Anda di halaman 1dari 49
BAB 3
BAB
3

IRISAN DUA LINGKARAN

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

  • 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

  • 2. Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsive dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

  • 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,

seni, budaya, dan humanioral dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuia dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

  • 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

  • 2.1 Melatih diri bersikap konsisten, rasa ingin tahu, bersifat kritis, jujur serta responsive dalam memecahkan masalah matematika, bidang ilmu lain, dan masalah nyata kehidupan.

  • 2.2 Menunjukkan kemampuan berkolaborasi, percaya diri, tangguh, kemampuan bekerjasama dan bersikap realistis serta proaktif dalam memecahkan dan menafsirkan penyelasaian masalah.

  • 3.6 Mendeskripsikan konsep lingkaran dan menganalisa sifat-sifat irisan dua lingkaran dan menerapkannya dalam memecahkan masalah

  • 4.5 Merencanakan dan melaksanakan strategi

yang efektif dalam memecahkan masalah nyata dengan model lingkaran yang saling beririsan, menginterpretasi masalah dalam

gambar dan menyelesaikannya.

Materi Pelajaran

C
C
o
o
A
A
B
B
  • A. Persamaan Lingkaran

    • 1. Definisi Lingkaran Perhatikan gambar lingkaran di samping! Sebuah lingkaran mempunyai beberapa unsur di antaranya jari-jari dan pusat

(KR 02 )Matematika SMA / MA XIA Peminatan

1
1

lingkaran, O merupakan titik pusat OA, OB, dan OC adalah jari-jari. Jari-jari r pada lingkaran memiliki panjang yang sama. Sehingga, OA = OB = OC. Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik (himpunan titik) yang jaraknya terhadap satu titik tertentu adalah sama (konstan). Titik tertentu disebut lingkaran, dan jarak konstan disebut jari-jari lingkaran.

  • 2. Persamaan Lingkaran dengan Pusat O (0, 0) dan jari-jari r Persamaan lingkaran dengan pusat O (0, 0) dan jari-jari r adalah x 2 + y 2 = r 2 Contoh :

    • a. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat O (0, 0) dengan jari-jari 8! Jawab :

2 + y 2 = r 2 untuk r = 8 maka persamaan lingkarannya x 2 + y 2 = 64.

x

Jawab:

r =

= 7

Jawab:

4y + 71 -0!

Jawab :

x

x

  • b. Tentukan panjang jari-jari lingkaran apabila diketahui persamaannya x 2 + y 2 = 49 ! Persamaan umum lingkaran adalah x 2 + y 2 = r 2 Jadi, panjang jari-jari lingkaran adalah 7.

  • 3. Persamaan Lingkaran dengan Pusat (a, b) dan jari-jari r

Jarak MP

=

r

=

jari-jari. Titik M

y M (a, b)
y
M (a, b)
o
o
P (x o , y o ) x
P (x o , y o )
x

(a,b) adalah pusat

lingkaran. P (x 0 , y 0 ) adalah titik yang terletak pada lingkaran. maka persamaan lingkaran dengan pusat M (a, b) dan jari-jari r adalah :

(x a) 2 + (y b) 2 = r 2

Contoh:

  • a. Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat M (5, 2) dan jari-jari 4!

x 2 10x + 25 + y 2 4y + 4 = 16

(x 5) 2 + (y 2) 2 = 4 2

  • x 2 + y 2 10x 4y + 25 + 4 16 = 0

    • x 2 + y 2 10x 4y + 13 = 0

  • b. Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran bila diketahui persamaan lingkaran x 2 + y 2 10x

2 + y 2 10x 4y + 71 -0

2 10x + 5 2 + y 2 4y + 2 2 5 2 2 2 = 71 (x 5) 2 + (y 2) 2 = 71 + 25 + 4

(x 5) 2 + (y 2) 2 = 100 Jadi, pusat lingkara (5, 2) dan jari-jari lingkaran 10

4.

Bentuk Umum Persamaan Lingkaran x 2 + y 2 + Ax + By + C = 0 Bentuk umum persamaan lingkaran x 2 + y 2 + Ax + By + C = 0 mempunyai pusat

lingkaran P (

) dan jari-jari lingkaran R = √ (

)

(

)

Contoh :

Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran jika persamaan lingkarannya adalah x 2 + y 2 + 10x + 8y - 23 = 0!

Jawab :

A = - 10, B=8, dan C = - 23

Pusat lingkaran P =(

) = (5, -4)

Jari-jari lingkaran R =

=

(

)

(

)

=

= 8

Tugas Mandiri
Tugas Mandiri

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri !

  • 1. Tentukan bentuk umum lingkaran yang berpusat di (4, 6) dan berjari-jari 5 ! Jawab : ...............................................................................................................................................

  • 2. Diketahui persamaan lingkaran x 2 + y 2 + 4x 6y + 13 = 0. tentukan jari-jari dan pusatnya! Jawab: .................................................................................................................................................

  • 3. Tentukan persamaan lingkaran jika diketahui pusat (

,-

) dan jari-jari = 2 !

Jawab: .................................................................................................................................................

  • 4. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di (4, 2) dan menyinggung sumbu-X! Jawab: .................................................................................................................................................

    • B. Persamaan Garis Singgung Lingkaran

      • 1. Definisi Garis Singgung Garis singgung adalah garis yang memotong lingkaran tepat di satu titik. Titik tersebut disebut titik singgung. Jari-jari lingkaran yang melalui titik singgung selalu tegak lurus dengan garis singgung. Perhatikan gambar berikut !

D = 0 r P (a,b) O (0,0)
D = 0
r
P (a,b)
O (0,0)
D = 0 r P (a,b) O (0,0) g = garis singgung A (x 1 ,y
g = garis singgung
g = garis singgung
A (x 1 ,y 1 )
A (x 1 ,y 1 )

Persamaan garis singgung dapat dinyatakan dalam bentuk y = mx + c. Persamaan

garis singgung lingkaran dapat dibedakan dalam tiga jenis seperti digambar pada gambar berikut.

D = 0 r P (a,b) O (0,0) g = garis singgung A (x 1 ,y
y = m 1 x+ c 2
y = m 1 x+ c 2
D = 0 r P (a,b) O (0,0) g = garis singgung A (x 1 ,y
y = mx + c 2 T (x 1 ,y 1 ) y = mx +
y = mx + c 2
T (x 1 ,y 1 )
y = mx + c
y = m 2 x+ c 2
y = m 2 x+ c 2
y = mx + c 2
y = mx + c 2
R (x 1 ,y 1 )
R (x 1 ,y 1 )
  • 2. Persamaan Garis Singgung Melalui Satu titik pada Lingkaran Rumus persamaan garis singgung ini dapat dirangkum sebagai berikut.

Persamaan Lingkaran

Persamaan Garis Singgung

 

x

2 + y 2 = r 2

xx 1 + yy 1 = r 2

(x - a) 2 + (y - b) 2 = r 2

(x a)(x 1 a) + (y b)(y 1 b) = r 2

x

2 + y 2 + Ax + By + C = 0

xx 1 + yy 1 +

A (x + x 1 ) +

B ( y +y 1 ) + C = 0

Rumus di atas hanya berlaku untuk persamaan garis singgung melalui titik pada lingkaran. Contoh :

Tentukan persamaan garis singgung lingkaran L = x 2 + y 2 = 10 yang melalui titik (-3, 1)! Jawab :

Titik (-3, 1)

x 1 = -3 dan y 1 = 1, terletak pada L = x 2 + y 2 = 10

Persamaan garis singgungnya xx 1 + yy 1 = r 2 (-3)x + (1)y = 10

-3x + y = 10

Jadi, persamaan garis singgung lingkaran L = x 2 + y 2 = 10 yang melalui titik (-3, 1) adalah -3 + y =10.

  • 3. Persamaan Garis Singgung Begradien m Rumusan persamaan garis singgung ini digunakan untuk mencari persamaan garis singgung yang gradiennya diketahui, sejajar atau tegak lurus dengan suatu garis atau unsur lain yang berhubungan dengan gradient. Rumus-rumus yang dapat digunakan sebagai berikut.

Persamaan Lingkaran

Persamaan Garis Singgung

 

y = mx ± r

 

x

2 + y 2 = r 2

(x - a) 2 + (y - b) 2 = r 2

y-b = m (x-a) ± r Ubah ke bentuk persamaan (x - a) 2 + (y - b) 2 = r 2

x

2 + y 2 + Ax + By + C = 0

maka y b = m(xa) ± r

  • 4. Persamaan Garis Singgung Melalui Titik di Luar Lingkaran Beberapa metode atau teknik untuk menyelesaikan masalah ini antara lain menggunakan rumus, menggunakan garis singgung bergradien m.

    • a. Menggunakan Rumus Rumus persamaan garis singgung lingkaran melalui titik A (x 1 , y 1 ) pada lingkaran (x - a) 2 + (y - b) 2 = r 2 adalah y y 1 = m (x x 1 ) adalah dengan : m = (

)(

)

√(

)

(

)

(

)

  • b. Menggunakan Rumus Persamaan Garis Singgung Bergradien m Teknik ini menggunakan kesamaan garis dari dua persamaan, persamaan (1) adalah garis melalui A(x 1 , y 1 ), dan persamaan (2) adalah persamaan garis singgung bergradien m.

