Anda di halaman 1dari 11

test link

ANDY PIO FILE'S


TENTANGKU DAN DISEKITARKU

Beranda

Metode Pekerjaan Jembatan

Slideshow

METODE PEKERJAAN JEMBATAN SETOKO REMPANG


OTORITA BATAM

Popular Posts
PENGERTIAN, JENIS DAN LANGKAH
LANGKAH METODE PENELITIAN
A. Pengertian Metode, Penelitian, dan
Metode Penelitian
Metode berasal dari
Bahasa Yunani Methodos yang berarti ca...
Metode Pekerjaan Jembatan
METODE PEKERJAAN
JEMBATAN SETOKO
REMPANG OTORITA BATAM
Pelaksanaan konstruksi merupakan rangkaian
kegiatan atau bagian dari...
BAHASA SEBAGAI SARANA BERPIKIR ILMIAH

Pelaksanaan konstruksi merupakan rangkaian kegiatan atau bagian dari kegiatan


dalam pekerjaan konstruksi mulai dari persiapan lapangan sampai dengan
penyerahan akhir hasil pekerjaan konstruksi. Sebelum memulai pekerjaan
pelaksanaan konstruksi, terlebih dahulu diadakan peninjauan keadaan lapangan (
project site / field ) untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai
keadaan lapangan dalam rangka menyusun kegiatan persiapan pelaksanaan
pekerjaan. ( Djojowirono, 1991 )
Pelaksanaan pekerjaan persiapan merupakan salah satu metode dalam pelaksanaan
kontruksi. Penerapan metode tersebut, terkait erat dengan kondisi lapangan dan
jenis proyek yang dikerjakan. Setiap proyek adalah unik, tidak adadua proyek yang
sama persis. Semua jenis proyek konstruksi umumnya dimulai dengan pelaksanaan
pekerjaan persiapan.
Salah satu kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan persiapan adalah penyusunan
rencana lapangan ( perencanaan site plan / site installation ). Tujuan pokok dalam
perencanaan site plan / site installation adalah mengatur letak bangunan - bangunan
fasilitas dan sarana pada proyek sedemikian rupa, sehingga pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dapat berjalan dengan :

Efisien

Penempatan dari bangunan-bangunan fasilitas dan sarana pada proyek perlu


diatur menurut kebutuhan sehingga diperoleh efisiensi kerja. Efisiensi kerja adalah
pencapaian perbandingan terbaik antara sumber tenaga / daya dengan hasil
pelaksanaan. ( Djojowirono, 1991 ).Oleh karena itu, letak bangunan-bangunan
fasilitas dan sarana tersebut tidak boleh saling mengganggu satu dengan yang
lainnya, baik jarak maupun ukurannya.

Efektif

Penempatan bangunan-bangunan fasilitas dan sarana yang efektif padaproyek juga

BAHASA SEBAGAI SARANA BERPIKIR ILMIAH


Manusia dalam proses berpikir,
berkomunikasi dan mendokumentasikan jalan
pi...
Tapak Kilas Tari Sikka - Maumere
KELAHIRAN, perkawinan dan
kematian, adalah tiga peristiwa
penting dalam hidup manusia.
Para leluhur telah menandai lintasan hidup
yang patu...
PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP (PPP)
DITINJAU DARI LEGALITAS, BENTUK, DAN
PENERAPANNYA
Infrastruktur sangat diperlukan untuk
mendukung kemakmuran suatu wilayah
(daerah atau negara). Pembangunan
infrastruktur merupakan ...
Manajemen proyek Dalam proyek Konstruksi
Manajemen proyek Dalam proyek Konstruksi
Perkembangan industri jasa konstruksi di
Indonesia dapat dikatakan telah mendapat
porsi yan...
Miniatur Kapal Perunggu Jong
Dobo(Maumere of Flores)
Maumere adalah Ibukota
Kabupaten Sikka, terletak di
Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Kota Maumere berada di pesisir Pantai Utar...

dibutuhkan dalam menunjang pekerjaan konstruksi. Efektif adalah dapat


diselesaikannya suatu pekerjaan sesuai dengan rencanab(schedule) kerja yang telah

PARA PETUALANG SAMUDRA DARI LEMBATA


- FLORES (KUMPULAN GAMBAR)

...

disusun. ( Djojowirono, 1991 ). Perencanaan site plan / site installation yang tidak
efektif dapatbmengakibatkan terjadinya keterlambatan proyek dan bertambahnya
anggaran biaya proyek.

