Anda di halaman 1dari 20

Tugas Kelompok Dosen

Pembimbing Etika Dan Profesi Humas


Nurjannah M.Si.
KODE ETIK PROFESI HUMAS
OLEH KELOMPOK II (DUA) :
ELVI SUSANTI
KURNIA HUSMIWATI
ADI SETYAWAN
RINI RESTIA
BULMEY ALWAYS
NINING ANGGRAINI
REZA AMULANA
NAWAWI
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A LATAR BELAKANG
PR (public relations)/humas merupakan suatu profesi,dimana fungsi dan kegunaanya di
terapkan pada organisasi pemerintahan maupun swasta,lembaga profit maupun non profit.
Humas atau hubungan masyarakat adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik
sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu atau
organisasi.sebagai profesi,humas atau PR mempunyai etika yang harus di terapkan dan
dialankan.
!amun demikian "ebelum dibahas lebih lanut tentang apa pentingnya etika dalam
industri kehumasan maka terlebih dahulu kita perlu mengetahui tentang apa yang dimaksud
Public Relations (humas) .#aka dalam hal ini yang dimaksud dengan Humas (Public
Relations) menurut $rank %efkins adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi
yang terencana baik kedalam maupun keluar antara suatu organisasi dengan semua khalayak
dalam rangka mencapai tuuan&tuuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
'tika merupakan cabang dari filsafat dimana mempelaari pandangan&pandangan dan
persoalan&persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan yang kadang&kadang
orang memakai dengan istilah filsafat etika, filsafat moral, filsafat susila.etika ilmu yang
mempelaari apa yang benar dan apa yang salah, fungsi praktis dari etika adalah memberikan
pertimbangan dalam berprilaku. (uuan mempelaari etika, untuk mendapatkan konsep yang
sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu
tertentu pengertian baik sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan
memberikan perasaan senang, atau bahagia ("esuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara
positif) Pengertia buruk segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang
bertentangan dengan norma&norma masyarakat yang berlaku.
)kan tetapi pada kenyataanya tidak semua praktisi humas professional menerapkan etika
dalam menalankan profesi kehumasanya.karena kurang menyadari atau bahkan kurang
perduli,betapa pentingnya etika profesi dalam menalankan profesi kehumasanya.maka dari
itu makalah ini di buat dengan harapan dapat mengetahui pentinhnya etika profesi dalam
dunia kehumasan
1
BAB II
PEMBAHASAN
A PENGERTIAN ETIK PROFESI
*erten +. (,--.) mengatakan bahwa kode etik profesi merupakan norma yang telah
ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi dan untuk mengarah atau memberikan
petunuk kepada para anggotanya, yaitu bagaimana /seharusnya0 (das sollen) berbuat dan
sekaligus menamin kualitas moral profesi yang bersangkutan di mata masyarakat untuk
memperoleh tanggapan yang positif. )pabila dalam pelaksanaanya (das sein) salah satu
anggota profesi tersebut telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari kode etiknya
kelompok profesi itu akan tercemar citra dan nama baiknya di mata masyarakat.
Pada prinsipnya, kode etik profesi merupakan pedoman untuk pengaturan dirinya
sendiri (self imposeb) bagi yang bersangkutan. Hal ini adalah perwuudan dari nilai etika
yang hakiki serta tidak dapat dipaksakan dari pihak luar ()bdulkadir #uhammad, ,--1 211).
+ode etik profesi dapat berlaku efektif apabila diiwai oleh cita&citadan nilai&nilai luhur yang
hidup dalam lingkungan profesi tersebut. +ode etik merupakan perumusan norma moral yang
menadi tolak ukur atau acuan bagi kode perilaku (code of conduct) kelompok profesi
bersangkutan.
)rti secara umum tentang /etika Profesi0 menurut 3utlip, 3enter, dan *room tersebut
di atas adalah perilaku yang dianurkan secara tepat dalam bertindak sesuai dengan nilai&nilai
moral yang pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat atau kebudayaan.
%adi, Pengertian kode etik menurut para pakar etika moral professional tersebut diatas
dapat disimpulkan sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang menadi norma perilaku.
sedangkan arti kode etik profesi, adalah kode perilaku yang ditetapkan dan dapat diterima
oleh kelompok profesi yang menadi pedoman /bagaimana seharusnya0 (das sollen)
berperilaku dalam menalankan (das sein) profesi tersebut secara etis. (). #uhammad,
,--12,.4).