Jawab:

Persamaan (1) : y y 1 = m (x-x 1 ) y 1 = m (x 7) y = mx 7m + 1

Persamaan (2) : y mx ± r y mx ± 5

y = mx ± 5

y = mx 7m + 1

5

= 7m + 1

  • 25 (1 + m 2 ) = 49m 2 14m + 1

25 + 25m 2

= 49m 2 14m + 1

24 m 2 14 m 24 = 0

(4m + 3)(3m 4) = 0

m 1 = -

atau m 2 = -

Persamaan garis singgung (1) dengan gradient m 1 adalah y = mx 7m + 1

y

= -

x 7 (

) + 1

4

y = - 3x + 21 + 4

3x + 4y = 25 Persamaan garis singgung (2) dengan gradient m 2 adalah y = mx 7m + 1

y

= -

x 7 (

) + 1

y = - 4x - 28 + 3 4x - 3y = 25

3

  • C. Kedudukan Garis dan Lingkaran

    • 1. Garis Memotong Lingkaran pada Dua Titik yang Berbeda Jika D > 0 maka garis memotong lingkaran pada 2 titik yang berbeda (D = b 2 4ac)

B A
B
A
  • 2. Garis Memotong Lingkaran pada Satu Titik Jika D = 0 maka garis menyinggung pada satu titik (D = b 2 4ac). Garis ini sering disebut garis singgung.

25 (1 + m ) = 49m – 14m + 1 25 + 25m = 49m
  • 3. Garis Tidak Memotong Lingkaran Maupun Menyinggung Lingkaran Jika D < 0 maka garis tidak memotong maupun menyinggung lingkaran (D = b 2 4ac) ..

25 (1 + m ) = 49m – 14m + 1 25 + 25m = 49m

(KR 02 )Matematika SMA / MA XIA Peminatan

6
6

Contoh :

Tentukan posisi garis y = 2x + 3 terhadap lingkaran x 2 + y 2 = 49 !

Jawab :

y = 2x + 3 disubtitusikan pada x 2 + y 2 =

49

x 2 + (2x +3) 2 =

49

x 2 + 4x 2 + 12x + 9 =

49

5x 2 +12x 40 = 0

D = b 2 4ac = 12 2 4(5) (-40) = 944

D > 0 sehingga garis memotong pada dua titik yang berbeda

  • D. Irisan Dua Lingkaran

Jika terdapat dua lingkaran masing-masing lingkaran L, berpusat di P dnegan jari-jari R

dan lingkaran L 2 berpusat di Q dengan jari-jari r di mana R > r maka sifat-sifat dari irisan kedua

lingkaran tersebut sebagai berikut.

1. Dua Lingkaran Bersinggungan a. L 2 L ● ● 1 P Q
1.
Dua Lingkaran Bersinggungan
a.
L
2
L
1
P
Q
L 2 b. L ● ● 1 P Q 2. Dua Lingkaran Berpotongan
L
2
b.
L
1
P
Q
2.
Dua Lingkaran Berpotongan

a.

b.

L 1 L 2 ● ● P Q L L 1 2 ● ● P Q
L
1
L
2
P
Q
L
L
1
2
P
Q

L 2 terletak di dalam L 1 dan PQ = r =

R, dinamakan L 1

dan L 2 bersinggungan di dalam.

L 2 terletak di luar L 1 dan PQ = R + r, dinamakan L 1 dan

L 2 bersinggungan di luar.

L 1 berpotongan dengan L 2 dan r < PQ < R dinamakan L 1

dan L 2 berpotongan di dalam.

L 1 berpotongan

dengan L 2

dan

r

<

PQ

<

R

+

r

dinamakan L 1 dan L 2 berpotongan di luar.

3.

Dua Lingkaran Saling Lepas

L L 1 2 ● ● P Q 4. Dua Lingkaran Saling Lepas
L
L
1
2
P
Q
4.
Dua Lingkaran Saling Lepas
R L 1 r L ● 2 P Q
R
L
1
r
L
2
P Q

L 1 terletak diluar L 2 dan PQ > R + r dinamakan L 1 dan

L 2 saling lepas

L 2 terletak di

dalam L 1 dengan

P

dan

Q berimpit,

sehingga panjang PQ = 0. Dalam hal ini dikatakan L 2

terletak di dalam L 1 dan konsentris (setitik pusat).

L 2 terletak di dalam L 1 dan PQ < r < R. Dalam hal ini dikatakan L 2 terletak di dalam L 1 dan

tidak konsentris

Contoh

Tentukan posisi dua lingkaran L 1 = x 2 + y 2 =

9 dan L 1 = x 2 + y 2 6x 6y + 9 = 0!

Jawab:

L 1 = x 2 + y 2 =

9

L 1 = x 2 + y 2 6x 6y = -9

6x 6y = 18

x + y 3 = 0

y = -x + 3

Subtitusi y = - x + 3 ke x 2 + y 2 -

9 = 0 diperoleh :

  • x 2 + (-x + 3) 2 9 = 0

x 2 + x 2

- 6x + 9 9 = 0

 

2x 2 6x = 0

x

2 3x = 0

Nilai diskriminan persamaan kuadrat x 2 3x = 0 adalah :

D = b 2 4ac

D = (-3) 2 4 (1) (0) = 9 > 0

Karena D > 0, maka L 1 dan L 2 berpotongan di dua titik yang berbeda

Tugas Mandiri
Tugas Mandiri

Kerjakan soal-soal berikut secara mandiri !

  • 1. Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik (24, 7) pada lingkaran x 2 + y 2 = 625 ! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 2. Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x 2 + y 2 = 16 dan mempunyai gradient 3! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 3. Sebuah lingkaran berpusat pada O (0, 0) dan berjari-jari 5. Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran yang sejajar dengan garis y = 2x 3! Jawab : .........................................................................................................................................

Ruang Mandiri
Ruang Mandiri

Diskusikan bersama kelompok belajar Anda !

  • 1. Tentukan kedudukan :

    • a. Garis y = x 5 terhadap lingkaran x 2 + y 2 6x 6y = 0

    • b. Garis y = x + 5 2 terhadap lingkaran x 2 + y 2 = 25

    • c. Garis y = - x 5 terhadap lingkaran x 2 + y 2 4x +2y - 4 = 0

Jawab : .........................................................................................................................................

  • 2. Tentukan hubungan antara lingkaran A swngan persamaan x 2 + y 2 = 16 dan lingkaran B dengan persamaan (x 3) 2 + (y + 5) 2 = 9 ! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 3. Tentukan koordinat titik potong antara lingkaran dengan persamaan (x 4) 2 + (y + 3) 2 = 4 dan (x 2) 2 + (y - 2) 2 = 1. Tentukan jarak kedua titik potong tersebut ! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 4. Tentukan hubungan antara lingkaran A yang berpusat di titik O (0, 0) berjari-jari 4 satuan dan lingkaran B dengan persamaan 2x 2 + 2y 2 12x + 64 = 0 ! Jawab : .........................................................................................................................................

Latihan Soal
Latihan Soal
  • I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling tepat!

II.

  • 1. Persamaan lingkaran dengan pusat (0, 0) dan jari-jari 3 adalah ….

a.

x 2 + y 2 = 2

b.

x 2 + y 2 = 4

c.

x 2 + y 2 = 9

- 15 = 0 adalah

a.

(0, 0) dan 15

b.

(0, 0) dan

c.

(0, - 15) dan 15

d.

(0, 0) dan 5

e.

(0, - 15) dan

a.

2

b.

a.

b.

c.

d.

x 2 + y 2 = 16

e.

x 2 - y 2 = 16

  • 2. Titik pusat dan jari-jari lingkaran x 2 + y

2

  • 3. Jarak antara kedua titik pusat lingkaran dengan persamaan (x 3) 2 + (y 4) 2 = 25 dan x 2 + y 2 6x – 4y + 9 = 0 adalah ….

d.

e.

5

 

c.

3

4.

Hubungan antara lingkaran A dengan

persamaan x 2 + y 2 2x 2y - 14 = 0 dan

lingkaran B dengan persamaan (x 2) 2 +

(y 5) 2 = 1 adalah ….

 

a.

saling lepas

d.

sepusat

b.

bersinggungan

e.

berimpit

c.

beririsan

5. Lingkaran A bersinggungan dengan

 

lingkaran B dititik (1, 2). Lingkaran A

berjari-jari 2 satuan dan berpusat di titik

(1, 0). Jika lingkaran B berjari-jari 3

satuan, koordinat titik pusat lingkaran B

adalah….

 

a.

(1, 3)

d.

(2, 5)

b.

(1, 5)

e.

(-5, 0)

c.

(2, 3)

Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan benar !