Lancar

Yang dimaksud dengan lancar dalam perencanaan site plan / site installation adalah
kelancaran pelaksanaan pekerjaan, terutama kelancaran transportasi / angkutan di

About Me

lokasi royek. ( Djojowirono, 1991 ) Pembuatan jalan kerja untuk mendukung

PIO .A NDY
MA UMER E, NUS A T ENGGA R A

kelancaran transportasi sangat erat hubungannya dengan perletakan bangunan-

T IMUR , INDO NES IA

bangunan fasilitas dan sarana proyek lainnya. Terganggunya kelancaran


transportasi dapat mengakibatkan timbulnya hambatan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi sehingga jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi dapat
menyimpang dari rencana kerja yang telah tersusun.

cinta itu mematikan...


L I HAT PRO F I L L E NGKAPKU

" MERAJUK KATA ... MERANGKAI KAWAN


DALAM SELAKSA KENANGAN "

Aman

Salah satu tujuan dibuatnya bangunan-bangunan fasilitas dan sarana pada proyek
adalah untuk keperluan keamanan dan keselamatan pekerjaan selama

INFO BEASISWA

berlangsungnya kegiatan proyek. Yang dimaksud dengan keamanan adalah


menghindarkan gangguan pencurian, kehilangan dan kerusakan peralatan serta
bahan-bahan bangunan. Sedangkan yang dimaksud dengan keselamatan adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan para tenaga kerja. (

Andy's Pengunjung

Djojowirono, 1991 )
PERENCANAAN SITE PLAN / SITE INSTALLATION PROYEK
Dalam merencanakan site plan / site installation untuk pekerjaan perlu

Andy,s Calender

diperhitungkan secara cermat penempatan masing masing fasilitas dan sarana


yang diperlukan dalam menunjang pelaksanaan metode pekerjaan konstruksi.

free-blogcontent.com
is for sale.
Click here
to submit
an offer.

Dalam memperhatikan kondisi lapangan yang ada dan disesuaikan dengan desain
lay out yang akan dikerjakan, penempatan fasilitas dan sarana proyek diharapkan
nantinya

dapat

berfungsi

secara

optimal

sesuai

perencanaan.

Perlu

dipertimbangkan bahwa seluruh fasilitas dan sarana proyek yang dibangun untuk
pekerjaan persiapan tersebut adalah bersifat sementara dan nantinya akan
dibongkar setelah pelaksanaan proyek selesai.
Walaupun demikian pemilihan bahan bangunan dan konstruksi harus

Free Blog Content

dipertimbangkan agar bangunan fasilitas dan sarana tersebut dapat bertahan


selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan bangunan utama / pokok serta dapat
menjamin keamanan dan keselamatan para penggunanya.
1. PINTU KELUAR MASUK PROYEK
Definisi
Pintu keluar masuk proyek merupakan tempat yang dilalui orang / pekerja
dan kendaraan proyek untuk mobilisasi material sebagai gerbang yang
membatasi area lokasi proyek dengan lingkungan sekitar. Pada pembuatan
pintu masuk dan keluar orang / pekerja harus mempertimbangkan hal - hal
sebagai berikut :
a. Pintu dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap keluar masuknya
orang orang yang bekerja/ berkepentingan.
b. Harus dilengkapi dengan gardu untuk penjaga yang terlindung dari panas
dan hujan.
c. Dilengkapi sistem kunci yang aman apabila sewaktu-waktu kegiatan proyek
terhenti.
d. Dilengkapi penerangan yang cukup untuk memudahkan pemeriksaan pada

Blog Archive
2013
Oktober
Mistycal Kelimutu Lake - Flores Island
PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP (PPP)
DITINJAU DARI L...
PARA PETUALANG SAMUDRA DARI
LEMBATA - FLORES (KUMP...
PENGERTIAN, JENIS DAN LANGKAH
LANGKAH METODE PE...
BABA AKONG DAN PRAHARA TSUNAMI
BERTABUR BAKAU (SAN...
SIMBOL PARA PENJAGA
KOTAKU...KOTA MAUMERE
Sang Fajar Dari Pulau Palue
DARI MASA KE MASA

malam hari, minimal menjangkau penerangan dalam radius 6 (enam)

PUJANGGA MALAM

meter.

SEJENAK MELIHAT KERAJINAN TENUN


IKAT SIKKA

Pintu masuk dan keluar untuk kendaraan proyek dapat dibuat terpisah,
dengan pertimbangan :
a. Ukuran / lebar disesuaikan dengan peralatan / kendaraan, dengan
diberikan kelebihan lebar minimal 50 (lima puluh) cm.
b. Tidak mengganggu kendaraan lain.
c. Perlu pengamanan yang berbeda dengan pintu keluar masuk untuk

ANTARA KEPENTINGAN DAN SUARA


HATI
BIDUAN SENJA MERAYU MADAH
SAMUDRA
GLOBAL WARMING DAMPAK
TEKNOLOGI GLOBALISASI DAN TA...

umum dan kendaraan kecil.

