Anda di halaman 1dari 14

ATELEKTASIS PARU

ATELEKTASIS PARU
PENDAHULUAN
Paru merupakan organ penting bagi tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai alat
pernafasan (respirasi). Proses pernafasan yaitu pengambilan oksigen dari udara luar
dan pengeluaran CO2 dari paru-paru. Sistem pernafasan membawa udara melalui
hidung dengan 02! " 2#!C" rh $0-#0 % ke dalam al&eoli 'irongga hidung udara
dibersihkan dari debu ukuran 2 ( 0 u" dipanaskan dan dilembabkan oleh bulu dan
lendir hidung sebelum masuk ke trakea. 'ebu yang lolos ditangkap oleh lendir dari
sel-sel mukosa di bronkus dan bronkioli" )ilia set mukosa ini bergerak berirama
mendorong kotoran keluar dengan ke)epatan # mm*menit.
Proses transfer oksigen setelah sampai di al&eoli ter+adi proses difusi oksigen ke
eritrosit yang terikat oleh haemoglobin se+umlah 20 ml*00 ml darah dan sebagian
ke)il larut dalam plasma 0", ml* 00 CC" +ika -b $ gr% 'an sebaliknya
karbondioksida dari darah dibawa ke al&eoli untuk dikeluarkan melalui udara
ekspirasi. Proses &entilasi (keluar masuknya udara) didukung oleh unsur-unsur +alan
nafas" +aringan paru" rongga thora." otot natas dan saraf nafas.

ANATOMI PARU
RONGGA THORAX
Paru berada dalam rongga pleura yang tekanannya selalu negatif selama siklus nafas
(tekanan udara di luar dianggap / 0) Paru mengembang sampai menempel pleura. 0ila
tekanan rongga pleura +adi positif" paru - paru akan )ollaps. -al ini ter+adi pada1
o Pneumothora. karena luka tusuk dari luar
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI

ATELEKTASIS PARU
o Pneumothora. karena pe)ahnya blebs" )a&erne 20C atau p))ahnya bronkus
pada trauma .
o -idro*hemato-thoraks. pleural effusion
3angguan - gangguan itu menyebabkan restriksi pengembangan para. Collaps paru
karena pneumothora. disebut )oppression atele)tasis" sedangkan yang disebabkan
obstruksi +alan nafas disebut dengan resorbtion atele)tasis 3angguan gerakan thora.
ter+adi pada penderita nyeri post operatif ('aerah thora." abdomen atas. traktura
)ostae 4ni disebabkan karena bagian yang luka tersebut harus bergerak paling sedikit
20 .*menit untuk bernafas Pemakaian gurita*pleister fi.asi yang lebar dan erat
mengganggu pernatasan yang menyebabkan hipo&entilasi" mikro atelektasis dan
berlan+ut men+adi atelektasis.
"2
Paru ( paru kanan dibagi men+adi 0 segmen yaitu 1 Lobus atas 1 segmen
apikal" segmen posterior" segmen anterior" Lobus medial 1 segmen lateral" segmen
medial" dan Lobus bawah 1 segmen basalis superior" segmen basalis medial" segmen
basalis anterior" segmen basalis lateral" segmen basalis posterior. Sedangkan paru (
paru kiri dibagi men+adi 5 segmen yaitu 1 Lobus atas 1 segmen apikoposterior"
segmen anterior" segmen superior" segmen inferior dan " Lobus bawah 1 segmen
basalis superior" segmen basalis medial" segmen basalis anterior" segmen basalis
lateral" segmen basalis posterior.
Paru ( paru diselubungi oleh suatu lapisan tipis yang kontinu mengandung kolagen
dan +aringan elastis yang dikenal sebagai pleura 6 pleura parietalis (melapisi rangga
dada)" dan pleura &is)eralis (menyelubungi seluruh paru ( paru). 'iantara pleura
parietalis dan pleura &iseralis" terdapat suatu rongga yang berisi suatu )airan (disebut
)airan pleura) yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
2
ATELEKTASIS PARU
selama pernafasan dan untuk men)egah pemisahan toraks dan paru ( paru yang dapat
dianalogkan seperti dua buah ka)a ob+ek akan saling melekat bila ada air.
"2
Paru kanan tampak medial. Paru kanan tampak lateral.

