Anda di halaman 1dari 25

REFRAT UJIAN

PARKINSON
Oleh :
Nimas Ayu Suri Patriya
G991310!
KEPANITERAAN K"INIK I"#U PEN$AKIT SARAF
S#F I"#U PEN$AKIT SARAF FK UNS % RSU& &R' #OE(AR&I
SURAKARTA
)013
I' EPI&E#IO"OGI
Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita antara pria
dan wanita hampir seimbang. Lima sampai sepuluh persen orang yang terjangkit
penyakit parkinson, gejala awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata
menyerang penderita pada usia 65 tahun. ecara keseluruhan, pengaruh usia pada
umumnya mencapai ! " di seluruh dunia dan !,6 " di #ropa, meningkat 0,6 "
pada usia 60 $ 64 tahun sampai %,5 " pada usia &5 $ &' tahun.
(&)
*i +merika erikat, ada sekitar 500.000 penderita parkinson. *i ,ndonesia
sendiri, dengan jumlah penduduk -!0 juta orang, diperkirakan ada sekitar
-00.000-400.000 penderita. tatistik menunjukkan, baik di luar negeri maupun di
dalam negeri, laki-laki lebih banyak terkena dibanding perempuan (%.-) dengan
alasan yang belum diketahui.
(4)
Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegenerati/ ke - paling
sering dijumpai setelah penyakit +l0heimer. 1erbagai gejala penyakit Parkinson,
antara lain tremor waktu istirahat, telah dikemukakan sejak 2len tahun !%&--0!,
bahkan berbagai macam tremor sudah digambarkan tahun -500 sebelum masehi
oleh bangsa ,ndia. 3amun *r. 4ames Parkinson pada tahun !&!5 yang pertama
kali menulis deskripsi gejala penyakit Parkinson dengan rinci dan lengkap kecuali
kelemahan otot sehingga disebutnya paralysis agitans. Pada tahun !&'4, 1locg
dan 6arinesco menduga substansia nigra sebagai lokus lesi, dan tahun !'!'
7retiako// menyimpulkan dari hasil penelitian post mortem penderita penyakit
Parkinson pada disertasinya bahwa ada kesamaan lesi yang ditemukan yaitu lesi
disubstansia nigra. Lebih lanjut, secara terpisah dan dengan cara berbeda
ditunjukkan 1ein, 8arlsson dan 9ornykiewic0 tahun !'50an, bahwa penurunan
kadar dopamine sebagai kelainan biokimiawi yang mendasari penyakit Parkinson.
(4,5)

II' &EFINISI
Penyakit Parkinson (Parkinson Disease) adalah suatu penyakit degenerati/
pada sistem sara/ (neurodegenerative) yang bersi/at progressi:e, ditandai dengan
ketidakteraturan pergerakan (movement disorder), tremor pada saat istirahat,
kesulitan pada saat memulai pergerakan, dan kekakuan otot.
(!0)
Penyakit parkinson merupakan penyakit neurodegenerati/ progresi/ yang
berkaitan erat dengan usia. ecara patologis penyakit parkinson ditandai oleh
degenerasi neuron-neuron berpigmen neuromelamin, terutama di pars kompakta
substansia nigra yang disertai inklusi sitoplasmik eosino/ilik (Lewy bodies), atau
disebut juga parkinsonisme idiopatik atau primer.
(-)
edangkan Parkinonisme adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor
waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan hilangnya re/leks postural akibat
penurunan kadar dopamine dengan berbagai macam sebab. indrom ini sering
disebut sebagai indrom Parkinson.
(-)
III' K"ASIFIKASI
Pada umumnya diagnosis sindrom Parkinson mudah ditegakkan, tetapi
harus diusahakan menentukan jenisnya untuk mendapat gambaran tentang
etiologi, prognosis dan penatalaksanaannya.
!. Parkinsonismus primer; idiopatik; paralysis agitans.
ering dijumpai dalam praktek sehari-hari dan kronis, tetapi
penyebabnya belum jelas. <ira-kira 5 dari & kasus parkinson termasuk
jenis ini.
-. Parkinsonismus sekunder atau simtomatik.
*apat disebabkan pasca ense/alitis :irus, pasca in/eksi lain.
tuberkulosis, si/ilis meningo:askuler, iatrogenik atau drug induced,
misalnya golongan /enotia0in, reserpin, tetrabena0in dan lain-lain,
misalnya perdarahan serebral petekial pasca trauma yang berulang-ulang
pada petinju, in/ark lakuner, tumor serebri, hipoparatiroid dan kalsi/ikasi.
%. indrom paraparkinson (Parkinson plus)
Pada kelompok ini gejalanya hanya merupakan sebagian dari
gambaran penyakit keseluruhan. 4enis ini bisa didapat pada penyakit
=ilson (degenerasi hepato-lentikularis), hidrose/alus normotensi/, sindrom
hy-drager, degenerasi striatonigral, atropi palidal (parkinsonismus
ju:enilis).
(5)
I*' ETIO"OGI
#tiologi Penyakit Parkinson belum diketahui (idiopatik), akan tetapi ada
beberapa /aktor resiko (multi/aktorial) yang telah diidenti/ikasikan, yaitu.
a. >sia. meningkat pada usia lanjut dan jarang timbul pada usia dibawah %0
tahun.
b. ?asial. orang kulit putih lebih sering daripada orang +sia dan +/rika.
c. 2enetik. diduga ada peranan /aktor genetik
7elah dibuktikan mutasi yang khas tiga gen terpisah (alpha-
ynuclein, Parkin, >89L!) dan empat lokus tambahan (Park%, Park4,
Park6, Park5) yang berhubungan dengan Parkinson keturunan.
<ebanyakan kasus idiopatik Parkinson diperkirakan akibat /aktor-/aktor
genetik dan lingkungan. #tiologi yang dikemukan oleh 4anko:ics (!''-)
adalah sebagai berikut .
