Anda di halaman 1dari 6

Pengujian Keberlakuan Hukum-Hukum Set Klasik Dalam Set

Fuzzy

Dalam menguji keberlakuan Hukum-Hukum Himpunan Klasik pada Himpunan
Fuzzy, digunakan variabel linguistik temperatur suhu di udara
o
C dengan nilai-
nilai linguistik dingin, normal, dan panas yang diwakili tiga himpunan fuzzy A,
B, dan C (menyatakan himpunan fuzzy temperatur suhu di udara
o
C). Fungsi
keanggotaan masing-masing himpunan yaitu a (
dingin
) dan c (
panas
) meng-
gunakan Sigmoid, sedangkan b (
normal
) menggunakan Generalized Bell. Fungsi-
fungsi keanggotaan Sigmoid dan Generalized Bell yang digunakan adalah yang
disediakan dalam toolbox/fuzzy yang dibuat oleh Roger Jang. Berikut ini adalah
kode program untuk menghasilkan tiga himpunan fuzzy temperatur suhu di udara
o
C tersebut yang dibuat menggunakan MATLAB.














Hasil eksekusi program (MATLAB) tersebut adalah:




















x = (0:1:50)';

a = sigmf(x, [-.3, 20]);
b = gbellmf(x, [5,5,25]);
c = sigmf(x, [.9, 30]);

plot(x,a,'g',x,b,'b',x,c,'r');
title('Fuzzy Set');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('dingin', 'normal', 'panas');

Program 1. Fungsi Keanggotaan Fuzzy Temperatur Suhu di Udara
o
C

Gambar 2. Fungsi Keanggotaan Fuzzy Temperatur Suhu di Udara
o
C








0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
Fuzzy Set
D
e
r
a
j
a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
dingin
normal
panas
a. Law of Contradiction

Set Classic: A A
Set Fuzzy: )) ( ), ( min( ) ( ) ( ) ( x x x x x
A
A
A
A
A A


Himpunan Kosong, dalam Himpunan Fuzzy memiliki derajat
keanggotaan,

= 0.
Coding dalam MATLAB: min(a, (1-a));
















Hasil eksekusi program (MATLAB) tersebut adalah:














Program menghasilkan dua kolom grafik Error! Reference source not
found., grafik pada kolom pertama (kiri) dihasilkan oleh kode berikut ini:

subplot(121); plot(x,a,'g',x,(1-a),'y');

Baris kode tersebut mencetak pada posisi ke-1 (baris-1 dan kolom-1) grafik
derajat keanggotaan (x,a) Sigmoid berwarna hijau (g, green) dan
komplemennya (x,1-a) berwarna kuning (y, yellow).


x = (0:1:50)';

a = sigmf(x, [-.3, 20]);
subplot(121); plot(x,a,'g',x,(1-a),'y');
title('Fuzzy Set');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a', '~a');

y = min(a,(1-a));
subplot(122); plot(x,y,'k');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a n ~a');
title('a n ~a');

Program 2. Pengujian Law of Contradiction



Gambar 2. Hukum Kontradiksi
















0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
Fuzzy Set
D
e
r
a
j a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a
~a
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
0.3
0.35
0.4
0.45
0.5
D
e
r
a
j a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a n ~a
a n ~a
Grafik pada kolom dua (kanan) dihasilkan oleh kode beriku ini:

subplot(122); plot(x,y,'k');

kode tersebut menghasilkan grafik berwarna hitam (parameter k) dan dengan
nilai y yang ditentukan pada baris sebelumnya, yaitu:

y = min(a,(1-a));

yaitu, y adalah hasil konjungsi (min()) dari derajad keanggotaan (a) dan
komplemennya (1-a).

