Anda di halaman 1dari 10

1

SODIUM SULFAT & SODIUM PHOSPAT (Na2SO4.XH2O & Na3PO4. X H2O)



A. Deskripsi.
Proses penggaraman sering dijumpai di berbagai proses dalam industri kimia, tujuan
penambahan garampun bermacam macam salah satunya adalah sebagai buffer pada
proses selanjutnya. Atau sebagai bahan anti korosif terhadap metal pada pembuatan
detergen.
Proses ini selanjutnya dikenal sebagai dikenal sebagai proses penggaraman indirect
yang reaktanya tidak langsung dari asam ditambah dengan basa, tetapi menggeser
kedudukan atom yang lain.
Dari manfaat garam garam an organik ini maka dalam proses pengolahan dibutuhkan
teknik tersendiri dalam proses pembuatannya.

B. Kegiatan belajar.
Proses penggaraman sangat berguna dalam industri kimia baik sebagai penstabil atau
dibutuhkan langsung dalam proses produksi suatu barang.

1. Tujuan pembelajaran :
Peserta diklat yang telah mempelajari topik ini diharapkan mampu untuk :
Proses penggaraman dengan penggunaan bahan elektrolit kuat, baik basa
maupun asam.
Proses pembentukan garam dengan metode indirect.


2

2. Uraian Materi.
a Tinjuan proses penggaraman.
Sodium Sulfat merupakan garam berwujud padatan atau kristal berwarna putih,
demikian juga sodium phospat, tidak berwarna dan stabil pada temperatur
normal. Nama lain dari senyawa ini adalah Bisodium Sulfat, salt cake dengan
rumus molekul Na2SO4, sedangkan untuk sodium tri phospat juga berbentuk
salt cake.

Sumber utama pembuatan Sodium Sulfat ada dua macam, yaitu secara alami
(darinatural source) dan secara sintetik dari produk industri kimia.
Sodium Sulfat dari natural source misalnya dengan pembuatan Sodium Sulfat
dari air laut, penambangan depositSodium SulfatDekahidrat(mirabilite) di
Kanada dan dari penambangan Sodium Sulfat Anhidrat (thenardite) di daerah
Amerika Selatan.

Sodium Sulfat banyak diproduksi secara komersil dalam bentuk Na2SO4 atau
salt cake dan garam dekahidrat atau garamGlauber(Na2SO4.10H2O). Salt cake
biasanya masih mengandung impuritis sedangkan garam Glauber
sudah merupakan hasil purifikasi dari salt cake dengan cara mengkristalisasi
kembali salt cake. ProduksiSodium Sulfat secara sintetik dengan proses
industri kimia misalnya pembuatan Sodium Sulfat dari garam dan asam sulfat
(proses Mannheim), proses Hargreaves Robinson dari gas SO2 dan O2, sebagai
by product pada industri rayon, serta by product industri krom dan phenol.

Penggunaan Sodium Sulfat di lingkungan industri cukup banyak, yaitu pada
industripulpkraft, detergent, tekstil, farmasi, gelas, dll. Namun hingga
saat ini Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri,
karena produksi Sodium Sulfat secara komersial masih sangat rendah.



3

b Pembuatan Sodium Sulfat dari sumber alam.
1). Pembuatan Sodium Sulfat dari Dari Air Laut.
Bahan baku dari proses ini adalah air laut yang mengandung Sodium Sulfat
(7-11%) dan kandungan lainnya adalah NaCl dan MgSO4. Untuk menurunkan
kelarutan Sodium Sulfat dalam air laut yaitu dilakukan
dengan menjenuhkannya dengan penambahan NaCl dan dipisahkan dengan
pencucian menggunakan larutan NaCl. Larutan NaCl yang terdapat dalam
larutan sisa akan larut dalam larutan pencuci sedangkan sebagian besar
Sodium Sulfat tidak larut dalam NaCl karena kecepatan kelarutannya lebih
rendah. Kemudian Sodium Sulfatyang masih mengandung sedikit NaCl
dipisahkan dari larutan pencuci, selanjutnya dicuci dengan air untuk
melarutkan NaCl(Faith, WL, Keyes BD, Clark RL, 1975).

