Anda di halaman 1dari 16

I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Wilayah Indonesia sebagian besar terdiri dari laut yang hampir 70% dari
total luas wilayah Indonesia keseluruhan adalah 5,8 juta km2, terdiri dari 2,8 juta
km2 perairan nusantara, 0,3 km2 perairan laut territorial dan 2,7 km2 perairan
ZEE Indonesia dimana Indonesia mempunyai hak pengelolaannya, dimana
Indonesia memiliki garis pantai yang panjangnya sekitar 81.000 km2 dan
merupakan garis pantai yang terpanjang di dunia setelah Canada serta memiliki
17.508 buah pulau.
Laut memiliki sumberdaya alam yang penting untuk kehidupan di masa
kini dan akan datang. Sumberdaya disamping dieksploitasi bagi kebutuhan
manusia juga perlu dilestarikan. Ekosistem laut meliputi 3 aspek meliputi; fisika,
kimia dan biologi. Komponen dari ekosistem salah satunya adalah ikan, baik
secara herbivora, carnivora dan omnivora mempunyai peranan penting bagi
manusia secara ekonomi dan konsumsi.
Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin
(poikilothermal), hidup dalam air, gerakan dan keseimbangan badannya terutama
menggunakan sirip, dan umumnya bernapas dengan insang. Sebagian besar ikan
hidup di perairan laut sedangkan sebagiannya di perairan darat.
Secara anatomi ikan mempunyai sepuluh sistem yang bekerjasama dalam
membentuk keseluruhan individu, adapun kesepuluh sistem tersebut yaitu sistem
saraf, sistem peredaran darah, sistem integumen, sistem otot, sistem pencernaan,
2

sistem rangka, sistem ekskresi, sistem pernapasan dan sistem reproduksi, diantara
ke sepuluh sistem ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Syaraf adalah organ yang paling dulu dibentuk dari lapisan terluar
(exoderm) yang berfungsi sebagai penghubung. Sistem saraf pada ikan
mempunyai tiga macam peranan vital, yaitu: Orientasi terhadap lingkungan luar,
menerima stimulus dari luar dan meresponnya, mengatur agar kerja sekalian
sistem dalam tubuh bersesuaian, dengan bantuan kerja kelenjar endokrin dan
tempat ingatan dan kecerdasan (khusus vertebrata tingkat tinggi). Peranan ini
semua disempurnakan oleh saraf, medulla spinalis, dan otak, dibantu oleh organ
indra sebagai reseptor, dan otot serta kelenjar sebagai efektor. Unit terkecil system
syaraf adalah sel syaraf atau neuron. Neuron merupakan sel fungsional pada
sistem syaraf, yang bekerja dengan cara menghasilkan potensial aksi dan
menjalarkan impuls dari satu sel ke sel berikutnya.
Reproduksi pada ikan seperti halnya pada mahluk hidup lainnya, adalah
suatu proses alamiah dalam rangka pengelakan spesies. Reproduksi adalah suatu
proses makhluk hidup dalam usaha pengabdian spesies dan proses pemunculan
spesies dengan ciri atau sifat yang merupakan kombinasi perubahan genetik. Ikan
mengembangkan berbagai strategi reproduksi untuk mencapai keberhasilan
reproduksi. Disini organ-organ yang terkait dengan proses reproduksi sangat
berperan. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan perairan tempat hunian
ikan. Perubahan lingkungan akan memberikan efek yang berbeda pada spesies
ikan yang berbeda. Beberapa jenis ikan bahkan melakukan perjalanan ruaya yang
jauh untuk memijah. Pemijahan yang tepat tempat dan tepat waktu untuk
kepastian keberhasilan reproduksi terkait erat dengan peran sistem endoktrin.
3

Untuk itu kita adakan praktikum Sistem Syaraf dan Reproduksi agar
mengenal organ-organ syaraf dan reproduksi pada ikan dan dapat memahami
perbedaan bentuk dan warna pada alat reproduksi ikan.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Praktikum Sistem Syaraf dan Reproduksi ini bertujuan untuk dapat
mengenal organ-organ syaraf dan reproduksi pada ikan dan dapat memahami
perbedaan bentuk dan warna pada alat reproduksi ikan.
Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengetahui
organ-organ syaraf dan reproduksi pada ikan dan dapat memahami perbedaan
bentuk dan warna pada alat reproduksi ikan serta dapat membedakan antara ikan
jantan dan betina.



