Anda di halaman 1dari 2

CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA

a. Kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5


(lima) tahun secara terus menerus, karena alasan-alasan pribadi yang
penting dan mendesak, umpamanya mengikuti suami yang bertugas diluar
negeri, dapat diberikan cuti diluar tanggungan Negara untuk paling lama 3
(tiga) tahun. Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang untuk paling lama
1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk
memperpanjangnya.
b. Untuk mendapatkan cuti diluar tanggungan Negara Pegawai Negeri Sipil
yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada
pejabat yang berwenang memberikan cuti disertai dengan alasan-
alasannya.
c. Cuti diluar tanggungan Negara bukan hak, oleh sebab itu permintaan cuti
diluar tanggungan Negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang
berwenang memberikan cuti, satu dan lain hal tergantung atas
pertimbangan pejabat yang barsangkutan yang didasarkan untuk
kepentingan dinas.
d. Cuti diluar tanggungan Negara hanya dapat diberikan dengan surat
keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti yang dimaksud
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 Pasal 2 ayat (1)
setelah mendapat persetujuan dari Kepala Badan Administrasi
Kepegawaian Negara.
e. Untuk mendapatkan persetujuan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara, maka pejabat yang berwenang memberikan cuti mengajukan
permintaan persetujuan dibuat dalam rangkap 4 (empat) yaitu untuk :
(1) Instansi yang bersangkutan.
(2) Kepala Kantor Perbendaharaan Negara / Kepala Kas daerah yang
bersangkutan.
(3) Deputi Tata Usaha Kepegawaian Badan Administrasi Kepegawaian
Negara.*)
(4) Deputi Pembinaan Badan Administrasi Kepegawaian Negara.*)
f. Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan cuti diluar tanggungan Negara
dibebaskan dari jabatannya, dan jabatan yang lowong itu dengan segera
dapat diisi.
g. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan Negara, Pegawai Negeri Sipil
yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan dari Negara dan
tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri Sipil.
h. Pegawai Negeri Sipil yang telah menjalankan cuti diluar tanggungan
Negara untuk paling lama 3 (tiga) tahun tetapi ia ingin
memperpanjangnya, maka ia harus mengajukan permintaan perjanjian
cuti diluar tanggungan Negara, disertai dengan alasan-alasannya.
i. Permintaan perpanjangan cuti diluar tanggungan Negara harus sudah
diajukan sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sebelum cuti diluar
tanggungan Negara itu berakhir.
j. Permintaan perpanjangan cuti diluar tanggungan Negara dapat dikabulkan
dan dapat pula ditolak, satu dan lain hal tergantung atas pertimbangan
pejabat yang berwenang memberikan cuti diluar tanggungan Negara.
k. Perpanjangan cuti diluar tanggungan Negara diberikan dengan surat
keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti diluar tanggungan
Negara, setelah mendapat persetujuan Kepala Badan Administrasi
Kepegawaian Negara.
l. Untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan cuti diluar tanggungan
Negara yang dimaksud diatas, maka pejabat yang berwenang
memberikan cuti mengajukan permintaan persetujuan kepada Kepala
Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
m. Pegawai Negeri Sipil yang telah selesai menjalankan cuti diluar
tanggungan Negara wajib melaporkan diri secara tertulis kepada pimpinan
instansi induknya.
n. Pimpinan instansi induk yang telah menerima laporan dari Pegawai Negeri
Sipil yang telah selesai menjalankan cuti diluar tanggungan Negara
berkewajiban :
(1) Menempatkan dan mempekerjakannya kembali apabila ada lowongan.
(2) Apabila tidak ada lowongan, maka pimpinan instansi induk
melaporkannya kepada Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara untuk kemungkinan disalurkan penempatannya pada instansi
lain.
(3) Apabila penempatan yang dimaksud diatas tidak mungkin , maka
Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara memberitahukan
kepada instansi induk. Atas dasar pem beritahuan ini, maka
pimpinan instansi induk memberhentikan Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan dari jabatannya karena kelebihan dengan hak-hak
kepegawaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
o. Penempatan kembali Pegawai Negeri Sipil yang selesai menjalankan cuti
diluar tanggungan Negara dilakukan dengan surat keputusan pejabat
yang berwenang memberikan cuti, setelah mendapat persetujuan dari
Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
p. Penempatan kembali yang dimaksud diatas barulah dapat dilakukan
setelah ada persetujuan dari Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara. Untuk mendapatkan persetujuan tersebut, maka pejabat yang
berwenang memberikan cuti mengajukan permintaan persetujuan kepada
Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
q. Khusus bagi cuti diluar tanggungan Negara untuk persalinan keempat dan
seterusnya, berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
(1) Permintaan cuti tersebut tidak dapat ditolak.
(2) Pegawai Negeri Sipil yang menjalankan cuti tersebut tidak dibebaskan
dari jabatannya, atau dengan perkataan lain, jabatannya tidak dapat
diisi oleh orang lain.
(3) Cuti tersebut tidak memerlukan persetujuan Kepala Badan
Administrasi Kepegawaian Negara.
(4) Lamanya cuti tersebut adalah sama dengan lamanya cuti bersalin.
(5) Selama menjalankan cuti tersebut tidak menerima penghasilan dari
Negara dan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri
Sipil.