Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN TINGKAT DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MEKANISME KOPING

INDIVIDU PADA PASIEN KUSTA DI RS KUSTA KEDIRI


Roekani Hadisepoetro, Yulian Wiji Utami, Ike Ismi
ABSTRAK
Penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronis pada manusia yang disebabkan
oleh mycobacterium leprae. Penyakit kusta menyerang kulit, hidung, dan saraf perifer
sehingga menimbulkan berbagai manifestasi yang dapat menjadi stressor dan memicu
perubahan mekanisme koping pasien. alah satu faktor eksternal yang mempengaruhi
mekanisme koping adalah dukungan sosial. !eluarga memiliki potensi untuk menjadi
pendorong utama mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
tingkat dukungan keluarga dengan mekanisme koping indi"idu pada pasien kusta di R
!husus !usta !ediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripsi analitik korelasi
dengan pendekatan #Cross Sectional$ dengan "ariabel ganda yaitu "ariabel independen
%&ingkat dukungan keluarga' dan "ariabel dependen %(ekanisme koping'. Pengambilan
sampel dilakukan dengan Quota Sampling Technique dengan jumlah sampel )) responden.
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman *a*ancara terstruktur
dengan bantuan peneliti. +nalisis data menggunakan uji statistik bi"ariat non,parametrik,
yaitu uji hipotesis korelasi Spearman Rho pada taraf signifikansi -,-). .erdasarkan uji
Spearman Rho didapatkan data P"alue/nilai probabilitas 0 -,-) yakni -,--1 dan R 2 -,341.
5ari hasil analisis data tersebut dapat diambil kesimpulan bah*a hipotesis penelitian %H
1
'
diterima, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat dukungan dengan
mekanisme koping indi"idu pada pasien kusta di R !husus !usta !ediri.
!ata kunci 6 !usta, 5ukungan !eluarga, (ekanisme !oping
ABSTRACT
7eprosy is a chronic infectious disease in humans caused by (ycobacterium leprae.
7eprosy affects the skin, nose, and peripheral ner"es resulting in "arious manifestations
*hich can be a stressor and lead to changes in patient8s coping mechanisms. 9ne of the
e:ternal factors influencing coping mechanism is social support. ;amily has the potential to
be a major dri"er of coping mechanisms. &he purpose of this research is to kno* &he
<orrelation 9f the le"el of family support *ith indi"idual coping mechanisms in leprosy
patients in pecial Hospitals 7eprosy !ediri. &his research done by using correlational study
method or association *ith Cross Sectional Study Design *ith t*o "ariables namely the
le"el of family support as independent "ariable and coping mechanisms as dependent
"ariable. amples *as taken by using Quota Sampling Technique and the total of samples
are )) respondents. Instrument of data collection is structured inter"ie* guide *ith
researcher help. &he research being analy=ed by using Spearman Rho Test *ith significant
"alue of -,-). .ased on Spearman Rho Test, *e got probability "alue 0 -,-) is -,--1 and R
2 -,341. ;rom analy=e result abo"e can be conclude that research hypothesis %H
1
' recei"ed,
it meant that there is significant correlation bet*een the le"el of family support *ith indi"idual
coping mechanisms in leprosy patients in pecial Hospitals 7eprosy !ediri.
!ey Words 6 7eprosy, ;amily upport, <oping (echanisms
PENDAHULUAN
Penyakit kusta merupakan penyakit
infeksi kronis pada manusia yang menyerang
kulit, hidung dan saraf perifer %9"edoff, 4--4'.
Penyakit ini disebabkan oleh mycobacterium
leprae. Penyakit ini disebut juga penyakit lepra
atau penyakit Hansen %9"edoff, 4--4'.
(enurut data !ementrian !esehatan,
>a*a &imur merupakan daerah dengan
angka tertinggi kasus kusta di Indonesia.
5ilaporkan pada tahun 4-11 ada 3. 134 kasus
baru kusta di >a*a &imur atau sekitar 4?@
dari kasus baru kusta di Indonesia. etiap
tahun rata,rata ditemukan 1A ribu kasus baru
kusta di Indonesia %&empo, 4-14'.