  • 1. Tentukan koordinat titik pusat dan jari-jari lingkaran x 2 + y 2 = 49! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 2. Periksalah kedudukan itik A (2, -2) terhadap lingkaran x 2 + y 2 4x + 2y 4 = 0! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 3. Tentukan hubungan lingkaran A dengan persamaan (x 2) 2 + (y 2) 2 = 9 dan lingkaranB dengan persamaan (x + 2) 2 + (y 2) 2 = 36 ! Jawab : .........................................................................................................................................

  • 4. Lingkaran A berpusat di (1, 1) dan jari-jarinya 2 satuan. Lingkaran B berpusat di (5, 4) dan jari-jarinya 3 satuan.

Tunjukkan bahwa kedua lingkaran tersebut saling bersinggungan !

Tentukan titik singgungnya !

Tentukan persamaan garis singgung yang melewati titik singgung tersebut!

Jawab : .........................................................................................................................................

Ulangan Harian

  • I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling tepat!

    • 1. Persamaan lingkaran dengan pusat (0, 0) dan jari-jari 3 adalah ….

a.

x 2 + y 2 = 2

b.

x 2 + y 2 = 4

c.

x 2 + y 2 = 9

- 15 = 0 adalah

a.

(0, 0) dan 15

b.

(0, 0) dan

c.

(0, - 15) dan 15

3 = 0 adalah….

a.

(-6, -4)

b.

(3, 2)

c.

(-3, 2)

a.

40

b.

15

c.

5

a.

x 2 + y 2 = 4

b.

x 2 + y 2 = 16

c.

x 2 + y 2 = 36

a.

b.

c.

d.

e.

d.

x 2 + y 2 = 16

e.

x 2 - y 2 = 16

  • 2. Titik pusat dan jari-jari lingkaran x 2 + y

2

d.

(0, 0) dan 5

e.

(0, -15) dan

  • 3. Koordinat titik pusat x 2 + y 2 - 6x 4y +

d.

e.

(-3, -2)

(3, -2)

  • 4. Panjang jari-jari dari lingkaran 5x 2 + 5y 2 - 40x + 10y - 40 = 0 adalah….

d.

20

e.

10

  • 5. Persamaan lingkaran dengan pusat (0, 0) dan melalui titik (-6, 2) adalah….

d.

x 2 + y 2 = 40

e.

x 2 - y 2 = 60

  • 6. Persamaan lingkaran yang melalui titik (0, 2), (4,0) dan (0, 0) adalah… ..

x 2 + y 2 4x 2y + 5 = 0

x 2 + y 2 4x 2y + 17 = 0

x 2 + y 2 4x 2y = 0

x 2 + y 2 + 4x 2y = 0

x 2 + y 2 + 4x + 2y = 0

  • 7. Persamaan lingkaran yang berpusat di (2, -3) dengan jari-jari 7 adalah … ..

    • a. x 2 + y 2 4x + 6y - 49 = 0

    • b. x 2 + y 2 + 4x - 6y - 49 = 0

    • c. x 2 + y 2 4x + 6y - 36 = 0

    • d. x 2 + y 2 + 4x - 6y - 36 = 0

    • e. x 2 + y 2 2x + 3y - 49 = 0

  • 8. Jarak anatara titik pusat lingkaran x 2 + y

  • 2

    – 4x + 4 = 0 dari sumbu Y adalah …

    • a. 3

    • b. 2

    • c. 1

    d.

    2

    e.

    1

    • 9. Diketahui lingkaran 2x 2 + 2y 2 4x + 3py 30 = 0 melalui titik (-2, 1). Persamaan lingkaran yang sepusat tetapi panjang jari-jarinya dua kali panjang jari-jari lingkaran tadi adalah….

      • a. x 2 + y 2 4x + 12y + 90 = 0

    • b. x 2 + y 2 -

    4x + 12y - 90 = 0

    • c. x 2 + y 2 2x + 6y - 90 = 0

    • d. x 2 + y 2 -

    2x - 6y - 90 = 0

    • e. x 2 + y 2 2x - 6y + 90 = 0

    10. Persamaan garis singgung lingkaran x 2 +

    y 2 = 13 yang melalui titik (3, -2) adalah

    • a. 3x - 2y = 13

    d.

    3x - 2y = - 13

    • b. 2x - 3y = 13

    e.

    2x - 3y = - 13

    • c. 3x + 2y = 13

    • 11. Bila dilihat dari kedudukan garis x + y = 6 terhadap lingkaran x 2 + y 2 = 25, maka pernyataan yang benar adalah …

      • a. garis memotong lingkaran di dua titik

      • b. garis menyinggung lingkaran di satu titik

      • c. garis tidak menyinggung lingkaran

      • d. garis tidak memotong lingkaran

      • e. garis tidak memotong maupun menyinggung lingkaran

  • 12. Kedudukan titik (-7, 10), (5, 12) dan (-1, 13) terhadap lingkaran x 2 - y 2 = 169 berturut-turut adalah…

    • a. dalam, pada, luar

    • b. dalam, dalam, luar

    • c. dalam, luar, pada

    • d. dalam, pada, pada

    • e. dalam, pada, luar

      • 13. Persamaan lingkaran berpusat (-2, 5) dan jari-jarinya 4

  • adalah … ..

    • a. x 2 + y 2 4x + 10y 5 = 0

    • b. x 2 + y 2 4x + 10y 7 = 0

    • c. x 2 + y 2 + 4x - 10y 11 = 0

    • d. x 2 + y 2 + 4x - 10y 21 = 0

    • e. x 2 + y 2 + 4x - 10y 21 = 0

    • 14. Jika titik pusat lingkaran x 2 + y 2 + 2ax +

    10y + 9 = 0 adalah (9, -5), maka jari-jari

    lingkaran itu adalah….

    • a. 3

    d.

    6

    • b. 4

    e.

    7

    • c. 5

    • 15. Persamaan garis singgung lingkaran (x

    1) 2 + (y + 6) 2 = 5 di titik (2, -4)

    adalah….

    • a. 2x - y + 6 = 0

    d.

    x + 2y - 6 = 0

    • b. 2x + y - 6 = 0

    e.

    x + 2y + 6 = 0

    • c. 2x + 2y - 6 = 0

    Ulangan Harian
    Ulangan Harian

    II.

    Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan benar !

    • 1. Tentukan koordinat titik pusat dan jari-jari lingkaran berikut !

    a.

    x 2 + y 2 = 49

    b.

    x 2 + y 2 - 2x - 4y 20 = 0

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 2. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di :

      • a. P (-5, 6) menyinggung sumbu X

      • b. P (5, -3) menyinggung sumbu Y

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 3. Periksalah kedudukan titik-titik berikut terhadap lingkaran x 2 + y 2 - 4x + 2y 4 = 0

    a.

    A (2, -2)

    b.

    B (5, -1)

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 4. Sebuah lingkaran melalui titik-titik (3, 5), (3, -1) dan (-4, -2). Jika garis x 3y + 2 = 0 memotong lingkaran tersebut, tentukan koordinat titik potongnya!

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 5. Tentukan garis singgung lingkaran x 2 - y 2 - 4x + 8x +10 = 0 jika:

      • a. tegak lurus dengan garis x + 2y = 5

      • b. sejajar dengan garis 5x 10y 6 = 0

    Jawab : .........................................................................................................................................

    Nilai Pengayaan

     

    Paraf

    Guru

    Orang Tua

         
    Perbaikan
    Perbaikan

    Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan benar !

    • 1. Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran dari :

      • a. x 2 + y 2 4x + 2y + 1 = 0

    b.

    x 2 + y 2 + 2x - 4y 4 = 0

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 2. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik :

      • a. (3, 4), (-1, -4), dan (5, -2)

    b.

    (5, 0), (0, 5), dan (-1, 0)

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 3. Periksalah kedudukan titik-titik berikut terhadap lingkaran x 2 + y 2 - 4x + 2y 4 = 0

    a.

    A (-2, 5)

    b.

    B (3,

    -4)

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 4. Tentukan persamaan garis singgung yang tegak lurus garis 3x + y + 3 = 0 pada lingkaran x 2 + y 2 - 8x - 4y 20 = 0! Jawab : .........................................................................................................................................

    • 5. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x 2 + y 2 = 41 yang

      • a. melalui titik berabsis 5 pada lingkaran

      • b. sejajar dengan garis L : 3x + 3y = 10

    Jawab : .........................................................................................................................................

    Nilai Pengayaan

     

    Paraf

    Guru

    Orang Tua

         
    Pengayaan
    Pengayaan

    Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan benar !

    • 1. Tentukan koordinat titik pusat dan jari-jari lingkaran berikut !

      • a. (x + 5) 2 + (y - 3) 2 = 1

    b.

    2x 2 + 2y 2 - 20x + 4y + 34 = 0

    Jawab : .........................................................................................................................................

    • 2. Jika garis y = -3x + n menyinggung lingkaran x 2 + y 2 - 2x - 19 = 0, tentukan nilai n dan titik singgungnya! Jawab : .........................................................................................................................................

    • 3. Jika garis g adalah garis singgung melalui titik (3, 4) pada lingkaran x 2 + y 2 = 25, tentukan persamaan garis singgung lingkaran x 2 + y 2 2x + 4y +4 = 0 yang sejajar garis g ! Jawab : .........................................................................................................................................

