Anda di halaman 1dari 13

1

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Mahluk hidup yang ada dipermukaan bumi ini menurut teori para ahli
memperkirakan ada sekitar dua puluh ribu sampai empat puluh ribu spesies ikan
yang mendiami permukaan bumi ini.
Masing-masing ikan mempunyai persamaan dan perbedaan baik itu dari
bentuk dalam maupun dari luar. Seperti perhitungan sisik dan morfometrik pada
semua ikan berbeda-beda.
Selain hal diatas linea morfometrik juga ada yang lengkap sempurna,
lengkap tidak sempurna, dan tidak lengkap. Bentuknya pun ada yang merupakan
garis lurus, hampir menyerupai garis lurus, melengkung ke atas dan melengkung
ke bawah.
Begitu juga dengan perhitungan sisik yang terdiri antara lain ; jumlah sisik
di depan punggung, jumlah sisik pipi, jumlah sisik di sekeliling badan, jumlah
sisik pada garis rusuk, jumlah sisik atas dan di bawah garis rusuk. Ukuran
morphometrik ikan antara lain ; Panjang baku, Panjang total, Panjang kepala,
Tinggi badan, Lebar mata, Panjang jari-jari keras sirip punggung, Panlang sirip
dada, Panjang jari-jari keras sirip dubur, Panjang sirip perut, Lebar inter orbital,
Panjang ruang inter orbital, Panjang kuduk, panjang hidung. Dari semua
keterangan diatas sangat membantu dlam penjumlahan sisik ikan dan juga
morfometriknya.


2

Mempelajari perhitungan-perhitungan sisik pada ikan sangatlah perlu
sebab dengan demikian dapat diketahui jenis-jenis dari ikan itu sendiri serta
diketahui mana ikan yang bersisik dan yang tidak.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan praktikum Morfometrik Tubuh Ikan yaitu untuk mengetahui
perhitungan jumlah sisik pada ikan dan ukuran-ukuran pada ikan yang di
praktikumkan.
Sedangkan manfaat dari praktikum ini semoga praktikan dapat
memberikan suatu gambaran kepada publik mengenai susunan, bentuk dan jumlah
morfometrik serta jumlah sisik pada ikan dan pengukuran yang tesirip dan jari-jari
sirip yang dapat pada ikan.














3

II. TINJAUAN PUSTAKA
Manda et al (2012), Morfometrik pada ikan adalah pengukuran tubuh pada
ikan dan garis yang dibentuk oleh pori, jadi morfometrik ini terdapat pada ikan
yang bersisik maupun tidak bersisik. Bentuk morfometrik umumnya bervariasi
demikian juga jumlah sisik yang membentuk morfometrik. Data pengukuran
bagian-bagian dari tubuh suatu spesies ikan penting artinya untuk keperluan
determinasi hubungan morphometrik dan analisa pertumbuhan.
Ukuran-ukuran yang diperlukan untuk identifikasi bukanlah ukuran
mutlak, tetapi ukuran pernbandingan yang penting untuk membedakan antara
spesies yang berbeda tetapi masih dalam satu genus.
Jumlah sisik untuk setiap individu selalu tetap, dan jika ikannya tumbuh
sisiknya tumbuh menjadi bertambah besar. Pada ikan-ikan yang hidup di daerah
dua musim, pertumbuhan sisiknya dapat dilihat dengan jelas berupa lingkaran-
lingkaran tumbuh. Umur ikan dapat ditentukan dengan jalan menghitung
banyaknya lingkaran tumbuh pada sisikk. (Chandra, 2001).
Sugianto(2000) menyatakan bahwa ikan kerapu macan termasuk ke dalam
Pisces, Ordo Perciformes, Sub Ordo Percoidei, Famili Serranidae, Genus
Epinephelus dan spesies Epinephelus fuscoguttatus.
Ikan kerapu macan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut bentuk
penampang punggung agak cembung dengan bentuk penampang pungggung agak
cembung dengan bentuk pipih memanjang dibedakan dari semua jenis. Kepalanya
panjang 4.6 5.3 kali lebih pendek dari panjang standar,sungut-sungutnya