B KODE ETIK PROFESI HUMAS
1
Howard "tepheson dalam bukunya Hand Book of Public Relation (,-1,) mengatakan
bahwa definisi profesi humas adalah kegiatan humas atau public relation merupakan profesi
secara praktis memiliki seni keterampilan atau pelayanan tertentu yang berlandaskan latihan,
kemampuan, dan pengetahuan serta diakui sesuai dengan standar etikanya.
Pemahaman tetang pengertian kode etik, etik profesi dan etika kehumasan serta
aspek&aspek hukum dalam aktivitas komunikasi penting bagi praktisi atau professional
PR/Humas dalam melaksanakan peran dan fungsinya untuk menciptakan citra baik bagi
dirinya (good performance image) sebagai penyandang professional PR/Humas dan citra
baik bagi suatu lembaga atau organisasi (good corporate image) yang diwakilinya.
+ode etik merupakan aturan&aturan susila yang ditetapkan bersama dan ditaati
bersama oleh seluruh anggota yang bergabung dalam suatu profesi. +ode etik meupakan
persetuuan bersama yang timbul secara murni dari diri pribadi para anggota. +ode etik
merupakan serangkaian peraturan yang di sepakati bersama guna menyatakan sikap atau
perilaku anggota profesi. +ode etik lebih mengingatkan pembinaan para anggota sehingga
mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat (*ambang Herimanto, 56617584&58.).
+ode etik profesi dilaksanakan oleh pribadi&pribadi yang memiliki profesi terkait karena hal
tersebut melekat pada abatannya dan bersifat normatif.
#enurut 9."ach dalam bukunya The Exent and Intention of PR and Information
Actiities terdapat tiga konsep penting dalam etika kehumasan sebagai berikut 7
,. The Image! the kno"ledge about us and the attitudes to"ard us the our different interest
groups hae#
(3itra adalah pengetahuan mengenai kita dan sikap terhadapat kita yang mempunyai
kelompok&kelompok dalam kepentingan yang berbeda).
5. The Profile! the kno"ledge about an attitude to"ards! "e "ant our arious interest group
to hae#
(Penampilan merupakan pengetahuan mengenai suatu sikap terhadap yang kita inginkan
untuk dimiliki kelompok kepentingan kita beragam).
4. The Ethiccs is branch of philoshoph$! it is a moral philoshoph$ or piloshophical thinking
about moralit$# %ften used as e&uialentti right or good#
('tika merupakan cabang dari ilmu filsafat, merupakan filsafat moral atau pemikiran filosofis
tentang moralitas, biasanya selalu berkaitan dengan nilai&nilai kebenaran dan kebaikan).
2
:ari penelasan diatas dapat ditarik suatu pengertian secara umum bahwa citra adalah
cara masyarakat memberikan kesan baik atau buruk terhadap diri kita. Penampilan selalu
berorientasi ke depan mengenai bagaimana sebenarnya harapan tentang keadaan diri kita,
sedangkan bahasan etika merupakan acuan bagi kode perilaku moral yang baik dan tepat
dalam menalankan profesi kehumasan.
+ode 'tik ;PR) (International Public Relation Association) yang telah diperbaharui
di (eheran, iran pada tanggal ,1 )pril ,-<=, secara normatif dan etis memuat butir&butir
terdiri dari satu mukadimah dan berisikan ,4 pasal.
"ecara garis besar kode etik ;PR) mencakup butir&butir pokok sebagai 'tandard
(oral of Public Relations sebagai berikut 7
,. +ode perilaku 2
5. +ode moral2
4. #enunung tinggi standar moral2
.. #emiliki keuuran yang tinggi2
8. #engatur secara etis mana yang boleh diperbuat dan tidak boleh diperbuat oleh Profesional
PR/Humas.
Point nomor ,, 5, dan 4 mengatur kode perilaku dan moral seseorang sebagai
penyandang professional PR/Humas. Point nomor . menunukan adanya integritas
kepercayaan dan tanggung awab peribadi professional PR/Humas yang tinggi. "ementara itu,
point nomor 8 berkaitan dengan suatu kebolehan (mogen) dan larangan (erbod) yang
dilakukan oleh profesi kehumasan berdasarkan pertimbangan moral, baik dilihat secara etis,
etika profesi dan moral, maupun peraturan normatif yang harus dipatuhi dan ditaati oleh yang
bersangkutan.
