Anda di halaman 1dari 3

YAYASAN PENDIDIKAN DWI WARNA PANJANG

SMP DWI WARNA PANJANG


KOTA BANDAR LAMPUNG
NPSN : 10807272 NSS : 202126009084





Alamat : Jln. Soekarno Hatta Kp. Suka Indah I Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Bandar Lampung (0721)33630


NOTULEN RAPAT


JUDUL RAPAT : RAPAT KOORDINASI DEWAN GURU
HARI/TANGGAL : Sabtu, 7 Oktober 2013
WAKTU : 11.00 WIB. s.d. 13.30 WIB.


Rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bid. Kesiswaan (Bpk. Suhadi) dihadiri sebanyak 18 orang
peserta rapat dari 26 orang yang terdiri dari dewan guru beserta staf SMP Dwi Warna Panjang.
Materi rapat membahas sebagai berikut :

Mid Semester Ganjil T.P. 2013/2014
Pembahasan :
- Ulangan Tengah Semester Ganjil yang dilaksanakan pada hari Senin, 30 September s.d. Sabtu, 5
Oktober 2013 telah selesai dengan lancar dan terkendali.
- Nilai UTS harap segera dikumpul kepada wali kelas paling lambat hari selasa, 8 Oktober 2013.
- Khusus Untuk Kelas IX Nilai Yang dikumpul adalah nilai ulangan harian dan nilai UTS
- Pembagian Nilai UTS diberikan kepada siswa pada hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2013

Catatan masalah yang terhimpun oleh BK selama 2 Bulan terakhir
a) Yolanda Harianto KLS 7B kehilangan sepatu, dicurigai ada anak luar dari alumni SMP Dwi
Warna Panjang T.P. 2011/2012 yang sedang main ke SMP Dwi Warna Panjang. Permasalan
ini telah di selesaikan setelah ada persetujuan dari Orang Tua Yolanda Harianto sendiri.
b) Perkelahian Antara Adelia Yolanda KLS IX C dengan Ade Ayu Lestari IX C, telah diselesaikan.
c) IVo Prayudha KLS IX C, telah dikeluarkan dari sekolah karena tersandung banyak masalah
diantaranya : melawan Ibu Lelita Cherrisswari, S.Pd, ketahuan ngelem oleh Bpk. Alpadin,
S.Fil.I, merokok, membawa orang luar ke sekolah untuk membuat keonaran, dll.
d) Pengeroyokan terhadap siswa Amandalika Hanna Octaviola KLS IX C dilakukan oleh Mutiara
Dewi KLS IX C, Febri Salati KLS IX C, Meilinda KLS IX C, Ayu Veronika Santoso KLS IX C dll.
Hampir melibatkan satu kelas. Masalah ini telah diselesaikan setelah Orang Tua dari
Amandalika datang ke sekolah danminta jalan penyelesaian secara baik-baik.
e) Siti Muflihah KLS VIII C, telah dikeluarkan dari sekolah dicurigakan mengeroyok bersama
temannya pada jam pelajaran sekolah bahkan permasalan ini sampai membawa aparat
kepolisian.
f) Perkelahian antara Kelas IX C (Febri Salati, Meilinda) dengan Kelas VIII C ( Kiki Rosalina, Dwi
Aryuning, Enzi Widya) Yang telah membuat kerusuan di sekolah sekaligus membuat malu citra
sekolah dan ini adalah permasalan yang sangat besar sehingga melibatkan pihak kepolisian
untuk mengamankannya. Masalah ini telah diambil ketegasan langsung dari Kepala Sekolah
sehingga dengan kebijakan dan kebaikan bersama Kepala Sekolah mengeluarkan mereka yang
terlibat dalam perkelahian tersebut.
g) Septiana KLS IX C, tersandung kasus membawa minuman yang dicurigai miras dicampur
dengan minuman suplemen serta terbukti menyimpan Video Porno di Hpnya. Meskipun pihak
keluarga membantah akan segala kesalahannya tetapi pihak sekolah akan memantau
perkembangan anak tersebut kedepan.
- Setelah melihat perkembangan masalah yang ditimbulkan oleh siswa yang baru masuk pada
tahun ajaran ini, maka ke depan pihak sekolah akan lebih selektif lagi dalam menerima
murid pindahan terutama bagi mereka yang telah dimutasi dari sekolah yang berada di
lingkungan kecamatan Panjang.