2enetik predispositions
@
#n:ironmental Aactor ( eBogenous and endogenous )
@
7rigger /actor ( stress, in/ection , trauma , drugs , toBins )
@
+ge related neuronal attrition and loss o/ anti-oBidati:e mechanism

Parkinsons *isease
2ambar !. #tiologi dari Parkinsons disease
d. Lingkungan.
i. 7oksin. 6P7P, 8C, 6n, 6g, 8-, 6etanol, ianid.
ii. Pengunaan herbisida dan pestisida
iii. ,n/eksi
1anyak /akta yang menyatakan tentang keberadaan dis/ungsi mitokondria
dan kerusakan metabolism oksidati/ dalam pathogenesis Parkinson disease.
<eracunan 6P7P (! methyl, 4 phenyl, !-,%,6 tetrahydropyridine) dimana 6PP@
sebagai toksik metabolitnya, pestisida dan limbah industri ataupun racun
lingkungan lainnya, menyebabkan inhibisi terhadap komplek , (3+*9-
ubiDuinone oBidoreduktase) rantai electron-transport mitokrondria, dan hal
tersebut memiliki peranan penting terhadap kegagalan dan kematian sel. Pada P*,
terdapat penurunan sebanyak %0-40" dalam akti:itas komplek , di substansia
nigra pars kompakta. eperti halnya kelainan yang terjadi pada jaringan lain,
kelainan di substansia nigra pars kompakta ini menyebabkan adanya kegagalan
produksi energi, sehingga mendorong terjadinya apoptosis sel.
e. 8edera kranio serebral. peranan cedera kranio serebral masih belum jelas.
/. tres emosional. diduga juga merupakan /aktor resiko
(!)
.
*' PATOFISIO"OGI
ecara umum dapat dikatakan bahwa Penyakit Parkinson terjadi karena
penurunan kadar dopamin akibat kematian neuron di pars kompakta substansia
nigra sebesar 40 $ 50" yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosino/ilik (Lewy
bodies). Lewy bodies adalah inklusi sitoplasmik eosino/ilik konsentrik dengan
halo peri/er dan dense cores. +danya Lewy bodies dengan neuron pigmen dari
substansia nigra adalah khas, akan tetapi tidak patognomonik untuk Penyakit
Parkinson, karena terdapat juga pada beberapa kasus parkinsonism atipikal. >ntuk
lebih memahami pato/isiologi yang terjadi perlu diketahui lebih dahulu tentang
ganglia basalis dan sistem ekstrapiramidal.
(%)
!. 2anglia 1asalis
*alam menjalankan /ungsi motoriknya, inti motorik medula spinalis
berada dibawah kendali sel piramid korteks motorik, langsung atau lewat
kelompok inti batang otak . Pengendalian langsung oleh korteks motorik lewat
traktus piramidalis , sedangkan yang tidak langsung lewat sistem ekstrapiramidal,
dimana ganglia basalis ikut berperan. <omplementasi kerja traktus piramidalis
dengan sistem ekstapiramidal menimbulkan gerakan otot menjadi halus, terarah
dan terprogram.
a. 2anglia 1asalis (21) tersusun dari beberapa kelompok inti, yaitu.
i. triatum (neostriatum dan limbic striatum)
ii. 3eostriatum terdiri dari putamen (Put) dan 3ucleus 8audatus (38)
iii. 2lobus Palidus (2P)
i:. ubstansia 3igra (3)
:. 3ucleus ubthalami (73)
Pengaruh 21 terhadap gerakan otot dapat ditunjukkan lewat peran
sertanya 21 dalam sirkuit motorik yang terjalin antara korteks motorik dengan
inti medula spinalis. 7erdapat jalur sara/ a/eren yang berasal dari korteks motorik,
korteks premotor dan supplementary motor area menuju ke 21 lewat Putamen.
*ari putamen diteruskan ke 2Pi (2lobus Palidus internus) lewat jalur langsung
(direk) dan tidak langsung (indirek) melalui 2Pe (2lobus Palidus eksternus) dan
73. *ari 2Pe diteruskan menuju ke inti-inti thalamus, antara lain. ELC
(Eentralis lateralis pars oralis), E+P8 (Eentralis anterior pars par:ocellularis) dan
86 (centromedian). elanjutnya menuju ke korteks dari mana jalur tersebur
berasal. 6asukan dari 21 ini kemudian mempengaruhi sirkuit motorik kortiko
spinalis (traktus piramidalis).
<elompok inti yang tergabung didalam ganglia basalis berhubungan satu
sama lain lewat jalur sara/ yang berbeda-beda bahan perantaranya
(neurotransmitter;37).
7erdapat tiga jenis neurotransmitter utama didalam ganglia basalis, yaitu.
*opamine (*+), +cetylcholin (+ch) dan asam amino (2lutamat dan 2+1+).
-. Pato/isiologi 2anglia 1asalis
+gak sulit memahami mekanisme yang mendasari terjadinya kelainan di
ganglia basalis oleh karena hubungan antara kelompok-kelompok inti disitu
sangat kompleks dan sara/ penghubungnya menggunakan neurotransmitter yang
bermacam-macam. atu unit /ungsional yang dipersara/i oleh lebih dari satu
sistem sara/ maka persara/an tersebut bersi/at reciprocal inhibition (secara timbal
balik satu komponen sara/ melemahkan komponen yang lain). +rtinya yang satu
berperan sebagai eksitasi dan yang lain sebagai inhibisi terhadap /ungsi tersebut.
8ontoh klasik reciprocal inhibition adalah dalam /ungsi sara/ otonom antara sara/
simpatik dengan 37 noradrenalin (3+) dan sara/ parasimpatik dengan 37
asetilkolin (+ch).
Aungsi unit tersebut normal bilamana kegiatan sara/ eksitasi sama atau
seimbang dengan sara/ inhibisi. 1ilamana oleh berbagai penyakit atau obat terjadi
perubahan keseimbangan tersebut maka timbul gejala hiperkinesia atau
hipokinesia tergantung komponen sara/ eksitasi atau inhibisi yang kegiatannya
berlebihan.