IMPIAN SANG NELAYAN...

Peraturan Penempatan
Lokasi pintu masuk dan keluar berada pada area proyek yang berhadapan

SEKILAS POTRET GENERASI MUDA


KITA...

langsung dengan jalan utama. Hal ini bertujuan untuk mempermudahkan

Konspirasi Da Vinci

semua pihak yang berkepentingan dengan proyek menuju lokasi proyek.

Manajemen proyek Dalam proyek


Konstruksi

2. JALAN KERJA
Definisi
Jalan kerja adalah jalur lalu lintas kendaraan proyek,baik untuk truk material,
truk mixer maupun untuk mobilisasi alat alat berat. Konstruksi jalan kerja
bersifat

sementara,

tetapi

dalam

perencanaannya

harus

tetap

memperhitungkan beban lalu lintas yang akan melewatinya. Oleh karena itu,
jalan kerja biasanya dibuat dengan perkerasan, baik menggunakan sirtu

ANTARA PNS DAN POLITIK BAGAI BUAH


SIMALAKAMA
BAHASA SEBAGAI SARANA BERPIKIR
ILMIAH
Metode Pekerjaan Jembatan
2011

maupun aspal. Terutama, jika kondisi tanah di lokasi proyek cukup labil dan
tidak cukup kuat untuk menahan beban lalu lintas proyek.
Peraturan Penempatan

Followers
Join this site

Penempatan pintu keluar masuk jalan kerja proyek tidak boleh mengganggu

w ith Google Friend Connect

arus lalu lintas dan prasarana kota. Apabila jalan masuk proyek tersebut

Members (11)

melintasi trotoar dan


saluran umum maka perlu dibuat konstruksi pengaman berupa jembatan
sementara untuk lalu lintas kendaraan keluar dan masuk proyek dengan
terlebih dahulu melaporkan ke Dinas/Suku Dinas dan instansi terkait. Jalan

Already a member? Sign in

kerja dibuat searah agar memudahkan atau tidak mengganggu kegiatan


pembangunan.
3. DIREKSI KEET

Aku merindukan bulan...seperti


purnama di separuh malam...

Definisi
Direksi keet adalah ruangan yang dibangun sebagai tempat pekerja bagi para
staf dari kontraktor, pengawas, maupun pemilik proyek dilapangan. Ruangan ini
dilengkapi beberapa fasilitas seperti ruang pimpinan, ruang rapat, ruang kerja
staf, mushola dan toilet. Bangunan ini didesain mulai dengan ukuran 60 m2
sampai dengan 200 m2, baik bertingkat maupun tidak yang disesuaikan dengan
bentuk di lapangan. Direksi keet dapat dibangun dengan berbagai macam cara,
seperti menggunakan container dan yang umum digunakan adalah cara sistem
rakitan. Pada sistem rakitan, konstruksi terdiri dari rangka baja sebagai struktur
atas, dilapisi dinding plywood. Penutup atapnya terbuat dari bahan seng atau
asbes, sedangkan pada plafon menggunakan bahan material plywood. Lantai
bangunan direksi keet tak bertingkat menggunakan finishing keramik,
sedangkan pada bangunan bertingkat, lantai atasnya menggunakan plywood
setebal 20 mm.
Peraturan Penempatan
Pada umumnya dibangun diatas lahan yang tidak akan pernah terpakai. Letak

Suatu Senja di Tepi Samudra

bangunan tersebut dibangun sesuai dengan keinginan pemilik proyek, tetapi


penempatannya tidak boleh mengganggu transportasi atau kegiatan yang
sedang dan akan berlangsung.
4. BASE CAMP STAF PROYEK dan BARAK PEKERJA
Definisi
Base camp dan barak pekerja merupakan tempat tinggal staf dan tenaga kerja
proyek. Masing-masing dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi, toilet dan
dapur.
Peraturan Penempatan
Penempatan base camp dan barak pekerja dibuat terpisah. Base camp dan barak
pekerja dibangun tidak jauh dari lokasi proyek. Penempatan base camp dan
barak pekerja diluar lokasi proyek harus memperhatikan faktor lingkungan
sekitar, terutama dalam pembuatan sanitasi.
5. GUDANG MATERIAL dan PERALATAN
Definisi
Gudang material adalah tempat penyimpanan material, dimana kondisi tempat
tersebut harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembab. Kondisi gudang

