Anda di halaman 1dari 8

Tugas fitoterapi

POTENSI RUMPUT FATIMAH (Anastatica hierochuntica)


UNTUK MEMPERLANCAR PROSES PERSALINAN
















Disusun oleh :
Uswatun Khasanah (051314153014)



PROGRAM PASCASARJANA ILMU FARMASI
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2014

POTENSI RUMPUT FATIMAH(Anastatica hierochuntica) UNTUK
MEMPERLANCAR PROSES PERSALINAN

I. Pendahuluan
Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang dimulai dengan rasa nyeri yang
diakibatkan oleh kontraksi rahim (his) yang teratur hingga keluarnya janin dan plasenta
melalui vagina. Proses persalinan akan terhambat apabila terjadi his yang terlalu lemah
ataupun his yang terlalu kuat. Salah satu obat yang banyak digunakan untuk menginduksi
persalinan di rumah sakit adalah oksitosin. Selain menggunakan oksitosin untuk
menginduksi persalinan, masyarakat Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan
rumput fatimah (Anastatica hierochuntica) secara turun temurun untuk memperlancar
persalinan (Sooi and Keng, 2013). Caranya dengan merendam rumput fatimah kering
dalam air hangat, kemudian air hasil rendamannya diminum menjelang proses
persalinan.
Pemanfaatan rumput fatimah di masyarakat Indonesia dan Arab secara turun
temurun untuk memperlancar persalinan belum disertai bukti ilmiah mengenai khasiat,
keamanan, dan mekanisme yang mendasari efek tersebut dalam memperlancar
persalinan, sehingga penggunaannya secara medis oleh tenaga kesehatan masih sangat
terbatas. Selain itu, takaran dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kontraksi yang
kuat, sehingga pada akhirnya akan mengakibatkan atonia uteri ataupun ruptura uteri
(Desiyani, 2010).
Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai mekanisme farmakologi rumput
fatimah dalam meningkatkan kontraksi uterus selama proses persalinan. Sehingga
masyarakat dan tenaga medis dapat menggunakan rumput fatimah dengan takaran dosis
yang tepat untuk membantu proses persalinan.

II. Tata nama Rumput Fatimah
Kingdom : Plantae
Order : Brassicales
Family : Brassicaceae
Genus : Anatatica
Spesies : Anastatica hierochuntica


Nama lain : Rose of Jericho, Marys hand














III. Kandungan
Kandungan senyawa fitokimia rumput fatimah antara lain :
1. Senyawa glikosida dengan aglikon senyawa flavonoid luteolin, apigenin, diosmetin
(flavonoid golongan flavon), dan aglikon flavonoid kaempferol, taxifolin (flavonoid
golongan flavonol). Selain itu rumput fatimah juga mengandung senyawa likopen dan -
karoten (Amal et al, 2010; Algamdi, 2011).
2. Senyawa glikosida dengan aglikon fenol asam dihidroksibenzoat, asam klorogenat.
Rumput fatimah mengandung senyawa fenol bebas sebesar 51,97 mg/g berat kering
(Amal et al, 2010; Algamdi, 2011).
3. Senyawa flavonoid bebas : anastatin A, anastatin B, naringenin, taxifolin, eriodyctiol,
aromadendrin, epitaxifolin (Masayuki et al, 2003)
4. Mineral penunjang sistem kerja tubuh : aluminium, zat besi, magnesium, kalsium (Law et
al, 2009; Sooi and Keng, 2013).

Aktivitas rumput fatimah sebagai uterogenik sangat dipengaruhi oleh kandungan
senyawa fitokimia tersebut, terutama senyawa flavonoid (dalam bentuk glikosida, atau
bebas), dan kandungan mineral magnesium, kalsium serta zat besi (Desiyani, 2009;
Desiyani, 2010; Law et al, 2009; Sooi and Keng, 2013).