    • 4. Jika x 2 + y 2 2x + 4y +1 = 0 dan x 2 + y 2 4x - 4y - 17 = 0 adalah persamaan-persamaan lingkaran. Tentukan kedudukan kedua lingkaran ! Jawab : .........................................................................................................................................

    • 5. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran persekutuan luar lingkaran L 1 = (x-5) 2 + (y 6) 2 = 16 dan L 2 = (x-15) 2 + (y 4) 2 = 4 Jawab : .........................................................................................................................................

    Nilai Pengayaan

     

    Paraf

    Guru

    Orang Tua

         
    BAB 4
    BAB
    4

    STATISTIKA

    Kompetensi Inti

    Kompetensi Dasar

    • 5. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

    • 6. Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsive dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

    • 7. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan factual, konseptual, procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humanioral dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab

    fenomena dan kejadian, serta menerapkan

    pengetahuan procedural pada bidang kajian

    yang spesifik sesuia dengan bakat dan

    minatnya untuk memecahkan masalah.

    • 8. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. Materi pelajaran

    BAB 4 STATISTIKA Kompetensi Inti Kompetensi Dasar 5. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 6.
    • 2.1 Melatih diri bersikap konsisten, rasa ingin tahu, bersifat kritis, jujur serta responsive dalam memecahkan masalah matematika, bidang ilmu lain, dan masalah nyata kehidupan.

    • 2.2 Menunjukkan kemampuan berkolaborasi,

    percaya diri, tangguh, kemampuan

    bekerjasama dan bersikap realistis serta

    proaktif dalam memecahkan dan

    menafsirkan penyelasaian masalah.

    • 3.7 Menganalisis penarikan sampel acak dari

    suatu populasi sekumpulan objek atau

    kejadian sehari-hari.

    • 3.8 mengevaluasi penarikan kesimpulan melalui uji hipotesis dengan kreteria tertentu

    • 3.9 Mendeskripsikan konsep variable acak, dan menganalisis untuk merumuskan fungsi distribusi binomial melalui percobaan acak.

    • 4.6 Menyajikan dan menggunakan rumus fungsi distribusi binomial dalam menaksir suatu kejadian yang akan muncul berkaitan dengan percobaan acak.

    • 4.7 Menyajikan proses dan hasil penarikan

    kesimpulan dari uji hipotesis dengan

    argumentasi dan prosedur penarikan

    kesimpulan yang valid.

    • A. Populasi dan Sampel

      • 1. Pengertian Data, Populasi, dan Sampel

    Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti memelurkan data. Datum adalah

    catatan keterangan atau informasi yang di peroleh dari suatu penelitian. Datum dapat

    berbentuk bilangan, lambing, sifat, atau keadaan dari objek yang sedang di teliti. Sedangkan

    datum-datum yang telah terkumpul diseb data.

    Jenis-jenis data dapat di kelompokkan sebagai berikut.

    • a. Menurut sifatnya, data dibagi menjadi dua yaitu:

    1)

    Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan.

    2)

    Data kualitatif adalah data yang bukan berbentuk angka tetapi berupa ciri, sifat, atau

    gambaran dari kualitas objek. Data seperti ini disebut atribut. Sebagai cotoh, data

    mengenai kualitas pelayanan, yaitu baik, sedang, dan kurang.

    • b. Menurut penyaiannya, data dibagi dua yaitu:

    1)

    Data tunggal yaitu data yg disajikan satu persatu.

    2)

    Data kelompok yaitu data yang disajikan berdasarkan interval tertentu (dikelompok-

    kelompokkan).

    • c. Data pengukuran dibagi menjadi dua yaitu:

    1)

    Data doskrit (data cacahan) adalah data yang di peroleh dengan cara membilang.

    Misalnya data tentang banyak anak dalam keluarga.

    2)

    Data kontinu (data ukuran) adakah data yang di peroleh dengan cara mengukur.

    Misalnya data tentang ukuran tinggi siswa.

    • d. Menurut sumbernya, data dibagi menjadi dua yaitu:

    1)

    Data internal adalah data yang diperoleh dari isntansinya sendiri.

    2)

    Data eksternal adalah data yang di peroleh dari luar instansinya

    • e. Menurut cara memperolehnya, data dibagi menjadi dua yaitu:

    1) Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung dari ojeknya kemudian diolah

    sendiri.

    2) Data sekunder adalah data yang diperoleh dari data yang sudah di kelola pihak lain

    yang sudah di publikasikan.

    Misalnya, seorang peneliti ingin meneliti rata-rata hasil panen padi di desa-desa do

    Kabupaten Kanganyar. Kemudian ia kumpulkan data tentang rata-rata hasil panen padi di

    seluruh desa-desa yang ada di Kabupaten Karanganyar. Data rata-rata panen padi di seluruh

    desa-desa di Kabupaten Karanganyar di sebut populasi.

    Namun, karena ada beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan biaya maka data

    rata-rata hasil panen padi di seluruh desa-desa di Kabupaten Karanganyar akan sulit didapat.

    Untuk mengatasi hal tersubut, dilakukan pengambilan rata-rata panen padi dari beberapa desa

    di Kabupaten Karanganyar yang dapat mewakili keseluruhan panen padi di desa-desa di

    Kabupaten Karanganyar. Data tersebut dinamakan data dengan nilai perkiraan, sedangkan

    beberapa desa di Kabupaten Karanganyar yang dijadikan objek penelitian di sebut sampel.

    Agar diperoleh hasil yang berlaku secara umum, maka dalam pengambilan sampel diusahakan

    agar sampeldapat mewakili populasi.

    Jadi, populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti, sedangkan sebagian dari

    populasi yang benar-benar diamati disebut sampel.

    • 2. Jenis-jenis Populasi

      • a. Jenis-jenis Populasi Berdasarkan Jumlahnya

    1) Populasi terbatas, yaitu populasi yang mempunyai sumber datanya jelas batasnya

    secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya.

    2) Populasi tak terbatas, yaitu sumber datanya tak dapat ditentukan batas-batasnya

    sehingga relative tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah.

    • b. Jenis-jenis Populasi Berdasarkan Sifatnya

    1) Populasi homogeny adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan

    yang sama sehingga tidak perlu mempermasalahkan jumlah secara kuantitatif.

    2) Populasi heterogen adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan

    yang berbeda ( bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya, baik secara

    kuantitatif maupun secara kualitatif.

    Dalam melaksanakan penelitian, walaupun tersedia populasi yang terbatas dan

    homogen, ada kalanya peneliti tidak melakukan pengumpulan data secara populasi.

    Tetapi mengambil sebagian dari populasi yang dianggap mewakili populasi

    (representative). Hal ini berdasarkan pertimbangkan yang logis, seperti kepraktisan,

    keterbatasan biaya, waktu, tenaga,, dan adanya percobaan yang sifatnya merusak

     

    (destruktif).

    3.

    Teknik Sampling

    • a. Pengertian Sampel

    Sampel adalah sejumlah subjek/objek yang terpilih untuk mewakili populasi.

    Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil

    pilihannya lebih bisa dipercaya, seorang peneliti harus melakukan sensus. Akan

    tetapi, karena sesuatu hal, peneliti mungkin tidak bisa meneliti keseluruhan elemen

    tadi. Maka yang dilakukan peneliti adalah mengambil sebagian dari keseluruhan

    elemen atau unsur tadi. Pengambilan data dari sebagian populasi (sampel) tersebut

    dinamakan teknik sampling/survey sampling.

    Teknik sampling merupakan salah satu metode memperoleh data yang

    mengutamakan kesederhanaan dalam memperoleh data dengan kendala tertentu yang

    dihadapi oleh seorang peneliti atau lembaga. Teknik sampling secara khusus dapat

    diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel

    secara benar dari suatu populasi sehingga sampel tersebut dapat mewakili populasi.

    Dalam teknik sampling, kita hanya mengambil sebagian kecil dari unit-unit

    di dalam populasi diteliti. Selanjutnya dari penelitian sampel tersbut kita gunakan

    untuk menduga(estimasi) nilai karakteristik populasi yang diteliti. Akibatnya hanya

    sebagian unit dalam populasi yang diteliti, maka jelas bahwa penarikan sampel akan

    lebih hemat tenaga, waktu dan biaya dibandingkan dengan sensus.

    Beberapa hal yang menyebabkan penarikan sampel dilakukan di dalam

    peneliti (proses mengumpul data) sebagai berikut.

    1)

    Populasi tidak terbatas atau sangat besar.

    2)

    Terbatasnya biaya, tenaga, dan waktu.

    3)

    Penelitian bersifat destruktif (merusak).

    4)

    Pengaturan manajemen pengumpulan data lebih terkendali.

    • b. Cara Pengambilan Sampel. Metode pengambilan sampel dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Probability sampling (penarikan sampel acak) atau random sampling, dimana

    setiap unsur yang ada di dalam populasi diberi kesempatan atau peluang yang

    sama untuk bisa diambil sebagai sampel.

