Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman, dunia juga
mengalami perkembangannya di berbagai bidang. Salah satunya adalah kemajuan
di bidang kesehatan yaitu teknik transplantasi organ. Transplantasi organ
merupakan suatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang
tidak berfungsi dengan organ dari individu yang lain. Sampai sekarang penelitian
tentang transplantasi organ masih terus dilakukan.
Sejak kesuksesan transplantasi yang pertama kali berupa ginjal dari donor
kepada pasien gagal ginjal pada tahun 1954, perkembangan di bidang
transplantasi maju dengan pesat. ermintaan untuk transplantasi organ terus
mengalami peningkatan melebihi ketersediaan donor yang ada. Sebagai !ontoh di
"ina, pada tahun 1999 ter!atat hanya #4 transplantasi hati, namun tahun #$$$
jumlahnya men!apai %& angka. Sedangkan tahun #$$' angkanya bertambah '5(.
)umlah tersebut semakin meningkat pada tahun #$$4 yaitu 5$% kali transplantasi.
Tidak hanya hati, jumlah transplantasi keseluruhan organ di "hina memang
meningkat drastis. Setidaknya telah terjadi ' kali lipat melebihi *merika Serikat.
+etidakseimbangan antara jumlah pemberi organ dengan penerima organ hampir
terjadi di seluruh dunia.
Sedangkan transplantasi organ yang lazim dikerjakan di ,ndonesia adalah
pemindahan suatu jaringan atau organ antar manusia, bukan antara he-an ke
manusia, sehingga menimbulkan pengertian bah-a transplantasi adalah
pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh yang lain atau
dari satu tempat ke tempat yang lain di tubuh yang sama. Transplantasi ini
ditujukan untuk mengganti organ yang rusak atau tak berfungsi pada penerima.
ada saat ini jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan transplantasi ginjal di
,ndonesia men!apai 4$.$$$ orang. .ereka yang menjalani pera-atan medis
sangat sedikit karena biaya pera-atan yang mahal dan jangka panjang. /i
1
,ndonesia, transplantasi ginjal pertama kali dilakukan di 0S". pada tahun 19%%.
Sampai saat ini, hanya 5$$ pasien yang telah menjalani !angkok ginjal di
,ndonesia, dimana #$$ diantaranya dilakukan di 0S 1, "ikini. /onor ginjal di
,ndonesia semuanya adalah donor hidup dan jumlahnya amat sedikit
dibandingkan kebutuhan. Sebagian besar pasien lain ternyata menjalani !angkok
ginjal di "hina, karena jumlah donor yang banyak dan biayanya yang relatif
murah. /engan melakukan transplantasi ginjal, menurut data Transplant "entre
/ire!tory sedunia tahun 199#, lama perpanjangan hidup pasien yang menjalani
transplantasi ginjal dapat men!apai #9,9 tahun.
Sebagai suatu tindakan medis, transplantasi organ memiliki potensi untuk
disalahgunakan dan menimbulkan sengketa, sehingga untuk pelaksanaannya
dirasakan memerlukan pengaturan bukan hanya dari segi etika, tetapi juga hukum.
ada makalah ini akan dibahas tentang transplantasi, aspek etik dan
medikolegalnya
Saat ini di ,ndonesia, transplantasi organ ataupun jaringan diatur dalam
22 3o. #' tahun 199# tentang +esehatan dan 22 3o.#' tahun #$$9. Sedangkan
peraturan pelaksanaannya diatur dalam eraturan emerintah 3o. 1& Tahun 19&1
tentang 4edah .ayat +linis dan 4edah .ayat *natomis serta Transplantasi *lat
atau )aringan Tubuh .anusia. 5al ini tentu saja menimbulkan suatu pertanyaan
tentang relevansi antara eraturan emerintah dan 2ndang62ndang dimana
eraturan emerintah diterbitkan jauh sebelum 2ndang62ndang.
74in!houtan,#$$&8
enulis mengambil tema makalah Transplantasi organ dikarenakan
maraknya kasus transplantasi di ,ndonesia serta masih adanya pro dan kontra di
kalangan masyarakat maupun dunia kesehaan tentang etis dan tidaknya praktek
transplantasi organ.

I.2 Rumusan Masalah
1. *pa pengertian dari Transplantasi 9rgan
#. 4agaimana aspek medis Transplantasi 9rgan
'. 4agaimana Transplantasi 9rgan dari Segi :tik +edokteran
2
I.3 TUJUAN
I.3.1 Tuuan Umum
.engetahui praktek transplantasi organ di dunia pada umumnya dan
praktek transplantasi organ di ,ndonesia pada khususnya dilihat dari sudut
dilema etik.
I.3.2 Tuuan !husus
a. .engetahui pengertian dan sejarah Transplantasi 9rgan
b. .engetahui +lasifikasi Transplantasi 9rgan
!. .engetahui penyebab Transplantasi 9rgan
d. .engetahui Transplantasi organ dari Segi :tika +edokteran
e. .engetahui Transplantasi organ dari Segi 5ukum
I." MAN#AAT
a. 0eferat ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang engertian,
Sejarah, +lasifikasi dan enyebab transplantasi organ.
b. Sebagai sarana mengetahui apa itu engertian, +lasifikasi dan enyebab
transplantasi organ.
!. 0eferat ini diharapkan dapat memberikan -a-asan tentang bagaimana
pandangan Segi :tika +edokteran dan 5ukum.