Pato/isiologi 21 dijelaskan lewat dua pendekatan , yaitu berdasarkan cara
kerja obat menimbulkan perubahan keseimbangan sara/ dopaminergik dengan
sara/ kolinergik dan perubahan keseimbangan jalur direk (inhibisi) dan jalur
indirek (eksitasi).
ecara umum dapat dikatakan bahwa penyakit Parkinson terjadi karena
penurunan kadar dopamin akibat kematian neuron di pars kompakta substansia
nigra sebesar 40 $ 50" yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosino/ilik (Lewy
bodies). Lesi primer pada penyakit Parkinson adalah degenerasi sel sara/ yang
mengandung neuromelanin di dalam batang otak, khususnya di substansia nigra
pars kompakta, yang menjadi terlihat pucat dengan mata telanjang. *alam kondisi
normal (/isiologik), pelepasan dopamin dari ujung sara/ nigrostriatum akan
merangsang reseptor *! (eksitatorik) dan reseptor *- (inhibitorik) yang berada di
dendrit output neuron striatum. Cutput striatum disalurkan ke globus palidus
segmen interna atau substansia nigra pars retikularis lewat - jalur yaitu jalur direk
reseptor *! dan jalur indirek berkaitan dengan reseptor *-. 6aka bila masukan
direk dan indirek seimbang, maka tidak ada kelainan gerakan.
Pada penderita penyakit Parkinson, terjadi degenerasi kerusakan
substansia nigra pars kompakta dan sara/ dopaminergik nigrostriatum sehingga
tidak ada rangsangan terhadap reseptor *! maupun *-. 2ejala Penyakit
Parkinson belum muncul sampai lebih dari 50" sel sara/ dopaminergik rusak dan
dopamin berkurang &0". ?eseptor *! yang eksitatorik tidak terangsang sehingga
jalur direk dengan neurotransmitter 2+1+ (inhibitorik) tidak terakti/asi. ?eseptor
*- yang inhibitorik tidak terangsang, sehingga jalur indirek dari putamen ke
globus palidus segmen eksterna yang 2+1+ergik tidak ada yang menghambat
sehingga /ungsi inhibitorik terhadap globus palidus segmen eksterna berlebihan.
Aungsi inhibisi dari sara/ 2+1+ergik dari globus palidus segmen ekstena ke
nucleus subtalamikus melemah dan kegiatan neuron nukleus subtalamikus
meningkat akibat inhibisi.
7erjadi peningkatan output nukleus subtalamikus ke globus palidus
segmen interna; substansia nigra pars retikularis melalui sara/ glutaminergik yang
eksitatorik akibatnya terjadi peningkatan kegiatan neuron globus palidus;
substansia nigra. <eadaan ini diperhebat oleh lemahnya /ungsi inhibitorik dari
jalur langsung, sehingga output ganglia basalis menjadi berlebihan kearah
talamus.
ara/ e/eren dari globus palidus segmen interna ke talamus adalah
2+1+nergik sehingga kegiatan talamus akan tertekan dan selanjutnya
rangsangan dari talamus ke korteks lewat sara/ glutamatergik akan menurun dan
output korteks motorik ke neuron motorik medulla spinalis melemah terjadi
hipokinesia.
(6)
2ambar -. kema teori ketidakseimbangan jalur langsung dan tidak langsung
<eterangan ingkatan
*- . ?eseptor dopamin - bersi/at inhibitorik
*! . ?eseptor dopamin ! bersi/at eksitatorik
3c . ubstansia nigra pars compacta
3r . ubstansia nigra pars retikulata
2Pe . 2lobus palidus pars eksterna
2Pi . 2lobus palidus pars interna
73 . ubthalamic nucleus
EL . Eentrolateral thalamusFtalamus
*I' PATO"OGI ANATO#I
Lesi primer pada penyakit Parkinson adalah degenerasi sel sara/ yang
mengandung neuromelanin di dalam batang otak, khususnya di substansia nigra
pars kompakta, yang menjadi terlihat pucat dengan mata telanjang.

2ambar %. Lesi substasia nigra pada Penyakit Parkinson
ubstansia nigra pada penderita penyakit Parkinson memperlihatkan
depigmentasi menyolok pada pars kompakta, menunjukkan degenerasi sel sara/
yang mengandung neuromelanin.
*engan mikroskop elektron terlihat neuron yang bertahan hidup
mengandung inklusi eosino/ilik sitoplasmik disertai halo ditepinya yang dikenal
sebagai Lewy 1ody. Lewy body ditemukan di nucleus batang otak tertentu
biasanya mempunyai diameter G !5 cm, berbentuk s/eris dan inti hialin yang
padat. <omponen struktural yang predominan pada Lewy body terlihat berupa
bahan /ilamen yang tersusun dalam pola sirkuler dan linear, kadang terjulur
kearah dari inti yang padat elektron. Lewy body bukan gambaran yang spesi/ik
pada penyakit Parkinson karena juga ditemukan pada beberapa penyakit
neurodegenerati/ lain yang langka.
(!!)
*II' GA#+ARAN K"INIS
<eadaan penderita pada umumnya diawali oleh gejala yang non spesi/ik,
yang didapat dari anamnesa yaitu kelemahan umum, kekakuan pada otot, pegal-
pegal atau kram otot, distonia /okal, gangguan ketrampilan, kegelisahan, gejala
sensorik (parestesia) dan gejala psikiatrik (ansietas atau depresi). 2ambaran klinis
penderita Parkinson.
(',!)