Penyakit kusta dapat menyebabkan
berbagai gejala termasuk kecacatan pada
penderitanya. .erdasarkan laporan WH9
Expert Committee on Leprosy dari beberapa
negara tercatat bah*a rata,rata setelah
selesai pengobatan kusta terdapat B)@
penderita kusta mengalami kecacatan,
sedang 4)@ penderita kusta tidak mengalami
kecacatan %inghi et al., 4--3'.
!eadaan kecacatan pada penderita
kusta menjadi sebuah halangan bagi
penderita kusta untuk memenuhi kehidupan
sosial ekonomi mereka yang rendah. &ercatat
sebagian besar penderita kusta adalah
golongan ekonomi lemah dengan prosentase
sebesar )).)@ memiliki pekerjaan sebagai
buruh dan tukang becak. Hal ini menjadi
sebuah stressor bagi penderita kusta dalam
menjalani kehidupannya %usanto, 4--C'.
5ari hasil studi pendahuluan di R
!usta !ediri pada tanggal 1C eptember 4-14
didapatkan data dasar dari ) orang penderita
kusta yang sedang menjalani pengobatan,
C-@ %? orang' memiliki koping yang adaptif
dan sisanya 3-@ %4 orang' memiliki koping
yang kurang adaptif. (ereka yang memiliki
koping kurang adaptif merasa takut dan putus
asa dengan penyakit yang dideritanya.
7a=arus %1DA)' mendefinisikan koping
sebagai perubahan kognitif dan upaya
perilaku yang dilakukan untuk mengatur
hubungan eksternal dan internal tertentu yang
membatasi sumber daya indi"idu, sedangkan
mekanisme koping adalah mekanisme yang
digunakan indi"idu untuk menghadapi
perubahan yang diterima. (ekanisme koping
terbentuk melalui proses belajar dan
mengingat. .elajar yang dimaksud adalah
kemampuan menyesuaikan diri %adaptasi'
pada pengaruh faktor internal dan eksternal.
;aktor internal meliputi 6 kesehatan dan
energi, sistem kepercayaan %iman,
kepercayaan, agama', komitmen atau tujuan
hidup, dan perasaan seseorang seperti harga
diri. edangkan faktor eksternal meliputi 6
dukungan sosial dan sumber ekonomi.
+pabila mekanisme koping adaptif, maka
orang tersebut akan dapat beradaptasi
terhadap perubahan yang terjadi %Eursalam,
4--B'.
eorang penderita kusta
membutuhkan adaptasi dan dukungan dari
orang lain disekitarnya untuk dapat menerima
kondisinya yang sekarang. ;aktor pendukung
seperti keluarga, teman, dan rekan kerja yang
akan mendengarkan dan memberikan nasihat
dan dukungan emosional akan sangat
bermanfaat bagi seseorang yang mengalami
stress termasuk penderita kusta. ;aktor
pendukung dapat mengurangi reaksi stress
dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan
mental %Re"enson dan (ajero"it=, 1DD1'.
Riset kepera*atan telah mendokumentasikan
adanya korelasi dukungan sosial positif
dengan pengurangan gejala penyakit kronis
%White, Richter, F ;ry, 1DD4'.
!eluarga adalah sebagai faktor
penentu sejauh mana anggota keluarga yang
sakit atau tidak berdaya beradaptasi dengan
keadaannya %Gaidin, 4--D'. !eluarga dapat
membantu klien dalam memenuhi kebutuhan
psikologisnya. Hasil penelitian terdahulu
mengindikasikan bah*a anggota keluarga
memiliki potensi untuk menjadi pendorong
utama mekanisme koping %Potter F Perry,
4--)'.
pasien kusta. (enganalisa hubungan tingkat
dukungan keluarga dengan mekanisme
koping indi"idu pada pasien kusta.
(anfaat teoritis penelitian ini adalah
untuk memberikan informasi dan menambah
*a*asan tentang hubungan tingkat dukungan
dengan mekanisme koping indi"idu pada
pasien kusta. (anfaat praktis penelitian
adalah untuk memberi pengetahuan kepada
masyarakat tentang hubungan tingkat
dukungan keluarga dengan mekanisme
koping indi"idu pada pasien kusta. 5an
membantu tenaga kepera*atan
mengidentifikasi penyebab kurang adaptifnya
mekanisme koping indi"idu pada pasien kusta
yang dapat digunakan untuk panduan dalam
memberikan konseling kepada keluarga
pasien kusta sehingga keluarga mengetahui
cara mempertahankan mekanisme koping
yang adaptif pada anggota keluarganya yang
menderita kusta.
