Anda di halaman 1dari 8

Tugas Ekonomi

Perdagangan
Internasional



SMP Negeri 1 Tabanan
Jl. Diponegoro No. 26 Tabanan, telp
(0361) 811533




- Nama : Luh Made Nia Sari
Devi
- Kelas : IX A
- No : 23
-
Pengertian Perdagangan
Internasional

uatu perdagangan internasional memiliki keterkaitan yang erat dengan kegiatan keluar
atau masuknya barang pada suatu negara. Dimana pengeluaran atau penjualan barang
ke luar negeri disebut ekspor, dan masuknya barang di suatu negara dinamakan
import. Jadi, dapat disimpulkan perdagangan internasional merupakan tukar menukar
barang antarnegara dengan perantara uang melalui keguatan ekspor dan impor di negara itu.
Atau secara umum, perdagangan internasional diartikan sebagai hubungan tukar
menukar barang atau jasa yang saling mnguntungkan antara suatu Negara dengan Negara
lain.


Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya
Perdagangan Internasional
Tiap negara ingin agar penduduknya makmur dan sejahtera. Untuk itu , segala sumber
daya yang dimiliki dikerahkan untuk menghasilkan bebagai macam barang dan jasa yg dapat
memnuhi berbagai kebutuhan manusia. Faktor factor yang mempngaruhi perdaangan
internasional :
a. Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki
Sumber daya alam yang dimiliki masing masing Negara berbeda. Oleh karena itu,
untuk mendapatkan sumber daya alam yang dibutuhkannya tersebut, masing - masing
Negara harus melakukan pertukaran.
b. Efisiensi ( Penghematan biaya produksi )
Dengan danya perdagangan internasional, suatu Negara dapat memasarkan hasil
produknya pada banyak Negara. Negara tersebut berproduksi dalam jumlah besar
sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
c. Tingkat teknologi yang digunakan
Beberapa Negara telah menggunakan teknologi modern sementara Negara lainnya masih
menggunakan teknologi sederhana. Pada umumnya Negara yang telah mengunakan
teknologi modern dapat menjual barang dengan harga lebih murah daripada Negara yang
belum menggunakan teknolog modern.
d. Selera
Indonesia mengimpor buah apel dari amerika serikat padahal buah apel dapat dihasilkan
di dalam negeri. Buah apel dari amerika serikat bagi sebagian orang lebih mengundang
selera dibandingkan buah apel local.
S

Faktor factor lainnya yang juga berpengaruh terhadap perdagangan internasional
seperti factor social, budaya, politik dan pertahanan keamanan (hankam).

Manfaat Perdagangan
Internasional

Seperti yang kita ketahui perdagangan nasional adanya perbedaan komoditas barang
atau jasa dan perbedaan harga barang atau jasa tersebut dapat menyebabkan terjadinya
perdagangan internasional yang menghubungkan berbagai negara. Berikut adalah manfaat
dari hubungan tersebut :

1. Mencukupi kebutuhan suatu negara
Untuk mencukupi kebutuhan suatu negara, sering diadakan kegiatan eksport impor
suatu negara dengan negara lain. Jika suatu negara membutuhkan suatu kebutuhan yang
tidak dapat dihasilkan sendiri negara tersebut akan mengimport dari negara lain.
Sebaiknya kelebihan jumlah kebutuhan dapat dieksport negara kepada negara lain.

2. Negara eksportir memperoleh keuntungan
Negara eksportir adalah negara yang mengesport barang atau hal-hal lainya kepada
negara lain. Dalam kegiatan eksport, negara eksportir akan memperoleh pembayaran
berupa uang asing (valuta asing) yang dapat dimanfaatkan negara.

3. Adanya spesialisasi produksi yang bersifat internasional
Untuk menghasilkan barang yang mempunyai keunggulan suatu negara perlu
mengadakan spesialisasi produk agar mampu bersaing di luar negeri sehingga suatu
negara ingin barang atau jasa tersebut memiliki keunggulan dan laku di pasar
internasional.

4. Mendorong produksi barang secara besar-besaran
Suatu negara perlu untuk memenuhi kebutuhannya dan dalam produksi
menginginkan tersebarnya produk tersebut. Produksi barang atau jasa secara besar-
besaran akan dilakukan suatu negara jika banyak negara yang membutuhkan barang atau
jasa yang dihasilkan tersebut.

5. Meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara
Melalui perdagangan internasional, negara-negara yang terlibat akan semakin
banyak. Keterlibatan banyak negara tersebut apabila terbina baik, dapat meningkatkan ke
hubungan persahabatan antar negara satu dan lainnya.

6. Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam persaingan di pasar internasional, suatu negara perlu meningkatkan mutu atau
kualotas barang eksport tersebut agar laku di pasaran internasional. Oleh karena itu suatu
negara penghasil perlu mengembangkan pengetahuan dan teknologi yang canggih.

