Anda di halaman 1dari 4

syehaceh.wordpress.com http://syehaceh.wordpress.

com/2013/09/02/pengkategorian-variabel-penelitian/
Sep2
Pengkategorian Variabel Penelitian
Variabel berasal dari bahasa Inggris , yaitu variable, artinya bervariasi. Setiap ukuran atau atribut yang bervariasi
bisa dikatakan sebagai variabel.
Dalam tulisan ini variable diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.
Sering pula dinyatakan variabeL penelitian itu sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
yang akan diteliti.
Kalau ada pertanyaan tentang apa yang akan di teliti, maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian.
Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan. Secara
teoritis variabel dapat didefiisikan sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai Variasi antara satu
orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain (Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabel
karena ada variasinya.
Berkaitan dengan proses kuantifikasi data, maka biasa digolongkan menjadi 4 jenis yaitu (a). Data Nominal, (b).
Data Ordinal, (c). Data Interval dan, (d). Data ratio. Demikianlah pula variabel, kalau dilihat dari segi ini biasa
dibedakan dengan cara yang sama
1. Variabel Nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan; variabel ini bersifat
diskret dan saling pilah (mutually exclusive) antara kategori yang satu dan kategori yang lain; contoh: jenis
kelamin, status perkawinan, jenis pekerjaan
2. Variabel Ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang
tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu di bawahnya di beri angka 3 dan
seterusnya. (ranking)
3. Variabel Interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu
diasaumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. Contoh: variabel interval misalnya prestasi
belajar, sikap terhadap sesuatu program dinyatakan dalam skor, penghasilan dan sebagainya.
4. Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya mempunyai nol mutlak. (Drs. Sumadi
Suryabrata .Metologi Penelitian. hal. 26-27)
Didalam penelitian, terutama pada metodologi kita dihadapkan kepada bagaimana cara mengkategorikan
variabel sehingga proses analisis data akan lebih mudah sesuai dengan uji statistik yang kita gunakan. Kita
ambil contoh pada analisis chi square dengan program SPSS, biasanya jika variabel independennya lebih dari
dua kategori nilai OR-nya tidak keluar. Sebenarnya bisa gunakan tehnik dummy, namun bagi pemula (mahasiswa
D3) hal tersebut cukup menyulitkan. Jadi variabel yang lebih dua kategori dapat disederhanakan menjadi 2 (dua)
kategori.
Namun ada juga uji statistik yang variabel independennya tidak perlu dalam bentuk katagorik, misalnya uji-T. Jadi
variabel independennya tidak perlu diubah menjadi katagorik, tapi bisa numerik atau skala rasio, contohnya
variabel umur, lama kerja, skor sikap, dll.
Dalam pengkategorian variabel secara sederhana dapat dilakukan dengan cara :
1. Berdasarkan referensi atau pendapat pakar
2. Berdasarkan nilai mean dan standar deviasi
3. Berdasarkan nilai cut of point (mean/median)
Berdasarkan referensi atau pendapat pakar
Cara ini dilakukan dengan tehnik variabel tersebut dikategorikan berdasarkan referensi terdahulu atau pendapat
pakar atau hasil penelitian terdahulu. Misalnya variabel pengetahuan dapat dikategorikan berdasarkan pendapat
atau teori yang dikemukakan oleh Nursalam, yaitu pengetahuan baik jika jawaban benar 76%-100%, sedang jika
jawaban benar 75%-56% dan pengetahuan kurang jika jawaban benar < 56%. Variabel pendidikan berdasarkan
depdiknas/sisdiknas dikategorikan menjadi pendidikan tinggi jika tamat Perguruan Tinggi, menengah jika tamat
SMA/sederajat dan rendah jika tamat SD/SMP/sederajat.
Berdasarkan nilai mean dan standar deviasi
Cara ini dilakukan dengan menggunakan nilai mean dan standar deviasi sebagai cut of pointnya. Misalnya umur
dapat diubah menjadi 3 kategori dengan menggunakan 1 SD , yaitu kelompok I : < mean SD, kelompok II
antara mean-SD dan mean + SD, kelompok III > mean+SD. Kalau ingin 4 kategori gunakan 2 SD dan
seterusnya.
Berdasarkan nilai cut of point
Cara ini dilakukan dengan menggunakan nilai cut of point, biasanya nilai mean atau median . Cara ini sering juga
disebut dengan pengkatagorian variabel dengan metode statistik normatif. Cara ini lebih mudah terutama untuk
pemula saat mereka menggunakan uji chi square. Seperti dikemukan diatas bahwa pada uji chi square dengan
program SPSS, variabel independen yang kategori datanya berbentuk 3 (tiga) kategori tidak bisa keluar nilai OR
(odd rasio).
Untuk itu variabel independen tersebut dapat diubah atau disederhanakan menjadi dua kategori dengan tehnik
statistik normatif. Misalnya variabel pengetahuan bisa dibuat menjadi 2 (dua) kategori dengan nilai cut of point
mean/median, yaitu pengetahuan cukup jika x > mean/median, dan pengetahuan kurang jika x <= mean/median.
Variabel pendidikan disederhanakan menjadi : pendidikan tinggi jika tamat SMA- PT, dan pendidikan rendah jika
tamat SD-SMP/sederajat. Batasan ini mungkin mengacu kepada wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh
Kemendikbud ( PP 47/2008).


About these ads
Recommended for You
X
Close widget
Top 5 popular towns to visit in Europe
TopTipsNews
10 Best Law cases in history
TopTipsNews
Top 10 cities to visit in the US
TopTipsNews
How to pay less of your gas bill
TopTipsNews
50% of the people worldwide pay too much for their gas
TopTipsNews
How to save money on your plane tickets
TopTipsNews
5 tips to get the best mortgage rates
TopTipsNews
Top 10 successful traders ever
TopTipsNews
How to donate money to the right organization
TopTipsNews
Top 10 destinations to go on sunny holidays for reasonable prices
TopTipsNews
Brought By Sense