Paru kiri tampak medial.
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
,
ATELEKTASIS PARU
Paru kiri tampak lateral.
OTOT NAAS
Otot diaphragma melakukan 7$% &entilasi" sisanya oleh otot nafas sekunder 1
inter)ostali". sterno-)leido-mastoidus. sealenus
Otot e.pirasi sekunder adalah otot-otot dinding perut. 3angguan otot di+umpai pada
amstenia gra&is atau penggunaan obat pelumpuh otot (mus)le-rela.ant) selama
anestesi. Pada respitionary distress (sesak nafas berat) tubuh menggunakan otot-otot
nafas disebut dengan akan tampak gerakan pada otot-otot leher" wa+ah dan sela-sela
iga Penderita yang sudah memakai otot natas sekunder sebenarnya sudah perlu
bantuan nafas buatan mekanik.
S!ARA NAAS
Pusat nafas di medulla oblongata beker+a otomatik memerintah sistem pernafasan
selain itu ada rangsang-rangsang yang mempengaruhi pusat nafas.
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
8
ATELEKTASIS PARU
. 9akefulness stimuli (rangsang kesadaran)
0ila orang sadar" maka pandangan" suara" sentuhan" nyeri" berperan men+alankan
$0% dari respirasi
2. :angsangan pC02.
0ila pCO21 di arteri naik" maka pC02 )airan )erebrospinal +uga naik hingga p-
)airan )erebrospinal menurun*a)idosis" ini merangsang peningkatan respirasi
,. :angsang-rangsang lewat re)eptor perirer
a) Ph (a)idosis)
b) PCO
2
(hiper)arbia*hiper)apnia)
)) -ipotensi
d) -ipo.ia. P0
2
; #0 mm-g (hypo.i) dri&e)
e) Suhu darah )<ang naik.