4

II. TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Pulungan et al (2005), sistem syaraf pada ikan dapat dibagi
menjadi dua, yaitu sistem cerebro spinal dan sistem autonomik. Sistem cerebro
spinal terdiri dari otak dab spinal cord, sedangkan bagian perifer terdiri dari syaraf
spinal, syaraf cranial, dan organ sensori. Selain itu otak ikan terbungkus oleh
kotak otak terletak di daerah kepala. Kotak otak berperan sebagai pelindung otak,
karena otak merupakan organ yang lunak dan lembut.
Jaringan saraf adalah jaringan yang berperan untuk mengatur dan
mengkoordinasi semua aktivitas tubuh dengan mengirimkan sinyal-sinyal ke
seluruh tubuh. Dimana terdapat dua sisitem komunikasi internal yang
mengkoordinasi aktivitas bagian khusus seekor hewan (system saraf dan system
endokrin). Sel saraf mengalami spesialisasi untuk bereaksi cepat dan
mengarahkan control sel sasaran. Sel ini merupakan dasar untuk pembentukan
struktur system saraf yang komleks dan sangat terartur (Bresnick, 2003).
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf atau neuron sel ini mampu bereaksi
terhadap rangsangan dan mengantarkan kebagian tubuh lain. Sel saraf inilah yang
menyebabkan Anda dapat merasakan rangsangan panas, nyeri dan sebagainya.
Satu neuron terdiri dari badan sel dengan inti ditengahnya, dari badan sel ini
menjulur sitoplasma yang membentuk akson. Akson bercabang seperti ranting
membentuk dendrite, badan sel ini juga merupakan tempat pemeliharaan semua
bagian sel saraf agar dapat berfungsi, adapun akson berfungsi mengantarkan
rangsangan dan badan sel ke sel saraf yang lain, sementara itu dendrite berfungsi
mengantarkan rangsangan ke badan sel. Akson diselubungi oleh selubung mielin,
5

selubung ini tersusun atas sel-sel yang disebut sel schawann. Sebagian besar sel
Invertebrata tidak memiliki selubung mielin. Batas antara sel schawann yang satu
dengan sel schawann yang lainnya disebut nodus ranvier. Sel schawann juga
berfungsi dalam regenerasi akson yang rusak, jung akson ini akan berhubungan
dengan ujung dendrite biasanya melalui cela selebar 15 nm antara membrane
plasma berhadapan bagian penghubung ini dinamakan sinapsis. Melalui sinapsis
inilah rangsangan dilanjutkan dari neuro yang satu ke neuron yang lainnya
(Akyar, 2004).
Saraf merupakan sistem kordinasi yang bekerja menerima rangsangan,
mengelola, lalu meneruskan rangsangan, pada tubuh manusia atau hewan
memiliki jaringan saraf atau dapat dikatakan memiliki jaringan komunikasi, yang
menghububgkan jaringan yang satu dengan jaringan, jaringan komunikasi tersebut
mirip dengan jaringan telepon, demikian pula sistem komunikasi yan kita miliki
pusat pengendali, yaitu otak dan sumsum tulang belakang, otak disini berfungsi
sebagai sentral otomatis pada sistem saraf, sedangkan urat saraf atau tali saraf
berfungsi semacam kabel saraf yang menyampaikan implus atau rangsangan yang
diterimanya. Alat tubuh yang berfungsi sebagai reseptor rangsangan adalah indra,
dimana indra merupakan bagian tubuh yang memiliki ujung saraf sensoris yang
peka terhadap rangsangan tertentu, sedangkan rangsangan dapat diartikan sebagai
perubahan lingkungan yang diterima oleh reseptor, menurut asalnya rangsangan
ini dibedakan menjadi dua, yakni rangsangan dari luar tubuh dan rangsangan dari
dalam tubuh. Rangsangan dari luar tubuh misalnya suara, cahaya, bau, panas dan
tekanan, sedangkan rangsangan dari dalam tubuh misalnya rasa lapar, haus, nyeri
(Istamar,2005).
6

Menurut Umar (2011), sel saraf terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:
1. Badan sel, merupakan pengendali kerja sel saraf, memiliki inti sel dan
sitoplasma yang banyak mengandung mitokondria.
2. Dendrit, tonjolan protoplasma pada badan sel dan bercabang-cabang,
berfungsi untuk menerima dan mengantarkan implus saraf dari luar ke sel
saraf.
3. Neurit, disebut juga akson, yang merupakan juluran yang panjang dari badan
sel. Neurit ini mengantarkan rangsangan dari badan sel ke sel saraf yang lain.
Neurit disebut juga sel saraf, neurit ini dihubungkan oleh selubung mielin.
Ikan itu sendiri dapat didefinisikan sebagai binatang vertebrata yang
berdarah dingin yang hidup dalam lingkungan air. Adapun pergerakan dan
keseimbangan badannya menggunakan sirip dan umumnya bernafas dengan
insang. Bentuk ikan akan beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya.
Dengan kata lain, habitat atau tempat hidup ikan akan berpengaruh terhadap
bentuk tubuh dan fungsi alat tubuh. Sedangkan cara bergerak maupun tingkah
lakunya akan berbeda dari satu habitat ke habitat lainnya. Ikan akan
tnenyesuaikan diri dengan faktor fisika, kimia, dan biologinya dari habitat itu
sendiri ( Saanin, 1986 ).
Sistem reproduksi adalah sistem untuk mempertahankan/melestarikan
spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi adalah urutan
proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma)
sampai menjadi anak ikan dan seterusnya.