2). Pembuatan Sodium Sulfat dari penambangan thenardite
Bahan tambang thenardite mengandung clay, sodium klorida dan garam--
garam magnesium. Kandungan tersebut dihilangkan dengan pulverizing the
mine lumps hingga berukuran 10 mesh dan mencucinya
dengan menggunakan larutan jenuh Sodium Sulfat dan menjaga suhunya di
atas 90
o
F. Dengan pencucian ini, kandungan clay dapat dihilangkan dan
sebagian besar garam-garam lain yang terikut dapat terlarutkan. Selanjutnya
Sodium Sulfat yang dihasilkan di-centrifuge dan dikeringkan untuk
menghasilkan produk yang lebih murni (Faith, WL, Keyes BD, Clark RL,
1975).

3). Pembuatan Sodium Sulfat dari penambangan mirabilite
Kristal mirabilite dicuci bersih dengan menggunakan larutan jenuh Sodium
Sulfatuntuk menghilangkan kandunganclay dan mud yang terikut
pada temperatur atmosfer(Faith, WL, Keyes BD, Clark RL, 1975).


4

c Pembuatan Sodium Sulfat pada Industri Kimia
Pada proses iniSodium Sulfat diperoleh dari produk samping industri Asam
Klorida (HCl). Sumber utamasalt cake adalah garam (common salt) dan Asam
Sulfat pada produksi Asam Klorida. Garam dan Asam Sulfat di dapur Mannheim
pada temperatur sedikit di bawah suhu peleburannya (840C). Reaksi yang
terjadi.


Asam klorida yang dihasilkan didinginkan dan dikondensasikan, kemudian
masuk ke dalam kolomabsorber. Salt cake (crude Sodium Sulfat) dikeluarkan
secara kontinyu dari furnace. Apabila diinginkan garam Glauber, maka salt
cake dilarutkan dalam air untuk membentuk larutan 35%. Soda abu atau
kapur ditambahkan untuk pengendapan besi dan Alumina. Endapan
dibiarkan mengendap dan larutan yang bersih dari endapan (bagian atas)
dipompakan ke dalam crystallizer. Cake tersaring dibuang. Setelah kristalisasi,
garam Glauber disimpan dalam tangki tertutup untuk mencegah penguapan.
Mother liquor dikembalikan pada tangki(Faith, WL, Keyes BD, Clark RL, 1975).
d Pembuatansodium Sulfat Sebagai Produk Samping Industri Rayon.
Pada pembuatan rayon, pengkoagulan adalah larutan yang mengandung 9%
hingga 11% H2SO4 dan 20% Na2SO4 ditambah sejumlah kecil material lainnya.
Selama proses spinning (perputaran), 1,1 lb Sodium Sulfat diperoleh dari tiap
pound produk rayon.


5

e Pembuatan Sodium Sulfat dari Gas SO2 dan O2
Proses ini hanya dilakukan di Amerika Serikat. Pada proses ini, Sulfur Oksida,
udara dan steam dilewatkan pada butiran garam. Persamaan reaksi yang terjadi
adalah,

Yield dariproses ini antara 93% hingga 98%(Faith, WL, Keyes BD, Clark
RL, 1975).

f PembuatanSodium Sulfat dari pada industri Krom dan Penol.
Bentuk lain darisalt cake adalah Kromcake dan Penolcake. Salt cake yang
berwarna hijau mengandung sejumlah kecil Kromium. Ini terbentuk
dari industri garam Krom. Sedangkan salt cake yang berwarna kuning
merupakan by product dari industri Penol dengan proses sulfonasi (Faith, WL,
Keyes BD, Clark RL, 1975). Perbandingan Sodium Sulfat secara alami dan dari
hasil industri kimia (sintesis) :
NaturalSodium Sulfat bebas dari logam berat yang beracun seperti
timbal, arsenik, seng kromium, sedangkan dalam Sodium Sulfatsintetis
logam berat tersebuit tidak dapat dihilangkan seluruhnya.
Produk sintetisSodium Sulfat biasanya sedikit asam, sedangkan pH
Sodium Sulfatsecara alami sekitar 7-9.
Pabrik Sodium Sulfat sintetis umumnya terletak dekat dengan
konsumensehingga memudahkan dalam pemasaran.