Seni Menenun Ikat Maumere Of Flores

sangat mempengaruhi kualitas bahan dan peralatan yang digunakan. Gudang


peralatan adalah tempat penyimpanan alat alat ringan, seperti mesin genset,
vibrator untuk pemadatan beton, alat alat pengukuran ( waterpass, theodolit )
serta berbagai komponen peralatan lainnya. Konstruksi gudang penyimpanan
material dan peralatan dibangun seperti direksi keet, yaitu menggunakan
container atau dirancang dengan sistem rakitan sehingga dapat digunakan
berulang kali. Untuk lantai pada bangunan gudang tidak menggunakan keramik,
hanya difinishing dengan semen.
Peraturan Penempatan
Lokasi gudang material dan peralatan berada diluar area bangunan yang akan
dikerjakan. Untuk mempermudah proses bongkar muat material, penempatan
gudang tidak jauh dari jalan kerja dan dapat dijangkau oleh tower crane. Untuk

Sore itu di Kampung Palue Island

mempermudah proses penerimaan barang, gudang material sebaiknya


diletakkan dekat dengan pintu masuk. Gudang material dan peralatan juga
harus diletakkan pada tempat yang mudah dimonitor, sehingga terjamin
keamanannya.
6. LOS KERJA BESI dan KAYU
Definisi
Los kerja besi adalah tempat pemotongan dan pembengkokan besi beton. Los
kerja kayu digunakan sebagai tempat pembuatan bekisting dan pekerjaan kayu
lainnya. Kedua fasilitas tersebut dibangun tanpa dinding ( los ) tetapi tetap
diberi penutup atap. Bentuk, ukuran dan konstruksi dari los kerja besi dan kayu
harus dapat menjamin keselamatan dan ketentraman para pekerja yang bekerja
di tempat tersebut
Peraturan Penempatan
Penempatan los kerja besi dan kayu tidak jauh dari penumpukan material dan
berada di dekat jalur kerja agar memudahkan proses pelaksanaannya.
7.

Tari Egon Sikka og Flores

CRANE, PASSENGER HOIST dan LIFT BAHAN, BATCHING PUMP DAN


CONCRETE PUMP
Definisi
Tower crane merupakan alat berat yang berfungsi sebagai system transportasi
vertikal untuk mobilisasi material dan elemen konstruksi. Passenger hoist adalah
alat transportasi vertikal yang berfungsi memudahkan para staf dan pekerja
proyek naik turun dilokasi proyek. Lift bahan adalah alat transportasi vertikal
yang berfungsi untuk pengangkutan material pekerjaan finishing.Batching Pump
adalah alat/mesin untuk memproduksi beton. Concrete Pump adalah alat untuk
menaikkan Beton / Ready mix Concrete ke lokasi pengecoran sehingga
mempercepat dan mempermudah pelaksanaan pekerjaan.
Peraturan Penempatan

Kampung musik Trandisional Waiara Maumere


Flores

Penempatan tower crane, Batching dan concrete pump harus direncanakan


dapat menjangkau seluruh area proyek konstruksi bangunan yang akan
dikerjakan dengan manuver yang aman tanpa halangan. Konstruksi tower crane
yang perlu direncanakan dengan cermat adalah pondasi dan penempatan
bracing sebagai pengaku pada saat bangunan telah mencapai ketinggian
tertentu. Passenger hoist dan lift bahan diletakkan pada sisi bangunan yang tidak
memiliki halangan secara vertikal. Konstruksi passenger hoist dan lift bahan
dibuat seperti pada tower crane yang meliputi pondasi struktur rangka untuk
rail lift, diperkuat dengan bracing yang diangkur ke struktur bangunan yang
sudah jadi.
8. DISPOSAL AREA
Definisi
Lingkungan proyek yang bersih, rapi dan sehat akan membantu meningkatkan
produktifitas pekerja dan mengurangi resiko penyebab terjadinya kecelakaan.
Oleh karena itu setiap proyek memerlukan tempat pembuangan ( disposal area )
untuk membantu menjaga kebersihan di lokasi kerja. Umur sampah paling lama
1 x 24 jam sudah harus diangkut keluar lokasi proyek. Pengelompokkan
sampah sesuai dengan jenisnya diperlukan untuk memudahkan proses

Demo Tarian Sikka

pengangkutan. Bahan bongkaran dan lain-lain yang sudah tidak terpakai


tersebut harus dibuang / diangkut ke luar lokasi pekerjaan atau ke tempat
pembuangan yang aman. Tidak diperbolehkan membuang bahan kimia dan
bahan beracun dan berbahaya atau bahan / sisa bahan yang mengandung zat
tersebut yang dapat mencemari tanah dan air dan lingkungan.
Peraturan Penempatan
Tempat sampah berada pada setiap lokasi yang berpotensi menimbulkan
sampah. Pekerja housekeeping akan mengangkut sampah dari setiap tempat
sampah yang sudah terkumpul dan akan dibuang menuju tempat pembuangan

Aku Digunung Egon Maumere of flores

About

yaitu berupa bak sampah besar. Bak sampah besar terletak pada area yang
tidak akan dibangun, dan daerah yang jauh dari lokasi pekerjaan. Hal ini
mencegah terganggunya produktivitas kerja akibat bau yang bersasal dari
tempat pembuangan sampah.
9. RUMAH GENSET dan TANGKI AIR
Definisi
Genset berfungsi sebagai pencipta daya listrik dilokasi proyek. Tangki air

Tari Egon Sikka

merupakan sarana proyek yang berfungsi sebagai sumber air.


