Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan ke hadirat ALLAH SWT karena dengan
izin-Nyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Selanjutnya kami juga
mengucapkan terima kasih kepada dosen pemiming yang telah memantu
dalam penyelesaian makalah ini.
!akalah dengan judul Asuhan Keperawatan Anak dengan
Sindroma Nefrotik disusun dengan harapan dapat menamah pengetahuan
yang akan sangat erguna dalam praktek pro"esi nanti.
#emikianlah$ kami menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan$
untuk itu kami erharap adanya masukan dan kritikan yang memangun dari
semua pihak.
Padang$ % juli &''(
kelompok
'
DAFTAR ISI
Kata Pengantar . %
Daftar Isi .... &
BAB I
Pendahuluan . )
Tujuan .. )
Tujuan *mum .. )
Tujuan +husus . )

BAB II
Landasan Teori . ,
#e"enisi .... ,
-tiologi . ,
Pato"isiologi .. (
!ani"estasi +linis . (
+omplikasi ... .
*ji Laoratorium dan #iagnostic . .
Penatalaksanaan !edis //. .
BAB III
Asuhan +epera0atan ... 1
Pengkajian .... 1
#iagnosa #an 2nter3ensi .. 4
BAB IV
Penutup ..... %&
+esimpulan ... %&
Saran .. %&
Daftar Pustaka .... %)
%
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Beakang
Sindrom heprotik adalah keadaan klinis yang diseakan oleh
peningkatan permeailitas glomenulus terhadap protein plasma$ yang
menimulkan 5
%. Protein
&. Hipeoluminemia
). Hiperlipidemia dan
,. -dema
2nsidens penyakit ini leih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan.
!ortalitas dan prognosis anak dengan sindrom ne"rotik er3ariasi erdasarkan
etiologi$ erat$ luas$ kerusakan ginjal$ usia anak$ kondisi yang mendasari dan
responnya terhadap pengoatan.
Sindrom he"rotik jarang menyerang anak dia0ah usia % tahun.
Sindrom ne"rotik merupakan salah satu keadaan darurat medis idang
ne"rologi. +eterlamatan diagnosis klinis dan pengelolaan adekuat sering
menyeakan kematian.
B. Tu!uan
". Tu!uan U#u#
*ntuk mengetahui asuhan kepera0atan anak dengan sindrom ne"rotik.
$. Tu!uan K%usus
*ntuk mengetahui de"enisi$ "actor resiko$ pato"isiologi$
mani"estasi klinis dan penatalaksanaan sindrom ne"rotik pada anak
*ntuk mengetahui asuhan kepera0atan anak dengan sindrom
ne"rotik yang mencakup pengkajian$ diagnosa dan inter3ensi
kepera0atan.
&
*ntuk memenuhi salah satu tugas pada mata ajar ilmu
kepera0atan anak 22
BAB II
LANDASAN TE&RI
". Definisi
Nephrotic Syndrome adalah merupakan gejala yang diseakan oleh
adanya ujung glomenular yang terjadi pada anak dengan karakteristik$
proteinuria$ hypoproteinua$ hypoaluminemia$ hyperlipidemia dan edema.
$. Eti''gi
Penyea sindrom he"rotik digolongkan menjadi primer dan sekunder
Primer
- Penyakit kongenital
Sindrom he"rotik tipe "inandia 6diturunkan7
- Sindrom he"rotik peruahan minimal 6tipe paling umum7
Sekunder
- Penyakit pascein"eksi
8lomerulone"ritis
Hepatitis 9
Human imonode"icency 3irus 6H2:7
-ndokarditis akterial Suakut
- Penyakit :askuler
Sindrom unemik ; hemolitik
Tromosis 3ena 3enalis
Lupus eritematosis sistemik
Purpura Henoch ; Schoenlein
Sindrom 8oodpasture
- Penyakit keluarga
Sindrom Alport
#iaetes
)
- <at dan logam erat
- Ne"rosis alergik
(. Pat'fisi''gi
!eningkatkan permeailitas dinding kapiler glomerular akan erakiat pada
hilangnya protein plasma dan kemudian akan terjadi proteinuria. +elanjutan
dari proteinuria menyeakan hypoaluminemia. #engan menurunnya
alumin$ tekanan osmotik plasma menurun sehingga cairan intra3askular
erpindah kedalam interstisial. Perpindahan cairan terseut menjadi 3olume
cairan intra3askular erkurang$ sehingga menurunkan jumlah aliran darah ke
renal karena hypo3olemi.
!enurunnya aliran darah ke renal$ ginjal akan melakukan kompensasi
dengan merangsang produksi renin angiotensin dan peningkatan sekresi
antidiuretik hormon 6A#H7 dan sekresi aldosteron yang kemudian terjadi
retensi natrium dan air. #engan retensi natrium dan air$ akan menyeakan
edema.