>rganisasi Profesi Humas ;nternasional (;PR)) didirikan di ?ondon, ;nggris pada
tahun ,-88 dan bermarkas di %enewa, "wiss. >rganisasi tersebut telah memperoleh
pengakuan atau berada di bawah naungan P** (Persrikatan *angsa&bangsa) yang kini
memiliki keanggotaan sedikitnya 11 negara didunia.
?andasan patokan utama dari etika profesi dan +ode etik ;PR) adalah berdasarkan
prinsip&prinsip dasar P** sebagai berikut 7
3
,. The )niersal *eclaration of Human Right
(#enghormati dalam pelaksanaan tugas profesinya dengan memperhatikan prinsip&prinsip
moral dari deklarasi umum tentang hak&hak asasi manusia).
5. Human *ignit$
(#enghormati dan menunung tinggi martabat manusia serta mengakui hak setiap pribadi
untuk menilai).
! FUNGSI KODE ETIK
Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan
pengembangan bagi profesi. $ungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan 9ibson
dan #ichel (,-.8 7 ..-) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman
pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.
*iggs dan *locher ( ,-=< 7 ,6) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu 7 ,. #elindungi
suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (5). #encegah teradinya pertentangan internal
dalam suatu profesi. (4). #elindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
D KODE ETIK KEHUMASAN INDONESIA " PERHUMAS
+ode 'tik ini telah terdaftar seak tahun ,-11 di :epartemen :alam !egri dan :eppen
saat itu, dan telah tercatat serta diakui oleh organisasi profesi Humas ;nternasional2
;nternational Public Relations )ssociations / ;PR).
,. :iiwai oleh Pancasila maupun @ndang&@ndang :asar ,-.8 sebagai landasan tata
kehidupan nasional.
5. :iilhami oleh Piagam Perserikatan *angsa&*angsa sebagai landasan tata kehidupan
internasional.
4. :ilandasi :eklarasi )"')! (= )gustus ,-<1) sebagai pemersatu bangsa&bangsa )sia
(enggara.
.. :an dipedomani oleh cita&cita, keinginan, dan tekad untuk mengamalkan sikap dan
perilaku kehumasan secara professional.
+ami para anggota Perhimpunan Hubungan #asyarakat ;ndonesia (Perhumas) sepakat
untuk mematuhi kode etik kehumasan ;ndonesia, dan apabila terdapat bukti&bukti bahwa di
antara kami dalam menalankan profesi kehumasan ternyata ada yang melanggarnya, maka
4
hal itu sudah tentu akan mengakibatkan diberlakukannya tindak organisasi terhadap
pelanggarnya.
K#$% E&'( P%)*+,-.:
P-.-/ 1 KOMITMEN PRIBADI
)nggota P'RH@#)" harus 7
,. #emiliki dan menerapkan standar moral serta reputasi setinggi mungkin dalam
menalankan profesi kehumasan
5. *erperan secara nyata dan sungguh&sungguh dalam upaya memasyarakatan
kepentingan ;ndonesia
4. #enumbuhkan dan mengembangkan hubungan antar warga !egara ;ndonesia yang
serasi daln selaras demi terwuudnya persatuan dan kesatuan bangsa
P-.-/ II PERILAKU TERHADAP KLIEN ATAU ATASAN
)nggota P'RH@#)" ;!:>!'";) harus7
,. *erlaku uur dalam berhubungan dengan klien atau atasan
5. (idak mewakili dua atau beberapa kepentingan yang berbeda atau yang bersaing
tanpa persetuuan semua pihak yang terkait
4. #enamin rahasia serta kepercayaan yang diberikan oleh klien atau atasan, maupun
yang pernah diberikan oleh mantan klien atau mantan atasan
.. (idak melakukan tindak atau mengeluarkan ucapan yang cenderung merendahkan
martabat, klien atau atasan, maupun mantan klien atau mantan atasan
8. :alam memberi asa&asa kepada klien atau atasan, tidak akan menerima pembayaran,
komisi atau imbalan dari pihak manapun selain dari klien atau atasannya yang telah
memperoleh keelasan lengkap
P-.-/ III PERILAKU TERHADAP MASYARAKAT DAN MEDIA MASSA
5
)nggota P'RH@#)" ;!:>!'";) harus7
,. #enalankan kegiatan profesi kehumasan dengan memperhatikan kepentingan
masyarakat serta harga diri anggota masyarakat
5. (idak melibatkan diri dalam tindak memanipulasi intergritas sarana maupun alur
komunikasi massa
4. (idak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau yang menyesatkan sehingga
dapat menodai profesi kehumasan
.. "enantiasa membantu untuk kepentingan ;ndonesia
P-.-/ IV PERILAKU TERHADAP SEJAWAT
Praktisi +ehumasan ;ndonesia harus7
,. (idak dengan sengaa merusak dan mencemarkan reputasi atau tindak professional
seawatnya. !amun bila ada seawat bersalah karena melakukan tindakan yang tidak
etis, yang melanggar hukum, atau yang tidak uur, termasuk melanggar +ode 'tik
+ehumasan ;ndonesia, maka bukti&bukti waib disampaikan kepada :ewan
+ehormatan P'RH@#)" ;!:>!'";)
5. (idak menawarkan diri atau mendesak klien atau atasan untuk menggantikan
kedudukan seawatnya
4. #embantu dan berkera sama dengan seawat di seluruh ;ndonesia untuk menunung
tinggi dan mematuhi +ode 'tik +ehumasan ini.
