Anda di halaman 1dari 12

PUISI CHAIRIL ANWAR

DERAI DERAI CEMARA


cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyera
PUISI CHAIRIL ANWAR
PUISI KEHIDUPAN
Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
!a, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astag"rullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku#
Hmm masih lebih besar duniawiku
!a Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun
depan$
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang
sama di tahun depan$
%asihkah aku diberi kesempatan$
!a Allah#
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
&asa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astag"rullah
'ika (ngkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
)jinkan hamba%U ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khali*ah%u
Hamba sangat ingin melihat wajah%u di sana
Hamba sangat ingin melihat senyum%u di sana
!a Allah,
)jikanlah
PUISI CHAIRIL ANWAR
AKU
Kalau sampai waktuku
+Ku mau tak seorang +kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
,iar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
-uka dan bisa kubawa berlari
,erlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
DALAM BIS
langit di kaca jendela bergoyang
terarah ke mana wajah di kaca jendela
yang dahulu juga
mengecil dalam pesona
sebermula adalah kata
baru perjalanan dari kota ke kota
demikian cepat
kita pun terperanjat
waktu henti ia tiada
PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
DALAM DIRIKU
dalam diriku mengalir
sungai panjang
darah namanya
dalam diriku menggenang
telaga darah
sukma namanya
dalam diriku meriak
gelombang suara
hidup namanya
dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya
PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
GADIS KECIL
Ada gadis kecil diseberangkan
gerimis
di tangan kanannya bergoyang
payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang,ada pohon
dan seekor burung
PUISI SUTARDJI CALZOUM BACHRI
ANA BUNGA
.h kau Sayangku duapuluh tujuh indera
Kucinta kau
Aku ke kau ke kau aku
Akulah kauku kaulah ku ke kau
Kita $
,iarlah antara kita saja
Siapa kau, perempuan tak terbilang
Kau
Kau $ - orang bilang kau - biarkan orang bilang
.rang tak tahu menara gereja menjulang
Kaki, kau pakaikan topi, engkau jalan
dengan kedua
tanganmu
Amboi/ &ok birumu putih gratis melipat-lipat
Ana merah bunga aku cinta kau, dalam merahmu aku
cinta kau
%erahcintaku Ana ,unga, merahcintaku pada kau
Kau yang pada kau yang milikkau aku yang padaku
kau yang padaku
Kita$
Dalam dingin api mari kita bicara
Ana ,unga, Ana %erah ,unga, mereka bilang apa$
Sayembara 0
Ana ,unga buahku
%erah Ana ,unga
1arna apa aku$
,iru warna rambut kuningmu
%erah warna dalam buah hijaumu
(ngkau gadis sederhana dalam pakaian sehari-hari
Kau hewan hijau manis, aku cinta kau
Kau padakau yang milikau yang kau aku
yang milikkau
kau yang ku
Kita $
,iarkan antara kita saja
pada api perdiangan
Ana ,unga, Ana, A-n-a, akun teteskan namamu
2amamu menetes bagai lembut lilin
Apa kau tahu Ana ,unga, apa sudah kau tahu$
.rang dapat membaca kau dari belakang
Dan kau yang paling agung dari segala
Kau yang dari belakang, yang dari depan
A-2-A
Tetes lilin mengusapusap punggungku
Ana ,unga
.h hewan meleleh
Aku cinta yang padakau/
PUISI SUTARDJI CALZOUM BACHRI
AYO
Adakah yang lebih tobat dibanding air mata
adakah yang lebih mengucap
dibanding airmata
adakah yang lebih nyata
adakah yang lebih hakekat
dibanding airmata
adakah yang lebih lembut
adakah yang lebih dahsyat
dibanding airmata
para pemuda yang
melimpah di jalan jalan
itulah airmata
samudera puluhan tahun derita
yang dierami ayahbunda mereka
dan diemban ratusan juta
mulut luka yang terpaksa
mengatup diam kini airmata
lantang menderam
meski muka kalian
takkan dapat selamat
di hadapan arwah sejarah
ayo
masih ada sedikit saat
untuk membasuh