METODE PENELITIAN
.erdasarkan fenomena di atas, penulis
merasa tertarik untuk mengambil penelitian
tentang hubungan tingkat dukungan keluarga
dengan menakisme koping indi"idu pada
pasien kusta ra*at jalan di R !husus !usta
!ediri.
Penelitian ini bertujuan mengetahui
hubungan tingkat dukungan keluarga dengan
mekanisme koping indi"idu pada pasien kusta
ra*at jalan di R !usta !ediri. (engidentifiksi
tingkat dukungan keluarga pasien kusta.
(engidentifikasi mekanisme koping indi"idu
Penelitian dilakukan di R !usta !ediri.
Populasi dalam penelitian adalah seluruh
pasien ra*at jalan kusta di R !usta !ediri.
ampel diambil dengan teknik quota sampling
dengan kriteria inklusinya adalah pasien kusta
yang sedang ra*at jalan di R !husus !usta
!ediri pada bulan +pril 4-1?, pasien kusta
merupakan pasien lama yang sudah pernah
datang untuk ra*at jalan minimal 1 kali
kedatangan sebelumnya, Pasien didiagnosa
kusta minimal 1 bulan sebelumnya, tinggal
satu rumah dengan keluarga terdekat %orang
tua, istri, suami, saudara kandung, anak'
minimal 1 tahun, Usia 4- H B- tahun,
!ooperatif dan bersedia menjadi responden
Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pedoman *a*ancara
terstruktur, berupa 1C pertanyaan tentang
tingkat dukungan keluarga yang dimodifikasi
dari Hersaling 5iabetes ;amily upport cale/
H5; %Hersaling, 4--D' dan 1) pertanyaan
tentang mekanisme koping indi"idu pasien
kusta yang dimodifikasi dari .rief <ope
Iuestionaire %<ar"er, 1DDB'. !uesioner telah
diuji "aliditas dan realibilitas pada 1) pasien
mekanisme koping indi"idu pada pasien ra*at
jalan kusta di R !usta !ediri, dengan tingkat
kepercayaan D)@.
HASIL PENELITIAN
A. Data Karakteristik Respo!e
.erdasarkan hasil sur"ey yang
dilakukan peneliti di lokasi penelitian,
diperoleh informasi mengenai jenis kelamin,
usia, tingkat pendidikan, status pernikahan,
pekerjaan, agama dan lamanya pasien
didiagnosa kusta.
Ta"e# $. Karakteristik Respo!e
ra*at inap kusta di R !usta !ediri yang No Varia"e# Deskripti% &rek'e
memiliki karakteristik sama dengan populasi Karakteristik N (
penelitian. Uji "aliditas dilakukan dengan
1 >enis Perempuan 1B ?1
menggunakan teknik korelasi earson
!elamin 7aki,laki ?A CD
roduct !oment. etiap item
dikatakan "alid dengan nilai
instrumen
signifikasi
4 Usia 4-,?D tahun
3-,)D tahun
4)
1D
3)
?)
%p'0-,-)
.4
Pengukuran reliabilitas instrumen
C-,B- tahun 11 4-
? &ingkat 5 1) 4B
Pendidikan (P 4? 34
menggunakan rumus koefisien reliabilitas
"lpha Cronbach. etiap item instrumen
dikatakan reliabel jika memiliki nilai
alphaJ-,C.
4
!edua kuesioner dinyatakan
reliabel dengan hasil, kuesioner tingkat
(+ A 1)
P& ? )
&idak ekolah C 11
dukungan keluarga nilai reliabelnya -.B)- dan
kuesioner mekanisme koping indi"idu nilai
reliabelnya -.B)1.
Pengumpulan data dilakukan pada bulan
3 tatus
Pernikahan
(enikah ?A CD
.elum menikah 11 4-
>anda/5uda C 11
+pril 4-1?. +nalisis uni"ariat dilakukan untuk
menganalisa data karakteristik responden.