Prinsip kode etik pada dasarnya pertanggung awab pentaatannya berada terutama pada
hati nurani masing&masing insan profesional tersebut.
Rasihan anwar, salah satu tokoh pers menyatakan7 pers yang tidak memegang kaidah
kode etik sama dengan ABterorisBB.
6
E KODE ETIK HUMAS PEMERINTAHAN
I KETENTUAN UMUM
P-.-/ 1
,. 'tika adalah nilai&nilai moral yang mengikat dalam berucap, bersikap dan berperilaku
dalam pelaksanaan tugas, fungsi, wewenang, dan tanggungawab.
5. +ode 'tik Humas Pemerintahan adalah pedoman bersikap, berperilaku, bertindak dan
berucap para praktisi humas pemerintah.
4. Profesi adalah pekeraan yang menuntut keahlian dan keterampilan dalam pelayanan
tertentu berdasarkan latihan, pengetahuan dan kemampuan yang diakui sesuai dengan
standar kompetensinya.
.. Hubungan masyarakat pemerintah untuk selanutnya disebut humas pemerintah adalah
aktivitas lembaga dan atau individu, yang melakukan fungsi manaemen dalam bidang
komunikasi dan informasi kepada publik pemangku kepentingan (stakeholders) dan
sebaliknya.
8. Pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud Pasal , ayat (.)
adalah7
,. Pemerintah Pusat, selanutnya disebut pemerintah, adalah Presiden Republik
;ndonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan !+R; sebagaimana dimaksud
dalam @@: !egara R; (ahun ,-.8.
5. Pemerintah :aerah adalah gubernur, bupati, dan/atau walikota, serta perangkat
daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.
<. Humas Pemerintahan adalah segenap tindakan yang dilakukan oleh suatu
instansi/perusahaan dalam usaha membina hubungan yang harmonis dengan khalayak
internal dan ekstenal dan membina martabat instansi/ pemerintahan dalam pandangan
khalayak internal dan eksternal guna memperoleh pengertian, kepercayaan, kerasama, dan
dukungan dari khalayak internal dan eksternal dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsinya.
1. ?embaga humas pemerintah adalah unit organisasi dalam suatu lembaga
pemerintahan yang melakukan fungsi manaemen bidang komunikasi dan informasi.
=. Humas Pemerintahan sebagaimana dimaksud pada Pasal , ayat (<)
7
meliputi7
,. Humas yang berada pada lembaga atau instansi pemerintah baik pusat maupun
daerah seluruh !+R;.
5. Humas yang berada di lingkungan *@#! dan *@#:.
-. *adan +oordinasi +ehumasan Pemerintahan selanutnya disebut *akohumas Pusat.
*akohumas Pusat adalah organisasi profesi humas pemerintah yang anggotanya ;nstansi
Pemerintah, baik :epartemen, ?embaga Pemerintah !on :epartemen, ?embaga&
?embaga !egara, maupun *@#!.
,6. *adan +oordinasi +ehumasan Pemerintahan :aerah selanutnya disebut
*akohumasda. *akohumasda adalah organisasi profesi humas pemerintah yang
anggotanya Pemerintah :aerah baik tingkat Provinsi, +abupaten, +ota, *@#: maupun
instansi vertikal.