g Pembuatan Sodium Sulfat dengan ProsesHargreavesRobinson
Garam yang digunakan adalah garam yang berukuran 100mesh,
kemudian dilarutkan dengan air dalam reaktor. Dalam reaktor ini campuran
garam-air dipanaskan hingga 85C, kedalamnya ditambahkan dengan gas SO2
ke dalam reaktor melalui sparger sampai tekanan operasi mencapai 100 psi
dan ditambahkan O2 sampai tekanan 350 psi. Reaksi dianggap selesai ketika
6

terjadi penurunan pH di bawah 0,5. Pada suhu kurang dari 70C, hasil
reaksi dimatangkan dalam tangki berpengaduk, kemudian dipisahkan melalui
filtrasi.
Residu yang diperoleh berisiKalsium Sulfatdan filtrat yang diperoleh
berisi Sodium Sulfatkemudian dicuci dengan air untuk menghilangkan pengotor
yang terikut dan air pencucinya digunakan lagi untuk membuatslurry
garam. Residu kemudian dikeringkan dalam dryer untuk mendapatkan
gypsum. Untuk mengurangi bebandryer, filtratnya dievaporasi untuk membuat
larutan lebih pekat, kemudian baru dilakukan proses pengeringan untuk
mendapatkan Sodium Sulfat(Faith, WL, Keyes BO, Clark RL, 1975).


Gambar1. Proses Pembuatan Sodium Sulfat Dengan gas O2, SO2 dan garam

h Proses Pembuatan Sodium Sulfat dengan Proses Mannheim
Sodium Klorida(NaCl) yang berasal dari garam dapur yang sudah mengalami
pencucian dan pekat direaksikan dengan larutan H2SO4 98% pada mannheim
furnace pada temperatur diatas suhu didih garam (NaCl) (120
o
c). Asam
klorida yang dihasilkan dari reaksi didalam furnace didinginkan
dan dikondensasikan, kemudian masuk ke dalam kolom absorber. Saltcake
Air
garam
SO2
O2
HCl
R A T B
Filter Press
GIPSUM
DRIER
EVAPORATOR
NATRIUM
SULFAT
7

(crude sodium sulfat) dikeluarkan secara kontinyu dari furnace dengan terlebih
dahulu didinginkan sebelum dimasukkan kedalam tangki pencampur. Apabila
diinginkan garam glauber(Na2SO4.x H2O), maka salt cake dilarutkan dalam air
untuk menghasilkan larutan dengan spesific grafity 1,29. Soda abu atau
kapur ditambahkan untuk pengendapan besi dan alumina yang merupakan
impuritis.
Endapan dibiarkan mengendap dan supernatant liquor (larutan yang bersih
diatas endapan) dipompakan ke dalam crystallizer untuk membentuk garam
glauber (Na2SO4.10H2O). Cake yang tersaring dibuang. Setelah kristalisasi,
garam glauber (Na2SO4.10H2O) disimpan dalam tangki tertutup untuk
mencegah penyerapan air dari udara. Mother liquor dikembalikan pada reaktor
(faith, wl,keyes bd, clark rl, 1975).

Gambar 2. Proses Pembuatan Sodium Sulfat Dengan Proses Manheim.


Garam
NaCl
H
2
SO
4
FURNACE
HCl
R A T B
Filter Press
GIPSUM
DRIER
Na2CO3/CaCO3
Air
Na
2
SO
4
.10