+nalisis bi"ariat dilakukan untuk melihat
hubungan "ariabel independen terhadap
) Pekerjaan .ekerja
&idak .ekerja
C +gama Islam
!risten
?? C-
44 3-
)3 DA
1 4
"ariabel dependen, dilakukan uji korelasi Ran#
Spearman untuk menganalisis hubungan
tingkat dukungan keluarga dengan
C. 7amanya
5idiagnosa
!usta
01 tahun
1 s/d 1- tahun
K1- tahun
14 44
?3 C4
D 1C
.erdasarkan &abel 1. !arakteristik
Responden di R !usta !ediri diketahui bah*a
dari total )) responden penelitian, sebagian
besar CD@ berjenis kelamin laki,laki, 3-@
berusia 4-,?D tahun, 34@ memiliki pendidikan
(P, CD@ berstatus menikah, C-@ bekerja,
1--@ memeluk agama, dan C4@ didiagnosa
kusta sejak 1 s/d 1- tahun.
B. Data Varia"e#
$. Data Ti)kat D'k')a Ke#'ar)a
60
40
20
46
0
9
0
Baik Sedang Kurang
Ga*"ar $. &rek'esi Ti)kat D'k')a
Ke#'ar)a pa!a Pasie K'sta
.erdasarkan Lambar 1.
menggambarkan data dukungan keluarga
pasien ra*at jalan kusta dimana dari ))
responden didapatkan hasil keluarga yang
memberikan tingkat dukungan keluarga yang
baik adalah sebanyak 3C responden %A3@',
keluarga yang memberikan tingkat dukungan
sedang adalah sebanyak D responden %1C@'
dan tidak satupun keluarga yang memberikan
tingkat dukungan yang kurang baik %-@'.
+. Data Mekais*e Kopi)
60
40
20
48
0
7
0
AdapKtuifrang AdaMpatilfadaptif
Ga*"ar +. Mekais*e Kopi) pa!a Pasie
K'sta
Lambar 4. menggambarkan data
mekanisme koping pada pasien ra*at jalan
kusta dimana dari )) responden didapatkan
hasil pasien yang memiliki mekanisme koping
adaptif adalah sebanyak 3A responden %AB@',
pasien yang memiliki mekanisme koping yang
kurang adaptif adalah sebanyak B responden
%1?@' dan tidak satupun pasien yang memiliki
mekanisme koping maladaptif adalah %-@'.
ANALISA DATA
Untuk mengetahui adanya korelasi
antara tingkat dukungan keluarga dengan
mekanisme koping, maka diperlukan
pengujian secara statistik. Pengujian korelasi
ini menggunakan uji korelasi pearman Rank
dengan program P 1C.- for Windo*s.
Ta"e# ,.$ Hasi# U-i Kore#asi Spearman
Rank Ti)kat D'k')a
Ke#'ar)a !e)a Mekais*e
Kopi)
Hasil uji korelasi pearman Rank
pada penelitian ini menunjukkan bah*a besar
korelasi %r' antara "ariabel 1 dan 4 adalah
-,341 yang berarti tingkat dukungan keluarga
dengan mekanisme koping memiliki
hubungan. Eilai tersebut masuk dalam
rentang inter"al korelasi -,3- sampai dengan
-,)DD berarti korelasi memiliki keeratan
sedang %Hidayat, 4--D'. edangkan arah
korelasi bernilai positif yang berarti semakin
baik tingkat dukungan keluarga pada pasien
kusta berarti semakin adaptif mekanisme
koping yang dimiliki.
5ari hasil uji korelasi tersebut
juga didapatkan besar signifikansi M %-,--1' 0
-,-), maka dapat disimpulkan bah*a terdapat
hubungan yang bermakna antara tingkat
dukungan keluarga dengan mekanisme
koping, dengan demikian hipotesis %H
-
' ditolak
pada selang kepercayaan D)@ %p0-,-)' dan
didapatkan hubungan yang sedang antara
kedua "ariabel yang diteliti.
