Anda di halaman 1dari 3

1.

Cara Kerja Rangkaian daya :


a) skema pengukur sudut phasa, dimana sudut phasa konduksinya dikendalikan
sebuah input tegangan analog. dibagi menjadi 4 bagian utama, yaitu: Generator
pulsa, lintas nol, (U1a dan U1b) generator ramp tersinkronisai (U2a) pengkondisi
sinyal Zera span (U2b) dan komparator dengan penyulut (U1c dan U3).
b) Penyulut analog terendah iniharus disinkronisasi terhadap tegangan lintas nol
jala-jala. Iniadalah kegunaan dari transformer, komparator U1a dan U1b,
pembentuk gelombang dengan menggunakan RC dan beberapa dioda.
c) Kedua komparator menghasilkan gelombang kotak 30Vpp yang berganti-ganti
sebagaimana tegangan jala-jala melintasi nol.
d) Jika salah satu komparator dihubungkan secara inverting dan lainnya non-
inverting menghasilkan gelombang kotak dengan polaritas yang berlawanan.
Jaringan RC membentuk gelombang kotak tersebut pada kejutan positif dan
negative sekkitar 100 detik. Dioda melewatkan hanya pulsa positif satu pada
lintas nol dari U1a dan lintas nol lainnya dari U1b karena adanya feedback
negative infut inverting op-amp ditahan pada ground semu
e) Pada posisi 1 arus electron mengalir dari sikat negative menuju ke sikat positif.
Akan timbul torsi yang menyebabkan jangkar berputar berlawanan arah jarum
jam.
f) Saat relai 1 bekerja maka sikat positip motor akan mendapat sumber tegangan
positip dan sikat negatip motor terhubung dengan kutub negatip sumber
tegangan. Sehingga, motor akan berputar dengan arah putaran searah jarum
jam (clockwise).Dengan cara yang sama untuk menggerakkan kontak relai
2,maka terjadi kondisi yang berkebalikan yaitu motor akan berputar dengan arah
putaran yang berlawanan arah jarum jam (counter clockwise).
g) Ketika duachopper CH1 dan CH2dalam posisi ON maka arus mengalir melalui
beban (load) serta Vo dan Io akan menjadi positif.
h) Saat Vo = -Vs, dua chopper CH1 dan CH2 akan OFF maka arus beban Io akan
terus mengalir untuk beban induktif melalui dioda D1 dan D2.
i) Arus beban Io mengalir dengan arah tetap tetapi tegangan output Vo akan
berbalik arah menjadi negatif.
j) Tegangan output Vo akan kembali menjadi positif ketika dua chopper CH1 dan
CH2 dalam posisi ON.
Diskusi
a) Torsi pada Motor Induksi dihasilkan dari interaksi antara rotor dengan medan
magnet putar.
b) Medan magnet putar memotong kawat pada rotor sehingga terinduksi tegangan
pada rotor.
c) Rotor merupakan rangkaian tertutup, maka pada rotor akan timbul arus.
d) Adanya arus dalam medan magnet menimbulkan gaya F pada rotor.
e) Jika kopel mula yang dihasilkan gaya F cukup besar maka rotor akan berputar
searah medan putar stator.
f) Thyristor CH1 dan CH2 berfungsi sebagai saklar aktif (switch) arus searah dalam
rangkaian ini.
g) Saklar pada chopper dapat implementasikan dengan menggunakan IGBT,
Power MOSFET, GTO atau SCR.
h) Dioda berfungsi sebagai saklar pasif. Jika ada 2 saklar aktif, kedua saklar pasif
ini akan bekerja secara bergantian, dan hanya ada satu saklar yang menutup
setiap saat.

Daftar Pustaka
Midiarto, Avid. (2011). CHOPPER 2 KUADRAN UNTUK OPERASI MOTORING DAN
REGENERATIVE BRAKING PADA MOTOR DC. Other thesis, Unika Soegijapranata.
Singh, M.D., Khanchandani,K.B. (2007).Power Electronics second edition, Tata
McGraw-Hill New Delhi.

Types Of Chopper Circuits http://www.circuitstoday.com/types-of-chopper-circuits
(diakses tanggal 25 Juni 2014)

Anda mungkin juga menyukai