3
BAB II
TINJAUAN PU$TA!A
II.1 TRAN$PLANTA$I %R&AN
II.1.1 $earah Trans'lantas( %rgan
+ira6kira #$$$ tahun sebelum ,sa *lmasih, di .esir ditemukan
sebuah manuskrip yang isinya antara lain uraian mengenai per!obaan6
per!obaan transplantasi jaringan. Sedang di ,ndia, seorang ahli bedah
bangsa 5indu telah berhasil memperbaiki hidung seorang tahanan yang
!a!at akibat siksaan, dengan !ara mentransplantasikan sebagian kulit
jaringan lemak di ba-ahnya yang berasal dari lengannya. engalaman ini
merangsang 1eorge Taglia!osi, ahli bedah bangsa ,talia, pada tahun 159%
men!oba memperbaiki !a!at pada hidung seseorang dengan menggunakan
kulit milik ka-annya.
ada tahun 1&(', aul 4ert, ahli fisiologi bangsa eran!is
berpendapat transplantasi jaringan antar individu yang sejenis akan
mengalami kegagalan, tetapi dia tidak dapat menjelaskan sebabnya.
+emudian pada tahun 19$', ".9. )ensen, seorang ahli biologi dan tahun
191#, 1. S!hone, seorang ahli bedah; kedua6duanya bangsa )erman;
menjelaskan mekanisme penolakan jaringan oleh resipien, yaitu karena
terjadi proses imunitas dalam tubuh resipien. )ohn .urphy, ahli bedah
bangsa *merika, pada tahun 1&9% telah berhasil menyambung pembuluh
darah pada binatang per!obaan. restasinya ini memba-a perkembangan
lebih pesat dan lebih maju dalam bidang transplantasi dan menjadi
tonggak diadakannya transplantasi organ.
ada tahun 19$# :. 2llman, ahli bedah bangsa )erman, dan
setahun kemudian "laude 4e!k, ahli bedah bangsa *merika, telah berhasil
melakukan transplantasi ginjal pada seekor anjing.ada a-al abad ke <<
timbul pemikiran mengadakan transplantasi jaringan atau organ pada dua
4
individu kembar yang berasal dari satu sel telur. +arena individu kembar
yang berasal dari satu sel telur se!ara biologis dapat dianggap satu
individu. 4erdasarkan kenyataan ini mendorong /r. ).:. .urray pada
tahun 1954 untuk mengobati seorang anak yang menderita penyakit ginjal
dengan mentransplantasikan ginjal yang berasal dari sudara kembarnya.
Transplantasi termasuk inovasi alternatif dalam dunia bedah
kedokteran modern, meski telah dilakukan beberapa abad sebelumnya
se!ara sederhana. erkembangan dunia bedah beberapa dekade terakhir,
kajian dan studi mengenai transplantasi meramaikan perkembangan ilmu
kedokteran karena merupakan tantangan medis tersendiri. /i ,ndonesia,
topik tentang transplantasi pernah diangkat dalam sebuah seminar yang
diselenggarakan oleh =9++, 7=orum +ajian +edokteran ,slam ,ndonesia8,
=,.* 7=ederation of ,slami! .edi!al *sso!iation8 dan .2, di
2niversitas >arsi pada tanggal #96'$ )uli 199( dengan tema ?9rgan
Transplantation and 5ealth "are .anagement =rom ,slami! erspe!tive@.
5al ini menandakan terjadinya pengembangan dialektika hukum syariah
,slam dan kode etik terhadap aplikasi terapan dan teknologi praktek
transplantasi.
>ayasan 1injal 3asional juga pernah menggelar Simposium
3asional mengenai masalah ?Transplantasi 9rgan@ pada tangal &
September 1995 di arena 0) +emayoran, )akarta. Symposium ini !ukup
bersejarah karena ditandatangani sebuah persetujuan dari -akil6-akil
organisasi ,slam seperti .2,, 4 32 dan .uhammadiyah dan -akil6
-akil lain dari berbagai kelompok agama di ,ndonesia perihal
dibolehkannya transplantasi organ.
II.1.2 Pengert(an
/onor organ atau lebih sering disebut transplantasi adalah
pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat
5
ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan
persyaratan dan kondisi tertentu. Syarat tersebut melipui ke!o!okan organ
dari donor dan resipen. .enurut /orlandAs .edi!al /i!tionary for 5ealth
"onsumers Transplantasi adalah en!angkokan jaringan yang diambil dari
tubuh pasien sendiri atau dari orang lain.
Sedangkan resipien adalah orang yang akan menerima jaringan
atau organ dari orang lain atau dari bagian lain dari tubuhnya sendiri.
9rgan tubuh yang ditansplantasikan biasa adalah organ vital seperti ginjal,
jantung, dan mata. namun dalma perkembangannya organ6organ tubuh
lainnya pun dapat ditransplantasikan untuk membantu ornag yang sangat
memerlukannya.
.enurut pasal 1 ayat 5 2ndang6undang kesehatan,transplantasi
organ adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ dan
atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh
sendiri dalam rangka pengobatan untuk menggantikan organ dan atau
jaringan tubuh. engertian lain mengenai transplantasi organ adalah
berdasarkan 22 3o. '( tahun #$$9 tentang kesehatan, transplantasi adalah
tindakan medis untuk memindahkan organ dan atau jaringan tubuh
manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau tubuh sendiri dalam
rangka pengobatan untuk mengganti jaringan dan atau organ tubuh yang
tidak berfungsi dengan baik.
)ika dilihat dari fungsi dan manfaatnya transplantasi organ dapat
dikategorikan sebagai Blife savingC. Dive saving maksudnya adalah dengan
dilakukannya transplantasi diharapkan bisa memperpanjang jangka -aktu
seseorang untuk bertahan dari penyakit yang dideritanya
II. 2 TRAN$PLANTA$I %R&AN DARI A$PE! MEDI$
II.2.1 !las()(kas( Trans'lantas( %rgan
Transplantasi ditinjau dari sudut si penerima, dapat dibedakan menjadiE
6
1. *utotransplantasiE pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain
dalam tubuh orang itu sendiri.