H2O
MOTHER LIQUOR
8

i Proses Pembuatan Sodium phospat.
Sodium Klorida(NaCl) direaksikan dengan larutan H3PO4 Pekat pada Mannheim
furnace pada temperatur sedikit di bawah suhu didih garam (NaCl) (120
o
c).
Asam Klorida yang dihasilkan dari reaksi didalam reaktor didinginkan
dan dikondensasikan, kemudian masuk ke dalam kolom absorber. Salt-cake
(crude Sodium phospat) dikeluarkan secara kontinyu dari reaktor dengan
terlebih dahulu didinginkan sebelum dimasukkan kedalam tangki pencampur.
Apabila diinginkan garam phospat (Na2SO4.xH2O), maka salt cake dilarutkan
dalam air untuk menghasilkan larutan dengan spesific grafity tertentu. Soda abu
atau kapur ditambahkan untuk pengendapan besi dan alumina yang merupakan
impuritis. Jika dikehendaki dalam bentuk crude maka prosesnya adalah
langsung digiling dan diayak.
Penambahan soda abu atau kapur, menghasilkan Endapan tersendiri yang
kemudian dipisahkan dengan cara dilewatkan ke mesin filter press, setelah
larutan dipisahkan, dimasukan ke unit evaporator dan lama kelamaan akan
mengental dengan sendirinya. Larutan dibiarkan menkristalo dan supernatant
liquor (larutan yang bersih diatas endapan) dipompakan ke dalam crystallizer
untuk membentuk garam phospat (Na3PO4.x0H2O) kembali. Cake yang tersaring
dibuang. Setelah kristalisasi, garam phospat (Na3PO4.x0H2O) disimpan dalam
tangki tertutup untuk mencegah penyerapan air dari udara. Mother liquor
dikembalikan pada reaktor.
9


Gambar 3. Pembuatan sodium pospat dari larutan garam dapur dan asam pospat.




Garam
NaCl
H
3
PO4
FURNACE
HCl
R A T B
Filter Press
GIPSUM
DRIER
Na2CO3/CaCO3
Air
Na
3
PO
4
.10

H2O
MOTHER LIQUOR
10

DAFTAR PUSTAKA

Bergenstahl B. 1997. Physicochemical Aspects of an Emulsifier Functionality. In : Food
Emulsifier and Their Applications. G.L. Hasenhuettl dan R.W. Hartel (Eds.). Chapman &
Hall, New York.
Bernardini E. 1983. Vegetable Oils and Fats Processing. Volume II. Rome: Interstampa.
Darnoko D dan M Cheryan. 2000. Kinetcs of Palm Oil Transesterification in a Batch Reactor.
J of Am Oil Chem Soc 77: 1263 1267.
de Groot WH. 1991. Sulphonation Technology in the Detergent House. Kluwer Academic
Publisher, Netherland.
Departemen Perindustrian. 2009. Road Map Industri Pengolahan CPO..
http://iak.kemenperin.go.id/edocument/ROADMAP-CPO.pdf [9 Februari 2010.
Flider FJ. 2001. Commercial Considerations and Markets for Naturally Derived Biodegradable
Surfactants. Inform 12 (12) : 1161 1164.
Formo MW. 1954. Ester Reaction of Fatty Materials. dalam Mittelbach M dan C Remschmidt.
2006. Biodiesel The Comprehensive Handbook. Martin Mittelbach Publisher. Am
Blumenhang. Austria.
Foster NC. 1996. Sulfonation and Sulfation Processes. In: Spitz, L. (Ed). Soap and Detergents: A
Theoretical and Practical Review. AOCS Press, Champaign, Illinois.
Freedman B, EH Pryde dan TL Mounts. 1984. Variable Affecting the Yield of Fatty Ester form
Transesterified Vegetable Oil. In: Mittelbach, M dan C. Remschmidt. 2006. Biodiesel
The Comprehensive Handbook. Martin Mittelbach Publisher. Am Blumenhang. Austria.
Georgeiou G, C Lsung dan MM Shara. 1992. Surface Active Compounds from Microorganism.
Biotech. 10:60-65.
Gerpen JV, B Shanks, R Pruszko, D Clements and G Knothe. 2004. Biodiesel Production
Technology. National Renewable Energy Laboratory. Colorado: 106.
Gunstone FD dan FB Padley. 1997. Lipid Technologies and Applications. Marcel Dekker Inc.,
New York.
Hambali E, S Mujdalipah, Armansyah HT and Abdul Waries P. 2006. Teknologi bioenergi.
Agromedia Pustaka, Jakarta.
Holmberg K, Jonssson B, Kronberg B, dan Lindman B. 2002. Surfactants and Polymers in
Aqueous Solution. England: John Wiley & Sons, Ltd.