Anda di halaman 1dari 7

ENERGI NUKLIR

A. PENDAHULUAN

Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin
berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi
alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi
tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang
terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak
penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.
Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk
mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang
potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar,
tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak
diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir
dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di
Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan
pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali
atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah
kelangkaan energi.

B. REAKSI NUKLIR


Reaksi fusi antara Lithium-6 danDeuterium yang menghasilkan 2 atomHelium-4.
Dalam fisika nuklir, sebuah reaksi nuklir adalah sebuah proses di mana dua nuklei atau partikel
nuklir bertubrukan, untuk memproduksi hasil yang berbeda dari produk awal. Pada prinsipnya
sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut
sangat jarang. Bila partikel-partikel tersebut bertabrakan dan berpisah tanpa berubah (kecuali
mungkin dalamlevel energi), proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi.
Dikenal dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi nuklir dan reaksi fisi nuklir. Reaksi fusi nuklir adalah
reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan menghasilkan energi, juga
dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan inti atom akibat
tubrukan inti atom lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil,
serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta dan gamma
yang sagat berbahaya bagi manusia.
Contoh reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti bintang di alam
semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip reaksi fusi tak terkendali. Contoh
reaksi fisi adalah ledakan senjata nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Unsur yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium dan Uranium (terutama
Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam reaksi fusi nuklir adalah Lithium dan
Hidrogen(terutama Lithium-6, Deuterium, Tritium).

Rata-rata kandungan energi nuklir
Berikut adalah jumlah energi nuklir yang bisa dihasilkan per kg materi:
Fisi nuklir:
Uranium-233: 17,8 Kt/kg = 17800 Ton TNT/kg
Uranium-235: 17,6 Kt/kg = 17600 Ton TNT/kg
Plutonium-239: 17,3 Kt/kg = 17300 Ton TNT/kg
Fusi nuklir:
Deuterium + Deuterium: 82,2 Kt/kg = 82200 Ton TNT/kg
Tritium + Deuterium: 80,4 Kt/kg = 80400 Ton TNT/kg
Lithium-6 + Deuterium: 64,0 Kt/kg = 64000 Ton TNT/kg
C. FUSI NUKLIR

Reaksi fusi deuterium-tritium (D-T) dipertimbangkan sebagai proses yang paling menjanjikan
dalam memproduksi tenaga fusi.

Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung,
membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi
yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata
yang menggunakan prinsip reaksi fisi nuklir dan fusi nuklir.
Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen
yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang
lebih berat dan neutron bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang
dibutuhkan untuk menggabungkan mereka -- sebuah reaksi eksotermik yang dapat menciptakan
reaksi yang terjadi sendirinya.
Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi kimia, karena energi
pengikatyang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari energi yang menahan elektron ke
inti atom. Contoh, energi ionisasi yang diperoleh dari penambahan elektron ke hidrogen adalah
13.6elektronvolt -lebih kecil satu per sejuta dari 17 MeV yang dilepas oleh reaksi D-T seperti
gambar di samping.

D. FUSI NUKLIR
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua
inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan
inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron
lambat.

Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih
ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk
reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk
reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu
singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang
dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi
daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.

reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui
reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang
terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah
reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang
terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang
lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja
yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi
berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang
berguna.
E. REAKTOR NUKLIR
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang
berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor
nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan
bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.

skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es)
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan
yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat
berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi.
Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga
diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh
moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai
moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan
sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai
dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya
satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat
menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering
digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor.
Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka
batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar
tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di
bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang
diizinkan.
Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan
lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar
radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di sekitar reaktor.
Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui
sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan
perisai.

F. KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN ENERGI NUKLIR
Kelebihan Energi Nuklir [1]
Potensi cadangan Uranium-235 (U-235) cukup untuk memenuhi kebutuhan energi 100 tahun,
bahkan akan lebih dari cukup bila digunakan teknologi pembiakan nuklir.
Energi thermal yang dihasilkan oleh pembakaran 1 Kg Uranium-235 murni besarnya adalah
sekitar 17 milyar Kilo kalori (Kkal), atau setara dengan pembakaran 2,4 juta Kg batubara. Emisi
karbon jauh akan berkurang jika menggunakan energi nuklir dibandingan dengan menggunakan
energi batubara atau energi fosil lainnya.
Biaya produksi listrik sebuah PLTN adalah sekitar 3,5 4,5 sen dollar AS per KWH, jauh lebih
murah dibanding harga listrik sekarang yang mencapai sekitar 7 sen dollar AS per KWH.
Energi nuklir hampir tidak ada emisi gas rumah kaca sehingga mampu mengurangi pemanasan
global.
Dibandingkan dengan energi fosil, pembangunan PLTN membutuhkan lahan jauh lebih
kecil/sempit. Untuk pembangkit listrik kapasitas 1.000 MW, lahan yang dibutuhkan, sebagai
berikut: nuklir, 1-4 km2; surya atau fotovoltaik taman, 20-50 km2; tenaga angin, 50-150
km2danbiomas,4,000-6,000km2.

Kekurangan Energi Nuklir

Kekurangan energi nuklir, merujuk kepada resiko dan dampak lingkungan jika PLTN rusak atau
gagal berfungsi normal, antara lain :
Proliferasi Risiko Umumnya uranium U-235 dicampur dengan U-238 dan menghasilkan
Plutonium (Pu-239) sebagai limbah proses fisi nuklir. Plutonium dapat digunakan baik untuk
bahan bakar PLTN maupun untuk membuat bom. Pada tahun 2000, diperkirakan 310 ton, senjata
nuklir berbasis plutonium yang siap digunakan telah diproduksi
Hanya dengan volume kurang dari 8 Kg plutonium cukup untuk menghasilkan bom setara
dengan bom atom Nagasaki.
Resiko Kecelakaan Pada 26 April 1986 reaktor No: 4 di PLTN Chernobyl (di bekas Uni Soviet,
sekarang Ukraina) meledak, menyebabkan kecelakaan nuklir terburuk yang pernah terjadi (30
orang tewas seketika, termasuk 28 orang terkena radiasi, dan 209 orang harus terus dirawat
karena keracunan radiasi akut).
Pada bulan Maret 1979 karena kegagalan peralatan dan kesalahan manusia menyebabkan
kecelakaan di reaktor nuklir Three Mile Island di Harrisburg, Pennsylvania, termasuk kecelakaan
yang terburuk dalam sejarah AS. Konsekuensinya terjadi insiden kontaminasi radiasi meliputi
daerah di sekitarnya, terjadi peningkatan kasus kanker tiroid, dan mutasi tanaman.
Kerusakan Lingkungan Proses yang kompleks selama menciptakan energi nuklir diyakini
banyak orang berbahaya bagi lingkungan hidup. Pertambangan uranium, pengkayaan dan
produksi radioaktif plutonium menghasilkan isotop yang mencemari lingkungan sekitarnya,
termasuk air tanah, udara, tanah, tumbuhan, dan peralatan. Akibatnya, dapat berdampak buruk
bagi manusia dan seluruh ekosistem. Dampak buruk ini tidak mudah untuk dihilangkan karena
beberapa isotop radioaktif memiliki umur yang luar biasa panjang, tetap beracun selama ratusan
ribu tahun.
Limbah Nuklir Limbah nuklir diproduksi dalam berbagai cara. Ada limbah yang dihasilkan
dalam reaktor inti, yaitu limbah yang dihasilkan sebagai akibat dari kontaminasi radioaktif, dan
limbah yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari pertambangan uranium, pemurnian, dan
pengayaan. Sebagian besar radiasi limbah nuklir dilepaskan dari batang bahan bakar. Reaktor
nuklir biasa akan menghasilkan 20-30 ton limbah nuklir tingkat tinggi setiap tahunnya. Tidak ada
cara yang dikenal aman untuk membuang limbah ini, radioaktif tetap berbahaya sampai luruh
secara alami.

