas non fisik, seperti mental, intelektual, dan emosional
(Sanjaya, 2007). Jadi, pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa keaktifan
siswa dalam belajar merupakan segala kegiatan yang bersifat fisik
maupun non fisik siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar yang
optimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif.

2. Pengertian Ekstrakurikuler
Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat dijadikan
wadah bagi siswa yang memiliki minat mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui bimbingan dan pelatihan guru, kegiatan ekstrakurikuler dapat
membentuk sifat positif pada pelajaran yang diikuti oleh para siswa.
Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik
disekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat
mengembangkan potensi, minat, dan bakat.

3. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler
Setiap kegiatan yang dilakukan, pasti tidak lepas dari aspek tujuan.
Suatu kegiatan yang dilakukan tanpa jelas tujuannya, maka kegiatan itu
akan sia-sia. Begitu pula dengan kegiatan ekstrakurikuler tertentu
memiliki tujuan tertentu. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler yaitu Kegiatan
ekstrakurikuler yang dimaksudkan untuk lebih mengaitkan antara
pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan keadaan
dan kebutuhan lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat
disimpulkan bahwa fungsi ekstrakurikuler adalah sebagai sarana
penunjang bagi proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah yang
berguna untuk mengaplikasikan teori dan praktik yang telah diperoleh
sebagai hasil nyata proses pembelajaran. Semua kegiatan yang dilakukan
memiliki tujuan, karena tanpa tujuan yang jelas, kegiatan tersebut akan
sia-sia

4. Jenis-jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler tentu berbeda-beda jenisnya, karena
banyak hal yang memang berkaitan dengan kegiatan siswa selain dari
kegiatan inti. Dengan beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang ada, siswa
dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat
masing-masing. Beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler yang
diprogramkan di sekolah dijelaskan oleh Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan sebagai berikut:
a. Pendidikan Kepramukaan
b. Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA)
c. Palang Merah Remaja (PMR)
d. Pasukan Keaman Sekolah (PKS)
e. Gema Pencinta Alam
f. Filateli
g. Koperasi Sekolah
h. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
i. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)
j. Olahraga
k. Kesenian.
Kegiatan ekstrakurikuler tersebut berbeda-beda sifatnya, ada yang
bersifat sesaat dan ada pula yang berkelanjutan. Kegiatan yang bersifat
sesaat seperti karyawisata dan bakti sosial, itu hanya dilakukan pada
waktu sesaat dan alokasi waktu yang terbatas sesuai dengan kebutuhan,
sedangkan yang sifatnya berkelanjutan maksudnya kegiatan tersebut tidak
hanya untuk hari itu saja, melainkan kegiatan tersebut telah diprogramkan
sedemikian rupa sehingga dapat diikuti terus sampai selesai kegiatan
sekolah.

5. Faktor-faktor Pendukung Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK N 1
Pajangan
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMK N 1 Pajangan didukung
oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai
b. Memiliki manajemen pengelolaan kegiatan yang bagus
c. Adanya semangat pada diri siswa
d. Adanya komitmen dari kepala sekolah, guru dan murid itu sendiri
e. Adanya tanggung jawab

6. Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK N 1 Pajangan
Kegiatan ekstrakurikuler berguna untuk membina kepribadian serta
mengembangkan diri siswa maka SMK N 1 Pajangan melaksanakan
sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, dalam pelaksanaannya, ekstrakurikuler
dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Pengembangan Diri Seni dan Agama
1. Hadroh
2. Kaligrafi
3. Qiraah
4. Bantara/Pramuka
b. Pengembangan Diri Mapel dan Ketrampilan
1. TIK
2. AutoCAD
3. KIR
4. PMR
c. Pengembangan Diri Olahraga
1. Futsal
2. Bola Volley
3. Sepak Bola

7. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam
bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil
yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Hasilnya
meliputi faktor kognitif, afektif, dan psikomotor setelah mengikuti proses
pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang
relevan.