Peraturan Penempatan
Genset dan tangki air diletakkan pada daerah yang tidak akan dibangun sampai
dengan pembangunan proyek selesai. Masing - masing diletakkan pada area
yang berpotensial membutuhkan listrik dan air.
10.POS JAGA dan PAGAR PROYEK
Definisi
Pos jaga adalah tempat petugas keamanan proyek yang berfungsi memudahkan
pengawasan keamanan seluruh kegiatan proyek. Pagar proyek merupakan
batas lokasi yang berfungsi untuk membatasi dan menjaga keamanan kerja
dalam lingkungan proyek. Konstruksi pagar proyek tergantung lokasi dan
tempat pekerjaan dapat dibuat dengan menggunakan dinding beton atau seng
dan didukung olehbtiang-tiang besi atau kayu dan diikat dengan baut pengikat
pada jarak tertentu.
Peraturan Penempatan
Pos jaga mutlak diperlukan, yaitu sebagai tempat para petugas keamanan dapat
bekerja selama 24 jam. Pos jaga diletakkan pada pintu masuk dan keluar proyek
serta pada daerah rawan. Pembuatan pagar dalam suatu pelaksanaan proyek

Tenun Ikat Maumere

Latest Reviews

konstruksi merupakan suatu keharusan. Penempatannya mengitari lokasi


proyek dengan tinggi minimal 2,5 meter dan memperhatikan keamanan serta
estetika lingkungan Pembuatan pagar tersebut tidak melampaui garis sepadan
jalan.
PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNA JEMBATAN PULAU SETOKO
REMPANG BATAM
Rancang bangun jalan setoko rembang ini mempunyai bentangan sepanjang
363 m dan akan diselesaikan dalam waktu 1165 hari kelender dengan nilai
kontrak sebesar. Rp 43.186.825.000,-.

Glider Content
"WELLCOME IN MY BLOG"

Rancang bangun jembatan ini terbagi menjadi tiga bagian utama :


1. 2 buah Abutmen
2. 4 buah Pilar

3.

a. 2 buah Pilar darat


b. 2 buah Pilar laut
1 buah Gelagar

Pages
Beranda

Download

BTricks

"JANGAN LUPA TINGGALKAN COMMENT"

Kedua macam pilar tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai
penopang gelagar jembatan. Kondisi dan konstruksi kedua pilar ini berbeda.
Pilar darat dibuat dan ditanam didarat sedangkan pilar laut ditanam didasar laut.

Langgan Andi Pio


Pos

Komentar

Gambar Pilar Laut


Gambar Pilar
Darat

1.
2.
3.

Dalam pembuatan abutmen haruslah ditentukan terlebih dahulu pemilikan


begisting. Setelah diadakan penelitian begisting pasang bongkar lebih cocok dan
hemat dalam pelaksanaannya. Dalam setiap tahapan kerja selalu melakukan
pengendalian mutu. Mutu material dipilih dan diuji secara random. Pilr darat
berfungsi sebagai pembantu pilar laut yang tugasnya menopang hampir seluruh
beban gelagar jembatan.pembuatannya dilakukan secara bertahap;
Pembuatan bor pile sebagai pondasinya.
Pembuatan Pile cap sebagai landasan pilarnya
Pembuatan pilar darat

didukung oleh

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Share it
Share this on Facebook
Tweet this
View stats
(NEW) Appointment gadget >>

Cari Blog Ini


Cari

Konstruksi pilar darat ini dibuat dengan 4 kolom pilar yang akan menerima beban langsung dari
gelagar jembatan.

Pilar laut ini adalah sebagai pilar inti penopang gelagar jembatan.untuk ukuran
dan konstruksi berbeda dengan pilar darat
Pada pilar laut dikerjakan secara bertahap dan bibagi menjadi 4 bagian pokok:
1. Konstruksi core pile
2. Pile cape (juga berfungsi sebagai penopang pilar laut
3. Konstruksi pilar laut
4. Bentangan gelagar/box girder
1. Konstruksi Core Pile
a. Core Inner Pile

Blog Archive
2011 (9)
2013 (20)
Oktober (20)
Metode
Pekerjaan
Jembatan
BAHASA
SEBAGAI
SARANA
BERPIKIR
ILMIAH
ANTARA PNS
DAN

POLITIK
BAGAI
BUAH
SIMALAKA
MA
Manajemen
proyek
Dalam
proyek
Konstruksi
Konspirasi Da
Vinci
SEKILAS
POTRET
GENERASI
MUDA
KITA...
IMPIAN SANG
NELAYAN...