DEINISI
=telektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan
saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat
dangkal.
,"8
SINDROMA LO"US MEDIALIS
Sindroma lobus medialis merupakan atelektasis +angka pan+ang" dimana lobus media
(tengah) dari paru-paru kanan mengkerut. Penyebabnya biasanya adalah penekanan
bronkus oleh suatu tumor atau pembesaran kelen+ar getah bening. Paru-paru yang
tersumbat dan mengkerut" dapat berkembang men+adi pneumonia yang tidak dapat
sembuh total dan peradangan kronis" +aringan parut dan bronkiektasis.
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
$
ATELEKTASIS PARU
ATELEKTASIS PER#EPATAN
=tlektasis per)epatan biasanya ter+adi pada pilot pesawat tempur.
Penerbangan dengan ke)epatan tinggi akan menutup saluran pernafasan yang ke)il"
menyebabkan alveoli (kantong udara ke)il di paru-paru) men)iut.
MIKROATELEKTASIS TERSE"AR ATAU TERLOKALISASI
Pada keadaan ini" sistem surfaktan paru-paru terganggu. Surfaktan adalah >at yang
melapisi al&eoli dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan" sehingga men)egah
pengkerutan.
0ila bayi prematur kekurangan surfaktan" mereka akan mengalami sindroma gawat
pernafasan.
Orang dewasa +uga bisa mengalami mikroatelektsis karena1
- 2erapi oksigen yang berlebihan
- 4nfeksi berat dan luas (sepsis)
- ?aktor lainnya yang merusak lapisan al&eoli
ETILOGI
Sebab utama dari atelektasis adalah penyumbatan sebuah bronkus. 0ronkus adalah 2
)abang utama dari trakea yang langsung menu+u ke paru-paru. Penyumbatan +uga bisa
ter+adi pada saluran pernafasan yang lebih ke)il.
Penyumbatan bisa disebabkan oleh adanya 1
- 2umor atau benda asing yang terhisap ke dalam bronkus.
- =tau bronkus bisa tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar" seperti
tumor atau pembesaran kelen+ar getah bening.
- Sumbatan pd saluran paru bsr*k)l krn lendir oleh1
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
#
ATELEKTASIS PARU
o 4nfeksi
o :usuk retak
o Cedera dada.
2",
@ika saluran pernafasan tersumbat" udara di dalam al&eoli akan terserap ke dalam
aliran darah sehingga al&eoli akan men)iut dan memadat. @aringan paru-paru yang
mengkerut biasanya terisi dengan sel darah" serum" lendir dan kemudian akan
mengalami infeksi.
,
?aktor resiko ter+adinya atelektasis1
Pembiusan (anestesia)*pembedahan
2irah baring +angka pan+ang tanpa perubahan posisi
Pernafasan dangkal
Penyakit paru-paru.
,
GE$ALA
=telektasis dapat ter+adi se)ara perlahan dan hanya menyebabkan sesak nafas yang
ringan. Penderita sindroma lobus medialis mungkin tidak mengalami ge+ala sama
sekali" walaupun banyak yang menderita batuk-batuk pendek.
,
3e+alanya bisa berupa1
- 3angguan pernafasan
- Ayeri dada
- 0atuk.
- 'emam
- Sesak napas
- Aapas )epat
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
7
ATELEKTASIS PARU
- syok*lemah pu)at denyut +antung )epa
- Bolaps semua*sebagian hingga tidak ter+adi absorbsi udara se)ara normal.
2",
@ika disertai infeksi" bisa ter+adi demam dan peningkatan denyut +antung" kadang-
kadang sampai ter+adi syok (tekanan darah sangat rendah).
,
DIAGNOSA
'iagnosis ditegakkan berdasarkan ge+ala dan hasil pemeriksaan fisik. :ontgen dada
akan menun+ukkan adanya daerah bebas udara di paru-paru. Cntuk menentukan
penyebab ter+adinya penyumbatan mungkin perlu dilakukan pemeriksaan CT scan
atau bronkoskopi serat optik.
,
PENGO"ATAN
2u+uan pengobatan adalah mengeluarkan dahak dari paru-paru dan kembali
mengembangkan +aringan paru yang terkena.
,
2indakan yang biasa dilakukan1
0erbaring pada sisi paru-paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena kembali
bisa mengembang
Denghilangkan penyumbatan" baik melalui bronkoskopi maupun prosedur lainnya
Eatihan menarik nafas dalam ( spirometri insentif)
Perkusi (menepuk-nepuk) dada untuk mengen)erkan dahak
Postural drainase
=ntibiotik diberikan untuk semua infeksi
Pengobatan tumor atau keadaan lainnya.
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
F
ATELEKTASIS PARU
Pada kasus tertentu" +ika infeksinya bersifat menetap atau berulang" menyulitkan
atau menyebabkan perdarahan" maka biasanya bagian paru-paru yang terkena
mungkin perlu diangkat.
,
Setelah penyumbatan dihilangkan" se)ara bertahap biasanya paru-paru yang
mengempis akan kembali mengembang" dengan atau tanpa pembentukan +aringan
parut ataupun kerusakan lainnya.
,
PEN#EGAHAN
=da beberapa )ara yang bisa dilakukan untuk men)egah ter+adinya atelektasis1
Setelah men+alani pembedahan" penderita harus didorong untuk bernafas dalam"
batuk teratur dan kembali melakukan akti&itas se)epat mungkin.
Deskipun perokok memiliki resiko lebih besar" tetapi resiko ini bisa diturunkan
dengan berhenti merokok dalam #-F minggu sebelum pembedahan.
,
Seseorang dengan kelainan dada atau keadaan neurologis yang menyebabkan
pernafasan dangkal dalam +angka lama" mungkin akan lebih baik bila menggunakan
alat bantu mekanis untuk membantu pernafasannya. Desin ini akan menghasilkan
tekanan terus menerus ke paru-paru sehingga meskipun pada akhir dari suatu
pernafasan" saluran pernafasan tidak dapat men)iut.
,
=telektasis yang berkepan+angan dapat menyebabkan penggantian +aringan paru-paru
yang terserang dengan +aringan fibrosa. Cntuk dapat melakukan tindakan pen)egahan
yang memadai diperlukan pengenalan terhadap faktor-faktor yang mengganggu
mekanisme pertahanan paru-paru normal.
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
5
ATELEKTASIS PARU
Me%a&isme Pe'taha&a& Pa'u()a'u u&tu% me&*e+ah Atele%tasis
Dekanisme Pertahanan ?aktor yang Dengganggu Dekanisme
Dukus dan Ber+a Silia
0atuk
'ehidrasi umum menyebabkan
pembentukan mukus yanglengket dan
sedikit
4nhalasi udara kering akan meningkatkan
&iskositas (kekentalan mukus)mukus
sehingga ter+adi proses pengeringan
mukus.
Pembentukan mukus yang berlebihan
(misalnya pada bronkhitis kronik) yang
melampaui kemampuan tangga ber+alan
silis
=sap rokok mengurangi atau
melumpuhkan ker+a silia.
2rauma (penyedotan) mengurangi ker+a
silia
Obat-obat anestesi dan golongan atropin
akan mengurangi pembentukan mukus
dan ker+a silia.
Ayeri akan mengurangi kekuatan
ekspirasi.
Obat sedatif dan narkotika akan
menghambat rangsangan batuk
Penurunan ke)epatan aliran udara oleh
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
0
ATELEKTASIS PARU
Gentilasi kolateral
Pembersihan faring
PPOD
0ernafas dangkal akibat nyeri atau sedasi
Hdema paru-paru akibat kongesti atau
infeksi
Golume tidal konstan pada mesin
respiratoe
3as-gas anestetik dan oksigen yang
diabsorbsi dengan )epat" mempersingkat
&entilasi kolateral.
2idak sadar6 keadaab pasien yag
diamterus menerus mempermudah
aspirasi isi perut atau sekresi saluran
nafas bagian atas.
=telektasis tekanan diakibatkan oleh tekanan ekstrinsik pada semua bagian paru-paru"
sehingga mendorong udara keluar dan mengakibatkan kolaps. Sebab-sebab yang
paling sering adalah1 efusi pleura" pneumothoraks atau peregangan abdominal yang
mendorong diafragma keatas.
DATAR PUSTAKA
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI

ATELEKTASIS PARU
. Aa>aruddin Cmar" Sistem Pernafasan 'an Su)tioning Pada @alan Aafas"
=&ailable from1 http1**library.usu.a).id*modules.phpIop
2. :adiology of 2hora. and Pulmo" a&ailable at 1 http6**www.yahoo.)om
,. Dedi)astore" =telektasis" =&ailable from1 -ttp1**medi)astore.)om
8. Bumpulan =skep" =suhan Beperawatan =nak dengan 0ronkhopneumoni"
=&ailable from1 -ttp1**=skep =nak.)om
$. =telektasis Paru* Penyakit Paru" =&ailable from1
-t t p1 * * Pant aosehat . 0l ogspot . Com
#. Syl &i a =. Pri )e" Eorrai ne D. 9il son" Pat ofi si ol ogi " Bonsep
Bl i ni s Proses-proses Penyaki t " 0uku 2" Hd. 8" @akarta" H3C" 55$.
KATA PENGANTAR
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
2
ATELEKTASIS PARU
'engan rasa syukur dan hati lega" penulis telah selesai menyusun paper ini
guna memenuhi persyaratan BBS di 0agian 4lmu Penyakit paru di :SC'. 'r. -. :D.
'+oelham 0in+ai dengan +udul Atelektasis Paru.
Pada kesempatan ini tak lupa penulis mengu)apkan banyak terima kasih kepada
D', Pe'sediaa& "a&+u&- S),P- atas arahannya selama mengikuti BBS di 0agian 4lmu
Penyakit paru di :SC'. 'r. -. :D. '+oelham 0in+ai serta dalam penyusunan paper
ini.
0ahwasanya hasil usaha penyusunan paper ini masih banyak kekurangannya"
tidaklah mengherankan karena keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis.
Britik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan guna perbaikan
penyusunan paper lain dikemudian kesempatan.
-arapan penulis semoga paper ini dapat bermanfaat dalam menambah
pengetahuan serta dapat men+adi arahan dalam mengimplementasikan
penatalaksanaan atelektasis paru di masyarakat.
0in+ai" Daret 200F
Penulis
DATAR ISI
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
,
i
ATELEKTASIS PARU
-alaman
B=2= PHA3=A2=:JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ....i
'=?2=: 4S4JJJJJJJJJ..JJJJJJJJJJJJJJJJJJJ..J..ii
PHA'=-CEC=A..................................................................................................................
=A=2OD4 P=:C..................................................................................................................
S=:=? A=?=S.....................................................................................................................8
'H?4A4S4...............................................................................................................................$
H24OEO34.............................................................................................................................#
3H@=E=.................................................................................................................................7
'4=3AOS4S..........................................................................................................................F
PHA3O0=2=A.....................................................................................................................F
PHACH3=-=A.....................................................................................................................5
'=?2=: PCS2=B=...........................................................................................................2
KKS SMF ILMU PENYAKIT PARU
RSUD Dr. H. RM. DJOELHAM BINJAI
8
ii