Anda di halaman 1dari 46

Oleh:

Kelompok 7

1. Masnawati
2. NeLly Suryani
3. Nur purwaningsih






Penggabungan usaha,Laporan
Keuangan Konsolidasi,Investasi
Perusahaan Asosiasi,Special
Purpose Entities (SPE)
PENGGABUNGAN USAHA

Penggabungan usaha adalah
penyatuan entitas-entitas usaha.
Penggabungan entitas usaha yang
terpisah adalah suatu alternatif
perluasan secara internal ,melalui
akuisisi atau pengembangan kekayaan
perusahaan secara bertahap, dan
seringkali memberikan manfaat bagi
semua entitas yang bersatu dan
pemiliknya.

PSAK No 22 paragraf 08
Tahun 1999
Berdasarkan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 22
paragraf 08 Tahun 1999 :
Penggabungan usaha (business
combination) adalah pernyataan dua
atau lebih perusahaan yang terpisah
menjadi satu entitas ekonomi karena
satu perusahaan menyatu dengan
(uniting with) perusahaan lain atau
memperoleh kendali (control) atas
aktiva dan operasi perusahaan lain.

Bentuk Penggabungan Usaha
Ditinjau dari bentuk
penggabungannya


A.Penggabungan Horisontal, yaitu
penggabungan perusahaan-
perusahaan sejeni yang menjadi satu
perusahaan yang lebih besar. Pada
umumnya dasar dibentuknya
penggabungan usaha ini adalah untuk
menghindari adanya persaingan
diantara perusahaan yang sejenis dan
meningkatkan efisiensi diantara
perusahaan-perusahaan yang
bersangkutan tersebut.

Penggabungan Vertikal, yaitu
penggabungan perusahaan yang
sebelumnya kedua mempunyai
hubungan yang saling
menguntungkan,
Penggabungan Konglomerat, yaitu
merupakan kombinasi dari
penggabungan horisontal dan vertikal
Ditinjau dari segi hukum
Penggabungan usaha dibagi
menjadi tiga
Merger, yaitu penggabungan usaha dengan
cara satu perusahaan membeli perusahaan
lain yang kemudian perusahaan yang
dibelinya tersebut menjadi anak
perusahaannya atau dibubarkan
Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari
merger, yaitu penggabungan usaha dengan
cara satu perusahaan bergabung dengan
perusahaan lain membentuk perusahaan baru
Afiliasi, yaitu penggabungan usaha
dengan cara membeli sebagian besar
saham perusahaan lain untuk
memperoleh hak pengendalian
(controlling interest).
Alasan-Alasan Penggabungan Usaha
Manfaat Biaya (Cost Adventage
Risiko Lebih Rendah (Lower Risk
Penundaan Operasi Pengurangan (Fewer
Operating Delays
Mencegah Pengambil alihan
(Avoindance of Takeovers
Akuisisi Harta Tidak Berwujud
(Acqusition of Intangible Assets
skema merger

Perusahaan AA

Perusahaan BB

Perusahaan AA

Skema konsolidasi statutori
(konsolidasi)


Perusahaan AA

Perusahaan BB

Perusahaan CC
Skema akuisisi saham


Perusahaan AA

Perusahaan BB

Perusahaan AA

Perusahaan BB
lanjutan Akuisisi saham
Karena tidak ada perusahaan yang dilikuidasi,
perusahaan pengakuisisi memperlakukan kepemilikannya
di perusahaan yang diakuisisi sebagai investasi. Dalam
akuisisi saham, perusahaan pengakuisisi tidak perlu
mengakuisisi seluruh saham milik perusahaan yang
diakuisisi untuk memperoleh kendali.

Hubungan yang timbul dari akuisisi saham disebut
hubungan induk dan anak perusahaan. Induk
perusahaan (parent company) adalah perusahaan yang
mengendalikan perusahaan lain yang disebut sebagai
perusahaan anak (subsidiary), biasanya melalui
pemilikian mayoritas di saham biasa.