!. 7remor
7remor terdapat pada jari tangan, tremor kasar pada sendi
metakarpo/alangeal, kadang-kadang tremor seperti menghitung uang logam (pil
rolling). Pada sendi tangan /leksi ekstensi atau pronasi supinasi, pada kaki /leksi
ekstensi, pada kepala /leksi ekstensi atau menggeleng, mulut membuka menutup,
lidah terjulur tertarik tarik. 7remor terjadi pada saat istirahat dengan /rekuensi 4-5
90 dan menghilang pada saat tidur. 7remor disebabkan oleh hambatan pada
akti:itas gamma motoneuron. ,nhibisi ini mengakibatkan hilangnya sensiti:itas
sirkuit gamma yang mengakibatkan menurunnya kontrol dari gerakan motorik
halus. 1erkurangnya kontrol ini akan menimbulkan gerakan in:olunter yang
dipicu dari tingkat lain pada susunan sara/ pusat. 7remor pada penyakit Parkinson
mungkin dicetuskan oleh ritmik dari al/a motor neuron dibawah pengaruh impuls
yang berasal dari nukleus :entro-lateral talamus. Pada keadaan normal, akti:itas
ini ditekan oleh aksi dari sirkuit gamma motoneuron, dan akan timbul tremor bila
sirkuit ini dihambat.
-. ?igiditas
?igiditas disebabkan oleh peningkatan tonus pada otot antagonis dan otot
protagonis dan terdapat pada kegagalan inhibisi akti:itas motoneuron otot
protagonis dan otot antagonis sewaktu gerakan. 6eningkatnya akti:itas al/a
motoneuron pada otot protagonis dan otot antagonis menghasilkan rigiditas yang
terdapat pada seluruh luas gerakan dari ekstremitas yang terlibat.
%. 1radikinesia
2erakan :olunter menjadi lamban sehingga gerak asosiati/ menjadi
berkurang misalnya. sulit bangun dari kursi, sulit mulai berjalan, lamban
mengenakan pakaian atau mengkancingkan baju, lambat mengambil suatu obyek,
bila berbicara gerak bibir dan lidah menjadi lamban. 1radikinesia menyebabkan
berkurangnya ekspresi muka serta mimik dan gerakan spontan berkurang
sehingga wajah mirip topeng, kedipan mata berkurang, menelan ludah berkurang
sehingga ludah keluar dari mulut. 1radikinesia merupakan hasil akhir dari
gangguan integrasi dari impuls optik sensorik, labirin, propioseptik dan impuls
sensorik lainnya di ganglia basalis. 9al ini mengakibatkan perubahan pada
akti:itas re/leks yang mempengaruhi al/a dan gamma motoneuron.
4. 9ilangnya re/leks postural
6eskipun sebagian peneliti memasukan sebagai gejala utama, namun pada
awal stadium penyakit Parkinson gejala ini belum ada. 9anya %5" penderita
penyakit Parkinson yang sudah berlangsung selama 5 tahun mengalami gejala ini.
<eadaan ini disebabkan kegagalan integrasi dari sara/ propiosepti/ dan labirin dan
sebagian kecil impuls dari mata, pada le:el talamus dan ganglia basalis yang akan
mengganggu kewaspadaan posisi tubuh. <eadaan ini mengakibatkan penderita
mudah jatuh.
5. =ajah Parkinson
eperti telah diutarakan, bradikinesia mengakibatkan kurangnya ekspresi
muka serta mimik. 6uka menjadi seperti topeng, kedipan mata berkurang,
disamping itu kulit muka seperti berminyak dan ludah sering keluar dari mulut.
6. 6ikrogra/ia
1ila tangan yang dominan yang terlibat, maka tulisan secara graduasi
menjadi kecil dan rapat. Pada beberapa kasus hal ini merupakan gejala dini.
5. ikap Parkinson
1radikinesia menyebabkan langkah menjadi kecil, yang khas pada
penyakit Parkinson. Pada stadium yang lebih lanjut sikap penderita dalam posisi
kepala di/leksikan ke dada, bahu membongkok ke depan, punggung melengkung
kedepan, dan lengan tidak melenggang bila berjalan.
&. 1icara
?igiditas dan bradikinesia otot perna/asan, pita suara, otot /aring, lidah
dan bibir mengakibatkan berbicara atau pengucapan kata-kata yang monoton
dengan :olume yang kecil dan khas pada penyakit Parkinson. Pada beberapa
kasus suara mengurang sampai berbentuk suara bisikan yang lamban.
'. *is/ungsi otonom
*is/ungsi otonom mungkin disebabkan oleh menghilangnya secara
progresi/ neuron di ganglia simpatetik. ,ni mengakibatkan berkeringat yang
berlebihan, air liur banyak (sialorrhea), gangguan s/ingter terutama inkontinensia
dan adanya hipotensi ortostatik yang mengganggu.
!0. 2erakan bola mata
6ata kurang berkedip, melirik kearah atas terganggu, kon:ergensi menjadi
sulit, gerak bola mata menjadi terganggu.
!!. ?e/leks glabela
*ilakukan dengan jalan mengetok di daerah glabela berulang-ulang.
Pasien dengan Parkinson tidak dapat mencegah mata berkedip pada tiap ketokan.
*isebut juga sebagai tanda 6ayersonHs sign
!-. *emensia
*emensia relati/ sering dijumpai pada penyakit Parkinson. Penderita
banyak yang menunjukan perubahan status mental selama perjalanan penyakitnya.
*is/ungsi :isuospatial merupakan de/isit kogniti/ yang sering dilaporkan.
*egenerasi jalur dopaminergik termasuk nigrostriatal, mesokortikal dan
mesolimbik berpengaruh terhadap gangguan intelektual.
!%. *epresi
ekitar 40 " penderita terdapat gejala depresi. 9al ini dapat terjadi
disebabkan kondisi /isik penderita yang mengakibatkan keadaan yang
menyedihkan seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan harga diri dan merasa
dikucilkan. 7etapi hal ini dapat terjadi juga walaupun penderita tidak merasa
tertekan oleh keadaan /isiknya. 9al ini disebabkan keadaan depresi yang si/atnya
endogen. ecara anatomi keadaan ini dapat dijelaskan bahwa pada penderita
Parkinson terjadi degenerasi neuron dopaminergik dan juga terjadi degenerasi
neuron norepineprin yang letaknya tepat dibawah substansia nigra dan degenerasi
neuron asetilkolin yang letaknya diatas substansia nigra.