A.Rumput fatimah yang masih segar B.Rumput fatimah yang telah kering
(Law et al, 2009)

































Struktur senyawa
flavonoid bebas yang
terkandung dalam
rumput fatimah
(Anastatica
hierochuntica)
(Masayuki et al, 2003;
Nakasima et al, 2010)






























IV. Mekanisme Kerja
Sebuah penelitian dilakukan oleh Desiyani untuk mengetahui pengaruh rendaman air
rumput fatimah terhadap frekuensi kontraksi otot uterus dan amplitudo kontraksi otot uterus
tikus betina pada fase estrus (fase anabolik yang ditandai dengan pertumbuhan traktus genital
yang aktif, vulva yang membengkak dan padat, orifisium vagina membuka). Dosis rumput
fatimah yang diberikan adalah rendaman air rumput fatimah 10 g, 20 g, dan 40 g masing-
masing sebanyak 3,857 ml. Dua puluh jam setelah pemberian air rumput fatimah hewan coba
Struktur senyawa glikosida flavonoid dan glikosida fenol yang terkandung dalam
rumput fatimah (Anastatica hierochuntica)
(Algamdi et al, 2011)
dimatikan dengan cara dekapitasi, lalu diambil otot uterus kanan dan kiri, masing-masing
sebanyak 3 cm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut tidak ada perbedaan yang signifikan
pada frekuensi otot uterus dari kelompok kontrol dan perlakuan (p>0,05). Begitu pula dengan
amplitudo frekuensi otot uterus antara kelompok kontrol dan perlakuan, tidak terdapat
perbedaan yang signifikan (p>0,05). Akan tetapi, pada amplitudo otot uterus terdapat
kenaikan amplitudo otot uterus pada pemberian rendaman rumput fatimah, meskipun
peningkatan tersebut tidak signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
Mekanisme farmakologi terjadinya peningkatan frekuensi kontraksi otot uterus
disebabkan oleh adanya senyawa fitoestrogen yang terkandung dalam rumput fatimah,
terutama senyawa golongan flavonoid anastatin A, anastatin B, isoflavon. Jika dikaji
berdasarkan struktur, maka terdapat kemiripan antara struktur senyawa flavonoid dan hormon
estrogen.


















Estrogen mampu memicu kontraktilitas yang lebih tinggi pada serabut otot
uterus melalui mekanisme peningkatan jumlah reseptor oksitosin dan -adrenergik
yang memodulasi ion kalsium pada membran sel. Estrogen juga diperlukan untuk
komunikasi intraseluler dengan cara peningkatan sintesis connexin 43 dalam
miometrium. Kondisi ini memungkinkan terjadinya kontraksi uterus yang
Struktur hormon estrogen
terkoordinasi. Selain itu estrogen juga mampu menstimulasi produksi prostaglandain
F
2
dan prostaglandin E
2
yang menstimulasi kontraksi uterus (Weiss, 2000).
Kandungan senyawa flavonoid dan fenol yang tinggi dalam rumput fatimah
juga mendukung mekanisme rumput fatimah dalam membantu proses persalinan.
Senyawa flavonoid dan fenol merupakan antioksidan yang potensial, terutama
senyawa flavonoid luteolin-6-glukosa, dan apigenin-6-glukosa. Adanya substitusi
gugus glukosa pada posisi karbon ke-6 cincin A mampu meningkatkan aktivitas
antioksidan dari senyawa flavonoid (AlGamdi et al, 2011). Antioksidan berperan pada
hambatan pembentukan ROS (reactive oxydative stress). Seperti kita ketahui, bahwa
sebagian besar proses persalinan akan menimbulkan stress dan tekanan pada ibu
hamil, sehingga mampu meningkatkan produksi ROS. ROS yang berlebihan akan
menghambat proses pembentukan ATP, sehingga sel-sel dalam tubuh tidak
mendapatkan asupan energi yang mencukupi. Akibatnya, otot uterus tidak mampu
berkontraksi dengan maksimal, sehingga mengganggu proses persalinan. Dengan
adanya antioksidan, maka ROS tidak akan terbentuk, sehingga asupan ATP untuk sel
mencukupi, dan otot uterus mampu berkontraksi dengan maksimal (Amal et al, 2010).
Rumput fatimah juga mengandung komponen mineral yang tinggi, antara lain
kalsium, magnesium,zinc dan zat besi. Zinc merupakan salah satu komponen yang
berperan pada pembentukan ATP. Sedangkan magnesium adalah salah satu
komponen yang berperan pada proses kontraksi sel-sel otot polos, sehingga dengan
adanya magnesium diharapkan dapat meningkatkan kontraksi otot polos uterus (Law
et al, 2009).