Terjadi peningkatan cholesterol dan trglycerida serum akiat dari
peningkatan stimulasi produksi lipoprotein karena penurunan plasma
alumin atau penurunan onkotik plasma.
Adanya hyperlipidemia juga akiat dari meningkatnya produksi lipoprotein
dalam hati yang timul oleh karena kompensasi hilangnya protein$ dan
lemak akan anyak dalam urine 6lipiduria7
!enurunnya respon imun karena sel imun tertekan$ kemungkinan
diseakan oleh karena hypoaluminemia$ hyperlipidemia atau de"isiensi
seng

). *anifestasi Kinis
8amaran edema sampai anasarka 6asites$ hidrotoraks$
hidroperikardium7 #ua puluh persen penderita mengalami pemesaran hati.
Penderita mengeluh mual$ tidak na"su makan dan diare 6karena edema traktus
,
gastrointestinal7. !ungkin timul in"eksi ; in"eksi seperti selulitis. Penderita
pucat karena anemia.
+. K'#,ikasi
%. Penurunan 3olume intra3askular 6syok hipo3olemik7
&. +emampuan koagulasi yang erleihan 6tromosis 3ena7
). Pemurukan perna"asan 6erhuungan dengan retensi cairan7
,. +erusakan kulit
(. 2n"eksi
.. Peritonitis 6erhuungan dengan asites7
1. -"eksi samping steroid yang tidak diinginkan
-. U!i La.'rat'riu# /an Diagn'stik
U!i Urin
%. Protein urin ; meningkat
&. *rinalisis ; coast hialin dan granular$ hematuria
). #ipstick urin ; positi" untuk protein dan darah
,. 9erat jenis urin ; menigkat
U!i Dara%
%. Alumin serum ; menurun
&. +olesterok serum ; meningkat
). Hemogloin dan hematrokrit ; !eningkat 6hemokonsentrasi7
,. Laju endap darah 6L-#7 ; meningkat
(. -lektrolit serum ; er3ariasi dengan keadaan penyakit perorangan
U!i Diagn'stik
9iopsi ginjal merupakan uji diagnostik yang tidak dilakukan secara rutin
0. Penataaksanaan *e/is
Istira%at
(
9aring mempercepat hilangnya edema$ ditujukan terutama pada
penderita dengan edema heat dan in"eksi. Pera0atan dirumah sakit perlu
0aktu permulaan untuk memastikan diagnosis dan untuk penderita yang
mendapat kortikosteroid
Diet
#iet rendah garam 6'$( ; % g sehari7 memantu menghilangkan
edema. !inum tidak perlu diatasi karena akan mengganggu "ungsi ginjal$
kecuali ila terdapat hiponatremia. #iit tinggi protein$ terutama protein
dengan nilai iologik tinggi untuk mengimangi pengeluaran protein yang
erleihan dan mengganti protein tuuh. #ierikan % g per kg erat adan
sehari ditamah dengan jumlah protein yang keluar melalui urin. =umlah
kalori harus dierikan cukup anyak
Diuretik
9oleh dierikan diuretik jenis saluretik seperti hidroklorotiasid$
klortalidon$ "urosemid atau asam etakrinat atau antagonis aldosterons eperti
spironolakton 6Aldakton7$ atau kominasi seluretik dan antagonis
aldosteron.
Tin/akan *ekanik
#ilakukan hanya ila perlu. #apat dilakukan "ungsi pleura$ "ungsi
asites dan "ungsi perikard
K'rtik'ster'i/
Pemerian tergantung dari hasil iopsi ginjal. #ierikan pada lesi
minimal atau ukan lesi menimal tetapi tidak ada kontraindikasi pemerian
kortikosteroid. +ortikosteroid ini e"ekti" terhadap lesi minimal$ lupus
eritematosus sistemik dan insidious$ proli"erati" dan memrano proli"erati".
Tidak seperti pada amiloidosis dan tromosis 3ena renalis.
.
*mumnya dipakai prednison atau prednisolon karena e"ek retensi Na
leih kecil dari kortison.
BAB III
ASUHAN KEPERA1ATAN ANAK DENGAN SINDR&*A NEFR&TIK
Pengka!ian
Ri2a3at Kese%atan Da%uu
- A2#S
- Hepatitis 9
- #!