Ta"e# .. Ta"e# Si#a) H'"')a Ti)kat
D'k')a Ke#'ar)a !e)a
Mekais*e Kopi)
Pada tabel tersebut terlihat bah*a
BA.4@ yaitu 3? pasien kusta dengan tingkat
dukungan keluarga yang baik memiliki
mekanisme koping yang adaptif, ? pasien
kusta %).)@' memiliki mekanisme koping
kurang adaptif, dan tidak ada yang memiliki
mekanisme koping yang maladapti"e. &ingkat
dukungan keluarga sedang sebanyak D.1@
yaitu ) pasien kusta memiliki mekanisme
koping adaptif, B.?@ yaitu 3 pasien kusta
memiliki mekanisme koping kurang adaptif,
dan tidak ada yang memiliki mekanisme
koping yang maladaptif. &idak ada satupun
pasien yang memiliki dukungan keluarga yang
kurang baik. Hal ini cukup membuktikan
bah*a tingkat dukungan keluarga yang baik
pada pasien kusta akan memiliki mekanisme
koping yang baik.
PEMBAHASAN
A. Ti)kat D'k')a Ke#'ar)a
.erdasarkan hasil penelitian tingkat
dukungan keluarga terhadap )) responden
didapatkan bah*a sebanyak 3C responden
%A3@' memiliki tingkat dukungan keluarga
yang baik, D responden %1C@' memiliki tingkat
dukungan keluarga sedang, dan tidak satupun
responden yang memiliki tingkat dukungan
keluarga yang kurang baik %-@'. 5ata
tersebut menggambarkan bah*a tingkat
dukungan keluarga terhadap satu orang
dengan orang yang lain berbeda. esuai
dengan teori ;riedman %1DDA' yang
menyatakan bah*a dukungan keluarga yang
diberikan kepada pasien dipengaruhi oleh
beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran
keluarga, usia dan kelas sosial ekonomi
keluarga.
!elas ekonomi sosial suatu keluarga
dipengaruhi oleh tingkat pendapatan atau
pekerjaan dan tingkat pendidikan anggota
keluarga tersebut %;riedman'. Hasil data
penelitian tentang pekerjaan didapat sebagian
besar responden maupun keluarga responden
memiliki penghasilan dimana C-@ responden
dan ))@ keluarga responden bekerja.
edangkan hasil data tentang tingkat
pendidikan diapatkan C4@ responden dan
C-@ keluarga responden perpendidikan
(P,(+,P&.
5alam keluarga kelas sosial ekonomi
menengah, suatu hubungan yang lebih
demokratis dan adil mungkin ada, sementara
dalam keluarga kelas sosial ekonomi ba*ah,
hubungan yang ada lebih otoritas atau
otokrasi. elain itu orang tua dengan kelas
sosial ekonomi menengah mempunyai tingkat
dukungan, afeksi dan keterlibatan yang lebih
tinggi daripada orang tua dengan kelas sosial
ba*ah %;riedman, 1DDA'. 5engan demikian
keluarga yang kelas sosial ekonominya
menengah memiliki tingkat dukungan keluarga
yang lebih baik.
elain itu, berdasarkan hasil penelitian
didapatkan sebanyak )A@ %?4 responden'
yang mendapatkan dukungan keluarga baik
merupakan pasien yang memiliki status
menikah atau memiliki pasangan hidup. Hal ini
sesuai dengan hasil penelitian +rdahan, et al
%4-1-' yang menyebutkan bah*a pasien yang
menderita kanker payudara yang telah
menikah menerima dukungan keluarga yang
lebih baik. Pernikahan akan memberikan
keuntungan bagi kesehatan seseorang karena
akan mendapatkan perhatian dari pasanganya
dibandingkan dengan seseorang yang telah
janda karena pasangannya telah meninggal.
Ini didukung juga oleh +riyanto %4--D' yang
menyataka bah*a indi"idu dengan ikatan
yang kuat hidup lebih lama dan memiliki
kesehatan lebih baik dibandingkan dengan
indi"idu yang hidup tanpa adanya sejumlah
ikatan.
Hasil penelitian ini dikuatkan oleh
Yosep %4--B' yang berpendapat bah*a
keluarga memegang peranan penting dalam
konsep sehat sakit anggota keluargannya,
dimana keluarga merupakan sistem
pendukung yang memberikan pera*atan
langsung terhadap anggota keluarganya yang
sakit, dimana dukungan keluarga yang tinggi
ternyata menunjukkan penyesuaian yang lebih
baik terhadap kondisi anggota keluarganya.
