Anda di halaman 1dari 35

PENCITRAAN

(IMAGING)

dr. Kahar K.
DIHASILKAN MELALUI:

Foto konvensional
Tomografi komputer
Kedokteran nuklir
U.S.G.
M.R.I.
SIFAT SINAR X
Daya penetrasi
Memancar secara garis lurus.
Dapat diserap, dipantulkan dan
dibias
Dapat menghitamkan emulsi
film.
Fluorosensi.
Ionisasi.
Bayangan pada foto terjadi
akibat perbedaan densitas
tubuh yang dilalui sinar X.
Densitas tubuh manusia terdiri
dari:
- Tulang
- Jaringan lunak
- Udara/gas
BAYANGAN PADA FOTO
Tulang : bayangan putih/radio-
opak
Jaringan lunak: bayangan putih
ringan
Udara/gas: bayangan
hitam/radio-lusen
BAYANGAN PATOLOGIS PADA
FOTO
Perubahan densitas dari yang
normal
Perubahan bentuk (teratur/tidak
teratur)
Lokasi (tulang, jaringan lunak
dsb.)
Perubahan densitas pada
jaringan primer dan juga
disertai perubahan densitas
jaringan sekitarnya.
Perubahan tersebut dapat sama
atau berlawanan densitas dari
densitas jaringan primernya.
KONTRAS MEDIA
Membantu perbedaan densitas
jaringan tubuh.
Memperlihatkan organ tubuh
seperti:
lambung, esofagus, usus, pembuluh
darah
Kontras Media Dapat Diberikan
Secara:
- Intra-vaskuler
- Konsentrasi-ekskresi: P.I.V.;
Kholesistografi.
- Oral (Ba2SO4 untuk tr.digestivus)
- Langsung pada organ (RPG)
- Langsung dan mengikuti aliran
(Myelografi)

PERADANGAN
- Bengkak oedemateus , jaringan
rusak
- Perubahan densitas inhomogen
- Perubahan densitas sekitarnya
TUMOR JINAK
Tumbuh lambat
Tidak infiltratif
Peningkatan atau penurunan
densitas yang homogen dan
berbatas tegas
TUMOR GANAS
Pertumbuhan tidak terkontrol
dan abnormal
Peningkatan densitas, tidak
merata (inhomogen), infiltratif,
batas tidak tegas
Perubahan densitas jaringan
sekitarnya
TOMOGRAFI KOMPUTER
Data pemotretan direkam oleh
detektor, diolah oleh komputer lalu
menghasilkan gambaran potongan
aksial.
Dapat menilai secara volumetrik
Lesi kecil dalam organ dapat mudah
dideteksi
Lesi disebut hipodens atau
hiperdens

TOMOGRAI KOMPUTER
(sambungan..)
Menggunakan sumber sinar X
dengan detektor yang
berhadapan
Pasangan tersebut mengelilingi
tubuh secara lapis demi lapis
potongan tubuh secara aksial

KELAINAN METABOLISME
Biasanya sistemik
Perubahan struktur jaringan
Gangguan pertumbuhan
Perubahan densitas
KEDOKTERAN NUKLIR

Merupakan salah satu cabang
spesialisasi klinik yang
menggunakan radio-isotop
untuk tujuan diagnostik, terapi
dan penelitian dalam ilmu
kedokteran.
INDIKASI
Pemeriksaan penyaring
Membantu diagnosa
Menentukan lokasi penyakit
Pemantauan proses penyakit
Pemeriksaan fungsi fisiologik

KONTRA-INDIKASI
Dapat dikatakan tidak ada, selain
wanita hamil yang sebenarnya tidak
mutlak.
Efek samping tidak pernah dijumpai
kecuali bahaya radiasi yang tidak
perlu ditakuti karena dosis yang
diberikan dalam bidang diagnostik
sangat rendah.
RADIO-FARMKA
Gabungan dari radio-
isotop/radio-nuklida dengan
suatu senyawan yang akan
membawa bahan tersebut ke
organ yang akan diperiksa
SYARAT RADIO-FARMAKA
Radio-nuklid dapat bergabung
dengan farmaka secara stabil
Radiasi kecil (T1/2 singkat), daya
penetrasi tinggi
Tidak toksik, tidak mempengaruh
metabolisme tubuh yang fisiologis
Dapat cepat diekskresi keluar tubuh

ULTRA-SONOGRAFI
Menggunakan gelombang suara
ultra (3,5 MHz. 10 MHz)
Transmiter gelombang suara
melalui transducer ke dalam
tubuh, gelombang pantulan
(echo) diterima kembali oleh
receiver (penerima) pada
transducer yang sama
ULTRA-SONOGRAFI (sambungan..)
Intensitas echo tergantung
kepadatan organ dalam tubuh
Perbedaan intensitas echo dioleh
menjadi gambar/imaging organ
Lesi patologis berupa hiper-echoik
(jaringan padat/batu); hipo-echoik
(jaringan lunak/lemak) dan an-echoik
(Cairan, kista, absces)
M.R.I
(Magnetic Resonance Imaging)
Tidak menggunakan sinar X
atau sinar foton (sinar gamma)
Medan magnit besar (0,02 3
Tesla), RF, Gradient, kontrol dan
monitor komputer
Kontras imaging berdasaran
pengaturan T1, T2 dan dengan
atau tanpa kontras media.

M.R.I
(Magnetic Resonance Imaging)
(sambungan..)
Lesi patologis akan memberikan
signal berbeda dengan signal
jaringan normal
Lesi patologis bisa hiper-intens,
hipo-intens atau kedua duanya
Sangat bermanfaat untuk
mendeteksi cerebro-spinal
Mudah dibuat potongan aksial,
sagital dan koronal