Anda di halaman 1dari 9

OLEH :

DEDE HIDAYAT

MENTOR:
DR. RACHMAT M. MEMET, SP. RAD

EXPERTISE
Definisi
Fraktur adalah hilang atau putusnya kontinuitas
jaringan keras tubuh. Fraktur maksilofasial
adalah fraktur yang terjadi pada tulang-tulang
wajah yaitu tulang frontal, temporal,
orbitozigomatikus, nasal, maksila dan
mandibula.
Fraktur maksilofasial lebih sering terjadi sebagai
akibat dari faktor yang datangnya dari luar
seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja,
kecelakaan akibat olah raga dan juga sebagai
akibat dari tindakan kekerasan.
Fraktur midfasial terdiri dari fraktur
zigomatikomaksilar (zygomaticomaxillary
complex /ZMC) termasuk fraktur Le fort,dan fraktur
nasoorbitoethmoid (nasoorbitalethmoid /NOE).
Fraktur midfasial cenderung terjadi pada sisi benturan
terjadi dan bagian yang lemah seperti sutura, foramen,
dan apertura
Fraktur zigoma merupakan salah satu fraktur midfasial
yang paling sering terjadi,
3
umumnya sering terjadi pada
trauma yang melibatkan 1/3 bagian tengah wajah, hal ini
dikarenakan posisi zigoma agak lebih menonjol pada
daerah sekitarnya.
Diagnosa dari fraktur zigoma didasarkan pada
pemeriksaan klinis dan pemeriksaan
penunjang.
5
Riwayat trauma pada wajah dapat dijadikan
informasi kemungkinan adanya fraktur pada kompleks
zigomatikus selain tanda-tanda klinis.
Trauma dari arah lateral sering mengakibatkan fraktur
arkus zigoma terisolasi atau fraktur zigoma komplek
yang terdislokasi inferomedial. Trauma dari arah frontal
sering mengakibatkan fraktur yang terdislokasi posterior
maupun inferior.
Penggunaan CT Scan dan foto roentgen sangat
membantu menegakkan diagnosa, mengetahui luasnya
kerusakan akibat trauma, dan perawatan.
CT scan pada potongan axial maupun coronal
merupakan gold standard pada pasien dengan
kecurigaan fraktur zigoma, untuk mendapatkan pola
fraktur, derajat pergeseran, dan evaluasi jaringan lunak
orbital.
Secara spesifik CT scan dapat memperlihatkan keadaan
pilar dari midfasial:
pilar nasomaxillary,zygomaticomaxillary, infraorbital, zyg
omaticofrontal, zygomaticosphenoid,
dan zygomaticotemporal.
Kasus
Nama : Ny. W
Usia : 44 th
Jenis kelamin : P
Marker : R
Jenis foto : CT- scan
kepala
Posisi : supine
Potongan: axial sejajar
dngn OM
line
Slice : 3 8 mm
Tanpa kontras


1. Tak tampak lesi hipo/hiperdens
diekdua hemispere cerebri
2. Ventrikel sistem normal. Tak
tampak mediasi midline
3. Sulci dan fisura cerebri tampak
normal
4. Tak tampak lesi hipo/hiperens
dibotak dan cerebelum
5. Mastoid kanan dan kiri
pneumatisasi normal
6. Irbita kanan dan kiri normal
7. Sinus maxillaris kanan
sebagian terselubung
8. Fraktur tulang zygomaksilla
kanan
Kesan :
- tak tampak hematoma
intracranial
- fraktur tulang zygoma maxilla
kanan