Dari grafik Error! Reference source not found. (kanan, a n ~a) hasil
eksekusi program tersebut dapat dilihat bahwa Law of Contradiction pada Set
Classic, A A , tidak berlaku pada Set Fuzzy (tidak menghasilkan
semua derajat keanggotaan fuzzy 0, ) (x
A A


0).

b. Law of the Excluded Middle

Set Classic: X A A
Set Fuzzy: )) ( ), ( max( ) ( ) ( ) ( x x x x x
A
A
A
A
A A


Semesta, X dalam Himpunan Fuzzy memiliki derajat keanggotaan,

x
= 1.
Coding dalam MATLAB: max(a, (1-a));
























x = (0:1:50)';

a = sigmf(x, [-.3, 20]);
subplot(121); plot(x,a,'g',x,(1-a),'y');
title('Fuzzy Set');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a', '~a');

y = max(a,(1-a));
subplot(122); plot(x,y,'k');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a u ~a');
title('a u ~a');

Program 3. Pengujian Law of the Excluded Middle
Hasil eksekusi program (MATLAB) tersebut adalah:














Program menghasilkan dua kolom grafik Error! Reference source not
found., grafik pada kolom pertama (kiri) dihasilkan oleh kode berikut ini:

subplot(121); plot(x,a,'g',x,(1-a),'y');

Baris kode tersebut mencetak pada posisi ke-1 (baris-1 dan kolom-1) grafik
derajat keanggotaan (x,a) Sigmoid berwarna hijau (g, green) dan
komplemennya (x,1-a) berwarna kuning (y, yellow).

Grafik pada kolom dua (kanan) dihasilkan oleh kode beriku ini:

subplot(122); plot(x,y,'k');

kode tersebut menghasilkan grafik berwarna hitam (parameter k) dan dengan
nilai y yang ditentukan pada baris sebelumnya, yaitu:

y = max(a,(1-a));

yaitu, y adalah hasil disjungsi (max()) dari derajad keanggotaan (a) dan
komplemennya (1-a).

Dari grafik Error! Reference source not found. (kanan, a u ~a) hasil
eksekusi program tersebut dapat dilihat bahwa Law of the Excluded Middle
pada Set Classic,

X A A , tidak berlaku pada Set Fuzzy (tidak
menghasilkan semua derajat keanggotaan fuzzy 1, ) (x
A A


1).

c. Idempotency

Set Classic: A A A A A A ,


Set Fuzzy:
)) ( ), ( max( ) ( ) ( ) (
)) ( ), ( min( ) ( ) ( ) (
x x x x x
x x x x x
A A A A A A
A A A A A A









Gambar 3. Law of the Excluded Middle
















0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1
Fuzzy Set
D
e
r
a
j a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a
~a
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0.5
0.55
0.6
0.65
0.7
0.75
0.8
0.85
0.9
0.95
1
D
e
r
a
j a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a u ~a
a u ~a
Coding dalam MATLAB: min(a,a);
max(a,a);
























Hasil eksekusi program (MATLAB) tersebut adalah:





















x = (0:1:50)';

a = sigmf(x, [-.3, 20]);
subplot(221); plot(x,a,'g');
title('Fuzzy Set');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a');

y = min(a,a);
subplot(223); plot(x,y,'k');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a n a');
title('a n a');

z = max(a,a);
subplot(224); plot(x,z,'k');
ylabel('Derajat Keanggotaan');
xlabel('temperatur suhu di udara C');
legend('a u a');
title('a u a');

Program 4. Pengujian Idempotency



Gambar 4. Idempotency











0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
Fuzzy Set
D
e
r
a
j
a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
D
e
r
a
j
a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a n a
a n a
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
D
e
r
a
j
a
t

K
e
a
n
g
g
o
t
a
a
n
temperatur suhu di udara C
a u a
a u a
Baris 1 Kolom 1:
Pada baris dan kolom pertama menunjukkan grafik derajad keanggotaan (x,a)
Sigmoid berwarna hijau.

Baris 2 Kolom 1:
Menghasilkan grafik berwarna hitam dengan nilai y = min(a,a), yaitu y adalah
hasil konjungsi (min()) dari derajad keanggotaan (a) dengan (a).

Baris 2 Kolom 2:
Menghasilkan grafik berwarna hitam dengan nilai z = max(a,a), yaitu z adalah
hasil disjungsi (max()) dari derajad keanggotaan (a) dengan (a).

Dari grafik Gambar 4 hasil eksekusi program tersebut dapat dilihat bahwa
Idempotency pada Set Classic A A A A A A ,

berlaku pada Set Fuzzy


Dari grafik Error! Reference source not found. (kanan, a u ~a) hasil
eksekusi program tersebut dapat dilihat bahwa Law of the Excluded Middle
pada Set Classic,

X A A , tidak berlaku pada Set Fuzzy (tidak
menghasilkan semua derajat keanggotaan fuzzy 1, ) (x
A A


1).