Mekais*e Kopi)
5ari hasil penelitian, didaptakan
bah*a sebanyak AD@ pasien ra*at jalan
kusta di R !husus !usta !ediri memiliki
koping yang adaptif sedangkan sisanya
sebesar 11@ pasien memiliki mekanisme
koping yang kurang adaptif. (ekanisme
koping ini merupakan mekanisme yang
digunakan indi"idu untuk menghadapi
perubahan yang diterima. +pabila mekanisme
koping berhasil, maka orang tersebut akan
dapat beradaptasi terhadap perubahan yang
terjadi %Eursalam, 4--B'.
B. Mekais*e Kopi)
(ekanisme koping terbentuk melalui
proses belajar dan mengingat. .elajar yang
dimaksud adalah kemampuan menyesuaikan
diri %adaptasi' pada pengaruh faktor internal
dan eksternal %Eursalam, 4--B'. (enurut
Wiscar and andra %1DD)' faktor internal yang
mempengaruhi mekanisme koping berupa
sistem kepercayaan, moti"asi hidup,
pengalaman masa lalu dan tingkat
pengetahuan. edangkan faktor eksternal
yang dapat mempengaruhi mekanisme koping
berupa tingkat dukungan sosial dan sumber
materi %ekonomi'.
&ingkat pengetahuan penderita kusta
pada penelitian ini ditinjau dari tingkat
pendidikan penderita kusta. 5ari hasil
penelitian didapatkan sebanyak 1) orang
responden %4B@' memiliki pendidikan hanya
sampai 5, bahkan sebanyak C orang
responden %11@' tidak pernah mengikuti
jenjang pendidikan. esuai dengan konsep
.roe*er dalam Ikhsan %4--B', faktor
pendidikan seseorang sangat menentukan
kecemasan, klien dengan pendidikan tinggi
akan lebih mampu mengatasi, menggunakan
koping yang efektif dan konstruktif daripada
seseorang yang berpendidikan rendah.
.erdasrkan teori konsep .roe*er
tersebut, peneliti mengambil kesimpulan
analisis bah*a semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang akan semakin tinggi
pula pengetahuannya mengenai akibat dari
suatu penyakit baik secara fisik, mental dan
sosial. Eamun, dari hasil penelitian ini
didapatkan bah*a sebagian besar responden
memiliki mekanisme koping yang adaptif. Hal
ini menjadikan teori .roemer tidak dapat
terbukti dalam penelitian ini. !etidaksesuaian
ini diakibatkan karena tingginya tingkat
pengetahuan seseorang tentang suatu
penyakit bukan hanya didapatkan dari jenjang
pendidikan yang sudah dijalani, namun juga
dari pengalaman masa lalu mereka
%;riedman, 1DDA'.
.erdasrkan penelitian didaptkan
bah*a hampir sebagian besar BA@ pasien
ra*at jalan kusta sudah didiagnosa atau
sudah menderita kusta selama lebih dari 1
tahun. Hal ini didukung dengan pernyataan
&aylor dan <arol %1DDB' bah*a mekanisme
koping seseorang dipengaruhi oleh faktor,
faktor diantaranya 6 peran dan hubungannya,
gi=i dan metabolisme, tidur dan istirahat, rasa
aman dan nyaman, pengalaman masa lalu,
tingkat pengetahuan seseorang, dan
lingkungan tempat tinggal.
istem kepercayaan seseorang adalah
berupa sistem kepercayaan yang e#sistensial.
Ini digambarkan melalui iman, kepercayaan
dan agama yang seseorang itu yakini %Wiscar
dan andara, 1DD)'. 5ari data hasil penelitian
didapatkan DA@ pasien memeluk agama
Islam dan sisanya 4@ memeluk agama
!risten. Ini artinya hampir dipastikan seluruh
pasien ra*at jalan kusta di R !husus !usta
!ediri memiliki sistem kepercayaan yang baik
yang dapat membantu mereka dalam
mempertahankan mekanisme koping mereka
tetap adaptif. Hal ini ditunnjukkan dengan
sebagian besar responden mengatakan
mereka merasa lenih baik saat mereka berdoa
kepada &uhan.