#. 5omotransplantasi E pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh
seseorang ke tubuh orang lain.
'. 5eterotransplantasi E pemindahan organ atau jaringan dari satu spesies ke
spesies lain.
4. *utograft
Transplantasi jaringan untuk orang yang sama. +adang6kadang hal
ini dilakukan dengan jaringan surplus, atau jaringan yang dapat
memperbarui, atau jaringan lebih sangat dibutuhkan di tempat lain 7!ontoh
termasuk kulit grafts , ekstraksi vena untuk "*41 , dll8 +adang6kadang
autograft dilakukan untuk mengangkat jaringan dan kemudian
mengobatinya atau orang, sebelum mengembalikannya 7!ontoh termasuk
batang autograft sel dan penyimpanan darah sebelum operasi 8.
5. *llograft
*llograft adalah suatu transplantasi organ atau jaringan antara dua
non6identik anggota genetis yang sama spesies . Sebagian besar jaringan
manusia dan organ transplantasi yang allografts. +arena perbedaan genetik
antara organ dan penerima, penerima sistem kekebalan tubuh akan
mengidentifikasi organ sebagai benda asing dan berusaha untuk
menghan!urkannya, menyebabkan penolakan transplantasi .
(. ,sograft
Sebuah subset dari allografts di mana organ atau jaringan yang
ditransplantasikan dari donor ke penerima yang identik se!ara genetis
7seperti kembar identik 8. ,sografts dibedakan dari jenis lain transplantasi
karena sementara mereka se!ara anatomi identik dengan allografts, mereka
tidak memi!u respon kekebalan.
%. <enograft dan <enotransplantation
Transplantasi organ atau jaringan dari satu spesies yang lain.
Sebuah !ontoh adalah transplantasi katup jantung babi, yang !ukup umum
7
dan sukses. "ontoh lain adalah men!oba6primata 7ikan primata non manusia86
transplantasi is!ine dari pulau ke!il 7yaitu pankreas pulau jaringan atau8
jaringan.
&. Transplantasi Split
+adang6kadang organ almarhum6donor, biasanya hati, dapat dibagi
antara dua penerima, terutama orang de-asa dan seorang anak. ,ni bukan
biasanya sebuah pilihan yang diinginkan karena transplantasi organ se!ara
keseluruhan lebih berhasil.
9. Transplantasi /omino
9perasi ini biasanya dilakukan pada pasien dengan fibrosis kistik
karena kedua paru6paru perlu diganti dan itu adalah operasi lebih mudah
se!ara teknis untuk menggantikan jantung dan paru6paru pada -aktu yang
sama. Sebagai jantung asli penerima biasanya sehat, dapat dipindahkan ke
orang lain yang membutuhkan transplantasi jantung. 7parsudi,#$$%8. )ika
ditinjau dari sudut penyumbang atau donor alat dan atau jaringan tubuh, maka
transplantasi dapat dibedakan menjadi E
a. Transplantasi dengan donor hidup
Transplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan jaringan atau
organ tubuh seseorang ke orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya
sendiri tanpa mengan!am kesehatan. /onor hidup ini dilakukan pada
jaringan atau organ yang bersifat regeneratif, misalnya kulit, darah dan
sumsum tulang, serta organ6organ yang berpasangan misalnya ginjal.
3amun sebelum seseorang memutuskan menjadi donor hidup,
maka !alon pendonor perlu memahami terlebih dahulu syarat dan resiko
untuk menjadi seorang pendonor. 2sia pendonor minimal #1 tahun, karena
pada usia ini organ telah mapan dan matang sehingga layak
didonorkan,sedangkan untuk umur (5 tahun keatas,pendonoran organ
masih diperbolehkan asalkan organ tersebut msaih dalam keadaan
sehat./alam hal ini dokter akan melakukan pemeriksaan yang ketat
terhadap kondisi tubuh pendonor. Selain itu sang pendonor juga harus
memahami resiko kehilangan darah dalam jumlah besar, karena
8
transplantasi organ memerlukan intervensi bedah sehingga akan
menimbulkan kehilangan banyak darah. 9leh karena itu, pendonor yang
mengalami anemia sebelum pendonoran tidak dianjurkan untuk
mendonorkan organ.
2ntuk pendonoran darah 7transfusi darah8, seseorang dinyatakan
layak menjadi donor darah apabila 2mur 1%6($ tahun 7 usia 1% tahun
diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang
tua8,4erat badan minimal 45 kg,Temperatur tubuhE '(,( F '%,5 derajat
!el!ius, tekanan darah sistole G 11$ F 1($ mm5g, diastole G %$ F 1$$
mm5g . /enyut nadi sekitar 5$ F 1$$ kaliH menit. 5emoglobin erempuan
minimal 1# grHdl, pria minimal 1#,5 grHdl. Sedangkan bagi !alon pendonor
yang memiliki ri-ayat 5epatitis 4, 5,I, Thallasemia, serta kelainan darah
lainnya tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya. Transfusi darah
diatur melalui eraturan emerintah 3omor % Tahun #$11 tentang
elayanan /arah.
b. Transplantasi dengan donor mati atau jenazah
Transplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan
organ atau jaringan dari tubuh jenazah ke tubuh orang lain yang masih
hidup. )enis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak
memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung, kornea, ginjal
dan pankreas.