Ri2a3at Kese%atan Sekarang
- #isuria - #iare
- <edem - >atigue
- Anoreksia - 99
- Pucat - Nyeri adomen
Ri2a3at Kese%atan Keuarga 4
- Sindrom ne"rotik tipe "inlandia 6diturunkan7
Pe#eriksaan Fisik
!ata 5 +onjungti3a anemis
!uka 5 Pucat
Palpera 5 <edem
Adomen 5 Ascites nyeri tekan pinggang? Supra puik
+ardio3askuler 5 Hipertensi ringan
Paru 5 Adanya rasa sesak
1
+ulit 5 Tenderness ila disentuh
-@tremitas 5 <edem
Sirkulasi 5 Syok hipo3olemik$ kapillary re""il A ) detik
Diagn'sa Ke,era2atan
". Peru.a%an ,erfusi !aringan ../ %i,'5'e#ia
#ata 5 Ht $ kapillary re"ill A ) detik
L-#
Hemokosentrasi
Alumin serum menurun
Tujuan 5 Peruahan per"usi jaringan dapat dikontrol dan?atau teratasi
+riteria hasil 5 - +lien akan mempertahankan nadi peri"er teraa dengan
kualitas?kekuatan sama
- Pengisian kapiler aik
- Warna kulit normal
INTERVENSI RASI&NAL
A0asi tanda 3ital$ kaji pengisian
kapiler$ 0arna kulit?memran
mukosa$ dasar uku
!emerikan in"ormasi tentang
derajat?keadekuatan per"usi jaringan
dan memantu menentukan
keutuhan inter3ensi
Tinggikan kepala tempat tidur sesuai
in"ormasi
!eningkat ekspansi paru dan
memaksimalkan oksigenasi untuk
keutuhan seluler$ Batatan 5
+ontraindikasi ila ada hipotensi
Batat keluhan rasa dingin$
pertahankan suhu lingkungan dan
tuuh hangat sesuai dengan indikasi
:askonstriksi 6ke organ 3ital7
menurunkanC sirkulasi peri"er.
+enyamanan pasien?keutuhan rasa
hangat harus seimang dengan
keutuhan untuk menghindari panas
4
erleihan pencetus 3asodilatasi
6penurunan per"usi organ7
A0asi pemeriksaaan
laoratorium mis$ H?Ht dan jumlah
S#!$ 8#A
!engidenti"ikasi de"isiensi dan
keutuhan pengoatan respons
terhadap terapi.
9erikan oksigen tamahan
sesuai indikasi
!emaksimalkan transpor
oksigen ke jaringan
$. Kee.i%an 5'u#e 6airan ../ retensi 6airan
Bairan 5
#ata 5 99 km oedem
<edem anasarka
Proteinuria
Hipoaluminemia
Tujuan 5 +eleihan 3olume cairan teratasi
+riteria hasil 5 Anak memperlihatkan 99 Stail
INTERVENSI RASI&NAL
A0asi denyut jantung$ T# dan
B:P
Tarikardia dan hipertensi
terjadi karera 6%7 kegagalan ginjal
untuk mengeluarkan urine$ 6&7
pematasan cairan erleihan
selama mengoati
hipo3olemia?hipotensi atau
peruahan "ase$ oliguria gagal
ginjal$ dan?atau 6)7 peruahan pada
sistem renin-angiotensin. Batatan5
Penga0asan in3asi" diperlukan
untuk mengkaji 3olume
intra3askular$ khususnya pada
pasien dengan "ungsi jantung
uruk.
Batat pemasukan dan pengeluaran
akurat. Termasuk cairan
DtersemunyiE seperti aditi"
antiiotik. *kur kehilangan 82 dan
perkirakan kehilangan tak kasat
mata$ contoh erkeringat
Perlu untuk menentukan
"ungsi ginjal$ keutuhan
penggantian cairan$ dan penurunan
resiko keleihan cairan
Batatan 5 Hiper3olemia terjadi pada
"ase anurik pada 88A.
F
+aji kulit$ 0ajah$ area
tergantung untuk edema. -3aluasi
derajat edema 6pada skala G %
sampai G ,7
-dema terjadi terutama pada
jaringan yang tergantung pada
tuuh$ contoh tangan kaki$ arena
lumosakral. 99 pasien dapat
meningkat sampai ,$( kg cairan
dalam seelum edema pitting
terdeteksi. -dema perioital dapat
menunjukkan tanda perpindahan
cairan ini$ karena jaringan rapuh ini
m udah distensi oleh akumulasi
cairan 0alaupun minimal.