Meskipun beberapa negara memproses ulang limbah nuklir (pada intinya, mempersiapkan untuk
mengirim melalui siklus ulang untuk menciptakan lebih banyak energi), proses ini dilarang di AS
karena meningkatnya risiko proliferasi, karena bahan yang diolah ulang ini dapat digunakan
untuk membuat bom. Daur ulang juga bukan solusi karena hanya menciptakan limbah nuklir
tambahan.


Pemanfaatan Nuklir Sebagai Energi Terbarukan

Sejarah perkembangan nuklir dibuat dimulai pada tahun 1896 oleh Antoine henri Becquerel yang
menemukan radioaktivitas uranium. Lalu sampai dikembangkan lagi oleh Albert Einsten, Beliau
meneliti nuklir hingga sampai bisa membuat untuk dijadikan sebuah bom. Nuklir sendiri baru
dibuat untuk dijadikan sebuah senjata pada perang dunia kedua pada tahun 1942. Dan tentu kita
semua ingat kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pernah diluluh lantakkan nuklir yang
dijatuhkan melalui udara oleh tentara sekutu.
Namun nuklir bukan hanya untuk dijadikan perang saja, bila ditangani dengan tepat nuklir bisa
dijadikan untuk menghasilkan sebuah energi, dan beberapa negara sudah memanfaatkan nuklir
ini menjadi sebuah energi menggantikan minyak bumi. Ada sekitar 17% listrik di dunia berasal
dari energi nuklir. Seperti contoh AS, Jepang, Perancis, Jerman, Swiss, Korea Selatan, Ukraina
dan sebagainya. Negara yang paling banyak menggunakan energi nuklir adalah AS dengan 103
PLTN dan menyumbang 20% listrik di sana. Sementara secara persentase listrik, negara yang
paling banyak memanfaatkan nuklir adalah Perancis dengan 59 PLTN menyumbang 75% listrik
domestik, bahkan diekspor ke negara lain. Di Asia, Korea Selatan adalah negara dengan
persentase listrik nuklir tertinggi, yaitu 40% dari 20 PLTN. Namun energi ini sangat sensitif
apabila tidak ditangani dengan tepat(human error) ataupun terjadi sebuah gempa akan bisa
berakibat fatal. Kota-kota seperti Chernobyl di Ukraina pernah mengalami ledakan pada
pembangkit nuklirnya sehingga ber-efek mengalami radiasi ke seluruh penjuru kota yang
mengakibatkan maklhuk hidup di kota tersebut cacat. Dan hingga kini kota tersebut tidak ada
yang mendiami. Kota Fukushima Daichi di Jepang juga pernah mengalami kejadian yang hampir
sama, ketika terjadi gempa bumi yang dahsyat yang mengakibatkan tsunami yang menerjang
negara itu sehingga pembangkit nuklirnya mengalami gangguan, dan sangat beruntung karena
tidak mengalami kejadian parah seperti yang terjadi di Chernobyl Ukraina.
Dari kejadian itu banyak negara yang semula ingin menjadikan nuklir sebagai energi pengganti
minyak bumi malah harus berpikir 2 kali untuk melakukannya. Sebagai contoh Jerman dan Swiss
yang semula memakai energi nuklir berencana untuk menonaktifkannya sebagai respon atas
bencana nuklir Fukushima Daichi di Jepang. Dan negara-negara seperti Australia, Austria,
Denmark, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtensien, Luksemburg, Malta, Portugal, Israel, Malaysia,
Selandia Baru, Norwegia dan Yunani adalah negara-negara yang menentang energi nuklir.
Saat ini energi alternatif untuk pengganti minyak bumi benar-benar dicari. Karena diperkirakan
minyak bumi akan habis pada sekitar tahun 2040, ini diakibatkan telah banyak negara yang
sangat bergantung pada energi minyak bumi ini. Sehingga minyak yang ada di bawah bumi lama
kelamaan akan dapat habis. Energi-energi baru telah ditemukan dan telah dimanfaatkan, sebagai
contoh energi matahari yang telah dimanfaatkan oleh negara Uni Emirat Arab, energi air laut,
energi angin yang juga telah dimanfaatkan oleh negara seperti belanda, dan energi nuklir. Namun
energi-energi ini belum maksimal penggunaannya dikarenakan masih ada kekurangan-
kekurangannya. Untuk itu para ahli harus segera meneliti dan menyempurnakan alat untuk bisa
mengambil manfaat dari energi-energi itu agar kita tidak hanya bergantung pada energi minyak
bumi saja.
Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir(Bapeten) AS Natio Lasman, mengatakan pemanfaatan
nuklir untuk energi semakin diperlukan mengingat terbatasnya sumber bahan bakar dari
fosil(minyak bumi). Bapeten memperkirakan pada tahun 2030, terdapat penambahan PLTN
sebanyak 420 unit di dunia. Sebagian besar PLTN tersebut ada di benua Asia. Saat ini telah
tercatat ada 439 PLTN yang beroperasi di 32 negara. Hal itu dapat dilihat dari dokumen resmi
yang sudah diajukan beberapa negara seperti Thailand, India, Korea Selatan dan China. Beliau
juga menjelaskan listrik yang dihasilkan dari tenaga nuklir jelas lebih murah karena hanya
dengan 1 gram bisa menghasilkan listrik sebanyak 1 Megawatt atau setara dengan 3 ton
penggunaan batubara. Energi nuklir lebih menguntungkan ditinjau dari segi lingkungan karena
tidak menghasilkan unsur berbahaya, seperti logam berat (cadmium, plumbum, arsen,
argentum/perak, vanadium), emisi gas SO
2
, Nox, dan VHC. Dan dalam hal ini PLTN dapat
membantu mengurangi hujan asam dan pembatasan emisi gas rumah kaca.

