Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRATIKUM

II

KATA PENGANTAR

III

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................ III
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................... IV
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................... V
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................................ VI
BAB 1. PENDAHULUAN ....................................................................................................... I
1.1. LATAR BELAKANG..................................................................................................... I
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................. IV
2.1. Kondisi Perairan ............................................................ Error! Bookmark not defined.
2 1.1 Kondisi Perairan secara Biologi .............................. Error! Bookmark not defined.
2 1.2 Kondisi Perairan secara Fisika ................................ Error! Bookmark not defined.
2.2. P arameter Lingkungan ................................................. Error! Bookmark not defined.
2.3. Suhu ............................................................................... Error! Bookmark not defined.
2 3.1 Kecerahan ................................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB 3. Metedologi ................................................................................................................... V
BAB 4. Hasil dan pembahasan .............................................................................................. VII
KESIMPULAN ........................................................................................................................ IX
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. XI

IV

DAFTAR GAMBAR

V

DAFTAR TABEL

VI

DAFTAR LAMPIRAN
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Indonesia secara geografis terletak didaerah tropis dan merupakan Negara
Kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua didunia setelah kanada
selain itu perairan pantai diindonesia memiliki tipe substrat yang beragam
sehingga memungkinkan Indonesia memiliki sumberdaya hayati perairan yang
sangat besar baik ditinjau dari jenis spesies maupun dari kelimpahan spesies
tersebut dihabitatnya.
Setiap jenis spesies ikan akan memiliki perbedaan perbedaan baik
perbedaan genetic, anatomi, fisiologi maupun perbedaan morfologi, salah satu
cara yang paling mudah dalam membedakan spesies ikan adalah dengan
membandingkan ciri ciri bentuk dari ikan itu sendiri, seperti ; bentuk tubuh ikan,
bentuk sirip dan lain sebagainya.
Djuanda (1981) mengemukakan bahwa tiga seperempat dari permukaan
bumi ini adalah perairan baik itu perairan laut maupun perairan air tawar yang
didalamnya dihuni oleh berbagai jenis ikan, tidak heran bila sekarang telah
diketahui lebih dari 20.000 macam spesies ikan, dan setiap tahunya diketemukan
lebih dari 100 spesies baru simuka bumi ini.
Saanin (1984) menyatakan bahwa untuk mengidentifikasi ikan harus
diperhatikan tanda tanda, bentuk dan bagian bagian dari tubuh ikan, misalnya:
sirip, sisik, gigi san lain lain. Membandingkan bentuk tubuh ikan harus dengan
II

memperhatikan dan didasarkan pada terminology yang sesuai karena terminologi
yang berlaku pada makhluk hidup akan berbeda datu dengan yang lainya
meskipun memungkinkan adanya terjadi kesamaan terminologi anatomi pada
beberapa spesies. Ridwan et al, mengatakan bahwa terminologi yang sesuai
dengan ikan adalah terminology anatomica veterinaria yang dipublikasikan oleh
world association of veterinary anatomists.
Terminologi yang menyangkut bidang (latar) dan arah pada anatomi
manusia berbeda yang diterapkan pada ikan dan hewan lain. Terminologi yang
digunakan pada anatomi manusia ditetapkan pada buku Nimina Anatomica
yang dipublikasikan oleh International Congress of Anatomist (1996), dan
terminologi yang digunakan pada anatomi mamalia ditetapkan pada buku
Nomina of Veterinaria yang dipublikasikan oleh World Association of
Veterinary of Anatomist (1968). Terminologi pada ikan ditetapkan bahwa bagian
dada dan abdomen adalah ventral dan punggung menjadi dorsal, sedangkan
anterior berarti ke arah kepala sedangkan posterior menunjukkan arah bokong.
(PENUNTUN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI, 2014).

1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui lebih
jelas yang mana merupakan bidang-bidang yang terdapat pada tubuh ikan seperti
bidang khayal, Transversal,bidang khayal Frontal, dan bidang kyal Sagital. Serta
mengetahui posisi Medial, Dorsal, Frontal, Lateral, dan Caudal. Serta untuk
mengetahui pengolongan ikan, bentuk tubuh ikan dan bagian luar tubuh ikan.
III

Adapun manfaat dari hasil laporan praktikum ini diharapkan dapat
digunakan sebagai sarana untuk memberikan informasi dasar mengenai bidang
dan arah dan penggolangan, bentuk tubuh dan bagian luar tubuh dari jenis spesies
ikan sehingga dapat menghasilkan kelestarian species ikan bagi pihak-pihak yang
memerlukannya dan dapat juga diterapkan dalam berbagai kepentingan yang
berhubungan dengan praktikum ini dimasa yang akan datang.