4

memendek, kira-kira sampai setengah atau sepanjang diameter mata. Sirip dada
lebih pendek dari pada kepala, rahang bawah meruncing melampaui rahang atas.
Ketika mulut ditutup, sirip punggung tidak terdapat.( Sugianto,2001; Kottelat et
al, 2000).
Lagler et al. dalamNurkholis,(2010) Ikan kerapu macan (Ephinephelus
fuscoguttatus) adalah ikan yang termasuk kedalam Fanili serranidae. Ikan ini
mempunyai sifat hermaprodite protoginous yaitu pada perkembangan mencapai
dewasa (matang gonat) berjenis kelamin betina dan akan berubah kelamin jantan
setelah dewasa.ikan kerapu macan termasuk kedalam Ordo Percomorphi, Famili
serranidae, Genus ephinephelus, Spesies (Ephinephelus lauvina).
Ikan Kerapu macan lebih populer disebut predator,ikan kerapu
dikelompokkan menjadi dua jenis masing-masing diidentifikasikan dengan nama
kerapu macan(Ephinephelus fuscoguttatus).












5

III. BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Iktiologi dengan judul Morfometrik Tubuh Ikan ini
dilaksanakan pada hari Senin, 05 Mei 2014, pukul 10.30 WIB yang bertempat di
Laboratorium Biologi Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,
Universitas Riau.

3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah nampan, serbet,
Alat tulis lengkap: pensil, penggaris, penghapus, buku penuntun praktikum dan
buku untuk menggambar hasil pengamatan yang telah dilakukan. Sedangkan
bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Ikan Kerapu
macan(Ephinephelus fuscoguttatus).Ikan tersebut bisa didapatkan di beberapa
pasar di Kota Pekanbaru seperti Pasar Kodim, Pasar Bawah, Pasar Arengka, Pasar
Cik Puan dan Pasar Panam.
3.3. Metode Praktikum
Metode yang dipergunakan pada praktikum ini yaitu metode langsung
dimana objek diteliti dan diamati secara langsung oleh praktikan guna diambil
datanya sesuai dengan tuntunan yang tercantum di dalam buku penuntun
praktikum dan perintah dari asisten praktikum.




6

3.4. Prosedur Praktikum
Praktikan sudah hadir 15 menit sebelum jam masuk dan memakai jas lab
di luar lab. Sebelum masuk ke Laboratorium praktikan terlebih dahulu di absen
serta diperiksa kelengkapannya oleh asisten mulai dari Laporan, Ikan-ikan yang
akan dipraktikumkan, Klasifikasi Ikan-ikan yang akan dipraktikumkan, serbet,
serta alat-alat tulis yang lengkap. Setelah semuanya lengkap baru praktikan
diperbolehkan masuk ke dalam laboratorium. Setelah itu asisten memberikan
respon kepada praktikan tentang materi-materi yang akan dipraktikumkan selama
15 menit. Setelah respon selesai, pratikan melakukan praktikum Morfometrik
Tubuh Ikan, kemudian letakkan ikan diatas nampan yang telah disediakan.
Letakkan dengan posisi perut (ventral) di sebelah bawah dan kepala di sebelah
kiri. Gambarlah ikan semirip mungkin dengan ikan yang asli kemudian lakukan
pengukuran terhadap tubuh ikan untuk mengetahui panjang total, panjang baku,
tinggi badan, panjang kepala, serta pengukuran tehadap bidang-bidang dari tubuh
ikan lainnya seperti. Setelah gambar selesai beri keterangan dan deskripsikan ikan
tersebut sesuai dengan di buku penuntun praktikum. Jika praktikum selesai
bersihkan meja praktikum sampai bersih seperti pada saat sebelum praktikum.