    2) Non-probability sampling (penarikan sampel tidak acak) atau nonrandom

    sampling, dimana setiap unsur yang ada didalam populasi tidak diberi

    kesempatan atau peluang yang sama untuk bisa diambil sebagai sampel.

    • c. Jenis-jenis Random Sampling

    Probability sampling atau random sampling akan tetap dilakukan juka

    peneliti ingin melakukan generalisasi atas hasil penelitiannya. Teknik penarikan

    sampel jenis ini membutuhkan kerangka sampel (sampling frame). Kerangka sampel

    bisa diibaratkan daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil

    sebagai sampel. Jika populasinya mahasiswa Universita Negeri Surakarta (UNS),

    maka kerangka sampelnya ialah daftar yang berisikan nama-nama mahasiswa di UNS

    beserta biodata lengkap. Kerangka sampel ini nantinya akan dipakai sebagai dasar

    penarikan sampel.

    Selain kerangka sampel, ada lagi yang di butuhkan, yaitu Tabel Angka

    Random. Table ini digunakan untuk menjamin bahwa sampel yang terpilih nantinya

    bener-benar acak. Tabel ini berguna jika sampel yang akan dipilih berjumlah besar

    (sekitar ratusan). Kalau sampelnya sedikit, bisa digunakan cara undian, kalkulator,

    computer atau cara lain yang acak.

    Macam-macam penarikan sampel acak.

    1)

    Simple random sampling (penarikan sampel acak sederhana)

    2)

    Stratified random sampling (penarikan sampel acak bertigkat)

    3)

    Systematic sampling (penarikan sampel sistematis)

    4)

    Cluster sampling (penarikan sampel bergugus)

    5)

    Area sampling (penarikan sampel wilayah)

    • 4. Cara Mengambil Sampel Acak

    Pengambilan sampel acak atau random sampling dapat dilakukan dengan cara

    ordinal, undian, atau mengguakan table bilangan random (table bilangan acak).

    Contoh.

    Suatu peneliti bertujuan menyelidiki produksi sapi ras Selandia yang dipelihara di

    Kecamatan Cangkring Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Karena sapi-sapi yang ada

    dikecamatan tersebut didatangkan pada satu periode impor, kemudian dengan cara yang

    relative sama oleh para petani baik umur ataupun kondisinya dianggap homogeny. Oleh

    karena itu, jika di kecamatan tersebut terdapat 1.000 ekor sapi betina yang sedang aktif

    memproduksi susu. Dengan perhitunga statistika untuk taraf signifikansi presisi/ketepatan

    ± 5% harus diambil 286 ekor maka 1.000 ekor sapi tersebut diundi untuk diambil 286

    ekor sebagai sampel.

    Untuk mengambil 286 ekor dari 1000 ekor sapi betina tersebut dilakukan

    pengundian. Untuk melakukan pengundian digunakan table bilangan acak/random.

    Pengundian menggunakan table acak/random dilakukan dengan cara sebagai berikut.

    • a. Buat nomor urut dari 1000 ekor sapi tersebut.

    • b. Tentukan secara sembarang suatu bilangan pada table random, missal dengan mata tertutup menjatuhkan ujung pensi pada table random. Misalnya, tertunjuk bila baris ketiga belas kolom kesembilan, yaitu angka 6, dan dari angka 6 pada deretan tersebut tertera angka 60 06 17 36 37 75 63 14 49 51 23 35 01 74 69 93. Karena 1000 terdiri dari angka 4 maka kita ambil masing-masing 4 angka dari deretan angka tersebut, kemudian dikurangi 1000. Hasil yang diperoleh menunjukkan nomor sampel yang terundi. Dari 4 angka pertama 6006 juka dikurangi 1000 secara berturut-turut diperoleh harga 0006, jadi sampel pertama dari 286 ekor sapi tersebut adalah sapi bernomor 0006. Sampel kedua adalah sapi bernomor 0736 karena pada deret tersebut angka 1736 jika dikurangi 1000 tersisa 0736. Demikian seterusnya nomor-nomor sampel diundi dengan memanfaatkan deret dan kolom angka pada table random. Pengundian dihentikan setelah sampel yang diperlukan terpenuhi jumlahnya, yakni sebanyak 286 ekor sapi.

    Tugas Mandiri

    Kerjakan soal-soal berikut ini dengan jelas dan benar!

    • 1. Umar akan melakukan penelitian tentang jarak tempuh siswa SMA di Kota Garut dari rumah ke sekolah.

    Tentukan sampelnya! Apakah sampelnya sudah memenuhi criteria sampel yang baik? Jelaskan !

    • 2. Tiga angka terakhir dari nomor induk siswa kelas X adalah dari 001 sampai 196. Dela akan memanggil secara acak 10 siswa kelas X menggunakan table secara acak. Bantulah Dela melakukannya!

    Latihan Soal

    • I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling tepat!

      • 1. Jenis data menurut sifatnya adalah ….

        • a. Data kuantitatif dan data primer

        • b. Data sekunder dan data primer

        • c. Data kuantitatif dan data kualitatif

        • d. Data cross-section dan data time series

  • 2. Sampel dikatakan sampel random bila….

    • c. Agar rando

    • 4. Pernyataan yang salah untuk probability sampling adalah ….

      • a. Pengambilan sampel memerhatikan kaidah peluang

      • b. Bias dari sampling dapat ditentukan

      • c. Sampling eror tidak dapat ditentukan

    • a. Setiap unsur dalam populasi memiliki

    • d. Setiap anggota sampel sudah

    kesempatan yang sama

    ditentukan nilai peluang untuk dapat

    • b. Setiap unsur memiliki peluang

      • 1 terpilih

    n

    C

    n

    e.

    Semua salah

    • c. Sampel yang dipilih dengan prosedur random

    • d. Populasi dari sampel homogeny

    • e. Semua jawaban di atas benar semua

    • 3. Manfaat penarikan sampel adalah …

      • a. Efesiensi biaya d. lebih akurat

      • b. Hemat waktu e. a dan b benar

        • 5. Pengambilan sampel tanpa memerhatikan kaidah peluang tersebut ….

          • a. Probability sampling

          • b. Non probability sampling

          • c. Stratified random sampling

          • d. Simple random sampling

          • e. Systematic sampling

    II. Kerjakan soal-soal berikut ini dengan jelas dan benar!

    • 1. Jelaskan perbedaan antara sensus dan sampling! Jawab ................................................................................................................................................

    2.

    Sebut dan jelaskan metode pengambilan sampel!

    Jawab ................................................................................................................................................

    • 3. Bagaimana cara mengambil sampel acak sederhana! Jawab ................................................................................................................................................

    • 4. Setiawan adalah seorang siswa SMA Persada. SMA Persada terdiri dari 27 kelas yang terbagi masing-masing 9 kelas, untuk kelas X, dan kelas XII. Setiawan berniat untuk melakukan survei untuk mengetahui jenis jajanan yang disukai siswa di sekolahnya. Setiawan memilih sexara acak, 10 siswa kelas X, 12 siswa kelas XI, dan 5 siswa kelas XII kemudian mewawancarainya. Tentukan populasi dan sampelnya! Jawab ................................................................................................................................................

    • 5. Seorang petani ingin mengetahui kadar air pada gabah hasil panen yang telah dijemur. Kemudian disimpan dalam karung. Untuk itu ia mengambil tiga cangkir kecil dari tempat- tempat berbeda dalam karung, kemudian memerikasa kadar airnya. Tentukan populasi dari sampelnya! Jawab ................................................................................................................................................

    • B. Variabel Acak dan Distribusi Binomial

      • 1. Variable Acak

    Untuk menggambarkan hasil-hasil percobaan debagai nilai-nilai numeric secara

    sederhana, kita menggunakan variable acak. Jadi, variable acak dapat didefinisikan sebagai

    deskripsi numeric dari hasil percobaan. Variable acak biasanya menghubungkan nilai-nilai

    numeric dengan setiap kemungkinan hasil percobaan. Karena nila-nilai numeric tersebut

    dapat bersifat diskrit (hasil perhitungan) dan bersifat kontinu ( hasil pengukuran) maka

    variable acak dapat dikelompokkan menjadi variable acak diskrit dan variable acak kontinu.

    Variable acak diskrit adalah variable acak yang tida mengambil seluruh nilai yang ada

    dalam sebuah interval atau variable yang hanya memiliki nilai tertentu. Nilainya merupakan

    bilangan bulat dan asil, tidak berbentuk pecaha.

    Contoh.

    • a. Jumlah siswa kelas XI SMA Persada.

    • b. Jumlah keluarga yang memiliki tiga anak.

    • c. Jumlah mobil yang terjual dalam sebulan.

    Variable acak kontinu adalah variable acak yang mengambil seluruh nilai yang ada

    dalam sebuah interval atau variable yang dapat memiliki nila-nilai pada suatu interval

    tertentu. Nilainya dapat merupakan bilangan bulat maupun pecahan.

    Contoh.

    • a. Jumlah minyak yang di pomba setiap jam dari sebuah sumur minyak.

    • b. Ketinggalan permukaan air di sebuah waduk.