Tahap awal pembuatan pilar laut adalah pemancangan pipa chasing dengan
diameter 180 cm sepanjang 33 m dengan jumlah 36 pipa. Untuk setiap pilar
laut ditambah dua buah timepureri chasing. Pemancangan harus sampai
ditanah keras atau bebatuan kemudian dibor dengan kedalaman 4 meter dan
chasing diturunkan juga mencapai 4 m. Khusus trompai chasing diturunkan
hingga 9 meter. Pengeboran dilanjutkan lagi hingga mencapai 14 m. Untuk pipa
casing core pile disetiap sisi telah dipasang cluth dan disisi yang lain dipasang
site conektor. Masing masing sebagai penyambung pipa yang jadi satu dengan
pipa chasing lainnya.urutan pemancangan pipa casing cold pile dilakukan secara
silang. Setelah pipa pipa inner pile tertanam semua kemudian dilakukan airlift.
airlift berfungsi untuk membersihkan kotoran lumpur yang tidak diperlukan
pada beton. Selesai airlift pipa grouting dimasukan dan dilanjutkan penulangan.
Besi tulang dirangkai didarat dan dimasukan kedalam pipa chasing secara
berurutan. Kini pile siap dilakukan pengecoran. Untuk menjamin mutu beton
k350 tahan sulfat selama pengecoran dilakukan presure test; beton dicetak
berbentuk kubus, bahannya diambil secara sampling dari tiap tiap 20m3
adonan beton kemudian dipasang label dan dikeringkan. Pengeringan selama 3
hari. Presure test dilakukan secara bertahap berdasarkan lama pengeringan;
mulai 3 hari; 7 hari; 21 hari sampai 28 hari sampai bisa dipastikan semakin
lama semakin keras.
Pengecoran bore pile dilakukan dengan sistem tremie yaitu pipa tramie yang
dalamnya sudah diisi pipa pelampung dimasukan kedalam pipa casing sampai
kedasar pengeboran pelampung berfungsi sebagai penyikat beton dan air yang
ada didalam pipa tremie saat beton dipompakan kedalam pipa trani pelampung
akan pecah atau naik ke permukaan air. Untuk mendapatkan beton yang
bermutu treni harus ada dipermukaan beton, tidak diijinkan diatas permukaan
beton atau terlalu kedalam. Begitu seterusnya hingga permukaan beton
mencapai permukaan kerja. Saat lantai kerja dilepas beton yang jelek kan
tumpah kelaut sehingga didapatkan permukaan beton yang bermutu k 350.
Setelah beton berumur 24 jam kemudian dilakukan grouting yaitu memasukan
mortat proud untuk mengisi rongga rongga. Grouting ini dilakukan guna
mendapatkan hasil beton yang bagus dan tidak berongga.
Caranya sebagai berikut :
Adukan mortat groud dimasukan kedalam ujung pipa galvanis dengan tekanan
6 bar sampai seluruh pipa galvanis terisi penuh. Hal ini ditandai dengan
keluarnya adukan mortat proud dari ujung pipa yang lain. Kemudian ujung pipa
ditutupdan tekanan dinaikan menjadi 75 bar.
Karena tekanan tinggi karet pembungkjus lubang pipa dibawah membuka atau
pecah sehingga adukan mortal keluar dan menyebar mengisi rongga rongga.
Begitu seterusnya pelaksanaan base grouting sampai rongga rongga terisi
semua. Dalam satu bore pile dipasangan 3 buah instalasi pipa grouting
sehingga dijamin bore pile ini benar benar bagus dan tidak berongga. Grouting
dilakukan juga pada cluth. Prinsip kerjanya sama. Hanya pada cluth dipasang

GLOBAL
WARMING
DAMPAK
TEKNOLOG
I
GLOBALISA
SI DAN
TA...
BIDUAN
SENJA
MERAYU
MADAH
SAMUDRA
ANTARA
KEPENTING
AN DAN
SUARA
HATI
SEJENAK
MELIHAT
KERAJINAN
TENUN
IKAT SIKKA
PUJANGGA
MALAM
DARI MASA
KE MASA
Sang Fajar
Dari Pulau
Palue
SIMBOL PARA
PENJAGA
KOTAKU...K
OTA
MAUMERE
BABA AKONG
DAN
PRAHARA
TSUNAMI
BERTABUR
BAKAU
(SAN...
PENGERTIAN,
JENIS DAN
LANGKAH
LANGKAH
METODE
PE...
PARA

geotextil dab didalamnya dimasukan dua buah besi tulangan berdiameter 19


mm sepanjang cluth. Adukan mortat proud dimasukan kedalam geotextil degan
tekanan 40 bar sampai rongga rongga bar terisi penuh.
b. Core Pile