Se!ara tradisional seseorang dikatakan mati jika berhentinya fungsi
jantung dan paru se!ara permanent atau ireversibel. enentuan kematian
erat kaitannya dengan transplantasi organ khususnya pada transplantasi
yang menggunakan donor mati atau donor jenazah. ada transplantasi
dengan donor mati, organ harus diambil pada saat donor sudah mati agar
tidak menimbulkan persoalan6persoalan seperti misalnya tuduhan dari
keluarga jenazah bah-a tim dokter pelaksana transplantasi berusaha
memper!epat kematian keluarganya demi mengejar organ yang
ditransplantasikan. 3amun perlu dimengerti bah-a organ yang diambil
pada saat jantung sudah berhenti berdenyut mempunyai kesempatan hidup
9
lebih ke!il pada tubuh resipien dibandingkan dengan organ yang diambil
saat jantung masih berdenyut. 9leh sebab itu jantung perlu dipertahankan
tetap berdenyut agar proses oksigenasi tetap berlangsung. Seiring dengan
kemajuan ilmu kedokteran, hal ini tidak lagi menjadi masalah. 3amun
sebagai akibatnya timbul masalah baru yaitu penentuan kematian yang
tidak lagi dapat menggunakan kriteria diagnosis yang lazim yaitu
berhentinya denyut jantung dan respirasi se!ara permanen.
ada tahun 19%4 5arvard .edi!al S!hool merevisi kriteria
diagnosis kematian yang sudah pernah dibuat pada tahun 19(& yang
kesemuanya masih bertolak pada konsep ?brain death is death@. 3amun
ternyata 4ram /eath itu sendiri sebenarnya merupakan proses bertingkat
sebagai akibat dari resistensi yang berbeda6beda dan bagian6bagian otak
terhadap kekurangan oksigen. /ari semua bagian otak, diketahui bah-a
batang otak 7brain stem8 yang mengatur fungsi pernafasan memiliki
resistensi yang paling baik terhadap kurangnya oksigenasi. 9leh karena itu
saat ini konsep kematian telah bergeser dari ?brain death is death@ menjadi
?brain stem death is death@ . /iagnosis dari kematian batang otak menjadi
penentu keberhasilan dari transplantasi organ. /iagnosis dini dari organ
pasien donor penting untuk keberhasilan dari transplantasi organ. 2ntuk
diagnosis klinis didapatkan dari tanda6tanda apneu, hilangnya refleJ
batang otak, dan terkadang koma.
2ntuk di ,ndonesia sendiri, pada tahun 19&& ,/, telah
mengeluarkan fat-a tentang kriteria mati dimana seseorang dikatakan
telah meninggal jika telah terjadi kematian batang otak. .engenai dokter
yang boleh menentukan kematian donor di berbagai negara memiliki
peraturan yang berbeda. /i ,ndonesia terdapat syarat bah-a kematian
ditentukan oleh dua dokter yaitu spesialis yang berkompeten 7minimal '
tahun setelah lulus dan telah mendapatkan pelatihan untuk menentukan
.98 dapat mendiagnosis .9 untuk menerbitkan sertifikasi .9 dokter
anestesi, neurologi dan bedah saraf yang berbeda yang kesemuanya tidak
ada sangkut pautnya dengan dokter yang melakukan transplantasi. 5al ini
10
sesuai dengan deklarasi Sidney tahun l9(& dan deklarasi Ieni!e tahun
19&' tentang +riteria mati dan enyakit Terminal yang /ikaitkan /engan
Transplantasi 9rgan.
/alam kaitan dengan hal tersebut diatas, maka definisi mati
menjadi penting. asal 1g 1&H19&1 menyatakan bah-a mati adalah
keadaan insani yang diyakini oleh ahli kedokteran yang ber-enang bah-a
fungsi otak, pernapasan dan atau denyut jantung seseorang telah berhenti.
Se!ara medis definisi tersebut sudah lama ditinggalkan karena kematian
yang dianut saat ini adalah mati batang otak. .ati batang otak merupakan
kematian yang paling mudah dideteksi, karena untuk mendeteksinya tidak
diperlukan peralatan yang !anggih. +riteria +ematian batang otak yang
paling banyak digunakan oleh para dokter adalah seperti di ba-ah ini E
5ilangnya semua respon terhadap sekitarnya
tidak adanya reflek pupil terhadap !ahaya
hilangnya reflek kornea
tidak adanya reflek menelan atau batuk ketika tuba endotrakheal
didorong kedalam.
Tidak ada reflek vestibulo6okularis terhadap rangsangan air es yang
dimasukkan ke dalam lubang telinga
Tidak ada napas spontan ketika respirator di lepas untuk -aktu yang
!ukup lama -alaupun p"9# sudah melampaui nilai ambang
rangsangan napas 75$ torr8
II.2.3 %rgan *an Jar(ngan +ang Da'at Trans'lantas(
9rgan yang paling sering di transplantasi dilihat dari resipienE
1. 1injal
#. 5ati
'. )antung
4. ankreas
5. aru
(. 2sus 5alus
11
)aringan yang paling sering di transplantasi antara lain E
1. +ornea
#. +ulit
'. 5ematopoetik stem !ell7sum6sum tulang8
4. /arah
Sedangkan organ dan jaringan lain yang dapat ditransplantasi adalah
1. Tangan
#. +aki
'. enis
4. Tulang
5. 0ahim
(. Thymus
%. Sel islet langerhans
&. +atub jantung
9. 9varium dan sebagainya.
*da dua komponen penting yang mendasari tindakan transplantasi, yaituE
a8 :ksplantasi E usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hidup
atau yang sudah meninggal.
b8 ,mplantasi E usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh tersebut
kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain.