7

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Praktikum
4.1.1.Ikan Kerapu macan(Ephinephelus fuscoguttatus)





Gambar 1. Ikan Kerapu macan(Ephinephelus fuscoguttatus)
Ukuran Morfometrik :

No. Morfometrik P P%
1. PT 200 mm 117,6
2. PB 170 mm 100
3. PKBD 40 mm 23,5
4. PKBL 60 mm 35,2
5. PPD 25 mm 14,7
6. PPED 30 mm 17,6
7. PPEA 35 mm 20,5
8. PAP 40 mm 23,5
9. TKM 30 mm 17,6
10. TKT 50 mm 29,4
11. TBP 55 mm 32,3


8

12. TBAD 50 mm 29,4
13. TBAA 35 mm 20,5
14. TBE 30 mm 17,6
15. TDE 10 mm 5,8
16. DBM 35 mm 20,5
17. PDSP 50 mm 29,4
18. PDSD 145 mm 85,2
19. PSP 20 mm 11,7
20. PDSA 40 mm 23,5
21. PS - 0
22. PJSD 20 mm 11,7
23. PJSP 15 mm 8,8
24. PCSEBA 45 mm 26,4
25. PCSEBB 70 mm 41,4

Klasifikasi :
Ordo : Perciformes
Family : Serranidae
Genus : Epinephelus
Spesies : Epinephelus fuscoguttatus
Habitat : Air laut
Keterangan:
PT: Panjang total PKBD: Panjang kepala bagian dorsal
PB: Panjang baku PKBL: Panjang kepala bagian lateral


9

PPD: Panjang pre dorsal PPED: Panjang pangkal ekor-dorsal
PPEA: Panjang pangkal ekor kanal PAP: Panjang anal-pelvik
TKM: Tinggi kepala di mata TKT: Tinggi kepala di tengkuk
TBP: Tinggi badan di pelvik TBAD: Tinggi badan di awal dorsal
TBAA: Tinggi badan di akhir anal TBE: Tinggi batang ekor
TDE: Tinggi dasar ekor DBM: Diameter bola mata
PDSP: Panjang dasar sirip pectoral PDSD: Panjang dasar sirip dorsal
PSP: Panjang sirip pelvik PDSA: Panjang dasar sirip anal
PS: Panjang sungut PJSDT: Panjang jari sirip dorsal terpanjang
PJSPT: Panjang jari sirip pectoral terpanjang
PCSEBA: Panjang cuping sirip ekor bagian bawah
PCSEBB: Panjang cuping sirip ekor bagian bawah

4.2. Pembahasan
Deskripsi Ikan Kerapu macan(Ephinephelus fuscoguttatus)
Ikan Kerapu macan hidup pada perairan laut memiliki susunan linea
lateralis lengkap dan sempurna (merupakan daris lurus atau melengkung yang
memanjang dari sudut atas overculum sampai kebatas pangkal sirip ekor), bentuk
linea lateralis merupakan garis lurus/horizontal mulai dari sudut operculum
sampai kepertengahan sirip ekor juga merupakan garis melengkung ke bawah dan
memiliki dua baris linea lateralis.
.


10

Ikan Kerapu Macan adalah bentuknya agak bulat memanjang dan
mempunyai ukuran badan lebih tinggi, sirip dada berwarna kemerahan dan sirip
lainnya mempunyai tepi kecoklatan. Ikan ini mempunya linea lateralis lengkap
dan sempurna, jumlah linea lateralis nya dua baris, bentuk linea lateralis nya garis
lurus/horizontal dan garis melengkung ke atas di bagian atas nya.





















11

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari praktikum Iktiologi Morfometrik tubuh
ikan,memahami dan mengetahui secara langsung tentang pengukuran tubuh ikan.
5.2. Saran
Diharapkan pada praktikum selanjutnya agar para assisten dapat lebih
membimbing para praktikan lebih baik lagi sehingga suasana praktikum ini dapat
berjalan dengan lebih lancar lagi.
















12

DAFTAR PUSTAKA
Chandra,T.2001.Dunia Ikan.Armico.Bandung.190 hal.
Kottelat, M., A. J. Whitten., S. N. Kartikasari dan S.Wiroatmodjo.
2002.Freswater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi (Ikan Air
Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi). Periplus Editions Limited.
Munich, Germany. 293 hal.
Manda, R., I. Lukystiowati, C. Pulungan dan Budijono. 2012. Penuntun
PraktikumIchthyologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas
Riau. Pekanbaru.
Nurkolis.2010. Laporan Ikhtiologi.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Riau.Pekanbaru.
PurnomoEdy,2008.literatur iktiologi.com
Sugianto, 2000. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan, Bina Cipta. Bandung, 520
hal
2000. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan, Bina Cipta. Bandung,





13









LAMPIRAN