pada dalam dan luas
airmata ini
ayo
jangan bandel
jangan nekat pada hakekat
jangan kalian simbahkan
gas airmata pada lautan airmata
malah tambah merebak
jangan letupkan peluru
logam akan menangis
dan tenggelam
dikedalaman airmata
jangan gunakan pentungan
mana ada hikmah
mampat karena pentungan
para muda yang raib nyawa
karena tembakan
yang pecah kepala
sebab pentungan
memang tak lagi mungkin
jadi sarjana atau apa saia
namun
mereka telah
nyempurnakan
bakat gemilang
sebagai airmata
yang kini dan kelak
selalu dibilang
bagi perjalanan bangsa
PUISI SUTARDJI CALZOUM BACHRI
BATU
batu mawar
batu langit
batu duka
batu rindu
batu janun
batu bisu
kaukah itu
teka- teki yang
tak menepati janji $
Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan
hati takjatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan
seribu beringin ingin tak teduh# Dengan siapa aku mengeluh$
%engapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampa mengapa
gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk
diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai
sedang lambai tak sampai# Kau tahu
batu risau
batu pukau
batu Kau-ku
batu sepi
batu ngilu
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang tak menepati janji $
PUSI CHAIRIL ANWAR
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu!
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, "erita dan peristiwa berlalu beku
#$%$
PRAJURIT JAGA MALAM
&aktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu '
(emuda)pemuda yang lin"ah yang tua)tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang)bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlu"ut debu......
&aktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu *
PUISI SAPARDI DJOKO DAMONO
HATIKU SELEMBAR DAUN
hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi
HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak)jejak kakinya
yang ragu)ragu di jalan itu
tak ada yang lebih ari+
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak teru"apkan
diserap akar pohon bunga itu
HUTAN KELABU
kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian
PUISI SUTARDJI CALZOUM BACHRI
BAYANGKAN
direguknya
wiski
direguk
direguknya
bayangkan kalau tak ada wiski di bumi
sungai tak mengalir dalam aortaku katanya
di luar wiski
di halaman
anak)anak bermain
bayangkan kalau tak ada anak)anak di bumi
aku kan lupa bagaimana menangis katanya
direguk
direguk
direguknya wiski
sambil mereguk tangis
lalu diambilnya pistol dari la"i
bayangkan kalau aku tak mati mati katanya
dan ditembaknya kepala sendiri
bayangkan
GAJAH DAN SEMUT
tujuh gajah
"emas
meniti jembut
serambut
tujuh semut
turun gunung
terkekeh
kekeh
perjalanan
kalbu
JEMBATAN
Sedalam)dalam sajak takkan mampu menampung airmata
bangsa. Kata)kata telah lama terperangkap dalam basa)basi
dalam teduh pekewuh dalam isyarat dan kisah tanpa makna.
Maka aku pun pergi menatap pada wajah berjuta. &ajah orang
jalanan yangberdiri satu kaki dalam penuh sesak bis kota.
&ajah orang tergusur. &ajah yang ditilang malang. &ajah legam
para pemulung yang memungut remah)remah pembangunan.
&ajah yang hanya mampu menjadi sekedar penonton etalase
indah di berbagai pala,a. &ajah yang diam)diam menjerit
mengu"ap
tanah air kita satu
bangsa kita satu
bahasa kita satu
bendera kita satu *
-api wahai saudara satu bendera kenapa sementara jalan jalan
mekar di mana)mana menghubungkan kota)kota, jembatan)jembatan
tumbuh kokoh merentangi semua sungai dan lembah
yang ada, tapi siapakah yang akan mampu menjembatani jurang
di antara kita '
Di lembah)lembah kusam pada pun"ak tilang kersang dan otot
linu mengerang mereka pan"angkan koyak)miyak bendera hati
dipijak ketidakpedulian pada saudara. .erimis tak ammpu
mengu"apkan kibarnnya.
/alu tanpa tangis mereka menyanyi padamu negeri airmata kami.
Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air