Anda di halaman 1dari 44

Farmakoterapi Terapan

tentang
Hipertensi
10 Maret
2014
Nama Kelompok
Risky Mailalhaq (260112130510)
Syamza Madya Jannati (260112130511)
Berty Puspitasari (260112130512)
Megawati (260112130513)
Ina Amalia (260112130538)
Deni Hendra S. (260112130539)
Ika Suhaida (260112130540)
Nurul (260112130541)

Definisi
Patofisiologi
Diagnosis
Desired Outcome
Studi Kasus
Konten Hipertensi
Pengobatan
Evaluasi Hasil Terapeutik
Hipertensi adalah tingginya tekanan darah arteri (Blood
Pressure/BP) secara terus menerus.
Pasien dengan tekanan darah diastolik (DBP) nilai <90
mm Hg dan tekanan darah sistolik (SBP) nilai
140 mm Hg
Krisis hipertensi (BP> 180/120 mm Hg) dapat
dikategorikan sebagai hipertensi emergensi (tingginya
nilai BP dengan akut atau
kerusakan organ target) atau hipertensi urgensi
(tinginya BP tanpa akut atau cedera organ target).
Definisi Hipertensi
Tabel 1 Klasifikasi tekanan darah
pada dewasa*
Klasifikasi
Sistolik
(mm Hg)
Diastolik
(mm Hg)
Normal <120 dan <80
Prehipertensi 120-139 atau 80-89
Hipertensi
tingkat 1
140-159 atau 90-99
Hipertensi
tingkat 2
160 atau 100
* Menurut The Seventh Report of the Joint National Committee (JNC 7)
untuk deteksi, evaluasi, dan pengobatan tekanan darah tinggi dewasa
Abnormalitas humoral, renal
Gangguan patologis pada central nervous
system (CNS),saraf otonom, reseptor
adrenergik
Asupan natrium yang tinggi
Hipertensi
Primer
(penyebab tidak
diketahui)
Hipertensi
Sekunder
(penyebabnya
jelas)
Renovascular
Hipertiroid
Kehamilan
Koarktasi (penyempitan)
Patofisiologi Hipertensi
MANIFESTASI
KLINIK
Sakit kepala
epitaksis
Susah tidur
marah
Penglihatan
kabur
Pemeriksaan Tekanan Darah

Diagnosis Hipertensi
dilakukan pada posisi duduk setelah
beristirahat 5 menit
Sebaiknya alat ukur yang dipilih
adalah sfigmamonometer air raksa
dengan ukuran cuff yang sesuai
Balon di pompa sampai 20-30 mmHg
diatas tekanan sistolik yaitu saat
pulsasi nadi tidak teraba lagi,
kemudian dibuka secara perlahan-lahan
Evaluasi laboratorium
Riwayat dan Pemeriksaan Fisik
Untuk mendeteksi penyebab
sekunder
Untuk menilai status end-organ
(kerusakan organ target)
Untuk menilai faktor- faktor resiko
Untuk menilai panel kimiawi serta menilai
abnormalitas elektrolit. Seperti
pemeriksaan urinanalisis,
elektrokardiogram, radiografi dada,
pemeriksaan hematokrit
Uji laboratorium tambahan
Pemeriksaan ekokardiogram
Pemeriksaan foto dada dan rekam
jantung (EKG)
Pemeriksaan Ultrasonografi
(USG)
Magnetic Resonance Angiography
(MRA)
Melakukan pemantauan tekanan
darah di rumah
Melakukan pemeriksaan
ultrasonogarfi renal pada semua
anak hipertensi
Melakukan pemeriksaan
hipertensi sekunder
Tujuan keseluruhan dari pengobatan hipertensi adalah
untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas dengan
mengurangi penyebab hipertensi secara tepat.

Nilai BP <140/90 untuk sebagian besar pasien, tetapi
<130/80 untuk pasien dengan diabetes melitus,
penyakit ginjal kronis yang signifikan, penyakit arteri
koroner (infark miokard, angina), penyakit pembuluh
darah aterosklerosis bukan koroner.

Pasien dengan disfungsi LV memiliki nilai BP <120/80
mm Hg.

