Anda di halaman 1dari 4

TUGAS SHARING

MK PEMBANGUNAN PERTANIAN

GENDER DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Nama

: Rivandi Pranandita Putra

NIM

: 12175/ PN

Presentator

: Mbak Heni Utami

Dosen

: Ibu Dr. Suhatmini H.

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012

Gender didefinisikan sebagai perbedaan-perbedaan sifat, peranan, fungsi dan status antara lakilaki dan perempuan bukan berdasarkan pada perbedaan biologis, tetapi berdasarkan relasi sosial
budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang lebih luas. Pengarustamaan adalah
upaya/strategi yang harus dilakukan untuk memberi peluang kepada seluruh komponen atau
stakeholders agar dapat berperan secara optimal dalam pembangunan.
Konsep gender adalah sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh
faktor-faktor sosial maupun budaya, sehingga lahir beberapa anggapan tentang peran sosial dan
budaya laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, dapat dikatakan gender sebagai konsep sosial
yang membedakan (dalam arti memilih atau memisahkan) peran antara laki-laki dan perempuan.
Perbedaan fungsi dan peran laki-laki dan perempuan itu tidak ditentukan karena diantara
keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, tetapi dibedakan atau dipilah menurut
kedudukan, fungsi dan peranan masing-masing dalam berbagai bidang kehidupan dan
pembangunan.
Pengarusutamaan Gender (gender mainstreaming) merupakan sebuah upaya untuk
menghilangkan hambatan-hambatan yang menyebabkan tidak tercapainya kesetaraan dan
keadilan gender (marginalisiasi, stereotype, suborndinasi, kekerasan dan beban ganda). Secara
internasional, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi kesepakatan global PBB pada Convention
on the Elimination of all form of discrimination againts women, dimana berkewajiban untuk
menghapus diskriminasi dan pemajuan kesetaraan dan keadilan gender baik yang bersifat
sementara maupun berkesinambungan.
Peran gender adalah peran yang diciptakan masyarakat bagi lelaki dan perempuan. Peran gender
terbentuk melalui berbagai sistem nilai termasuk nilai-nilai adat, pendidikan, agama, politik,
ekonomi, dan sebagainya. Sebagai hasil bentukan sosial, tentunya peran gender bisa berubahubah dalam waktu, kondisi, dan tempat yang berbeda sehingga sangat mungkin dipertukarkan
diantara laki-laki dan perempuan (Dede, 2006).
Pelaksanaan PUG diinstruksikan kepada seluruh kementerian maupun lembaga pemerintah dan
non pemerintah di pemerintah nasional, provinsi, maupun kabupaten/ kota untuk melakukan
penyusunan program dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dengan
mempertimbangkan permasalahan kebutuhanaspirasi perempuan pada pembangunan dalam
kebijakan, program dan kegiatan. Strategi tersebut dapat dilaksanakan melalui sebuah proses
yang memasukkan analisa gender ke dalam program kerja, pengintegrasian pengalaman, aspirasi,
kebutuhan dan kepentingan perempuan dan laki-laki kedalam proses pembangunan. Secara
umum tujuan PUG adalah memastikan apakah perempuan dan laki-laki diperlakukan adil dan
setara dalam memperoleh Akses, Kontrol, Partisipasi dan memperoleh Manfaat (AKPM) yang
sama atas pembangunan. Namun, sejak diberlakukannnya Inpres tersebut, implementasi PUG
belum berjalan optimal sesuai dengan yang diamanatkan di dalam Inpres tersebut. Dalam upaya
pengoptimalan pelaksanaan strategi tersebut, Pemerintah mencamtumkannya dalam Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, yaitu menjadi salah satu arah

pembangunan di dalam Misi 2 untuk mewujudkan bangsa yang berdaya saing, adalah
pemberdayaan perempuan dan anak. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas hidup
perempuan, kesejahteraan perlindungan anak, penurunan kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi
serta penguatan kelembagan dan jaringan PUG. Adapun tujuan pelaksanaan PUG adalah agar
semua komponen masyarakat mendapatkan manfaat yang sama dari pembangunan, memperoleh
akses, partisipasi dan kontrol yang setara antara laki-laki dan perempuan, serta kelompokkelompok rentan dan termajinalisasi dalam pembangunan.

DAFTAR PUSTAKA
Nurmayanti, A.W. 2009. Peran Perempuan dalam Program Pembangunan Pertanian.
<http://anieswn.wordpress.com/2009/05/25/peran-perempuan-dalam-program
pembangunanpertanian/>. Diakses pada tanggal 11 Desember 2012.
Anonim. 2012. Gender dari Definisi Hingga Implementasi.
<http://bulletin.penataanruang.net/upload/data_artikel/TOPIK%20UTAMA%
0B.pdf>. Diakses pada tanggal 11 Desember 2012.