Menentukan jenis Pengggabungan
Usaha
Perusahaan AA Berinvestasi pada Perusahaan BB
Akuisisi Aktiva bersih Akuisisi saham
Dicatat sebagai
akuisisi saham dan
Menimbulkan Anak
Perusahaan
Dicatat sebagai
Merger atau
konsolidasi
Perusahaan yang
diakuisisi dilikuidasi ?
Ya
Tidak
Metode Akuntansi dan Pelaporan
Purchase (Pembelian) (mengakui adanya goodwill,
dengan nilai goodwill sebesar selisih dari harga beli dan
harga wajar aktiva dan kewajiban yang diakuisisi.

Goodwill : dipandang sebagai semua faktor yang
menyebabkan perusahaan dapat memperoleh laba di
atas rata-rata. Sebagaimana aktiva lainnya goodwill
dinilai berdasarkan biaya perolehan awalnya dari
pembeli jika dapat secara objective ditentukan.

Pooling of Interest (Penggabungan kepemilikan), tidak
mengakui adanya goodwill karena tidak ada harga beli,
hanya nilai buku yang terbawa (diakui).

Pada tahun 2001 FASB mengeluarkan statemen No 141 Busines
Combination (FASB 141) yang menghapuskan metode
penggabungan kepemilikan. Sehingga semua metode
penggabungan usaha menggunakan metode pembelian.
Beberapa alasan perusahaan menyukai metode kepemilikan
adalah:
Terhindar dari peningkatan biaya depresiasi atas aktiva yang
direvaluasi.
Terhindar dari beban amortisasi goodwill.
Peningkatan fleksibilitas manajemen terkait dengan dividen.
Manajemen memiliki kesempatan menciptakan laba yang
sebelumnya belum dilaporkan
Menyembunyikan nilai kepentingan yang diberikan dalam
penggabungan usaha
Melindungi manajemen dari kritik pemegang saham (harga
beli aktiva yang lebih tinggi dari nilai wajar aktiva

Penentuan harga beli :


Pembeli memperhitungkan seluruh biaya perolehan
sehubungan dengan akuisisi aktiva bersih atau saham
perushaan lain sebagai bagian dari harga beli.

Terdapat tiga jenis biaya yang dapat timbul dari
penggabungan usaha:

biaya langsung : contoh imbal jasa bagi penemu
(finders fee), akuntan, hukum dan penilaian.
biaya pengeluaran efek : biaya pendaftaran efek, audit,
dan hukum sehubungan pendaftaran saham
dan komisi pialang.
biaya tidak langsung dan umum : biaya gaji akuntan
yang merupakan pegawai perusahaan
pengakuisisi dalam penggabugan usaha

Ilustrasi

Pada tanggal 1 Januari 20x1, Point Corporation
membeli semua aktiva dan kewajiban Sharp Company
dalam satu merger dengan mengeluarkan 10.000
lembar saham Sharp dengan nilai nominal $ 10.
Saham yang dikeluaran tersebut mempunyai nilai
pasar $ 600.000.
Point mengeluarkan biaya legal dan biaya penilai
sebesar $ 40.000 sehubungan dengan penggabungan
usaha dan biaya pengeluaran saham sebesar $
25.000.

Total harga beli saham, sama dengan nilai saham
yang dikeluarkan Point ditambah biaya tambahan
yang terjadi sehubungan dengan akuisisi aktiva.
Total harga beli:
Saham yang dikeluarkan oleh Point untuk melakukan
penggabungan usaha dinilai pada nilai wajar dikurangi dengan
biaya pengeluaran saham.

Nilai wajar saham yang dikeluarkan $ 600.000
Biaya pengeluaran saham ($ 25.000)
Nilai tercatat saham $ 575.000
Nilai wajar saham yang dikeluarkan $ 600.000
Biaya akuisisi lain $ 40.000
Total harga beli $ 640.000
Penggabungan usaha melalui pembelian aktiva bersih Sharp


Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas Nilai buku ($) Nilai wajar ($)
Kas dan Piurang 45.000 45.000
Persediaan 65.000 75.000
Tanah 40.000 70.000
Bangunan dan Peralatan 400.000 350.000
Akumulasi Penyusutan (150.000)
Paten 80.000
Total Aktiva 400.000 620.00
Kewajiban Lancar 100.000 110.000
Saham Biasa (nominal $ 5 ) 100.000
Tambahan Modal disetor 50.000
Laba di Tahan 150.000
Total Kewajiban dan Ekuitas 400.000
Nilai Wajar Aktiva Bersih 510.000
Catatan saat penggabungan usaha
Kas dan Piutang 45.000
Persediaan 75.000
Tanah 70.000
Bangunan dan Peralatan 350.000
Paten 80.000
Goodwill 130.000*)1
Kewajiban lancar 110.000
Saham biasa 100.000*)2
Tambahan modal disetor 475.000*)3
Biaya merger tangguhan 40.000
Biaya pengeluaran Saham tangguhan 25.000

*)1. adalah total harga beli aktiva bersih dikurangi dengan nilai
wajar dari aktiva bersih (total aktiva hutang lancar) yaitu;
640.000 510.000 = 130.000
2. nilai tercatat saham saham biasa (575.000-100.000)
3. nilai saham biasa = $10 x 10.000
Penggabungan Usaha melalui Pembelian
Saham
Penggabungan usaha yang dilakukan melalui pembelian
saham berhak suara dari perusahaan lain bukan melalui
akuisisi aktiva bersih.

Ilustrasi :
Point Corporation menukarkan 10.000 lembar
sahamnya dengan total nilai pasar $ 600.000 untuk
semua saham Sharp Company dalam transaksi
pembelian, timbul biaya merger sebesar $ 40.000 dan
biaya pengeluaran saham $ 25.000 yang sebelumnya
dicatat dalam akun tangguhan.
Jurnal transaksi
Investasi pada saham Sharp 640.000
Saham biasa 100.000
Tambahan Modal disetor 475.000
Biaya merger tangguhan 40.000
Biaya pengeluaran saham tangguhan 25.000
(mencatat pembelian saham Sharp Company)
Pelaporan kepemilikan antarperusahaan
Akuntansi untuk investasi pada saham biasa.

Tergantung pada tingkat pengaruh atau pengendalian
yang dimiliki investor pada investee .

Tingkat Pengaruh dalah factor utama yang menentukan
apakah investor dan investee akan menyajikan laporan
keuangan konsolidasi*) atau menggunakan metode biaya
atau ekuitas.

*) Laporan Konsolidasi melibatkan penggabungan untuk
pelaporan keuangan aktiva, kewajiban, pendapatan dan
beban individual untuk dua atau lebih perusahaan yang
berhubungan istimewa seakan-akan adalah satu
perusahaan. Termasuk prosedur pengeliminasian semua
kepemilikan dan aktivitas antar perusahaan.
Dasar Pelaporan Keuangan Berdasarkan tingkat
Kepemilikan saham biasa:
Tingkat Kepemilikan

0% 20% 50% 100%
A B C
A = tingkat kepemilikan 0% - 20 % memiliki pengaruh tidak
tidak signifikan, menggunakan metode biaya,
B = tingkat kepemilikan > 20% - 50 % memiliki pengaruh
signifikan, menggunakan metode ekuitas,
C = tingkat kepemilikan > 50 % memiliki pengaruh signifikan,
menggunakan konsolidasi.
Metode Biaya
Dicatat oleh investor berdasarkan biaya historisnya.
Pendapatan diakui oleh investor jika deviden diumumkan
oleh invstee
Metode biaya digunakan ketika investor tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan atau tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan atas investee,
yang disebabkaan besarnya investasi investor ke
investee.(kurang dari 20%)

Ilustrasi:
ABC Company membeli 20% Saham biasa XYZ Company
senilai $ 100.000 pada awal tahun tetapi tidak memiliki
pengaruh sigifikan kepada XYZ. Selama tahun berjalan
XYZ memiliki laba bersih $ 50.000 dan membayar
dividen 20.000.
Catatan ABC Company:
Investasi pada saham biasa XYZ $100.000
Kas $ 100.000
(mencatat pembelian pada saham biaya XYZ company).