*III' PE#ERIKSAAN PENUNJANG
!. Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium hanya bersi/at dukungan pada hasil klinis,
karena tidak memiliki sensiti/itas dan spesi/itas yang tinggi untuk penyakit
Parkinson. Pengukuran kadar 37 dopamine atau metabolitnya dalam air kencing,
darah maupun cairan otak akan menurun pada penyakit Parkinson dibandingkan
kontrol. Lebih lanjut, dalam keadaan tidak ada penanda biologis yang spesi/ik
penyakit, maka diagnosis de/initi:e terhadap penyakit Parkinson hanya
ditegakkan dengan otopsi. *ua penelitian patologis terpisah berkesimpulan bahwa
hanya 56" dari penderita memenuhi kriteria patologis aktual, sedangkan yang
-4" mempunyai penyebab lain untuk parkinsonisme tersebut.
(5,&)
2. 3euroimaging.
a. 6agnetik ?esonance ,maging (6?,)
1aru-baru ini dalam sebuah artikel tentang 6?,, didapati bahwa hanya
pasien yang dianggap mempunyai atropi multi sistem memperlihatkan
signal di striatum.
(5)
b. Positron #mission 7omography (P#7)
,ni merupakan teknik imaging yang masih relati/ baru dan telah
memberi kontribusi yang signi/ikan untuk melihat kedalam sistem
dopamine nigrostriatal dan peranannya dalam pato/isiologi penyakit
Parkinson. Penurunan karakteristik pada pengambilan /luorodopa,
khususnya di putamen, dapat diperlihatkan hampir pada semua penderita
penyakit Parkinson, bahkan pada tahap dini. Pada saat awitan gejala,
penderita penyakit Parkinson telah memperlihatkan penurunan %0" pada
pengambilan /luorodopa putamen. 7etapi sayangnya P#7 tidak dapat
membedakan antara penyakit Parkinson dengan parkinsonisme atipikal.
P#7 juga merupakan suatu alat untuk secara obyekti/ memonitor progresi
penyakit, maupun secara obyekti/ memperlihatkan /ungsi implantasi
jaringan mesense/alon /etus.
(5)
2ambar 4. P#7 pada penderita Parkinson pre dan prost transplantasi
c. ingle Photon #mission 8omputed 7omography (P#87)
ekarang telah tersedia ligand untuk imaging sistem pre dan post
sinapsis oleh P#87, suatu kontribusi berharga untuk diagnosis antara
sindroma Parkinson plus dan penyakit Parkinson, yang merupakan
penyakit presinapsis murni. Penempelan ke striatum oleh deri:at kokain
I!-%Jbeta-8,7, yang juga dikenal sebagai ?7,-55, berkurang secara
signi/ikan disebelah kontralateral sisi yang secara klinis terkena maupun
tidak terkena pada penderita hemiparkinson. Penempelan juga berkurang
secara signi/ikan dibandingkan dengan nilai yang diharapkan sesuai umur
yang berkisar antara %6" pada tahap , 9oehn dan Kahr sampai 5!" pada
tahap E. 6arek dan yang lainnya telah melaporkan rata-rata penurunan
tahunan sebesar !!" pada pengambilan I!-%Jbeta-8,7 striatum pada %4
penderita penyakit Parkinson dini yang dipantau selama - tahun. ekarang
telah memungkinkan untuk mem:isualisasi dan menghitung degenerasi sel
sara/ nigrostriatal pada penyakit Parkinson.
*engan demikian, imaging transporter dopamin pre-sinapsis yang
menggunakan ligand ini atau ligand baru lainnya mungkin terbukti
berguna dalam mendeteksi orang yang beresiko secara dini. ebenarnya,
potensi P#87 sebagai suatu metoda skrining untuk penyakit Parkinson
dini atau bahkan presimptomatik tampaknya telah menjadi kenyataan
dalam praktek. Potensi teknik tersebut sebagai metoda yang obyekti/ untuk
memonitor e/ikasi terapi /armakologis baru, sekarang sedang diselidiki.
(&)
I,' &IAGNOSIS
*iagnosis penyakit Parkinson berdasarkan klinis dengan ditemukannya
gejala motorik utama antara lain tremor pada waktu istirahat, rigiditas,
bradikinesia dan hilangnya re/leks postural. <riteria diagnosis yang dipakai di
,ndonesia adalah kriteria 9ughes (!''-).
!. Possible . didapatkan ! dari gejala-gejala utama
-. Probable . didapatkan - dari gejala-gejala utama
%. *e/inite . didapatkan % dari gejala-gejala utama
>ntuk kepentingan klinis diperlukan adanya penetapan berat ringannya
penyakit dalam hal ini digunakan stadium klinis berdasarkan 9oehn and Kahr
(!'65) yaitu.
!. tadium !. 2ejala dan tanda pada satu sisi, terdapat gejala yang ringan,
terdapat gejala yang mengganggu tetapi menimbulkan kecacatan, biasanya
terdapat tremor pada satu anggota gerak, gejala yang timbul dapat dikenali
orang terdekat (teman).
-. tadium -. 7erdapat gejala bilateral, terdapat kecacatan minimal,
sikap;cara berjalan terganggu.
%. tadium %. 2erak tubuh nyata melambat, keseimbangan mulai terganggu
saat berjalan;berdiri, dis/ungsi umum sedang.
4. tadium 4. 7erdapat gejala yang berat, masih dapat berjalan hanya untuk
jarak tertentu, rigiditas dan bradikinesia, tidak mampu berdiri sendiri,
tremor dapat berkurang dibandingkan stadium sebelumnya.
5. tadium 5. tadium kakhetik (cachactic stage), kecacatan total, tidak
mampu berdiri dan berjalan walaupun dibantu.
(!0,!!)
,' PENATA"AKSANAAN
Pengobatan penyakit parkinson dapat dikelompokan, sebagai berikut.