PETUALAN
G
SAMUDRA
DARI
LEMBATA FLORES
(KUMP...
PUBLIC
PRIVATE
PARTNERS
HIP (PPP)
DITINJAU
DARI L...
Mistycal
Kelimutu
Lake Flores
Island

Prinsip kerja dari galian core sama sama dengan pekerjaan airlift hanya
pada pekerjaan ini ujung pipa drill diruncingkan dan dijatuhkan berulang ulang.
Tujuannya untuk menggemburkan tanah keras didalam cole. Material tanah
dikeluarkan bersamaan dengan keluarnya air yang disemburkan kompresor.
Begitu seterusnya sampai mencapai elevasi tanah yang nilai SPTnya 50 atau 8
titik. Selesai penggalian cole dilanjutkan denganpenggalian penulangan cold
dan airlift. Semuanya dipersiapkan untuk pengecoran coee agar mendapatkan
beton yang benar benar bagus. Beton core memakai kualitas mutu beton k350
dengan slum 18 20 cm. Adonan beton k350 dicampur adiktif sikkaform 7 %
yang berfungsi untuk menahan garam laut plus exisator desi 0,5 % yang
berfungsi untuk memperlambat 12 jam pengerasan beton. Volume pengecoran
cole mencapai 1200 m3 untuk itu dibagi menjadi 4 tahap dan diperlukan 2 buah
Batching, dua buah concrete pump dan 4 buah pipa tremie. Setiap tahapan
pengecoran mencapai tinggi 8 meter 3 kali dan tahap akhir 4 meter 1 kali. Pada
akhir pengecoran core, beton paling atas yang bercampur lumpur dibuang
sampai permukaan beton yang bagus. Setelah pengecoran core mencapai
elevasi 2,3 meter kemudian dilakukan perawatan caranya permukaan beton
ditutup styroform setebal 12 cm tujuan untuk menghambat penguapan dan
menghindari terjadinya retak rambut.
Dalam pelaksanaan pengecoran core ini setiap tahapan selalu diawasi dan
diperiksa spesifikasinya karena diterapkan sistem kendali mutu disetiap proses
kerja
c. Out Core Pile

Selesai perawatan core dilanjutkan dengan pemancangan out core pile. Cara
pemancangan sama dengan pada pemancangan iner core pile. Urutan
pemancangan disesuaikan dengan kuatnya arus air laut. Outor pile 1 6
diselesaikan dalam satu sesi. Out core pile ke 7 - 12 dalam sesi yang lain
sedangkan autor pile 13 &14 dipasangkan pada centra garis core. Kemudian
out core dirangkai dengan cure pile memakai besi laberzing dan besi siku.
Selesai dilakukan perawatan beton cole dilanjutkan dengan proses pembuatan
pile cape.
2. Konstruksi Pile Cape

Pile cape ini labuat dengan memasangkan beton pracetak yang dilingkarkan
disekeliling out core pile. Out core pile yang telah sama dikaitkan dengan core
pile ini pada dinding-dindingnya dipasang bracket bracket sebagai penopang
beton pracetak. Pengelasan bracket ini ditentukan dengan bentuk, ukuran dan
ketinggian yang sama kemudian dipasangkan beton cetak. Beton cetak ini
berfungsi sebagai begisting pile cape. Untuk samping dinding dindingnya juga
yang diterapkan beton cetak yang juga berfungsi sebagai begisting.

Untuk pembesian dilakukan secara silang menerapkan besi beton berdiameter 1 inchi
dengan sistem kolom berjarak 20 cm. Dalam pembesian atau penulangan ini sangat
menghindari sambungan. Sistem pengecoran dengan cara silang dan menerapkan beton
berkualitas k 350. Beton dari batching pump di pompakan dari concrete pump melalui
selang diarahkan sesuai dengan volume pertahap pengecoran. Begitu seterusnya sampai
tahap pertama satu sudut selesai. Untuk satu pile cape pengecoran dilakukan secara
bertahap dan dibagi menjadi 4 tahap.
3. Konstruksi Pilar

Konstruksi pilar ada du kolom, dalam satu kolom ada 2 pile cape yang
selanjutnya menjadi titik tumpu beban gelagar. Hammer head ini dibuat
berongga dan dapat dimanfaatkan sebagai jalan kerja peralatan maupun
tenaga. Hummer head ini selain sebagai penopang beban gelagar juga sebagai
bagian dari gelagar. Gelagar yang akan dibuat diawali dari hammer head dan
sebahu dengan hummer head.