/isamping itu, ada dua komponen penting yang menunjang keberhasilan tindakan
transplantasi, yaitu E
1) *daptasi donasi, yaitu usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang
hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya, se!ara biologis dan
psikis, untuk hidup dengan kekurangan jaringan atau organ.
7anonim,#$$(8.
#8 *daptasi resepien, yaitu usaha dan kemampuan diri dari penerima jaringan
atau organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak
jaringan atau organ tersebut, untuk berfungsi baik, mengganti yang sudah
tidak dapat berfungsi lagi.
12
9rgan atau jaringan tubuh yang akan dipindahkan dapat diambil dari donor
yang hidup atau dari jenazah orang baru meninggal dimana meninggal sendiri
didefinisikan kematian batang otak. 9rgan6organ yang diambil dari donor hidup
seperti E kulit, ginjal, sumsum tulang dan darah 7tranfusi darah8. 9rgan6organ yang
diambil dari jenazah adalah E jantung, hati, ginjal, kornea, pankreas, paru6paru dan
sel otak. 2ntuk donor hidup, diperbolehkan melakukan donor pada saat berusia
1&6(5 tahun, sedangkan untuk donor jenazah, usia saat meninggal tidak lebih dari
(5 tahun,dan penyimpanan organ setelah meninggal maksimal 5 tahun.
5al lain yang menarik, adalah perkembangan transplantasi melalui stem
!ell untuk pengobatan penyakit regeneratif. .etode melaui stem !ell sangat
menjanjikan dalam upaya meme!ahkan masalah penolakan organ transplantasi
dengan teknik penumbuhan6kembali 7regro-ing8 organ di laboratorium, yang
berasal dari sel6sel pasien sendiri 7atau stem !ell yang diambil dari orang
sehat8.Saat ini ,nstitute for 0egenerative .edi!ine, 3orth "arolina, /r *nthony
dan seja-atnya telah berhasil mengekstraksi sel otot dan kandung kemih dari
tubuh beberapa pasien, kemudian dibudidayakan atau diperbanyak di dalam petri
glass. Sel6sel baru ini diletakkan dalam !etakan khusus tiga dimensi yang
menyerupai bentuk kandung kemih.
/alam beberapa minggu, sel6sel itu mulai berfungsi sebagai kandung
ken!ing 7bladder8 biasa yang kemudian ditanamkan kembali ke dalam tubuh
pasien. Tim ini sedang mengerjakan untuk penyembuhan tumbuh lebih dari ##
organ yang berbeda lainnya termasuk hati, jantung, ginjal dan testis.
Sebelumnya di 4ar!elona .etro 5ospital, pada )uni #$$&, rofesor aolo
.a!!hiarini dari 2niversity of 4ar!elona, berhasil melakukan rekayasa jaringan
trakea melalui pipa yang menyerupai trakea atau saluran napas dari sel induk
tulang sumsum pasien.
Sel6sel rekayasa tersebut tumbuh menjadi populasi yang besar dan matang
menjadi sel6sel tulang ra-an, atau!hondro!ytes. .embentuk trakea, kemudian
hasilnya ditransplantasikan ke pasien dengan hasil yang menggembirakan.
13
/emikian pula 2niversity of "alifornia ,rvine, yang sedang mengembangkan
suatu teknik stem !ell untuk menyembuhkan penyakit6penyakit kelumpuhan dan
juga kebutaaan akibat kerusakan retina, yang sampai sekarang belum ada obatnya
II.3 TRAN$PLANTA$I %R&AN DARI A$PE! ETI!A
3.1. De)(n(s( Et(k
:tik adalah !abang ilmu filsafat yang mempelajari moralitas. :tik harus
dibedakan dengan sains yang mempelajari moralitas, yaitu etik deskriptif. :tik
deskriptif mempelajari pengaturan empiris tentang moralitas atau menjelaskan
pandangan moral yang saat itu berlaku tentang issue6issue tertentu.
1
3.2 Ma,am-ma,am Et(k
:tik terbagi ke dalam etik normatif dan metaetik 7etik analitik8. ada etik
normatif, para filosof men!oba menegakkan apa yang benar se!ara moral dan
mana yang salah se!ara moral dalam kaitannya dengan tindakan manusia. ada
metaetik, para filosof memperhatikan analisis kedua konsep moral di atas.
1
:tik kedokteran sudah se-ajarnya dilandaskan atas norma6norma etik
yang mengatur hubungan manusia umumnya dan memliki asas6asasnya dalam
falsafah masyarakat yang diterima dan dikembangkan terus. +husus di ,ndonesia,
asas itu adalah an!asila yang sama6sama kita akui sebagai landasan ideal dan
2ndang62ndang /asar 1945 sebagai landasan struktural.
(
+e-ajiban melaksanakan etik dengan baik bagi profesi dokter telah
diu!apkan saat menerima ijazah sebagai bukti kemampuan. engu!apan sumpah
yang dibimbing oleh pendidiknya 7/ekan =akultas +edokteran8, didampingi para
rokhania-an serta disaksikan oleh keluarga dan -akil masyarakat, merupakan
ikatan moral yang akan mendampingi dan menga-al pekerjaan dokter.
(
*da dua ma!am etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik
dan
buruknya prilaku manusia E
1. :T,+* /:S+0,T,=, yaitu etika yang berusaha meneropong se!ara kritis
dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia
dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. :tika deskriptif memberikan
14
fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap
yang mau diambil.
#. :T,+* 390.*T,=, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap
dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup
ini sebagai sesuatu yang bernilai. :tika normatif memberi penilaian
sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan
diputuskan.