;aktor lain yang dapat mempengaruhi
mekanisme koping adalah dukungan sosial.
5ata hasil penelitian mekanisme koping
menunjukkan bah*a dari 3B responden yang
menja*ab selalu mendapatkan dukungan dari
keluarga dan teman, 33 responden
diantaranya memiliki mekanisme koping yang
adaptif. Hal ini dikuatkan oleh Nffendi dan
&jahjono %1DDD' yang menyatakan bah*a
dukungan sosial berperan penting dalam
memelihara keadaan psikologis indi"idu yang
mengalami tekanan, sehingga menimbulkan
pengaruh positif yang dapat mengurangi
gangguan psikologis. 5ukungan sosial juga
dapat dijadikan pelindung untuk mela*an
perubahan peristi*a kehidupan yang
berpotensi penuh dengan stres dimana
menurut Potter dan Perry %4--?' menyatakan
bah*a sistem pendukung dapat mengurangi
reaksi stres dan meningkatkan kesejahteraan
fisik dan mental.
elain itu, dari data penelitian juga
ditemukan bah*a dari 3A responden yang
memiliki mekanisme koping yamg adaptif 33
diantaranya menja*ab akan selalu mencari
bantuan dan nasihat dari orang lain saat ada
masalah. Hal ini menunjukkan bah*a mereka
membutuhkan dukungan dari orang lain untuk
menyelesaikan suatu masalah. Hasil
penelitian ini diperkuat oleh .raird, dkk %1DD1'
yang dikutip dalam !eliat %1DDA' yang
menyatakan bah*a dukungan sosial sangat
diperlukan terutama dalam menhadapi
masalah yang pelik termasuk penyakit serius.
5ukungan sosial yang dimaksudkan dapat
berupa memberikan kesempatan untuk
mengungkapkan perasaan, memberikan
umpan balik perilaku, member rasa percaya
dan keyakinan, memberikan informasi yang
dibutuhkan dan memberikan dukungan secara
langsung %uang, tanggung ja*ab, fisik'.
KETERBATASAN PENELITIAN
Peneliti menyadari bah*a pelaksanaan
penelitian ini masih banyak kekurangan, hal
ini disebabkan karena6
1. +danya confounding factor yang juga ikut
mempengaruhi tingkat dukungan keluarga
dan mekanisme koping yang tidak diteliti
oleh peneliti. ;aktor tersebut adalah
moti"asi hidup, konsep diri responden dan
strategi koping yang digunakan oleh
responden.
4. !eterbatasan *aktu penelitian
menyebabkan proses pengambilan data
dengan metode *a*ancara pada
responden dan keluarganya dilakukan
pada tempat yang bersamaan sehingga
dimungkinkan adanya pengaruh ja*aban
pertanyaan antara responden dengan
keluarganya.
?. &ingkat dukungan keluarga diketahui
hanya le*at responden dan keluarga yang
mengantarkan responden pada hari itu ke
R dan tidak ditanyakan juga pada
keluarga yang lain, sehingga ada
kemungkinan keluarga yang
mengantarkan responden pada hari itu
bukan merupakan anggota keluarga yang
hubungannya dekat dengan responden.
KESIMPULAN
!esimpulan yang dapat diambil dari
penelitian #Hubungan &ingkat 5ukungan
!eluarga dengan (ekanisme !oping Indi"idu
pada Pasien Ra*at >alan !usta di R !usta
!ediri$ ini adalah6
1. ebanyak 3C responden %A3@' pasien
ra*at jalan kusta di R !usta !ediri
mendapatkan dukungan keluarga secara
total dalam kategori baik.
4. ebanyak 3A responden %AB@' pasien
ra*at jalan kusta di R !usta !ediri
memiliki mekanisme koping yang adaptif.
?. +da hubungan %korelasi' yang nyata
%signifikan' dan keeratan hubungan yang
sedang antara dukungan keluarga secara
total dengan mekanisme koping indi"idu
pada pasien ra*at jalan kusta di R
!usta !ediri dengan nilai signifikansi %p'
-,--1 dan nilai koefisiensi korelasi %r'
-,341 serta arah korelasi yang positif.
