Anda di halaman 1dari 1

Judul :EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN OLEH PEER GROUP DAN

TENAGA KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT


(PHBS) CUCI TANGAN BERSIH PADA SISWA SD N 01 DAN 02
BONOSARI SEMPOR KEBUMEN
Pengarang : Faisal Reza, Marsito, Rina Saraswati
Tahun : 2012
Latar belakang
Penyuluhan kesehatan adalah sarana informasi yang sangat intensif dan efektif
untuk meningkatkan aspek kesehatan yang dinilai masih tertinggal di suatu tempat.
Pembinaan kesehatan anak usia sekolah melalui program UKS salah satu programnya
adalah pembinaan dokter kecil. PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) disekolah adalah
upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu,
mau dan mampu mempraktikan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat.
Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun diantaranya
Diare, ISPA, infeksi mata seperti trakoma, dan cacingan. Berdasarkan hasil wawancara di
SDN 01 Bonosari dan SDN 02 Bonosari didapatkan data yang sering dialami para siswa
adalah sakit perut, panas dan pusing, serta sebagian mengatakan diare. Kebiasaan
membeli jajan sembarangan dan tidak cuci tangan bersih masih banyak dilakukan siswa.
Dilihat dari lokasinya SDN 01 Bonosari dan SD N 02 Bonosari jauh dari sumber informasi
yang mendukung seperti; toko buku, internet serta sarana perpustakaan yang belum
menyediakan buku-buku tentang kesehatan PHBS secara umum dan khususnya masalah
cuci tangan bersih. Dari fenomena tersebut peneliti merasa tertarik dan berminat
mengadakan penelitian tentang Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Oleh Peer Group Dan
Tenaga Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Cuci Tangan Bersih Pada
Siswa SD N 01 Bonosari Dan SD N 02 Bonosari Sempor Kebumen Tahun 2011 .
Tujuan
Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan siswa tentang cuci tangan bersih
setelah diberikan penyuluhan oleh Peer Group dan petugas kesehatan.
Metode
Penelitian ini dilaksanakan di SD N 1 Bonosari dan SD N 2 Bonosari Desa
Bonosari Kecamatan Sempor pada siswa-siswi kelas lima dengan jumlah populasi
sebanyak 30 siswa. Dalam hal ini peneliti mengambil semua dari populasi dan
membaginya menjadi 2 kelompok yaitu 15 responden sebagai kelompok intervensi
I atau penyuluhan dari peer group dan 15 responden sebagai kelompok intervensi
II atau penyuluhan dari petugas kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan pre-test
sebelum penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan bersih dimulai dengan peer
group atau intervensi I dan penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan atau
intervensi II. Setelah penyuluhan kesehatan dilaksanakan, dilakukan post test.
Kuesioner yang dipakai adalah kuesioner yang berisi sebanyak 18
pertanyaan. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup (closed
ended). Pada kuesioner yang tertutup responden memilih dua alternative jawaban
dengan memberikan tanda checklist pada kolom benar dan salah dengan
ketentuan untuk setiap jawaban benar diberi nilai 1(satu) dan jawaban salah
diberi nilai 0 (nol).