(%,5,6)
!. Aarmakologik
a. 1ekerja pada sistem dopaminergik
i. L-dopa
Penemuan terapi l-dopa pada tahun !'60 merupakan terobosan
baru pengetahuan tentang penyakit degenerasi. 6eskipun sampai
sekarang l-dopa masih merupakan obat paling menjanjikan respon
terbaik untuk penyakit parkinson, namun masa kerjanya yang singkat,
respon yang /luktuati/ dan e/ek oBidati:e stress dan metabolitnya
menyebabkan para peneliti mencari bahan alternati:e. 8ara kerja obat
kelompok ini dapat dijelaskan lewat alur metabolisme dari dopamin
sebagai berikut. 7yrosin yang berasal dari makanan akan diubah secara
beruntun menjadi l-dopa dan dopamin oleh en0imya masing-masing.
<edua jenis en0im ini terdapat diberbagai jaringan tubuh, disamping
dijaringan sara/. *opamin yang terbentuk di luar jaringan sara/ otak,
tidak dapat melewati sawar darah otak. >ntuk mencegah jangan
sampai dopamin tersintesa diluar otak maka l-dopa diberikan bersama
dopa-decarboBylase inhibitor dalam bentuk carbidopa dengan
perbandingan carbidopa . l-dopa F ! . !0 (inemet) atau ben0era0ide .
l- dopa F ! . 4 ( 6adopar). #/ek terapi preparat l-dopa baru muncul
sesudah - minggu pengobatan oleh karena itu perubahan dosis
seyogyanya setelah - minggu. 6ulailah dosis rendah dan secara
berangsur ditingkatkan. *rug holiday sebaliknya jangan lebih lama
dari - minggu , karena gejala akan muncul lagi sesudah - minggu obat
dihentikan.
ii. 6+C dan 8C67 ,nhibitor
Pada umumnya penyakit parkinson memberi respon yang cepat dan
bagus dengan l-dopa dibandingkan dengan yang lain, namun ada
laporan bahwa l-dopa dan dopamin menghasilkan metabolit yang
mengganggu atau menekan proses pembentukan energi dari
mitokondria dengan akibat terjadinya oBidati:e stress yang menuntun
timbulnya degenerasi sel neuron. Preparat penghambat en0im 6+C
(monoamine oBydase) dan 8C67 (8atechol-C-methyl trans/erase)
ditambahkan bersama preparat l-dopa untuk melindungi dopamin
terhadap degradasi oleh en0im tersebut sehingga metabolit berkurang
(pembentukan radikal bebas dari dopamin berkurang) sehingga neuron
terlindung dari proses oBidati:e stress.
iii. +gonis *opamin
Preparat lain yang juga dapat menghemat pemakaian l-dopa adalah
golongan dopamin agonis. 2olongan ini bekerja langsung pada
reseptor dopamin, jadi mengambil alih tugas dopamin dan memiliki
durasi kerja lebih lama dibandingkan dopamin. ampai saat ini ada -
kelompok dopamin agonis, yaitu deri:at ergot dan non ergot. ecara
singkat reseptor yang bisa dipengaruhi oleh preparat dopamin agonis
adalah sebagai berikut.
<euntungan terapi dengan agonis dopamin dibandingkan l-dopa
antara lain.
!) *urasi kerja obat lebih lama.
-) ?espon /luktuati/ dan diskinesia lebih kecil.
%) *apat dipilih agonis dopamin yang lebih spesi/ik terhadap
reseptor dopamin tertentu disesuaikan kondisi penderita
penyakit parkinson.
<erugian terapi agonis dopamin adalah onset terapeutiknya rata-
rata lebih lama dibandingkan *+ ergik.
b. 1ekerja pada sistem kolinergik
Cbat golongan antikolinergik memberi man/aat untuk penyakit
parkinson, oleh karena dapat mengoreksi kegiatan berlebihan dari sistem
kolinergik terhadap sistem dopaminergik yang mendasari penyakit
parkinson. +da dua preparat antikolinergik yang banyak digunakan untuk
penyakit parkinson, yaitu thriheByphenidyl (artane) dan ben0tropin
(congentin). Preparat lainnya yang juga termasuk golongan ini adalah
biperidon (akineton), orphenadrine (disipal) dan procyclidine (kamadrin).
2olongan anti kolinergik terutama untuk menghilangkan gejala tremor
dan e/ek samping yang paling ditakuti adalah kemunduran memori.
c. 1ekerja pada sistem 2lutamatergik
*iantara obat-obat glutamatergik yang berman/aat untuk penyakit
parkinson adalah dari golongan antagonisnya, yaitu amantadine,
memantine, remacemide dan L-%5'5'. +ntagonis glutamatergik diduga
menekan kegiatan berlebihan jalur dari inti subtalamikus sampai globus
palidus internus sehingga jalur indirek seimbang kegiatannya dengan jalur
direk, dengan demikian out put ganglia basalis ke arah talamus dan korteks
normal kembali. *isamping itu, diduga antagonis glutamatergik dapat
meningkatkan pelepasan dopamin, menghambat reuptake dan
menstimulasi reseptor dopamin.
Cbat ini lebih e/ekti/ untuk akinesia dan rigiditas daripada
antikolinergik.
d. 1ekerja sebagai pelindung neuron
1erbagai macam obat dapat melindungi neuron terhadap ancaman
degenerasi akibat nekrosis atau apoptosis. 7ermasuk dalam kelompok ini
adalah.
i. 3eurotropik /aktor, yaitu dapat bertindak sebagai pelindung neuron
terhadap kerusakan dan meningkatkan pertumbuhan dan /ungsi
neuron. 7ermasuk dalam kelompok ini adalah 1*3A (brain
deri:ed neurotrophic /actor) , 37 4;5 (3eurotrophin 4;5) , 2*37
(glia cell line-deri:ed neurotrophic /actorm artemin), dan
sebagainya. emua belum dipasarkan.
ii. +nti-eBitoBin, yang melindungi neuron dari kerusakan akibat
paparan bahan neurotoksis (6P7P, 2lutamate). 7ermasuk disini
antagonis reseptor 36*+, 6< &0!, 8PP, remacemide dan obat
antikon:ulsan rilu0ole.
iii. +nti oksidan, yang melindungi neuron terhadap proses oBidati:e
stress akibat serangan radikal bebas. *eprenyl (selegiline), 5-
nitroinda0ole, nitroarginine methyl-ester dan methylthiocitrulline.