,,. *adan +ehormatan *akohumas/ *akohumasda adalah *adan yang bertugas
mengawasi penerapan +ode 'tik Humas Pemerintahan dan menetapkan sanksi atas
pelanggaran yang dilakukan anggotanya.
,5. +eanggotaan *akohumas Pusat/ *akohumasda meliputi semua unit Humas yang
berada di ;nstansi Pemerintah.
,4. ;nstansi pemerintah adalah departemen, kementerian negara, sekretariat lembaga tinggi
negara dan lembaga negara, lembaga pemerintah nondepartemen, pemerintah daerah,
organisasi perangkat daerah dan *adan @saha #ilik !egara/:aerah maupun instansi
vertikal.
II KOMITMEN PRIBADI
P-.-/ 2
)nggota Humas Pemerintahan menunung tinggi +ehormatan sebagai Pegawai ;nstansi
Pemerintah, baik :epatemen, ?embaga Pemerintah !on :epartemen, ?embaga&?embaga
!egara, *@#!, maupun *@#:.
P-.-/ 3
)nggota Humas Pemerintahan mengutamakan kompetensi, obyektivitas, keuuran, serta
menunung tinggi integritas dan norma&norma keahlian serta menyadari konsekuensi
tindakannya.
P-.-/ 0
8
)nggota Humas Pemerintahan memegang teguh rahasia negara, sumpah abatan, serta
waib mempertimbangkan dan mengindahkan etika yang berlaku agar sikap dan perilakunya
dapat memberikan citra yang positip bagi pemerintahan dan menaga keutuhan !egara
+esatuan Republik ;ndonesia.
P-.-/ 1
)nggota Humas Pemerintahan menyampaikan informasi publik yang benar dan akurat
serta membentuk citra Humas Pemerintahan yang positip di masyarakat.
P-.-/ 2
)nggota Humas Pemerintahan menghargai, menghormati, dan membina solidaritas serta
nama baik rekan seprofesi.
P-.-/ 3
)nggota Humas Pemerintahan akan berusaha meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan untuk mewuudkan efisiensi dan efektivitas kera serta memaukan profesi
Humas Pemerintahan di ;ndonesia.
III HUBUNGAN KE DALAM
P-.-/ 4
)nggota Humas Pemerintahan loyal terhadap kepentingan organisasi/ instansinya, bukan
kepada kepentingan perorangan/golongan.
P-.-/ 5
)nggota Humas Pemerintahan waib7
,. menalin komunikasi kepada semua pegawai di organisasi/instansinya agar tercapai
iklim organisasi yang mendukung peningkatan kompetensi organisasi.
5. mengingatkan rekan seprofesinya yang melakukan tindakan di luar batas kompetensi
dan kewenangannya dalam mencegah teradinya pelanggaran +ode 'tik Humas
Pemerintahan.
P-.-/ 10
)nggota Humas Pemerintahan tunduk, mematuhi dan menghormati +ode 'tik Humas
Pemerintahan sesuai perundangan yang berlaku.
IV HUBUNGAN KELUAR
P-.-/ 11
9
)nggota Humas Pemerintahan waib menyediakan dan memberikan informasi publik yang
benar dan akurat kepada masyarakat, media massa, dan insan pers sesuai dengan tugas dan
fungsC organisasi/institusinya sesuai dengan perundangan yang berlaku.
P-.-/ 12
)nggota Humas Pemerintahan tidak diperkenankan melakukan penekanan terhadap media
massa dan insan pers serta mencegah pemberian barang dan asa kepada media massa dan
insan pers dengan dalih kepentingan publikasi (publisitas) pribadi/ golongan/ organisasi/
instansinya.
P-.-/ 13
)nggota Humas Pemerintahan menghargai, menghormati, dan membina hubungan baik
dengan profesi lainnya.
V HUBUNGAN SESAMA PROFESI
P-.-/ 10
)nggota Humas Pemerintahan waib bertukar informasi dan membantu
P-.-/ 11
)nggota Humas Pemerintahan bersedia mendukung pelaksanaan tugas sesama anggota.
P-.-/ 12
)nggota Humas Pemerintahan tidak dibenarkan mendiskreditkan sesama )nggota
VI BADAN KEHORMATAN
P-.-/ 13
*adan +ehormatan di bentuk dan dipilih oleh *adan +oordinasi Humas Pemerintahan
(*akohumas Pusat/*akohumasda) sebanyak - orang dengan masa bakti selama 4 (tiga) tahun
dan dapat dipilih kembali.