(. Gangguan integritas kuit ../ #enurunn3a sirkuasi
#ata 5 - <edem$ ascites
- +ulit tenderness ila disentuh
Tujuan 5 +erusakan integritas kulit dapat teratasi
+riteria hasil 5 - mempertahankan kulti utuh
- !enunjukkan prilaku untuk mencegah kerusakan?cidera
kuilit
INTERVENSI RASI&NAL
%. +aji area kulit$ kemerahan$
tenderness dan lecet
%. !enandakan area sirkulasi
uruk?kerusakan yang dapat
menimulkan pementukan
dekuitus?in"eksi
&. !engatur?meruah posisi setiap &
jam atau sesuai kondisi
&. !enurunkan tekanan pada edema$
jaringan dengan per"usi uruk
utnuk menurunkan iskemia.
Peninggian meningkat aliran alik
statis teratas?pemeentukan
edema.
). 8unakan lation ila kulit kering ). !enurunkan gatal dan mengurangi
pengeringan dari pada saun.
Losion dan salep mungkin
diinginkan untuk menghilangkan
kering$ reekan kulit.
,. Pertahankan keersihan tuuh anak
setiap hari dan mengalas tempat
tidur
,. !enurunkan iritasi dermal dan
resiko kerusakan kulit
(. Support daerah yang oedem dengan
antal
(. !enurunkan tekanan lama pada
jaringan yang dapat mematasi
%'
per"usi selular yang menyeakan
iskemia?nekrosis
BAB IV
PENUTUP
Kesi#,uan
Sindrom ne"rotik adalah gejala yang diseakan oleh rusaknya dinding
kapiler glomerulus$ sehingga menyeakan peningkatan permeailitas dinding
kapiler. Penyeanya dapat digolongkan secara primer yaitu si"atnya diturunkan
dan sekunder yaituH penyakit 3ascular$ penyakit pasca in"eksi$ penyakit keluarga$
dll.
2nsidens penyakit ini leih tinggi pada laki-laki dari pada perempuan.
!ortalitas dan prognosis anak dengan sindrom ne"rotik er3ariasi erdasarkan
etiologi$ erat$ luas$ kerusakan ginjal$ usia anak$ kondisi yang mendasari dan
responnya terhadap pengoatan.
Sindrom ne"rotik merupakan salah satu keadaan darurat medis idang
ne"rologi.
Pera0at memiliki peranan penting dalam memerikan asuhan kepera0atan
pada klien sindrom ne"rotis aik dalam hal pera0atan$ tatalaksana$ pencegahan
serta pemerian penyuluhan dan pendidikan pada klien untuk mempercepat
penyemuhan.
Saran
Sindrom he"rotik jarang menyerang anak dia0ah usia % tahun.
+eterlamatan diagnosis klinis dan pengelolaan adekuat sering menyeakan
%%
kematian. =ika sindrom ne"rotik telah terjadi maka harus ditangani dengan aik
sehingga tak menjurus pada komplikasi yang aik.
DAFTAR PUSTAKA
Suriadi$ Iita Juliani. Asuhan +epera0atan Pada Anak. =akarta$ &''%. PeneritH
B3. Sagung Seto
Becily Lynn 9etz$ Linda A. So0den. 9uku Saku +epera0atan Pediatrik.PeneritH
-8B
Sta" Pengajar 2lmu +esehatan Anak >+*2. 9uku +uliah 2lmu +esehatan Anak &.
PeneritH 2n"omedika =akarta$ %F4(
Perhimpunan #okter Spesialis Penyakit #alam 2ndonesia. 9uku Ajar Penyakit
#alam =ilid 22. PeneritH 9alai Penerit >+*2 =akarta$ &''%
%&

%)
1 & 7
Primer Sekunder
- Peny kongenital Peny pascain"eksi Peny :askuler
-
- Sindr ne"rotik tipe
"ilandia 6diturunkan7
- Sindr ne"rotik
peruahan minimal
6tipe paling umum7
8lomerulone"ritis
Hepatitis 9 hati gagal memproduksi protein
Human imonode"icency 3irus 6H2:7 dayat tahan
-ndokarditis akterial Suakut
Sindrom unemik ; hemolitik
Tromosis 3ena 3enalis
Lupus eritematosis sistemik
Purpura Henoch ; Schoenlein
Sindrom 8oodpasture
- Penyakit keluarga
Sindrom Alport
#iaetes
- <at dan logam erat
- Ne"rosis alergik
Permeailitas dinding kapiler glomerulus meningkat
Protein plasma hilang proteinuria
Hipoaluminemia peningkatan stimulasi produksi lipoprotein oleh hati peningkatan kolesterol dan trigliserida hiperlipidemia lipiduria
Tekanan osmotic plasma menurun
Bairan intra3askuler pindah ke jaringan interstitial
Hipo3olemia
Aliran darah ke ginjal menurun
8injal merangsang produksi rennin angiotensin
Penurunan aldosteron dan A#H
Ietensi natrium dan air
%,
edeme
%(