    2.

    Distribusi Probability

    Distribusi probability adalah sebuah daftar berisi seluruh hasil dari suatu percobaan

    dan probabilitas yang berkaitan dengan setiap hasil tersebut. Nilai probabilitas dari suatu hasil

    harus berada diantara 0 dan 1 ( 0 < P < 1 ). Jumlah dari seluruh probabilitas hasil harus sama

    dengan 1.

    Distribusi probabilitas dibedakan menjadi dua, yaitu distribusi probabilitas diskrit dan

    distribusi probabilitas kontinu.

    • a. Distribusi Probabilitas Diskrit

    Misalkan X adalah variable acak diskrit dari nilai-nilai

    seluruh

    hasil

    P , P P , P P ,

    1

    2

    2

    3

    ....

    ,

    P

    3

    P

    k

    probabilitas

    ....

    P

    k

    untuk

    X

    1

    , X P 1. , P , P ,

    1

    2

    3

    2

    ....

    ,

    P k
    P
    k

    untuk

    X

    1

    X

    , X , X

    1

    2

    , X , X

    2

    3

    ,

    ....

    ,

    X

    k

    Dan P

    3

    ,

    ....

    ,

    X

    k

    yang

    adalah

    memenuhi

    masing

    1

    Fungsi P (X) yang mempunyai nilai masing-

    , X

    3

    ,

    ....

    ,

    X

    k

    disebut fungsi probilitas dari X.

    Contoh:

    Dua buah dadu dilambungkan. Misalkan X menyatan jumlah mata dadu yang muncul.

    1)

    2)

    Tulislah distribusi probabilitas untuk X!

    Jika dilakukan 1.800 kali lambung, beberapa kali harapan muncul jumlah mata dadu

    5!

    Jawab:

    1)

    Distribusi probabilitas untuk X dituliskan sebagai table berikut.

     

    X

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    P(X)

     

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    5

    4

    3

    2

    1

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    36

    2)

    1.800 x =200

     

    Jadi, jika dilakukan 1.800 kali lambungan, kita mengharapkan terjadi 200 kali muncul

    jumlah mata dadu 5

    • b. Distribusi Probabilitas Kontinu

    Jika pada definisi probabilitas diskrit nilai x diperluas menjadi suatu himpunan

    nilai-nilai kontinu maka ditribusi probabilitasnya berkembang menjadi distribusi

    probabilitas kontinu.

    Grafik ditribusi probabilitas kontinu sebagai berikut.

    P(x) a b c
    P(x)
    a
    b
    c

    Pada gambar di atas luas seluruh daerah di dalam kurva adalah 1, sedangkan luas daerah

    di dalam kurva yang terletak diantara x = a dan x = b, yaitu daerah yang diraster

    dinyatakan dengan P(a < x < b).

    Contoh:

    Variabel acak kontinu X yang mempunyai nilai antara 0 dan 4 memiliki fungsi distribusi

    probabilitas.

    P(X )

    Jawab:

    Grafik fungsi

    P(X )

    1

    2

    1

    2

    1

    8

    x .

    1

    8

    x .

    P(x) a b c Pada gambar di atas luas seluruh daerah di dalam kurva adalah 1,
    P(X) 1 3 4 0 1 2 3 4
    P(X)
    1
    3
    4
    0
    1
    2
    3
    4

    Tentukan nilai P(1 < X < 2)

    diperlihatkan seperti gambar di samping

    Probabilitas yang diminta adalah luar antara X = 1 dan X= 2, diperlihatkan dengan raster.

    Maka

    P(1)

    1

    2

    1

    8

    (1)

    3

    8

    ,

    P

    (2)

    1

    2

    • 8 1 (2)

    2

    8

    L

    • 1 X

    (

    • 2 2

    X

    1

    )(

    P

    (

    X

    1

    )

    P

    (

    X

    2

    ))

    1

    • 2 (2

    1)

       8 3

    • 8 2    

    5

    16

    Jadi, nilai P (1 < X < 2) =

    5

    16

    • 3. Distribusi Binomial

    Ditribusi binomial disebut pula ditribusi bernouli ditemukan oleh James Bernouli,

    adalah suatu distribusi teoritas yang menggunakan variable random diskrit variable yang

    hanya memiliki nilai tertentu, nilainya merupakan bilangan bulat dan asli tidak berbentuk

    pecahan yang terdiri dari dua kejadian yang berkomplementer seperti sukese-gagal, baik-

    cacat, siang-malam, dan sebagainya.

    Suatu percobaan statistik disebut percobaan binomial, jika percobaan statistik tersebut

    mempunyai ciri-ciri:

    • a. Percobaan diulang sebanyak n kali.

    b. sukses). c. P X P(S S S … S G G G … G) =
    b.
    sukses).
    c.
    P
    X
    P(S S S … S G G G … G) =
     n 
     p
    x
    (1
    p
    )
    n
    x
     x 
    P(X = x) =
    berbentuk:
     n 
    P
    (
    x
    ) 
    P
    (
    X
     ) 
    x
     p
    x
    (1 
    p
     x 
     n 
      C
    x
     x 
    n
    n dengan
    bernouli.
    Contoh:
    a.
    Jawab:
     5  1   1 
    2
    5
    2
     
    P(2 dan 5) =
     2  2   2 
    b.

    (1

    Setiap kejadian dinedakan menajdi dua yaitu kejadian sukses dan kejadian gagl ( tidak

    Semua hasil yang muncul saling bebas satu sama lain. Artinya hasil pengulangan pertama

    tidak memengaruhi hasil pengulangan kedua, hasil pengulangan kedua titik memengaruhi

    hasil pengulangan ketiga dan seterusnya.

    Peluang sukses dari suatu percobaan yang ditanyakan dengan P(S) sebesar p,

    sedangkan peluang gagl dinyatakan dengan P(G) sebesar q = 1 p. Jika percobaan itu diulang

    sampai n kali secara bebas, maka dari n kali pengulangan itu kejadian S terjadi sebanyak x,

    maka sisanya (n x) kali kejadian adalah G.

    Karena setiap pengulangan bersifat bebas, maka P(S) = p dan P (G) = 1 q memiliki

    nilai tetap untuk setiap pengulangan percobaan sehingga besar peluang dari kejadian sukses

    dan gagal dari percobaan di atas dirumuskan sebagai berikut.

    p

    )

    n

    x

    Karena banyaknya susunan keseluruhan peristiwa sukses (S) terjadi dalam cara, maka peluang

    bahwa kejadian S terjadi dalam x kali adalah

    Dari uraian di atas maka fungsi distribusi binomial didefinisikan sebagai berikut.

    Variabel acak X dikatakan berdistribusi binomial jika dan hanya jika fungsi peluangnya

    )

    n

    x

    B

    Atau

    (

    ;

    x n

    ;

    p

    )

    n

     

    p

    x

    • x (1

    p

    )

    n

    x

    ;

    untuk x = 0, 1, 2

    untuk n = 1 fungsi disebut sebagai fungsi distribusi probabilitas

    1

    ,

    2

    q

    2

    2

    1

     

    ,

    2

    5!

    Hitunglah peluang peristiwa binomial untuk

    p

    r

    2,

    dan n = 5

    5!

    1   1

    2

    1 1

     

    5

    16

     

    2!(5

    2)! 2

    2!3! 4

    8

    Berapakah peluang mendapatkan tepat empat bilangan 3 bila sebuah dadu dilemparkan

    sebanyak 6 kali!

    Jawab:

    Peluang keberhasilan pengulangan bebas ini adalah

    p

    • 1 1

    q

    1

    q  

    1

    5

    • 6 ,

    1

    6

    6

    4

    6 1   5

    2

    6!

    • 5 2

    25

    B

    (4;6,

    • 6 )

     

    4 6   6

     

    2!4!

    x

    • 6 6

    15

    x

    46.656

    0,008

    Jadi, peluang mendapatkan tepat 4 bilangan tiga adalah 0,008.

    • 4. Distribusi Normal Distribusi normal adalah salah satu distribusi teoritas dari variable random kontinu. Ditribusi normal sering disebut distribusi Gauss.

      • a. Bentuk Distribusi Normal Bentuk umum ditribusi normal sebagai berikut.

    1 ( x   ) 2 f ( x )  e 2  2
    1
    (
    x 
    )
    2
    f
    (
    x
    ) 
    e
    2
    2
    2
    Di mana
    -
     = 3,1416
    -  = rata-rata
    • - e= 2,7183

    - = simpangan baku

    3ơ µ-2ơ µ-1ơ µ µ+1ơ µ+2ơ µ+3ơ
    3ơ µ-2ơ µ-1ơ µ µ+1ơ µ+2ơ µ+3ơ

    Persamaan di atas bila dihitung dan diplot pada garifik akan terlihat seperti pada gambar.

    Sifat-sifat penting distribusi normal sebagai berikut.

    1)

    Grafiknya selalu berada di atas sumbu X.

    2)

    Bentuknya simetris pada x =µ.