Se!ara umum, menurut *.Sonny +eraf 7199'E418, bah-a :tika normatif
dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu pertama, :tika 2mum membahas
kondisi dasar bagaimana manusia bertindak etis, dalam mengambil
keputusan etis, dan teori etika serta menga!u pada prinsip moral dasar yang
menjadi pegangan dalam bertindak dan tolok ukur atau pedoman untuk
menilai ?baik atau buruknyaC suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang
atau kelompok orang.
Sedangkan kedua, yaitu :tika +husus adalah penerapan prinsip6prinsip
moral dasar dalam bidang khusus, yaitu bagaimana mengambil keputusan
dan bertindak dalam kehidupan sehari6hari pada proses dan fungsional dari
suatu organisasi, atau dapat juga sebagai seorang professional untuk
bertindak etis yang berlandaskan teori6teori etika dan prinsip6prinsip moral
dasar.
:tika khusus dibagi menjadi dua bagian, yaitu antara lain E
1. :tika ,ndividual menyangkut ke-ajiban dan perilaku manusia terhadap
dirinya sendiri untukmen!apai kesu!ian kehidupan pribadi, kebersihan
hati nurani dan berakhlak luhur
#. :tika so!ial berbi!ara mengenai ke-ajiban, sikap dan perilaku sebagai
anggota masyarakat yang berkaitan dengan nilai6nilai sopan santun, tata
karma dan saling menghormati, yaitu bagaimana saling berinteraksi yang
menyangkut hubungan manusia dengan manusia, baik se!ara perorangan
15
dan langsung, maupun se!ara bersama6sama atau kelompok dalam bentuk
kelembagaan masyarakat dan organisasi formal lainnya
'.'. Transplantasi 9rgan menurut :tik
Transplantasi organ dari segi aspek etik kedokteran
1. +e-enangan +omdik G ' subkom
+e-enangan +omdik memberi rekomendasi E
a. rin!ian ke-enangan klinis 7delineation of clinical privilege8;
b. surat penugasan klinis 7clinical appointment8;
!. penolakan ke-enangan klinis 7clinical privilege8 tertentu; dan
d. perubahanHmodifikasi rin!ian ke-enangan klinis 7delineation of clinical
privilege8
#. Tujuan Subkomite :tika disiplin profesi
.elindungi pasien dari pelayanan staf medis yang tidak memenuhi
syarat 7unqualified) dan tidak layak (unfit/unproper) untuk
melakukan asuhan klinis (clinical care).
Memelihara dan meningkatkan mutu profesionalisme staf medis di
rumah sakit.
'. Subkomite :tik K /isiplin 7asal 1# ermenkes %55H#$118
18 embinaan etika dan disiplin profesi kedokteran;
#8 emeriksaan staf medis yang diduga melakukan pelanggaran
disiplin;
'8 0ekomendasi pendisiplinan pelaku profesional di rumah sakit
48 emberian nasehatHpertimbangan dalam pengambilan keputusan
etis pada asuhan medis pasien.
Ter!antum dalam asal 5$ 22 #9H#$$4
/okter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran
mempunyai hak E
a8 .emperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas
sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.
b8 .emberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar
prosedur operasional
asal 51 22 #9H#$$4
/okter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran
mempunyai ke-ajiban E
16
a8 memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan
standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien.
b8 merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai
keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.
asal 4 ermenkes 14'&H#$1$
Standar pelayanan kedokteran disusun se!ara sistematis dengan
menggunakan pilihan pendekatanE
1) engelolaan penyakit dalam kondisi tunggal
2) engelolaan berdasarkan kondisi
asal 44 22 3o #9H$4
18 /okter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran
-ajib mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi.
#8 Standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat 718 dibedakan
menurut jenis dan strata sarana pelayanan kesehatan.
'8 enjelasan asal 44 ayat 7#8E
>ang dimaksud dengan ?strata sarana pelayanan@ adalah tingkatan
pelayanan yang standar tenaga dan peralatannya sesuai dengan
kemampuan yang diberikan.
Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk menolong seorang
pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuhnya. /ari segi etik
kedokteran, tindakan ini -ajib dilakukan jika ada indikasi, berlandaskan
beberapa pasal dalam kodeki, yaitu E
asal #.
seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut
ukuran tertinggi.
asal 1$.
17
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan ke-ajibannya
melindungi hidup insani.
asal 11.
Setiap dokter -ajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan
segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita.
asal6pasal tentang transplantasi dalam 3o. 1& tahun 19&1,
pada hakekatnya telah men!akup aspek etik, terutama mengenai
dilarangnya memperjual belikan alat dan jaringan tubuh untuk
tujuan transplantasi ataupun meminta kompensasi material
lainnya.
'.4. Sumpah /okter
Sumpah /okter ,ndonesia adalah sumpah yang diba!akan
oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter ,ndonesia
se!ara resmi. Sumpah /okter ,ndonesia didasarkan atas /eklarasi
)ene-a 7194&8 yang isinya menyempurnakan Sumpah 5ippokrates.
Dafal Sumpah /okter ,ndonesia pertama kali digunakan
pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan eraturan
emerintah 3o.(9 Tahun 19($. Sumpah mengalami perbaikan pada
19&' dan 199'.
Dafal Sumpah /okter E
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
Saya akan memberikan kepada guru6guru saya penghormatan dan
pernyataan terima kasih yang selayaknya.
Saya akan menjalankan tugas saya dengan !ara yang berhormat dan ber6
moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.
+esehatan penderita senantiasa akan saya utamakan
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja6
an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur
jabatan kedokteran.
18
Saya akan memperlakukan teman seja-at saya sebagai mana saya sendiri
ingin diperlakukan.
/alam menunaikan ke-ajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar
dengan sungguh6sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh
pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau
kedudukan sosial.