1ahan ini bekerja menghambat kerja en0im yang memproduksi
radikal bebas. *alam penelitian ditunjukkan :itamin tidak
menunjukkan e/ek anti oksidan.
i:. 1ioenergetic suplements, yang bekerja memperbaiki proses
metabolisme energi di mitokondria. 8oen0ym L!0 (8o L!0),
nikotinamide termasuk dalam golongan ini dan menunjukkan
e/ekti/itasnya sebagai neuroprotektant pada hewan model dari
penyakit parkinson.
:. ,mmunosuppressant, yang menghambat respon imun sehingga
salah satu jalur menuju oBidati:e stress dihilangkan. 7ermasuk
dalam golongan ini adalah immunophillins, 8s+ (cyclosporine +)
dan A< 506 (tacrolimu). +kan tetapi berbagai penelitian masih
menunjukkan kesimpulan yang kontro:ersial.
e. 1ahan lain yang masih belum jelas cara kerjanya diduga berman/aat
untuk penyakit parkinson, yaitu hormon estrogen dan nikotin. Pada
dasawarsa terakhir, banyak peneliti menaruh perhatian dan harapan
terhadap nikotin berkaitan dengan potensinya sebagai neuroprotektan.
Pada umumnya bahan yang berinteraksi dengan ? nikotinik memiliki
potensi sebagai neuroprotekti/ terhadap neurotoksis, misalnya glutamat
lewat ? 36*+, asam kainat, deksametason dan 6P7P. 1ahan nikotinik
juga mencegah degenerasi akibat lesi dan iskemia.

2ambar 5. kema pengobatan parkinson
-. 3on Aarmakologik
Penanganan penyakit parkinson yang tidak kalah pentingnya ini sering
terlupakan mungkin dianggap terlalu sederhana atau terlalu canggih.
a. Perawatan Penyakit Parkinson
ebagai salah satu penyakit parkinson kronis yang diderita oleh
manula, maka perawatan tidak bisa hanya diserahkan kepada pro/esi
paramedis, melainkan kepada semua orang yang ada di sekitarnya.
b. Pendidikan
*alam arti memberi penjelasan kepada penderita, keluarga dan care
giver tentang penyakit yang diderita. 9endaknya keterangan diberikan
secara rinci namun supporti/ dalam arti tidak makin membuat penderita
cemas atau takut. *itimbulkan simpati dan empati dari anggota
keluarganya sehingga dukungan /isik dan psikik mereka menjadi
maksimal.
c. ?ehabilitasi
7ujuan rehabilitasi medik adalah untuk meningkatkan kualitas hidup
penderita dan menghambat bertambah beratnya gejala penyakit serta
mengatasi masalah-masalah sebagai berikut.
i. +bnormalitas gerakan
ii. <ecenderungan postur tubuh yang salah
iii. 2ejala otonom
i:. 2angguan perawatan diri (+cti:ity o/ *aily Li:ing-+*L)
:. Perubahan psikologik
>ntuk mencapai tujuan tersebut diatas dapat dilakukan tindakan
sebagai berikut .
i. 7erapi /isik . ?C6 ( range o/ motion )
!) Peregangan
-) <oreksi postur tubuh
%) Latihan koordinasi
4) Latihan jalan (gait training)
5) Latihan buli-buli dan rectum
6) Latihan kebugaran kardiopulmonar
5) #dukasi dan program latihan di rumah
ii. 7erapi okupasi
6emberikan program yang ditujukan terutama dalam hal
pelaksanaan akti:itas kehidupan sehari-hari.
iii. 7erapi wicara
6embantu penderita Parkinson dengan memberikan program
latihan pernapasan dia/ragma, e:aluasi menelan, latihan disartria,
latihan bernapas dalam sebelum bicara. Latihan ini dapat membantu
memperbaiki :olume berbicara, irama dan artikulasi.
i:. Psikoterapi
6embuat program dengan melakukan inter:ensi psikoterapi
setelah melakukan asesmen mengenai /ungsi kogniti/, kepribadian,
status mental, keluarga dan perilaku.
:. 7erapi sosial medik
1erperan dalam melakukan asesmen dampak psikososial
lingkungan dan /inansial, untuk maksud tersebut perlu dilakukan
kunjungan rumah; lingkungan tempat bekerja.
:i. Crthotik Prosthetik
*apat membantu penderita Parkinson yang mengalami
ketidakstabilan postural, dengan membuatkan alat bantu jalan seperti
tongkat atau walker.
d. *iet
Pada penderita parkinson ini sebenarnya tidaklah diperlukan suatu diet
yang khusus, akan tetapi diet penderita ini yang diberikan dengan tujuan
agar tidak terjadi kekurangan gi0i, penurunan berat badan, dan
pengurangan jumlah massa otot, serta tidak terjadinya konstipasi.