P-.-/ 14
*akohumas Pusat membentuk $ormatur Pengurus *adan +ehormatan dalam pertemuan
tahunan dan meminta persetuuan anggota untuk ditetapkan sebagai anggota *adan
+ehormatan *akohumas.
P-.-/ 15
10
$ormatur *adan +ehormatan yang diusulkan *akohumas Pusat terdiri dari :epartemen,
?embaga Pemerintah !on :epartemen, ?embaga& ?embaga !egara, *@#!, dan Perguruan
(inggi.
P-.-/ 20
*akohumas :aerah membentuk $ormatur Pengurus *adan +ehormatan dalam
Pertemuan (ahunan dan meminta persetuuan anggota untuk ditetapkan sebagai anggota
*adan +ehormatan *akohumasda.
P-.-/ 21
$ormatur *adan +ehormatan yang diusulkan *akohumasda terdiri dari
Provinsi/+abupaten/ +ota, *@#:, dan Perguruan (inggi
P-.-/ 22
*adan +ehormatan *akohumas Pusat dan *adan +ehormatan *akohumasda terdiri dari
+etua, Dakil +etua dan )nggota. +etua dan Dakil +etua dipilih oleh anggota *adan
+ehormatan.
P-.-/ 23
*adan +ehormatan melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan penilaian terhadap kinera
anggota sesuai dengan laporan satuan kera induknya berdasarkan standar operasional
prosedur (">P) profesi Humas Pemerintahan.
P-.-/ 20
*adan +ehormatan melalui musyawarah berwenang memberikan penghargaan kepada
anggota yang berprestasi dalam menalankan profesinya dan mematuhi +ode 'tik Humas
Pemerintahan.
VII S A N K S I
P-.-/ 21
*adan +ehormatan Pusat melalui musyawarah berwenang mengusulkan kepada +etua
*akohumas untuk mengusulkan sanksi administratif bagi anggota yang melanggar +ode 'tik
Humas Pemerintahan.
P-.-/ 22
11
*adan +ehormatan :aerah melalui musyawarah berwenang mengusulkan kepada +etua
*akohumasda untuk pemberian sanksi administratif bagi anggota yang melanggar +ode 'tik
Humas Pemerintahan. "elanutnya +etua *akohumasda meneruskan kepada +etua
*akohumas Pusat.
P-.-/ 23
+etua *akohumas Pusat menyampaikan hasil keputusan +etua *adan +ehormatan Pusat
dan +etua *akohumasda berupa sanksi administratif kepada atasan pelaku pelanggaran.
P-.-/ 24
"anksi administratif sebagaimana dimaksud pasal 51 terdiri dari7
,. (eguran lisan
5. (eguran tertulis
P-.-/ 25
)nggota *akohumas yang didakwa melanggar +ode 'tik Humas Pemerintahan7
,. #emiliki hak awab dalam proses penyelesaian perkaranya.
5. *erhak mendapatkan pemulihan nama baik dan hak&haknya seperti semula bila
terbukti tidak bersalah.
F K#$% E&'( P)#6%.' P+7/'( R%/-&'#8. 9-'&+ :
PASAL 1 (N#),- 8#),- P%)'/-(+ P)#6%.'#8-/)
:alam menalankan kegiatan profesionalnya, seorang anggota waib menghargai
kepentingan umum dan menaga harga diri setiap anggota masyarakat. #enadi tanggung
awab pribadinya untuk bersikap adil dan uur terhadap klien, baik yang mantan maupun
yang sekarang, dan terhadap sesama anggota )sosiasi, anggota media komunikasi serta
masyarakat luas.
PASAL 2 (P%89%7-)/+-.-8 I86#),-.')
"eorang anggota tidak akan menyebarluaskan, secara sengaa dan tidak bertanggung
awab, informasi yang pa;su atau yang menyesatkan, dan sebaliknya ustru akan berusaha
sekeras mungkin untuk mencegah teradinya hal tersebut. ;a berkewaiban untuk menaga
integritas dan ketepatan informasi
12
PASAL 3 (M%$'- K#,+8'(-.')
"eorang anggota tidak akan melaksanakan kegiatan yang dapat merugikan integritas
media komunikasi.