Dimohon Kepada Bapak/Ibu dewan guru yang mengajar di kelas atas untuk tetap
mengajar berada di ruang kelas, karena ada masukan berdasarkan hasil laporan dan
pengamatan ada diantaranya guru yang tidak berada di dalam kelas saat ada jam
mengajar.
Pembahasan :
- Insya Allah kedepan tidak ada lagi dewan guru yang seperti itu, kemudian untuk
mengantisipasi kondisi kelas di atas, maka satpam akan di fungsikan untuk mengontrol
situasi kelas atas, sementara guru piket akan mengkondisikan bagian kelas di bawah.

Absensi guru akan menjadi dasar pertimbangan untuk kontrak selanjutnya pada bulan
Desember 2013.
Pembahasan :
- Kepada dewan guru yang kiranya merasa jarang hadir mengajar mohon kiranya untuk dapat
diperbaiki sikap tersebut.

Absensi umum siswa dilaporkan kepada Kepala Sekolah setiap minggu dan bagi siswa
yang sering absen akan di beri sanksi / dikeluarkan.
Pembahasan :
- Kepada Seluruh wali kelas harap memperhatikan buku absensi kehadiran siswa untuk
dilaporkan kepada Kepala Sekolah

Wali Kelas dimohon untuk mengawasi dan memperhatikan setiap siswanya terlebih-
lebih lagi bagi siswa yang sering melakukan pelanggaran.
Pembahasan : Di mengerti

Setiap guru di mohon untuk melengkapi semua administrasi sebagai guru mapel untuk
menghadapi akreditasi.
Pembahasan :
Jadwal akreditasi SMP Dwi Warna Panjang akan berlangsung pada tahun 2014 seharusnya
akreditasi tersebut dilaksanakan tahun ini. Semua tim yang terbentuk dalam persiapan
akreditasi tahun ini merupakan tim akreditasi untuk tahun depan kemudian bila tim ini
memungkinkan untuk diperbaiki, maka Bpk. Suhadi dan Ibu Dra. Rosmiananturi akan
memperbaiki tim untuk persiapan akreditasi pada tahun 2014.

Bila ada kasus siswa yang bermasalah ditangani oleh guru BK dan dilaporkan kepada
Kepala Sekolah
Pembahasan :
- Guru BK (Bpk. Suhadi dan Bpk. Tri Susanto) akan membuat buku kasus siswa perkelas yang
akan di taruh di ruang BK (masih dalam pembuatan) sebagai catatan untuk tanda bukti dalam
memproses siswa yang bermasalah.
- Saya (Bpk. Suhadi) sebagai pimpinan rapat saat ini akan mengusulkan kepada Ibu Kepala
Sekolah Untuk mengangkat Bpk. Rosidin, S.Fil.I untuk dijadikan sebagai guru BK agar setiap
tingkat kelas ditangani oleh satu orang guru BK, dan saya (Bpk. Suhadi) menangani untuk
siswa kelas IX (Sembilan)
- Dimohon kepada guru BK agar untuk dapat hadir setiap hari
- Kepada dewan guru yang menangani siswa bermasalah, sementara tidak ada satunpun guru
BK yang hadir pada hari tersebut, maka boleh langsung menulis di buku kasus yang telah
disediakan.

