Anda di halaman 1dari 15

Pump Shop dan Pump Jack

Pada dasarnya, tugas utama dari pump shop dan pump jack adalah untuk menyiapkan
pompa bawah permukaan (pump shop) dan menyiapkan pompa atas permukaan (pump jack).
Kegiatan yang dilakukan di pumshop antara lain: pengetesan ball valve, bongkar pasang
unit plunger SRP, perbaikan stuffing box, penggantian barrel SRP, pengetesan ampere ESP, dan
sebagainya.
Di sini juga terdapat miniatur barrel yang telah dibelah, seperti yang terdapat pada gambar
di bawah ini:


Gambar 3.15. Miniatur Barrel SRP

Seperti yang telah diketahui, PT. Pertamina UBEP Tanjung menggunakan 2 jenis
artificial lift, yaitu: Sucker Rod Pump (SRP) dan Electric Submersible Pump (ESP).
Lapangan Tanjung terdiri dari 169 sumur. 108 sumur masih berproduksi, 20 sumur
suspended,dan 41 sumur injeksi.
Tipe pompa ada bermacam-macam, namun tipe pompa yang digunakan di lapangan
Pertamina UBEP Tanjung adalah tipe Pump Jack / SRP dan ESP.

3.3.1 Pump J ack / Sucker Rod Pump (Pompa Angguk)

Gambar 3.17. Skema Sumur SRP

Pump Jack / SRP umum digunakan di dunia perminyakan karena biaya yang
diperlukan relatif murah dan pengoperasiannya pun mudah. Prinsip mengangkat fluida
dengan energi dari prime mover permukaan yang ditransfer ke subsurface pump yang
diletakkan di dalam sumur. SRP dikelompokan berdasarkan letak Counterbalance,
yaitu:
- Crank BalancedConventional dan Front Mount Mark (Mark II)
- Beam Balanced-Conventional
- Air BalancedFront Mounted
- Non Beam Pumping Unit


Gambar 3.18. Conventional Pumping Unit


Gambar 3.19. Air Balanced Pumping Unit


Gambar 3.20. Mark I I Pumping Unit

Pump Jack merupakan pompa yang terletak di atas permukaan tanah. Pompa ini
bertujuan untuk mengendalikan piston yang terpasang pada sumur minyak. Pump Jack
biasanya digunakan untuk pada daerah yang kandungan minyaknya cukup banyak.
Besarnya pompa juga ditentukan oleh kedalaman dan berat minyak yang akan
dipindahkan.
Pump Jack mengubah gerakan putaran dari motor menjadi gerakan vertikal untuk
mendorong batang pompa. Pump Jack disokong oleh sebuah prime mover. Umumnya
digunakan motor elektrik untuk menggerakannya, namun untuk daerah yang aksesnya
terpencil, kemungkinan digunakan proses pembakaran mesin seperti diesel. Begitu juga
di area ini, penggunaan motor elektrik disuplai oleh power plant.
Tipe Pump Jack yang digunakan di Tanjung adalah Conventional dan Front Mount
Mark (Mark II).

a. Prinsip Kerja SRP
Bagian alat ini terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama adalah bagian permukaan
dan kedua adalah bagian bawah permukaan. Dari setiap bagian memiliki tugas yang
berbeda.

- Prinsip Kerja Alat Atas Permukaan
Surface meliputi :
a. Wireline
Wireline adalah seling baja yang diletakkan pada horse head dan
pada ujung bawah dirangkai dengan carrier bar
b. Carrier Bar
Carrier Bar adalah alat pengikat pada polished rod dalam
rangkaian wireline yang mana pengikatannya dapat di setting.
c. Polished Rod
Polished Rod adalah alat yang menghubungkan dari pumping unit
ke sucker rod di dalam rangkaian barrel pump.