    3)

    Mempunyai satu buah modus, yaitu pada x= µ

    4)

    Luas grafiknya sama dengan satu unit persegi, dengan rincian:

    • a. Kira-kira 68% luasnya berada di antara daerah dan

    • b. Kira-kira 95% luasnya berada di antara daerah 2 dan 2

    • c. Kira-kira 99% luasnya erada di antara daerah

    3 dan 3

    Membuat kurva normal umum bukanlah suatu pekerjaan dan mudah. Untuk

    mencari fungsi densitasnya (nilai pada sumbu Y) begitu rumit. Oleh karena itu, orang

    tidak banyak menggunakannya.

    Oleh lebih banyak menggunakan distribusi normal baku. Kirva distribusi normal

    baku diperoleh dari distribusi normal umum dengan cara tranformasi nilai x menjadi nilai

    z, dengan formula sebagai berikut.

    Z

    • x

    Kurva distribusi normal baku disajikan pada gambar disamping

    Kurva distribusi normal baku sederhana disbanding

    kurva normal umum. Pada kurva distribusi normal baku, nilai

    -3 -2 -1 0 1 2 3 Kurva distribusi normal baku
    -3
    -2
    -1
    0
    1
    2
    3
    Kurva distribusi normal baku

    = 0 dan nilai , sehingga terlihat lebih menyengkan. Namun, sifat-sifatnya persis

    sama dengan sifat-sifat distribusi normal umum.

    Untuk keperluan praktis, para ahli statistika telah menyusun table distribusi

    normal baku dan table tersebut dapat ditemukan hampir di semua buku statistika. Table

    distribusi normal baku disebut juga dengan table Z dan dapat digunakan untuk mencari

    peluang di bawah kurva normal secara umum, apabila nilai dan diketahui. Sebagao

    catatan nilai dan dapat diganti masing-masing dengan nilai dan S.

    Contoh:

    Rata-rata produktivitas padi di Aceh tahun 2009 adakah 6 ton per ha, degan simpangann

    baku (s) 0,9 ton. Jika luas sawah di Aceh 100.000 ha dan ptoduktivitas padi berdistribusi

    normal (data tentative),

    Jawab.

    Hitung nilai z dari nilai x = 8 ton dengan rumusan berikut.

     

    x

    x

    8

    6

    2

    2,22

    z

    s

    0,9

     

    0,9

    Hitunglah luas di bawah kurva normal pada z = 2,22. Caranya

    buka Tabel Z dan lihat sel pada perpotongan baris 2,20 dan

    kolom 0,02. Hasilnya adalah angka 0,98679 dan bila dijadikan

    persen menjadi 98,679%. Angka ini menunjukan bahwa luas di

    bawah kurva normal baku dari titik 2.22 ke kiri kurva adalah

    sebesar 98,679%. Karena luas seluruh di bawah kurva normal

    -3 -2 -1 0 1 2 3 2,22
    -3
    -2
    -1
    0
    1
    2
    3
    2,22

    adalah 100%, maka luas dari titik 2,22 ke kanan kurva adalah

    100%-98,679% = 1,321% (arsir warna hitam pada gambar).

    Oleh karena itu, luas sawah yang produktivitasnya lenih dari 8

    ton adalah 1,321, yaitu

    1.321

    100 1,321

    x 100.000

    ha

    Latihan Soal 2

    • I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling tepat!

    1.

    Berikut ini yang merupakan variable

    acak diskrit adalah …

    • a. berat buah semangka yang dibeli ibu dari pasar

    • b. panjang jalan yang dilalui Andi dari rumah sampai sekolah

    • c. waktu yang dibutuhkan Andi untuk berangkat sekolah dari rumah

    • d. jumlah kecelakaan per minggu

    • e. jumlah minyak yang di pompa setiap jam dari sebuah sumur minyak

    2.

    Mawar adalah seorang pragawati yang

    akan diseleksi dengan tinggi badan 173

    cm. standar tinggi badan rata-rata

    pragawati adalah 171,8 dan standar

    deveasinya adalah 12. Standar

    normalnya (Z) adalah….

    • a. 0,1

    d. 1

    • b. 0,2

    e. 2

    • c. 0,3

    • 3. Akhir semester 2012, jumlah mahasiswa Kampus Jaya sebanyak 752 orang. Yang mendapat beasiswa dari kampus tersebut ada 650 orang. Peluang yang mendapat beasiswa adalah 90%, standar normalnya

    (Z) adalah …

     

    a.

    -4,246

    d. 3,258

    b.

    -3,258

    e. 4,246

    c.

    0,258

    • 4. PT Sari Buah setiap hari mengirimkan

    buah-buahan

     

    segar

    ke

    sebuah

    supermarket

    di

    kota

    Solo.

    Dengan

    jaminan kualitas buah yang segar, 80%

    buah

    yang

    dikirim lolos

    seleksi

    oleh

    swalayan

    tersebut.

    PT

    Sari

    Buah

    mengirim 10 buah semangka diterima

    swalayan tersebut adalah …

    • a. 0,021475

    d. 0,8435

    • b. 0,12475

    e. 1

    • c. 0,2147

    • 5. Jika 10% dari baut-baut yang di produksi oleh suatu mesin mengalami cacat. Jika diambil 10 baut secara acak maka probabilitas tidak satupun cacat adalah

    • a. 0,1

    d. 0,6518

    • b. 0,3487

    e. 0,9

    • c. 0,58114

    II. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!

    • 1. Berapakah peluang mendapatkan tepat lima bilangan 4 bila sebuah dadu dilemparkan sebanyak 7 kali! Jawab .............................................................................................................................................

    • 2. Dalam pelemparan tiga buah uang logam sekaligus, berapakah peluang muncul dua angka (A)! Jawab .............................................................................................................................................

    • 3. Misalkan kita melemparkan sebuah dadu sebanyak 8 kali. Berapakah peluang bahwa munculnya mata dadu 5 paling sedikit 6 kali! Jawab .............................................................................................................................................

    4.

    Sebuah dadu dilambungkan sebanyak lima kali. Tentukan probabilitas muncul mata dadu 4

    sebanyak dua kali!

    Jawab .............................................................................................................................................

    • 5. Diketahui rata-rata hasil ujian adalah 74 dengan simpangan baku 7. Nilai-nilai peserta ujian berdistribusi normal. Jika 12% peserta nilai tertinggi mendapat nilai A, berapa batas nilai A yang terendah? Jawab .............................................................................................................................................

    • C. Pengujian Hipotesis

      • 1. Hipotesis Statistik

    Apabila peneliti telah mendalami permasalahan dengan saksama serta menetapkan

    anggapan dasar, kemudian membuat suatu teori sementara, yang kebenarannya masih perlu

    diuji. Inilah yang dimaksud dengan hopotesis.

    Dalam statistika, hipotetsis statistika adalah suatu pernyataan atau dugaan mengai

    satu atau lebih variabel populasi.

    • 2. Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif Hipotesis digolongkan menjadi dua, yaitu hipotesis nol dan hipotesis alternative.

      • a. Hipotesis Nol Dalam banyak kasus kadang-kadang seorang peneliti merumuskan suatu hipotesis dengan tujuan hanya untuk menolaknya. Contoh: Pada zaman dulu pemesanan tiket karete api harus dilakukan di stasiun pemberangkatan dengan dilayani secara manual. Seiring kemajuan teknologi komunikasi, kini pemesanan tiket kereta api dapat dilakukan di stasiun mana saja, bahkan bisa di tempat waralaba. Pelayanannya pun dilakukan secara online.

    Seorang pejabat perkeretaapian ingin membuktukan pendapatnya bahwa rata-rata waktu

    pelayanan pemesanan tiket kereta api secara online lebih cepat dibandingkan dengan

    secara manual.

    Untuk membuktikan pendapatnya, pejabat tersebut membuat hipotesis awal sebagai

    berikut.

    Hipotesis nol: rata-rata waktu pelayanan pemesanan kereta api secara online sama saja

    jika dibandingkan secara manual

    Pejabat perkeretaapian tersebut akan mengambil conyoh dan berharap hopotesis nol

    tersebut ditolak sehingga pendapatnya dapat diterima.

    Dari contoh diatas maka kita dapat mendefinisikan hipotesis nol sebagai berikut.

    Hipotesis nol adalah hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolakk, yang

    dilambangkan dengan H 0

    • b. Hipotesis Alternatif

    Perhatikan kembali masalah pemesanan tiket kereta api di atas. Pejabat

    perkeretaapian sudah membuat hipotesis nol dan berharap hipotesis tersebut di tolak.

    Maka penolakan hipotesis nol membuatnya harus merumuskan hipotesis alternative,

    sebagai berikut.

    Hipotesis nol: rata-rata waktu pelayanan pemesanan kereta api secara online sama saja

    jika dibandingkan secara manual

    Hipotesis alternatif: rata-rata waktu pelayanan pemesanan kereta api secara online tidak

    sama dengan pelayanan secara manual

    Atau

    Hipotesis nol : rata-rata waktu pelayanan pemesanan kereta api secara online sama saja

    jika dibandingkan secara manual

    Hipotesis alternative : rata-rata waktu pelayanan pemesana kereta api secara online lebih

    cepat jika dibandingkan dengan pelayanan secara manual.