Penderita dianjurkan untuk memakan makanan yang berimbang antara
komposisi serat dan air untuk mencegah terjadinya konstipasi, serta cukup
kalsium untuk mempertahankan struktur tulang agar tetap baik. +pabila
didapatkan penurunan motilitas usus dapat dipertimbangkan pemberian
laksan setiap beberapa hari sekali. 9indari makanan yang mengandung
alkohol atau berkalori tinggi.
e. Pembedahan
7indakan pembedahan untuk penyakit parkinson dilakukan bila
penderita tidak lagi memberikan respon terhadap pengobatan; intractable,
yaitu masih adanya gejala dua dari gejala utama penyakit parkinson
(tremor, rigiditas, bradi;akinesia, gait;postural instability), /luktuasi
motorik , /enomena on-o//, diskinesia karena obat, juga memberi respons
baik terhadap pembedahan. +da - jenis pembedahan yang bisa dilakukan.
i. Pallidotomi, yang hasilnya cukup baik untuk menekan gejala.
a) +kinesia; bradi kinesia
b) 2angguan jalan; postural
c) 2angguan bicara
ii. 7halamotomi, yang e/ekti/ untuk gejala.
a) 7remor
b) ?igiditas
c) *iskinesia karena obat
/. timulasi otak dalam
6ekanisme yang mendasari e/ekti/itas stimulasi otak dalam untuk
penyakit parkinson ini sampai sekarang belum jelas, namun perbaikan
gejala penyakit parkinson bisa mencapai &0". Arekwensi rangsangan yang
diberikan pada umumnya lebih besar dari !%0 90 dengan lebar pulsa
antara 60 $ '0 s. timulasi ini dengan alat stimulator yang ditanam di inti
2Pi dan 73.
g. 7ransplantasi
Percobaan transplantasi pada penderita penyakit parkinson dimulai
!'&- oleh Lind:all dan kawannya, menggunakan jaringan medula
adrenalis yang menghasilkan dopamin. 4aringan transplan (gra/t) lain yang
pernah digunakan antara lain dari jaringan embrio :entral mesense/alon
yang menggunakan jaringan premordial steam atau progenitor cells , non
neural cells (biasanya /ibroblast atau astrosytes), testis-deri:ed sertoli cells
dan carotid body epithelial glomus cells. >ntuk mencegah reaksi
penolakan jaringan diberikan obat immunosupressant cyclosporin + yang
menghambat proli/erasi 7 cells sehingga masa idup gra/t jadi lebih
panjang.
7ransplantasi yang berhasil baik dapat mengurangi gejala penyakit
parkinson selama 4 tahun kemudian e/eknya menurun 4-6 tahun sesudah
transplantasi. ampai saat ini, diseluruh dunia ada %00 penderita penyakit
parkinson memperoleh pengobatan transplantasi dari jaringan embrio
:entral mesense/alon.
,I' PROGNOSIS
Cbat-obatan yang ada sekarang hanya menekan gejala-gejala parkinson,
sedangkan perjalanan penyakit itu belum bisa dihentikan sampai saat ini. ekali
terkena parkinson, maka penyakit ini akan menemani sepanjang hidupnya. 7anpa
perawatan, gangguan yang terjadi mengalami progress hingga terjadi total
disabilitas, sering disertai dengan ketidakmampuan /ungsi otak general, dan dapat
menyebabkan kematian. *engan perawatan, gangguan pada setiap pasien
berbeda-berbeda. <ebanyakan pasien berespon terhadap medikasi. Perluasan
gejala berkurang, dan lamanya gejala terkontrol sangat ber:ariasi. #/ek samping
pengobatan terkadang dapat sangat parah.
(',!0)
P* sendiri tidak dianggap sebagai penyakit yang /atal, tetapi berkembang
sejalan dengan waktu. ?ata-rata harapan hidup pada pasien P* pada umumnya
lebih rendah dibandingkan yang tidak menderita P*. Pada tahap akhir, P* dapat
menyebabkan komplikasi seperti tersedak, pneumoni, dan memburuk yang dapat
menyebabkan kematian. Progresi/itas gejala pada P* dapat berlangsung -0 tahun
atau lebih. 3amun demikian pada beberapa orang dapat lebih singkat. 7idak ada
cara yang tepat untuk memprediksikan lamanya penyakit ini pada masing-masing
indi:idu. *engan treatment yang tepat, kebanyakan pasien P* dapat hidup
produkti/ beberapa tahun setelah diagnosis.
(',!0,!!)
&AFTAR PUSTAKA
!. Aahn, tanley. -000. Merrits Neurology. 7enth edition. Lippincott
=illiams M =ilkins.
-. *e Long, 6ahlon. -006. Harrison Neurology in Clinical Medicine. Airst
edition. 6c2raw-9ill Pro/essional.
%. 4ohn 8. 6. 1rust, 6*. -005. N8urrent *iagnosis M 7reatment ,n
3eurologyO, 6c2raw-9ill. 9al !''--06.
4. 8larke 8#, 6oore +P. -006. NParkinsonPs *iseaseO.
http.;;www.aa/p.org;a/p;-006!-!5;-046.html (diakses 5 Aebruari -0!%).
5. jahrir 9, 3asution *, 2o/ir +. -005. ParkinsonHs *isease M Cther
6o:ement *isorders. Pustaka 8edekia dan *epartemen 3eurologi A<
>> 6edan. 9al 4-5%.
6. udoyo +=, etiyohadi 1, +lwi ,. -005. Penyakit Parkinson. 1uku +jar
,lmu Penyakit *alam 4ilid ,,,. A<>,. 9al !%5%-!%55.
5. Price +, =ilson L6, 9artwig 6. -006. 2angguan 3eurologis dengan
imtomatologi 2eneralisata. Pato/isiologi <onsep <linis Proses-proses
Penyakit Eol -. Penerbit 1uku <edokteran #28. 9al !!%'-!!44.
&. 9arsono. -00&. Penyakit Parkinson. 1uku +jar 3eurologis <linis.
Perhimpunan *okter pesialis ara/ ,ndonesia dan >26. 9al -%%--4%.
'. *uus Peter. !''6. *iagnosis 7opik 3eurologi +natomi, Aisiologi, 7anda
dan 2ejala #disi ,,. Penerbit 1uku <edokteran #28. 9al -%!--4%.
!0. +goes, +0war, dkk. -0!0. Penyakit di >sia 7ua. Penyakit Parkinson.
4akarta. #28. 9al !45-!5-.
!!. 2anong, =illiam A., and 6cphee, tephen 4. -0!!. Pato/isiologi Penyakit
#disi 5. Penyakit Parkinson. 4akarta. #28. 9al !&&-!&'.