Pada bagian permukaan kita bisa lihat pada gambar di atas. Alat-alat ini
meneruskan energi dari motor dan merubahnya dari gerak putar ke gerak naik-
turun ke alat bawah permukaan. Untuk merubah dari putaran mesin sampai
gerakan naik-turun tersebut, putaran mesin harus dikurangi dengan
menggunakan gear reducer dan juga diameter pulli belt sehingga kecepatan
sesuai dengan gerakan naik-turun yang diinginkan.
Pada bagian teratas dari rod adalah polished rod, rod sangat halus
permukaannya, sehingga bisa bergerak lancar serta tidak bocor di stuffing box.
Polished rod di klem pada carrier bar yang dihubungkan dengan horse head
melalui wireline hanger yang bersifat fleksibel agar polished rod tetap tegak
lurus dalam stuffing box.
Walking Beam ditunjang dekat titik beratnya oleh sampson post. Walking
beam meneruskan gerakan dari pitman yang diberikan oleh crank. Panjang
langkah polished rod (PRSL) ditentukan oleh jarak dari pitmann bearing ke
crakshaft. Umumnya tersedia tiga posisi untuk PRSL sehingga bisa diubah di
tuas di pin bearing sehingga diameter putaran akan lebih kecil kalau produksi
menurun misalnya.
Alat penting lainnya adalah counter balance yang digunakan untuk
mengimbangi gerakan naik turun pompa agar tidak berbeda jauh dalam hal
pembebanannya. dengan ini pompa dan motor akan lebih tahan lama. Efek
counterbalance ini tergantung dari berat, posisi, dan geometri alat.

- Prinsip Kerja Alat Bawah Permukaan

Gambar 3.21. Peralatan Bawah Permukaan

Prinsip kerja di bawah permukaan adalah sebagai berikut : ketika gerakan
plunger kebawah, standing valve akan tertutup karena ditekan fluida di atasnya,
travelling valve terbuka karena mendapat dorongan dari fluida di working
barrel, fluida bergerak masuk dari barrel ke plunger-nya. Pada gerakan ke atas,
travelling valve tertutup, standing valve terbuka karena efek penghisapan, fluida
masuk dari sumur ke working barrel karena efek penghisapan tersebut. working
barrel digunakan untuk tempat naik dan turunnya plunger dan sebagai tempat
pengumpul cairan.

Jenis-Jenis Alat Bawah Permukaan
Subsurface meliputi:
a. Well head
Well head merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengatur
aliran di sumur dan juga untuk menggantungkan rangkaian perlatan di
sumur, seperti cashing dan tubing.
b. Tubing
Tubing adalah jalur yang mengalirkan fluida dari rangkaian ESP
sampai ke atas permukaan.
c. Sucker Rod
Sucker Rod adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dan
meneruskan gerakan dari pumping unit ke unit pompa subsurface di
dalam rangkaian barel.

Downhole pump
- Travelling valve
Travelling valve merupakan suatu pada system artificial lift SRP
yang terkoneksi ke rangkaian sucker rod sampai ke atas permukaan.
Secara umum pada saat down stroke, travelling valve terbuka, maka
fluida masuk mengisi ruang yang ada dalam plunger. Pada saat up stroke,
travelling valve tertutup karena tekanan fluida dari atasnya, sehingga
fluida dalam plunger tidak kembali ke bawah.
- Standing valve
Standing valve di rangkai dengan PSN.pada waktu up stroke,
standing valve terbuka karena hisapan dari plunger yang bergerak
keatas,kemudian fluida dari sumur masuk ke dalam barrel. Pada saat
down strokestanding valve tertutup karena tekanan dari fluida yang
berada didalam barrel akibat turunnya plunger sehingga fluida tidak
kembali ke sumur .
- Working Barell
Working Barell adalah pipa silinder yang berfungsi sebagai liner
untuk memompakkan fluida sehingga terjadi efek suap atau penghisapan,
sehingga fluida dalam sumur terpompakan dalam sumur.

Terdapat dua jenis Alat Bawah Permukaan pada SRP, yaitu THBM dan
RWAC. Dimana jenis-jenis tersebut meiliki ukuran yang berbeda-beda. THBM
memiliki ukuran diameter 2 inch, 2.5 Inch dan 3 Inch. Sedangkan RWAC hanya
berdiameter 2 inch. Dimana setiap ukuran juga memiliki panjang yang berbeda-
beda. Panjang dari rod tersebut akan mempengaruhi stroke length yang
digunakan. Berikut rincian ukuran alat bawah permukaan pada SRP.