4. Konstruksi Gelagar
Sebelum melaksanakan pembuatan gelagar terlebih dahulu mengadakan
penelitian untuk menentukan sistem begisting.pada gelagar jembatan ini
menerapkan sistem begisting traveler form work. Kelebihan dari sistem
begisting ini dapat dibongkar pasang ditempat dan dapat dipakai berulang kali.
Sebelum instal traveler diatas hummer head terlebih dahulu dipersiapkan
lubang lubang angkur traveler. Khusus untuk hummer head lubang lubang
angkur dipersiapkan sesuai tahapan pengecoran box girder, maka lubang
angkur dudukan rel ekstra harus tertanam pada beton.

Lubang angkur dibuat dengan pipa pvc yang diletakan sesuai dengan
koordinat sesuai dengan koordinat yang telah ditentukan. Lubang-lubang
angkur dipersiapkan untuk lubang dudukan angker, lubang angker rell dan
lubang lubang penggantung form work. Pada form work ini begisting dibagi
menjadi tiga bagian yaitu : begisting penggantung top slab, pegisitng
penggantung button slab dan begisting penggantung sayap atau dinding box
girder. Instal traver diatas hummer head dilakukan dari ponton dengan crane
berkapasitas 80 ton, pada saat instal posisi ponton harus searah dengan arus
air laut. Untuk traveler 1 dipasangkan pada salah satu ekstra hummer head
setelah selesai diteruskan dengan traveler 2 sampai ke 8 traveler terpasang.
Sistem instal dilakukan bermodul sesuai dengan urutannya yaitu instal rell,
intal plat dan instal balok dudukan, instal penumpu roller scape. Intal modul
utama. Onstal modul belakang, instal modul depan dan istal modul
penghubung. Selesai instal traveler form dilanjutkan dengan pemasangan
begisting box girder kemudian dilakukan penulangan dan pengecoran untuk
segmen pertama gelagar. Untuk memindahkan traveler ke segmen selanjutnya
dilakukan secara bertahap dan harus berurutan yaitu dengan langkah pertama
rel didorong ke beton segmen didepannya sehingga permukaan segaris
dengan pemukaan beton setelah itu angkur rel dipasang , angkur bar yang
menghubungkan modul rel ke beton dilepas sehingga roda belakang
menyentuh balok rel yang berfungsi sebagai angkur dan tumpuan rel. Jackk
hidrolik diturunkan dengan cara mengendorkan lognatnya roller scape
menyentuh permukaan rel. Setelah memasang angkur rel dan telah dipastikan
sekencang mungkin maka traveler siap untuk digerakan. Penggerak traveler
memangkai jack scope panjang. Selama pergerakan ini jack memakai tumpuan
plat penghubung rell. Titik titip berhenti traveler adalah setiap 50 cm.
Untuk satu segmen dilakukan pergerakan 6 kali, namun sebelum batas
depan segmen terakhir pada jarak rell diberikan stivener yang berfungsi
sebagai pengkaku permukaan. Setelah traveler posisi akhir pergerakan
kemudian traveler diangkat dengan jack hidrolik sehingga roller scape
menggantung dari rel kemudian modul utama kiri dan kanan dilevel dan
lognate dikencangkan. Pemasangan angkur traveler setelah roda modul utama
diturunkan, kini traveler siap untuk dibebani. Dalam menggerakkan traveler ini
selalu menggunakan jack hidrolik sebagai pendorongnya. Pada akhir
pergerakan leveling modul kanan dan kiri sangat menentukan ketinggian akan
gelagar selanjutnya.untuk itu spesifikasi teknis harus selalu diikuti. Demikianlah
proses maju setapak demi setapak akhirnya membentik jembatan yang kokoh.
Dengan selesainya pengecoran bagian closer baik pada bagian tengan maupun
tepi secara struktur selesai pula pekerjaan konstruksi jembatan yang
kemudian diteruskan dengan pekerjaan finishing yang meliputi pekerjaan
median., trotoar, ,relling jembatan, tiang listrik dan saluran drainasi (Andy Pio
Monthero).
Diposkan oleh pio.andy di 16.07
+2 Rekomendasikan ini di Google

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar

Link ke posting ini


Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru

Sample text

Beranda

Posting Lama

Sample Text
" KAU SELALU HADIR
MENEMANIKU DALAM SETIAP
DETAKAN JANTUNGKU DAN
DISETIAP HEMBUSAN NAFASKU"

Create w ordpress sites w ith ThemePix.com