Di Indonesia juga telah meneliti energi nuklir ini agar bisa untuk dijadikan energi alternatif untuk
menyelamatkan Indonesia dari krisis energi. Kita semua tentu mengharapkan nuklir bisa
berperan dalam membantu mengatasi krisis energi nasional. PLTN sangat diperlukan untuk
mendukung terwujudnya keamanan pasokan energi nasional. PLTN dinilai secara kompetitif
terhadap PLTB batu bara, di mana PTLN sendiri telah membuat studi pada 2005, yang berasumsi
pertumbuhan listrik 7% per-tahun. Di studi tersebut, penggunaan BBM dan gas tidak
dipertimbangkan karena alasan yang sudah jelas, ketersediaan sumber daya. PLTN dapat
menghasilkan energi listrik kapasitas tinggi pada lahan yang luasnya terbatas, dan
operasionalnya tidak tergantung pada fluktuasi harga BBM dunia. Saat ini Indonesia memiliki
tiga reaktor riset. Pengoperasian dan perawatan ketiga reaktor itu dapat memberikan pengalaman
yang berharga bagi kita guna menuju ke era listrik nuklir. Perlu diketahui, pengoperasian reaktor
riset jauh lebih sulit dan rumit dibandingkan PLTN. Adapun desain suatu PLTN yang
dikembangkan di Indonesia ini menggunakan filosofi Defense in Depth(pertahanan berlapis)
untuk keselamatan yang mampu mencegah insiden yang dapat menimbulkan kecelakaan. Saat ini
Batan memiliki Pusdiklat yang bersertifikasi dan punya Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
(STTN) yang siap mencetak ilmuwan dan teknolog nuklir masa depan. Selain itu berbagai
perguruan tinggi seperti UI, UGM, dan ITB memiliki program pengajaran yang terkait
pemanfaatan Iptek nuklir.