THBM Diameter Pompa (inch) Panjang Rod (feet)
2 13, 15, 16, 18
2 13, 16, 18, 20
3 13, 15, 16, 18, 20, 24
RWAC Diameter Pompa (inch) Panjang Rod (feet)
2 16, 18, 20

Gambar Tabel 3.22. ukuran Alat Bawah Permukaan pada SRP


3.3.2. Electric Submersible Pump (ESP)
Adapun rangkaian ESP sebagai berikut:

a) Motor
Motor adalah sumber penggerak dari keseluruhan rangkaian pompa
dibawah permukaan yang digerakkan dengan tenaga listrik dari atas
permukaan.


Gambar 3.22 Motor

b) Seal Section
Seal Section adalah alat yang berguna sebagai penyekat atau pelindung
agar fluida tidak dapat masuk ke motor, apabila masuk motor akan
mengakibatkan kerusakan atau konsleting pada motor.

c) Intake atau RGS (Rotary Gas Separator)
Intake atau RGS adalah alat yang berguna sebagai jalan masuknya fluida
dari sumur yang kemudian masuk ke rangkaian pompa. Intake biasanya
digunakan untuk sumur yang memproduksi gas rendah sedangkan RGS
biasanya digunakan untuk sumur yang memproduksi gas besar.


Gambar 3.23 I ntake

Gambar.3.24 Rotary Gas Separator (RGS)

d) Pump
Pump adalah alat yang digunakan untuk menghisap fluida yang masuk
melalui intake kemudian mendorongnya ke permukaan melalui rangkaian
discharge dan tubing.


Gambar.3.25 Pump
e) Discharge
Discharge adalah alat yang berfungsi sebagai konektor atau penghubung
untuk mengalirkan fluida dari pump ke tubing dibawah permukaan.


Gambar 3.26 Discharge
f) Tubing
Tubing adalah jalur yang mengalirkan fluida dari rangkaian ESP sampai
ke atas permukaan.

g) Cable Power
Cable power adalah kabel yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik
dari atas permukaan untuk menggerakkan motor di bawah permukaan atau
di dalam sumur.
Cable power dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Roll cable yaitu kabel yang berbentuk bulat untuk di atas permukaan
2. Flat cable yaitu kabel yang berbentuk lempengan di bawah
permukaan. Kabel flat sengaja di desain lempeng agar mengurangi
resiko gesekan.


Gambar 3.27 Roll Cable

h) Port Head
Port head adalah socket yang menghubungkan dari kabel power ke motor
dengan cara mencolokkan ke socket motor.

Gambar 3.28 Port Head


Gambar 3.29 Rangkaian ESP

Electric Submersible Pump (ESP) mulai intensif digunakan di dunia perminyakan
karena mampu mengangkat minyak dengan rate yang besar. Prinsip mengangkat fluida
dengan energi motor yang ditransfer ke subsurface pump yang semuanya diletakkan di
dalam sumur.

ESP umumnya terdiri dari:
- Electric motor
- Seal section, intake section
- Multistage centrifugal pump
- Transformer
- Lain-lain seperti: electric cable, surface switchboard, junction box.

a. ESP Lapangan Tanjung
Terdapat tiga jenis ESP di struktur Tanjung yaitu WoodGroup, REDA,
Centrilift. Centrilift sendiri mempunyai 2 tipe yang pertama tipe 400
series = 4 inch dan yang kedua tipe 513 series = 5,13 inch. 400 series P-
10, P-12, P-16,P-22, FC-925, FC-1200, FC-1600.
Reda pump mempunyai tipe 400 series yaitu DN-1100, DN-1300, DN-
1400, DN-1750, DN-725.
Wood Group mempunyai tipe 400 series yaitu TD-1200.

Ada bebrapa faktor yang mempengaruhi pemilihan pemakaian pump jack
atau ESP. Adapun faktor yang sangat penting ialah influxnya dan produktivity
indeks.
Sumur yang memiliki influx yang besar akan menggunakan ESP, dan jika
influx tersebut kecil maka pompa yang dipakai adalah Pump Jack. Dan ketika
productivity index tinggi maka pompa yang dipakai ialah ESP dan jika productivity
index kecil maka yang dipakai ialah jack pump. Namun ada faktor lainnya selain
berdasarkan influx dan PI dari sumur tersebut.