IV

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Secara garis besar ikan yang terdapat di alam terbagi atas dua group yaitu
Agnatha (Ikan yang tidak memiliki rahang) dan Gnathostomata (Ikan yang
memiliki rahang). Kedua group ikan tersebuat dikelompokkan ke dalam tiga kelas
yaitu Kelas Cephalaspidomophi, Condrichthyes, dan Osteichthyes (Buku
Penuntun Praktikum Ikthiologi, 2014).
Ikan Kembung (Rastrellinger faughni) merupakan ikan yang berada
diperairan laut. Terklasifikasi sebagai Klas: Teleostei, Sub Klas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes, Family: Scombridae, Genus: Rastrellinger. Tubuh ikan
Kembung ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, sisi dorsal gelap, biru
kehijauan hingga kecoklatan, bintik gelap membujur didekat pangkal sirip
punggung, sisik ventral keperakan. Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung
berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5
sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat dibelakang
sirip anal, duri pertama anal tipis dan kecil (rudimenter).

V

BAB 3. METODE PRAKTIKUM

3.1. Metode Praktikum
Metode yang dipergunakan pada praktikum ini yaitu metode langsung
dimana objek diteliti dan diamati secara langsung oleh praktikan guna diambil
datanya sesuai dengan tuntunan yang tercantum di dalam buku penuntun
praktikum dan perintah dari asisten praktikum.
3.2. Waktu dan Tempat
Praktikum Ikhtiologi dengan judul Bidang, Arah, Pengolongan, Bentuk
Tubuh dan Bagian Tubuh Ikan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 01 Mei 2014,
pukul 10.40 WIB s/d selesai, dan pratikum di lakukan di Laboratorium Biologi
Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau.
3.3. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan pratikum ini
adalah nampan, serbet, Alat tulis lengkap: pensil, penggaris, penghapus, buku
penuntun praktikum ikhtiologi dan buku praktikum ikhtiologi. Sedangkan bahan-
bahan yang digunakan sebagai objek dalam praktikum ini adalah Ikan.
3.4. Prosedur Praktikum
Praktikan sudah hadir 15 menit sebelum jam masuk dan memakai jas lab
di luar lab. Sebelum masuk ke Laboratorium praktikan terlebih dahulu di absen
serta diperiksa kelengkapannya oleh asisten mulai dari Laporan, Ikan-ikan yang
akan dipraktikumkan, Klasifikasi Ikan-ikan yang akan dipraktikumkan, serbet,
serta alat-alat tulis yang lengkap. Setelah semuanya lengkap baru praktikan
VI

diperbolehkan masuk ke dalam laboratorium. Setelah itu asisten memberikan
respon kepada praktikan tentang materi-materi yang akan dipraktikumkan selama
15 menit. Setelah respon selesai, pratikan mengambil ikan yang telah di bawa
yang telah memenuhi syarat untuk melakukan praktikum tentang Bidang dan Arah
dan Pengolongan, Bentuk Tubuh dan Bagian Tubuh Ikan.Kemudian letakkan ikan
diatas nampan yang telah disediakan. Letakkan dengan posisi perut (ventral) di
sebelah bawah dan kepala di sebelah kiri. Gambarlah ikan semirip mungkin
dengan ikan yang asli dan tulis masing-masing nama ilmiahnya, kemudian
lakukanlah pengukuran morphometrik terhadap tubuh ikan untuk mengetahui
panjang total (TL), panjang baku (SL), panjang tubuh (FL), tinggi badan (BdH),
panjang kepala (HdL) pada ikan yang di menjadi bahan praktikum. Tulis dengan
jelas bidang-bidang khayal transversal, frontal dan sagital. Kemudian tunjuk arah-
arah :cronial, caudal, rostral, medial, frontal, dorsal dan lateral. Kemudian
tunjukkan sirip-sirip dorsal (D),sirip pectoral (P), sirip ventral (V), sirip anal (A)
dan sirip ekor (C).
Kemudian identifikasi bentuk tubuh ikan tersebut lalu perhatikn bagian
luar tubuh ikan tersebut seperti: kepala, mulut, sungut, lubang hidung, mata, tutup
insang, sisik(Scuama), gurat sisi(Lenia lateralis), sirip ikan dan bagian luar tubuh
ikan lainnya sesuai dengan buku penuntun praktikum. Jika praktikum sudah
selesai praktikan wajib membersihkan meja praktikum dan mencuci nampan yang
di pakainya selama praktikum berlangsumg hingga bersih seperti pada saat
sebelum praktikum.