7. Memperluas lapangan kerja
Dengan banyaknya permintaan atau kebutuhan barang dan jasa suatu negara, maka
secara langsung produksi barang atau jasa akan bertambah. Peningkatan produksi barang
atau jasa tersebut dapat membuka peluang baru, yaitu memperluas lapangan kerja
sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Hambatan Perdagangan
Internasional
Perdagangan internasional memiliki banyak manfaat untuk masayarakan tiap-tiap
negara. Namun demikuan, perdagangan internasional juga banyak mengalami hambatan,
yaitu sebagai berikut :
1. Perbedaan jenis dan nilai mata uang
Perbedaan jenis dan nilai mata uang akan menjadi hambatan dalam perdagangan
internasional karena negara pengeksport akan meminta untuk dibayar dengan mata uang
negaranya sendiri, oleh karena itu, negara pengimport harus menyesuaikan mata uang
dengan yang dikehendaki. Untuk mencegah hal tersebut perlu penetapan mata uang yang
dijadikan sebagai standar internasional (US $ = Dollar Amerika)

2. Pembayaran dan pengiriman barang antarnegara berisiko besar
Dalam perdagangan internasional pengiriman barang kepada negara importir akan
berisiko, terlebih lagi jika komuditas barangnya bervolume besar. Jadi untuk mengurangi
risiko dalam pembayaran biasanya dilakukan dengan wesel asing, kliring internasional,
atau telegraphic transfer.

3. Perang dan resesi
Perang akan menghambat perdagangan karena negara yang sedang berperang
menyebabkan kegiatan perdagangan terhambat oleh faktor keamanannya. Demikian juga
dengan resesi, karena kondisi suatu negara resesi akan memperlemah perdagangan
internasional.

4. Kebijaksanaan impor yang dilakukan suatu negara
Untuk melindungi industri dalam negeri (Proteksi), suatu negara melakukan
kebijakan import, seperti menaikan bea import. Kenaikan tersebut juga akan
mempengaruhi kenaikan harga barang atau jasa, aka masyarakat akan menggunakan
barang atau jasa produksi dalam negeri.

5. Proses ekspor dan impor yang memakan waktu
Oleh karena letak negara pengekspor dan negara pengimpor berjauhan, maka proses
ekspor atau impornya akan memakan waktu yang lama, Karena proses pengiriman hingga
penerimaan barang atau uang memerlukan waktu.

6. Persamaan jenis komoditas barang dan jasa
Negara yang memiliki kesamaan komuditas ekspor barang atau jasa umumnya akan
menemui kesulitan dalam mengembangkan perdagangan, Terutama untuk mendapatkan
pasar atau keuntungan).

7. Organisasi ekonomi regional
Pada umumnya organisasi ekonomi regional mengutamakan kepentingan
anggotanya, Contoh : ASEAN (Asia tenggara), EU (Eropa), OAU (Afrika), dll

8. Negara agraris sulit mengembangkan perdagangan
Penduduk negara agraris yang bergantung pada alam dimana hasil alam tersebut
bersifat inelastis, yaitu jika harga turun penawaran sukar dibatasi, sehingga harga barang
menjadi berkurang / merosot. Sebaliknya jika harga barang naik penawaran akan sukar
ditambah dalam waktu seketika.

9. Perekonomian berkembang terdesak oleh negara maju
Negara berkembang adalah negara sebagai sumber bahan mentah industri sedangkan
negara maju sebagai bahan jadi dari industri tersebut. Negara maju akan meminta
penjualan harga bahan mentah dengan harga murah namun sebaliknya barang jadi yang
nantinya dijual akan menjadi lebih mahal.

Perbedaan antara Perdagangan
Domestik dengan Perdagangan
Internasional

o Perdagangan Domestik

Perdagangan domestik atau dalam negeri merupakan perdagangan yang terbatas dan
kegiatannya berlangsung dalam negeri.
Ciri ciri perdagangan domestik :
1) Alat pembayarannya menggunakan mata uang yang sama, yaitu mata uang negeri sendiri.
2) Melakukan cara pembayaran secara langsung.
3) Pembeli dan penjual dapat bertatap muka secara langsung.
4) Tidak selalu terikat dengan standar mutu internasional.

o Perdagangan Internasional

Perdagangan yang kegiatannya berlangsung antara exportir dan importir.
Ciri-ciri perdagangan internasional :
1) Menggunakan mata uang asing atau valuta asing sebagai alat pembayaran
2) Melakukan cara pembayarannya secara langsung, yaitu biasanya menggunakan wesel asing,
kliring internasional, dan telegraphic transfer sehingga perlu bantuan bank devisa.
3) Pembeli dan penjual (eksportir dan importer) tidak dapat bertatap muka langsung.
4) Mutu barang harus memenuhi standar internasional.
5) Biaya angkut tinggi serta dikenakan kewajiban membayar pajak impor/bea masuk.