Kas $ 4.000
Pendapatan Dividen $ 4.000
(mencatat pendapatan dividen dari XYZ Company ($20.000 x 0.20).

Perhatikan:
ABC hanya mencatat bagiannya atas laba yang di
bagikan oleh xyz dan tidak membuat ayat jurnal untuk
bagian yang tidak dibagikan. Nilai tercatat investasi
tetap sebesar biaya perolehan awal $ 100.000.
Metode Ekuitas
Ditujukan untuk mencerminkan perubahan ekuitas atau kepemilikan
investor dalam investee.
Investasi dicatat sebesar biaya atau harga perolehan awal dan
disesuaikan tiap periode untuk bagian investor atas laba atau rugi
investee dan dividen yang diumumkan oleh investee
Diharuskan digunakan untuk pelaporan investasi dalam saham
berikut ini :
- Corporate Joint Venture (perush dimiliki dan dioperasikan
oleh kelompok usaha kecil, dimana tidak satu pun yang
memiliki kepemilikan mayoritas dalam saham biasa joint
venture tsb.
- Perusahaan dimana kepemilikan investor atas saham
berhak suara memberikan investor kemampuan untuk
mempunyai pengaruh signifikan atas kebijakan operasi
dan keuangan perusahaan
Ekuitas investor atas investee
Dilaporkan oleh investee Pengaruh pada akun investor
Mencatat pendapatan dari investasi Laba bersih
Meningkatkan akun investasi
Mencatat kerugian dari investasi Rugi bersih
Menurunkan akun investasi
Pengumumuan dividen Mencatat aktiva (kas atau piutang
Menurunkan akun investasi


Ilustrasi:

ABC Company mengakuisisi pengaruh signifikan atas XYZ dengan
membeli 20% Saham biasa XYZ Company pada awal tahun. XYZ
melaporkan laba sebesar $ 60.000 untuk tahun berjalan.

ABC mencatat bagiannya atas laba XYZ sebesar $ 12.000

Investasi pada saham XYZ 12.000
Pendapatan dari Investee 12.000
(mencatat pendapatan dari investasi pada XYZ Company 60.000 x
20%)

Catatan: ayat jurnal ini disebut sebagai akrual ekuitas (equity
accrual) yang biasanya dibuat sebagai ayat jurnal
penyesuaian pada akhir periode. Apabila investee
melaporkan kerugian untuk periode tersebut, investor
mengakui bagiannya atas rugi tersebut dan mengurangi
nilai tercatat investasi sebesar jumlah tersebut.
ABC Company mengakuisisi pengaruh signifikan atas XYZ dengan
membeli 20% Saham biasa XYZ Company pada awal tahun. XYZ
melaporkan laba sebesar $ 60.000 untuk tahun berjalan. XYZ
mengumumkan dan membayar dividen sebesar $ 20.000, ABC
mencatat bagiannya atas dividen XYZ

Kas 4.000
Investasi pd saham XYZ Company 4.000

(mencatat penerimaan dividen dari XYZ Company 20% x 20.000)
Nilai yang tercatat investasi:
Biaya perolehan awal 100.000
Akrual ekuitas 12.000 Dividen 4000
Sado akhir 108.000
Entitas Konsolidasi dan
Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan Keuangan Konsolidasi:

Menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk
perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak
perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan akan entitas
entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau
perusahaan.

Hubungan antara induk perusahaan dengan anak perusahaan
disebut sebagai huubngan istimewa.

Tujuan laporan keuangan konsolidasi dalah memberikan
gambaran yang bermakna atas keseluruhan posisi dan aktivitas
dari satu entitas ekonomi yang terdiri atas sejumlah perusahaan
yang yang berhubungan istimewa.

Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas
saham beredar dari perusahaan lain.
Kegunaan laporan Konsolidasi
memberikan gambaran yang jelas tentang total
sumber daya perusahaan hasil gabungan di
bawah kendali induk perusahaan, kepada para
pemegang saham, kreditor dan peyedia dana
lainnya.

memberikan informasi terkini bagi manajemen
induk perusahaan, baik mengenai operasi
gabungan dari entitas konsolidasi dan juga
mengenai perusahaan individual yang
membentuk entitas konsolidasi.
Keterbatasan :
dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang
tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.

tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk
dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.

rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi
yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang
membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.

Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan,
misalnya akun piutang

Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk
memberikan penyajian yang wajar.

Gambaran umum
Proses Konsolidasi

Proses konsolidasi menambahkan bersama-sama
laporan keuangan dari dua atau lebih perusahaan legal
yang terpisah, menghasilkan satu kumpulan laporan
keuangan. Prosedur ini bertujuan untuk menghasilkan
laporan keuangan seakan-akan perusahaan yang
terkonsolidasi adalah satu perusahaan tunggal.

Laporan keuangan terpisah digabungkan /ditambahkan
bersama-sama, setelah beberapa penyesuaian dan
eliminasi, untuk menghasilkan laporan k. konsolidasi.

Penyesuaian dan eliminasi tersebut terkait dengan
transaksi dan kepemilkan antar perusahaan.
Ilustrasi Proses konsolidasi

Pada tanggal 1 Januari 20x1, Popper Company membeli pada nilai
buku semua saham biasa Sun Corporation. Pada akhir tahun 20x1,
neraca dari keu perusahaan tampak sebagai berikut:
Neraca
31 Desember 20x1
Popper Sun
Aktiva
Kas 5.000 3.000
Piutang (bersih) 84.000 30.000
Persediaan 95.000 60.000
Aktiva tetap (bersih) 375.000 250.000
Aktiva lain-lain 25.000 15.000
Investasi pada saham Sun 300.000
Total Aktiva
884.000 358.000
Kewajiban dan Ekuitas
Utang Jangka Pendek 60.000 8.000
Utang Jangka Panjang 200.000 50.000
Saham Biasa 500.000 200.000
Laba di Tahan 124.000 100.000
Total Kewajiban dan Ekuitas 844.000 358.000
Informasi tambahan terkait dengan Popper dan Sun dalah
sebagai berikut:

Popper menggunakan metode ekuitas untuk mencatat investasi
pada Sun. Akun investasi dicatat pada nilai buku aktiva bersih
Sun dan disesuaikan dengan bagian Popper atas laba dan
dividen Sun

Sun berutang ke Popper senilai 1.000

Sun membeli persediaan dari popper senilai 6.000 selama tahun
20x1. Pesediaan tersebut mempunyai biaya perolehan awal
4.000, Sun masih memegang persediaan tersebut pada akhir
periode.

Popper Company dan anak Perusahaan
Kertas Kerja Neraca Konsolidasi
31 Desember 20x1
Eliminasi
Popper Sun Debit Kredit Konsolidasi
Aktiva
Kas 5.000 3.000 8.000
Piutang (bersih) 84.000 30.000 a) 1.000 113.000
Persediaan 95.000 60.000 b) 2.000 153.000
Aktiva tetap (bersih) 375.000 250.000 625.000
Aktiva lain-lain 25.000 15.000 40.000
Investasi pada saham
Sun
300.000 c) 300.000
Total Aktiva 884.000 358.000 939.000
Kewajiban dan
Ekuitas

Utang Jangka Pendek 60.000 8.000 a) 1.000 67.000
Utang Jangka Panjang 200.000 50.000 250.000
Saham Biasa 500.000 200.000 c) 200.000 500.000
Laba di Tahan 124.000 100.000 c) 100.000
b) 2.000
122.000
Total Kewajiban dan
Ekuitas
844.000 358.000 303.000 303.000 939.000

Popper Company
Neraca Konsolidasi
31 Desember 20x1
Kas 8.000 Utang Jangka Pendek 67.000
Piutang (bersih) 113.000 Utang Jangka Panjang 250.000
Persediaan 153.000
Aktiva tetap (bersih) 625.000
Aktiva lain-lain 40.000 Saham Biasa 500.000
Investasi pada saham Sun Laba di Tahan 122.000
Total Aktiva 939.000 Total Kewajiban dan
Ekuitas
939.000