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.
Sekalipun dian!am, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke6
dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum
perikemanusiaan.
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh6sungguh dan dengan memper6
taruhkan kehormatan diri saya.
3... !/*e Et(k !e*/kteran In*/nes(a
:tika kedokteran adalah sekumpulan nilai6nilai dan moralitas
profesi kedokteran yang ter!antum dalam +ode :tik +edokteran
,ndonesia 7+9/:+,8, fat-a6fat-a etik, pedoman dan kesepakatan
etik lainnya dari ,/, sebagai organisasi profesi. +ode :tik +edokteran
,ndonesia 7+9/:+,8 adalah aturan internal profesi yang disusun
dalam bentuk buku oleh .+:+ berupa pasal6pasal 7#1 pasal8 beserta
penjelasannya oleh .uktamar ,/,. /alam pasal 1 7satu8 +9/:+,
ter!antum Sumpah dokter 71# butir8, yang -ajib diu!apkan di depan
pimpinan =akultas +edokteran, sebagai sumpah jabatan, sekali untuk
seumur hidup saat akhir pendidikan dokter.
5
+ode etik kedokteran yang tersusun dengan rapi dan
disosialisasikan serta dimiliki oleh setiap dokter di ,ndonesia,
terbitan yang terakhir merupakan hasil revisi dari pengkajian /raft
+odeki .ukernas <,< ,/, ekanbaru 196#' 9ktober #$11,
0akernas .+:+ )akarta, '64 )anuari #$1#, draft 0evisi +ode :tik
+edokteran ,ndonesia usulan ,/, Lilayah )a-a Tengah dan
masukan serta pengarahan rof. *gus ur-adianto, +etua 2mum
.+:+ usat pada 0aker 4 ,/, diperluas bulan *gustus #$1#.
1
19
4erikut ini merupakan pasal6pasal +ode :tik +edokteran
,ndonesia 7+9/:+,8 dari buku ?+ode :tik +edokteran ,ndonesia
dan edoman elaksanaan +ode :tik +edokteran ,ndonesia #$1#@E
!E0AJIBAN UMUM
asal 1
Setiap dokter -ajib menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan
sumpah dan atau janji dokter.
asal #
Seorang dokter -ajib selalu melakukan pengambilan keputusan
professional se!ara independen, dan mempertahankan perilaku
professional dalam ukuran yang tertinggi.
asal '
/alam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh
dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi.
asal 4
Seorang dokter -ajib menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat
memuji diri.
asal 5
Tiap perbuatan atau nasihat dokter yang meungkin melemahkan daya
tahan psikis maupun fisik. Lajib memperoleh persetujuan pasienH
keluarganya dan hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien
tersebut.
asal (
Setiap dokter -ajib senantiasa berhati6hati dalam mengumumkan atau
menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum
diuji kebenarannya dan terhadap hal6hal yang dapat menimbulkan
keresahan masyarakat.
asal %
Seorang dokter -ajib hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang
telah diperiksa sendiri kebenarannya.
asal &
Seorang dokter -ajib, dalam setiap praktik medisnya, memberikan
pelayanan se!ara kompeten dengan kebebasan teknis dan moral
sepenuhnya, disertai rasa kasih saying 7compassion8 dan penghormatan
atas martabat manusia.
20
asal 9
Seorang dokter -ajib bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien
dan seja-atnya, dan berupaya untuk mengingatkan seja-atnya pada saat
menangani pasien dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau
kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan.
asal 1$
Seorang dokter -ajib menghormati hak6hak pasien, teman seja-atnya, dan
tenaga kesehatan lainnya, serta menjaga keper!ayan pasien.
asal 11
Setiap dokter -ajib senantiasa mengingat ke-ajiban dirinya melindungi
hidup makhluk insani.
asal 1#
/alam melakukan pekerjaannya seorang dokter -ajib memperhatikan
keseluruhan aspek pelayanan kesehatan 7promotif, preventif, kuratif, dan
rehabilitative8, baik fisik maupun psiko6sosial6kultural pasiennya serta
berusaha menjadi pendidik dan pengabdi sejati masyarakat.
asal 1'
Setiap dokter dalam bekerjasama dengan para pejabat lintas sektoral di
bidang kesehatan, bidang lainnya dan masyarakat, -ajib saling
menghormati.
!E0AJIBAN D%!TER TERHADAP PA$IEN
asal 14
Seorang dokter -ajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan seluruh
keilmuan dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien, yang ketika ia
tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, atas
persetujuan pasienHkeluarganya, ia -ajib merujuk pasien kepada dokter
yang mempunyai keahlian untuk itu.
asal 15
Setiap dokter -ajib memberikan kesempatan pasiennya agar senantiasa
dapat berinteraksi dengan keluarga dan penasihatnya, termasuk dalam
beribadat dan atau penyelesaian masalah pribadi lainnya.
asal 1(
Setiap dokter -ajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
asal 1%
21
Setiap dokter -ajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu -ujud
tugas perikemanusiaan, ke!uali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan
mampu memberikannya.
!E0AJIBAN D%!TER TERHADAP TEMAN $EJA0AT
asal 1&
Setiap dokter memperlakukan teman seja-atnya sebagaimana ia sendiri
ingin diperlakukan.
asal 19
Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman seja-at,
ke!uali dengan persetujuan keduanya atau berdasarkan prosedur yang etis.
!E0AJIBAN D%!TER TERHADAP DIRI $ENDIRI
asal #$
Setiap dokter -ajib selalu memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja
dengan baik.
asal #1
Setiap dokter -ajib senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi kedokteranH kesehatan.