8. Hubungan Kegiatan Ekstrakurikuler dengan Prestasi belajar
Ekstrakurikuler erat hubungannya dengan prestasi belajar siswa.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat bertambah wawasan
mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang
kelas dan biasanya yang membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler adalah guru bidang studi yang bersangkutan. Melalui
kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan
potensi yang dimiliki. Salah satu ciri kegiatan ekstrakurikuler adalah
keanekaragamannya, hampir semua minat remaja dapat digunakan
sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti pelajaran
ekstrakurikuler dan berdampak pada hasil belajar di ruang kelas yaitu
pada mata pelajaran tertentu yang ada hubungannya dengan
ekstrakurikuler yaitu mendapat nilai baik pada pelajaran tersebut.
Biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil
dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai
karakteristik ekstrakurikuler yang digeluti.

B. Hasil Penelitian yang Relevan
Hasil penelitian tentang kegiatan ekstrakurikuler telah dilakukan di SMK N 1
Pajangan melalui penelitian yang berjudul Pengaruh Kegiatan
Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Hasil penelitian yang
sudah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan serangkaian program kegiatan
belajar mengajar di luar jam pelajaran yang terprogram, yang
dimaksudkan untuk meningkatkan cakrawala pandang siswa,
menumbuhkan minat dan bakat serta semangat pengabdian kepada
masyarakat.
2. Pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler tidak mengganggu aktifitas belajar
siswa.
3. Pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler menambah wawasan dan motivasi
belajar siswa.

C. Kerangka Berfikir
Adanya hubungan erat antara keaktifan siswa dalam organisasi terhadap
prestasi belajar siswa. Semua siswa dan guru sebagai pengajar menginginkan
tercapainya prestasi belajar yang tinggi. Karena prestasi yang tinggi
merupakan salah satu indikasi kelancaran proses belajar mengajar.

D. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian pustaka, hasil penelitian yang relevan, dan kerangka
berfikir, maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis sebagai berikut:
Terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan siswa dalam
ekstrakurikuler sekolah terhadap prestasi belajar siswa SMK N 1 Pajangan.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai
salah satu prosedur pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang
berdasarkan fakta-fakta yang aktual dan diselidiki dengan menggambarkan
atau melukiskan keadaan, subyek atau obyek penelitian pada saat sekarang
berdasarkan fakta-fakta yang tampak. Adapun alasan menggunakan metode
penelitian deskriptif adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan yang dihadapi adalah merupakan permasalahan aktual yang
masih ada pada masa sekarang.
2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan, kemudian
dianalisis.

B. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan atau sejumlah individu yang menjadi subyek
penelitian, dan sampel adalah sebagian individu yang menjadi subyek
penelitian. Dengan pengertian ini, maka yang menjadi populasi dalam
penelitian ini adalah Siswa SMK N 1 Pajangan Tahun Ajaran 2014/2015.

C. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMK N 1 Pajangan. Lokasi ini dipilih karena
menjadi tempat pelaksanaan KKN-PPL, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara khusus yang dipergunakan
untuk memperoleh data dalam penelitian. Data merupakan hal yang penting
guna membuktikkan kebenaran dari hipotesis yang dirumuskan. Masalah
dapat dipecahkan secara tuntas apabila peneliti memiliki data yang valid dan
reliable. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil
tidaknya suatu penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan
data yang berupa kuesioner dan pengamatan. Kuesioner digunakan untuk
pengambilan data variabel.

E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti
dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih
baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah
diolah.

F. Uji Coba Instrumen
Setelah angket disusun, maka angket tersebut perlu diuji terlebih dahulu
mengenai validitas dan reliabilitasnya yaitu melalui ujian. Ujian tersebut
dilakukan pada siswa SMK N 1 Pajangan yang aktif mengikuti kegiatan
Ekstrakurikuler di luar sampel penelitian Validitas dan Realibitas Instrumen.

G. Validitas dan Realibitas Instrumen

H. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Instrumen


I. Teknik Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
2. Pengujian Prasyarat Analisis
3. Pengujian Hipotesis

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data
2. Uji Persyaratan Analisis
a. Uji Normalitas Data
b. Uji Linearitas Data
B. Uji Hipotesis
C. Pembahasan


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
B. Implikasi
C. Saran



Sardiman. (1997). Cara-cara Belajar yang Efektif. Yogyakarta: UGM
Press.