INVESTASI PERUSAHAAN
ASOSIASI

Perusahaan asosiasi sebagai suatu
perusahaan yang investornya
mempunyai pengaruh yang signifikan
(memiliki wewenang untuk
berpartisipasi dalam keputusan yang
menyangkut kebijakan keuangan serta
operasi investee, tetapi bukan
merupakan pengendalian terhadap
kebijakan tersebut) dan bukan
merupakan anak perusahaan maupun
joint venture dari investornya
Pilihan Metode Akuntansi
dalam Laporan Keuangan
Konsolidasi
Penerapan Metode Ekuitas
Terdapat bebrapa prosedur dalam penerapan
metode ekuitas yang tidak berbeda dengan
prosedur konsolidasi sebagaimana dijelaskan
dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan No. 4 tentang Laporan Keuangan
Konsolidasi. Selanjutnya, konsep yang
mendasari prosedur konsolidasi yang
digunakan dalam perolehan anak perusahaan
digunakan dalam perolehan investasi dalam
perusahaan asosiasi.

SPECIAL PURPOSE ENTITY
(SPE)

Special Purpose Entity (SPE) adalah suatu entitas
yang dibentuk oleh perusahaan
sponsor/perusahaan induk untuk suatu tujuan
tertentu (khusus, sempit, dan temporary)
Tujuan SPE :
Mendanai aset tertentu atau layanan tertentu dan
tetap membuat hutang perusahaan induk
(sponsor) off-balance-sheet.
Mengubah aset finansial tertentu, seperti hutang
dagang, pinjaman, atau hipotek ke dalam bentuk
liquid.
Mengurangi besarnya pajak.

Karakteristik SPE :
Memiliki modal yang terbatas
Biasanya tidak memiliki manajemen yan independen
Alasan pembentukan SPE :
Sekuritisasi
Risk Sharing
Keuntungan Kompetitif
Financial Enginering
Regulatory Reasons


KASUS ENRON
Andrew Fastow bersama dengan asistennya membuat SPEs, alat yang digunakan
dalam jasa keuangan. SPEs memiliki dua tujuan penting, pertama; menjual aset-
aset yang bermasalah ke rekanan. Enron menghilangkan aset tersebut dari neraca,
mengurangi tekanan akibat utang dan menyembunyikan kinerja buruk investasi.
Hal ini dapat mendatangkan dana tambahan untuk membiayai kesempatan
investasi baru. Kedua; memperoleh pendapatan untuk memenuhi laba yang
disyaratkan oleh Wall Street.
SPEs dibiayai dari tiga sumber; (1) ekuitas dalam bentuk saham tresuri, (2) ekuitas
dalam bentuk minimum 3% dari aset yang berasal dari pihak ketiga yang tidak
berhubungan, (3) jumlah yang besar dari utang bank. Modal ini berada pada sisi
kanan neraca SPEs, akan tetapi pada sisi kiri modal digunakan untuk membeli aset
dari Enron. Hal ini menyebabkan harga saham SPEs berkaitan dengan harga
saham Enron. Saat saham SPEs naik, maka saham Enron ter-apresiasi. Sedangkan
saat harga saham SPEs turun, maka harga saham Enron ter-depresiasi (Eiteman,
dkk, 2007).




KASUS ENRON

Pada tahun 1999 Enron mendirikan tiga SPE (limited
partnership) yaitu Chewco Investment LP, LJM Cayman LP,
dan LJM 2 Co-Investment LP. Tahun 2000 Enron
mengumumkan bahwa perusahaannya berhasil memperoleh
pendapatan bersih setelah pajak sebesar $1.01 milyar.
Selanjutnya Enron menempatkan sahamnya sebesar 62 juta
ke dalam tiga SPE tersebut.

Tahun 2001, Enron pada akhirnya mengklarifikasi
pengungkapan laporan keuangan yang pernah dilakukannya
karena desakan GAAP. Dari situlah diketahui bahwa Enron
ternyata memiliki hutang sebesar $690 juta terkait dengan
SPEs yang didirikannya. Hal inilah yang menyebabkan
kebangkrutan Enron.