PASAL 0 (K%:%8&'8;-8 9-8; T%).%,7+89')
"eorang anggota tidak akan melibatkan dirinya dalam kegiatan apa pun yang secara
sengaa bermaksud memecah belah atau menyesatkan, dengan cara seolah olah ingin
memaukan suatu kepentingan tertentu, padahal sebaliknya ustru ingin memaukan
kepentingan lain yang tersembunyi. "eorang anggota berkewaiban untuk menaga agar
kepentingan seati organisasi yang menadi mitra keranya benar&benar terlaksana secara baik.
PASAL 1 (I86#),-.' R-*-.'-)
"eorang anggota (kecuali apabila diperintahkan oleh aparat hukum yang berwenang)
tidak akan menyampaikan atau memanfaatkan informasi yang diberikan kepadanya, atau
yang diperolehnya, secara pribadi dan atas dasar kepercayaan, atau yang bersifat rahasia, dari
kliennya, baik di masa ;alu, kini atau di masa depan, demi untuk memperoleh keuntungan
pribadi atau untuk keuntungan lain tanpa persetuuan elas dari yang bersangkutan.
PASAL 2 (P%)&%8&-8;-8 K%:%8&'8;-8)
"eorang anggota tidak akan mewakili kepentingan kepentingan yang saling
bertentangan atau yang saling bersaing, tanpa persetuuan elas dari pihak&pihak yang
bersangkutan, dengan terlebih dahulu mengemukakan fakta fakta yang terkait.
PASAL 3 (S+,7%) .+,7%) P%,7-9-)-8)
:alam memberikan asa pelayanan kepada kliennya, seorang anggota tidak akan
menerima pembayaran, baik tunai atau pun dalam bentuk lain, yang diberikan sehubungan
dengan asa asa tersebut, dari sumber manapun, tanpa persetuuan elas dari kliennya.
13
PASAL 4 (M%,7%)'&-*+(-8 K%:%8&'8;-8 K%+-8;-8)
"eorang anggota, yang mempunyai kepentingan keuangan dalam suatu organisasi,
tidak akan menyarankan klien atau maikannya untuk memakai organisasi tersebut atau pun
memanfaatkan asa asa organisasi tersebut, tanpa memberitahukan terlebih dahulu
kepentingan keuangan pribadinya yang terdapat dalam organisasi tersebut.
PASAL 5 (P%,7-9-)-8 B%)$-.-)(-8 H-.'/ K%)<-)
"eorang anggota tidak akan mengadakan negosiasi atau menyetuui persyaratan
dengan calon maikan atau calon klien, berdasarkan pembayaran yang tergantung pada hasil
pekeraan PR tertentu di masa depan.
PASAL 10 (M%8+,:-8; &'8$'* P%(%)<--8 A8;;#&- L-'8)
"eorang anggota yang mencari pekeraan atau kegiatan baru dengan cara mendekati
langsung atau secara pribadi, calon maikan atau calon langganan yang potensial, akan
mengambil langkah langkah yang diperlukan untuk mengetahui apakah pekeraan atau
kegiatan tersebut sudah dilaksanakan oleh anggota lain. )pabila demikian, maka menadi
kewaibannya untuk memberitahukan anggota tersebut mengenai usaha dan pendekatan yang
akan dilakukannya terhadap klien tersebut. ("ebagian atau seluruh pasal ini sama sekali tidak
dimaksudkan untuk menghalangi anggota mengiklankan asa asanya secara umum).
PASAL 11 (I,7-/-8 (%:-$- K-)9-=-8 K-8&#) (-8&#) U,+,)
"eorang anggota tidak akan menawarkan atau memberikan imbalan apa pun, dengan
tuuan untuk memaukan kepentingan pribadinya (atau kepentingan klien), kepada orang
yang menduduki suatu abatan umum, apabila hal tersebut tidak sesuai dengan kepentingan
masyarakat luas.
14
PASAL 12 (M%8;(-)9-(-8 A8;;#&- P-)/%,%8)
"eorang anggota yang mempekerakan seorang anggota Parlemen, baik sebagai
konsultan ataupun pelaksana, akan memberitahukan kepada +etua )sosiasi tentang hal
tersebut maupun tentang enis pekeraan yang bersangkutan. +etua )sosiasi akan mencatat
hal tersebut dalam suatu buku catatan yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut. "eorang
anggota )sosiasi yang kebetulan uga menadi anggota Parlemen, waib memberitahukan atau
memberi peluang agar terungkap, kepada +etua, semua keterangan apa pun mengenai
dirinya.
