Anda di halaman 1dari 9

GATOT PURWOTO

USULAN PERBAIKAN
MANAJEMEN OK SENTRAL
PERMASALAHAN
1. Utilisasi Ruang OK belum optimal
2. Operator terlambat datang karena banyak tugas
lain (mengajar, penelitian dll)
3. Tenaga Anestesi jumlahnya tidak memadai
4. Jadwal operasi terlambat karena ICU penuh
INDIKATOR EFISIENSI
NO INDIKATOR KETERANGAN
1 Start Time Accuracy % ketepatan waktu mulai operasi
2 Case Time Effectiveness Waktu yang dibutuhkan untuk
peralihan dari satu pasien ke pasien
berikutnya
3 Utilisation % penggunaan ruang operasi dalam jam
operasional Ruang OK
4 Quality and Safety % pasien yang kembali dioperasi tanpa
direncanakan
5 Scheduling % ketepatan pelaksanaan operasi
FAKTOR KUNCI
1. Kelancaran proses dengan unit yang terkait
2. Alur pasien dan koordinasinya
3. Proses mempersiapkan pasien dengan tepat waktu
4. Penerimaan pasien di Ruang OK yang lebih efisien
5. Post Anesthesia Care Unit (PACU)
6. Kapasitas ruang pemulihan
7. Jumlah personil, keterampilannya dan motivasinya
8. Fasilitas yang fleksibel
9. Proses yang berpusat pada pasien
10. Perbaikan proses secara terus menerus
BLOCKED SCHEDULING STRATEGY
Setiap operator atau grup operator memiliki jadwal
operasi sendiri secara rutin.

Misalnya operator A mempunyai jadwal operasi setiap
hari Rabu jam 13.00 15.00

Jadwal dapat berlaku bulanan atau tahunan
OPEN SCHEDULING STRATEGY
Setiap operator mengajukan jadwal operasi kepada
Kepala Ruang OK.

Kepala Ruang OK mengatur jadwal operasi sesuai
dengan ketersediaan ruangan.
MODIFIED SCHEDULING STRATEGY
Seperti Blocked Scheduling namun disediakan slot
waktu untuk Open Scheduling.

Ini merupakan gabungan dari dua strategi sebelumnya
dan disesuaikan dengan trend yang terjadi selama ini.
SOLUSI UNTUK KETERBATASAN
TENAGA ANESTESI
Mendisain ulang Pola Alur Kerja
Dengan penjadwalan operasi yang sudah tertata rapi maka
pola alur kerja dapat dimodifikasi.

Proses awal anestesi dapat dimulai di ruang persiapan dan
memberdayakan perawat anestesi, tentunya akan dicek
oleh Dokter Anestesi.

Sementara Dokter Anestesi dapat melakukan tindakan
untuk pasien lainnya yang sudah masuk pada tahap
berikutnya.
CONTINUES IMPROVEMENT
Perbaikan dilakukan secara terus menerus untuk
semua aspek yang ada di Ruang Operasi :

1. Personil
2. Fasilitas Ruangan
3. Koordinasi antar unit
4. Manajemen Operasional