BAB III
PENUTUP
22
III.1 !E$IMPULAN
1. Transplantasi organ dan atau jaringan tubuh manusia sebagai salah satu
kemajuan teknologi di bidang kedokteran maka diatur dengan 2ndang6
2ndang sehingga tidak terjadi komersialisasi dalam transplantasi organ.
#. Sebelum melakukan transplantasi organ dan atau jaringan tubuh, seseorang
yang memutuskan menjadi donor harus mengetahui dan mengerti resiko
yang dihadapi baik resiko di bidang medis, pembedahan maupun resiko
untuk kehidupannya lebih lanjut sebagai kekurangan jaringan atau organ
yang telah dipindahkan.
'. 4agi donor jenazah sebelum pengambilan organ dilakukan informed
!onsent pada jenazah tersebut, jika diketahui identitasnya maka informed
!onsent didapatkan dari keluarga atau ahli -arisnya. )ika tidak diketahui
identitasnya, maka jenazah tersebut dianggap milik negara sehingga dokter
forensik dapat mengambil organ atau jaringan tubuh untuk kemudian
diserahkan pada bank organ dan jaringan tubuh.
4. enegakan hukum tentang transplantasi di ,ndonesia 3o '( Tahun #$$9
tentang +esehatan dan eraturan emerintah 3o 1& Tahun 19&1 tentang
4edah .ayat +linis dan 4edah .ayat *natomis serta Transplantasi *lat
atau )aringan Tubuh .anusia tidak memuat batasan yang jelas.
5. +omersialisasi organ dan atau jaringan tubuh manusia mereupakan
tindakan pidana yang bersifat delik biasa sehingga penyidik ber-enang
melakukan penyidikan meskipun tanpa laporan dari masyarakat.
III.2 $ARAN
1. Sebelum melakukan transplantasi organ,maka organ yang akan
ditransplantasi tersebut harus diperiksa dulu kelayakannya.
23
#. Transplantasi organ harus dilakukan oleh dokter yang profesional dan
berpengalaman melakukan transplantasi.
'. emerintah perlu melakukan sosialisasi peraturan dan pengertian
transplantasi organ pada tenaga kesehatan dan masyarakat.
4. Setiap pasien yang akan menerima organ hasil tranasplantasi,harus
diberi inform!onsent dulu tentang apa dan bagaimana transplantasi
tersebut.
5. emerintah harus menga-asi pelaksanaan transplantasi organ dengan
ketat, agar tidak terjadi transplantasi illegal
(. emerintah harus membuat ketentuan hukum yang jelas mengenai
transplantasi organ di ,ndonesia.
%. *parat penegak hukum harus lebih tegas menindak pelaku
komersialisasi organ.
DA#TAR PU$TA!A
24
1. *nonim. Organ Transplant. *vailable atE httpEHH---.en.-ikipedia.!om
7*!!essedE .ay #%, #$$&8
#. 4aJter, ". 0. 5e!k,:.D.etty, ".S. Transplantation Programs and
Medicolegal Investigation.sy!hiatry and =orensi! .edi!ine.#$$1.
'. /ahlan, Sof-an. Ilmu edokteran !orensik" Pedoman #agi $okter dan
Penegak %ukum. 4adan enerbit 2niversitas /iponegoro. Semarang. #$$%
4. :ser,D,:. .urat, T. #rain $eath and &cintigraphy. Turk 1eriatri
/ergisi.Turki. #$$4
5. 5anafiah, .. )usuf dan *mri *mir. 'tika edokteran dan %ukum
edokteran. :disi '.4uku +edokteran :1". )akarta. 1999.
(. httpEHHdinkes6sulsel.go.idHne-HimagesH4erita4H1.uu'(6$96kesehatan.pdf
%. httpEHHen.-ikipedia.orgH-ikiHTransplantableMorgansMandMtissues
&. httpEHH---.affaveti.orgH-p6!ontentHuploadsH#$1$H$9Huu#'M199#Mind.pdf
9. httpEHH---. -ebmd .!om Ha6to6z6guides Horgan6transplant6overvie-
1$. +aldjian, D. (re Individuals $iagnosed )ith #rain $eath *eally
$ead+.*vailable atE httpEHH---.)5*S,..!om 7*!!essedE.ay '$, #$$&8
11. +arthi,D..*ghnihotri,*.+.,orneal Transplant. *vailable atE
httpEHH---.,nternet)ournal.edi!ine.orgHtransplantation 7*!!essed E .ay
#9, #$$&8.
1#. +asule, 9mar 5asan. *vailable atE httpEHH---. 9($%6901*3
T0*3SD*3T*T,93 *3*D>S,S 9= T5: D:1*D *3/ :T5,"*D
,SS2:S.htm 7*!!essedE September 11, #$118
1'. lue!khahn,I,"ordner,S. 'thics- .egal Medicine / !orensic
Pathology.5uman Tissue Transplantation and The Da-, #
nd
:dition.
.elbourne 2niversity ress. .elbourne.1991.
14. Suprapti, S.0. 'tika edokteran Indonesia.Transplantasi. :disi #. >ayasan
4ina ustaka Sar-ono ra-irohardjo. )akarta. #$$1.
15. Teresa,D. 0ilai 'tika Transplantasi Organ. *vailable atE
httpEHH---.Hmaranatha.!omHtransplantasi 7*!!essedE .ay '$, #$$&8
1(. Triana, 3. Menengok Transplantasi Organ di ,hina. *vailable atE
httpEHH---.jurnalnasional.!om 7*!!essedE .ay #9,#$$&8
25
1%. Truog, 0, /. The 'thics of Organ $onation 1y .iving $onors. *vailable
atE 7*!!essedE .ay '$, #$$&8
26