7

Reproduksi ikan diawali dengan bercampurnya spermatozoid dari ikan
jantan dengan telur (ovum) dari ikan betina sehingga menghasilkan telur yang
dibuahi. Selanjutnya telur ini akan mengalami pembelahan sel berulang-
ulang,berkembang dan akhirnya membentuk individu baru.Pada sebagian besar
ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi pada beberapa
fimili, seperti Sparidae dan Serranidae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada
satu invidu sehingga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri.
Mulut ikan, bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan
habitat ikan tersebut, pada rangga mulut bagian dalam biasanya di lengkapi
dengan jari-jari, tapis insan yang panjang dan lemah untuk menyaring plankton
(Kotellet et al, 1993).
Ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya mempunyai tulang
belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan bergantung atas air dimana sebagai
tempat tinggal mereka. Ikan memilki kemampuan di dalam air untuk bergerak
menggunakan siripnya untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak
tergantung dengan arus yang disebabkan oleh arah angin (Burhanuddin,2008).
Secara garis besar ikan-ikan yang terdapat dialam terbagi atas dua grup
yaitu agnatha (ikan yang tidak berahang) dan gnathostomata (ikan yang memiliki
rahang). Grup ikan tersebut dibagi kedalam tiga kelas, yakni kelas
cephalospidomophi, kelas condrichthyes dan kelas osteichthyes (Putra et al,
2013).
Ikan Serai termasuk kedalam filum Chordata, kelas Pisces, subordo
Teleostei, ordo Perciformes, family Carangidae, genus Caranx, spesies Caranx
rotteri (Saanin, 1986).
8

Ikan Serai (Caranx rotteri) selain mempunyai sirip tambahan dari sirip
dubur dan sirip punggung bagian belakangnya, juga mempunyai tanda khas yang
merupakan sisik besar,dan berduri pada gurat sisinya, melebar keatas dan
kebawah badan. Ikan ini di dapat jauh ketengah-tengah lautan, tetapi anak-
anaknya sering terdapat di muara-muara sungai yang besar.panjang tubuh ikan ini
mencapai 40 cm lebih. Ikan seperti ini terdapat di seluruh daerah indo-pasifik
(Djuhanda, 1981).







9

III. BAHAN DAN METODE
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi mengenai Sistem Syaraf dan Reproduksi
dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 Juni 2014, bertempat di Laboratorium
Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau Jalan
Bina Widya Km 12,5 Panam, Pekanbaru.
3.2. Bahan dan Alat
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah
Ikan Serai (Caranx rotteri) dan Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah nampan untuk meletakan ikan,
penggaris untuk pengukur panjang, tinggi dan lebar ikan, buku penuntun pratikum
untuk menggambar ikan dan menjadi pedoman mengenai hal hal tentang ikan
yang dipraktikumkan, serbet untuk membersihkan tangan, masker untuk menutup
bagian mulut dan hidung agar terhindar dari bau formalin, sarung tangan untuk
melindungi tangan agar terhindar dari formalin pada saat memegang ikan, gunting
bedah dan cutter untuk membedah ikan, serta alat tulis berupa pensil dan pena
untuk menggambar dan menulis keterangan gambar.
3.3. Metode Praktikum
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah pengamatan secara
langsung pada ikan yang di praktikumkan. Semua hal yang menyangkut dan
berhubungan dengan sistem syaraf dan reproduksi harus diperhatikan dan diamati
dengan teliti.

10

3.4. Prosedur Praktikum
Dalam praktikum ini pertama sekali kita mengamati ikan yang telah
ditentukan untuk dipraktikumkan. Ikan yang telah diletakkan di atas nampan
untuk diamati kemudian di gambar morfologinya dibuku penuntun praktikum
ikhtiologi lengkap dengan klasifikasinya. Setelah itu dilanjutkan dengan
melakukan pembedahan organ dalam ikan pribadi, yaitu mengambil gonadnya dan
menentukan gonad tersebut gonad jantan atau betina serta menggambarkannya.
Sedangkan pada ikan mas, dibedah bagian kepalanya agar mendapatkan otak dan
hipofisa.