Ketertiban Siswa
Pembahasan :
- Guru piket memanggil siswa yang kemarin alpa kemudian siswa tersebut distarf atau di
jemur, apabila dikemudian hari siswa tersebut masih malas untuk sekolah maka akan
ditangani oleh guru BK.
- Sekolah melarang menggunakan kendaraan bermotor tetapi Bagi siswa yang membawa
kendaraan bermotor karena suatu sebab (jarak yang jauh sehingga ketika pulang tidak ada
lagi kendaraan umum yang lewat) maka dibolehkan membawa kedaraan bermotor dengan
syarat harus ada izin dari orang tua yang mana Orang Tua siswa tersebut langsung datang ke
sekolah untuk meminta izin kepada sekolah agar anaknya diperkenankan membawa motor.
- Kepada Siswa yang diperbolehkan membawa kendaraan bermotor ke sekolah harus
menggunakan tata tertib dalam berkendaraan seperti : menggunakan helm, tidak boleh
membonceng temannya lebih dari 2 orang, tidak boleh kebut-kebutan. Bila peraturan ini
dilanggar maka sekolah mencabut izin untuk dapat membawa motor.
- Sekolah tidak bertanggung jawab dengan hal-hal yang terjadi seputar dengan motor siswa
yang parkir dilingkungan sekolah. Keamanan kendaraan bermotor adalah tanggung jawab
siswa yang bersangkutan yang membawa motor.
- Siswa yang memakai atribut yang bukan merupakan atribut siswa dan tidak ada
kemanfaatannya (seperti : memakai sendal tanpa alasan yang dibenarkan, memakai topi
yang bukan topi sekolah, memakai jaket bergambar tidak sopan) maka semua guru dapat
dapat mengambil tindakan tegas kepada siswa yang bersangkutan untuk diambil barang
tersebut, kemudian dilaporkan kepada guru BK untuk dapat ditindaklanjuti seterusnya
(diaanggap sebagai pelanggaran sekolah).
- Bagi Siswa yang memakai seragam sekolah yang kurang pantas seperti celana yang di buat
jangkis, rok di atas lutut bagi wanita, baju pramuka yang di gambar/di corat-coret, maka
seluruh dewan guru boleh mengambil tindakan tegas kepada siswa yang bersangkutan
kemudian dilaporkan kepada guru BK untuk dapat di proses dan dimasukkan ke dalam buku
pelanggaran siswa.
- Rencana sekolah akan mengganti seragam batik siswa dengan model baju koko apabila
stock baju batik yang masih ada telah habis.
- Sekolah akan mengadakan razia kepada siswa dalam minggu-minggu ini dan akan
melibatkan Bpk. Rosidin, S.Fil.I

Hal-hal tambahan dalam Rapat (Masukan dari Dewan Guru)
- Sekolah hendaknya bersikap tegas dalam menegakkan suatu aturan Siswa / Tata tertib
siswa, jangan selama ini yang telah dilakukan berkesan dengan lemahnya ketegasan aturan
yang telah di buat. Seperti contoh pelarangan menggunakan HP di sekolah; karena tidak
adanya keberanian sekolah untuk menegakkan peraturan ini sehingga peraturan ini menjadi
seperti hal yang berkesan main-main, padahal dalam surat perjanjian dan edaran yang telah
dikirimkan kepada orang Tua dengan jelas ada sanksi bagi yang membawa HP bahakan HP
tersebut tidak akan dikembalikan atau bisa juga di hancurkan di tempat, tetapi pada
kenyataannya aturan ini hanya tulisan yang tidak ada artinya. Begitu juga peraturan tentang
siswa yang membawa kendaraan bermotor sampai sekarangpun siswa dengan bebasnya
membawa motor lagi-lagi karena tidak adanya ketegasan aturan yang diterapkan.


Demikian notulen ini dibuat untuk dapat diketahui dan disahkan oleh Ibu Kepala Sekolah serta
dimohon untuk dapat ditindaklanjuti apa saja yang telah disepakati dalam rapat ini.




Mengetahui, Bandar Lampung, 7 Oktober 2013
Pemimpin Rapat, Notulis




S U H A D I REFAN TARIA