SARAN
.erdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan di atas, maka dapat diajukan
saran,saran sebagai berikut6
$. Ut'k Istit'si
a. .agi institusi kepera*atan diharapkan
hasil penelitian ini dapat digunakan
sebagai dasar pemikiran dan
pengembangan konsep kepera*atan yang
berhubungan dengan mekanisme koping
indi"idu pada pasien kusta.
b. .agi R kusta diharapkan informasi ini
dapat memberikan masukan untuk
memberikan dukungan yang baik dalam
upaya mempertahankan mekanisme
koping pasien kusta tetap adaptif.
+. Ut'k Praktek Kepera/ata
a. &enaga kesehatan diharapkan mampu
memberikan konseling pada keluarga
pasien kusta untuk memberikan dukungan
keluarga yang baik terutama dukungan
secara emosional dan dukungan
intrumental atau bantuan langsung agar
pasien kusta dapat memiliki mekanisme
koping yang adaptif.
.. Ut'k Mas0arakat
a. 5engan adanya hubungan antara tingkat
dukungan keluarga dengan mekanisme
koping indi"idu pada pasien kusta,
diharapkan informasi ini dapat mendorong
anggota keluarga pasien kusta untuk
meningkatkan dukungan keluarga yang
baik kepada pasien kusta agak pasien
kusta dapat memiliki mekanisme koping
yang adaptif sehingga dapat menurunkan
stressor ada.
1. Ut'k Pee#itia Se#a-'t0a
a. Penelitian selanjutnya disarankan untuk
mengetahui tingkat dukungan keluarga
dan mekanisme koping pada pasien kusta
tidak hanya menggunakan instrumen
pedoman *a*ancara terstruktur saja
tetapi juga melakukan obser"asi dan
*a*ancara %kualitatif' pada pasien. elain
itu, perlu diperhatikan juga tentang faktor,
faktor lain yang dapat mempengaruhi
mekanisme koping pasie kusta seperti
moti"asi hidup pasien, konsep diri pasien,
dan strategi koping yang digunakan oleh
pasien.
b. Penelitian selanjutnya tentang tingkat
dukungan keluarga untuk melakukan
obser"asi lebih intensif tidak hanya pada
keluarga yang mengantarkan pasien ke
R tetapi juga pada anggota keluarga
yang lain terutama yang hubungannya
dekat dengan pasien, sehingga data
tingkat dukungan keluarga yang
didapatkan lebih dapat menggambarkan
kondisi yang sebenarnya.
<ar"er, <. . %1DDB'. #$ou %ant to measure
coping but your protocol&s too long'
Consider the (rie) C*E.$
+nternational ,ournal o) (eha-ioral
!edicine, 3, D4,1--.
Nffendi, R. W. F &jahjono, N. 1DDD. .ubungan
antara erila#u Coping dan Du#ungan
Sosial dengan /ecemasan +bu .amil
"na# ertama. "nima 0ol. 12. 3o. 42.
.al. 5126557.
;riedman, (. (arilyn. 1DDA. /epera%atan
/eluarga ' Teori dan ra#ti#. NL< 6
>akarta.
!eliat, .. +. 1DDA. roses /epera%atan
/esehatan. NL< 6 >akarta.
Eursalam. 4--B. "suhan /epera%atan pada
asien Terin)e#si .+08"+DS. alemba
(edika 6 >akarta.
Potter dan Perry. 4--). 9undamental
/epera%atan 0olume 1 Edisi 2. NL< 6
>akarta.
usanto, Eugroho. 4--C. 9a#tor )a#tor yang
berhubungan dengan ting#at
#ecacatan penderita #usta. &esis
Uni"ersitas Ladjah (ada 6 >ogjakarta
&aylor, . N. 1DD1. .ealth psychology. Ee*
York6 (cLra*,Hill.
Wiscar. G. tuart, dan andra >. undeen.
1DD). rinciple and ra#tice o)
sychiatric 3ursing. &he (osby
<ompany6 t 7ouis.
&elah disetujui oleh,
Pembimbing I
dr. R o e k a n i H a di se p o e t ro, p. !j . % ! '
EIP. 1?- B-3 -)1