V. Dosis
Sampai saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan tentang dosis rumput
fatimah yang diperlukan untuk membantu memperlancar proses persalinan. Beberapa
peneliti melakukan uji terhadap pengaruh ekstrak rumput fatimah terhadap kontraksi
otot uterus dengan dosis 10 g, 20 g, dan 40 g yang direndam dalam air hangat, namun
hasil yang didapatkan tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan,
meskipun pada kelompok yang mendapat ekstrak rumput fatimah mengalami
peningkatan kontraksi otot uterus. Di masyarakat sendiri, rumput fatimah biasa
diseduh dengan air hangat, dan diminum pada saat proses persalinan telah sampai
pada tahap pembukaan lebih dari lima. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian
untuk mengetahui dosis yang tepat dari penggunaan rumput fatimah.
VI. Daftar Pustaka
AlGamdi.N.,Mullen.W.,Crozier.A.,2011.Tea prepared from Anastatica hierochuntica
seeds contains a diversity of antioxidant flavonoids, chlorogenic acids and phenolic
compounds. Phytochemistry. Vol 72.
Amal.M.,Ashraf.S.K.,Hossam.S.,2003. Antioxidant and antimicrobial properties of
kaff maryam (Anastatica hierochuntica) and doum palm (Hyphaene thebaica).
GRASAS Y ACEITES. Vol 61. No 1
Desiyani.N.,2009. PENGARUH AIR RENDAMAN RUMPUT FATIMAH (Anastatica
hierochuntica L) TERHADAP FREKUENSI KONTRAKSI OTOT UTERUS TIKUS
GALUR SPRAGUE DAWLEY PADA FASE ESTRUS. Jurnal Keperawatan Soedirman.
Volume 4 No.1
Desiyani.N., 2010. PERUBAHAN AMPLITUDO KONTRAKSI OTOT UTERUS
TIKUS AKIBAT PEMBERIAN RUMPUT FATIMAH (Anastatica hierochuntica
L). Mandala of Health. Volume 4, Nomor 1
Law.K.S.,Soon.L.K.,2013.Herbal Medicines: Malaysian Womens Knowledge and
Practice. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.Volume 2013
Law.K.S.,Soon.L.K.,Syed.M.,Farid.C.G.,2009. Ultrastructural Findings of Anastatica
hierochuntica L. (Sanggul Fatimah) towards explaining its Medicinal
Properties.ANNALS OF MICROSCOPY. Vol 9
Masayu.Y.,Fengming.X.,Toshio.M.,Kiyofumi.N.,Hisashi.M.,2003. Anastatins A and B,
New Skeletal Flavonoids with Hepatoprotective Activities from the Desert Plant
Anastatica hierochuntica. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters. Vol 13.
Souichi.N.,Hisashi.M.,Yoshimi.O.,Seikou.N.,Fengming.X.,Masayuki.Y.,2010.Melanoge
nesis inhibitors from the desert plant Anastatica hierochuntica in B16 melanoma
cells.Bioorganic and medicinal chemistry. Vol 18.
Weiss.G.,2000.CLINICAL REVIEW 118-Endocrinology of Parturition. The Journal
of Clinical Endocrinology & Metabolism. Vol 85. No.12