Desired Outcome
Hipertensi
Terapi non farmakologi

Terapi farmakologi

Pengobatan Hipertensi
Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus
diberikan terapi non farmakologis dengan cara perubahan gaya
hidup. Pendekatan-pendekatan ini direkomendasikan oleh
JNC7 dan AHA.
TERAPI NON FARMAKOLOGI
Modifikasi Rekomendasi
Range Perkiraan
Penurunan Tekanan
Darah
Penurunan berat
badan (BB)
Menjaga berat badan normal (BMI 18.5-
24.9)
5-20 mmHg/10 kg
penurunan BB
Perubahan pola
makan
Diet kaya buah, sayur, dan produk susu
rendah lemak
8-14 mm Hg
Diet rendah
natrium

Mengurangi asupan natrium, tidak lebih
dari 100 meq/L
2-8 mm Hg
Aktifitas fisik

Aktifitas fisik secara rutin setiap
minggu, misalnya jogging dan aerobik
4-9 mm Hg

Batasi minuman
alkohol
Membatasi minum alkohol dengan tidak
lebih dari 2x/hari (30 ml etanol setara
dengan 720 ml beer, 300 ml wine) untuk
laki-laki dan 1x/ hari untuk perempuan
2-4 mm Hg

TERAPI FARMAKOLOGI
Diuretik
BLOKER

1
BLOKER
ACEi ARB
VASODILATO
R LANGSUNG
CCB

ALOGARITMA TERAPI HIPERTENSI
Diuretik (Tiazid, Furosemida)




TD Curah
jantung
Volume
cairan
Ekskresi
Na
+
CCB (Captopril, Tanapres)




Kanal Ca
+
Dihambat

Relaksasi
otot
polos
vaskular

Resisten
si
perifer

TD
Sistem Renin Angiotensin
ACE inhibitor
Captopril,
benazepril
Inhibitor Reseptor
Angiotensin
Losartan, Isbesartan
Vasodilator Langsung (hidralazin)
relaksasi otot
polos
langsung
Tahanan
pembuluh
darah
TD

1
Bloker (doxasozin)
menghambat
pengeluaran
norepinefrin
Tidak ada
stimulus
simpatik
Terbatas
stimulus jantung
& pengeluaran
renin
Bloker (atenolol,
propanolol)
menghambat refleks
simpatikus adrenergik
frekuensi denyut
jantung
ALASAN PENGOBATAN KOMBINASI
Mempunyai efek aditif
Mempunyai efek sinergisme
Mempunyai sifat saling mengisi
Mempunyai cara kerja yang saling
mengisi pada organ target tertentu
Adanya fixed dose combination akan
meningkatkan kepatuhan pasien
Penurunan efek samping masing-masing
obat
FIXED-DOSE
COMBINATION YANG
PALING EFEKTIF
ACEi +
Diuretik
ARB +
Diuretik
-blocker +
diuretik
Diuretik +
agen penahan
kalium
ACEi + CCB
-1 blocker +
diuretic
Agonis -2 +
diuretik
Penanganan Kemungkinan Komplikasi
Hipertensi pada Kondisi
Khusus
Ibu Hamil
Lansia
Ras Afrika Amerika
Anak-anak dan Remaja
Penyakit Paru-Paru dan
Penyakit Arteri perifer
Dislipidemia
Pengobatan Hipertensi Kronis Pada
Kehamilan
Studi Kasus Hipertensi
ANALISIS
RESEP
ANALISIS
OBAT DAN
TERAPI
Nama pasien : -
Umur : 56 Th
Jenis kelamin : Laki-laki
R/ Captopril 12,5 XXX
1x1
Simvastatin XX
1x1
Plavix XX
1x1
Neurodex XXX
1x1
Alprazolam X
1x1
Pasien juga terkena flu, diberi resep:
R/ Fludexin IV
1x1


ANALISIS RESEP
Analisa Obat
Captopril (ACE Inhibitor)
Simvastatin
Plavix (klopidogrel)
Neurodex (Vit B complex)
Alprazolam
Fludexin
Terapi Non Farmakologi
Mengatur Pola Makan
Aktivitas fisik
Kurangi minum alkohol
Tuan HL sudah menderita
hipertensi stage 1 yang
terkontrol dengan nifedifin.
Ternyata sudah dua bulan
terakhir ini tuan HL sudah
mengalami kenaikan gula
darah dan oleh karena itu
dinyatakan terkena penyakit
DM. Dokter tetap
menggunakan nifedipin pada
kasus ini.

ANALISIS OBAT
DAN TERAPI
Terapi Pasien
Target terapi dengan komplikasi DM 130/80 mmHG
Terapi tahap pertama ACE Inhibitor atau ARB (memiliki
efek nefroproteksi dan mengurangi resiko
kardiovaskular)
Apabila belum tercapai, dilakukan penambahan gol
Diuretik,antagonis kalsium(CCB), B-Blocker
Analisis Studi
Kasus 3
History of Present
Illness
Sam adalah laki-laki Afrika - Amerika berusia 62 tahun
yang memeriksakan kepada
dokter baru keluarganya untuk evaluasi dan tindak
lanjut masalah medis.
Dia umumnya tidak memiliki keluhan, kecuali untuk
sesekali sakit kepala ringan dan beberapa pusing setelah
minum obat dipagi hari.
Ia menyatakan bahwa ia tidak puas dengan diet rendah
sodium oleh mantan dokter sebelumnya. Dia
melaporkan "biasa" batuk kronis dan sesak napas,
terutama ketika berjalan jarak sedang.

