Anda di halaman 1dari 1

Pengorbanan Yang Berbuah Manis

Sudirman bergejolak, tiba-tiba menghitam seiring rintik hujan yang turun. Ada apa
sebenarnya?
Pantas saja suasana kampus Sudirman berubah menjadi sangat meriah dengan sorak
sorai dukungan suporter dari masing-masing fakultas. Pasalnya tepat tanggal ! September
"## diadakan lomba $e%ile dan Seni &ontenporer dalam rangka $ies 'atalis (ni%ersitas
(dayana ke-)* yang diadakan tepat di depan kampus +akultas &edokteran. ,ujan yang
mengguyur Sudirman sejak kemarin malam hingga a-ara berlangsung, tidak menghalangi
semangat dari masing-masing fakultas untuk menunjukkan yang terbaik bahkan, dari masing-
masing fakultas tersebut telah menyiapkan pasukan yang akan diadu jauh-jauh hari sebelum
a-ara berlangsung. ,al ini dikerenakan kedua lomba ini sangatlah bergengsi di kalangan
mahasis.a (ni%ersitas (dayana.
/omba pertama yang diadakan adalah $e%ile, yaitu lomba ketangkasan baris berbaris
0/&BB1 namun agak sedikit berbeda dengan /&BB biasa. ,al ini terletak pada peraturan dan
%ariasi gerakan yang lebih bebas, asalkan tetap memperhatikan kesigapan, kerapian, dan
keteraturan gerakan. Pukul #2.## 345A dengan ditemani rintik hujan yang sedikit demi
sedikit mulai mengganas persiapan untuk a-ara pun dimulai. Perasaan pesimis mun-ul ketika
hujan yang turun tak kunjung berhenti, ketakutan akan tertundanya a-ara lomba menghantui
setiap panitia dan peserta lomba. 'amun akhirnya tepat pukul #!.## 345A a-ara dimulai.
Satu persatu pasukan dari fakultas-fakultas di lingkungan (ni%ersitas (dayana bermun-ulan.
$engan gaya pakaian, -ara jalan, dan -iri khasnya masing-masing mereka melintasi babak
pertama penilaian yakni, rute 67SMA' 0SMA' " $7'PASA61 menuju 8akra ('($
selama lebih kurang 9 menit. Satu persatu pasukan dari masing-masing fakultas
bermun-ulan. 5api setelah beberapa pasukan memasuki arena lomba, $e%ile +akultas 5eknik
belum juga mun-ul. 5erang saja, karena pasukan $e%ile yang beranggotakan "" orang itu
menyandang nomor urut terakhir dalam pertandingan tersebut.
$etik-detik yang ditunggu-tunggu tiba, pasukan berbaju hitam dengan -orak merah
keluar dari pintu sebelah utara menuju ke lapangan basket SMA' " $enpasar. $itemani para
pelatih dan manager, pasukan bergegas melakukan persiapan. Setelah dilepas dari garis start,
pasukan mulai beraksi di jalanan Sudirman disambut sorak suporter 5eknik yang
bersemangat. Setalah memasuki areal lomba, ternyata masih ada antrean dua pasukan di
depan. ,al ini memaksa kita untuk menunggu, namun -ua-a tak bersahabat dan pasukan
masih