11

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Berikut ini hasil pengukuran jenis ikan yang terdiri dari Ikan Serai
(Caranx rotteri) yang telah diamati pada saat praktikum di laboratorium :
Nama Ikan
Ukuran Tubuh (cm)
TL SL HdL BdH
Ikan Serai (Caranx rotteri) 19 17 4 4

4.1. 1. Ikan Serai (Caranx rotteri)






Gambar 1. Ikan Serai (Caranx rotteri)
Keterangan: 1. Sirip Dorsal/punggung
2. Sirip Pectoral/dada
3. Sirip Ventral/perut
4. Sirip Anal/Anus
5. Sirip Caudal/ekor
12

Klasifikasi ikan Serai :
Kelas : Pisces
Ordo : Perciformes
Family : Carangidae
Genus : Caranx
Species : Caranx rotteri







Gambar 2. Gonad Pada Ikan Serai (Caranx rotteri)








Gambar 3. Otak Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Lateral

13








Gambar 4. Otak Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Dorsal
Klasifikasi pada Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Osteichthyes
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio
4.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan, sistem reproduksi ikan Serai terdiri atas
alat-alat kelamin (organ genitalia) dan alat-alat pengeluaran (organ
uropoetica/excretoria). Alat kelamin yang terdapat pada individu ikan tersebut
disebut gonad. Gonad yang terdapat di dalam rongga tubuh ikan jantan disebut
testes. Sedangkan gonad yang terdapat pada rongga tubuh ikan betina disebut
ovari. Alat-alat pengeluaran terdiri atas mesonepros, ureter dan gelembung
kencing.
14

Setelah membedah Ikan Serai didapati testes yang berjumlah sepasang
dan bentuknya memanjang serta berwarna putih susu.
Ikan Serai termasuk kedalam filum Chordata, kelas Pisces, subordo
Teleostei, ordo Perciformes, family Carangidae, genus Caranx, spesies Caranx
rotteri (Saanin, 1986).
Pada Ikan Mas terdapat lima bagian otak, yaitu: talencephalon,
diencephalon, mesecehalon, metencephalon dan myelencephalon. Talencephalon
merupakan otak bagian depan yang berhubungan dengan pusat pembauan. Saraf
utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory yang berhubungan
dengan hidung sebagai penerima rangsang.
Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Pada ikan
dewasa, otaknya terdiri dari lima bagian yaitu telencephalon, diencephalon,
mesencephalon, metencephalon, dan myelencephalon (Yulia, 2004).
Memilki hipofisa yang terletak pada bagaian bawah otak diencephalon
yang memiliki begitu banyak kegunaan, salah satu nya bisa digunakan sebaggai
perangsang telur untuk keluar pada proses pemijahan.

15

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa pada ikan Mas terdapat lima bagian otak, yaitu: talencephalon,
diencephalon, mesecehalon, metencephalon dan myelencephalon. Talencephalon
merupakan otak bagian depan yang berhubungan dengan pusat pembauan. Saraf
utama yang keluar dari daerah ini adalah saraf olfactory yang berhubungan
dengan hidung sebagai penerima rangsang.
Sedangkan sistem reproduksi ikan Serai terdiri atas alat-alat kelamin
(organ genitalia) dan alat-alat pengeluaran (organ uropoetica/excretoria). Alat
kelamin yang terdapat pada individu ikan tersebut disebut gonad. Gonad yang
terdapat di dalam rongga tubuh ikan jantan disebut testes. Sedangkan gonad yang
terdapat pada rongga tubuh ikan betina disebut ovari. Alat-alat pengeluaran terdiri
atas mesonepros, ureter dan gelembung kencing.
Pada ikan Serai yang telah diamati terdapat testes yang menunjukkan
bahwa ikan Serai tersebut adalah ikan jantan.
5.2. Saran
Selaku manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan dan kelemahan.
Sebagai praktikan yang baru memulai bangku perkuliahan, saya menyadari masih
memiliki banyak kekurangan dan memiliki banyak kendala dalam mengerjakan
laporan praktikum ini, hal ini karena kurangnya buku-buku yang mendukung
untuk kelancaran dan kemudahan dalam pelaksanaan praktikum dan dalam
penyelesaian laporan praktikum. Jadi, semoga untuk selanjutnya hal tersebut
16

dapat terpenuhi demi kesempurnaan penulisan berikutnya. Tentunya arahan dan
masukan dari para asisten juga sangat saya butuhkan untuk mempermudah dan
memperlancar jalannya pratikum selanjutnya.