Past Medical History
Hipertensi 15 tahun
Diabetes mellitus tipe 1
Penyakit paru obstruktif kronik, Tahap 2 (Sedang)
Benign prostatic hyperplasia
Penyakit ginjal kronis

Family History
Ayah meninggal karena infark miokardiak akut pada usia
71. Ibu meninggal karena kanker paru-paru pada usia
64. Ibu juga menderita hipertensi dan DM.

Social History
Mantan perokok (berhenti 3 tahun yang lalu, merokok
28 tahun); dilaporkan jumlah asupan alkohol sedang.
Dia mengakui ia telah nonadherent diet natrium rendah.
Dia tidak berolahraga secara teratur dan agak terbatas
secara fungsional oleh penyakit pulmonari obstruktif
kronik. Dia pensiun dan tinggal sendirian.

Medicine
Triamterene/hydrochlorothiazide 37.5 mg/25 mg po
setiap AM
Insulin 70/30, 24 units setiap AM, 12 units setiap PM
Doxazosin 2 mg po setiap AM
Albuterol INH 2 dihisap setiap 46 h saat sesak napas
Tiotropium DPI 18 mcg 1 capsule INH daily
Salmeterol DPI 1 INH dua kali sehari
Entex PSE 1 capsule setiap12 h saat batuk dan gejala flu
Acetaminophen 325 mg po setiap 6 h saat sakit kepala

Analisis Studi
Kasus 4
History of Present
Illness
Reynaldo Santos adalah seorang pria 55 tahun dengan
riwayat hipertensi (well-controlled obat-obatan),
hiperkolesterolemia, dan gastroesophageal refluks yang
menyatakan bahwa ia membutuhkan obat tekanan
darah yang diisi ulang. Mr Santos mengambil obat
antihipertensinya sekitar 9 minggu yang lalu.
Ketika Anda meminta Mr Santos tentang ini dia
komentar, "Saya merasa baik-baik saja dan dokter saya
mengatakan tekanan darah saya itu baik, jadi saya pikir
saya sudah sembuh dan tidak membutuhkan obat lagi.



Selain itu, saya pikir saya merasa lebih baik tanpa obat-
obatan. Ketika Anda bertanya Mr Santos apa yang
mendorong dia untuk datang ke apotek untuk
mengambil ini obat-obatan, jawabannya adalah "Saya
belum merasa baik akhir-akhir ini dan pikir mungkin
tekanan darah saya tinggi.
Mr Santos mengaku tidak memiliki perangkat
pemantauan tekanan darah di rumah dan tidak pernah
rutin dipantau tekanan darahnya.
Past Medical History
Hipertensi 15 tahun
Hiperkolesterolemia 10 tahun
Penyakit refluks gastroesophageal 25 tahun

Family History
Kedua orang tua menderita hipertensi. Ayahnya
mengalami serangan jantung saat berusia 50-an dan
meninggal pada usia 70 saat serangan jantung kedua,
ibunya meninggal beberapa tahun kemudian saat stroke.
Dia memiliki hiperkolesterolemia.


Social History
Ia mulai merokok ketika ia berusia 17 tahun dan
merokok sekitar satu bungkus per hari sampai dia
didiagnosis dengan hipertensi 15 tahun yang lalu.
Minuman sekitar satu kaleng bir sehari-hari, sampai 3
kaleng pada akhir pekan, tapi jarang minum minuman
keras.
Dia menyangkal pernah menggunakan narkoba.
Dia tidak berolahraga, tapi pekerja aktif. Makan malam
yang tidak sehat.

Medicine
Atenolol 100 mg sekali sehari (belum diambil selama
lebih dari sebulan)
Amlodipine 10 mg sekali sehari (belum diambil selama
lebih dari sebulan)
Lovastatin 20 mg sekali sehari
OTC famotidine saat refluks gastric (makan waktu
sekitar dua kali sehari)
Monitoring klinis berbasis BP adalah standar untuk
mengatur hipertensi.
Pasien harus dipantau untuk tanda-tanda dan gejala
atau penyakit progresif target organ.
Riwayat sakit berguna untuk menilai adanya komplikasi
Pemantauan tambahan mungkin diperlukan secara
bersamaan untuk penyakit lainnya.
Pasien harus dipertanyakan secara berkala tentang
perubahan kesehatan secara umum, tingkat energi,
berfungsinya keadaan fisik, dan kepuasan pengobatan
secara keseluruhan.
Evaluasi Hasil Terapeutik
untuk Penderita Hipertensi