PASAL 13 (M%8>%,-)(-8 A8;;#&- -8;;#&- L-'8)
"eorang anggota tidak akan dengan itikad buruk mencemarkan nama baik atau
praktek profesional anggota lain.
PASAL 10 (I8.&)+(.'?P%)'8&-* P'*-( :'*-( L-'8)
"eorang anggota yang secara sadar mengakibatkan atau memperbolehkan orang atau
organisasi lain untuk bertindak sedemikian rupa sehingga berlawanan dengan kode etik ini,
atau turut secara pribadi ambil bagian dalam kegiatan semacam itu, akan dianggap telah
melanggar +ode ini.
PASAL 11 (N-,- B-'( P)#6%.')
"eorang anggota tidak akan berperilaku sedemikian rupa sehingga merugikan nama
baik )sosiasi, atau profesi Public Relations.
15
PASAL 12 (M%8<+8<+8; T'8;;' K#$% E&'()
"eorang anggota waib menunung tinggi +ode 'tik ini, dan waib bekera sama
dengan anggota lain dalam menunung tinggi +ode 'tik, serta dalam melaksanakan
keputusan keputusan tentang hal apa pun yang timbul sebagai akibat dari diterapkannya
keputusan tersebut. )pabila seorang anggota, mempunyai alasan untuk berprasangka bahwa
seorang anggota lain terlibat dalam kegiatan kegiatan yang dapat merusak +ode 'tik ini,
maka ia berkewaiban untuk memberitahukan hal tersebut kepada )sosiasi. "emua anggota
waib mendukung )sosiasi dalam menerapkan dan melaksanakan +ode 'tik ini, dan )sosiasi
waib mendukung setiap anggota yang menerapkan dan melaksakan +ode 'tik ini.
PASAL 13 (P)#6%.' L-'8)
:alam bertindak untuk seorang klien atau maikan yang tergabung dalam suatu
profesi, seorang anggota akan menghargai +ode 'tik dari profesi tersebut dan secara sadar
tidak akan turut dalam kegiatan apa pun yang dapat mencemarkan +ode 'tik tersebut.
16
BAB III
PENUTUP
A KESIMPULAN
'tika dalam industri kehumasan sangatlah penting.dengan adanya etika dalam humas
menadikan kontrol bagi pribadi humas maupun bagi industri kehumasan itu sendiri. (anpa
adanya etika seorang humas akan bertindak semaunya sendiri, bertingkah laku sesuai
keinginannya sendiri.tanpa adanya aturan yang membatasinya.tanpa adanya etika profesi
dalam industry kehumasan akan banyak kecurangan&kecurangan yang dilakukan, akan
banyak kebohongan&kebohongan yang diciptakan untuk menutupi kesalahan perusahaan atau
organisasi.
"elain itu etika uga dapat berperan untuk mengukur dan melihat profesionalisme
yang di miliki pribadi humas,karena etika dalam sebuah profesi berkaitan pula dengan
profesionalitas dari profesi itu sendiri. dapat mengimplementasikan etika dan etiket dalam
setiap langkah dan setiap kegiatan humas.
>leh karena itu dalam industri kehumasan sikap atau etika yang baik,waib dimiliki
oleh seorang humas. #aka bagi seseorang dalam industri kehumasan sangatlah penting unuk
memiliki pemahaman mengenai etika karena menyangkut penampilan (profile) dalam rangka
menciptakan E membina citra (image) organisasi yang diwakilinya.karena industry humas
meliputi pengertian dan menuu kepada kemauan baik dan reputasi, yang tergantung kepada
kepercayaan. maka berlaku uur adalah alan yang terbaik, karena hubungan masyarakat
tidak akan beralan tanpa adanya kepercayaan.selain itu pula etika dapat berperan dalam
pembuktian profesionalitas yang dimiliki oleh pribadi humas itu sendiri.
17
DAFTAR PUSTAKA
3utlip, "cott #.dkk. 5668. 'ffectives Public Relation ed. =. %akarta7 ;ndeks.
Herimanto, *ambang. dkk. 5661. Public Relation dalam >rganisasi. %oga7 "antusta.
http7//muhammadikhwanallusyarie.wordpress.com/56,5/61/,./aplikasi&kode&etik&
profesi&humas/
http7//wahyuditeguhs&difablog.blogspot.com/56,6/6,/kode&etik&humas.html
http7//www.perhumas.or.id/FpageGidH5.
http7//etikaprofesipr.blogspot.com/