    • c. Uji Hipotesisi

    Uji hipotesis adalah prosedur-prosedur yang memungkinkan kita untuk

    menentukan apakah menerima atau menolak hipotesis atau menentukan apakah sampel-

    sampel yang diambil berbeda secara nyata dari hasil-hasil yang diharapkan.

    Apabila seorang peneliti telah mendalami permasalahan dengan saksama serta

    menetapkan hipotesis awal, maka selanjutnya peneliti akan mengumpulkan data-data

    yang paling berkaitan dan berguna untuk menguji hipotesis tersebut. Berdasarkan data

    yang terkumpul, peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat diterima

    atau mungkin juga di tolak.

    • d. Kesalahan Jenis I dan Kesalahan Jenis II

    1)

    Kesalahan jenis I adalah karena H 0 ditolak padahal kenyataannya benar. Artinya, kita

    menolak hipotesis tersebut (H 0 ) yang seharusnya diterima.

    2)

    Kesalahan jenis II adalah kesalahan karena H 0 diterima padahal kenyataannya salah.

    Artinya, kita menerima hipotesis ( H 0 ) yang seharusnya ditolak.

    Tabel 1. Dua Jenis Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis

     

    Keadaan Sebenernya

    Kesimpulan

    Hipotesis benar

    Hipotesis salah

    Terima Hipotesis

    Benar

    Salah ( kesalahan jenis II)

    Tolak Hipotesis

    Salah ( kesalahan jenis II)

    benar

    Agar ujian hipotesis atau peraturan pengambilan keputusan dapat dilakukan

    dengan benar, uji atau peraturan tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga

    kesalahan pengambilan menjadi seminimal mungkin.

    • 3. Uji yang Meliputi Distribusi Normal

    Uji yang meliputi distribusi normal adalah uji-Z, adalah salah satu jenis uji statistic

    yang uji hipotesisnya didekati dengan menggunakan distribusi normal. Uji-Z lebih tepat

    digunakan untuk menguji data dengan ukuran sampel besar, yaitu sebnayk 30 atau lebih. Hal

    ini karena dara dengan ukuran sampel besar akan berdistribusi normal. Selain itu, uji-Z juga

    digunakan untuk menganalisis data dengan varian populasi diketahui.

    Jadi, criteria penggunaan uji-Z adalah.

    • a. Data berditribusi normal

    • b. Variansi (σ) 2 diketahui

    • c. Ukuran sampel besar, yaitu n

    • d. Digunakan hanya untuk membandingkan dua buah observasi

    Rumus uji-Z sebagai berikut.

     Z h x  0 n 
    Z h
    x  0
    n

    Keterangan: z = nilai z hitung

    σ= simpangan baku populasi

    • 4. Taraf Nyata dan Daerah Kritis

    0

    = titik tengah sampel

    n = banyak sampel

    Taraf nyata (α) adalah besarnya toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis

    terhadapat nilai parameter populasinya. Taraf nyata dalam bentuk % umumnya sebesar 1%

    dan 10% ditulis

    0,01

    ,

    0,05

    ,

    0,1

    ,

    Jika kita menggunakan nilai

    0,05

    berarti tingkat kepercayaan (Confident Interval) dari

    keputusan yang diambil H 0 benar sebesar 95%.

    Besarnya kesalahan disebut sebagai daerah kritis pengujian ( critical region of a test) atau

    daerah penolakan ( region of rejection).

    Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Pencitakan Ho α α
    Daerah Penerimaan Ho
    Daerah Penolakan Ho
    Daerah Pencitakan Ho
    α
    α
    • 5. Ujian Satu Arah dan Uji Dua Arah

    Pengujian yang memperhatiakn nilai ekstrim dari statistika atau nilai Z dari kedua

    sisi atau kedua ujung grafik distribusi disebut uji dua arah.

    Ada kasus lain, misalkan kita menguji hipotesis bahwa hasil perlakuan satu lebih

    baik dari hasil perlakuan yang lain. Daerah kritis dari pengujian seperti ini merupakan daerah

    di satu distribusi dengan luas daerah sebesar taraf nyata. Pengujian yang demikian disebut uji

    satu arah.

    Taraf nyata ()

    0,01

    0,05

    0,01

    0,005

    0,002

    Daerah kritis bagian z

     

    -1, 282

    -1,645

    -2,326

    -2,576

    -2,878

    Untuk uji satu arah (α)

    Atau

    Atau

    Atau

    Atau

    Atau

     

    1,645

    1,645

    2,326

    2,576

    2,878

    Daerah kritis bag z

    -1,645

    Dan

    -1,960

    Dan

    -2,576

    Dan

    -2,81

    Dan

    -3,090

    Dan

    Untuk uji dua arah

    2

    1,645

    1,960

    2,576

    2,81

    3,090

    • 6. Menentukan Aturan Keputusan

    b. Formula hipotesis c. Formulasi hipotesis a. Formulasi hipotesis Kriteria pengujiannya: Kriteria pengujiannya: Kriteria pengujiannya: 1)
    b.
    Formula hipotesis
    c.
    Formulasi hipotesis
    a.
    Formulasi hipotesis
    Kriteria pengujiannya:
    Kriteria pengujiannya:
    Kriteria pengujiannya:
    1)
    diterima jika
    1)
    1)
    diterima jika
    diterima jika
    2)
    ditolak jika
    2)
    ditolak jika
    2)
    ditolak jika

    7.

    Prosedur Pengujian Hipotesis

    Prosedur pengujian hipotesis:

    • a. Menentukan formulasi hipotesis

    H

    dan

    H

    • 1 d. Menentukan nilai uji statistika

    • b. Menentukan taraf nyata (Significant Level)

    e. Menentukan daerah kritis

    • c. Menentukan kriteria pengujian

    Contoh:

    f. Menentukan kesimpulan

    Dari pengalaman diketahui bahwa murid laki-laki kelas enam SD menyebar secara

    normal dengan varian σ 2 = 25 cm. pendapatan umum ialah bahwa tinggi rata-rata murid kelas

    enam = 120 cm. Di suatu SD telah diberikan tambahan minuman susu setiap hari selama 2

    tahun. Kepala sekolah ingin mengetahui aoakah pemberian susu ini menambah tinggi badan

    rata-rata kelas enam. Diukur 100 orang murid kelas enam dan mendapatkan nilai rata-rata 121

    cm. apakah data ini menyokong pendapat bahwa pemberian susu selama 2 tahun memberikan

    pertumbuhan badan yang lebih tinggi dengan taraf nyata 5%?

    Jawab:

    • a. Penentuan hipotesis

    H

    : 120

    H

    1

    :

    120

    • b. Taraf Uji = 5% = 0,05

    • c. Statistika uji: uji Z satu arah

    2

    25

    maka

    5

    d.

    Daerah kritis:

    Z

    Z

    0,05

    1,645

    Daerah diterima Daerah tolak 0,95 0,05 0 Z  Z 1,645 , H hitung tabel 0
    Daerah diterima
    Daerah tolak
    0,95
    0,05
    0
    Z
     Z
    1,645
    ,
    H
    hitung
    tabel
    0
    e.
    Keputusan: Karena
    maka
    ditolak Daerah diterima H
    • f. Kesimpulan: Berdasarkan data tentang tinggi badan murid kelas 6 disimpulkan bahwa. Pemberian susu selama 2 tahun memberikan efek pertumbuhan badan yang lebih tinggi, bila digunakan taraf nyata 5%.

    • 8. Uji Binomial

    Uji binomial menguji hipotesis suatu proporsi dari populasi. Populasi terdiri atas 2

    kelompok kelas, misalnya kelas pria dan wanita, senior dan yunior, gambar dan angka, setuju

    dan tidak setuju. Ciri-ciri uji binomial sebagai berikut.

    • a. Setiap percobaan hanya mempunyai dua kemungkinan hasil: sukses (hasil yang diharapkan) dan gagal ( hasil yang tidak diharapkan).

    • b. Setiap percobaan bersifat independen dan dengan pengembalian.

    • c. probabilitas sukses setiap percobaan harus sama, dinyatakan dengan P,sedangkan dengan probabilitas gagal dinyatakan dengan Q, dengan Q=1- P.

    • d. jumlah percobaan dinyatakan dengan n, harus tertentu jumlahnya.

    Hipotesisi yang digunakan dalam uji binomial adalah:

    H

    o

    :

    p

    1

    p

    2

    0,5

    H1 : p1 p2 0,5

    Uji Statistik:

    P

    (

    x

    n

    P

    )  

    x

    x

    Q

    n

    x

    di mana

    n

     

    x

    n !

    x

    !(

    n

    x

    )!

    Keterangan: P(x) = probabilitas sukses sebanyak x

    n = jumlah perobaan

    Q = probabilitas gagal

    x = jumlah sukses yang dicari probabilitasnya

    P = probabilitasnya sukses

    Kriteria uji binomial adalah sebagai berikut.

    H H

    • 0 ditolak jika P(x) <

    • 0 diterima jika P(x) dengan