VII

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Praktikum
Ikan Kembung



Gambar. Ikan Kembung (Rastrelliger faughni)
Ukuran Morphometrik : 1. BdH = 3,4 cm
2. HdL = 2,7 cm
3. SL = 10,4 cm
4. TL = 12,7 cm
Klasifikasi : Klas : Teleostei
Sub Klas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family : Scombridae
Genus : Rastrellinger
Spesies : Rastrellinger faughni

VIII

Deskripsi Ikan Kembung (Rastrellinger faughni):
Tubuh ikan Kembung ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, sisi
dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, bintik gelap membujur didekat
pangkal sirip punggung, sisik ventral keperakan. Sisik-sisik yang menutupi tubuh
kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti
oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat
dibelakang sirip anal, duri pertama anal tipis dan kecil (rudimenter).
4.2. Pembahasan
Secara garis besar ikan-ikan yang terdapar dialam terbagi atas 2 grup
yaitu:
1. Agnatha (ikan yang tidak berahang)
2. Gnathostomata (ikan yang memiliki rahang)
Ikan Kembung (Rastrellinger faughni) merupakan ikan yang berada
diperairan laut. Ordo: Perciformes, Family: Scombridae, Genus: Rastrellinger.
Tubuh ikan Kembung ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, sisi dorsal
gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, bintik gelap membujur didekat pangkal
sirip punggung, sisik ventral keperakan. Sisik-sisik yang menutupi tubuh
kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti
oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat
dibelakang sirip anal, duri pertama anal tipis dan kecil (rudimenter).

IX

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Terminologi yang menyangkut dengan bidang dan arah anatomi ikan berbeda
dengan terminolgi pada avertebrata yang lain. Bidang pada ikan adalah
transversal, frontal, sagital. Sedangkan arah pada ikan adalah caudal, medial,
dorsal, rosral, proximal.
Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk
luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam
mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat
ikan tersebut di perairan. Sebelum kita mengenal bentuk-bentuk tubuh ikan yang
bisa menunjukkan dimana habitat ikan tersebut, ada baiknya kita mengenal
bagian-bagian tubuh ikan secara keseluruhan beserta ukuran-ukuran yang
digunakan dalam identifikasi.
Bentuk tubuh setiap individu ikan sangat dipengaruhi oleh sistem rangka,
sistem otot dan satuan habitat dimana ikan-ikan itu hidup. Dari praktikum bidang
dan arah ini kita dapat mengetahui bahwa bentuk tubuhikan itu berbeda, sebagian
ada yang bilateral simetris dan ada juga yang non-bilateral simetris dan ada yang
memiliki rahang dan tidak memiliki rahang.
5.2. Saran
Untuk berlangsungnya praktikum yang tenang diharapkan kepada
praktikan untuk menjaga ketenangan suasana praktikum. Sebaiknya praktikan
pada saat respon tidak boleh ribut atau bekerja sama, karena ini hubungannya erat
X

sekali dengan apakah praktikan mengerti dan menguasai materi yang di
praktikumkan. Untuk asisten agar dapat membimbing para praktikan dalam
pelasanaan praktikum , dan selalu memberikan semangat dan arahan kepada
praktikan.
XI

DAFTAR PUSTAKA

Djuhanda,T.,1981.Dunia Ikan.Armico.Bandung.190 hal.
Kottelat, M., A. J. Whitten., S. N. Kartikasari dan S.Wiroatmodjo.1993.Freswater
Fishes of Western Indonesia and Sulawesi (Ikan Air Tawar Indonesia
Bagian Barat dan Sulawesi). Periplus Editions Limited. Munich,
Germany. 293 hal.
Ridwan P,dkk, 2012. Penuntun Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru.79 hal.
Saanin,J.S., 1984. Fisher of the world. Jhon willey and Sons inc. NewYork.524P