Komoditas Eksport dan Import
Indonesia

A. Komoditas Ekspor
Komoditas ekspor indonesia terbagi menjadi 2 kelompok besar yaitu :
- Migas (minyak dan gas)
- Non-migas
o Hasil Pertanian dan Perkebunan : teh, karet, kopi, beras, lada dan tembakau
o Hasil Laut : Ikan tuna, ubur-ubur, dan rumput laut
o Hasil Tambang : tembaga, timah, batu bara dan alumunium
o Hasil Hutan : kayu, rotan, dan getah damar
o Hasil kerajinan : Ukir-ukiran, batik dan lainnya
o Hasil Industri : Kayu lapis, pakaian dan pesawat terbang


B. Komoditas Impor
Komoditas impor Indonesia terdiri dari tiga kelompok berikut :
- Barang Konsumsi, yaitu barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Contohnya beras, tekstil, obat-obatan dan sejenisnya
- Barang baku atau bahan penolong, yaitu bahan yang digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan barang. Contoh : suku cadang kendaraan, kaps, benang tenun, dan sejenisnya
- Barang modal, yaitu barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan kembali. Contohnya :
mesin-mesin, traktor peralatan listrik dan sejenisnya

Neraca Perdagangan dan Neraca
Pembayaran

o Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan merupakan catatan yang berisi nilai barang-barang yang diekspor
maupun diimpor suatu negara selama setahun. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara
dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan. Keadaan neraca
perdagangan suatu negara ada tiga kemungkinan yaitu surplus (neraca perdagangan aktif), defisit
(neraca perdagangan pasif) dan seimbang.
- Surplus, dimana nilai barang eksport yang lebih basar dari pada nilai barang import.
- Defisit, dimana nilai barang import lebih besar dari pada nilai barang eksport
- Seimbang, posisi kesetaraan antara nilai barang eksport maupun import.

o Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan catatan yang berisi pembayaran dan penerimaan dari luar
negeri. Neraca pembayaran tidak hanya mencatat hak dan kewajiban yang timbul karena
perdagangan, tatepi juga mencatat hak dan kewajiban keuangan dengan luar negeri.
Transaksi yang menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain
disebut transaksi kredit, dan sebaliknya, menimbulkan kewajiban untuk membayar disebut
transaksi debit.

Pengertian Devisa Negara, Fungsi,
Guna, Sumber & Jenis Devisa
Arti definisi / pengertian devisa adalah semua benda yang bisa digunakan untuk transaksi
pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui luas oleh dunia internasional. Yang
biasanya banyak dijadikan devisa saat ini adalah dollar amerika (usd). Devisa suatau negara
sebagian besar bersumber dari :
1. pinjaman / hutang luar negeri
2. hadiah, bantuan atau sumbangan luar negri
3. penerimaan deviden serta bunga dari luar negeri
4. hasil ekspor barang dan jasa
5. kiriman valuta asing dari luar negri
Kegunaan / Manfaat Devisa :
1. membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor)
2. membayar hutang pokok serta bunga hutang luar negeri
3. pembiayaan kegiatan perdagangan luar negeri
4. membiayai perwakilan di luar negeri (duta besar, konsulat, dll
5. membiayai atlit, misi kebudayaan, studi banding / perjalanan dinas pejabat negara
Jenis-Jenis / Macam-Macam Devisa :
o Devisa umum, yaitu devisa yang didapat dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga
modal.
o Devisa kredit, yakni adalah devisa yang diperoleh dari kredit pinjaman luar negeri.
Fungsi Devisa :
1. alat pembayaran hutang luar negeri
2. alat transaksi pembayaran barang dan jasa luar negeri
3. alat transaksi pembiayaan hubungan dengan luar negri seperti membiayai kedutaan,
misi budaya, hadiah, bantuan, dll
4. sebagai sumber pendapatan negara

Dampak Perdagangan Internasional
bagi Perekonomian Indonesia

1. Dampak Positif Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Indonesia
Terpenuhi kebutuhan akan berbagai macam barang dan jasa.
Penduduk negara yang bersangkutan dapat memperoleh barang dan jasa dengan
mudah dan murah sebagai akibat dari adanya efisiensi dan spesialisasi.
Devisa negara meningkat.
Terbukanya kesempatan kerja.
Terciptanya persahabatan dan kerja sama antarnegara di berbagai bidang.
Terdorongnya kegiatan ekonomi dalam negeri.

2. Dampak Negatif Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Indonesia
Mundurnya industri dalam negeri jika masyarakat lebih menyukai produk-produk
impor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah di berbagai negara
melakukan kebijakan proteksi. Kebijakan proteksi yang dikeluarkan pemerintah
dapat berbentuk kuota, tarif, dan subsidi.
Munculnya ketergantungan terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-
faktor produksi. Dengan ada ketergantungan tersebut, negara-negara maju dapat
menetapkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang merugikjan negara berkembang
seperti Indonesia.